FF/ BOY IN LUV/ BTS-BANGTAN/ pt. 14


Author : raniminnie / @bee_minnie

 

Tittle : Boy In Luv (Chapther 14) 

 

Cast :

– Min Yoon Gi (SUGA)

 

– Song Ji Hyun (You)

 

– Kim Seok Jin (Jin)

 

– Hwang Tia (Tia)

 

– ALL BTS Members

 

Rating : Romance, PG-17.

 

Summary :

 

 lent-poster-background-crop-medium_副本

 

“ what you want? “

“ YOU “

“ …… “

“ from now, you’re officially mine “

 

 

 

 

                Tia berdecak kesal saat membopong tubuh Yoongi yang sudah mabuk ini menuju rumahnya yang sebelumnya sudah diberi tahu oleh sang pemilik rumah. Yoongi menggerang pelan lalu menyandarkan tubuhnya pada dinding disebelah pintu rumahnya.

Tia memandang tombol-tombol password didepannya. Ia menatap Yoongi sejenak lalu menghela napasnya.

“ oppa! Aku tidak tahu password rumah mu! “ rajuk Tia.

Yoongi terkekeh pelan lalu menekan tombol passwordnya dan saat itu juga pintu itu terbuka. Yoongi membuka pintunya namun tubuhnya limbung begitu saja. Untung saja Tia segera menangkap tubuhnya.

“ tsk! Oppa ini menyusahkan! “

Ia kembali membopong Yoongi perlahan menuju kamarnya. Namun langkahnya terhenti pada ruang tamu rumahnya. Ia melihat sebuah frame besar di ruangan itu yang menampakkan sosok Yoongi berasa wanita dengan baju pengantinnya.

Dan Tia mengenali wajah itu. ia menatap wajah Yoongi yang sudah tertidur pulas dengan bersandar dipundaknya. Lalu pandangannya kembali menatap frame besar itu.

“ nnghh~ Tia! Ppali! “

“ a-ah! Ne… oppa “

Tia kembali berjalan membopong Yoongi menuju kamarnya yang berada dilantai dua. Setelah cukup lelah membopong tubuh sebesar itu Tia dengan asal menghempaskan tubuh Yoongi ke kasur lalu melepas sepatunya.

Pikirannya bertanya perihal apa yang berada di frame besar tadi.

Tia menghempaskan sepatu Yoongi begitu saja seraya menghentakkan kaki kesal.

“ mwoya?? Sebenarnya apa yang kau sembunyikan dari ku oppa?! “ seru Tia.

Yoongi tertawa pelan menatap sayu pada Tia. Lalu tangannya menarik tangan Tia sehingga tubuhnya jatuh tepat diatas tubuh Yoongi.

“ kau bicara apa sayang? “

“ tsk! Bukan apa-apa! “

Tepat saat Tia menarik dirinya kembali untuk berdiri. Tangan Yoongi kembali menariknya dan Yoongi menarik tengkuk Tia lalu meraup bibir tipis Tia. Melumat bibir itu dengan sedikit kasar dan sensual. Bibirnya terus bergerak diatas bibir Tia walau Tia sama sekali tidak membalas sedikit pun gerakan bibir milik Yoongi.

 

CEKLEK..

 

            Jihyun mematung didepan pintu kamarnya dengan Yoongi. ia terdiam didepan sana seraya menatap dua insan yang tengah melakukan make out diatas kasurnya dengan Yoongi. dan mereka adalah Tia dan Yoongi sendiri.

Lagi-lagi tetesan air mata itu kembali mengalir dipipinya. Tubuhnya mematung dengan sempurna melihat pemandangan itu. rasanya ia ingin lari saat itu juga namun rasanya badannya tengah terpaku dilantai dan ia tidak bisa bergerak se-inchi pun.

 

“ mmpphh oppa! Hajima! …… eoh? Jihyun saem? “

 

            Jihyun terkekeh pelan lalu dengan segera membuang wajahnya kesembarang arah. Digigit bibirnya dengan kencang untuk menahan air matanya terus mengalir dengan deras. Yoongi menolehkan kepalanya kearah pintu ia menyipitkan mata untuk melihat siapa yang berdiri disana. Lalu sedetik kemudian terdengar kekehan dari bibir Yoongi.

“ oh-.. istriku.. “

Tia membulatkan matanya dengan sempurna ternyata benar mereka adalah suami—istri. Ketika Tia ingin bangkit dari atas tubuh Yoongi dengan segera Yoongi menarik lengannya dan membuat ia kembali terjatuh diatas tubuhnya.

“ apa yang kau lakukan disini? “ ucapan itu terlontar begitu saja dari bibir Yoongi.

Jihyun tersenyum tipis lalu tangannya mengusap pipinya dari air mata. Yoongi tersentak ketika ia melihat air mata terus menjatuhi pipi gadisnya itu. perasaan bersalah menjalar dihatinya namun bibirnya bahkan tubuhnya tidak bisa bertindak apapun.

“ aku hanya ingin mengambil pakaian ku “ ucap Jihyun yang melangkah ke lemari pakaian mereka. Ia mengambil koper merah mudanya dan memasukkan semua baju miliknya dengan asal kedalam koper lalu menutupnya dan menggeret koper itu keluar dari kamar.

Namun Jihyun berhenti tepat diambang pintu. Ia menoleh kepada Yoongi yang sedang membuang mukanya dan tia yang berada diatas tubuhnya sambil menatapnya. tanpa berkata apapun Jihyun kembali menggeret kopernya keluar dari rumah ini.

Yoongi menghela napasnya tangannya memindahkan tubuh Tia kesampingnya. Tia hanya terdiam tidak berani mengeluarkan sepatah katapun. Yoongi memejamkan matanya, ucapan Jihyun terngiang dikepalanya.

 

‘ aku hanya ingin mengambil pakaian ku ‘

 

            Ia begitu bodoh tidak mencegah Jihyun. Sekarang apa, Jihyun sudah pergi dari sini. Yoongi menyesali kebodohannya yang tidak berbuat apa-apa itu. Tia menoleh menatap wajah Yoongi yang terlihat memejamkan matanya namun terlihat keningnya yang mengerut seperti tengah berpikir keras.

“ jadi, oppa telah menikah…. “

“ ……….. “

Merasa pernyataannya tidak digubris sama sekali oleh Yoongi. Tia hanya bisa terkekeh pelan masih menatap kearah Yoongi.

“ sepertinya pernikahan kalian diambang perceraian. Apa aku benar? “

Tepat saat itu Yoongi membuka matanya lalu dengan cepat menoleh kearah Tia. Ia menatap gadis yang membicarakan perceraian itu dengan tajam.

“ apa aku salah? Bahkan baru saja Jihyun saem pergi membawa pakaiannya. Bukan kah itu artinya kalian pisah ranjang “

Kini Yoongi sangat emosi mendengar perkataan Tia itu. memang itu adalah fakta bahkan sudah lebih dari beberapa minggu mereka pisah ranjang tapi bukan berarti Yoongi akan terima saja kata ‘ perceraian ‘ itu.

“ pulanglah “ ucap Yoongi dengan dingin lalu ia kembali memejamkan matanya.

“ shireo! Lagi pula tidak ada Jihyun saem. “ Tia mendekatkan badannya kepada Yoongi lalu memeluk pinggang namja itu yang langsung ditepis oleh Yoongi.

“ Tia! “ bentaknya yang membuat gadis itu tersentak. “ pergilah! Aku ingin sendiri! “

Tia berdecak kesal lalu beranjak dari tempat tidur itu diambi tasnya lalu segera pergi dari kamar itu dengan hentakan kakinya. Yoongi memijat kepalanya yang pening akan akohol yang banyak ia konsumsi itu.

“ aisshhh! “

 

***

 

            Jihyun terdiam disalah satu halte didekat Apartement Jin. tangannya memegang ponsel dengan layar yang menampilkan kontak Jin. lagi-lagi air mata itu kembali terjatuh. Kejadian tadi masih berputar sangat jelas dikepalanya. Kejadian dimana ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana suaminya itu mencium seorang gadis yang bahkan ia kenal sebagai pacar suaminya itu.

Ia menghapus air matanya. Mungkin sekarang ia tahu bagaimana perasaan Yoongi saat ia melihatnya berciuman dengan Jin sewaktu di museum boneka itu. apakah begini rasa sakitnya?

Jihyun meremas ponselnya lalu ia kembali memasukan ponselnya itu kedalam saku jaketnya. Ia beranjak dari halte itu dan menggeret kopernya menjauhi halte itu. Hanya beberapa langkah dari sana rintik-rintik hujan membasahinya dan rintik-rintik hujan itu semakin bersemangat membasahi tubuhnya. Namun Jihyun tidak beranjak untuk berlari atau sekedar menghindar dari hujan deras ini. ia terus berjalan entah kemana tujuannya tetapi yang berada dipikirannya adalah menghindari Jin dan Yoongi.

Ia memberhentikan langkahnya saat ia merasa seseorang menghalanginya dan lagi iya tidak merasakan rintik hujan itu membasahinya. Ia menatap dada bidang dihadapan wajahnya lalu ia mengangkat kepalanya untuk melihat siapa sosok ini.

“ apa kau bodoh?! berjalan ditengah hujan tanpa payung sekali pun?? “ Jihyun hanya terdiam menatap sosok ini lalu ia mendongak untuk melihat payung yang sudah berada diatas kepalanya. Tanpa berkata apapun Jihyun kembali berjalan menghindari sosok itu namun tangannya dengan segera ditangkap oleh sosok itu.

Pandangan Jin teralih pada koper yang gadis itu sedang pegang. Jin mendesis kesal lalu mengambil alih koper itu, ia membuang payung itu kesembarang arah lalu menggantikannya dengan menarik tangan Jihyun dengan kasar.

Karena merasa sangat lelah dan lagi tubuhnya ini sudah menggigil Jihyun tidak bisa mengelak dari cengkraman tangan Jin. ia hanya bisa menunduk mengikuti langkah Jin dengan air mata yang terus tidak berhenti terjatuh yang samar akan hujan yang ikut membasahi wajahnya.

 

*

 

            Jin meletakan segelas coklat panas dimeja tepat dihadapan Jihyun lalu ia duduk disampingnya. Jin menoleh kearah Jihyun yang sudah mandi dan mengganti pakaiannya. Lalu ia menatap kearah jendela yang menampikkan hujan masih terlihat sangat deras. Jin berdecak pelan lalu kembali menatap Jihyun yang hanya terduduk diam dengan memeluk kedua kakinya.

“ lihatlah? Hujan semakin deras. Bagaimana jika aku tidak menemukanmu ditengah jalan seperti tadi? kau ingin menggigil kedinginan? Huh? “

Jihyun hanya terdiam menatap lurus kedepan dengan pandangan kosongnya. Jin menghela napas lalu menarik handuk yang melingkar dileher Jihyun. Dengan perlahan ia mengeringkan rambut Jihyun yang basah sehabis mandi itu. Jihyun hanya terdiam dan membiarkan Jin melakukan itu.

“ maafkan aku…. “

Jin menghentikan kerja tangannya sesaat. “ maaf untuk apa? “ ucapnya lalu ia kembali mengeringkan rambut Jihyun.

“ soal menamparmu “ ucap Jihyun pelan lalu ia menundukkan kepalanya.

“ aku sudah melupakan itu “ Jin menghentikan tangannya dari mengeringkan rambut Jihyun lalu ia tersenyum kepada Jihyun yang tengah menoleh kearahnya.

“ gomawo “

            Jihyun menyesap coklat panasnya yang langsung membuat pipinya merona merah akan rasa hangat yang ia rasakan ketika ia menyesap coklat panas itu. Jin hanya menatapnya sedari tadi. dan itu sedikit membuatnya risih.

“ mwo? “

“ kenapa kau membawa koper berisi pakaian mu? Apa kau-.. “

“ aku sudah memutuskan berpisah untuk sementara waktu. Tetapi, kau tenang saja aku akan segera menemukan tempat tinggal sementara ku. aku tidak ingin merepotkanmu dengan tinggal disini “

“ gwaenchana.. aku bahkan tidak keberatan untuk membiarkan mu tinggal disini “

“ aniya.. itu hanya akan meninggalkan gossip “

Jin terkekeh pelan. “ apa kau masih mengkhawatirkan dia? “

“ ………… “

“ bagaimana bisa kau mengkhawatirkan seseorang yang bahkan tidak mengkhawatirkan mu “

 

_________________

 

“ Aisshhh! Kemana yeoja itu pergi!! “ Yoongi mengacak-acak rambut basahnya frustasi. Tubuhnya semakin diguyur oleh hujan deras seoul.

Ia kembali berlari menuju setiap halte yang mungkin dikunjungi oleh Jihyun. Yoongi berhenti sesaat dengan tubuhnya yang menyanggah pada lututnya. Napasnya tidak beraturan akibat ia terus berlari ditengah hujan yang membasahinya dan lagi angin malam yang dingin menusuk kulitnya.

Ia melihat jam tangannya yang menunjukan pukul 1 dini hari. Jalanan pun sudah sangat sepi. Ia melihat lampu pejalan kaki sudah berubah menjadi hijau dan ia kembali berlari entah kemana perginya yang pasti ia harus menemui Jihyun. Ia bahkan berpikir bagaimana gadis itu kehujanan sepertinya. Pasti gadis itu merasakan dingin seperti apa yang ia rasakan ini.

Tubuh Yoongi sudah menggigil akibat hujan yang terus membasahi tubuhnya dan bibir pucatnya yang menandakan betapa kedinginannya dia. Namun kakinya tidak bisa berhenti untuk mencari sosok yang ia cintainya itu.

“ Jihyun… Jihyun…. Eodiga!! “ teriaknya disetiap jalan.

 

            Hujan deras itu sudah berhenti. Jam sudah menunjukan jam 3 pagi. Yoongi melangkahkan kakinya dengan lemas memasuki apartementnya yang langsung dipandangi aneh oleh sequrity disana namun Yoongi terus melangkahkan kakinya memasuki lift.

Tangan Yoongi terlihat gemetaran saat menekan tombol lift itu. tubuhnya menggigil tanpa henti. Rambut basah dan seluruh pakaiannya yang basah membuat air dari tubuhnya itu menetes kelantai lift. Yoongi merasa dirinya sangat bodoh. bagaimana bisa ia berlari ditengah hujan selama 3 jam hanya untuk menemukan gadis itu dan kembali membawanya pulang.

Tapi fakta yang membuatnya sadar bahwa Jihyun ternyata sedang berada di Apartement Jin. Yoongi membuka kepalan tangannya yang langsung menampakkan sebuah gelang perak dengan liontin bunga disetiap rantai perak itu. gelang yang sering dipakai oleh Jihyun. Ia menemukan gelang ini disekitar halte didekat Apartementnya Jin.

 

TING

 

Pintu lift terbuka. Yoongi kembali meremas gelang yang berada ditelapak tangannya itu lalu keluar dari lift dan berjalan menuju Apartementnya. Ia menekan tombol password itu dengan lemas lalu ia memasuki Apartement yang ia sebut sebagai rumah mereka (Jihyun dan dirinya).

Yoongi berjalan dengan lemas menuju kamarnya sampai beberapa langkahnya-…

 

BRUK

 

*

 

            Jihyun hanya terdiam memandangi televisi yang tengah menyiarkan drama malam. sementara Jin sedang sibuk dengan perlengkapan masaknya didapur. Bahkan Jin sama sekali tidak membiarkannya untuk membantunya, Jin hanya menyuruhnya untuk duduk bersantai selagi menunggunya memasak untuk kalian.

Jihyun menghela napas tepat saat itu terdengar suara bell yang menandakan ada seorang tamu. Ketika Jihyun ingin beranjak untuk membukakan pintu, suara Jin mencegahnya.

“ biarkan aku saja “ Jin tersenyum lalu sedikit berlari menuju pintu Apartementnya.

 

CKLEK

 

“ oh.. anakku~ “

Seorang wanita paruh baya segera memeluk Jin dengan erat sementara yang dipeluk hanya membulatkan matanya tidak percaya. Bagaimana bisa Eomma nya berada di seoul. Bukankah Eomma nya ini sekarang sedang di jepang bersama Appa nya.

“ Eo-Eomma! Bagaimana bisa kau disini?! “ tanya nya setelah Eomma nya melepaskan pelukannya itu.

“ aigoo~ kau ini bagaimana. Bukan kah bulan ini kau segera mengadakan pertunangan mu dengan teman bisnis Appa mu itu. jadi, Eomma kesini untuk mengunjungi mu “ Ucap Ny.Kim seraya menepuk pipi anak semata wayangnya itu.

Ny.Kim melangkahkan kakinya memasuki Apartement anaknya namun dengan segera Jin menghalanginya.

“ Eomma! Sebaiknya Eomma berkunjung besok pagi. Hmm? “ bujuk Jin dengan wajah manisnya itu. Ny.Kim hanya terkekeh lalu langsung mendorong anaknya dan masuk begitu saja kedalam Apartementnya.

“ hmm~ sepertinya kau sedang memasak. Wanginya sedap se-ka-li-… nuguya? “

Jin memejamkan matanya merutuki dirinya yang tidak bisa mencegah Eomma nya itu. lalu sekarang bagaimana nasib nya kemudian setelah Eomma nya melihat anaknya membawa seorang yeoja kedalam Apartementnya.

Jihyun yang mendengar suara itu segera menoleh ke sumber suara itu. ia terkejut dengan kedatangan seorang wanita paruh baya dihadapannya dengan segera ia beranjak dari duduknya lalu sedikit membungkuk kearah wanita itu.

Terdengar suara Jin yang mendesis dari belakang wanita itu. sementara Ny.Kim tengah memperhatikan Jihyun dari ujung kaki hingga kepala seperti tengah menilai yeoja itu dengan detail.

“ Yeoja ini siapa, Jin?? “ tanya Ny.Kim tanpa memindahkan pandangannya pada Jihyun.

“ ini…. Jihyun. Dia te-.. “

“ apa dia kekasih mu?! “ Ny.Kim dengan segera memotong ucapan Jin. Jin membulatkan matanya lalu menggeleng dengan cepat. “ aigoo~ sudah lah.. aku sudah tau kok. “ Ny.Kim tersenyum simpul seraya menepuk pundak Jin sebelum akhirnya Ia berjalan mendekati Jihyun.

Jihyun yang merasa bingung dengan keadaan ini. ia hanya bisa terdiam ditempat tanpa bergerak selangkah pun.

“ siapa namamu? “ tanya Ny.Kim dengan nada halus. Jihyun hanya mengerjap-ngerjapkan matanya.

“ nde? “

“ namamu… aku ingin mengenalmu “ lagi-lagi nada halus itu terdengar dan disuguhi oleh senyuman Ny.Kim yang entah bisa digambarkan seperti apa. Jihyun menoleh sekilas kepada Jin yang dibalas oleh gerakan kepala Jin yang menyuruhnya untuk memberi tahukan namanya kepada Eomma nya itu.

“ Song-.. Jihyun .. “ Ucap Jihyun gugup.

Senyuman di bibir Ny.Kim semakin melebar lalu ia mengusap-usap lengan Jihyun. “ aigoo~ kau cantik sekali. Sudah berapa lama kalian berpacaran? Hmm? “

“ ahh.. nde?! “ Jihyun terkejut dengan pertanyaan yang mendadak itu. ia kembali melihat Jin yang sekarang berada di dapur yang tak jauh dari ruang santai itu.

Jin hanya menghela napasnya lalu kembali menggerakan kepalanya dengan asal menyuruhnya untuk menjawab pertanyaan Eomma nya.

“ wae? sepertinya kau terkejut sekali. Apa hubungan kalian sudah sangat lama? Omo! Yah! Jin-ah~ kenapa kau tidak bilang kepada Eomma jika kau sudah mempunya kekasih sepertinya. Jadi Eomma akan bilang kepada Appa mu untuk membatalkan pertunangan itu. “ ucap Ny.Kim dengan panjang lebar.

Tangan Jin yang tengah memotong lobak tiba-tiba terhenti. Sekelibat ide bermunculan dikepalanya ketika kata ‘pertunangan’ itu terlontar dari bibir Eomma tercintanya itu.

“ ahh… ahh! Mianhae Eomma. Aku bingung bagaimana menceritakannya kepada mu. Aku dan Jihyun sudah jalan setahun. Bukan kah seperti itu, Jagiya? “ Jin menatap Jihyun yang berada dibalik Eomma nya itu. mengirimkan sinyal untuk mengiyakannya dari gerakan matanya itu.

Jihyun membulatkan matanya ingin memprotes ucapan Jin itu. Ny.Kim kembali menoleh kepada Jihyun yang membuat Jihyun terkejut dan reflek mengiyakan ucapan Jin itu.

“ Aigoo~ kalau begini Eomma akan memberitahukan ini kepada Appa mu. Kau tahu? Appa mu juga berada di seoul saat ini “

“ MWO?! “

“ kalau begitu Eomma tinggal ya kalian berdua. Annyeong~ “ Ny.Kim dengan senyum senangnya itu melambai kepada Jihyun dan Jin.

Jihyun membungkukkan tubuhnya memberi salam kepada Ny.Kim. ketika punggung wanita paruh baya itu sudah menghilang dengan gerakan kilat Jihyun langsung menoleh kepada Jin dan memberikan sengatan tajam dari tatapan nya itu.

“ k-kau… tahu… keadaan darurat? “ ucap Jin terputus-putus. Jihyun hanya mencibir kesal lalu kembali terduduk di sofa.

Pikirannya saat ini sangat kacau. Urusan rumah tangganya saja belum beres dan lagi ia ditimpakan dengan keadaan seperti ini. bagaimana jika semua keadaan ini menjadi campur dan sangat rumit.

Jin menatap Jihyun dengan lamat lalu ia menghela napasnya. Perasaan bersalah kini ia rasakan. Ia tahu apa yang berada dipikiran Jihyun saat ini.

“ maafkan aku.. jika aku tidak berkata seperti itu. bisa-bisa kau diusir Eomma ku. Eomma tidak suka yeoja asing berada dalam satu atap dengan ku walaupun itu teman ku sendiri. “ ucap Jin pelan yang masih ditangkap oleh pendengaran Jihyun.

“ dan, anggap saja ini seperti tawaran ku sebelumnya. Mau kah kau membantu ku? “ Jin berhati-hati dengan kata-katanya. Jihyun menghela napasnya lalu menoleh kepada Jin.

“ …-akan ku pertimbangkan “

 

**

 

BIP BIP

 

“ omo! Yoongi-ya! “

Ny.Min yang baru saja memasuki apartement kedua anaknya itu terkejut dan segera berlari menuju tubuh anak laki-lakinya yang terbaring pucat dilantai.

“ ya Tuhan! Ada apa dengan mu?? “ Ny.Min memangku kepala Yoongi dan mengusap pipi anaknya yang sangat dingin. Bahkan ia terkejut akan betapa dinginnya tubuh anaknya itu. bibir pucatnya terlihat sangat putih dan tubuhnya menggigil kedinginan. Dan Ny.Min menyadari bahwa Yoongi sama sekali tidak menyalakan penghangat lantai. Padahal ini mendekati musim gugur. Seharusnya ia mesti menghangatkan dirinya.

Segera saja Ny.Min mengambil ponselnya dan segera menelpon ambulance.

 

            Ny.Min menggigit bibirnya seraya berjalan mengitari ruang tamu apartement anak—nya. baru saja tubuh Yoongi sudah diangkut oleh ambulance. Ia menggerutu kesal ketika panggilannya tidak di angkat oleh anak perempuannya.

“ yoboseyeo? “

“ Jihyun-ah! Eodiga?? Yoongi…. Yoongi! “

“ ….. nde? Ada apa dengan Yoongi Eomma?! “

“ kau datanglah ke rumah sakit, eoh? Eomma akan membawa beberapa pakaian dan akan segera kesana. Kau jagalah ia dulu. Araseo?! “

“ n-nde… “

 

**

 

            Jihyun terdiam ketika sambungan panggilan itu terputus. Ia memandang lurus kedepan dengan pandangan kosong. Sementara seseorang dihadapannya tengah melambaikan tangannya tepat dihadapan wajahnya. Jihyun tersentak akan gerakan lambaian tangan Jin dihadapan wajahnya.

“ wae? “

Jihyun mendelik lalu menunduk. “ Jin-ah, Yoongi sekarang berada dirumah sakit. Aku akan pergi! “

Jihyun segera beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan sarapannya itu yang bahkan belum ia selesaikan. Suara pintu tertutup terdengar. Jin menghela napasnya meratapi kepergian Jihyun. Baru saja ia ingin menghabiskan paginya yang indah dengan Jihyun namun sepertinya itu tidak akan pernah terjadi.

 

            Jihyun berlari menuju halte bus terdekat. ia terlihat menghentak-hentakkan kakinya tidak sabar menunggu bus yang tidak kunjung datang sesekali ia melihat jam tangannya lalu kembali melihat kearah jalan. Ia berdecak kesal dan segera pergi begitu saja dari halte itu. ia berlari kecil seraya melihat taxi untuk distop. Dan tepat saat itu sebuah taxi stop dihadapannya. Segera saja wanita itu masuk kedalam taxi.

 

“ eoh? Bukan kah itu…. Jihyun saem? “ Taehyung menggaruk tengkuknya seraya menyikut Hoseok disampingnya.

“ Jihyun saem? Mana? “ Hoseok melihat sekeliling dengan bingung dan tepat saat itu sebuah tangan mendarat diatas kepalanya.

“ babo! Jihyun saem sudah pergi. Tsk. Kau ini.. “

“ yahhh! Kenapa kau memukul kepala ku! aissh “ Hoseok protes seraya mengusap-usap kepalanya yang baru saja dipukul oleh Taehyung.

“ kenapa Jihyun saem berada disekitar sini… “

“ sudah lah. Mungkin rumahnya disekitar sini. Kajja kita jemput Jin Hyung~ “

“ ah ne. “ Taehyung dengan segera mengejar Hoseok didepan lalu mengimbangi langkahnya dengan Hoseok.

Taehyung melihat sekitarnya dimana orang-orang tengah sibuk berjalan dengan pakaian kantornya. Ada beberapa yang memakai pakaian seragam sama sepertinya. Ia menghela napasnya bosan. Ingin rasanya ia segera melepas seragam ini dan lulus dari sekolah lalu pergi ke perguruan tinggi dengan baju bebas, bahkan tidak ada yang menghukumnya hanya karena warna rambutnya, bahkan tidak ada yang memaksanya untuk belajar.

Ia menghentikan langkahnya tiba-tiba. Lalu menajamkan matanya untuk melihat seorang yeoja yang duduk dipinggir jendela bus. Ia kenal wajah itu sangat kenal. Tapi siapa ya dia… ia membulatkan matanya sedetik kemudian.

“ yeoja pemecah telur “ Taehyung bergumam pelan. “ Hyung! Aku akan pergi naik bus saja. Sampai kan salam ku pada Jin hyung! Bye~!! “ Taehyung berteriak cukup keras kepada Hoseok seraya dirinya berlari menuju bus yang hendak pergi.

Tepat pintu itu ingin tertutup, Taehyung sudah masuk kedalamnya. Ia tersenyum lebar lalu melambai kepada Hoseok yang menatapnya dengan tidaknya percaya.

“ apa-apaan anak itu… bahkan itu bukan bus mengarah ke sekolah. Tsk~ “

 

            Taehyung berjalan mendekati tempat duduk dimana gadis itu berada. Ia tersenyum ketika melihat bangku disamping gadis itu ternyata kosong. Dengan santai ia menghempaskan tubuhnya dibangku kosong itu. gadis itu hanya terdiam memandangi keluar jendela. Taehyung mengerutkan bibirnya, ia mencondongkan tubuhnya untuk melihat sedang apa gadis itu.

“ yah! Yeoja pemecah telur dan perusak belanjaan ku! “

Merasa tidak dapat jawaban apapun dari gadis itu. dengan malas Taehyung menarik lengan gadis itu sehingga gadis itu tertarik dan menolehkan wajahnya kepada Taehyung. Ia membulatkan matanya seperti biasa reaksi itu ia berikan setiap ia bertemu dengan Taehyung.

Gadis itu memundurkan duduknya sehingga ia benar-benar tersudut dijendela bus itu. ia melihat kesekeliling untuk meminta pertolongan. Namun tidak terlihat siapapun untuk dimintai pertolongan. Taehyung mendekatkan tubuhnya kepada gadis itu seraya menatap gadis itu dengan tajam. Lalu Taehyung dengan cepat mengunci tubuh gadis itu dengan kedua tangannya yang menghalang jalan untuk gadis itu melarikan diri.

“ kau takkan bisa melarikan diri dari ku lagi “

Gadis itu hanya menatap Taehyung dengan tatapan memelasnya itu berharap bahwa Taehyung akan melepaskannya. Namun tebakkan nya salah ketika Taehyung menarik tangan nya untuk berhenti dan turun dari bus.

Taehyung tersenyum senang. Ia semakin menggenggam erat tangan gadis itu. sementara gadis itu berusaha melepaskan tangan Taehyung yang melingkar dipergelangan tangannya. Taehyung menarik tangan gadis itu untuk mengikutinya. Karena lelah untuk melawan akhirnya gadis itu pasrah dengan Taehyung yang membawanya entah kemana.

“ karena kau berhutang kepada ku. kau harus mentraktirku sarapan. Aku sangat lapar sekali.. “ ujar Taehyung yang masih menarik gadis itu.

Gadis itu menggeram kesal dengan ucapan Taehyung itu. berhutang apa? Bahkan ia tidak ingat pernah berhutang sesuatu dengan namja gila ini.

“ nah! Kita akan sarapan disini. “ Gadis itu membulatkan matanya ketika Taehyung menariknya kesebuah café. Gadis itu menundukan kepalanya tidak berani menghadapi apa yang akan terjadi.

Tepat ketika mereka sudah berada dimeja kasir. Taehyung mendongakkan kepalanya untuk melihat menu-menu diatas itu.

“ aku pesan-… “

“ eoh? Jo Mina! Sedang apa kau? …. “ Kasir Namja itu menunjuk gadis yang tengah dipegangi oleh Taehyung. Lalu ia menghentikan kata-katanya dan menatap seseorang yang tengah memegang tangan gadis itu. sementara Taehyung menatap kasir Namja itu dengan bingung lalu ia menatap ke sampingnya. Dimana gadis itu tengah menundukan kepalanya.

“ kau kenal-… “

 

BRUK

 

            Taehyung mengerjap-ngerjapkan matanya tidak percaya ketika tiba-tiba saja gadis itu mendorong tubuh Taehyung dan berlari ke dapur café ini.

“ aisshh! Apa-apaan yeoja itu! “ Taehyung mendelik kepada namja yang tengah bertugas sebagai kasir itu. sementara yang dilirik hanya menahan napasnya takut dengan lirikan tajam mata Taehyung.

“ yah! Siapa nama yeoja tadi? “

“ ah.. itu-… Jo Mina… kau ingin pesan apa? Biar ku bilang kepada Tuan Hoseok untuk memberikannya secara gratis “ ucap namja itu dengan takut. Ya, ia kenal semua teman-teman satu gang tuan nya itu. bahkan ia sering melayani pesanan mereka.

“ asshh tidak jadi. Kalau begitu aku pergi dulu Jinwoo “

“ ah.. o-okay “ Jinwoo terbengong-bengong menatap punggung Taehyung yang berjalan keluar café. “ wahh.. ku rasa Mina dalam bahaya “ gumamnya.

 

***

 

            Jihyun menatap pintu dihadapannya. Dengan ragu ia menggenggam gagang pintu itu lalu membukanya perlahan tanpa berniat mengganggu seseorang didalamnya. Ia terdiam sesaat ketika melihat sosok itu terbaring dengan alat-alat disekitar tubuhnya, oksigen yang menutupi sebagian wajahnya. Dan suara alat jantung itu terdengar ditelinga nya.

Kakinya berjalan mendekati Yoongi yang terbaring lemah dengan mata yang terpejam erat disana. Jihyun menggigit bibir bawahnya menahan air mata itu terjatuh. Namun air mata itu tetap terjatuh juga. Dengan ragu Jihyun meraih tangan Yoongi dan menggenggamnya. Ia terkejut dengan tubuhnya yang terasa dingin.

“ apa yang terjadi dengan mu.. “

Jihyun menarik kursi dan terduduk tepat disamping ranjang Yoongi. masih digenggamnya tangan Yoongi dengan erat sesekali ia menghembuskan napas hangatnya ke permukaan kulit tangan Yoongi. air mata itu terus mengaliri pipinya. Ia tertunduk dan menangis pelan merutuki sikapnya yang ceroboh. Jika saja ia tidak kabur dari rumah ia yakin Yoongi tidak akan seperti ini. ia pasti bisa mencegah hal ini terjadi.

“ maaf kan aku Yoongi.. “

            Jihyun menatap wajah pucat itu yang enggan membuka matanya bahkan untuk berbicara pun ia enggan. Jihyun menghapus air matanya lalu berdiri ketika dokter memasuki ruangan kamar ini.

“ dokter.. sebenarnya apa yang terjadi dengan Yoongi? “

“ apa kau keluarga Tuan Yoongi? “

“ ahh, aku istrinya.. “

“ sebenarnya, apa yang terjadi dengan Tuan Yoongi sehingga ia kehilangan panas suhu tubuhnya? Apa ia kehujanan berjam-jam? “

“ nde? “ Jihyun terkejut dengan pernyataan dokter dihadapannya ini. kehujanan berjam-jam?

“ karena kurasa Tuan Yoongi kehujanan berjam-jam sehingga ia kehilangan panas suhu tubuhnya. Apa kau tidak tahu? “

Jihyun menggeleng pelan seraya menunduk. “ apa… Yoongi terkena hipotermia? Apakah itu berat? “

“ ani, ia terkena hipotermia sedang. Untung saja ia segera dilarikan kerumah sakit. “ jelas sang dokter.

“ apakah… ia akan baik-baik saja? “

“ nde. Tidak perlu khawatir.. Tuan Yoongi akan baik-baik saja setelah ia menerima perawatan. Kalau begitu saya permisi.. “ dokter itu menundukkan kepalanya yang dibalas oleh Jihyun.

Jihyun terdiam memandangi tubuh itu. bagaimana bisa Yoongi terkena hipotermia.. apakah ia benar kehujanan malam itu? tapi kenapa?

Jihyun menghela napasnya lalu berjalan keluar ruangan. Ia terdiam didepan pintu masih memikirkan apa sebenernya yang terjadi kepada Yoongi.

“ eoh.. Jihyun! “

“ Eomma! “ Jihyun segera berlari kepada Eomma—nya dan juga mertuanya itu. ia memeluknya dan kembali menangis dipelukan Ibu tirinya. “ Eomma, Yoongi, Eomma “

“ wae? apakah Yoongi sangat parah? “ Ny.Min dengan sabar mengusap-usap punggung Jihyun untuk menenangkan dirinya. Dan ia sangat mengerti perasaan Jihyun saat ini.

“ Yoongi terkena hipotermia, Eomma. Maafkan aku… saat itu aku tidak ada disana. Mianhae Eomma “

“ ssshh.. sudahlah~ ini bukan salah mu, sayang. Sudah cukup menangisnya “ Ny. Min melepaskan pelukannya lalu dihapusnya air mata Jihyun. “ sekarang kau pergi berkerja. Jangan khawatir kan Yoongi. Eomma akan menjaganya, hmm? Sshh uljima~ “

Jihyun mengangguk pelan dan tersenyum kepada Eomma nya. “ aku akan pergi berkerja.. “

“ baiklah.. fighting, hm? “

“ ne Eomma. Gomawo “ Jihyun memeluk Eomma nya sekali lagi lalu pergi meninggalkan Eomma nya itu. sesekali ia menoleh kebelakang menatap Eomma nya dan ruangan dimana Yoongi berada. Ingin rasanya ia menjaga Yoongi disana.

 

 

‘ Yoongi-ah.. mianhae~ aku tahu ini salah ku. jika saja aku tidak meninggalkan rumah aku yakin kau akan baik-baik saja. Maaf kan aku Yoongi… ‘

 

 

 

 

 

_________________________________________ Next Chapter ____________________________________________

 

 

“ Apa?! Kalian akan segera bertunangan?? “ Kelima Namja itu membulatkan matanya menatap pasangan Jin-Jihyun dihadapannya.

Jihyun menundukkan kepalanya. ia bahkan tidak yakin dengan ini semua tapi-..

“ ne! kami akan bertunangan setelah upacara kelulusan! Ku harap kalian datang ke pertunangan kami. “

 

 

**

 

 

 

“ ……- Siapkan perceraian kalian berdua. “

“ ……………… “

“ Min Yoongi! apa kau mendengar Eomma?! Siapkan perceraian kalian berdua! “

 

 

**

 

 

“ dengar, aku sudah tidak perduli lagi dengan Yoongi. jadi, mulai sekarang kau berhak memilikinya. “

“ cih.. apa aku tidak salah dengar? Ji-Hyun-Seon-Saeng-Nim? “

“ ani. Kau sama sekali tidak salah dengar… “

“ baiklah! Kalau begitu terima kasih karena kau telah menyerahkan Yoongi Oppa untuk ku.”

 

 

**

 

 

“ dimana Yoongi?? “

“ dia…… baru saja pergi “

“ PERGI KEMANA?! Jelaskan kepadaku Hoseok?! “

“ …- Amerika… “

“ n-nde…… “

 

 

 

 

 

TBC

Akhirnya aku kembali lagi dari sekian lamanya aku hiatus hehehe

Maaf semuanya kalian nunggu FF ini lama banget ><

Aku aja gak tau kalau ada yang nunggu FF ini hehe sebenernya setelah aku kelar sama urusan kuliah aku. Aku udah gak ada feel buat lanjutin. Tapi akhirnya aku menemukan feel untuk menulis lagi hehe

Cerita ini sebenernya udah aku bungkus /? Sampai ending. Cuma saja aku malas ngetiknya hehehe :3

Maaf ya, kalau part ini kurang memuaskan kalian. Mau buat lebih panjang lagi tapi takutnya malah bosan. Jadi, aku tulis segini dulu buat part ini. semoga kalian gak bosan ya >.<

Karena part 15 adalah endingnya! Jeng jeng jeng /?

Jadi di part ini aku buat special ada trailer cuplikan buat next partnya! Hehe

Kalau gitu terima kasih banyak yang udah mau baca FF aku sampai saat ini >.< aku berterima kasih banyak. Karena kalian aku jadi meneruskan FF ini sampai diakhir tamatnya.

Gamsahamnida semuanyaaa ^0^ /bows/

About fanfictionside

just me

86 thoughts on “FF/ BOY IN LUV/ BTS-BANGTAN/ pt. 14

  1. Aku pertama yang komen ya? asyiiiiik~!
    thor itu next chapternya bikin setengah mati penasaran. apalagi ada perceraiannya!!
    Aaaargh aku tunggu next chapternya~~

  2. Aaa.. Selalu ada tia sama jin yg nambah keruh suasana rumah tangga jihyun-yoongi..
    Tapi next part lebih menegangkan pasti.. Hehe
    Ditunggu next partnya thor..

  3. Wah ,great chapter !
    Knp selalu terhalang dan lg” Jin bikin ruwet .
    Please ,jgn ruwet2 bgt .
    Ditunggu nextnya .
    Keep writing dear

  4. Yah belom rela ini ff ending sebenernya. tapi udh greget bgt ama konflik nya jd rapopo lah/? Tia kok nyebelin sih ih pen gue apain dah -_,- jin juga minta diapain -_,- pokoknya ending nya jgn sad oke/? hwhw. oiya next nya jan lama2 ya thor huehue ‘-‘

  5. Huaaa pengen nangis T_T jgn bercerai yoongi oppa andweee
    thor mereka harus bersatu kembali ;(
    hiks” yoongi pergi ke amerika thorrr lanjutan nya jgn lama” yah d tunggu
    ff author dah yg pling d tunggu fighting nulis nya thor🙂

  6. hua kenapa makin greget😂😂 part 15 ending???happy ending juseyo thor😭😭🔫🔫 ditunggu lanjutannya, fighting!!^^

  7. 😦 hiks hiks yoongi jihyun jadi pisah thor?
    Jangan dong thor, mereka berdua masih saling mencintai,gara2 gengsi, sifat kekanak kanakan & gak mau ngalah mereka jadi pisah gitu thor.
    Part terakhirnya satu part lagi nih thor, kalau part terakhirnya bener part 15, dibuat sequelnya ya thor, dibuat mereka rujuk hehe😀

  8. akhirnya keluar jugaaaaaaaaaaa
    tapi kenapa jalan ceritanya makin makin bikin nyesss ya thor-_-
    tia minta dijitak ya haha :d
    kenapa jihyun segala pake lari sih, kan malah ngebuat ceritanya tambah panjang……
    jangan cerai pleaseeee, kalo cerai bikin jihyun bahagia sama jin juga gapapa dehh iklassss.-.
    next ya thorrr, gepeellll. semangkaaaa’-‘)/9

  9. Tolong thor jangan PHPin jin thor kalo jihyun bukan jodoh nya jin yaudah thor jauhkan jin dari jihyun thor biar jin ga terlalu menderita…. Lol

    Mangkin runyam ayoloh yongi di suruh cerai makanya yongi jangan nyari gara2dah “eh

    Di Tunggu thor nexpart nya
    Hwaiiiiiitiiiiing thor

  10. yeayyy post jg nih ff…
    plss omg ituu yg mau cerai yoongi???
    tunangan jin?
    ke amrik yoongi??
    mau ending???
    pls happy ending dong thorr.
    buat jihyun sm yoongi bersatu kembali hiks aku shipper mereka loh. pls thor pls pls
    next thor hehe

  11. Yess akhirnya hampir ending :v
    greget aku bca’a :3 masalah ga kelar” -o- tpi penasaran sma ending’a aaw😮
    waiting for next chapter ,smuga ending’a muasin wkwk \m/

  12. Aigooo nunggu ff ini udah lama banget akhirnya di post juga. tapi…agak kecewa sih T-T aku benci sama jin, aku benci sama jin hwaaa *ditampar(?)*
    Part terakhir aku tunggu ya thor!

  13. Ad ap nie knpa hbngan yoongi dan jihyun jdi brantakan
    Ap bnar mrka akan brcerai
    Knpa omma yoongi mnyuruh mreka brcerai
    jujur ya thor jdi mulai bosen bca nie ff
    Trlalu ribet
    Jngan buat yoongi brcerai thor

  14. maaf ya thor, baru comment
    abisan gg tw mw blng apa ?
    mulai skrng tobat deh jd siders😥
    ff nya keren (y)
    deg deg an, pnasaran smbil nangis bacanya
    yoongi ma jihyun jngan cerai dong ?
    d tunggu next part nya thor..
    skali lg maaf yaaa..

  15. Seriusanlah,diawal cerita aja udah dibuat mewek sama tingkah yoongi😦 astaga, gak ngerti sama jalan pikirannya jin oppa.. kasian jihyun lah heol~ terus yoongi jihyun mau cerai? Ohmygod.. penasaran sama next partnya, next part ditunggu ♡♡

  16. maaf ya thor, baru comment
    abisan gg tw mw blng apa ?
    mulai skrng tobat deh jd siders😥
    ff nya keren (y)
    degdeg an, pnasaran smbil nangis bacanya
    yoongi ma jihyun jngn cerai dong ?
    dtunggu next part nya thor^^
    skali lg maaf yaaa..

  17. Aahhhh yoongi jahat amet di chapter ini):
    Terus kenapa jin jadi tunangan sama jihyunnnnn))):
    KENAPA TIA NGEJAR YOONGI MULU)):
    kenapa jin pho banget-_-

    Ditunggu next chapternya thorrr❤️

  18. NEO MICHOSEOOO?!!!!!

    Keknya part next mo gw lewatin -.- Knpa jdu hancur kek gini. Rumit banget dah — itu jin ngbetein apalagi hwang tia. pngen disilet silet keknya — pokoknya request yoongi-jihyun harus ya:) Salam!!

  19. Serius setelah sekian lama(?)hiatus akhinya balik jug#Apalah bahasa gue
    Ihh greget di chap ini,itu cuplikan buat part selanjutnya buat aku greget banget,gak sabar nunggu part selanjutnya

  20. Serius setelah sekian lama(?)hiatus akhinya balik juga#Apalah bahasa gue
    Ihh greget di chap ini,itu cuplikan buat part selanjutnya buat aku greget banget,gak sabar nunggu part selanjutnya

  21. yeeiy kluar jga akhirx…tpi kok dh mo ending ja thor…
    msak ea crai???
    amerika???
    ngapain???
    sma spa???
    sendri???
    aduh mkin ruwet ajah…
    pokoknya gg mw tw ending yoongi musti kudu ama jihyun *nah loh
    ntar bkin sequel nya ya thor… cz aq lope bgt jinyoon couple..n lgi ska bgt ff castx yoongi dmna yoongix t jdi badboy pa lgi dh jdi laki org #nh loh curhat
    keep writing yaa thorr

  22. Keren thorr bikin penasaran endingnya. Penasaran sama taehyung:/ apa jo minna orang yg disukain hoseok ya — fighting thorrr di tunggu next chapternya😀

  23. omaigat! K.E R.E.N + S.E.R.U B.A.N.G.E.T Thooorrr!!!!!
    nextnya jangan lama2 ya thor.. pokoknya jihyun-yoongi harus bersatu titik. kkk~

  24. fuckkk udah lama bgt nunggu update tan ini smp lumutan. eh pas lg enak enak baca tbtb tbc. next chap jgn lama lama dongyaa pls!?!?!

  25. huahhh… tambah rumit ini ceritanya…
    Jujur q nggak suka karakter jin di sini , cz dia cuma merperumit(?) masalah aja,
    Please thor cepet akurin Yoongi n jihyun, beneran q gk rela kalo mereka bercerai huwaa T.T

  26. Huaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!authorrrrr jangan bikin tambah greget deh.. jangan buat yoongi jihyun ceraiii!!!!!!! :'(( semoga part 15nya ga lama2 ya thorrr!!! Fighting uyayyyy!!!!!!!😥 :”””””””””””””

  27. THORR next chapternya maksutnya apa?!?! Jangan bilang yoongi jihyun cerai…. Omooo penasaraaann bgt. Next jgn lama2 ya thor fighting!!

  28. Kya makin greget, mereka sama2 gak peka sih, aplg dgn adanya tia pengganggu ckckck makin benci ama tia ,
    omo…jan2 ommanya yoongi yg nyuruh mereka cerai, astaga jin jan nambh masalah ya ampun

  29. untuk author yang saya banggakan buat chapter selanjutnya jangan lama lama ne😉 aduh jadi penasaran nih pokoknya end nya jihyun sama yoongi harus balikan \maksa/🙂

  30. Mwo???!!! Yoongi kemana? Amrik? Oh no… cerai? Knp aissshh😦 thor jgn buat sad ending pleaseee… :”( next jan lama2 ya thor aku kecewa berat kalo kelamaan :3 fighting thor!!

  31. kok sedih banget ya chapter ini, bikin deg degan gitu loh…
    jihyun-yoongi bener cerai?? penasaran banget nih thor..
    Next chapnya jangan lama-lama ya thor, ditunggu ^^

  32. cerai!?? :-O
    jin-jihyun tunangan?? yeee.. :v
    next part end ya/? ‘-‘
    pdhal si taetae bru ktmu sama mina xD

    oke! di tunggu next part thor😉

  33. Waah kereeen😀
    Entah kenapa dari awal aku ga suka jin sama tia :3
    Dan apa lagi itu pakai acara cerai segala? -.-
    Wah wah kayaknya ff ini udah mau selesai ya? :3
    Penasaraan >.<
    Suka kesal sendiri bacanya -.-
    Ok,ditunggu next chapternya😀

  34. Nan Jebalyo Author!!!!!!
    Akhirnya nanti Jihyun hrus ama Yoongi!!! Please
    Nae gak mau kalau Jihyun ama Jin
    Biarin aj dlu Jin ama Jihyun sekarang tpi entar pas part 15 ny hrus!! Hrus Jihyun ama Yoongi !! Titik…………

    Maaf Thor kalo nae maksa, tpi nae ngerasa emak bagus nya Jihyun ama Yoongi bkan Jin!! #mianJin

    And maaf Nae bru Comment FF ini hehehe

    Faithing Author………..
    Jihyun ama Yoongi ya <3<3

  35. huhhh part ini menegangkan, part menuju ending aaaa~
    di tambah cuplikan’a itu….
    Haduh…..
    Gimana ending’a ya ga kebayang
    apakah Yoongi dan Jihyun akan bersatu apa bener2 akan pisah ?
    Ny.Min di next part seperti’a bakal marah besar tuh

    di tunggu lanjutan’a ya thor ^_^

  36. endingnya yoongi harus sama jihyun gamau tau, gapernah dpet feels kalo jin sama jihyun, aku ngeship jihyun yoongi banget ———-a plis pisan ini mah endingnya harus jihyun yoongi :((((

  37. Aaaaku pengennya yoongi tetep sama jihyun ㅠㅡㅠ aku nangis pas yoongi masuk rumah sakit hhhhh btw next chap nya lebih panjang dong thor~~~

  38. part 15 endingnya???? ㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅜㅜㅜㅜㅜㅜㅜ ……. tidak tidak, itu trailernya bikin nyesek please, jalan ceeritanya bener2 susah ditebak….
    kasian suga, walaupun dia suka nyebelin dan munafik, tp perjuangan cintanya itu loh, hebat. apalagi orang ketiganya sahabat dia sendiri…..
    terus apa maksudnya itu eomma nyuruh nyiapin perceraian ㅠㅠㅠㅠㅠㅜㅜㅜㅜㅜㅡㅡㅡㅡ
    happy ending semoga, aku harap….

  39. fiuuuh,,, konfliknya makin kecce.. suka suka…
    aish,, kasian yoongi. kamu yg sabar ya…
    jin ma jihyun bakal tunangan ??? jadi, jihyun ma yoongi cerai gitu?? oh may.. shoock berato_O .. moga nextchap semua cast happy ending lah🙂 …
    nextchap ditunggu ya🙂
    fighting ! ! !

  40. Keren thorr
    Deg deg an baca nya..
    drama bgtt
    aduhhh moga happy ending yah thor.. ane kaga suka sad ending soalnye wkwkwk
    Daebak thorrr

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s