FF/ OUR SECRET/ CNBLUE-BTS/pt. 5


Author : Naraya0694

Title     : Our Secret #5 : First Experience

Cast     : Heo Woori (OC)

CNBLUE’s Lee Jonghyun

EXO K’s Kai

BTS’s J-Hope

Cha Hyeri (OC)

Genre  : Romance, School life, Friendship

Rating : NC

Length : Chaptered

Our Secret 5

Disclaimer : Cerita FF ini murni hasil pemikiran author sendiri, walaupun FF dengan jalan cerita seperti ini mungkin sudah banyak bertebaran, tapi author akan membuatnya dengan gaya dan cara author sendiri J

Warning !! Warning !! Di Chapter ini akan ada agedan NC yg eeerrr yah begitulah.. Bagi yang masih di bawah umur ikutan baca, dosa ditanggung masing-masing ya heheheh #plak. Bagi yang g suka NC silakan skip.

Selamat membaca ^_^

*****

Sore hari di Kota Seoul yang ditemani derasnya titik titik hujan berserta petir dan guntur yang saling sahut menyahut membuat penghuni kota yang sudah berada di kediaman masing-masing jelas memilih untuk berdiam diri, enggan melangkah sedikitpun dari tempat ternyaman mereka itu. Bagi yang sudah terlanjur terjebak dipinggir jalan menunggu bus umum ataupun taxijelas berdo’a agar angkutan yang akan membawa mereka segera tiba dan mengantar mereka mencapai tujuan masing-masing. Dan bagi yang masih diperjalanan menggunakan kendaraan pribadi, terpaksa harus mengurangi kecepatan kendaraannya karena memang kaca depan mobil harus berjuang menembus pandang jalan yang tertutup hujan deras itu.

Begitu juga dengan Jonghyun yang kini mengendarai mobil sport birunya beserta sang gadis di sampingnya. Jonghyun mengemudikan mobilnya perlahan sambil terus fokus menatap ke arah depan, karena hujan yang terlalu deras ini menyulitkan pandangannya. Jika lalai sedikit saja, akan sangat berbahaya bagi keduanya maupun pengendara lainnya.

Yeoja disampingnya memandang ke luar jendela, pikirannya sangat tidak tenang sekarang, dia benar-benar takut, apa yang harus dilakukannya saat tiba di apartemen Jonghyun nanti.

Di alihkan pandangannya menatap Jonghyun yang terlihat sangat serius memandang ke depan, bahkan sejak tadi Jonghyun tidak ada mengajaknya berbica sediktpun. Padahal sudah cukup lama mereka berada di dalam mobil bersama. Tanpa sadar Woori malah terpana melihat ekspresi serius Jonghyun yang sepertinya baru kali ini dilihatnya.

“Jangan terus menatapku seperti itu baby, nanti kau semakin terpesona padaku. Semakin sulit bagimu untuk terlepas dari jeratanku.”

Seketika mata Woori melotot mendengar ucapan Jonghyun.

Aann..aa..aniyo.. saya tidak sedang menatap ssaem.”

Secepat kilat Woori memalingkan wajahnya, kembali metapa ke luar jendela.

“Kenapa kau senang sekali berbohong baby ?”

Aniyosaem. Dan kenapa ssaem memanggil saya baby ? Bahkan saya memiliki naman yang lebih bagus.” Woori mengerucutkan bibirnya.

“Apa yang salah jika memanggil seseorang yang dicintai dengan panggilan sayang, baby. Jika aku memanggil seseorang yang kucintai ‘baby’, itu berarti aku ingin selalu menjaga mu, aku ingin selalu berada di sisimu, baby.”

Kali ini Woori hanya bungkam, tidak mampu dan memang tidak ingin membalas rayuan gombal Jonghyun itu. Hatinya terlalu bergetar mendengar apa yang Jonghyun ucapkan barusan.

‘baby ? sepertinya tidak terlalu buruk juga’

*****

Setelah cukup lama menerjang derasnya hujan, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan mereka. Apartemen Jonghyun.

Saat Jonghyun sudah turun dari mobilnya, Woori masih duduk di dalam mobil, belum melangkah sedikitpun.

“Apa yang kau lakukan baby ? Kau ingin sakit ya ? Bajumu basah begitu. Cepat turun !”

“….”

“Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi, baby.” Kali ini suara Jonghyun terdengar lebih halus. Dan berhasil membuat Woori sedikit memberanikan diri untuk melangkah ke luar.

Saat mulai memasuki kawasan apartemen ini, Woori yakin Jonghyun memang berasal dari keluarga kaya raya. Karena setahunya kawasan apartemen di Gangnam ini salah satu kawasan apartemen termahal di Seoul. Eonni nya sendiri memang tinggal di sebuah apartemen cukup terkenal di Seoul, tapi tidak semahal dan seelit apartemen milik Jonghyun ini.

Saat memasuki apartemen Jonghyun, keyakinan Woori semakin besar. Apartemen Jonghyun memang megah dan nyaman. Dari arah pintu masuk, lurus disambut ruang tamu yang ditemani jendela transparan ke arah luar dimana Kota Seoul dengan segala keindahan dan gedung-gedung pencakar langit yang terlihat, jika malam pasti mengasyikkan memandang kerlap kerlip lampu jalanan Kota Seoul. Di sebelah kanannya ada dapur dengan pantry dan peralatan masak yang lengkap, serta meja makan berukuran sedang.

Jika berbelok kanan dari pintu masuk, terdapat sedikit lorong menuju kamar utama pertama, sedangkan dari sebelah kiri dekat ruang tamu terdapat kamar kedua. Secara keseluruhan apertemen Jonghyun ini memang sangat mencerminkan dengan harganya yang selangit itu. Bahkan Woori berbinar melihat isi apartemen ini. Walaupun memang apartemen ini tidak seperti apartemen milik Do Min Joon di drama Man From The Star yang sangat luas dan megah itu, tapi tetap saja apartemen Jonghyun ini partemen mahal.

“Oops, maaf. Memang sedikit berantakan. Harap maklum karena seorang pria lajang sepertiku memang tinggal seorang diri.” Jonghyun memungut beberapa pakaian dan barang-barang yang berserakan di ruang tamu, kemudian membawanya menuju kamar kedua, sepertinya kamar Jonghyun.

Saat keluar dari kamarnya, Jonghyun membawa baju handuk berwarna putih dan beberapa helai handuk lainnya. Menyodorkan pada Woori.

“Silakan mandi di kamar utama sana. Gunakan air hangat agar tubuhmu terasa lebih nyaman. Bahaya jika kau terus basah dan kedinginan seperti itu baby.”

Woori tidak langsung menyambut handuk-handuk tersebut, dia masih menatapnya dengan ragu.

“Ayolah, baby. Segera mandi dan keringkan badanmu. Aku tidak akan mengintip saat kau mandi. Kalau perlu silakan kunci dari dalam. Jangan takut begitu baby-ah.”

Ucapan Jonghyun seperti memelas, membuat Woori akhirnya mau menerima handuk-handuk itu dan melangkah menuju kamar utama tadi.

Ssaem. Jeongmal kamsahamnida.

*****

Woori menutup pintu kamar perlahan. Dia memandang kamar kosong ini. Sepertinya memang kamar ini bukan kamar yang Jonghyun tempati, karena tidak banyak perlatan yang ada di kamar ini, walau segala fasilitas seperti kasur king sizelengkap dengan selimutnya dan beberapa perlengkapan lain tersedia disini.

Woori memasuki kamar mandi dan segera melepas semua pakaian basah yang melekat ditubuhnya, membiarkan tubuhnya full naked. Toh tidak ada orang lain selain dirinya. Ia mulai menyalakan shower yang mengalirkan air-air hangat yang mebasahi seluruh tubuhnya dari ujung kepala hingga ujung kaki, nikmati sekali.

Kenikmatan air hangat sepertinya membuat Woori lupa keadaan sekitarnya, dia terlalu asyik dengan kegiatan mandinya saat ini. Bahkan dia tidak sadar saat suara cukup nyaring ketika Jonghyun membuka pintu kamar terdengar. Tenang saja, pria itu tidak berniat mengintip gadisnya yang sedang mandi, dia hanya masuk untuk mengantarkan sepasang piyama tidur miliknya, karena Jonghyun tidak mungkin membiarkan gadisnya kembali mengenakan seragam sekolahnya.

Setelah selesai menikmati mandinya, Woori terheran mendapati piyama tidur di atas kasur king size itu. Dia benar-benar tidak tahu kapan Jonghyun masuk ke kamarnya itu.

Yeoja cantik itu kini mengamati dirinya di depan cermin. Membuatnya terkekeh sendiri melihat pantulan dirinya yang mengenakan piyama lelaki berwarna biru tua kotak-kotak itu. Piyama yang terlalu kebesaran sebenarnya, bahkan dia harus menggulung beberapa kali bagian kaki dan lengan piyama itu, bajunya pun terlihat kedodoran karena terlalu besar, lucu sekali.

Setelah sedikit berhias, Woori melangkahkan ke luar kamar, namun dia tidak mendapati Jonghyun dimanapun. Pria itu tidak ada di kamarnya juga. Woori hanya menggeleng-geleng heran, kemana pergi gurunya itu.

Sambil menunggu Woori memutuskan untuk berkeliling melihat-lihat apartemen Jonghyun secara keseluruhan. Banyak foto pria itu di ruang tamu, dengan berbagai pose dan senyum manis yang selalu tersungging di wajahnya.

‘Aigoo. Ssaem memang tampan sekali. Terlebih saat dia tersrenyum, kedua lesung pipi yang menambah daya tarik pria itu. Tidak heran banyak siswi di sekolah yang klepek-klepek karenanya’

Yeoja itu terus melangkah hingga mencapai dapur. Dia berdecak ketika melihat tumpukan piring, gelas dan peralatan kotor lainnya yang tergeletak tak berdaya di pencucian. Akhirnya dia berinisaitif, diambilnya sarung tangan karet berwarna merah muda yang biasanya memang digunakan untuk mencucui piring. Woori mulai mencuci satu persatu peralatan kotor itu, sambil persenandung pelan.

*****

‘bib…bib…bib…’ Jonghyun menekan sederetan angka untuk membuka pintu apartemennya. Tangan pria itu terlihat penuh membawa beberapa kantung belanjaan. Saat memasuki apartemenya dia sedikit takjub, keadaan apartemennya terlihat lebih rapi dari sebelumnya, tidak ada barang yang tadi berserakan.

“Baby !” Teriaknya. Namun gadisnya yang kini dipanggilnya baby itu tidak menyahut sama sekali.

“Baby, kamu diamana ?”

Barulah sang gadis memunculkan dirinya dari arah dapur.

“Eoh.. Ssaem sudah pulang.”

Jonghyun mengamati gadisnya itu dari atas hingga bawah. Sangat menggemaskan melihat gadisnya memakai piyama kebesaran miliknya.

“Mari makan malam.” Ajak Jonghyun sambil membawa kantung belanjaanya menuju dapur.

Satu persatu Jonghyun mengeluarkan makanan-makanan yang dibelinya tadi, mulai dari makanan berat seperti soup daging hingga makanan ringan dan buah-buahan segar.

Keduanya kemudian menikmati makan malam mereka, soup daging hangat disaat cuaca dingin begini benar-benar nikmat dan menghangatkan badan.

“Apakah ssaem selalu membeli makanan seperti ini ?” di sela-sela makan mereka Woori mulai mengajak Jonghyun bicara karena dia merasa sangat canggung makan dengan posisi berhadapan dalam suasan diam begini.

“Hmm. Karena aku tidak terlalu pandai memasak, yah walaupun aku juga sering memasak ramyeon sendiri, atau teokbokki.”

“Aa.. Geuraeyo. Lain kali ingin saya masakkan ssaem ?”

“Apa kau bisa masak baby-ah ? Bisa dimakan tidak ? Jangan-jangan kau ingin meracuniku ya ?”

“Aiisshhh.. saya benar-benar bisa masak ssaem. Aman dan dapat dimakan. Saya dapat memasak spaghetti dengan rasa yang sangat nikmat. Jinjjayo.”

“Hahaha.. baiklah. Lain kali berarti kau harus memasakkan ku spaghetti special itu baby-ah.”

Woori mengangguk dan tersenyum manis. Mereka terus melanjutkan pembicaraan hangat mereka hingga makan malam berakhir. Kemudian bersama-sama mencuci peralatan makan yang kotor, sambil sesekali saling bercanda memainkan sabun yang digunakan.

*****

Woori terus memandang ke luar jendela besar yang ada di ruang tamu, menikamti kerlap kerlip lampu kota Seoul saat malam hari, sangat indah, ditambah derasnya hujan yang masih setia mengguyur kota Seoul hingga malam begini. Sepertinya langit enggang memunculkan bintang-bintang malam ini.

‘teng…teng..’

Jonghyun sengaja mengalihkan pandangan gadisnya itu dengan membenturkan pelan dua buah gelas kaca yang dia bawa. Woori memandang Jonghyun bingung.

“Ingin minum ?” Jonghyun kali ini mengangkat sebuah botol minuman beralkohol.

“Memangnya ssaem membolehkan saya untuk minum ? ssaem tahu saya masih dibawah umur kan ?”

“Hahahaha. Tidak apa-apa. Aku mengizinkanmu. Kali ini saja.”

Woori pun mengambil posisi duduk di samping Jonghyun saat pria itu mulai menuangkan minuman ke dalam gelas mereka.

Romanee Conti” Woori bergumam membaca merk yang ada di botol minuman itu.

“Untuk gadisku yang special tentu akan kuberikan sesuatu yang special juga.”

Sebenarnya Woori tidak mengerti dan tidak tahu menahu tentang merk minuman beralkohol seperti itu. Namun sepertinya Romanee Contiini berharga cukup mahal, atau sangat mahal mungkin ?

“Bersulang.”

Keduanya kemudian menikmati minuman mereka. Woori yang memang tidak terbiasa minum minuman beralkohol hanya dapat memejamkan mata saat cairan berasa ekstreme itu memasuki kerongkongannya. Jonghyun yang di sampingnya terkekeh melihat itu. Yeoja itu masih sama seperti dulu.

“Kau tidak berubah sama sekali baby-ah. Masih sama seperti dulu. Saat bertemu di club malam.”

Tiba-tiba suasananya terasa seperti dulu, saat dimana Woori merasakan dirinya tidak berdaya ketika tatapan matanya terkunci memandang manik mata hitam milik Jonghyun, yang kemudian dia rasakan hanya lembutnya bibir pria itu yang menyapu bibirnya. Dia benar-benar tidak sadar saat pria itu mendekatkan wajahnya, dia terlalu larut akan pesona pria itu.

Dengan gerak perlahan Jonghyun menikmati bibir bagian atas gadisnya, dan bibir bawah gadisnya itu turut membalas lumatan yang Jonghyun berikan. Karena sudah cukup sering melaksanakan tugasnya setiap pagi, jadi secara otomatis Woori akan membalas ciuman Jonghyun saat pria itu menciumnya. Tidak heran jika cumbuan sederhana itu akhirnya berubah menjadi lumatan-lumatan yang lebih mendalam.Terlebih saat ini posisi mereka yang lebih mendukung, bukan lagi dalam posisi duduk, kini Woori bahkan terebah diatas sofa sedangkan Jonghyun di atasnya.

“Bisakah malam ini aku menjadikan mu milikku seutuhnya baby-ah ? Aku tidak bisa melepaskanmu kali ini. Benar-benar tidak bisa.”

Sang gadis yang di tanya hanya tercengang. Ini kah saatnya ? Saat dirinya tidak bisa kabur kemana-mana lagi ?

*****

Setuju tidak setuju sepertinya Woori tidak dapat mengelak lagi, apalagi kini Jonghyun sudah mengangkat tubuhnya menuju kamar utama pertama, dengan gaya pengantin biasanya.

Dengan perlahan Jonghyun menurunkan tubuh gadisnya di atas kasur king size di kamar itu, secepat kilat juga dirinya langsung menindih tubuh gadisnya, melanjutkan kembali lumatannya yang tadi sempat terhenti.

Bibir Jonghyun semakin ahli memainkan kedua bibir gadisnya, hingga membuat gadis itu kualahan, terlebih saat lidahnya turut memainkan lidah gadisnya, mengajak lidah sang gadis untuk saling bergulat, ataupun menyusuri seluruh isi mulut gadis itu. Bahkan saliva mereka sudah merembes keluar melewati bibir tipis nan mungil milik sang gadis.

Ciuman Jonghyun merambat menyusuri leher putih Woori, desahan gadis itu tidak dapat ia bendung saat dia rasakan kecupan, jilatan hingga gigitan kecil di lehernya.

‘Aaaahhhhmmmm.’

Jika di sekolah Jonghyun masih menahan nafsunya untuk tidak meninggalkan kiss mark pada leher gadisnya itu, kini Jonghyun tidak menahannya lagi. Dia melepaskan nafsunya untuk menandai bahwa memang gadis ini miliknya sekarang.

‘Aaaakkkkhhh… sss…sssaaeemmmhh…’

Desahan Woori semakin menggila saat ia rasakan remasan lembut di dadanya. Woori memejamkan matanya, berpegangan kuat pada permukaan kasur.

Mendengar desahan Woori yang menurutnya sangat sexy itu, membuat nafsu Jonghyun semakin meningkat. Bahkan tubuhnya terasa panas, suasana dingin malam itu mampu terkalahkan. Jonghyun segera membuka kaos yang ia kenakan, memperlihatkan tubuh tak terlalu berotot namun berbentuk proposional itu pada gadisnya, dan sepertinya Woori gadis pertama yang melihat tubuhnya.

Kaos Jonghyun kini sudah melayang entah di mana, karena pria itu hanya melemparkannya. Dan Jonghyun siap untuk melakukan hal yang sama pada atasan piyama yang Woori kenakan. Satu demi satu kancing atasan piyama Woori itu terbuka, walaupun ditengah perjalan Jonghyun sempat ragu. Benarkah gadisnya sudah mengizinkannya ?

“Bolehkan ku lanjutkan ?”

“Sss…ssaeemmhh.. bagaimana mungkin tidak diperbolehkan jika kita sudah sejauh ini ?”

Senyum Jonghyun mengembang di wajahnya, sedang wajah Woori merah padam, terlalu memalukan baginya sekarang.

Jonghyun melanjutkan kembali perjalanannya menyelesaikan beberapa buah kancing yang tersisa, hingga atasan piyama itu terbuka sepenuhnya, mengekspos dada sintal gadisnya yang tertutup bra hitam dengan sedikit hiasan warna merah.

Jonghyun kembali menyambar bibir tipis Woori, sambil tangannya terus berpetualang menanggalkan semua pakaian yang melakat pada tubuh Woori, hingga gadis itu full naked. Kemudian bibirnya bergerak turun melewati leher Woori menuju puncak dada gadisnya. Dengan sigap Jonghyun memasukkan ujung dada kanan yang berwarna pink kecoklatan gadis itu kedalam mulutnya, meyedotnya seperti bayi yang kehausan, dan sesekali menggigit-gigit pelan, sedangkan dada kiri gadis itu diremas perlahan olehnya.

‘Aaaeeeuuunnnhhh… sss…ssssaaaeeemmmhhh…mmmpp..’

Woori mengeluarkan semua kata yang tertahan di bibirnya, dia tidak bisa sok jaim saat ini, dia tidak bisa menahan desahan, bahkan dia ingin mendesah senyaring mungkin untuk meyakinkan pria itu bahwa dirinya benar-benar jatuh pada pria itu, benar-benar merelakan hidupnya untuk pria itu.

*****

~Woori POV~

Ku akui aku pernah membaca cerita fanfiction berrating dewasa satu kali. Hanya satu kali ya, itu juga karena tidak sengaja diberi fanfiction oleh Jinah. Saat membaca agedan dewasa di fanfiction itu aku merinding karena menurutku ‘hubungan’ yang dilakukan sepasang kekasih pada fanfiction itu cukup mengerikan. Karena saat itu aku memang masih merasa belum dewasa untuk mengerti hal yang seperti itu.

Tapi sekarang, aku sendiri malah melakukannya. Kami berciuman, aku menciumnya dan membiarkan guru mudaku yang tampan ini menjamah tubuhku. Aku tidak ingin memanggilnya guru sekarang, aku ingin memanggilnya namnya saja, meneriakkan namanya agar dia tahu bahwa aku gila sekarang. Aku gila dibuatnya.

Aku tidak berani menatapnya sekarang, kilatan matanya terlihat penuh nafsu. Membuatkan lebih memilih memejamkan mataku, menggigit bibirku sendir sambil menikmati sensasi yang ia berikan. Kedua tanganku kini membelai rambut halusnya, terkadang aku refleks menjambak kasar rambutnya jika dia terlalu keras memainkan kedua payudaraku. Sedikit sakit ataupun menggelikan saat gigi-giginya memainkan ujung payudara ku, bahkan salivanya sudah membasahi keduanya. Aigoo.

Kami kembali bercimuan ganas, sebisa mungkin aku berusaha mengimbangi ciumannya walaupun itu sangat sulit. Aku menekan tengkuknya untuk memperdalam ciuman kami. Sedangkan tangannya sendiri kini mulai mengelus pahaku, perlahan, perlahan hingga berpindah sebentar ke daerah kewanitaanku.

“Panggil namaku baby-ah.”

Pintanya dengan suara memelas, terdengar dia menahan nafsunya sekarang.

“Jjj…Jjjoonghyyuunnn ssaemmmmhh.. Jonghyun….ahhhh…”

“Terus panggil namaku baby-ah.”

Ok di luar daerah sekolah aku tidak akan menggangpnya sebagai seorang guru lagi, aku mengganggapnya sebagai seorang pria bisa. Pria yang bernama Jonghyun.. hanya Jonghyun.

Jonghyun melanjutkan aksinya, menyentuh dengan lembut bagian luar kewanitaanku. Menggesek-gesekkan jarinya di bibir vaginaku. Nikmat sekali.

‘Eeeemmmhhhppppaahhh’

Tidak lama kurasakan kasur yang bergoyang cukup hebat, ternyata Jonghyun tergesa-gesa turun dari kasur dan segera melepaskan celana jeansnya, menunjukkan ‘milikinya’ yang sudah menegang keras. Aku memalingkan wajahku, tidak mampu rasanya melihat itu.

Karus ini kembali bergetar, Jonghyun kembali menindihku, mengecup bibirku sekilas.

“Aku berjanji baby-ah kan melakukannya dengan perlahan. Aku tidak akan menyakitimu.”

Aku mengangguk. Apapun yang akan dilakukannya sekarang aku menikmatinya, kuserahkan semuanya padanya, pada pria yang sukses dalam beberapa minggu sudah berhasil merebut hatiku.

Entah apa yang dilakukannya di bawah sana, yang kutahu jari-jarinya dengan telaten membelai dan menyentuh daerah kewanitaanku. Memainkan bibir vaginaku.

‘Eommoni, aboji, eonni, maafkan aku. Malam ini kuserahkan semua yang kumiliki pada pria ini. Priaku.’

~End Woori POV~

*****

Jonghyun terus memainkan kewanitaan gadinya, menggunakan jari-jarinya hingga lidahnya sekalipun. Apa yang dilakukannya jelas memberikan sensasi gila bagi mereka berdua. Hingga gadisnya itu mulai benar-benar terangsang dan membuat daerah kewanitaanya basah.

Sepertinya Jonghyun tidak bisa menahan lebih lama lagi, ia sudah siap memasukkan miliknya yang telah ereksi ke dalam lubang kenikmatan gadisnya. Dengan hati-hati Jonghyun mendorong miliknya, menariknya keluar, kemudian mendorong lebih dalam lagi, kemudian menariknya lagi lalu mendorongnya lagi hingga seluruh miliknya itu berada ditubuh gadisnya.

‘Aakkhh..! Aaa..appo..’

Woori sedikit meringis saat milik Jonghyun itu tertanam sempurna, karena jelas milik Jonghyun itu berbeda dengan ukuran dua buah jari Jonghyun yang sebelumnya sudah pernah bersemayam di tubuhnya saat foreplay tadi. Namun dia berusaha menahan rasa sakitnya itu.

Mianhae baby-ah. Apa aku menyakitimu ?”

Jonghyun sedikit panik dan merasa bersalah, terlebih saat bulir air mata meluncur dari pelupuk mata gadisnya, dan ditambah darah segar yang keluar dari milik gadisnya. Darah perawan.

“Aaa..aniyo.. aku tidak apa-apa.. lannnjjutthhkaaahhhhnn.”

Jonghyun diam sejenak untuk membiasakan penyatuan mereka. Sesaat kemudian ia bergerak seirama dengan kenikmatan yang mulai menjalar seiring kebutuhan mereka satu sama lain yang semakin mengejar. Jonghyun tau tubuh Woori mulai terbiasa dengan rasa sakit namun mulai berubah menjadi nikmat itu, membuat Jonghyun semakin cepat menggerakkan miliknya ataupun melakukan gerak in out seperti awal tadi.

Keduanya mulai merasakan kenikmatan, keindahan, dan kelegaan dari apa yang mereka lakukan, sensasi yang baru sama-sama pertama kali mereka rasakan. Hingga keduanya saling mengeluarkan kata-kata tidak jelas dari mulut masing-masing. Saling merancu.

Sebelumnya akhirnya Woori orgasme terlebih dahulu. Sedangkan Jonghyun masih berusaha menggerakkan miliknya di dalam sana, hingga dirinyapun mencapai batas kenikmatannya.

Jonghyun melepaskan miliknya yang kini sudah terkulai lemas setelah melepaskan benih-benih cintanya pada gadisnya. Keduanya sibuk mengatur nafas masing-masing, terutama Woori yang tersengal habis-habisan, seperti sangat sulit baginya untuk bernafas.

Jonghyun sudah merebahkan dirinya di samping Woori, kemudian menarik selimut dan menutup tubuh polos mereka. Dia juga menarik tubuh Woori agar merapat pada tubuhnya.

“Baby-ah, kau tahu, mungkin aku belum mengatakannya, aku terlambat mengatakannya. Tapi percayalah, ‘aku mencintaimu’.Saranghaeyo. Aku sudah jatuh cinta padamu sejak pertama kali kita bertemu, di Busan dulu. Dan bagaikan mimpi aku bisa bertemu dengamu lagi di Seoul. Bisa mengenalmu lebih jauh seperti ini.”

“Aku tidak tahu ucapanmu itu sebuah kenyataan atau kebohongan, nae namja. Yang ku tau sekarang kamu harus selalu berada disisiku, bertanggangung jawab dengan semua yang kamu lakukan, karena aku telah menyerahkan seluruh hidupku hanya untukmu.”

“Percayalah baby-ah. Aku akan selalu berada di sisimu, bertanggung jawab atas hidupmu, mulai malam ini hingga tua bahkan mati nanti. Karena jika tidak, mungkin peluru appa mu akan menembus kepalaku.”

Keduanya kemudian tertawa bahagia bersama. Sebelum akhirnya Woori terlebih dahulu memejamkan matanya dan tertidur. Jonghyun tersenyum memandang wajah polos gadisnya saat tertidur begitu. Ia sempatkan untuk mengecup pelan bibir gadisnya sebelum menyusul sang gadis ke alam mimpi.

Good Night baby-ah. Ku harap saat terbangun besok nanti, aku tetap menemukanmu terlelap di sampingku, menandakan apa yang terjadi malam ini bukan hanya mimpiku seperti sebelumnya.”

*****

TBC

*****

Author Talks

v  Ya…ya… tarik nafas dalam-dalam,, readerdeul tidak lupa cara bernafas yang normalkan ? hehehe

v  Ok author kembali membawa FF Our Secret chapter 5.. akhirnya author bisa menyelesaikan chapter ini, walau gak yakin, beneran nih author yang mikir sampai ngetik ff begini ? ada adegan NC nya >//< auu auu.. walau maaf banget kalau adegan NC nya mungkin kurang memuaskan dan masih kaku, karena memang ini FF NC pertama author ngetiknya aja panas dingin, pas baca ulang jg panas dingin #apaan sih thor hahaha😀

v  Untuk alasan kenapa Jonghyun memanggil Woori dengan sebutan baby itu terinspirasi dari kata-katanya my honey Mark oppa di acara I GOT7 ep. 3😀 . Kamsahamnida Mark oppa❤

v  Author tunggu komentar readerdeuluntuk chap ini, karena seperti biasa, banyak atau sedikitpun komentar yang readerdeul berikan akan memberi author semangat untuk melanjutkan FF ini ^_^

v  Terimakasih telah memberikan comment dan dukungan pada author di chapter-chapter sebelumnya, maaf jika tidak bisa membalas satu-satu. Dan maaf kalau ceritanya kurang greget atau terlalu soft hingga chapter ini😀

v  Sampai bertemu lagi di chapter selanjutnya😀

About fanfictionside

just me

24 thoughts on “FF/ OUR SECRET/ CNBLUE-BTS/pt. 5

  1. Ekhem. Mau komentar apa ya ? Yang jelas ini bener-bener bikin aku kepanasan sendiri . akhir nya ada kejelasan antara hubungan guru dan murid itu . Next chap jangan lama-lama ne author-nim😀

  2. Wow, mereka ya.. Hemhh *apadeh
    Keren thor, guru-murid ini emang panas.. Haha
    Bingunglah mau komen apa, di tunggu aja next partnya..

  3. Cerita yang udah aku tunggu nie sumpah thu saem ma murid.a gikin gregetan aza… tpi krang panjang..lanjut thor di tunggu part selanjut a

  4. Jujur ini ff yang aku tunggu tunggu kelanjutannya, dan masih ada ff yang lainnya juga siih, tapi ff ini juga salah satunya (aduh ribet banget ngomongnya) tapi beneran tuuh woori nyerahin semuanya sama jonghyun, gak habis pikir dah. Terlalu ekstrim ceritanya, justru aku malah suka yang kaya beginian nii,gak bisa nebak selanjutnya, Jadi makin penasaran. Ditunggu nextnya kalau begitu thor, tetep semangat nulis yaa hehe

  5. Cerita.a seru nie thor udah. Saem sama murid thu biki gregetan. Di tunggu part selanjutnya thor… semangat

  6. Wahhh daebak bngt ceritanya, woori kyanya dh jatuh cinta tuh sma jonghyun aku penasaran sma kisah cintanya mereka,jonghyun ketauan gk ya klo jonghyun itu pacaran sama muridnya sendiri

    Wahhh pokoknya ini cerita bagus bngt

    NEXT EONNI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s