FF oneshot/ GRUMBLING/ BTS-BANGTAN


Authour: Dewielf

Tittle : Grumbling

Cast: Kim Taehyun , Jina Kim (reader)

Support Cast :

Jin

Jimin

J-hope

Genre: Comedy, Romance (oneshoot)

 

Sekain detik aku hanya menatap kosong dinding kamar di depanku. Entah apa yang harus aku lakukan lagi, sejenak berfikir tapi aku rasa ini hanya sia-sia saja, berusaha dan berusaha aku tak mendapatkan hasil yang membanggakan.

“kau kenapa lagi naedongseang?” suara tegas itu berhasil membuyarkan lamunanku, ya dia kakak tertuaku, Jin hyung yang sangat baik dan sayang kepadaku.

“maafkan aku..   aku gagal hyung.. aku gagal masuk kedokteran…” lirih mungkin hanya aku yang dapat mendengarnya saja harapku, bahkan aku tak berharap hyung mengetahui apa yang sudah kuucapkan.

“Sudahlah, Sesuatu memang tidak seharusnya dipaksakan Taehyun, kau sudah berusaha semampumu, aku pikir ini bukan jalanmu yang harus menjadi sepertiku, kau pasti bisa menemukan tujuanmu”bijakya padaku, ya inilah kakakku jin hyung yang paling bijaksana dan paling pandai,dan tangan penyelamat ini masih mengusap punngungku, kenapa aku tak bisa sepertimu memiliki tangan penyelamat nyawa manusia hyung? Kenapa aku terlahir seperti ini, aku bahkan lelah mendengar cibiran temanku yang bahwa aku hanya mengandalakan wajahku yang terbialang rupawan.

Ahh perkenalkan namaku kim taehyung siswa kelas 3 dari seoul of performing art, aku anak ketiga dari urutan kedua yang tadi hyungku Jin Hyung, namanya Kim SeokJin dan dia adalah tanaga peyelamat nyawa. Ya dia bekerja sebagai Dokter Bedah serta di usia mudanya sekarang dia sudah di Dapuk menjadi Kepala dokter di rumah sakit, ya aku tau memang aneh bukan? dia bisa menjadi kepala karena itu rumah sakit milik keluarga kami.Dan naedongsaengku yang paling jahil bernama jimin, nama yang unik bukan apa kalian pikir dengan nama tersebut? Apakah dia yeoja atau namja?, bagaimana bisa nama tersebut, ya itu cerita yang lucu ketika Eommanim hamil ia berharap memiliki anak perempuan,yang bisa meneruskan pekerjannya menjadi dokter khusus kandungan dan hal itu membuat aboji berbohong kepada eomma kalau anak yang di kandungnya adalah berjenis kelamin perempuan dan tidak perlu melakukan pemeriksaan, dan ketika Jimin lahir eomma berteriak di dalam ruang operasi karena anak yang dilahirkannya adalah anak laki-laki, tidak terbanyangkan bagaimana ruang steril tersebut menjadi ramai karena sumpah serapah eomma kepada aboji, heheeheh…. Sudahlah! Tapi eomma tetep sayang pada jimin, bahkan melebihi kami berdua.

Malam ini aku harus datang kesekolah untuk mendengarkan penjelasan soal study tour kami ke jepang, setiap tahun seperti ini mengadakan perjalanan untuk refressing setelah kami berjuang untuk kelulusan.

“Taehyung-ah Taehyung-ah…. Ya yak kim Taehyung,.. berhenti disitu atau aku akan menendang wajah tampanmu itu!” sahabatku yang cerewet satu ini, dia sebenarnya namja apa yeoja sih suka sekali menyebutku tampan? Aneh.

“Taehyung-ah… Tunggu aku… yak prince tampanku Taehyung….”j-hope berteriak semakin menjadi, apa yang dia katakan hah? Sejak kapan makhluk aneh ini jadi milikku?, kuhentikan langkahku mendadak sehingga ia menabrak punngungku.

“yak,.. Baka! Babo jinjja kim taehyung!” Ringgisnya karena hidung mancungnya menabrakku, kubalikkan tubuhku menghadapnya yang masih memegang hidungnya itu, dasar namja cerewet.

“Waeyo J-hope. Kau sangat memalukan?”

“yaishhh…. Neo waeyo? Tampangmu sangat tak mengenakkan? Wae.. wae..?Tidak usah di pikirkan soal ujian, kitakan anak pintar pastinya lulus, sudahlah kita nikmati liburan seminggu kita dijepang baby,..” cerocos nya sambil menaruh tangannya di pundakku dan kamipun berjalan menuju Aula sekolah.

“taehyun-ah nanti di jepang kita sekamar ne? gimana rasanya tidur sekamar dengan orang tampan sepertimu, oh ya Taehyun-ah di sana kita mandi bersama ye di sauna, aku ingin lihat juga bagaimana tubuh orang tampan, apakah sesempurna lee min ho?.” Ucapnya panjang x lebar x tinggi, dan sebab dia berkata cukup keras sekarang kami jadi di perhatikan beberapa murid yeoja di belakang kami, aih pasti mereka berpikiran aneh aneh lagi, tapi tunggu yeoja itu? Kim Jina dari siswa dari kelas drama apa ia juga akan ikut? Bukankah dia sibuk syuting?, ahh dia..

 

Kusandarkan tubuhku di tembok tinggi dekat pagar luar taman sambil merapatkan jaket tebalku menunggu seseorang, haiihh bodohnya aku kenapa tak menunggu di depan kelas saja tadi, tapi kalau aku menunggu di sana nanti ketahuan.

“Kim Jina.. artis sibuk sepertimu mengikuti study tour? Apakah kau bercanda?” sindirku padanya, sedikit seringan kuberikan padanya.

“oh.. Taehyunnie.. kau ada di sini? Ya aku hanya ingin menghabiskan waktu terakhirku dengan teman – teman, mungkin ini sebagai penebusanku karna aku jarang bersama – sama dengan mereka.” Jelasnya padaku sambil memberikanku sekaleng cappuchino, dia masih ingat kesukaanku dan tersenyum manis lalu menarik tanganku untuk mengikuti jalanya.

“aku kira kau tak akan mengikuti acara tahunan ini, karena seperti biasa kau tak pernah mengikuti acara ini.” Ucapku mengandeng tangannya, mengenggam erat tangannya dan memasukkannya ke dalam saku jaketku, Karena bodohnya dia lupa tak memakai sarung tangan padahal ini musim dingin.

“sudahlah Taehyunnie, kau terlalu berlebihan,. Apakah kau berharap aku tak mengikuti acara perpisahan ini?” jelasnya sambil tersenyum, dan sampailah kami di tempat favorit kami, tempat biasa kami mengabiskan waktu, taman bermain, di sini lumayan ramai banyak anak – anak sedang ada di sini.

“bukan begitu chagi,. aku senang kau bisa mengikutinya, aku senang bisa melihatmu tersenyum di sana, aku senang bis…” ucapanku terhenti ketika ia mencium bibi kananku, aku merindukan ini, sudah lama sejak terakhir dia menciumku sejak mungkin sejak 1 bulan lalu sebelum ujian di depan pintu kamarku. Menyenangkan bisa menghabiskan waktu bersamannya seperti ini, biasanya aku bertemu dia dirumahku, dan itu sangat tidak menyenangkan terlebih lagi jimin selalu memergokiku ketika ingin menciumnya, dan anehnya ketika aku ingin menciumnya pasti dia dulu yang akan bertindak aku memang lamban -hurt,.

 

“Taehyunnie… kenapa pipimu merah seperti itu? Hehehe… kau malu dengan kekasihmu sendiri ne?” ucapnya terdengar manja sekali, sambil mencubit lengan kananku, ya Tuhan dia benar – benar sangat manis, bersyukurlah aku dapat kekasih semanis dia, walaupun dia sibuk dengan syutingnya yang padat itu,tapi dia tetap menyempatkan diri untuk datang kerumah menemuiku.

“aniyo,.. aku Cuma heran saja kau jadi yeoja tapi agresif sekali he? Tingkat agresifmu melebihi j-hope!” ucapku padanya melihat wajahnya yang lucu karena gemas pada lenganku yang terus dicubitnya.

 

 

Malam semakin larut, keadaan sekitarpun jadi sepi, tawa anak – anak di sekitar sudah tak terdengar, di gantikan lalu lalang kendaraan yang sangat jarang.Dan kami masih duduk di sini dengan pangutan tangan yang masih menyatu.Tak ada yang kami bicarakan Cuma sibuk memandangi langit bertabur salju yang tidak lebat.

“Taehyunnie..” panggilnya lirih

“hemm waeyo..” jawabku

“taehyunnie…” panggilnya lagi

“Hemm waeyohhh…” tanyaku menatapnya sedikit sebal, tapi dia menatap balik padaku dengan senyum mencurigakan.

“Taehyunnie.. au lapar, aku kangen Jin oppa dan nae dongsaeng Jiminie.. aku menginap di rumahmu ye?” jelasnya dengan polos bagai tak berdosa, kenapa permintaannya macam – macam sih, kulirik jam tangan sudah menunjukkan 10 malam, apa mungkin Jin hyung memperbolehkan ia menginap dirumah?.

“Changi-ah.. ini sudah malam, kau sebaiknya pulang kerumah, mempersiapkan barang untuk kau bawa besok, lagi pula kalau kau makan malam – malam kau bisa gedut, dan aku tak mau menanggungnya.” Jelasku panjang lebar agar dia melupakan keinginanya.

“yaishh,,.. asal kau tau kim Taehyun aku sudah mempersiapkn barangku sejak seminggu lalu, dan aku datang kesekolah tadi untuk menitipkan pada saem, sudahlah kau tak usah mengelak! Kajja.. aku rindu Jin oppa dan Jimin pabo.. “

 

Dia terus menarikku menuju halte bus, untuk menuju rumahku, dan aku yakin jam segini sangat lama mendapatkan bus arah kerumah, seharusnya aku tadi meminjam mobil Jin hyung, sudah 3 jam kami menunggu di halte dan dia sudah tampak menggantuk itu terbukti ketika ia menyandarkan kepalanya ke pundakku.Aigoo.. ia benar – benar manis, kasihan juga kalau dia harus menunggu kelamaan apakah aku harus berjalan saja menuju rumah, ah aniya,. Bisa lelah aku, punggungku bisa sakit mengengdongnya sampai rumah, hehehe…

Ahh itu dia Busnya, ku gendong untuk masuk kedalam dan mengambil duduk 2 bangku dari depan agar tidak kelamaan untuk turun, ku senderkan ia didekat jendela, wajahnya tampak sangat lelah, mungkin dia kelelahan menunggu bus atau karena sibuk syuting entahlah. Setelah 20 menit akhirnya kami sampai. Dan kamipun masuk kedalam rumah, kulihat lampu masih menyala, apa Jin hyung dirumah? Apa aku akan kena marah? Ahh mullaso..

“ah.. kau sudah pulang hyung, MWOOO… Jina Noona!!” teriak jimin hiteris melihat jina sedang kudengdong di belakang punggungku, haihh teriakkannya sangat memalukan sekali? Ini sudah malam apa dia tidak ingat eoh. Suaranya mungkin bisa membuat tetangga sangat terganggu!.

“euhhh… sudah sampai? Hoammhh… gomapta chagi..” akhirnya dia bangun dan turun dari punggungku mengusap – usap matanya, lantas mengerjapkan matanya melihat sekitar.

“Aigooo…. Jiminnnnn-ah… aigoo pipimu tambah besar seperti Babi!” teriak Jina tak kalah Histeris memeluk Jimin bahagia, dan apa yang dia lakukan? Mencium pipi jimin. Haishhh lihatlah tampng babi satu ini? Yahdong!

“ada apa in..” Tanya Jin hyung terhenti saat Jina memeluk hyung dengan posesif, aigoo aku hanya duduk tak bersuara melihatnya sambil melepas jaketku, dan mengantungkannya.

“Jin oppa… aigoo kau tambah tinggi dan tampan!, aigoo.. kau kenapa tambah kurus oppa, tidak seperti jimin yang tampah bulat seperti babi, yak jimin-ah kau pasti hanya makan tidur sajakan? Lihatlah pipimu ini! ” colok jina kearah pipi Jimin setelah ia melepaskan pelukannya pada hyungku.

“aniyo nuna.. aku setiap hari ngadence dan bermain basket tak lihat Abs-ku ini yang sangat seksi, berbanding terbalik dengan Seokjin hyung dan Taehyun hyung mereka sangat kerempeng walaupun sudah makan dan fitness. Ahaha…” ucap jimin banggga dengan bentuk tubuhnya sambil mengusap – usap lenganya..

“aiihhss.. tapi mereka tampan, hehheheh… tapi jimin-ah kenapa kau pendek sekali ne? lihatlah tinggi kita sama?” jelas jina lagi, berhasil membuatku dan jin hyung tertawa dan membuat jimin cemberut dengan wajah memerah lalu membuang muka.

“ahh.. sudah. Kau menyebalkan noona!” teriak jimin dengan muka merah malu, karena jina bergelayuta manja dilehernya, aihh pemandangan macam apa ini? Dia bahkan tak pernah seperti ini padaku.

“hehehe.. mianhaeyo Jimin-ah kau sangat maniss kok, oh iya Jin oppa Aku mohon ijin untuk menginap di sini, besok ada study tour dan jarak rumahku sangat jauh dari sekolahan, aku tak ingin terlambat boleh ya ya..?” jelasnya dengan menampangkan wajah memelas didepan hyung aku hanya dapat mengakat pundakku ringan ketika Jin hyung melihatku menanyakan apa maksudnya.

“emmm…. bagaimana ya, kau ke..” “ahh gomaptayo oppa,, emmhh aku boleh tidur dimana? Dengan Jimin? Atau Taehyun? ucap jin hyung terpotong dengan berbagai pertanyaan.

“MWOO!!!!!” ucap ku dan Jimin serepak.

“yaiishh…biasa saja dong respon kalin sangat berlebihan. kalau tidak mau aku biar tidur dengan Jin oppa… yakan oppa?” cercahnya pada kami, Jin hyung hanya menggelengkan kepalanya dan memijatnya yang pusing dengan suara yeojaku ini.

 

Dan pada akhirnya iapun tidur dikamarku dan aku tidur dengan Jin hyung, ya dengan jimin sangatlah tidak mungkin, kamarnya sangat berantakan dan banyak baju – bajunya berserakan entah itu bersih atau kotor akupun tidak tau, yang pastinya sangat tidak nyaman untuk kusinggahi malam ini.

 

“pagi sekali? Hahaha.. kau telalu bersemangat sekali baby..!” J-Hope duduk di sampingku sambil mengotak – atik camera digitalnya, aku rasa itu baru terlihat segelnya, haishh,.. aku yakin Dia akan mengambil foto-foto yang tidak wajar lagi.

“Hyunnie… Taehyunnie…” suara lembut memanggilku dari arah belakang,ya cukup jelas siapa pemilik suara itu, Gadisku Dengan wajahnya yang sumringah datang menghampiriku, untung saja di sini Cuma ada aku dan J-hope, kamipun menoleh kearah suara tersebut, aigoo.. dia sangat manis sekali memakai baju rajutan halus berwarna soft dan topi seperti itu.

“Taehyunnie?” ucap ulang J-hope sambil memandangku dengan alis di angkat sebelah dengan wajah apa kau masih bersamanya, jelas sekali tampak dari wajahnya yang sangat sederhana itu.

“Eoh.. ne.. mwonde?” tanyaku pada gadis ini,ia memberikanku sebuah tas kotak, ahh iya ini camera digitalku yang sudah aku siapkan buat hari ini, dia memang gadis yang baik mau membawakan.

“Tadi Jin Oppa menitipkan ini padaku,kau memang sangat pelupa taehyunniee..” ucapnya sambil mencubit Pipiku dengan gemas.

“oh.. j-hope-ah… selamat pagi, semoga hari ini kamu beruntung!” sapa jina pada j-hope lantas pergi meninggalkan kami, karena ia beralasan ingin menemui saem untuk mengambil barang yang ia tinggalkan di kantor.

Suasana masih seperti sebelumnya tapi bedanya sekarang cukup banyak siswa-siswi yang berlalu lalang di sekitar kami.

“aku kira kalian sudah berakhir taehyun-ah.. “Tanya J-hope saat kami duduk bersebelahan di pesawat karena perjalaan kami sangat lama.

“begitulah hoppe-h aku terlalu menyayanginya, bahkan aku tak berharap meninggalkannya sama sekali..”

“ahh padahal aku kan ingin berduaan denganmu saja baby taehyun-ah semoga doanay terkabulkan hehehe..” ucapnya kembali aneh padaku, aku bahkan heran kenapa saem membiarka aku duduk dengan makhluk satu ini, lihatlah tingkahnya, bergelayutan manja. Sesampainya kami di jepang aku benar – benar sekamar dengan j-hope sebenarnya tak apa sih disekamar denganku, tapi satu hal yang kurang lengkap dari acara liburan kali ini yaitu gadisku, aku bahkan jarang menemuinya, mungkin karena kita berbeda kelompok sehingga aku tak pernah bertemu dengannya, kami hanya melampiaskan rasa rindu dengan k-talk saja. Aku rindu dia, aku ingin memengang erat tangannya.

Seminggu telah berlalu, seminggu berlalu tanpa senyuman hangat gadisku, haihh acara macam apa ini kenapa aku tak bisa bertemu dengannya barang di pesawat. Kurebahkan tubuhku di tempat tidur setelah mandi karena aku rasa sangat lelah, perlahan kupejamkan mataku karena rasa ngatuk menyerangku.

 

 

Terasa hangat,lembut,dan wangi, berapa jam aku tidur tampaknya sudah malam, aku belum menghubungi jina menanyakan sedang apa dia, tunggu tangan siapa yang melingkar di perutku? Apa jimin? Kubuka mataku dan melirik siapa pemilik tangan ini, OH MY GOD! Jina!! Se-sejak kapan dia tertidur di sini ha? Kenapa tiba – tiba dadaku berdegup kencang mungkin karena tak pernah tidur dengan yeoja apalagi kekasihku sendiri, apa yang harus kulakukan bangun dan pura – pura kaget? Atau aku hanya diam menikmati saja? Yak aniyo yahdong! Kulirik dia, entah kenapa hatiku terasa tenang ketika dia di sini, entah kenapa membuatku tersenyum.

“waeyo? Waeyo taehyunie?” Tanya jina membuatku kaget, aih aku sampai tak menyadari kalau dia sudah membuka mata, alhasil membuatku terkejut setengah mati, ahh wajahku pasti merah.

“a-aniyo.. gwenchana, sejak kapan kau tid..” kataku terpotong ketika jina memelukku erat,bahkan sekarang ia beralih mengunci tubuhku, aku semakin membulatkan mata atas tingkahnya.

“Cium ku Kim Taehyun..”

“hah…”

“cium aku cepat..” ucapnya meyakinkan ku.

Sempat tersentak dengan ucapan tadi, dia memintaku menciumnya? Tidak biasanya dia seperti ini , aku masih melihat matanya dengan seksama, dengan cepat aku membalik badannya hingga sekarang aku berada di atasnya, kupandangi dia, tak mungkin aku menciumnya melihat posisiku seperti ini saja sudah memuat lututku lemas apalagi kalau harus menciumnya. Ia tampak sudah mulai menutup kedua matanya yang indah, perlahan kudekatkan wajahku, aku mulai mengecup kedua kelopak matanya yang indah ini, perlahan turun bisa kulihat dia tersenyum manis, kukecup keningnya lalu beranjak membenarkan posisiku, dan mulai bangun untuk menyalakan lampu kamar.

“taehyunniee…” teriaknya kecil dengan wajah cemberut.

“waeyo? Sudah makan? Kajja kita makan!” ajakku menarik tangannya dari tempat tidurku. Iapun menurut dan akhirnya mengekoriku tapi sampai ketika aku akan membuka pintu ia pun kembali menutup pintu dan mengunciku di balik pintu kamar, matanya tampak sayu, sedikit sedih walaupun ia sedang tersenyum.

Kenapa dengan cepat ia dapat merubah mood?, entah keberanian dari mana akhirnya kuraih tengkuknya, mendekatkan sedikit wajahku perlahan kucium bibirnya menyesapi bibirnya yang terasa manis,hangat,lembut,apa yang harus kulakukan lagi selanjutnya? Mengakhirinya kurasa begitu mungkin dia juga sudah kehabisan napas sepertiku. Kumulai melepaskan tanganku dari tengkuknya dan memundurkan wajahku.

“gomapta hyunnie..” ucapnya lirih sambil menundukkan kepalanya, lalu kutarik tanganya untuk keluar kamar, kurasa suhu di sekitarku terasa panas, ah lapisan ozon menipis!

Kamipun makan malam bersama dengan canda tawa apalagi melihat tingkah jimin yang selalu jadi bahan olokan jina, hehehe dia memang bia berbaur baik dengan kami, mungkin eomma dan aboji akan suka ketika ku kenalkan pada mereka, Jin hyung juga setuju dengan saranku memperkenalkannya pada eomma dan aboji. Acara makanpun selesai, akupun bersiap menganti baju untuk mengantar jina pulang.

“Taehyunnie..” panggilnya ketika kami sudah sampai di depan lobi apatermentnya, kami masih bergandengan tangan, kulirik ia dan memberikan senyum terbaikku.

“ada apa changi..”

“taehyunniee.. bulan depan aku…”

“ahh itu, dasar Jin hyung tak bisa tutup mulutnya, maaf mendadak dan membuatmu kaget, aku terlalu banyak cerita tentangmu kepada mereka,.”

“ah.. maksudmu?” Tanya bingung

“ia bulan depan saat eomma dan aboji datang kerumah aku ingin kenalkan kamu pada mereka.. mau apalagi?” jelasku padanya

“ahh ani jinjjayo?” tanyanya ragu.

“begitulah, kenapa memangnya?”

“ani.. emm taehyun-ah sampai disini kau tak perlu mengantarku masuk ne?”

“ok..!”

Akupun mulai beranjak pergi dan melambaikan tanganku padanya dan tersenyum dengan manis, diapun juga begitu sama sepertiku, akupun mulai membuka pintu mobil, dan menyalakannya, tapi aku mendengar ketukan dari luar jendela mobil, eoh Jina kenapa dia kembali lagi? Buru – buru aku keluar dari mobil.

“waeyo? Apa ada yang tertinggal di dalam mobil hemm!”

“aniya.. taehyunnie.. bulan depan..”

“waeyo?”

“bulan depan.. aku harus mengikuti test masuk perguruan tinggi di amerika..” jelasnya lalu menunduk merasa bersalah, hingga sekarang kudengar isakan tangisnya lirih yang ia tahan. Apa aku membuatnya menangis? Kupeluk dia pengusap punggungnya.

“gwenchana… testnya tidak terlalu lama kan? Mereka berencana tinggal disini satu bulan sambil mengenalkan jin hyung dengan anak relasi aboji..”

“hikss. .. aniya aku janji.. tak akan lama.. aku janji..” tangisnya semakin menjadi – jadi, untuk kedua kalinya aku melihatnya menangis seperti in, kalau waktu itu dia menangis karena tak sengaja melihat Jin dan Jimin hyung bertelanjang dada, dan membuatnya menangis bahkan sampai dia tertidur, tapi esoknya ia melupakanya dan tertawa ringan bahkan tetap gila bila bertemu hyung dan nae dongsaeng, mungkin ini akan sama seperti aktu itu.

“taehyunnie.. gomapta?”

“gomapta?”

“ne.. gomapta..karena ciumanmu tadi, aku anggap itu penyemangatku” jawabnya dengan semangat berhasil membuatku mengingat kejadian ekstrem tadi dan membuat wajahku merah Karena malu.

Malam semakin larut, jina masuk ke dalam dan akupun melajukan nobilku, ak hari ini sangat manis sampai menghasilkan tangisan, aku berharap dia berhasil dan pulang bair eomma dan aboji bisa akrab dengannya.

About fanfictionside

just me

2 thoughts on “FF oneshot/ GRUMBLING/ BTS-BANGTAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s