FF/ MONSTER/ BANGTAN-BTS/ pt. 7


Title                : “Monster” [Part 7]

Author            : intan @sena_kuki

Rating                        : T (17+)

Genre              : school life,family, Angst, fantasy, romance, comedy, etc.

Cast                :

  • Han Se Na (OC)
  • Kim Nam Joon
  • Min Yoon Gi
  • Park Han Na (OC)
  • Kim Seok Jin
  • Jung Ji Hwa (OC)
  • Park Jimin
  • Park Sang In (OC)
  • Kim Taehyung
  • Jang Ok Jung (OC)
  • Jeon Jungkook
  • Jung Eun Shi(OC)
  • Jung Hoseok
  • Park Subyong (OC)

 Monster 7

***

Kambek lagi dengan author senakuki hehe.. lama ga muncul, thanks yang udah nungguin aku sampe balik dari LA wkwkwkwk.. makasih juga yang masih setia sama ini ff haha

Jujur aku sendiri udah bosan nulis FF ini kehilangan inspirasi mulu, keknya aku lebih bagus bikin oneshoot dari pada chapteran hahaha.. atau chapteran yang Cuma 5 part kek FF chapteran aku sebelumnya haha

Jadi aku mau targetin ini nyampe part 10 atau lebih dikit gitu, karena ratingnya semakin menurun aku juga ga semangat buat nulis monster lagi hehe mianhae.. jadi ceritanya aku percepat dan diperingkas..

Gamsa..~~^^

 

Tak jauh dari taman bermain panti asuhan itu terlihat seorang bocah lelaki yang tak lain adalah nam joon yang tengah meneteskan air matanya sambil memperhatikan anak-anak yang seumuran dengannya dapat berkeliaran dengan bebas ditaman bermain itu dan disekitarnya, ada yang bermain bola, berlari, bercanda bahkan melakukan kenakalan yang tentu akan menyenangkan jika dilakukan oleh bocah seumuran nam joon. Nam joon hanya menghapus air matanya yang terjatuh dipipinya itu menggunakan lengan bajunya.

“yya?? Gwaenchana??” tiba-tiba terdengar suara teguran seorang bocah perempuan tak jauh dari tempat nam joon berdiri, dengan segera nam joon menyembunyikan wajahnya karena malu terhadap dirinya yang mana seorang lelaki baru saja menangis. Nam joon menyembunyikan mata merah dan sembabnya itu pada orang yang dari tadi terus heran dan tanpa henti memperhatikan nam joon yang aneh menurutnya.

 

Setelah ia yakin jika anak perempuan yang menegurnya tadi sudah pergi nam joon langsung membalikkan tubuhnya untuk segera pergi dari tempat itu namun,

 

BRAK..

 

Ia baru saja menabrak tubuh anak itu yang ternyata tepat berada dibelakangnya membuat ia dengan sigab meraih bahu anak perempuan itu, ya dia adalah Min Yoon Ah.

 

Cukup lama nam joon menatap mata yoon ah hingga ia sadar dengan apa yang ia sentuh saat ini. Ia menyentuh lengan dan bahu yoon ah yang hanya mengenakan baju kaos lengan pendek. Nam joon terlihat heran karena tidak terjadi apa-apa pada yoon ah hingga ia melepaskan pegangannya itu membuat yoon ah terjerembam jatuh ketanah.

Tentu hal itu membuat yoon ah kesal, yang namanya bocah perempuan tentu tidak akan berani melawan lelaki yang super dingin seperti nam joon. Yoon ah hanya mengeluarkan kata-kata pedasnya pada nam joon tanpa henti.

 

“yya!! Apa kau anak perempuan?? Dasar kau brengsek!! Pengecut! Pecundang! Kau menangis karena orangtuamu meninggalkanmu? Atau menangis karena tak ada orang yang mau berteman denganmu?? YYA!! Mati saja kau kalau begitu…” teriak yoon ah sambil terhengus karena berteriak begitu kencang dan cepat membuat seorang bocah yang baru saja mengambil bola yang terlempar hampir mendekati tempat nam joon dan yoon ah bertengkar terheran-heran, ya dia adalah yoongi.

 

“yoon ah? Wae??” Tanya yoongi polos melihat situasi yang cukup tegang saat ini. Terlihat nam joon menatap yoon ah tanpa berkedip dan tajam membuat yoon ah juga menatapnya tak kalah tajam dan penuh kebencian dan kekesalan. Yoon ah terlihat tidak suka pada nam joon namun ia sedikit merasa bersalah ketika melihat mata nam joon yang berkaca-kaca menahan tangis. Yoon ah sedikit merasa bersalah dengan ucapannya mengenai orang tua nam joon, seperti nya namjoon sangat sensitive dengan sebuah kata seperti orang tua atau lebih tepatnya ibu.

 

Setelah beberapa hari atas kejadian itu dikantin panti asuhan terlihat semua anak asik makan secara berkelompok tanpa menyisakan meja yang kosong, yoonah dan yoon gi bergabung bersama anak lainnya merebut jatah makanan dengan suasana yang semakin bising tak terkendalikan.

Tak jauh dari sana terlihat nam joon yang bingung ingin duduk dimana. Sambil membawa napan makanannya ia pergi kearah luar kantin dan lebih memilih duduk diatas ayunan di taman yang sepi ketimbang suasana ramai di kantin bersama teman-temannya yang tak mau bermain dengannya.

Walaupun sangat heboh dan berisik entah mengapa mata yoon ah tetap menangkap sosok nam joon yang sedang berjalan keluar dari kantin membawa makanannya.

 

 

Di ayunan itu nam joon makan dengan lahap hingga ia tidak menyadari seseorang sudah berdiri dihadapannya, Park Subyong.

“nu-nuna..” gumam nam joon cegukan karena makan terlalu tergesa-gesa ditambah lagi dengan kemunculan subyong yang secara tiba-tiba membuat nam joon kaget setengah mati. Dengan santai subyong menyerahkan sebotol air mineral pada nam joon yang lupa membawa minuman dari kantin.

 

“kau heran dengan anak perempuan tadi yang tidak terluka langsung oleh tanganmu??” tanya subyong tanpa basa-basi membuat nam joon langsung menatap mata subyong dengan heran. Ia juga penasaran dengan hal itu, karena jangankan sebatang pohon yang hangus bahkan dengan tangannya yang tak terkontrol itu ia bisa saja melenyapkan nyawa seseorang tak terkecuali Yoon Ah.

 

“diantara sekian banyak manusia tentu ada yang special diciptakan untukmu bukan? Ya, diantara sekian manusia dibumi ini dialah orangnya. Takdir gadis itu ada ditanganmu, dia tidak akan terluka dengan tanganmu langsung namun suatu saat dia bisa saja mati karena tanganmu sendiri. Hal itu terjadi pada orang yang paling kau cintai, seperti ibumu..” ucap subyong datar sambil menatap nam joon, mendengar kata ibu membuat nam joon langsung mendongakkan kepalanya menatap subyong tak percaya. Apakah nasib Yoon Ah akan sama seperti ibunya nantinya? Pikirnya.

 

“jika kau tidak ingin kejadian seperti ibumu terulang lagi, jalannya hanya satu. Kau harus menjauhi Yoon Ah. Ingat! Tujuanmu hanya kembali menjadi normal bukan untuk melakukan petualangan cinta atau apapun yang dilakukan kebanyakan manusia dibumi ini, kau tau maksudku? Kau.. Monster, kau bisa saja menghancurkan sesuatu tanpa kau kehendaki..” ujar subyong sambil menatap mata nam joon dengan sangat dalam seolah-olah apa yang ia ucapkan itu benar-benar sebuah fakta. Saat itu juga subyong pun berjalan meninggalkan nam joon dengan langkah anggun nya, subyong yakin nam joon adalah anak yang pintar, tak perlu berbicara seribu kata untuk membuat nam joon mengerti.

 

Disebalik tembok tak jauh dari sana terlihat yoon ah yang berdiri dengan tatapan kosongnya. Ia menguping semua pembicaraan subyong dengan nam joon. Ekspresi wajahnya terlihat sangat kosong dan datar, ia terlihat sangat kaget dengan apa yang baru saja ia dengar dari seorang eonni yang tak ia kenal dan memang sangat terlihat mencurigakan. Karena, tak sembarang orang bisa memasuki panti asuhan ini. Panti asuhan ini dikenal lebih berkelas dibandingkan semua jenis panti asuhan.

 

“Monster?? Aku bisa saja mati oleh nya?? Ige mwoya…?” gumam yoon ah pelan sambil menghentak-hentakkan kakinya. Ketika kembali mengintip dari tembok itu tidak terlihat lagi nam jooon, yang terlihat hanyalah ayunan itu yang berayunan sendirian tanpa ada orang yang duduk diatasnya membuat yoon ah sedikit frustasi dan ketika ia menghadap kebelakang…

 

“kau menguping??” suara nam joon dan namjoon yang tiba-tiba berada dibelakangnya membuat yoon ah sedikit takut dan sangat kaget.

“a-ani..” jawab yoon ah menutupi kegugupan, ketakutan dan kebingungannya.

 

 

Hari demi hari, yoon ah semakin penasaran dengan kepribadian nam joon membuat yoon gi yang selalu berada disampingnya kini diacuhkan begitu saja oleh yoon ah.

 

“oppa?? kenapa selalu mengikutiku? Setidaknya kau bermain dengan anak laki-laki!! Seperti nam joon oppa. Kulihat dia terlalu menyendiri..” ucap yoon ah dengan wajah memelasnya pada yoon gi membuat yoon gi heran. Apapun yang keluar dari mulut yoon ah bagaikan sebuah mantra dari yoon ah untuk menghipnotos yoon gi. Saat itu juga yoongi langsung bergerak untuk mendekati nam joon.

 

Setelah beberapa minggu melakukan pendekatan pada nam joon, dengan menghadapi berbagai penolakan yang menusukkan dari nam joon akhirnya nam joon mulai sedikit menerima yoon gi sebagai temannya.

Walaupun hanya sedikit setidaknya hati nam joon sudah sedikit terkulipas dari sebelumnya hal itu akan membuatnya lebih mudah untuk dikulipaskan lagi untuk kedepannya. Yoon ah menatap kedua lelaki itu geli karena yoon gi sedikit takut-takut berani pada nam joon yang terlalu dingin padanya. Hal itu terlihat jauh sekali dari image yoon gi yang terlihat super swag dari sebelumnya.

Walaupun tidak terlalu dekat namun nam joon mau mengikuti yoon gi kemana ia pergi walaupun diberi jarak 5 langkah satu sama lain, yoon ah yang melihat hal itu hanya menggeleng kepala karena sikap nam joon yang terlalu dingin pada orang lain.

 

“nam joon oppa..” panggil yoon ah dari belakang sambil membawa sebuah minuman cola kaleng. Tidak hanya namjoon bahkan yoon gi juga ikut menoleh menatap yoon ah yang kini tersenyum cerah pada nam joon. Yoon gi terlihat tidak suka Karena ini pertama kalinya ia melihat yoon ah tersenyum seperti itu pada orang lain dan bukan dirinya.

 

Dengan berlari kecil yoon ah mendekati nam joon. Langkah demi langkah itu terlihat begitu pelan dimata namjoon. Namjoon memegang dadanya yang berdetak tak karuan melihat yoon ah tengah berlari kearahnya dengan senyum cerahnya. Dress putih dan rambut hitam panjangnya membuat yoon ah begitu special dimatanya.

 

“orang yang kucintai seperti ibuku?”

 

“dia seperti ibuku..”

 

“yoon ah..”

 

“jangan mendekat…”

 

“hajima..”

 

Braak…

 

Dengan kasar nam joon menepis minuman soda yang disodorkan oleh yoon ah pada nam joon membuat botol kaleng itu terpelanting keras hingga remuk membuat air sodanya memancar keluar.

 

“oppa..” gumam yoon ah tak percaya dan setengah terkejut terhadap sikap nam joon yang terbilang cukup kasar untuk orang yang lebih kecil darinya ditambah lagi yoon ah yang seorang perempuan.

 

“jangan panggil aku oppa, jangan pernah mengikuti ku, jangan pernah mengasihaniku lagi..” ucap nam joon dingin kemudian pergi begitu saja meninggalkan yoon ah setelah menatap yoongi. Tatapan namjoon seperti memberikan signal pada yoon gi untuk menyuruh Yoon gi menemani yoon ah.

Saat itu juga yoongi langsung berjalan kearah yoon ah dan mencegah yoon ah untuk memunguti kaleng minuman itu. Yoon gi memeluk yoon ah yang terlihat shock diperlakukan seperti itu oleh nam joon. Sambil mengelus rambut yoon ah, yoon gi menatap punggung nam joon yang semakin menjauh dan kini menghilang.

 

Setelah kejadian itu yoon ah terlihat menyendiri dan pendiam. Hari-hari yang ia lalui kini terlihat semakin suram. Ia terlihat tak bernafsu untuk melakukan apapun. Bahkan yoongi sudah sangat lelah untuk menyuruh yoon ah makan. Namun tetap saja yoon ah tidak mau makan walaupun hanya satu suap. Ia terlihat tidak tenang atas kejadian waktu itu. Yoon ah adalah type orang yang tidak akan tenang jika mendapat masalah yang masih belum terselesaikan.

 

“oppa, aku mau makan ramyun..” ucap yoon ah tiba-tiba pada yoon gi. Yoon gi tentu menolak hal itu karena tidak baik untuk kesehatan yoonah nantinya. Namun yoon ah terus ber keuhkeuh memnita ramyun pada yoongi mau tak mau yoongi menuruti hal itu.

 

Namun ternyata hal itu hanyalah akal-akalan yoon ah saja agar ia bisa lepas dari yoongi untuk pergi menemui nam joon. Ia mengendap-endap kearah jendela kamar untuk mengintip nam joon namun ia tidak dapat melihat apapun, tetapi dibalik sana ia mendengar suara langkah kaki. Dengan segera yoon ah bersembunyi disemak-semak dan mengintip orang itu yang tak lain adalah nam joon orang yang ia cari sedari tadi.

 

Tanpa ragu ia mengikuti nam joon kemanapun ia pergi dan ternyata nam joon berjalan kearah hutan dibukit dekat panti asuhan. Hingga separuh perjalanan yoon ah tetap tidak menyerah untuk mengikuti nam joon.

 

“AAAAAAAAAAA!!!!!!!!” seekor ular kecil berwarna hijau bergantung dipohon yang cukup rendah membuat yoon ah berteriak ketakutan bahkan ia menangis sambil menutupi kedua telinganya hingga berjongkok direrumputan itu.

 

“yya..”

 

Mendengar suara nam joon yoon ah langsung membuka sebelah matanya menatap nam joon. Terlihat nam joon yang mencekik ular itu hingga darah ular mengalir ditangannya membuat yoon ah sedikit ngeri.

 

“apa yang kau lakukan disini??”

“oppa.. aku mengikutimu..”

“wae??”

“oppa.. kenapa kau tiba-tiba seperti ini? apa ada sesuatu yang salah kulakukan padamu??”

“anni..”

“lalu??”

“hanya menjauh dari ku, yoon ah..”

“wae…??”

 

Nam joon melempar ular itu dan berbalik untuk menghindari tatapannya pada yoon ah. Ia terlihat setengah takut dan setengah berani untuk berhadapan dengan yoon ah.

 

“aku tidak sama denganmu, lebih baik kau pergi sebelum kau menyesal..”

“oppa, apa maksudmu??”

 

Nam joon tidak mempedulikan yoon ah dan tetap melanjutkan langkah kakinya begitu saja tanpa mempedulikan yoonah.

Dengan sigap yoonah langsung berlari meraih lengan namjoon. Nam joon yang merasakan genggaman tangan yoon ah langsung membanting pegangan itu membuat sebuah cahaya keluar dari telapak tangan nam joon. Cahaya itu mengenai pohon dan sebuah bunga hutan, membuat bunga itu layu dan pohon itu tumbang. Yoon ah langsung berjongkok melindungi dirinya yang akan terhimpiti oleh pohon tumbang itu, sementara nam joon dengan sigap berlari menahan pohon itu dan melemparnya tak jauh dari yoon ah. Langkah kaki nam joon terlihat tak logis untuk ukuran manusia biasa, langkah nya begitu kilat bagi yoon ah.

 

Nam joon menghela nafasnya dengan berat, ia merasa sudah kelewatan sekarang. Yoon ah pasti akan takut padanya dan benar-benar akan meninggalkannya sendirian dihutan ini, namun itu lebih baik dari pada kejadian seperti ini terulang kembali.

 

“kubilang menjauh dariku kenapa kau tidak pernah mendengarkanku eoh..???” teriak nam joon membuat yoon ah mendongakkan kepalanya menatap nam joon. Yoon ah menatap hal –hal disekitarnya, beberapa rumput dan bunga disekitarnya menghitam seperti terbakar bahkan pohon yang tumbang hampir mengenai dirinya kini terlempar tak jauh dari tempat ia berjongkok.

 

“oppa.. kau membuat bunga itu layu?? Oppa? Kau ini apa..??” Tanya yoon ah dengan tatapan herannya pada nam joon membuat nam joon terdiam kaku tak tau harus menjawab apa. Jika ia menjelaskan semuanya setidaknya yoon ah akan meninggalkannya.

 

“monster.. aku mendengar seseorang memanggilmu sebagai monster. Oppa? Apa kau monster?? Kau benar-benar monster??” Tanya yoon ah sambil mencari celah dimata nam joon, membuat nam joon menggigiti bibirnya bingung.

“ne.. aku bisa saja membunuhmu…”

 

“anni.. kau melindungiku, kau bukan monster oppa. Kau seperti duri..” ucap yoon ah sambil menatap nam joon dengan tulus. Ucapan yoon ah membuat nam joon menatap yoon ah sedikit tersanjung.

 

“waktu itu.. apa kau yang melakukan hal itu? luka ku tiba-tiba sembuh..” Tanya yoon ah berusaha menatap mata nam joon.

“ne.. aku melakukannya tidak sengaja dengan menciummu..” ucap nam joon biasa. Ia mengakui hal itu dengan santai agar yoon ah marah besar padanya selain hal itu memang benar adanya.

“mwo..??”

 

“sudah kubilang.. kita ini berbeda. Aku bisa melakukan apa yang tidak bisa kau lakukan, aku seperti harimau jinak yang tiba-tiba bisa memakanmu ketika tak sadar, arra..!!”

“bajingan!! Kau merebut ciuman pertamaku???” teriak yoon ah tak mau kalah. Teriakan pedas dari yoonah membuat nam joon sedikit geli, sudah lama ia tidak mendengar teriakan seperti itu dari yoon ah.

 

Nam joon berusaha tak peduli dan lebih memilih untuk kembali ke panti asuhan meninggalkan yoon ah begitu saja. Dengan sigap yoon ah langsung berdiri mengikuti langkah nam joon yang cukup kencang namun tak berapa lama kemudian ia benar-benar kehilangan jejak nam joon. Ia mencari kian kemari tanpa sadar ia tersesat dan tiba disebuah jalan sepi di tepi hutan.

 

“nam joon oppa!! Oppa??” teriak yoon ah bergema. Ia ingin kembali kedalam hutan itu untuk mencari nam joon namun ia takut bila bertemu ular lagi, ia pun memutuskan turun dari bukit itu dan memanjati perbatasan antara bukit dengan jalanan. Namun sandalnya tersangkut disebuah akar pohon yang lumayan besar membuat yoon ah semakin kesal dan memilih melepaskan dan meninggalkan sebelah sandalnya itu dan berjalan begitu saja di jalan tanpa melihat kanan kiri. Sebuah mobil putih berlalu kencang tak jauh dari jalan itu.

 

 

 

“OPPA!!!!” disebuah kamar yang sangat luas terlihat Sena yang terbangun dari tidurnya. Ia baru saja bermimpi, bukan mimpi. Ini seperti kenyataan hidupnya dan memang benar adanya.

 

Sena langsung bangun dari tidurnya dan melihat hal-hal disekelilingnya. Ini bukan kamarnya ataupun kamar apartment nam joon. Melihat jam yang menunjukkan pukul 3 pagi sena langsung berjalan kearah balkon menatap pemandangan seoul didini hari yang tetap berlampu oleh kendaraan tengah berserakan rapi dijalanan. Tak salah lagi sena sekarang tengah berada dikamar hotel, tapi kenapa nam joon meninggalkannya ditempat itu? kenapa nam joon tidak langsung saja membawanya ke apartmentnya atau ke asrama? Pikir sena.

 

***

 

-Ji Hwa POV-

 

Masih dengan menutup mataku, aku merasakan hembusan nafas yang lumayan hangat tepat menerpai poni hingga menyusuri hidungku. Kupikir ini hanyalah angin nakal dipagi hari atau sesuatu seperti itu tapi tak mungkin. Apa mungkin???

“uhm..” desahan kecil terdengar olehku. Desahan itu bukanlah desahan dari seorang perempuan melainkan seorang lelaki. Lelaki??

“OPPA??” betapa terkejutnya aku ketika melihat jin oppa yang kini berada disampingku tanpa mengenakan atasan dan hanya mengenakan satu selimut yang sama denganku, aku dapat merasakan bulu kakinya karena kakinya yang terletak diatas pahaku.

 

Aku tak ingat dengan kejadian semalam, kuintip tubuhku yang berada dibalik selimut. Aku hanya mengenakan tank top dengan tali bra yang tak beraturan dan juga celana pendek sedangkan jin oppa hanya mengenakan boxer berwarna pink susu.

Kupikir aku benar-benar tidak sadar semalaman setelah kembali dari rumah jin oppa, akupun langsung menarik selimut itu untuk menutupi tubuhku sendiri dan betapa bodohnya aku karena hal itu membuatku dengan bebas menatap tubuh jin oppa.

 

“oppa!!! Kenapa aku tak sadar dengan yang kulakukan semalam??” rintihku pada jin oppa yang kini mulai membuka matanya sambil menatapku bingung.

“mwo?? Bukankah semalam kau kepanasan setelah meminum minuman itu??” tunjuk jin pada sebuah plastic yang terlempar dilantai.

 

Babo! Kenapa bisa aku membeli dan meminum itu? aku sedikit ingat. Semalam ketika di mini market aku tengah kehausan dan bingung untuk membeli apa, kupikir yang didalam plastic itu adalah susu coklat namun ternyata obat perangsang.

 

“oppa eotteokhae….” Rintih ku sedikit takut. Aku tak mau jika keperawanan ku hilang begitu saja sebelum dikatakan sah wlaaupun hal itu dilakukan dengan orang yang kucintai, jin.

“gwaenchana, kau dan aku tidak melakukan apapun saat itu. Jika aku tidak memelukmu dengan erat mungkin kau benar-benar akan memperkosaku. Kau begitu agresif saat itu..” ucap jin sambil menunjuk leher hingga dadanya yang memerah seperti kissmark. Akupun langsung membulatkan mataku tak percaya. Apa hal itu benar-benar aku yang melakukannya?

 

“apa aku yang membuat hal itu???” Tanya ku untuk memastikan dan dibalas dengan anggukan sambil menguap oleh jin oppa.

“saat itu aku juga mulai terangsang olehmu, tapi aku tau kau tidak akan mau melakukan hal itu jika kau sadar bukan??” ucap jin oppa sambil mengusutkan rambutku. Hal itu membuatku tersipu malu, bila orang lain yang melakukan hal itu aku pasti akan sangat kesal namun jika hal itu dilakukan oleh orang yang kucintai, membuatku tersipu hingga tak bisa menahan senyum lebar diwajahku.

 

“ayo kesekolah, jangan hanya tersenyum keriputmu bertambah..” ejak jin sambil memunguti kaos dan celananya. Aku hanya terus menunduk menahan senyum Maluku, kurasa pipiku memerah saat ini.

 

***

-Author POV-

 

Dikamar 98 yang dihuni oleh Hosoek dan jimin terlihat hoseok yang dengan wajah datarnya tengah mengenakan seragam sekolahnya. Dari memasang kaos dalam, kemeja memasang kancing baju hingga dasi. Dari wajah dinginnya sebuah pembicaraan singkatnya dengan subyong semalam terus terngiang liar di otaknya. Ia bahkan tetap ingat kata demi kata kalimat yang terlontar dari subyong itu, saking seriusnya ia bahkan tidak menghiraukan panggilan jimin yang sibuk mencari keberadaan snapbacknya.

 

“kubilang aku gumiho, dan kau makananku..”

 

“kau bodoh!! Saat pertama kali bertemu aku sudah dapat melihat jika kau dapat membuatku menjadi manusia dengan hanya mencintaiku, tapi kenapa kau melakukan hal ini? kenapa kau menyentuh kalungku!!!??? Kau bisa mati jika aku menjadi manusia karena kau mencintaiku..”

 

“aku sudah merencanakan semua ini, jika hal seperti ini terjadi aku tidak akan membiarkan nam joon melakukan hal itu!! aku sangat lemah sekarang, kupikir aku akan dapat segera membuatmu mencintaiku..”

 

“hoseok-ah.. kupikir aku benar-benar tak layak bergabung dengan makhluk seperti kalian, kupikir takdirku memang hanya untuk menjadi makhluk menyeramkan seperti ini.. jangan pernah mencintaiku..”

 

“YYAA!!!! APA KAU MELIHAT SNAPBACKKU!!!!!” teriak jimin tepat ditelinga hoseok membuat hoseok langsung menutup telinganya terkejut. Ia menatap jimin biasa dan bergumam.

 

“aku tak berdebar lagi menatap laki-laki..” gumam hoseok pelan menggunakan bahasa jepang kemudian pergi meninggalkan jimin setelah mengambil tasnya. Hal itu membuat jimin mengedip-ngedipkan matanya bingung.

 

 

Di dalam lift itu terlihat hoseok bersama taehyung. Taehyung menatap hoseok dengan heran dari belakang tak biasanya hoseok seperti itu. Biasanya hoseok terus mengganggunya dengan tatapan anehnya yang membuat taehyung parno jika hoseok bisa saja menyukainya, namun sekarang hoseok seperti tak acuh dengannya.

 

“hoseok san..” panggil taehyung membuat hoseok langsung menatap mata taehyung dengan bingung. Saat itu juga taehyung langsung mencari celah dimata hoseok, taehyung bergidik terkejut setelah menatap mata hoseok. Wajah taehyung terlihat berubah pucat setelah menatap mata hoseok. Sepertinya taehyung dapat membaca pikiran hoseok tentang apa yang terus terngiang dan terpikirkan oleh hoseok saat ini, yaitu tentang siapa sebenarnya subyong dan nam joon.

 

Setelah keluar dari lift taehyung segera berlari keluar tanpa mempedulikan hosoek lagi, hal itu membuat hoseok mengkerinyutkan alisnya karena heran. Sikap taehyung selalu berubah-ubah setiap hari, jam, menit dan detik menurutnya.

 

 

“kim taehyung…” panggilan itu membuat taehyung langsung memberhentikan langkahnya untuk mencari sumber suara yang memanggilnya. Suara itu terdengar aneh bagi taehyung, suara itu bukan datang dari pita suara apalagi orang yang meneriakinya. Suara itu seperti gelombang yang merambat ketelinganya. Sangat pelan namun terdengar jelas sekali seperti headset yang tertempel ditelinganya.

 

“yya kim taehyung..” sekali lagi suara yang sama memanggilnya. Taehyung langsung mendongakkan kepalanya mencari sekeliling ia melihat seseorang berada di rooftop gedung yang tidak terlalu tinggi.

 

“jangan mencampuri urusan makhluk yang berbeda denganmu..” ucap orang itu membuat taehyung langsung membulatkan matnaya tak percaya. Makhluk apa yang berada di rooftop itu pikir taehyung.

 

“mulai saat ini jangan terlalu mencampuri urusan orang lain apa kau mengerti???”

 

“siapa kau..??” Tanya taehyung tanpa mengeluarkan suara dari pita suarnaya melainkan melalu pikirannya.

 

“Hobeom.. aku melindungi mereka, kau jangan mencampuri urusan mereka atau kau tidak akan selamat dihidupmu, kau paham..??”

 

“NUGUYA!!!!!” teriak taehyung membuat semua orang yang sedang berjalan untuk memasuki gedung sekolah menatap taehyung dengan heran.

 

“taehyung berubah aneh semenjak bersama ok jung..” gumam seorang murid perempuan yang menatap taehyung dengan heran kemudian dibalas oleh anggukan kedua orang temannya.

“ne.. kupikir ok jung bukan siapa-siapa jika dia mengikuti class musical seperti sekarang..”

“kudengar seseorang melihatnya bekerja part time di café..”

“jinjja??bukankah dia chaebol..??”

“kupikirr juga begitu.. apa mungkin dia berpura-pura kaya agar semua orang memujanya?? Bahkan taehyung pun tergoda olehnya..”

“ne… gadis jalang itu..” ucap murid itu lagi sambil menunjuk seorang gadis berambut panjang sedikit kemerahan yang tak lain adalah ok jung yang sedang berjalan menuju sekolah.

 

Dari percakapan itu taehyung mendengar semuanya dengan jelas bahkan ia sudah dapat membayangkan sesuatu yang akan terjadi.

 

“OK JUNG NUNA!!!” terdengar panggilan dari seorang murid laki-laki yang tak lain adalah jungkook. Hal itu membuat murid perempuan itu menatap ok jung semakin tak suka. Begitu juga dengan taehyung, sesuatu yang terjadi itu adalah kedatangan jungkook. Bocah nakal itu terus saja mengganggu ok jung hingga membuat taehyung kesal setengah mati.

 

“lihatlah.. bahkan murid baru itu juga memujanya, ayo pergi..” ajak murid itu kemudian melangkahkan kakinya untuk memasuki gedung sekolah diiringi oleh temannya.

 

Taehyung terus menatap kearah ok jung dan jungkook yang tengah berjalan bersama memasuki gedung. Bahkan jungkook terus melengohkan kepalanya menatap ok jung sambil berbicara. Tak seperti sebelumnya ok jung yang kesal dengan sikap genit jungkook padanya kemaren kini ok jung terlihat tertawa kecil mendengar apa yang dibicarakan oleh jungkook. Hal itu semakin membuat taehyung kesal hingga keubun-ubun bahkan ia juga menggepalkan tangannya dan menggigit bibirnya saking kesalnya. Ia juga semakin kesal ketika Ok jung lewat begitu saja ketika taehyung sudah disampingnya, ia benar-benar tak sadar jika ada taehyung didekatnya.

 

“OK JUNG!!” panggil taehyung membuat langkah kaki ok jung yang tengah menaiki tangga-tangg kecil untuk memasuki gedung sekolah itu terhenti dan mengahadap kebelakang menatap taehyung yang tak jauh berada didepannya. Taehyung langsung melangkahkan kakinya kearah ok jung, ia bahkan juga menaiki tangga itu dan memberi jarak satu tangga diantara mereka hal itu membuat taehyung dan ok jung terlihat sama tinggi.

 

Setelah tepat berada didepan ok jung ia menatap keadaan di sekelliling, semua orang tengah menatap kearahnya termasuk jungkook yang berada dibelakang ok jung menatap taehyung dengan heran.

 

Taehyung menundukkan kepalanya lalu memperhatikan gepalan tangannya dan merasakan helaan nafasnya yang mewakili kemarahannya.

 

“apa aku cemburu??” Tanya taehyung dengan suara pelannya menatap ok jung membuat ok jung mengerucutkan bibirnya bingung dengan sikap taehyung.

 

Tanpa aba-aba taehyung menarik dasi pita ok jung yang terikat dilehernya membuat ok jung langsung memegang lehernya dan merintih karena tercekik. Hal itu membuatnya tertarik kedepan dengan sigap taehyung langsung memeluk pinggang kecil ok jung dengan sebelah tangannya.

 

Chu..

 

Taehyung memanfaatklan moment itu dengan mengkulum paksa bibir ok jung. Taehyung memainkan lidah ok jung dengan liar sambil tetap menggenggam erat dasi dan memeluk pinggang ok jung, begitu juga dengan ok jung yang masih tetap menahan tangan taehyung dengan kedua tangannya agar ia bisa bernafas sedikit. Saking sedikitnya ia benar-benar tetap tak bisa untuk mengatupkan bibirnya ia hanya bernafas dengan hembusan nafas yang keluar dari hidung taehyung melalui hidungnya. Hanya sedikit pasokan oksigen yang didapati ok jung membuat ok jung semakin sesak olehnya.

 

Ok jung tidak tau dengan apa yang harus ia lakukan, ia mencoba untuk merilekskan dirinya dengan cara memejamkan matanya dan merasakan nafas taehyung yang terus menerpa hangat sekitar pipinya. Tapi hal itu tetap saja membuatnya semakin gugup, dan semakin resah. Ia merasa seakan ia turut menikmatinya padahal ia sama sekali tidak menginginkan hal ini.

 

“AAAK!!!” tiba-tiba taehyung melepaskan ciumannya dan menyentuh bibirnya lalu menatap ok jung dengan kesal.

“KAUPIKIR AKU SAMA DENGAN YANG LAINNYA EOH!!!??” teriak ok jung bergema kemudian diiringi dengan tamparan keras dari ok jung membuat jungkook langsung memegang pipinya seperti merasakan kesakitan yang tengah dirasakan taehyung saat ini. Suasana saat itu sangat hening Karena semua orang menatap kearah taehyung dan ok jung.

 

Setelah ok jung benar-benar pergi dari hadapan taehyung, Taehyung langsung melepaskan tangannya yang menutupi bibir bawahnya karena digigit kasar oleh ok jung tadi membuatnya terasa sangat perih. Terlihat darah yang menempel dijari telunjuknya. Taehyung terlihat panik hingga ia terus menghapusnya dengan ibu jarinya membuat jungkook menatap jijik dengan sikap kekanak-kanakan taehyung.

Saat itu juga taehyung pingsan setelah melihat darahnya, dengan sigap jungkook langsung menepuk pipi taehyung untuk membangunkannya. Namun taehyung benar-benar pingsan saat itu, ia seperti tak kuat untuk melihat darah, termasuk darahnya sendiri.

 

***

 

“hyung..??” panggilan itu membuat seseorang yang tengah membaca buku dengan sebuah pensil kayu yang dijepitkan ditelinganya langsung menatap sumber suara sambil mengambil pensil itu dan menggitinya. Hal itu membuat orang yang memanggil nya menatap orang itu dengan kesal. Karena orang itu benar-benar terlihat manis dan lucu tentu semua orang akan menyukainya termasuk Nana.

 

“yoongi hyung..” panggil orang itu lagi membuat yoongi memilih berdiri dari duduknya dengan wajah bingung.

“wae? Kau kehilangan sesuatu??” Tanya yoongi pada orang itu.

“kau sudah menemui nana akhir-akhir ini??” tanya orang itu.

“aku tidak melihatnya akhir-akhir ini.. wae? Apa dia masih sakit??” Tanya yoongi dengan wajah biasa membuat orang itu berdecak kesal sambil membuang mukanya kesamping. Ia bahkan menggaruk kedua pipinya dengan jempol dan telunjuknya membuat yoongi heran.

 

“hyung.. jika kau tidak menyukai nana, jangan buat dia seperti itu.. kau brengsek hyung..” ucap lelaki itu dingin dengan mata tajam dan sipitnya membuat yoongi mengkerinyutkan keningnya menatap lelaki itu heran hingga lelaki itu berbalik untuk pergi.

 

“jimin..” panggil yoongi membuat lelaki bernama jimin itu menghentikan langkahnya.

“kau menyukai nana??” Tanya yoongi heran sambil menatap punggung jimin berharap jimin akan menoleh untuk menjawabnya.

 

“ne..” jawab jimin singkat tanpa membalikkan badannya, ia tak berani menatap yoongi karena ia pikir yoongi akan mengejeknya. Ia berfikir jika ia tak sebanding dengan yoongi yang terlalu sempurna bagi nana.

Dikelas itu terlihat jimin langsung kehilangan moodnya hingga ia membanting tasnya diatas meja dengan kasar kemudian merebahkan kepalanya diatas meja dan mencoba untuk tidur dengan memejamkan matanya.

 

~Taylor Swift – Love Story

 

-Sang In POV-

 

Pagi ini aku melihat lelaki itu lagi dengan wajah suntuknya. Bisa kutebak pasti karena nana ataupun yoongi. Aku hanya terus focus pada bukuku berusaha untuk tidak mempedulikannya. Kupikir dia tidak akan pernah untuk melepaskan NaNa dan begitupula dengan NaNa yang tidak akan melepaskan Yoongi.

 

Ya, ini kisah cintaku. Cintaku yang tak terbalas, cintaku yang paling menyedihkan, cinta paling beku yang pernah ada dihidupku. Aku harus menjauhi jimin dari sekarang, aku harus berusaha tanpa dirinya. Kuambil handphoneku dan kuputar lagu taylor swift favorit ku. Entah mengapa aku menyukai lagu ini, seakan lagu ini terus terngiang ditelingaku ketika aku menatap jimin. Lelaki yang menyedihkan itu apa yang ia sukai dari nana? Apa aku harus menjadi seperti nana agar ia menatapku?

 

I got tired of waiting

Wondering if you were ever coming around

My faith in you is fading

When I met you on the outskirts of town, and I said

Romeo save me I’ve been feeling so alone

I keep waiting for you but you never come

Is this in my head? I don’t know what to think..

 

 

“sang in..” jimin memanggilku ketika aku keluar dari ruangan basket. Aku berusaha untuk tidak menoleh aku terus berusaha untuk mempertahankan pendirianku namun dia menarik tanganku agar menatapnya.

“ada apa denganmu seharian ini??” tanyanya padaku wajahnya begitu dekat denganku, bahkan aku dapat melihat pantulan wajahku dimata kecilnya.

 

“apa kau melihat nana??” nama itu tersebut lagi dari mulutnya ketika aku sedang merasa terbang oleh bayang-bayangnya. Akupun berusaha sadar dengan siapa diriku, apa tujuanku dan apa yang harus aku lakukan aku menepis pegangan tangan jimin dan menatap jimin dengan tajam.

 

“berhenti menanyakan nana didepanku.. neomu shireo..” aku juga tak bisa menahan kesedihan hatiku, aku seperti tak tega mengatakan hal itu. Nana adalah temanku dan jimin orang yang kucintai, apa aku termasuk orang jahat?

 

Aku langsung berbalik menghapus air mataku dan berlari meninggalkan jimin yang bingung dengan sikapku. Kupikir jimin mengerti dengan apa yang kurasakan karena jimin orang yang sangat peka jika aku bersikap aneh, aku menyukainya.

 

***

 

-Author POV-

 

Dikursi taman tepi kolam air mancur itu terlihat sena yang duduk dengan wajah datarnya ia terlihat bingung dengan apa yang harus ia lakukan. Hidupnya begitu membingungkan sekarang, bagaimana caranya ia akan memberitahu yoongi jika ia adalah adiknya. Dan bagaimana perasaan yoongi jika mengetahui hal ini. Ia terlihat baru sadar dengan semua sikap yoongi selama ini padanya, setelah sekian tahun ia menunggu sena hingga detik ini ia masih tetap mencintai sena atau yoon ah.

 

Sena masih mengingat ketika ia pertama kali bertemu dengan yoongi disekolah ini, ia masih mengingat bagaimana tatapan yoongi padanya saat ia menariknya ketika ia tengah berkumpul bersama teman-temannya. Ia masih ingat dengan aroma tubuh yoongi. Ia masih ingat dengan kejadian di restaurant pagi itu, ia masih ingat ketika yoongi menciumnya. Tanpa sadar air bening itu mengalir dimatanya membasahi pipinya ia tak tahan hingga tangisannya pecah, jika saja air mancur itu mati mungkin tangisannya akan terdengar hingga pelosok sekolah.

 

Ia tetap tak bisa menahan air matanya, ia tetap tak bisa menahan kesedihannya. Ia juga masih ingat saat masa kecilnya bersama nam joon dan yoongi. Ia sudah ingat semua hal itu. Ia ingat terhadap yoongi yang selalu ada disampingnya ketika ia sakit, sedih dan senang termasuk ketika ia menangis melihat anak yang seumuran dengannya dipeluk oleh kedua orang tuanya.

Yoongi selalu ada disampingnya layaknya benar-benar oppa nya. Sikap yoongi benar-benar seperti oppa, tapi kenapa yoongi menyukainya. Ia tak ingin menyakiti perasaan yoongi. Bagaimanapun kuatnya seorang lelaki ia tau bagaimana perasaan seorang lelaki jika menyangkut hal yang menyesakkan dan mengejutkan seperti ini.

 

“wae..??” tiba-tiba seseorang menyentuh pundak sena dari belakang. Ia bahkan menepuk-nepuk pundak sena untuk menenangkan sena.

“hajima..” ujar sena pelan membuat orang itu langsung menghentikan apa yang barusan ia lakukan. Kembali sena mengingat masa kecilnya, yoongi yang sangat patuh padanya. Orang yang selalu melakukan apapun yang ia perintahkan dengan segera, yoongi.

 

“wae?? Ada apa denganmu??” Tanya yoongi sedikit heran dengan sikap sena yang berubah padanya.

“oppa.. kenapa hidup kita seperti ini..” rintih sena sambil menundukkan kepalanya membuat yoongi semakin heran hingga ia ikut duduk disamping sena.

“ullijima…” ucap yoongi lembut hingga ia memeluk sena dan membiarkan sena merebahkan kepalanya didada bidangnya.

 

Hal itu membuat sena semakin sedih, ia tak tau apa ia harus mengatakannya sekarang?

Ia merasa sangat nyaman dipeluk seperti ini oleh yoongi, pelukan itu bagaikan pelukan ayah dan ibu baginya. Walaupun ia tak ingat seperti apa orang tua kandungnya, tapi ia masih ingat bagaimana pelukan seorang ayah dan ibu untuknya. Sangat hangat dan nyaman.

 

“oppa.. jeoneun.. Min Yoon Ah..” ucap sena ragu.

“nan arra..” balas yoongi bingung.

“kau Min Yoon Gi dan aku Min Yoon Ah, aku sudah mengingat semuanya sekarang yoongi oppa..” ucap sena sambil melepaskan pelukan yoongi. Ia berusaha menatap mata yoongi dengan matanya yang dipenuhi dengan linangan air mata.

 

“apa yang kau pikirkan.. apa kau sakit??” Tanya yoongi sambil menempelkan telapak tangannya dikening sena.

“oppa.. apa kau tak mengigat ayah dan ibumu??”

“pertanyaan yang sama dengan 9 tahun yang lalu.. sedikit, wae??” balas yoongi sambil menghapus air mata sena dengan jempolnya.

“apa kau mau menceritakannya lagi untukku??” pinta sena sambil menatap yoongi dengan matanya yang berkaca-kaca.

 

“tentu.. ayahku adalah seorang penjudi yang selalu kalah hingga ia sering memukulku. Ayahku sering membawa perempuan lain kedalam rumah membuat ibuku yang lemah semakin sedih. Saat itu ibuku sedang hamil, dan aku tidak tau dengan apa yang harus kulakukan jika ayah bersikap seperti itu pada ibuku. Suatu hari ibu mengajakku ketaman bermain, mall, hingga ke seoul. Kami bermain seharian hingga sampai dipanti asuhan. Saat itu ibu bilang jika ia akan pergi sebentar dan meninggalkanku dikantor panti asuhan setelah berbicara dengan kepala panti. Kupikir ibu benar-benar akan kembali tapi tidak. Ibu tidak pernah kembali.. ibuku tidak pernah menjeputku..”

 

“saat itu ibu hamil?? Lalu??”

 

“molla.. kupikir ia juga akan menitipkan adikku dipanti asuhan atau adikku sudah dijual oleh ayahku..”

 

“lalu apa kau pernah bertemu dengan ibu dan ayah?”

 

“anni.. dia tidak mungkin mencariku.. jika aku bertemu dengan ayah, aku akan mebunuhnya.. dan jika aku bertemu dengan ibu, aku tidak akan mengakuinya dan jika aku bertemu dengan adikku…”

 

“apa yang kau lakukan pada adikmu??”

 

“aku.. aku tidak tau..”

 

“oppa…”

 

“hm?”

 

“bagaimana jika aku adikmu apa yang kau lakukan??”

 

“aku?? Kau adikku??”

 

“oppa.. katakan jika kau tidak akan membenciku. Aku adikmu, ne adik perempuanmu. Apa aku begitu menyusahkan untuk ayah dan ibu? Jika ibu tidak mengandungku mungkin tidak akan seperti ini, pasti ibu akan kuat dan membawamu untuk kabur bersama dari ayah.. opp..”

 

“OMONGAN BODOH APA YANG KAU BICARAKAN!!!!!” teriak yoongi hingga ia berdiri dari dudukunya. Ia menatap sena tak percaya sementara sena menunduk dengan isakan tangisnya hingga sena turun dari kursi itu dan berlutut ditanah. Ia memeluk kaki yoongi dengan erat bersamaan dengan tangisan air matanya.

 

“oppa mianhae… apa aku yang membuat hidupmu begitu menyedihkan?? Oppa mianhae, jebal.. jangan membenciku..”

 

To be continued..

 

 

Huwaaa karena disini banyak couple jadi was was aja yah ga semuanya happy ending heheh..

Ada satu konflik lagi yang belum selesai sama ini FF, masih ingat kan alasan Jungkook ganti marga jadi Kim buat sekolah di jewelry hehe..

Trus konflik fantasy nya tentang nam joon dan subyong, konflik family nya, konflik cinta nya..

Hingga saat ini konflik yang terselesaikan konflik family nya Min Family masih ada satu lagi konflik family nya hayo tebak haha..

Trus konflik fantasynya masih belum jelas kan yah, nam joon ga muncul setelah ia Kisseu sena di gedung itu kan yak? Hehe

Trus konflik cintanya yang terselesaikan (belum terlalu sempurna) Ok Jung taehyung, ji hwa jin baru itu kan yak sisanya masih abstrak kan yah… tenang masih ada 3 part lagi hehe..

 

Ada yang mau ditanyakan?? Dikolom komentar ne?? hehe

 

About fanfictionside

just me

25 thoughts on “FF/ MONSTER/ BANGTAN-BTS/ pt. 7

  1. gue gatau mau komen apa/? taehyung ok jung lucu ih serius😄 yoongi ga akan benci ama sena kan/? pokoknya ending nya jangan sad ya thor😄 huehue

  2. Momen rapmon-sena nya mana??? Padahal aku udah nunggu-nunggu😦 ohmygod,taetae kamu kelakuan.. ohmygod.. tapi kayanya lucu deh ekspresi kookie pas liat taetae ditampar kkk~ cute~ ♡ next part ditunggu ^^

  3. Wah,,, keren thor..
    Tp aku msh krg ngerti sm pembcraan hoseok subyong, trs jungkook suka ny ma siapa sh thor? Ok jung atw eunshi?
    Bleh curcol dkit gg thor?? Bolh ya..
    Aku sdkit bosan bca part kecil mreka, krna kk ny agk janggal klo mreka udah berpikir sperti org dewasa, biasa ny kn ank kecil mikir ny polos gtu.
    but its okey… ff kamu tetep keren…

    • ga ngerti gmna say?? jadi kalo nonton drama kan biasanya gitu pas tokoh drama misalnya lagi makan tapi pikirannya melayang sama pembicaraannya dengan seseorang ya gitu juga sama jhope dan subyong.. hosoek yang preparing buat sekolah malah keinget omongannya sama subyong tadi malam yang kalungnya hilang itu..

      intinya “sebelumnya subyong bisa jadi manusia kalau hoseok cinta tulus kedia masalahnya hoseok itu gay, tapi karena hoseok nyentuh kalung subyong takdirnya berubah kalo subyong jadi manusia hoseok yang mati cara satu-satunya biar hoseok ga mati ya subyong harus memutuskan sendiri tetap jadi manusia abadi dan ga jadi manusia”

      iyya aku sengaja dikit bikin part subyong hoseok soalnya aku mau selesaiin konflik itu satu-satu, genre fantasy emang pusing kalo dibaca jadi biar mempemudah konfliknya aku selesaikan satu-satu dulu..

      haha ini cerita memang untuk 17+ say, bisa dilihat ratingnya.. jadi tergantung pembacanya aja lagi.. hehe

  4. kyaaaaakkkkkkkkkk akhirnyaaaaaa nih FF update juga :3

    kereeen kereeeen kereeeeen thor😀

    ya ampun taehyung lgsung main cium aj -_- rasain tuh bibir loh d gigit xD hahah

    omoooooo sena akhirnya menceritakan pd yoongie ? aigoooo bgmna perasaan yoongi ?? T.T
    kyaaaaa penasaran

    next thor jan lama”😀

  5. HOBEOM ITU SIAPA????
    astaga. makin rumit suer.
    yoon gi jangan benci yoon ah (sena) .
    hoseok gimana jadinya?
    terlalu banyak pertanyaan -,- ditunggu next chapnyaaa ^^ . fighting!

  6. Authornim aku udh baca ff ini dr awal sampe chap ini dan Mianhae aku komennya sekalian disini aja yaa thor.heheheh…

    yg jelas aku mau bilang ini FF super Daebakkkkkkk… bacanya gx mau berhenti…keren *AcunginJempol*

    aku suka bgt sama park Hanna dan Min Yoongi… klw bisa persatukan mereka berdua thor *ApaHakGue(?)* oke abaikan.kekekeke…

    Chap selanjutnya jgn lama2 yaa thor… udh gx sabar mau baca… ini aja dr chap satu sampe chap ini aku baca cuma seharian, saking serunya.hehehehe…

    oke itu aja… Mian baru ninggalin jejaknya yaa >_<

  7. waahh baru baca😦
    konfliknya emang banyak, bener bener menguras pikiran buat menebak nebak, tapi seruuuu…
    hmm aku penasaran, jangan jangan konflik family satunya itu si jungkook. marha jadi kim, jangan jangan dia adiknya namjoon ato taehyung/? ah ngawur ㅋㅋㅋㅋ

  8. Thor… Setelah sena bilang klo dia adiknya yoongi .. Yoongi gimna thor?? Nggak brntem kan thor..
    Gue ngbyangin waktu tae sama ok jung kiseu.. Terus ok jung nampar tae.. Terus kookie ikutan ngrasain sakit nya tae.
    Oiyaaa waktu ada heboum tu kucingnya heechul ya thor??? #watados
    Thor ini udah novembwr lo thor .. Kpan ni ff di lanjut??? Pliss lanjutin thor.. Kpan endingnya ?? Hehehhe bales dong thor.. #tebarcivok

  9. Eoni .. kyanya telat bngt ane bru bca ff in sekarang .. nih ff udh dri jaman kpn .. maklum ane bru kenal bts .. tp eoni in ff keren thor .. ane suka bngt ceritanya .. mau tanya part 8 , 9 & 10 ad ap ngk ko ane cari ngk ad sih -_- ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s