FF/ BRAND NEW LIFE (SEQUEL OF THE ANOTHER OF YOU)/ GOT7-BTS/ pt. 1


Author : @ismomos

 

Cast :

-Park Jinyoung (GOT7 Jr)

– Park Hayoung (OC)

– Min Yoongi (BTS Suga)

– Jung Chanmi (OC)

 

Cooming Soon Cast :

– Kim Taehyung (BTS V)

– Han Joya (OC)

– Lee Jongsuk (Actor)

 

Genre : Romance, Fantasy, Life

 

Length : Chapter

 PhotoGrid_1407603521395

 

     Hi ismomos here~ Sebelumnya aku ingin meminta maaf karena telah terjadi kesalah pahaman(?) dari introduction “The Another Of You: Reincarnation”, karena di cerita itu aku menyebutkan Taehyung mengalami reinkarnasi, sebenarnya maksud dari ceritanya bukan itu. Jadi setelah aku cari tahu lebih banyak lagi dan membaca komen dr readers yg membagi info tentang reinkarnasi, ternyata konsep reinkarnasi dengan jalan cerita yang akan dibuat di sequel ini tidak sama *toyor ismomos* mohon maaf atas segala ketidak tahuanku mengenai hal ini. Maka dari itu, untuk kelanjutan sequel ini aku mengubah judulnya menjadi “BRAND NEW LIFE”.

     Sequel ini terinspirasi dari drama “49 days” dan film “Love Is Cinta” tapi tentu saja dengan alur cerita yang berbeda. Semoga kalian suka dan tetap menunggu cerita ini hehehehe *pede banget lu mi* Oke, i hope you enjoy with the story!🙂

 

P.S : Untuk ‘Unknown Cast’ aku memakai cast Jinyoung GOT7. Semoga kalian setuju dengan cast pilihanku ini. Hehehe. Btw, siapa yang kepingin sosok Taehyung balik lagi? So, Kim Taehyung is back~

 

 

&     &     &     &     &

 

 

 

*flashback introduction*

 

     DEG! Jantung Hayoung seperti berhenti berdetak saat menyadari orang yang ada di hadapannya adalah orang yang sedang dibicarakannya. Lelaki itu…

     Chanmi menatap Hayoung dan lelaki itu bergantian. Ia seperti merasakan suasana yang aneh diantara sahabatnya dengan lelaki itu. Dan ketika Chanmi melihat raut kaget pada wajah Hayoung, ia baru menyadari sesuatu.

     “Oh jadi dia yang kau maksud, Hayoung-ah? Dia memang keluar dari perpustakaan sebelum kau datang kesini. Aku kenal dengannya, namanya—–“

     “Namaku Kim Taehyung.”

 

 

&     &     &     &     &

 

 

     Tubuh gadis itu sontak menegang ketika lelaki yang berdiri di hadapannya mendekatkan bibirnya ke telinga gadis itu, sambil tangannya meraih buku yang ada di dekatnya.

     “Namaku Kim Taehyung.” bisik lelaki itu, dengan suara yang amat pelan dan terdengar lirih, menggelitik cuping telinga Hayoung.

     Bahkan saking lirihnya suara lelaki itu, Hayoung yakin Chanmi tak mendengar apa yang baru saja dibisikkan lelaki itu padanya. Ekspresi wajah Chanmi biasa saja,-tak sadar akan perubahan pada raut wajah Hayoung,- karena jika hanya dilihat sekilas, lelaki itu merundukkan badannya untuk mengambil buku yang ada di dekat Hayoung.

     “—–namanya Park Jinyoung. Dia mahasiswa semester kedua jurusan Biologi. Dia junior kita, Hayoung-ah.”

     Hayoung menoleh ke arah Chanmi yang baru saja memperkenalkan lelaki itu padanya. Jadi namanya Park Jinyoung? Tapi kenapa saat berbisik padanya ia memperkenalkan dirinya sebagai Kim Taehyung? Belum lagi sikap aneh lelaki itu dari awal pertama mereka bertemu.

     Aneh. Hayoung merasa ada yang aneh. Tapi dia lebih memilih mengenyahkan perasaan itu dan mulai mengulurkan tangannya, ingin memperkenalkan diri.

     “Annyeong Jinyoung-ssi, Park Hayoung imnida.”

     Lelaki bernama Jinyoung itu membalas uluran tangan Hayoung dengan kikuk, “A-nyeong, hm—P-park Jinyoung imnida.”

     Entah kenapa lelaki itu merasa aneh ketika menyebutkan namanya sendiri. Namun untungnya kedua gadis itu hanya menganggapnya terlalu gugup ketika berkenalan dengan salah seorang senior.

     “Jinyoung-ah, apa kau ingin belajar bersama kami? Kebetulan kami sedang mengerjakan tugas yang diberikan dosen menyebalkan itu,” kembali Chanmi merutuk sebal dengan dosennya yang satu itu, namun kemudian ia bertanya kepada Jinyoung, “apa dosen itu juga memberi tugas yang banyak kepada mahasiswa tingkat pertama?”

     Jinyoung tampak berpikir, sebenarnya ia tidak diberi tugas apapun oleh dosen itu. Namun melihat ini adalah kesempatannya untuk lebih dekat dengan Hayoung, akhirnya ia mengangguk juga.

     “Ya, dia juga memberikan tugas, meskipun tidak terlalu banyak. Apa aku boleh mengerjakannya bersama kalian?”

     Chanmi langsung mengangguk dengan senang hati, “Tentu saja..”

     Sedangkan Hayoung hanya tersenyum tipis, menandakan bahwa ia tidak keberatan jika Jinyoung mengerjakan tugas bersama mereka. Walau dalam hati ia masih bertanya-tanya maksud lelaki itu menyebut nama Taehyung, tapi gadis itu lebih memilih untuk melupakannya dan larut dalam tugas-tugas yang sedang dikerjakannya.

     Tanpa disadari kedua gadis itu,- Hayoung lebih tepatnya,- sepasang mata Jinyoung menatapnya melalui ekor mata. Meskipun tak begitu terlihat, namun dari kedua mata lelaki itu tersirat sepercik rasa sedih. Hatinya terus menerus menanyakan pertanyaan yang sama.

     Kau tidak merasakan keberadaanku, Hayoung-ah?

 

 

&     &     &   &     &

 

 

   Hayoung dan Chanmi melangkahkan kaki mereka di sepanjang koridor kampus. Koridor tampak sepi karena suhu diluar ruangan sangat dingin mengingat ini adalah musim dingin. Jadi untuk mereka yang sedang menunggu jadwal kuliah atau memang tidak memiliki jadwal kuliah hari ini lebih memilih untuk menghangatkan diri mereka di perpustakaan. Kedua gadis itu tidak memiliki jadwal kuliah hari ini. Maka dari itu, setelah menyelesaikan beberapa tugas dari dosen Biologi, mereka memutuskan untuk pulang.

     Hayoung melirik ke arah Chanmi yang sedang berjalan sambil bersenandung kecil. Sebenarnya ia ingin menanyakan hal ini kepada sahabatnya itu sedari tadi. Namun karena ada seseorang yang menjadi objek pertanyaannya, jadi Hayoung mengurungkan niatnya untuk bertanya. Tapi sekarang ia hanya berdua dengan gadis itu, Hayoung langsung bertanya kepada Chanmi.

     “Kau sudah berapa lama mengenal Jinyoung?”

     Pertanyaannya membuat Chanmi menatap Hayoung dengan heran. Kenapa tiba-tiba Hayoung bertanya seperti itu? Namun akhirnya Chanmi pun menjawab pertanyaan itu.

     “Belum lama, tepatnya sebulan yang lalu, di hari pertama ia menjadi mahasiswa baru disini.”

     Kini Hayoung yang menatap Chanmi heran, “Mahasiswa baru? Bukankah tahun ajaran baru sudah dimulai tujuh bulan yang lalu? Kenapa ia baru masuk pada bulan ke tujuh?”

     Chanmi mengedikkan bahunya, “Sebenarnya aku juga tidak terlalu tahu. Yang pasti waktu itu ia bilang kalau dia baru masuk pada semester kedua. Mungkin karena itu juga dia belajar giat untuk mengejar ketertinggalannya. Aku sering melihat ia menghabiskan waktu di perpustakaan.”

     Hayoung menganggukan kepala, tanda bahwa ia sudah cukup mengerti alasan kenapa ia baru pertama kaki melihat lelaki itu di kampus ini. Hayoung jarang sekali ke perpustakaan. Jika ia membutuhkan sebuah buku, ia akan meminta tolong kepada Chanmi untuk meminjamkannya di perpustakaan. Bukan karena gadis itu memiliki alergi pada buku atau sebagainya, hanya saja ia lebih menyukai cara belajar dengan menggunakan metode audio-visual, seperti video.

     Tak terasa mereka sudah sampai di gerbang kampus mereka yang menjulang tinggi. Di antara banyaknya mobil yang keluar masuk area kampus, Hayoung melihat sebuah mobil sport hitam terparkir di dekat salah satu pohon besar di depan kampusnya. Hayoung mengetahui bensr siapa pemilik mobil itu, meskipun pemilik mobil itu sedang duduk di bagian depan mobilnya yang membelakangi kedua gadis itu.

     “Chanmi-ah, Yoongi sudah menunggu disana. Kau mau ikut dengan kami atau—“

     “Tidak usah, aku ingin mampir ke toko buku terlebih dahulu. Lagipula aku tidak mau sendirian diantara sepasang kekasih.” jawabnya dengan seringai jail.

     Hayoung memukul lengan Chanmi pelan, “Ya! Dia bukan pacarku..”

     Chanmi terkekeh sambil melambaikan tangannya kepada Hayoung. Hayoung membalas lambaian tangan Chanmi dan berlari kecil ke arah Yoongi. Sebelum Hayoung benar-benar sampai di dekatnya, Yoongi sudah membalikkan badan dan memberikan senyum untuk gadis itu.

     Setelah membukakan pintu mobil untuk Hayoung, Yoongi berjalan mengitari mobilnya dan duduk di belakang kemudi. Mobil itu pun melaju menuju rumah Hayoung.

 

 

&     &     &     &     &

 

 

     Jinyoung melihat semuanya. Mulai dari Hayoung dan Chanmi yang baru saja keluar dari perpustakaan, mendengar apa yang kedua gadis itu bicarakan, sampai ia melihat Hayoung berlari menjauh dari Chanmi dan menghampiri seorang lelaki. Ya, lelaki itu. Mana mungkin Jinyoung melupakannya. Min Yoongi. Lelaki yang dulu pernah memukulnya, lelaki yang hampir saja membunuh Hayoung dan lelaki yang juga—ah sudahlah Jinyoung tak ingin membahas hal itu lagi. Toh dia dihidupkan kembali bukan untuk hal itu. Ada sesuatu yang lebih penting yang harus dilakukannya mengingat janjinya pada sosok itu. Malaikat pencabut nyawa.

 

 

*flashback on*

 

 

     Taehyung merasakan dirinya berada di suatu tempat yang luas tanpa ujung. Semuanya serba putih. Tak ada manusia atau benda-benda lain di sekelilingnya. Yang ada hanya dirinya sendiri. Sebenarnya ia tidak tahu apa yang membawanya kesini. Namun tiba-tiba di sekitarnya yang serba putih itu, muncul sebuah ilustrasi yang menampakan dirinya di suatu tempat, seolah-olah ingin mengingatkannya mengenai alasan kenapa ia bisa ada disini.

     Taehyung langsung mengingat tempat itu. Tempat itu adalah kamar perawatannya di rumah sakit jiwa tempat dulu ia dirawat. Ilustrasi itu berjalan layaknya sebuah video. Taehyung masih ‘menontonnya’ dengan tatapan serius, namun tiba-tiba saja lidahnya terasa kelu. Taehyung menelan ludahnya dengan susah payah. “Video” itu sedang memutar kejadian waktu ia mencoba bunuh diri dengan menggunakan pecahan kaca dari kaca jendela yang ia pecahkan. Taehyung sampai menutup matanya dan bergidik ngeri saat banyak darah yang keluar dari tubuhnya. Ia tidak percaya bahwa dirinya berani melakukan hal itu. Lalu di “video” itu, ia langsung terkapar tak berdaya dengan darah di sekujur tubuhnya.

     “Jadi aku sudah mati?” tanyanya pada diri sendiri.

     Tanpa diduga lelaki itu, ada sebuah suara yang menyahuti pertanyaannya, “Kau belum benar-benar mati, Kim Taehyung.”

     Taehyung mengedarkan pandangannya, mencari sumber suara itu. Namun nihil, di sekelilingnya hanya ada warna putih. Taehyung melangkahkan kakinya entah kemana karena ia juga tidak tahu ia sedang berada dimana. Sampai akhirnya ada sebuah bayangan hitam yang muncul di depannya, membuat Taehyung tersentak kaget.

     “S-siapa kau? Dan kenapa aku bisa berada disini? Apa yang membawa aku kesini? Apa kau tahu alasannya?” tanya Taehyung bertubi-tubi. Ia merasa lega karena ia menemukan orang selain dirinya. Taehyung belum menyadari sosok apa yang ada di hadapannya saat ini.

     “Manusia bodoh! Bagaimana mungkin Kami menerima arwahmu di alam kematian jika kau sudah datang sebelum aku menjemputmu? Apa kau tidak merasa puas dengan segala ciptaan Tuhan yang ada di dunia sehingga kau memilih untuk mati dengan cara bunuh diri?!”

     Taehyung langsung bergidik ngeri mendengar suara yang menggelegar dari sosok itu. Ia tak mengerti dengan maksudnya. Tadi dia menyebut arwah? Jadi sekarang ia hanyalah arwah yang tak berjasad? Lalu apa maksudnya sosok itu mengatakan kata “menjemput”?

   “T-tunggu… apa maksudmu dengan kata menjemput? Maksudnya, siapa yang akan kau jemput? Aku tak mengerti.” tanya Taehyung yang masih sibuk mencerna kata-kata sosok itu.

   “Kau sudah melangkahi takdir yang ditentukan Tuhan. Bukankah kematian adalah takdir-Nya? Tapi kau malah melangkahi takdir-Nya dengan membunuh dirimu sendiri sebelum waktunya aku menjemputmu. Menjemput ajalmu..”

     Taehyung sontak membulatkan mata, tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.

     “Jadi… k-kau adalah malaikat pencabut nyawa?” tanyanya dengan mulut yang menganga.

     Sosok itu tak menjawab, ia kembali mengatakan hal lain yang membuat Taehyung semakin bingung, “Karena kesalahan yang telah kau lakukan, kau harus menebus semua kesalahanmu itu, Kim Taehyung.”

     Taehyung menghela nafasnya frustasi, sedari tadi sosok itu membuatnya bingung mencerna apa yang baru saja dikatakannya.

     “Bagaimana bisa aku menebus semua kesalahanku? Sedangkan aku sudah mati. Mana mungkin aku bisa—–“

     “Bukankah aku sudah bilang bahwa kau belum benar-benar mati? Maka dari itu, kau akan “dihidupkan” kembali menjadi sosok lain di kehidupan barumu.”

     “A-apa? Aku? Hidup kembali? Sosok lain?”

   Lagi-lagi muncul serenteran pertanyaan yang keluar dari mulut Taehyung.

     “Sudahlah, kau jangan banyak bertanya. Sebaiknya kau ikuti aku sekarang..”

     Sosok itu pun berjalan menjauhi Taehyung. Tak ada yang bisa dilakukan Taehyung selain mengikuti kemana sosok itu pergi.

 

 

&     &     &     &     &

 

 

     Disinilah mereka. Berdiri di sudut ruang operasi di salah satu rumah sakit ternama di Korea. Arwah Taehyung mengernyit heran sambil bertanya dalam hati mengapa sang malaikat maut membawanya kesini?

     “Kau ingin menjadikanku seorang dokter di kehidupan baruku?” tanya arwah Taehyung kepada malaikat maut yang masih memfokuskan pandangannya pada seseorang yang tengah berbaring di kamar operasi dan beberapa tim medis yang sedang mengoperasinya.

     “Tidak. Coba kau lihat lelaki yang sedang terbaring lemah di atas ranjang itu.” kata malaikat maut menunjuk orang itu.

     Arwah Taehyung menganggukan kepalanya sambil ikut memfokuskan pandagan ke arah lelaki dengan beberapa alat bantuan medis menyelimuti tubuhnya itu. Kalau arwah Taehyung boleh menebak, sepertinya lelaki itu seumuran dengannya, tentu saja jika ia masih hidup.

     “Kenapa dengan lelaki itu?” tanya arwah Taehyung lagi.

     “Jasad lelaki itu yang akan menjadi tempat tinggal arwahmu selama kau menjalani kehidupan barumu, Kim Taehyung.” jelas malaikat maut, membuat arwah Taehyung menganggukan kepala tanda mengerti. Namun tak lama kemudian muncul sebuah pertanyaan lagi.

     “Kalau aku masuk ke dalam tubuhnya, lalu bagaimana dengan arwah lelaki itu?”

   Kali ini malaikat maut tidak menjawabnya. Tiba-tiba saja dengan satu gerakan cepat, terdengar bunyi nyaring dari alat pendeteksi jantung yang digunkan untuk mendeteksi jantung lelaki itu. Raut wajah beberapa tim medis itu langsung menegang, melihat garis lurus pada layar alat pendeteksi jantung.

     “Park Jinyoung! Kau harus bertahan, Nak. Kumohon kau harus bertahan.” kata dokter yang menangani operasi lelaki yang dipanggilnya dengan nama Park Jinyoung itu. Namun lelaki itu tetap bergeming, nafasnya yang pelan lama-lama berhenti teratur. Arwah Taehyung melihat kesedihan langsung menyelimuti ruangan operasi itu.

     Namun tiba-tiba pandangannya beralih pada dua sosok hitam lain yang tanpa disadari kedatangannya sudah berada di dekat lelaki itu. Arwah Taehyung melihat arwah lelaki bernama Park Jinyoung itu bangkit dari jasadnya dan mengikuti dua sosok hitam tak kasat mata itu.

     “Arwah itu kau dibawa kemana?” tanya arwah Taehyung yang belum bisa mengalihkan pandangannya pada lelaki itu, padahal dua sosok hitam dan arwah lelaki itu sudah tak terlihat lagi olehnya.

     “Arwah lelaki itu akan dibawa ke alam kematian. Dimana arwah orang-orang yang sudah mati dikumpulkan disana. Itulah tugas kami, menjemput ajal seseorang yang sudah ditakdirkan mati. Sedangkan arwahmu, belum saatnya untuk dibawa ke alam kematian.”

     ArwahTaehyung kembali menganggukan kepalanya, “Jadi aku harus masuk ke dalam tubuh lelaki itu?”

     Malaikat maut mengangguk, “Tapi kau harus ingat, Kami memberikanmu kehidupan yang baru bukan dengan cuma-cuma. Kau harus memperbaiki segala hal yang berhubungan dengan masa lalumu, Kim Taehyung.”

     “Masa laluku? Apa ini ada hubungannya dengan Hayoung?”

     Arwah Hayoung langsung teringat dengan sosok gadis itu. Gadis yang sangat berarti dalam hidupnya. Ia pasti dihidupkan kembali untuk itu, untuk menebus semua kesalahannya pada Hayoung.

     “Tidak hanya dengan Park Hayoung. Tapi dengan segala hal yang berhubungan dengan masa lalumu, Kim Taehyung. Cepatlah kau berbaring di atas tempat tidur itu. Pejamkan matamu dan hembuskan nafas perlahan. Jangan membuka mata sebelum kau benar-benar masuk ke dalam tubuh itu.”

     Awalnya ia merasa bingung dengan “segala hal yang berhubungan dengan masa lalunya”, berarti bukan hanya tentang Hayoung saja. Namun kemudian ia mengangguk mengerti. Arwah Taehyung pun langsung mengikuti apa yang baru saja dijelaskan malaikat maut. Ia berjalan mendekati tubuh lelaki itu. Perlahan ia berbaring di atas ranjang itu. Awalnya ia ragu karena sama sekali tidak merasakan apapun. Namun malaikat maut terus meyakinkannya bahwa arwahnya bisa masuk dan menyesuaikan diri dengan tubuh lelaki itu.

     Isak tangis terdengar di seluruh sudut ruang operasi, terutama dari dokter yang menangani operasi lelaki itu. Diwajahnya terlihat kesedihan yang sangat mendalam. Sekali lagi, ia harus merasakan yang namanya kehilangan. Setelah kehilangan istrinya, kini ia harus rela kehilangan anaknya, bahkan dirinya sendiri yang menangani operasi anak lelakinya itu. Ia merasa gagal. Gagal menyelamatkan kehidupan anaknya. Anak satu-satunya.

     Namun tiba-tiba dirinya dikejutkan oleh gerakan kecil pada tangan anaknya yang sedang digenggamnya. Perlahan kelopak mata seorang lelaki yang ‘dimasuki’ tubuhnya oleh arwah Taehyung terbuka. Bunyi nyaring yang berasal dari alat pendeteksi jantung itu berubah menjadi nada teratur seirama dengan detak jantung lelaki itu. Atau lebih tepatnya detak jantung dari arwah Taehyung.

     Semua orang yang berada di ruangan itu sontak terkejut dengan apa yang baru saja terjadi. Terlebih dokter yang mengoperasinya itu.

     “Park Jinyoung! Kau kembali, Nak. Kau benar-benar kembali. Terima kasih Tuhan. Terima kasih.” kata dokter itu penuh dengan rasa haru. Begitu juga dengan semua orang yang berada di ruangan itu. Suasana sedih tak lagi menyelimuti ruangan itu, yang terdengar hanya helaan nafas lega dan senyum bahagia.

     Setelah matanya terbuka secara sempurna, sosok yang pertama kali dilihat oleh arwah Taehyung,-yang berada di tubuh lelaki itu,- adalah dokter itu. Arwah Taehyung dapat melihat ada setitik air yang mengalir dari mata sang dokter. Entah karena apa, yang pasti arwah Taehyung tahu dokter itu menangis bahagia. Terlihat dari senyum tipis yang tersungging di wajahnya dan kata syukur yang tak pernah berhenti terucap dari mulut itu.

     Ya, sosok pertama yang dilihat arwah Taehyung adalah orang itu,-sang dokter,-yang di kehidupan barunya akan ia panggil dengan sebutan “Ayah”

 

 

*flashcback off*

 

 

 

     Jinyoung kembali mengingat kejadian yang terjadi padanya dua tahun yang lalu itu, lalu kemudian ia meyakinkan dirinya sendiri. Setelah dua tahun “menghilang” dari peredaran kehidupan Hayoung, arwah Taehyung yang berada dalam tubuh Jinyoung, mulai hari ini sudah siap untuk menepati janjinya pada sang malaikat maut. Ia akan memperbaiki hal yang berhubungan dengan masa lalunya. Segala hal yang berhubungan dengan masa lalunya.

 

 

&     &     &     &     &

 

 

     Sementara itu…

     Beribu-ribu kilometer jaraknya dari Korea Selatan, atau lebih tepatnya di salah satu rumah sakit yang ada di Los Angeles, Amerika Serikat, ada seorang gadis yang tertidur di sebelah ranjang dengan posisi terduduk, tangannya menggenggam tangan seorang lelaki yang tengah terbaring di ranjang itu.

     Han Joya,-nama gadis itu-, tak henti-hentinya berharap dan menunggu datangnya keajaiban pada lelaki itu. Lelaki yang saat ini tengah digenggam tangannya, sudah tertidur sangat lama. Selama setahun lelaki itu koma, tak ada tanda-tanda kehidupan selain detak jantungnya yang masih berdenyut. Kecelakaan pesawat yang dialami lelaki itu, nyaris merenggut nyawanya. Bahkan hampir seluruh bagian tubuhnya mengalami kerusakan, terutama pada bagian wajah. Hal itu yang membuat tim dokter yang mengoperasinya memilih untuk merubah wajah lelaki itu, atas persetujuan keluarganya.

     Berbagai macam operasi telah dilakukan oleh tim dokter, namun tak juga membuat lelaki itu terbangun dari tidur panjangnya. Keadaan ini yang membuat orang-orang yang berada di sekeliling lelaki itu hanya berharap akan datangnya sebuah keajaiban.

     Dan sepertinya Tuhan mulai mengabulkan doa-doa yang selama ini dipanjatkan untuk kesembuhan lelaki itu. Dalam tidurnya, Joya merasakan tangan yang digenggamnya bergerak perlahan. Langsung saja Joya terbangun dari tidurnya dan beranjak untuk memastikan keadaan lelaki itu.

     “Lee Jongsuk, k-kau sudah sadar? Jongsuk-ah, kau mendengarkanku, kan? Kumohon, buka matamu sekarang.” kata Joya dengan tak kuasa menahan tangis harunya, antara terkejut dan bahagia melihat mata yang selama ini terpejam, mulai terbuka perlahan-lahan, membuat air mata Joya mengalir semakin deras.

     Hari ini, tepat setahun masa komanya, lelaki itu kembali membuka matanya untuk pertama kalinya. Matanya yang sipit mencoba menyesuaikan dengan cahaya yang masuk ke dalam matanya. Ia tidak berkata apa-apa, hanya mampu membuka mata dan menggerakan tangannya pelan.

     Lelaki itu, lelaki yang dipanggil dengan nama Lee Jongsuk oleh Joya, namun sekarang lelaki itu memiliki wajah yang selama ini kita kenal dengan wajah milik Kim Taehyung…

 

 

TBC

 

 

 

What do you think, readers? Di part ini ceritaya masih abu-abu, jadi maaf kalau ada yang bikin bingung, sebisa mungkin akan aku jelaskan sejelas-jelasnya di part-part selanjutnya. Seperti biasa, komentar, kritik dan saran selalu aku tunggu~ Sekali lagi terima kasih untuk readers yang masih setia dengan ff ini. I love you

About fanfictionside

just me

24 thoughts on “FF/ BRAND NEW LIFE (SEQUEL OF THE ANOTHER OF YOU)/ GOT7-BTS/ pt. 1

  1. kok kedengerannya rada ribet ya/? duh jgn pake muka nya taehyung ntar hayoung salah paham pas liat jongsuk/? wkwkwk. ceritanya makin seru serius bikin greget bacanya😄

  2. Chingu.. sorry aku baru baca sequelnya sekarang.. so,komennya aku gabung disini deh.. gpp kan? Peace ^^v
    Ohmygod.. akhirnya,ada kemungkinan ni cerita gak akan sad ending lagi *mungkin*
    Jadi.. arwahnya taetae ada ditubuh jr. Tapi badan yang menyerupai taetae milih jongsuk oppa? Ohmygod.. bakalan berat nih cerita .-. Tapi pasti seru🙂 tapi kasian hayoung, pasti di next part dia bakalan bingung banget pas ketemu sama dua sosok itu..
    Tapi sujud syukur deh,soalnya taetae comeback!! Walaupun dengan sosok yang berbeda🙂 *aku ngomong apa sih? Mian~ kalo gaje kkk~* next part ditunggu^^
    -Tertanda pacar Suga- kkkk~ /ngarep/

  3. Waah ternyta ad Episode 2 ny jga hehe😀

    Nae seneng thorr bsa bca FF ini lgi, stelah sekian lmany End #wow

    Nae mkin pnsaran Nih ama ceritanya hehe

    Lanjut thorr Faithing (y)

  4. Ampuuunn Chingu aku sampe baca dua kali grgr kgk connect connect nihh otakk..
    Makasih ya udah bikin sequelnya😀
    Makin sukaa sama alur ceritanya …
    Tetep dilanjutin ya ff nya😉

  5. i love your story❤
    ugh pengganti raga kim taehyung park jinyoung? biasku lagi okesip/? aku lelah
    kutunggu kelanjutannya, semoga jinyoung tak dibikin mati setelah menyelesaikan misinya/?

  6. Omona!!! daebak!!! Sequel ff ini udh kutunggu-tunggu. Hehheehe maaf yah aku baru coment di chapter ini, tapi aku udh tobat kok jadi silent reader’s. Aku tunggu chap selanjutnya. Hwaiting!!!!

  7. duuuh keknya agak ribet ya mukanya dituker2 xD

    iya abu2 bingit xD next chap di putih in/ di biru in ya intinya yg terang2 deh kkk~ xD pokonya ditunggu kejelasannya deh unni eh terus kok di yg reincarnation itu unni bilang ada unsur komedi dan taehyung yg dpt karakter itu /?
    ah sudahlah pokoknya lanjut yg ini ya unn😀 #fighting! :*

  8. omooooo!!! ini benar-benar keren thor >,<
    arwah taehyung…… wajah taehyung…….
    kyaaaaaa, penasaran sama kelanjutannya terutama nasib yoongi hahaha…..

  9. di tunggu min><!!!! walaupun terdengar ribet, tapi sih nih ff pasti jadinya bkalan keren bgt, udah gk sabar kepingin baca lanjutannya,, jgn lama" ya min updatenya^^

  10. ahhh… Kalo bayangin sifat gilanya tae nemplok di Jinyoung itu rada gimana gtu?/ ,, Kenapa kgk BamBam aje dah ato Mark gtoh*ApaApaan ini*
    Rada bingung ama cerita yg di Los Angel -. tp Beneran dh ini FFnya keren bget, …
    Fighting nulisnya ya thor!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s