FF/ WELCOME TO MY WORLD, SISTER/ BTS-BANGTAN/ Pt. 1


BTS Series

Author : @Cathclaca

Title : Welcome to My World, Sister

Cast :
– Kim Sera
– Kim Seokjin (Jin)
– Min Yoongi (Suga)
– Jung Hoseok (J-Hope)
– Kim Namjoon (Rap Monster)
– Park Jimin (Jimin)
– Kim Taehyung (V)
– Jeon Jungkook (Jungkook)

Genre : Family ; School

Length : Chapter (series)

credit poster : Baby @ EKF

Poster welcome to my world, sister

 

Author POV

Incheon airport terlihat sangat ramai. Wajar saja, grup terkenal ‘BTS’ baru saja menginjakkan kaki mereka setelah menempuh perjalanan jauh Jerman-Seoul. Ya, mereka baru saja menyelesaikan showcase mereka disana.

“Namjoon-a, nanti sore kau dipanggil Bang PD-nim ke kantornya”, ucap salah seorang manager saat mereka baru saja tiba di dorm BTS. Namjoon atau yang lebih dikenal Rap Monster itu menganggukkan kepalanya santai. “Ada apa hyung? Apa ada masalah?”, tanya Jimin bingung. Sang manager hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, “Bukan masalah serius, bahkan Namjoon yang ingin bertemu dengan PD-nim”.

Setelah manager mereka pulang, Jimin segera menerjang Namjoon dengan pertanyaan yang bersarang di kepalanya. “Apa kau ada masalah hyung?”, tanyanya. Namjoon menggeleng, “Bukan masalah penting Jimin-a.. lebih ke masalah pribadiku”. Jin yang mendengar hal itu ikut menghampiri Namjoon dan Jimin, diikuti semua dongsaengnya. Jadilah, member BTS mengerubungi Namjoon.

“Sera?”.

Pertanyaan Jin itu membuat semua member BTS memandangnya dengan penasaran. Siapa Sera?. Namjoon hanya menganggukkan kepalanya. “Kau tanya pada member lain kalau kau masih pada pilihanmu yang waktu itu”, ucap Jin. “Ya, sebenarnya ada apa sih?”, tanya Hoseok yang sudah benar-benar penasaran.

“Jadi, sepupu jauhku yang bernama Kim Sera, ia akan ke Korea dan menetap di sini. Ia belum berumur 20 tahun. jadi, keluarganya menitipkannya padaku. Kim Sera tidak boleh hidup sendiri. Tapi masalahnya, ia akan tinggal dimana? Aku berpikir akan membawa Sera ke rumahku, tapi ternyata ia akan bersekolah di SOPA dan orangtuaku juga menyarankan supaya Sera tinggal berdekatan denganku. Dan aku berpikir akan membawanya tinggal di sini, di dorm kita. Aku sudah bertanya pada Jin hyung, dan seperti yang kalian dengar, aku harus bertanya pada kalian”, jelas Namjoon panjang lebar.

“Aku sih tak masalah dengan pemikiran Namjoon tadi. Aku pernah bertemu Sera sekali dan aku menarik kesimpulan bahwa ia bukan tipe orang yang bisa hidup sendirian sebelum umurnya menginjak dewasa. Tapi, aku tak mau ada masalah yang menghampiri kita semua saat Sera, yang notabene adalah seorang yeoja, tinggal bersama kita.”, ucap Jin.

“Kau mau bertemu Bang PD-nim untuk bertanya apakah ia menyetujui usulmu itu?”, tanya Yoongi. Namjoon menganggukkan kepalanya. “Ajaklah ia untuk tinggal di sini. Lagipula, ia bersekolah di SOPA, bisa bersama-sama dengan Jungkook kan?”, ucap Yoongi.

“Aku tak masalah kok hyung. Aku senang jika ada yang bisa membantuku di sekolah. Dan aku jadi ada teman. Hehe..”, ucap Jungkook.

“Yang lainnya? Aku tak akan mengajak Sera kemari jika yang lainnya tak setuju. Aku tak mau mencari problem.”, ucap Namjoon. “Aku tak keberatan. Akan menyenangkan jika sepupumu itu disini, setidaknya, ia pasti membawa suasana baru di dorm kita”, ucap Hoseok ceria. “Aku juga hyung”, susul Jimin. Taehyung menganggukkan kepalanya tanda ia juga setuju. Namjoon tersenyum berterimakasih, “Gomapta..”.

Sorenya, Namjoon pergi ke BigHit untuk menemui Bang PD-nim. Dan ternyata, Bang PD-nim menyetujuinya dengan syarat. Sepupu Namjoon itu tak akan membawa dampak buruk bagi BTS.

***

“Hyung, sepupumu itu akan kemari kapan?”, tanya Jimin antusias. “Kau kenapa Park Jimin? Apa kau akan menarik hati sepupu Namjoon?”, sindir Yoongi. “Ia akan kemari minggu-minggu ini. Seharusnya sih hari ini tiba di Seoul. Ada sesuatu yang harus ia urus mendadak. Jadi ia menunda keberangkatannya”, jelas Namjoon.

Tiba-tiba saja, ponsel Namjoon berbunyi. “Yeoboseyo..”, ucapnya. Setelah terlibat percakapan panjang, Namjoon meletakkan ponselnya di saku celananya. “Sepupuku akan berangkat besok pagi dan mungkin akan tiba tengah malamnya.”, ucap Namjoon. “Keunde hyung! Dimana ia akan tidur?”, tanya Jimin yang membuat semuanya tersadar. Akan mereka taruh dimana sepupu Namjoon itu?

Dan setelah pertanyaan Jimin itu, semua member sibuk membenahi dorm mereka. Dorm mereka memang cukup besar. Ada 5 kamar, kamar pertama yang ukurannya paling besar, mereka gunakan sebagai dress room mereka. Kamar kedua, tempat Jimin dan Jungkook tidur. Kamar ketiga adalah 2 hyung tertua mereka, Jin dan Yoongi. Kamar keempat adalah tempat Hoseok tidur. Ya, dia memang memilih untuk tidur sendirian. Sementara kamar terakhir adalah tempat Namjoon dan Taehyung. “Sepupumu tidur di kamarku saja. Aku yang akan pindah dan membereskan kamarku”, usul Hoseok. Jin mengangguk, “Benar juga.. kamarmu lumayan rapi, jadi akan lebih mudah membereskan kamarmu”. “J-Hope hyung pindah saja dengan Namjoon hyung, Taehyung pindah ke kamar kami”, usul Jimin yang disetujui oleh yang lainnya.

Keesokkan harinya..

Namjoon sudah berangkat sejak satu jam yang lalu. Ia menunggu di dalam mobil yang ia pinjam dari managernya. Ia pergi bersama Yoongi.

Sementara itu, di dorm BTS, semua member berkumpul di ruang tengah. Mereka menunggu kedatangan Kim Sera. “Hyung, bolehkah aku bertanya sesuatu?”, tanya Jimin kepada Jin yang sibuk memainkan ponselnya.

“Wae?”, tanya Jin balik. “Kenapa Namjoon hyung harus membawa sepupunya ke dorm kita? Maksudku, kenapa tidak tinggal dekat dorm kita saja?”.

Jin menghela napasnya. Ia sudah menduga bahwa dongsaengnya pasti memiliki pemikiran seperti itu. apalagi Taehyung yang terlihat selalu diam ketika membahas Kim Sera.

“Kim Sera itu, ia gadis sebatang kara. Ayah ibunya sudah tiada sejak ia kecil. Selama ini ia disekolahkan di sebuah asrama di Amerika. Kalian ingat? Saat kita ke Amerika, aku dan Namjoon pergi sebentar? Itu adalah saat Namjoon mengunjungi Sera setelah sekian lama tidak bertemu. Disaat liburan, ia hanya tinggal di asramanya. Kebetulan pemilik sekolah tersebut adalah salah seorang keluarganya. Tapi, saat ini, akan ada pergantian pemilik sekolah dan Sera tak mau di sana sendirian. Maka dari itu, Sera dikirim ke Seoul. Dan Namjoon bilang, ia harus selalu mengawasi Sera. Aku belum tau alasan kuatnya, tapi saat aku bertemu Sera saat itu, aku yakin ada sesuatu dalam diri Sera yang mengharuskan Namjoon mendampinginya.”, jelas Jin.

Tak lama setelah Jin selesai menjelaskan semuanya, ponselnya berbunyi. Pesan masuk dari Namjoon kalau ia sedang dalam perjalanan kembali dari dorm.

***

Sera POV

Huaa… capeknya.. perjalanan kali ini benar-benar menguras tenagaku. Ah, aku belum minum obatku.

Segera aku berlari menuju toilet terdekat untuk meminum obat. Setelah itu, aku menyalakan ponselku dan menghubungi Namjoon oppa dimana ia berada. Aku harus menghampirinya karena ia tak mungkin keluar dari mobilnya. Yaah, aku tau dia sekarang adalah leader dari boyband ternama Bangtan Boys.

Aku segera membawa troliku dan segera menuju ke tempat dimana mobilnya diparkir. Ah, ia datang bersama Yoongi oppa, salah satu rekannya di BTS. Aku membungkukkan badanku memberi hormat kepada namja yang lebih tua 4 tahun dariku itu dan segera memeluk Namjoon oppa.

Selama di perjalanan, aku lebih banyak diam. Ya, memang beginilah sifat asliku. Aku tak terlalu mudah untuk terlibat pembicaraan dengan orang lain. Semenjak appa dan eomma pergi. Haah, appa.. aku pulang.

Tak lama, kami tiba di dorm tempat Joon oppa tinggal. Aku segera mengikuti langkah Joon oppa untuk memasuki dorm BTS.

“Annyeonghaseyo, Kim Sera imnida..”, ucapku sopan. Ah, aku pasti merepotkan Joon oppa. Mianhaeyo oppa.

“Annyeong Sera-ya.. aku Jin, kau masih ingat aku kan?”, tanya seorang namja tampan. Aku tersenyum dan mengangguk. Tentu saja aku ingat. Ia pernah mengunjungiku bersama Namjoon oppa saat mereka punya schedule di Amerika.

“Annyeong.. namaku Jung Hoseok. Aku biasa dipanggil J-Hope”, ucap seorang namja yang tersenyum lebar. Senyumannya itu indah sekali, “Annyeong, Hoseok oppa..”, ucapku sambil tersenyum.

“Nan Jimin imnida.”, ucap namja yang terlihat atletis dan lucu. “Aku Jungkook. Golden Magnae”, susul seorang namja berambut kemerahan. “Dan aku Taehyung..”, ucap seorang namja di ujung yang sedari tadi tampak diam.

“Dia seumuran denganmu Kookie..”, ucap Yoongi oppa. Yang lainnya nampak terkejut dengan ucapan Yoongi oppa. Apa aku terlihat tak cocok dengan umurku?

Author POV

Sera meletakkan kopernya di kamar yang ditunjukkan Namjoon. Setelah itu, ia bergabung dengan yang lainnya di ruang tengah.

Suasana di ruang tengah tampak ramai. Member BTS sibuk memberikan pertanyaan kepada Sera tentang dirinya. Dan Sera menjawab semuanya dan terkadang bercerita sedikit pengalamannya selama ia tinggal di Amerika.

Ternyata, Kim Sera adalah blasteran Korea-Jepang. Ayahnya adalah warga Korea yang dulu bekerja di Jepang, lalu bertemu dengan ibunya.

“Sera-ya, kau hilangkan embel-embel –ssi dari nama kami.. kesannya kok formal sekali”, ucap Yoongi sambil meneguk soda di tangannya. “Arraseo, oppa..”, ucap Sera sambil tersenyum.

Tak terasa, waktu sudah mengharuskan mereka kembali ke kamar masing-masing. “Oppa, besok kalian ada jadwal jam berapa?”, tanya Sera. “Besok kami free. Tapi biasanya kami bangun pukul 8 pagi. Waeyo?”, tanya Namjoon. Sera menggelengkan kepalanya, “Aniyo.. besok aku ingin mengunjungi imo dan samchon.”. “Aku antar ya?”, tawar Namjoon. Sera menganggukkan kepalanya. Namjoon segera menyuruh Sera untuk tidur dan segera menuju ke kamarnya.

***

Jin bangun paling pertama daripada member lainnya. Ia segera menuju ke dapur untuk menghilangkan rasa hausnya. Setibanya di dapur, ia terkejut melihat Sera sedang memasak dengan memakai apron pink milik Jin.

“Sera-ya?”, panggilnya. Sera sedikit terkejut dan membalikkan tubuhnya. “Ah, Jin oppa.. mian, aku hanya ingin memasak untuk kalian. Kupikir, akan sangat merepotkan kalian jika aku sudah menumpang tapi tak melakukan apapun.”, ucap Sera.

Jin mengangguk dan mendekati Sera. “Whoa.. kau masak ini?”, ucap Jin terkejut. Sera menganggukkan kepalanya imut. “Kemarin, Jimin oppa dan Hoseok oppa bilang ingin makan masakan jepang kan? Dan tadi pagi saat aku buka kulkas, ada bahan-bahan ini. Jadilah aku membuat masakan ini. Apa aku salah oppa?”, tanya Sera takut.

“Ani. Kau sama sekali tak salah Sera-ya.. whoa.. daebak..”, Jin mencicipi masakan Sera. “Ini enak sekali Sera-ya.. aigoo, kau pintar memasak rupanya”, puji Jin.

“Gomawo-yo oppa..”, Sera tersenyum lebar saat mendengar pujian dari Jin. “Ah, oppa mandi saja dulu.. aku akan membereskan semuanya.”, ucap Sera. Jin mengangguk mengiyakan dan segera melesat mandi.

Sera membereskan Sup Miso yang ia buat. Ia mengambil 7 piring lalu meletakkan di atas meja. Dan segera membereskan dapur. Tepat saat ia selesai melipat apron, member BTS sau persatu bangun karena aroma masakan Sera.

“Kenapa piringnya hanya 7?”, tanya Jungkook setelah menghitung piring yang tersedia di atas meja makan. “Kau tidak makan?”, tanya Namjoon menghampiri Sera. “Aku akan makan setelah kalian makan saja. Gwenchana”, ucap Sera. Namjoon menggeleng tegas, “Ani! Kau harus ikut makan bersama kami Sera.” Namjoon segera mengambil piring lagi dan mengajak Sera untuk duduk di meja makan.

“Kau tak perlu merasa tak enak dengan kami Sera. Kami justru senang kalau kau makan satu meja dengan kami”, jelas Yoongi. Sera mengangguk dan tersenyum sedikit tak enak.

“Ini kau yang masak semua?”, tanya Hoseok sambil menatap Sera. Sera hanya mengangguk ragu. “Kalau tak enak.. aku minta maaf oppa”, ucap Sera. Hoseok menggelengkan kepalanya, “Ani, ini sup miso terenak yang pernah kurasakan.” “Gomawo oppa”

Selesai sarapan, Sera membersihkan meja makan dibantu Jimin. “Aku saja oppa. Oppa mandi saja”, ucap Sera. Jimin tersenyum sambil mengacak rambut Sera, “Hari ini kami free.. jadi santai saja Sera-ya..”.

Sera dan Jimin membersihkan dapur dengan suasana sedikit canggung. Yah, mereka hanya berbicara seperlunya dan sisanya mereka terdiam.

Sera menuju ke kamarnya setelah membereskan dapur. Ia berganti baju karena ia akan pergi menemui paman dan bibinya.

***

“Sera!”, Mrs. Kim memeluk keponakannya itu dengan sangat erat. Ia sangat merindukan keponakannya yang satu ini. “Astaga.. kenapa kau kurus seperti ini huh? Apa keluargamu di Amerika tak pernah memberimu makan?”, pekiknya heboh sambil memutar-mutar tubuh Sera. Sera hanya tertawa menanggapi kehebohan bibinya itu.

“Eomma, Sera masih lelah. Lebih baik bertanyanya di dalam saja”, ucap Namjoon. “Ah… keure.. kajja.. kita masuk..”, ajak Mrs. Kim sambil membawa Sera masuk. “Appa dimana eomma? Joonri?”, tanya Namjoon saat mereka masuk dan duduk di tuang tamu. “Appamu bekerja Namjoon.. Joonri? Ini kan jam sekolah, kau bagaimana. Dan dia akan pulang malam. Persiapan untuk ujiannya.”, jelas Mrs. Kim.

“Imo..”, Sera memeluk Mrs. Kim erat. “Sera-ya.. wae irae?”, Mrs. Kim terkejut dengan apa yang dilakukan Sera. Namjoon juga tak kalah terkejutnya sama seperti ibunya.

“Aku kangen eomma…”, ucap Sera dan tiba-tiba ia menangis cukup keras. Mrs. Kim mengelus punggung Sera. Namjoon panik melihat sepupunya menangis hanya bisa diam dan memperhatikan eommanya dan Sera.

“Ada imo disini Sera.. anggap aku eommamu Sera.”, ucap Mrs. Kim lembut sambil tetap membelai punggung Sera. “Namjoon-a.. Sera bawa obatnya kan? Bawakan kemari, eomma takut Sera kambuh”, ucap Mrs. Kim.

“Sudah Sera.. jangan menangis lagi.. jangan sampai terjadi apa-apa pada dirimu. Imo akan sangat bersedih jika sesuatu hal buruk terjadi padamu sayang”, ucap Mrs. Kim sambil membelai punggung Sera.

“Eomma, ini obatnya..”, Namjoon datang membawa sebuah kotak yang berukuran sedang yang berisi banyak vitamin dan obat untuk Sera. “Ambilkan air putih..”, ucap Mrs. Kim dan Namjoon segera menurutinya.

Selagi menunggu Namjoon membawakan air putih, Mrs. Kim mengeluarkan satu-persatu obat Sera. Total, ada 5 obat yang harus ia minum. “Kau pasti belum makan siang kan Sera?”, tanya Mrs. Kim yang dijawab dengan anggukan imut Sera. “Baiklah, kau tunggu Namjoon, imo akan siapkan makan siang untukmu dan Namjoon”, ucap Mrs. Kim.

Tak lama setelah Mrs. Kim pergi, Namjoon datang dengan segelas air putih. “Igeo… habiskan semua obatmu dan air putih ini”, ucapnya. “Arraseo oppa…”, ucap Sera. Setelah menghabiskan obatnya, Sera diajak Namjoon ke taman belakang rumahnya untuk sekedar membuat suasana hati Sera menjadi lebih baik.

“Oppa…”, panggil Sera. “Hm..? kenapa Sera?”.

“Apa oppa tak pernah berpikir kalau aku akan membawa dampak buruk untuk karirmu? Aku tak mungkin tinggal di dorm BTS selamanya oppa. Dan aku tak mau menjadi beban bagi teman-teman oppa”, ucap Sera pelan.

Namjoon tertawa. “Ya, Kim Sera.. kenapa kau sampai berpikir seperti itu? aku akan selalu melindungimu Sera-ya… kau ingat janjiku itu kan?”, tanyanya. “Tapi oppa…”. “Bang PD-nim bahkan mengizinkanmu. Urusan fans? Kau itu saudaraku Sera. Tak mungkin mereka berpikiran macam-macam tentang dirimu.”, jelas Namjoon lagi.

“Sera.. Namjoon.. makan siang sudah siap. Cepat kemari sebelum makanannya dingin”, terdengar suara Mrs. Kim memanggil mereka dari dalam rumah.

“Sudahlah.. kau tak usah pikirkan masalah itu. sekarang kita makan saja.. kajja”, ajak Namjoon sambil menarik Sera.

***

Sera dan Namjoon baru saja tiba di dorm BTS saat jarum jam menunjukkan pukul 8 malam. Sera dan Namjoon terkejut dengan penampilan dorm BTS yang penuh dengan balon warna-warni dan pernak-pernik pesta.

“Apa member BTS ada yang sedang ulang tahun oppa?”, tanya Sera. Namjoon hanya menggeleng bingung.

“Welcome to our house Kim Sera!!”, ucap member BTS sambil meniupkan terompet kecil. “Ya.. ada apa ini?”, tanya Namjoon bingung. “Ini hanyalah perayaan kecil untuk menyambut Sera di dorm ini hyung.. karena kemarin kami belum sempat menyiapkan apapun untuk Sera”, jelas Taehyung. Sera tersenyum sambil meneteskan airmatanya. Ia terlalu bahagia.

“Sera-ya.. kau tak suka? Mian”, ucap Jimin yang menyadari airmata Sera. Sera menggeleng dan menghapus airmatanya kasar, “Aniyo… aku hanya terlalu bahagia dengan ini. Jeongmal gomawoyo oppa”. Sera menangis semakin keras hingga ia sedikit sesenggukkan. “Sera-ya.. uljima… jebal..”, Namjoon menenangkan sepupunya yang memang sangat emosional itu.

Sambil mengatur napasnya, Sera melangkah menuju member BTS dan membungkukkan badannya sambil mengucapkan terimakasih.

Tak lama, mereka terlarut dalam suasana bahagia dan kehebohan yang dibuat oleh Hoseok dan Taehyung.

Saat jarum jam menunjukkan pukul 11 malam, Namjoon menyuruh mereka semua untuk tidur. “Sera-ya.. besok hari pertamamu sekolah kan? Sana tidur..”, ucap Namjoon. “Besok Sera sekolah? Kau di SOPA bukan? Berangkatlah bersama Jungkook.”, usul Jin. “Ani oppa, aku berangkat sendiri saja.. takut terjadi hal-hal yang merugikan oppadeul jika aku berangkat bersama Jungkook”, ucap Sera. Namjoon menggeleng gemas, sepupunya ini benar-benar. “Ya, Sera.. bahkan besok kau akan kuantar. Kuantarkan sampai ke ruang kepala sekolahmu. Pasti semua orang akan tau kau sepupuku dan tinggal di dorm BTS. Sudahlah, besok aku akan mengantarmu dan Jungkook”, ucap Namjoon.

Sera hanya menganggukkan kepalanya pasrah.

***

Pukul 6 pagi sudah terjadi kegaduhan di dapur. Ya, Sera kembali memasak. Sudah menjadi kebiasaannya dari dulu untuk bangun pagi dan memasak.

Jam 6.30, ia menyelesaikan masakannya dan segera berganti baju. Selagi ia berganti baju, para member BTS satu persatu keluar dari kamar mereka dan menggeleng tak percaya dengan apa yang dilakukan Sera.

“Sera-ya.. jangan memaksakan dirimu untuk memasak sarapan Sera..”, ucap Yoongi saat mereka sedang sarapan. Sera menggeleng sambil tersenyum, “Aniyo oppa.. aku tak memaksakan diriku.. aku malah senang jika seperti ini.” Yoongi mengangguk, “Arraseo.. tapi jika kau kelelahan, jangan sampai seperti ini nde?”.

“Aigoo… Suga hyung.. perhatian sekali kau dengan Sera”, ledek Namjoon. Member lainnya tertawa lebar. Sera ikut tertawa mendengar penuturan oppanya itu.

Setelah selesai sarapan, Sera segera ke kamarnya untuk mengambil blazer, tas dan sepatunya. “Kau akan pakai kaos kaki seperti itu Sera?”, tanya Namjoon saat melihat penampilan Sera. Seragam SOPA lengkap dengan blazer dan kaos kaki putih sepanjang lutut. “Ah, luka di betis kananku belum sembuh benar oppa. Aku malu jika harus keluar dengan betis terluka.”, jelas Sera. Namjoon hanya mengangguk. “YA! Magnae! Ppali-wa!”, teriak Namjoon memanggil golden magnae.

“Aish hyung.. sabarlah..”, gerutu Jungkook. Ia mengambil tasnya dan segera memakai sepatunya asal.

Di dalam mobil, Sera sibuk bertanya kepada Jungkook bagaimana sistem pelajaran di SOPA. Dan Jungkook, sangat antusias menjawabnya. “Ya, Jungkook-a.. kau formal sekali memanggil Sera. Sera-ssi.. kau tak tau kalau hal itu membuatnya risih?”, ucap Namjoon. “Oppa.. gwenchana..”, ucap Sera menepuk pundak Namjoon. Ia menoleh ke belakang dan memperhatikan Jungkook. “Jadi, aku harus memanggil Sera biasa saja?”, tanya Jungkook.

“Ani! Kau lebih muda 6 bulan dariku Jungkook-a..”, ucap Sera. Ya, dia memang agak sensitif dengan umur. “Sera nuna?”, tanya Jungkook. Sera bertepuk tangan senang saat mendengar ucapan Jungkook. “Aigoo kookie-ya..”, ucap Sera senang.

“Ya.. ya.. ya.. hentikan candaan kalian.. kita sudah sampai.. Jungkook-a, kau duluan saja.. aku akan mengantar Sera menemui seonsangnim.”, ucap Namjoon. Jungkook mengangguk dan segera keluar dari mobil.

Setelah Jungkook keluar, Namjoon dan Sera menyusul keluar dan segera menuju ke ruang guru. Beberapa murid yang menyadari keberadaan Namjoon dan Sera tapi lebih memilih kegiatan mereka dibanding memperhatikan Sera.

Mereka sampai di ruang guru dan segera bertemu dengan Yang saem. Wali kelas Jungkook dan akan menjadi wali kelas Sera juga. “Baiklah Kim Namjoon-ssi, kita sudah mencocokkan semua jadwal Sera dan keperluan Sera selama di sekolah ini. Dan sebentar lagi Sera akan saya antarkan ke kelasnya.”, ucap Yang saem sambil membereskan bukunya. Namjoon mengangguk, “Saya titip Sera selama di sini seonsangnim. Sera-ya, oppa pulang dulu ne”. Sepeninggal Namjoon, Yang saem segera mengajak Sera untuk menuju ke kelasnya.

“Kim Sera, kau tenang saja.. murid-murid di sini tak seperti yang kau bayangkan. Mereka akan lebih fokus pada urusan diri mereka dibandingkan harus mengobrak-abrik urusan pribadimu dan hubunganmu dengan sepupumu itu. kalau ada di antara mereka yang berbuat hal yang aneh-aneh, kau laporkan padaku saja.. arachi?”, tanya Yang saem. Sera menganggukkan kepalanya. Ia senang dengan wali kelas barunya itu, menurutnya, Yang saem adalah wanita yang baik.

Kelas III A. itulah yang dilihat Sera sebelum masuk ke kelas barunya. Suasana kelas cukup berisik saat itu.

TOK! TOK!

Yang saem memukul tongkat pendek yang terdapat di meja guru dan seketika kelas menjadi diam. “Hari ini kita kedatangan murid baru. Namanya Kim Sera. Sera-ssi, silahkan perkenalkan dirimu”, ucap Yang saem.

Sera membungkuk terlebih dahulu, “Annyeonghaseyo… Kim Sera imnida. mannaseo bangapseumnida”. “Baiklah Sera-ssi, kau duduk bersama Jeon Jungkook-ssi. Jeon Jungkook, angkat tanganmu”, titah Yang saem. Jungkook mengangkat tangannya segera. Melihat itu, Sera segera menghampiri Jungkook yang duduk di pojok belakang kelas.

“Sekarang, kalian buka buku praktek kalian. Pelajari halaman 10. Materi pengambilan nilai bulan ini adalah vokal berpasangan. Kalian pasti tau bukan siapa yang harus kalian cari? Batas pengambilan nilai adalah 7 hari sebelum akhir bulan ini. Lewat dari itu, maka aku mohon maaf. Sebagai wali kelas pun aku tak bisa membantu banyak.”, jelas Yang saem.

“Apakah ada pertanyaan?”, tanya Yang saem. Seorang siswi berambut coklat kemerahan mengangkat tangannya, “Waeyo Ahrin-ssi?”. “Apakah ada persyaratan lain untuk memenuhi kriteria nilai sempurna dalam pengambilan nilai nanti saem?”, tanyanya. “Untuk itu, bukankah tugas kalian untuk mencari di buku dan bertanya pada senior kalian?”, ucap Yang saem. Semua murid mengangguk paham.

Begitu Yang saem keluar kelas, semua murid di kelas itu segera membuka buku praktek mereka. Sera juga melakukan hal yang sama. Hal yang lumrah dilakukan siswa-siswi tingkat akhir di SOPA. Mereka akan memenuhi hari-hari mereka dengan latihan untuk praktek dan ujian akhir mereka untuk menentukan lulus tidaknya mereka dari sekolah tersebut.

Sera fokus membaca buku prakteknya. Disitu tertulis syarat dan kriteria untuk lulus dari ujian yang akan ia jalani. Ujian pertamanya.

“Nuna..”, terdengar panggilan Jungkook pelan. Sera segera menengok ke arah Jungkook. “Kau mau mengambil nilai bersamaku nuna?”, tanyanya. Sera segera mengangguk dan tersenyum senang. Jungkook juga tersenyum dan segera melanjutkan membaca buku prakteknya sampai bel berbunyi nyaring.

“Kau mau ke kantin bersamaku nuna?”, tawar Jungkook. Sera menggeleng, “Mian.. aku harus mencari Lee saem untuk menyusul nilai praktek kalian bulan lalu.” Jungkook mengangguk paham dan segera menuju ke kantin, meninggalkan Sera.

Sera membereskan buku yang sudah ia keluarkan dan segera mencari Lee saem. Orang yang katanya mengurus nilai praktek bulan sebelumnya.

***

Sera segera memasuki gedung Big Hit. Ia memiliki janji dengan orang penting Big Hit, Bang PD-nim.

“Annyeonghaseyo PD-nim..”, ucap Sera saat memasuki ruangan CEO Big Hit itu. “Oh, kau Sera-ya.. kau kesini sendirian?”, tanya pria dihadapannya. Sera mengangguk.

“Ini, seperti yang pernah kau katakan padaku.. ini berkas yang kau butuhkan. Kau yakin, Namjoon tak perlu tau?”, tanya Bang PD-nim. “Animnida sajangnim.. jika Namjoon oppa tau, ia akan semakin protektif”, Sera curhat. “Wajarlah jika oppamu protektif. Kau tak lupa kejadian yang dulu?”, ucap PD-nim. Sera hanya menganggukkan kepalanya dalam diam. Tak lama, ia pamit undur diri.

Di perjalanan, Sera mampir di sebuah kafe dan membaca berkas tersebut. berkas tersebut berisi perjanjian antara dirinya dengan JYP Ent. termasuk Big Hit Ent. sebuah kontrak yang mengikat dirinya 2 tahun ini. Menjadi koreografer artis managemen tersebut.

Selama Sera di Amerika, ia bersekolah di sebuah sekolah seni dengan biaya yang ia dapat dari keluarganya di Jepang dan bantuan Bang PD-nim. Ia sempat menempuh pendidikan menari di sebuah lembaga terkenal di LA berkat bantuan Bang PD-nim. Setelah itu, ia menandatangani kontrak dan bekerja di Big Hit tanpa sepengetahuan keluarganya.

Dan sampai sekarang ini, ia masih bekerja untuk Big Hit. Tapi saat ini ia hanya mengarahkan dan membentuk koreo. Karena suatu hal..

USA, 2013

Sera memasuki tahun ajaran baru di sekolahnya. Ia berjalan berkeliling Washington sambil mencari keperluannya.

Di tengah perjalanannya, Sera mendapat e-mail melalui ponselnya. E-mail dari Namjoon bahwa grupnya akan debut tak lama lagi. Sera melanjutkan langkahnya sambil terus menatap layar ponselnya. Saat hendak menaruh kembali ponselnya, seorang perampok mengambil ponselnya dengan paksa dan segera pergi. Tanpa pikir panjang, Sera berlari kencang mengejar perampok tersebut. Tapi sayang.. saat melewati sebuah toko yang sedang direnovasi, langkah Sera terhenti karena tertimpa papan billboard berukuran sedang.

Sera diopname selama hampir 2 bulan di rumah sakit dan rawat jalan hampir setengah tahun. Ia mengalami trauma yang luar biasa. Dan selama 2 bulan itu, bibinya dari Jepang yang merawatnya. Tubuhnya harus selalu mengkonsumsi vitamin D yang diberikan rumah sakit agar tulangnya mengalami kemajuan yang signifikan. Untung saja Sera tak lumpuh.

“Kau sembuhkan saja sakitmu itu.. masalah pekerjaanmu, kita bicarakan nanti.”, kalimat itulah yang keluar dari mulut Bang PD-nim saat Sera memberitahukan tentang keinginannya untuk resign.

Dan sejak saat itu, Namjoon selalu mengontrol kondisi Sera. Ia merasa sangat bersalah akan apa yang terjadi pada Sera.

Saat Namjoon ke Amerika, Sera dipaksa oleh orangtua Namjoon untuk pindah ke Korea. Selain karena mereka ingin merawat Sera, keluarga Sera dari Jepang juga sedang mengalami kesulitan ekonomi. Maka, Sera menyetujui usul Namjoon untuk tinggal di Korea.

Masalah Sera yang bisa tinggal di dorm BTS, Bang PD-nim sudah mengetahui sebelumnya dari surat yang diberikan Sera. Dan saat Namjoon datang menemuinya, ia memperbolehkannya karena ia juga sudah memperhitungkan semuanya.

***

“Aku pulang…”, Sera memasuki dorm BTS sambil melepas sepatunya. Saat ia memasuki ruang tamu, semua member BTS yang sedang sibuk dengan urusannya masing-masing langsung melihat ke arah Sera. “Kau ditunggu RapMon hyung di kamarmu”, ucap Taehyung saat mendapati tatapan bingung Sera.

“Sera…”, Namjoon segera membuka mulutnya saat melihat Sera masuk ke kamar. “Oppa.. waeyo? Apa ada salah?”, tanya Sera sambil menghampiri Namjoon.

“Kau tak membawa obatmu?”, tanya Namjoon langsung. Sera hanya menggelengkan kepalanya. “Sera-yaa.. jangan buat aku semakin cemas akan dirimu. Sudah cukup aku pusing saat kau sakit di Amerika tapi tak ada satupun keluargaku yang datang menemanimu. Jangan buat aku sedih jika kau sekarang kenapa-kenapa Kim Sera”, ucap Namjoon panjang lebar.

Sera memeluk Namjoon erat. “Oppa jangan begini.. mian, aku memang lupa bawa obatku. Tapi aku hari ini tak kenapa-kenapa oppa.. besok aku akan membawa obatnya.. aku janji oppa”, ucap Sera.

Di luar kamar Sera, member BTS membicarakan leader mereka itu dan memberikannya julukan ‘Brother complex’.

Tak lama, Sera keluar dari kamarnya bersama Namjoon. Mereka segera menyusul member BTS lainnya. Sera menghampiri Yoongi dan Hoseok yang sedang bermain kartu. “Yoongi oppa.. bolehkah aku minta tolong padamu?”, tanya Sera. “Kenapa? Kalau aku sanggup, aku akan membantumu”.

Sera mengeluarkan ponselnya dan memberikan pada Yoongi. “Oppa pilih satu dari sekian foto-fotoku di ponselku ini. Itu saja. Hoseok oppa, nanti bantu aku juga yaa”, ucap Sera riang.

Yoongi membuka galery foto di ponsel Sera dan melihat-lihat foto. “Kau.. model majalah?”, tanya Yoongi. Sera mengangguk, “Ne.. aku sempat menjadi model di sebuah majalah Jepang selama hampir 1 tahun”.

“Whoa.. berarti ujian susulanmu itu gampang sekali dong nuna”, timpal Jungkook yang memperhatikan mereka. Sera hanya tersenyum kecil.

Setelah Yoongi dan Hoseok memilihkan foto, Sera menyimpan ponselnya di saku celananya dan menikmati malam bersama member BTS.

Sera membuka laptopnya dan segera membuka aplikasi e-mail. Ia segera mengirimkan foto yang sudah dipilih Yoongi dan Hoseok kepada Lee Saem. Setelah itu, ia segera membuka lagi berkas dari Big Hit dan membacanya sekali lagi. ia segera menghubungi seseorang, “Saya pikir, tak ada salahnya untuk menerima tawaran anda”.

***

Hari ini kelas Sera dan Jungkook free. Free dalam artian semua murid pergi mencari inspirasi untu memenuhi kriteria nilai ujian praktek berikutnya.

Sera dan Jungkook pergi menuju atap sekolah. Mereka mencari musik yang tepat untuk ujian praktek mereka.

“All For You..”, celetuk Sera.

“Itu lagu siapa nuna?”

“Soundtrack Reply 1997. Yang nyanyi Seo Inguk sama Jung Eunji A-Pink”, jelas Sera. Jungkook mengangguk. “Baiklah.. kita coba saja nanti malam di dorm.”

Angin di atap sekolah cukup kencang. Sebenarnya hal itu menyulitkan siklus pernapasan Sera yang mempunyai asma. Dan benar saja.. tiba-tiba Sera sesak napas.

“Nuna.. gwenchana? Kau sakit nuna?”, tanya Jungkook panik. “Ah..ni.. khau.. ambil obat..ku di dha..lam thas..ku..”, ucap Sera terbata-bata.

Jungkook mengambil tas Sera yang ia letakan di sampingnya dan segera mencari obat yang dimaksud Sera.

Sera menerima inhaler yang diberikan Jungkook dan segera memakainya. Setelah 1 menit, barulah ia merasa lebih baik.

“Kita pulang saja ya nuna.. kalau Namjoon hyung tau..”, Sera menggeleng menanggapi ucapan Jungkook. “Aku tak masalah Jungkook..”.

Baru saja Jungkook hendak membantah ucapan Sera. Ponselnya berbunyi nyaring. Panggilan dari managernya. “Ne hyung.. waeyo?”.

“…”, Jungkook mendengarkan manager hyungnya dengan seksama.

“Harus sekarang?”, tanya Jungkook sambil melihat Sera. Jungkook mengela napasnya, “Baiklah hyung, aku kesana sekarang”.

“Nuna.. mian, aku harus ke Big Hit sekarang.. katanya ada sesuatu yang penting yang akan disampaikan Bang PD-nim. Aku tak bisa membawamu karena kau tak boleh keluar sekolah pasti.”, jelas Jungkook. Sera tersenyum maklum. “Sudah, kau pergi sana.. kebetulan aku mau bertemu Yang saem. Ada beberapa administrasi yang belum kuselesaikan”.

Mereka berdua segera turun. Setelah mengantar Sera ke ruang guru, Jungkook segera menuju ke gedung Big Hit.

“Sera-ssi, tadi aku ditelpon seseorang yang mengatakan kalau kau harus pergi ke Big Hit. Kenapa kau tak bareng Jungkook-ssi saja?”, tanya Yang saem. Sera menggeleng, “Masalahnya berbeda saem. Kalau begitu, saya ijin dulu saem.”

***

Jungkook masuk ke dalam ruangan Bang PD-nim. Ia duduk di sebelah Taehyung.

“Nah, kalian sudah lengkap..”, ucap Bang PD-nim. “Ada apa sebenarnya PD-nim?”, tanya Namjoon selaku leader. “Kalian masih ingat janjiku yang akan membentuk tim koreo untuk kalian?”, tanya PD-nim. Para member BTS mengangguk. Mereka mulai paham, maksud atasan mereka adalah untuk memperkenalkan tim pembentuk koreo mereka. yah, selama ini mereka memang bergabung dengan pemilik entertainment mereka, JYP.

“Sebenarnya, orang-orang yang akan membantu kalian ini sudah sejak lama ada kan. Tapi, 2 dari mereka memilih untuk melanjutkan kontrak di JYP saja. Dan semalam aku dapat pemberitahuan bahwa ada 1 yang akan bergabung dengan Big Hit dan menyelesaikan kontraknya dengan JYP di bulan ini.”, jelas Bang PD-nim yang sebenarnya tak dimengerti oleh member BTS.

“Orang ini, dia sudah membentuk koreo untuk kalian semenjak album terbaru kalian. Dan karena semalam ia sudah memberikan kepastian, maka kami memutuskan untuk memperkenalkan pada kalian”, lanjutnya. “Dan orang ini, dia ingin kalian menonton videonya yang menarikan koreo kalian. Dan ia meminta pendapat kalian”, ucap Bang PD-nim.

“Tapi, aku menolaknya. Aku memintanya untuk menarikannya langsung di depan kalian bersama dengan Son Seung Deuk dan orang-orang yang dipilihnya”, lanjut Bang PD-nim.

Salah seorang pegawai Big Hit datang menemui Bang PD-nim, “Mereka sudah siap sajangnim”. Bang PD-nim mengangguk, “Baiklah.. kita kesana”.

Mereka semua segera menuju ke sebuah practice room tempat para trainee atau artis Big Hit berlatih. Di dalam ruangan tersebut sudah ada Son Seung Deuk, orang yang mengarahkan koreo untuk BTS.

Seorang gadis berjalan ke arah Son Seung Deuk dan membicarakan sesuatu. Jimin memperhatikan gadis itu dan sadar kalau gadis yang sedang berbicara dengan Son Seung Deuk adalah Sera.

“Hyung.. bukankah itu Sera?”, tanya Jimin berbisik pada Namjoon. Bang PD-nim tersenyum saat melihat ekspresi terkejut dari Namjoon. Sekarang oppa mu tau semuanya Sera-ssi, batin Bang PD-nim.

Sera POV

Huft, hari ini aku akan membuka rahasiaku selama ini. Aku akan menunjukkan pada Namjoon oppa kalau aku sudah sehat dan kuat lagi.

Aku mengenakan celana selutut dan kaos yang menutupi setengah lenganku. Son Seung Deuk sunbaenim mengatakan padaku untuk menarikan posisi Jungkook. Dan lagu berikutnya, aku menarikan posisi Yoongi oppa.

Musik dimulai. Lagu pertama adalah Boy in Luv. Koreo ini memang aku yang membuatnya. Lagu ini yang memberikanku semangat untuk melanjutkan pekerjaanku.

Selama menarikan lagu ini, aku hanya melihat Namjoon oppa sekilas dan sisanya aku fokus terhadap gerakanku. Selesai lagu ini, Son sunbae memberikan waktu untukku meminum vitaminku dan minum air putih.

Lagu kedua diputar, No More Dream. Aku memperhatikan oppadeul dan Jungkook. Ya, mereka tampak sangat terkejut.

Setelah semuanya selesai, Bang sajangnim –begitu aku memanggilnya– memperkenalkanku sebagai koreografer mereka.

“Ia akan menjadi koreografer kalian sampai ia lulus ujian akhir di SOPA.”, jelas Bang sajangnim. Ya, karena setelah aku lulus ujian, aku akan memulai mimpiku. Mimpi yang tak diketahui siapapun.

Author POV

Bang PD-nim dan yang lainnya undur diri. Mereka memberikan waktu untuk Sera menjelaskan semuanya. Terutama pada Namjoon.

“Jelaskan padaku kenapa kau melakukan ini Kim Sera”, ucap Namjoon. Sera menghela napasnya dan duduk tepat di hadapan Namjoon.

“Ini mimpiku oppa. Satu dari sekian mimpiku. Kenapa aku rela tinggal di Amerika sendirian? Karena sekolah itu adalah sekolah seni. Aku belajar semuanya disana. Tapi, tahun lalu, aku hampir melepasnya. Kejadian di Washington membuatku hampir putus asa. Tapi untung saja Tuhan berkehendak baik. Aku tidak lumpuh, hanya butuh sedikit terapi dan suplemen. Sejak saat itu, aku keluar dari sekolah karena sudah terlalu sedih jika melihat semuanya. Aku ingin memulai hal baru. Dan aku memutuskan untuk kemari. Jadi, dukung aku oppa. Please, this is my dream”, ucap Sera.

Namjoon menghela napasnya, sudah cukup ia menutup mata selama ini. Ya, ia tahu apa mimpi sepupunya itu. tapi, ia tak tega jika Sera harus berhadapan dengan dunia yang sudah ia geluti selama lebih dari setahun ini. Dunia entertainment yang sangat keras.

“Kupikir, mengirimmu ke sekolah dance di LA sudah cukup memuaskanmu Sera-ya..”, ucap Namjoon. Sera tersenyum, “Itu awal oppa. Awal dari semuanya”.

Namjoon POV

Aku balas senyumnya dan memeluknya. Memeluk sepupu paling keras kepala yang pernah kukenal.

“Terserah padamu Sera”, ucapku. Tapi, asal kau tau Sera.. aku akan selalu melindungimu dari dunia barumu ini. Dunia barumu ini sangat keras dongsaeng-a.. jangan menyepelekan mimpimu.

Welcome to my world, sister.. remember this, I’ll always protect you..

 

About fanfictionside

just me

9 thoughts on “FF/ WELCOME TO MY WORLD, SISTER/ BTS-BANGTAN/ Pt. 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s