FF/ WARM STAR (fallen angel sequel)/ BTS-Bangtan/ pt. 1


Cast : Jung Hana [OC], Kim Taehyung [BTS], Han Yuna [OC], Min Yoongi [BTS], BTS members

Genre : Mistery Romance 17+

Author : Min Yuna

Part 1

Part 1

 

(Hana POV)

Aku melihat dinding putih bersinar diatasku. Aku terdiam sambil memandang apa yang ada disana. Kadang aku melihat awan putih berjalan dengan tenang, kadang aku melihat atap lengkung yang penuh dengan ukiran-ukiran indah meliuk-liuk seperti ombak.Kadang juga aku melihat pasir putih seperti dipantai yang indah, yang perlahan menghilang dan timbul lagi.

Tapi semuanya sama. Putih.

Aku tidak tahu sudah berapa lama aku hidup dialam serba putih ini.Tidak ada detik waktu, tidak ada matahari ataupun bulan, tidak ada detak jantung, yang ada hanyalah warna putih yang tidak berbatas, kemanapun aku pergi dan melihat.Semuanya serba putih.

Aku memandang Taehyung yang tertidur pulas disebelahku.Aku mendesah pelan, tidak habis pikir bagaimana dia bisa menghabiskan waktu bertahun-tahun ditempat seperti ini.Ditempat yang tidak bergerak seperti ini.

Aku memiringkan tubuhku, memandang Taehyung yang tertidur pulas dengan wajah seperti malaikat.Fallen Angel.Aku adalah malaikatnya dan dia adalah malaikatku.Kalau begitu apakah wajahku seperti dia juga?Bersinar?

Aku kemudian bangun dari tidurku dan duduk diatas ranjang empuk serba putih itu. Aku kemudian berkata dalam hati, “Cermin..datanglah”, panggilku pelan.

Serta merta dari udara yang hampa, sebuah cermin besar membentuk indah.Cermin berbentuk oval dengan tepian ukiran kayu putih itu muncul dan memperlihatkan wajahku saat ini.Aku tersenyum kemudian mengelus rambut hitamku yang turun jatuh ke pundakku dengan tenang. Aku tersenyum manis, semanis mungkin sampai aku puas. Mungkin aku memang seperti malaikat, hehehe.

Tiba-tiba cermin itu menghilang, searah dengan keinginanku yang menginginkan cermin itu hilang.Aku mendesah lagi.Aku bosan.Sungguh.Aku sangat bosan disini.Aku benar-benar ingin kembali.Aku merasa senang disini karena Taehyung ada disebelahku, dia selalu ada untukku.Tapi bukankah lebih baik hidup didunia nyata daripada disini??Memang aku bisa mendapatkan apapun disini, tapi bukan ini yang aku inginkan.Aku ingin hidup didunia nyata, bersama Taehyung.Bukankah lebih menyenangkan kalau benar-benar bisa berlarian dipantai bersama?Bukankah lebih menyenangkan kalau pergi ke sekolah bersama?Bukankah lebih menyenangkan kalau aku dan dia bersama di dunia nyata sampai suatu saat kami kembali ke dunia yang tidak berbatas lagi??

Aku mendesah berat dan duduk mendekap lututku sambil cemberut.Tiba-tiba sebuah suara mengiang diruangan kami yang tidak berbatas itu.

“Kau sudah gagal menjadi Fallen Angel untuk Taehyung. Kau tidak bisa melindungi dirimu sendiri, kenapa kau menggerutu terus seperti itu??”, tanya suara itu.

Aku semakin menunduk dalam, aku tahu aku sudah gagal. Tapi apakah tidak ada jalan lain? Paling tidak aku ingin membalas semua kegagalanku…

“Kau sudah bersalah Hana, kau harusnya segera keluar dari ruang piano itu segera”, suara itu berkata lagi.

Aku tahu, aku tahu!! Kalau aku keluar dengan cepat, aku bisa menyelamatkan Taehyung yang sedang coma! Aku menyesalinya dan sangat menyesal sampai aku ingin sekali kembali lagi ke dunia nyata.Aku ingin menangkap orang yang sudah membuatku dan Taehyung menjadi seperti ini.

“Itu kesalahanmu”, kata suara itu.

Aku menelan ludah, “Tidak bisakah aku menebus kesalahanku??Tidak bisakah aku kembali ke dunia nyata lalu menangkap orang-orang yang membuatku dan Taehyung seperti ini??Aku mohon… agar aku bisa hidup lagi dan menyelamatkan Taehyung”, pintaku, memohon dengan sangat.

“Kesalahanmu sangat besar, tapi hatimu sangat kuat menyayangi Taehyung dan orang disekitarmu, aku akan mengabulkan permohonanmu”, kata suara itu.

Senyum terkembang di wajahku.“Benarkah??Benarkah?? Terimakasih, sungguh aku sangat berterimakasih!”, kataku, bahagia.

“Tapi ada syarat yang harus kau tebus agar kau bisa hidup kembali”, kata suara itu.

“Apa syaratnya?”, tanyaku.

“Aku tidak akan memberitahukan syarat itu kepadamu. Kauakan takut bila mengetahui syarat itu. Apa kau masih mau terus dengan keinginanmu?”, tanya suara itu.

Aku menguatkan hati.Tekadku sudah bulat, aku ingin hidup kembali.“Ya, apapun syaratnya”, kataku, mantap, sambile memandang Taehyung disebelahku.

 

—————–

 

Piippp~ Suara pertama yang aku dengar saat aku mulai tersadar dari tidurku.

“Dokter! Dokter!! Hana siuman dokter!! Cepaatt!!”, teriak seseorang. Eomma?

Aku kemudian seperti mendengar banyak suara langkah kaki masuk keruanganku.Sebuah suara laki-laki mengomandokan para perawat untuk segera bertindak cepat sesuai mekanisme medis.Aku merasakan sesuatu yang kuat menjalari tubuhku.

Dan aku membuka mataku pelan, sangat pelan, dan aku melihat seorang dokter berdiri dihadapanku, memandangku.Jadi, aku benar-benar hidup kembali?? Ahh… terimakasih Tuhan, kau memberikanku kesempatan kedua untuk hidup lagi…

“Kau sudah benar-benar sadar, Hana??”, tanyanya.

Uugghh..aku ingin bergerak tapi tubuhku rasanya masih lemah.

“Bagus, sepertinya kau sudah benar-benar sadar.Jangan terlalu banyak bergerak.Suster, jaga terus dia dan laporkan kondisinya segera”, kata dokter itu.

“Nee, dokter”, katanya.

Dokter itu kemudian pergi, dan beberapa detik kemudian, aku melihat eomma.

“Hana-ah..hana-ah!! Kau sudah sadar nak??? Aiguuhhh kau benar-benar sudah sadar naakk… astaga..eomma senang sekali..”, kata eomma, sambil menangis.

Aku memandang eomma dengan sedih.Pasti dia sangat sedih melihatku hanya bisa terbaring.Aku tersenyum lemah memandang eomma.

“Eomma…”, panggilku lemah.

Eomma segera meraih telapak tanganku dan mengelusnya penuh sayang.“Nee, nee, Hana-ah, eomma disini. Eomma ada disini untukmu..apa yang kau inginkan??”, tanyanya.

Aku hanya tersenyum, “Aku senang bisa hidup lagi…”, kataku.

“Hana-ahh… kau akan hidup, kau akan terus hidup sampai selama mungkin. Astaga.. Hana..huhuhu..”, tangis eomma pecah.

Aku hanya tersenyum pelan memandang eomma.Aku lebih suka seperti ini. Melihat eomma memandangku penuh sayang daripada ditempat yang serba putih…

“Eomma, sudah berapa lama aku coma?”, tanyaku.

Eomma menghela airmatanya, “Kau sudah coma 3 bulan, Hana sayang..astaga, kau tahu betapa khawatirnya eomma..”, kata eomma.

“Aku tahu eomma..maafkan aku..”, kataku.

“Aniya, aniya, Hana-ah. Eomma yang bersalah, eomma tidak memperhatikanmu dengan lebih baik, dan..dan..menemukanmu..ah..”, eomma tidak sanggup melanjutkan kata-katanya.

Ini pasti kejadian ketika..ketika aku terjatuh di tangga malam itu.

“Eomma..bagaimana dengan Taehyung?”, tanyaku.

Eomma memandangku.“Taehyung??Kenapa lagi dengan dia?! Kau..kau kenapa-napa karena dia kan???”, tanya eomma, kelihatan marah.

Aku memandang eomma kaget.Apakah ini juga ulah orang itu?Dia bercerita bohong pada eomma.

“Taehyung bahkan ingin menolongku, eomma. Dia berkata kalau ada orang yang akan mencelakaiku..”, kataku.

“Tapi, itu..tunggu, dia bilang padamu apa? Ada orang yang mau mencelakaimu??”, tanya eomma bingung.

Aku memandang eomma dengan tatapan lemah dan suara yang masih pelan, “Eomma, Taehyung berusaha menyelamatkanku tapi aku terlambat menyelamatkan diri, dan orang itu menarikku dan melemparku sampai aku terjatuh ke tangga”, kataku.

Eomma memandangku kaget, “Tapi..”

“Eomma, percayalah padaku eomma. Aku akan buktikan kepada eomma siapa orang itu..”, kataku.

Eomma memandangku dengan khawatir.Tiba-tiba suara pintu ruangan rawatku dibuka.Seorang dokter yang aku lihat tadi datang.

Eomma langsung bangun dari duduknya dan menyapa dokter itu dengan sopan.Setelah mengecek keadaanku dan semuanya yang hampir memakan waktu hampir 15menit, dia kemudian mengangguk mantap.

“Keadaan Hana yang terbangun dalam kondisi yang sangat baik adalah sebuah mukjizat.Setelah coma 3 bulan, apalagi dia dalam keadaan terluka cukup parah, keadaannya sekarang benar-benar sangat melegakan.Tuhan sudah membantu kita”, kata dokter dengan senyum lebar.

Eomma seperti ingin menangis lagi tapi ditahan olehnya, “Terimakasih dokter, terimakasih sudah membantu kami”

Dokter tersenyum lebar, “Hana kira-kira hanya perlu beristirahat selama 1 minggu, sekalian untuk pemeriksaan lebih lanjut setelah post-trauma karena coma”, kata dokter.

“Nee, dokter, terimakasih.Terimakasih”, kata eomma, sambil membungkuk berkali-kali.

Aku lega sekali mendengar semua perkataan dokter.Tuhan, terimakasih sudah memberikanku kehidupan yang baru. Aku tidak akan menyia-nyiakan semua yang aku dapatkan sekarang.

Setelah dokter pergi, eomma duduk lagi disebelahku.Dia menggenggam tanganku lagi dengan penuh sayang.

“Eomma, jangan tinggalkan Hana ya?”, kataku.

“Eomma tidak akan meninggalkanmu, Hana”, kata eomma.

“Eomma juga harus disini terus, dan…jangan bilang apapun kepada siapapun kecuali Appa, kalau aku sudah siuman”, kataku.

“Kenapa??”

“Ada orang jahat di dalam rumah itu yang ingin membuatku sakit dan menyembunyikan kebenaran, eomma.Dan aku harus meluruskan kebenaran itu lagi”, kataku.

——————

Sudah1 minggu aku melewatkan hari-hariku dengan lebih menyenangkan. Appa dan eomma menemaniku, walaupun Appa harus bolak-balik Seoul – Daegu, dan aku harus menjalani perawatan post-trauma, aku merasa begitu nyaman seperti ini.

Dunia bergerak. Matahari muncul dari ufuk timur, angin meniupkan bunga sakura yang indah, matahari tenggelam diufuk barat, berganti tugas dengan sang rembulan yang bersinar hangat.

Selama seminggu, tidak ada satu haripun aku tidak menengok Taehyung.Sesuai permintaanku, aku bisa menjenguk Taehyung dimalam hari, disaat aku tidak harus menjalani perawatan setelah coma.

Malam ini adalah malam terakhir aku dirumah sakit. Besok aku akan pulang lagi kerumah. Aku menatap wajah Taehyung yang tampan namun kaku dan dingin.Aku teringat dengan setiap kejadian yang kami lalui bersama didalam dunia tak berbatas itu.

Lalu aku teringat ketika dia menangis, menangis mengenang semua kehidupannya, menangis ketika dia melihatku lemah karena rasa marah menguasaiku.Tanpa sadar airmataku menetes pelan.Aku membayangkan Taehyung yang terbangun disana dan kesepian, kesepian tanpa aku.

“Taehyung-ah…”, panggilku pelan.

Tak ada jawaban. Hiks..Airmataku menetes deras, tapi aku tidak bernita menyekanya.

“Taehyung-ah… apa kau sudah bangun disana??”, tanyaku, pelan dan lirih karena menangis.

Tapi tentu saja tidak ada jawaban.Aku memandang wajahnya, kemudian menyeka airmataku dan kemudian aku terbangun dari dudukku dan mencium pipinya.Pelan, dan lama.Aku sampaikan semua rinduku padanya melalui ciuman itu.

“Aku merindukanmu, Taehyung. Cepatlah sadar dan terbangun…”, bisikku pelan ditelinganya.

Kau akan segera bangun, Taehyung. Aku berjanji, semua kesedihanmu akan terbayar ketika kau bangun. Aku akan berusaha sekuat tenagaku!

Tiba-tiba pintu dibuka, aku melihat eomma berdiri didepan pintu.

“Hana, ayo keluar..kau harus istirahat, besok pagi kita segera pulang”, kata eomma.

Aku tersenyum pada Taehyung.“Sampai ketemu, Taehyung”, kataku.Aku lalu keluar dari kamarnya.Tuhan, jaga Taehyung disana.Jangan buat dia terlalu kesepian.Aku ingin dia segera kembali kedunia ini.

———

Pagi itu aku, eomma dan appa bergegas pulang kerumah.Kami ingin sesegera mungkin sampai kerumah.Sudah lama aku tidak melihat rumahku, dan terlebih penting lagi… karena aku ingin segera menangkap orang itu.Orang yang mencelakai Taehyung dan aku.

“Kau yakin bisa melakukan ini, Hana-ah?”, tanya appa.

Aku tersenyum mantap, “Aku yakin, appa.Appa dan eomma sudah mendengar rencanaku, kita pasti berhasil menangkap orang itu beserta bukti kejahatannya”, kataku.

Appa tersenyum memandangku, “Appa dan eomma akan membantu sebisa kami”, katanya.

Aku lalu memeluk eomma dan appa.“Oya, appa, eomma, aku ingin melihat Taehyung sebentar.Hanya sebentar”, kataku.

Eomma mengangguk.Aku langsung berjalan keluar dan menuju ke ruangan Taehyung.Aku tersenyum dari pintu.“Taehyung-ah, aku menunggumu.Cepat bangun”, kataku.

Aku lalu segera kembali keruanganku, “Ayo, eomma, appa, kita pulang”, kataku, mantap. Taehyung, aku berharap kau akan segera bangun. Tuhan memberikanku kesempatan kedua untuk menebus kesalahanku, untuk menangkap orang itu dan untuk membangunkanmu.Kau jangan menangis disana, karena ada aku disini yang selalu memikirkanmu dan menantimu.

Aku menurunkan jendela mobil dengan pelan, merasakan angin yang begitu hangat menerpa wajahku dan merontokkan bunga sakura yang tumbuh di tepi jalan. Kita akan segera menikmati keindahan ini, berdua, Taehyung.

About fanfictionside

just me

13 thoughts on “FF/ WARM STAR (fallen angel sequel)/ BTS-Bangtan/ pt. 1

  1. Yeyy , akhir nya ada squel nya ^^ Itu kasian banget si taetae ntar pas bangun hana udah gak ada😀 semoga Semua masalah cepet terselesaikan dan hana taehyung hidup bahagia😀 Next chap jangan lama2 ne author ^^ Fighting !

  2. Yaaahh cevet amat😦
    eh tapi ini kaya lanjutan gitu yah /?kok bingung si aku dduh :3
    tpi ko eh ada Suga😮
    taehyung’a kesian deh tuh sndirian😦
    ditnggu next chap thor mwah :*

  3. Cepeeeeet lanjutttt thor:3 tadi waktu liat update twitter dan liat fallen angel dibikin sequel akuuuu nyubitin pipi adek aku saking senengnyaa *kok curhat?* pokoknya dilanjut cepet:3 kalo bisa jangan dikasih NC thorr~ kalo kisseu kisseu gpp;;)

  4. laaaaaaahhhhhh cepet bgeeettt ‘-‘
    aye ampe gak sadar kalo ceritanya udah bersambung :3

    next thor jan lama”😀

  5. YES ADA SEQUELNYA hehe^^
    Aku awalnya kaget dan seneng banget tau kalo fallen angel ada sequelnya!^^
    next ya thow~ penasaan nih sama nanti taehyung gimana😦
    mudah mudahan sih happy ending.
    dan aku penasaran sama syaratnya itu.
    next part panjangin ya thor^^
    hwaiting~

  6. next ya thorrr…. aku sangaaaaaaaaaaaaaaaaaattttttttt suka ff ini!!! aku tunggu kelanjutannya, jangan lama2 yaaaaaa ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s