FF oneshot/ CAN I SEE YOU AGAIN?/ B2ST


Author : Z

Title : Can I See You Again?

Cast :

☆ Jang Hyun Seung (B2ST/Beast)

☆ Rim Sung Ha (OC)

☆ ….

Lenght : Oneshot

Genre : Romance, Fluff, Hurt

Disclaimer :

 

Cerita ini hanyalah fiktif belaka.. Just for fun ^^ Dan cerita ini murni ide z no plagiat. Selamat membaca..

Can I See You Again #cover

 

ฺ・。♡ฺ・。 Can i see you again? ฺ・。♡ฺ・。

 

Gemuruh penonton tak henti-hentinya meneriaki idola mereka. Setelah tampil dengan lagu Mystery para member beast kembali menghibur fans nya dengan lagu Beautiful Night.

 

Tak jarang para fans yang hampir seluruhnya yeoja itu berteriak histeris dan ikut bernyanyi mengikuti lagu yang sedang idolanya nyanyikan.

 

Tapi jauh dari itu seorang yeoja yang berdiri tepat dibarisan depan penonton hanya berdiri diam. Ia tak memedulikan para manusia di sekelilingnya yang terus berteriak memanggil nama idolanya masing-masing. Yeoja itu hanya fokus pada satu namja yang bernyanyi diatas panggung. Hyun seung. Jang hyun seung.

 

Namja yang sangat menarik perhatiannya. Bukan karena ia kagum ataupun terpesona dengan namja satu itu. Jauh didalam diri yeoja itu ia merasa kasian dengan hyun seung.

 

Tak jarang hyun seung sekilas melihat yeoja yang berdiri di barisan depan penonton. Ia terus menatap namja itu dengan tajam dan tak jarang lebih mirip seperti ingin membunuh. Dan itu sedikit mengganggu hyun seung.

 

ฺ ฺ・。♡ฺ・。 Can i see you again? ฺ・。♡ฺ・。

 

Sekarang adalah saatnya para member beast untuk tampil perseorangan menampilkan keahliannya masing-masing.

 

Setelah doo joon dan dong woon menampilkan keahlian mereka sekarang saatnya hyun seung tampil.

 

Namja itu terkenal dengan dancenya yang lincah dan suara yang cukup bisa dibilang indah dan mampu membuat banyak yeoja terpesona oleh nya.

 

ฺ・。♡ฺ・。 Can i see you again? ฺ・。♡ฺ・。

 

Yeoja itu masih tak mau mengikuti perintah seorang staf yang tiba-tiba menyuruhnya untuk keluar dari barisan penonton dan harus naik kepanggung dan menjadi fans yang beruntung.

 

“mwo?! Kenapa harus aku?! Sebaiknya anda mencari yeoja lain.”

 

Staf namja itu masih saja memaksa yeoja itu untuk mau pergi keatas panggung karena sebentar lagi gilirannya untuk tampil. “aku mohon. Ini permintaan dari sang artis jadi anda harus menerimanya.”

 

“memang siapa yang ingin aku tampil dipanggung bersamanya?”

 

“hyun seung.”

 

ฺ ฺ・。♡ฺ・。 Can i see you again? ฺ・。♡ฺ・。

 

“hyun seung! Hyun seung! Hyun seung!”

 

Para penonton mulai meneriaki nama namja itu saat layar di belakang panggung memajang foto-fotonya. Tak lama namja itu muncul dari balik panggung dengan melantunkan lagu berjudul will you marry me milik lee seung gi. Dan secara bersamaan juga. Seorang yeoja muncul dari bawah panggung dan duduk di tengah-tengah panggung.

 

Seluruh penonton berteriak histeris saat itu juga. Hyun seung mendekati yeoja itu dan memegang tangannya. Membuat penonton semakin berteriak histeris.

 

Tapi yeoja itu hanya bersikap biasa dan tidak tak menganggap itu sebagai kejadian yang luar biasa.

 

Setelah lagu itu selesai. Yeoja itu terkejut setengah mati karena hyun seung tiba-tiba menariknya berdiri dan memeluknya. Hyun seung menjauhkan mic yang ia pegang supaya tidak terdengar oleh semua orang. “apakah kau membenciku?” “kenapa kau terus melihatku seperti itu?”

 

“aku tidak membencimu.. Tapi aku juga tidak mengidolakanmu.”

 

“lalu kenapa kau melihatku seperti itu?”

 

“jika kau ingin tau jawabannya. Aku akan menunggumu disini setelah konser berakhir.” yeoja itu melihat para penonton yang terus saja berteriak-teriak. “sebaiknya kau segera melanjutkan penampilanmu. Fansmu sudah mulai gila.”

 

Hyun seung melepas pelukannya itu. Dan dan kembali menghibur fansnya dengan gerakan dance yang lentur dan berpadu sempurna dengan musik yang mengiringinya.

 

ฺ ฺ・。♡ฺ・。 Can i see you again? ฺ・。♡ฺ・。

 

Konser malam ini diakhiri dengan lagu ‘you’ yang dibawakan serempak oleh para member beast. Dan di penghujung konser seluruh member berbaris dan mengucapkan terimakasih atas dukungannya selama ini dan atas keberhasilan konser malam ini.

 

Dibelakang panggung para member segera mengeringkan keringat mereka dan mengganti baju mereka dengan baju yang kering dan lebih nyaman dikenakan.

 

Setengah jam telah berlalu sejak konser selesai. Hyun seung mengintip dari balik panggung memastikan apakah yeoja yang tadi benar-benar menunggunya atau tidak.

 

Awalnya hyun seung tak yakin jika yeoja itu benar-benar menunggunya. Tapi ketidak yakinannya itu buyar ketika melihat seorang yeoja yang melihat kekanan dan kiri seperti mencari sesuatu. Namja itu segera bergegas menghampiri yeoja itu.

 

“Aku mau mencari udara segar.”

 

“tiga puluh menit lagi kita kembali. Jadi jangan sampai kau ketiduran.”

 

“baiklah.”

 

ฺ・。♡ฺ・。 Can i see you again? ฺ・。♡ฺ・。

 

Seorang namja dengan kamera dan sebuah kertas ditangannya mendesak untuk masuk keruang istirahat para member beast. “ayolah aku hanya ingin mewawancarai dan mengambil beberapa gambar untuk artikelku.”

 

“maafkan saya. Tapi mereka sedang beristirahat dan tidak bisa di ganggu. Lagipula tadi anda sudah mewawancarai mereka. Apakah itu masih kurang?”

 

Manager beast tak terlalu suka dengan reporter satu ini. Ia selalu memaksa mendapatkan informasi lebih dan lebih untuk artikelnya.

 

Walaupun artikel itu dapat menunjang popularitas beast tapi tak jarang pertanyaan reporter itu bisa menjerumuskan beast dalam kehancuran. “sudahlah pergi sana. Jika tidak aku akan melaporkanmu ke polisi.”

 

“hahh kenapa kau pelit sekali.”

 

ฺ ฺ・。♡ฺ・。 Can i see you again? ฺ・。♡ฺ・。

 

Hyun seung duduk di tepi panggung dengan membiarkan kakinya menggantung. Yeoja itupun juga sama. Ia duduk disebelah kanan hyun seung.

 

“tak kusangka kau benar-benar akan menemuiku.” ucap yeoja itu.

 

“jadi apa alasanmu terus menatapku seperti itu? Kau ingin membunuhku?”

 

Yeoja itu tertawa kecil. “apakah aku terlihat seperti akan membunuh orang?” mimik wajah yeoja itu telah berubah sekarang. “bolehkah aku bertanya sesuatu?” “apakah kau menyukai dirimu yang seperti ini?”

 

Hyun seung menatap yeoja itu bingung. ‘menyukai diriku?’ pekik hyun seung dalam hati.

 

“pertama kali aku melihatmu. Aku kasian padamu. Terkadang aku juga memikirkan tentangmu. Ini adalah pendapatku yang begitu saja terlintas dipikiranku.”

 

“kau mantan trainee YG kan? Dan publik mengatakan jika kau dikeluarkan karena kau pemalu. Lalu kau membuat duo troublemaker untuk menunjukkan pada mereka bahwa mereka telah salah menilaimu.” “dan pemikiranku yang kedua adalah. Mereka mengatakan kau terlalu pemalu hanya untuk alasan karena publik tak akan tahan tanpa sebuah alasan yang jelas. Dan kau membuat duo itu untuk memperlihatkan pada publik bahwa kau buknlah seorang yang pemalu dan secara tak langsung kata ‘pemalu’ itu hanyalah sebuah karangan belaka.”

 

Hyun seung menyeringai meremeh. “siapa kau sebenarnya? Kenapa kau begitu memikirkan sampai sejauh itu?”

 

“aku bukanlah siapa-siapa. Aku hanyalah orang yang kasian padamu.”

 

ฺ・。♡ฺ・。 Can i see you again? ฺ・。♡ฺ・。

 

“dasar manager sialan. Aku hanya ingin bertanya pada hyun seung apakah dia berpacaran dengan hyuna. Asss memang apa salahnya pertanyaan itu?”

 

Reporter itu keluar dari belakang panggung dengan gerutuannya yang panjang. Langkahnya berhenti saat melihat hyun seung dan seorang yeoja sedang duduk berdua dibawah langit malam.

 

Reporter itu menyembunyikan tubuhnya supaya tidak terlihat oleh hyun seung dan mencari posisi yang pas untuk mengabadikan momen ini.

 

“apakah wajahku seperti orang menderita?”

 

“ani.”

 

“siapa namamu?”

 

“Rim sung ha. Kau bisa memanggilku sung ha.”

 

“sung ha. Tebakanmu memang hampir benar. Aku keluar dari YG bukan karena aku pemalu. Tapi karena suatu hal yang lain.” hyun seung mendongakan kepalanya melihat langit malam yang hanya terdapat beberapa bintang.

 

“aku tak pernah menginginkan maupun mengusulkan pembuatan ‘troublemaker’ itu semua agency yang mengaturnya. Dulu aku pernah meminta untuk solo karir tapi itu ditolak.” “dan pada akhirnya mereka menyuruhku untuk membuat ‘troublemaker’ bersama dengan hyuna.”

 

Hyun seung melihat kearah yeoja itu. Kepala yeoja itu tertunduk dan badannya sedikit bergoyang. Dengan sigap hyun seung merapatkan duduknya saat kepala yeoja itu akan jatuh dan pada akhirnya bersandar dipundaknya.

 

“apakah aku semembosankan itu?” ucapnya saat melihat yeoja itu tertidur. Hyun seung menyimakkan rambut yeoja itu kebelakang supaya tidak menutupi wajahnya. Namja itu menghela nafas beratnya.

 

“terkadang aku tak ingin melakukan hal yang aku tidak ingin lakukan. Tapi mau tidak mau hanya untuk royalitas semata aku harus melakukannya.” “ya begitulah hidupku. Kau pasti mengerti itu.”

 

ฺ・。♡ฺ・。 Can i see you again? ฺ・。♡ฺ・。

 

Matahari belum menunjukkan wujutnya seutuhnya. Sung ha membuka matanya perlahan berusaha bangun dari tidurnya. “dimana ini?”

 

“kau sudah bangun. Semalam salah satu member beast menidurkanmu disini. Dia menyuruhku untuk tidak membangunkanmu.”

 

Sung ha duduk disofa tempatnya tidur tadi. Ada sebuah jacet yang digunakan sebagai selimut oleh yeoja itu.

 

Itu bukan miliknya maupun staf disitu. Sung ha melihat sesobek kertas di saku jacket yang ia pegang. Dengan ragu yeoja itu membacanya.

 

Semalam kau tertidur begitu saja. Kau cukup membuatku menyadari sesuatu. Aku harap kita bisa bertemu lain waktu. Hyun seung.

 

Namja itu juga menuliskan nomor telfonnya dikertas yang barusaja sung ha baca.

 

ฺ・。♡ฺ・。 Can i see you again? ฺ・。♡ฺ・。

 

Beberapa hari telah berlalu sejak berakhirnya konser beast di seoul. Seperti biasa para member mulai sibuk dengan urusan panggung mereka.

 

Setelah selesai tampil disebuah acara di salah satu stasiun televisi yang cukup besar di korea. Para member beast kembali ke agency mereka untuk berlatih.

 

Seorang yeoja masuk kedalam ruang latihan para member beast. “hyun seung. Kau disuruh segera menemui presdir di kantornya.”

 

ฺ・。♡ฺ・。 Can i see you again? ฺ・。♡ฺ・。

 

Hyung seung mengambil tablet yang berada di meja depannya. Namja itu membaca artikel yang sudah terpampang di layar tablet itu.

 

“siapa yeoja itu?”

 

Dilihatnya foto dirinya bersama seorang yeoja yang sedang duduk berdekatan. Wajah yeoja itu di blur supaya membuat para pembaca artikel penasaran.

 

“jika kau ingin membuat skandal. Kau bilang saja. Siapa yeoja itu? Bawa dia kesini. Kita akan membuat sebuah skandal yang besar.”

 

Hyun seung menaruh kembali tablet itu. “dia bukan siapa-siapa dan aku tak ingin membuat skandal dengannya.”

 

“popularitasmu bisa naik dengan skandal ini.”

 

“kapan artikel ini mulai beredar?”

 

“sekitar jam satu siang tadi.”

 

Ponsel hyun seung berdering tanda ada sebuah panggilan masuk. Namja itu melihat layar ponselnya. Nomor tak dikenal.

 

“yaboseyo?”

 

‘yaboseyo. Hyun seung?’

 

“kau?”

 

Sang presdir terus melihat hyun seung penasaran. Sadar dengan tingkah presdirnya namja itu segera meninggalkan ruangan milik presdirnya itu.

 

Hyun seung telah menunggu telfon daru sung ha sejak terakhir kali mereka bertemu di konser.

 

‘bisakah kita bertemu? Aku ingin mengembalikan jacketmu yang kau pinjamkan padaku.’

 

“hari ini aku sudah tidak ada jadwal. Kau ingin bertemu dimana?”

 

‘hari ini?’ sung ha melihat lengan kanannya yang terpasang selang infus. ‘baiklah aku akan mengirimkan lokasinya nanti.’

 

“aku akan menunggumu.” hyun seung mengakhiri telfon itu dan taklama ponsel hyun seung berbunyi menandakan sebuah pesan masuk.

 

ฺ・。♡ฺ・。 Can i see you again? ฺ・。♡ฺ・。

 

Sung ha berjalan kearah cermin yang ada diruangannya saat ini. Tangan kanan yeoja itu menuntun sebuah tiang infus.

 

“apakah aku harus memakai make up supaya wajahku tidak terlihat pucat?” tanyanya pada dirinya sendiri.

 

Yeoja itu melepas selang infus yang melekat pada lengannya dan segera mengganti bajunya.

 

ฺ・。♡ฺ・。 Can i see you again? ฺ・。♡ฺ・。

 

Sung ha menunggu hyun seung di taman tidak jauh dari rumah sakit. Ia sengaja memilih taman ini karena ia tidak bisa keluar terlalu jauh dari rumah sakit.

 

Lima belas menit kemudian hyun seung datang dengan topi dan kacamata hitam yang menutupi wajah artisnya.

 

Namja itu duduk di samping sung ha. “kau sudah menunggu lama?”

 

“tidak. Aku baru saja datang.” sung ha memberikan sebuah tas yang berisi jacket milik hyun seung. “terimakasih..”

 

Namja itu menerimanya dengan sukarela. “kau tinggal didekat sini?”

 

“ani. Aku hanya sedang berada di daerah sekitar sini.” “kalau begitu aku harus segera pergi. Masih ada hal yang harus aku lakukan.” sung ha berdiri bersiap akan pergi.

 

Hyun seung pun ikut berdiri sekarang. “secepat itukah?” “bagaimana jika kita mengobrol sambil meminum coffe?”

 

“mungkin lain kali.” “aku harus segera-” tubuh yeoja itu tiba-tiba oleng dan hampir terjatuh tapi hyun seung menahannya agar tdiak terjatuh.

 

“kau tidak apa-apa?” tanya hyun seung memastikan.

 

Sung ha menegakkan dirinya kembali. “ne gwaenchana.”

 

“apakah kau sedang sakit? Wajahmu terlihat pucat.”

 

“gwaenchana.” badan sung ha mulai terasa sangat dingin dan pengelihatannya mulai kabur.

 

BRUK

 

“sung ha? Sung ha?”

 

ฺ・。♡ฺ・。 Can i see you again? ฺ・。♡ฺ・。

 

Hyun seung terus saja memandangi wajah sung ha yang terbaring lemah di tempat tidur pasien. Namja itu segera membawa sung ha kerumah sakit saat tiba-tiba ia pingsan.

 

Sung ha membuka matanya perlahan. Dilihatnya hyun seung yang tengah duduk di sebelahnya.

 

“apa kau gila? Tekanan darahmu sangat rendah kenapa kau tetap saja menemuiku?” “jika kau pingsan dijalan bagaimana?”

 

Sung ha hanya membalas dengan cengiran lemasnya. “kau pakailah topimu. Aku tak suka melihat model rambut belah dua seperti itu.”

 

“disini tak ada orang selain kau dan aku. Jadi aku tak perlu memakainya.” “memang kenapa dengan model rambutku?”

 

“aku tak suka melihat namja dengan model rambut belahan seperti itu. Ya hanya beberapa namja yang menurutku cocok memakainya. Tapi kau termasuk namja yang tidak cocok.”

 

“mwo?” hyun seung sedikit mengacak rambutnya. “bagaimana dengan ini?”

 

Sung ha tertawa seketika saat melihat wajah hyun seung yang seperti orang bodoh. “ya~ Kau pantas seperti itu.”

 

Hyun seung ikut tertawa saat melihat sung ha tertawa. Ini pertama kalinya ia melihat sung ha tertawa di depannya.

 

Ponsel hyun seung berdering. Dilihatnya nama doo joon dilayar ponselnya. Tanpa ragu ia mengangkatnya.

 

“ada apa?”

 

‘kau dimana sekarang?’

 

“aku sedang diluar. Kenapa?”

 

‘baguslah sebaiknya kau jangan kembali dulu. Banyak reporter dan fans berkumpul di depan agency sekarang.’ ‘jika mereka sudah pergi aku akan menghubungimu lagi.’

 

“baiklah aku mengerti.”

 

Hyun seung memasukan ponselnya kembali setelah doon joon mengakhiri telfon itu.

 

“ada apa?” tanya sung ha.

 

“tidak ada apa-apa.”

 

ฺ・。♡ฺ・。 Can i see you again? ฺ・。♡ฺ・。

 

Doo joon dan para member lain berkumpul di lantai dua gedung agency mereka. Tak jarang mereka melihat dari jendela untuk mengetahui keadaan dibawah sana.

 

“apakah dia yeoja yang berada di panggung bersama hyun seung hyung?”

 

“apa maksudmu?” tanya doo joon.

 

Dong woon memberikan tablet yang sedari tadi dipegangnya pada leadernya itu.

 

“baju yang mereka kenakan sama. Aku masih ingat betul baju yeoja itu.”

 

Dong woon mengingat-ingat kembali kejadian saat itu. Ia baru saja selesai tampil dan turun dari panggung. Tapi ia melihat kembali kearah panggung saat hyun seung mulai bernyanyi. Dan yang pasti ia melihat yeoja itu.

 

“siapa dia?”

 

“aku tidak tau. Mungkin dia fansnya.”

 

ฺ・。♡ฺ・。 Can i see you again? ฺ・。♡ฺ・。

 

Langit mulai berganti peraduannya. Gemerlap bintang perlahan menghiasi langit malam.

 

“kau tidak pulang?”

 

“kau mengusirku?”

 

“b-bukan begitu. Hanya saja ini sudah mulai malam kau juga harus beristirahat.”

 

“kalau begitu biarkan aku tidur disini malam ini.”

 

“… Mwo?!” “k-kau tidur disini?”

 

Tok tok tok

 

Suara ketukan pintu terdengar dengan reflek sung ha menoleh kearah pintu itu. Hyun seung segera mengambil topinya dan memakainya.

 

“masuk.” ucap sung ha mempersilahkan orang dibalik pintu untuk masuk kedalam kamar inapnya.

 

Seorang perawat berpakaian lengkap masuk dengan mendorong sebuah grobak berisi makanan. “makan malam telah siap.” perawat itu menaruh makanan itu di meja dekat sung ha.

 

“ne. Gomawo..”

 

Setelah menaruh makanan itu. Sang perawat berganti memeriksa tekanan darah sung ha. “kau masih harus beristirahat dua tiga hari. Makanlah yang banyak dan minumlah vitamin yang diberikan dokter.”

 

“baiklah.”

 

Perawat itu melihat kearah namja yang duduk di dekat tempat tidur sung ha. Ia tidak bisa melihat wajah namja itu karena namja itu membungkuk dan tidak melepas topinya.

 

“kalau begitu aku pergi dulu. Jangan lupa kau habiskan makananmu.”

 

“ne. Gomawo eonni.”

 

Dia adalah salah satu perawat yang cukup dekat dengan sung ha. Mereka saling bercerita satu sama lain ketika mereka memiliki waktu luang. Sung ha sudah menganggapnya seperti seorang kakak walaupun jarak umur mereka tidak terlalu jauh.

 

Hyun seung kembali melepas topinya setelah perawat itu pergi. “aku lapar. Aku akan keluar sebentar mencari makan. Kau makanlah makananmu dan minumlah vitaminmu.”

 

“hemm.. Aku tau..”

 

ฺ・。♡ฺ・。 Can i see you again? ฺ・。♡ฺ・。

 

Hyun seung makan di sebuah lestauran yang tidak jauh dari rumah sakit. Sembari memakan makanannya namja itu membaca setiap artikel yang berisi tentang dirinya dan sung ha.

 

Hyun seung beast berpacaran dengan seorang yeoja setelah konser?

 

Kedekatan jang hyun seung dengan seorang yeoja terkuak.

 

“apakah hobi mereka menulis sesuatu yang belum pasti?” hyun seung memasukkan makanannya kedalam mulut dan kembali menggeser layar ponselnya.

 

Hyuna tak tau tentang hubungan hyun seung dengan yeoja itu.

 

Setelah foto kemesraannya dengan seorang yeoja menyebar hyun seung beast tidak terlihat keluar dari gedung agency bersama dengan member beast lain.

 

ฺ・。♡ฺ・。 Can i see you again? ฺ・。♡ฺ・。

 

Hyun seung masuk kedalam kamar yang sung ha tempati untuk dirawat. Dilihatnya seorang yeoja yang telah tertidur dengan pulas di kasurnya.

 

“kenapa dia selalu tidur dengan cepat.”

 

Hyun seung melepas topinya dan menaruhnya diatas meja. Namja itu membetulkan selimut yang menyelimuti tubuh sung ha dan duduk di bangku sampingnya.

 

Ponsel sung ha berbunyi ringtone khas kakao. Tanda seseorang mengiriminya pesan. Hyun seung melihat kearah sung ha dan lalu mengambil ponsel yang terdapat diatas meja itu.

 

Kang min hyuk

 

Sung ha. Kau sudah tidur? Bagaimana jika besok sore kita jalan-jalan? Aku merindukanmu. ♡

 

‘Belum.. Maafkan aku tapi sepertinya aku tidak bisa.’

 

Hyun seung menekan tombol kirim setelah menuliskan pesan itu.

 

Siapa kau?

Aku tau kau bukan sung ha.

Kenapa kau bisa membawa ponselnya?

 

Hyun seung hanya melihat pesan itu dan langsung menghapus semua percakapan. Namja itu mengembalikan ponsel milik sung ha ketempatnya semula. Dan pergi tidur di sofa di kamar itu.

 

ฺ・。♡ฺ・。 Can i see you again? ฺ・。♡ฺ・。

 

Yoseob memakan cemilannya sembari melihat gi kwang dan dong woon bermain ps bersama. “hyung kau yakin tidak menyuruh hyun seung hyung untuk langsung kesini saja?” tanyanya pada doo joon yang sedang asik mendengarkan musik di ponselnya.

 

“biarkan saja dia diluar. Kurasa dia lebih aman disana. Kau tak lihat para fans bahkan berjaga disini juga.” Namja itu menjawab tanpa melihat kearah yoseob.

 

ฺ・。♡ฺ・。 Can i see you again? ฺ・。♡ฺ・。

 

Kantor agency.

 

“jika kau tak ingin memberitauku. Aku akan membuatmu datang sendiri dan memberitaukannya ke publik.” “beritau reporter. Besok pagi kita akan mengklarifikasi skandal ini.”

 

“baiklah.”

 

ฺ・。♡ฺ・。 Can i see you again? ฺ・。♡ฺ・。

 

Matahari mulai memancarkan sinarnya. Menyinari setiap suduk kota yang cukup padat dengan gedung-gedung bertingkat.

 

Penduduk kota seoul juga memulai aktifitasnya pagi ini. Mobil-mobil mulai memadati jalan-jalan utama di kota itu.

 

Hyun seung mengangkat ponselnya itu yang sedari tadi berdering. Mata namja itu masih tertutup menandakan ia belum sadar seutuhnya dari tidurnya.

 

Suara dong woon yang terdengar. “hyung. Kau yakin akan mengklarifikasi hubungan itu?”

 

Hyun seung membuka matanya perlahan. “apa maksudmu?”

 

“bukankah kau akan mengklarifikasi skandalmu dengan yeoja yang ada di foto itu?”

 

Hyun seung seketika bangkit dari tidurnya. Mengklarifikasi? Siapa yang mau mengklarifikasinya? “apakah disiarkan di televisi?”

 

“ne. Memang kau tidak tau?”

 

Hyun seung mematikan telfon itu dan bergegas menyalakan televisi yang ada diruangan itu.

 

‘pagi ini pihak agency akan mengklarifikasi tentang artikel dan foto-fato yang banyak beredar. Sek-‘

 

“ada apa? Kenapa berisik sekali?”

 

Hyun seung segera mematikan televisi itu agar sung ha tidak melihatnya.

 

“kau sudah bangun?” tanya hyun seung.

 

“k-kau masih disini? J-jadi kau semalam benar-benar tidur disini?”

 

“sung ha aku harus segera pergi. Apapun yang terjadi jangan keluar dari rumah sakit dan jangan nyalakan televisi.”

 

Hyun seung segera berlari secepat mungkin menuju mobilnya.

 

Sung ha hanya melihat kearah hyun seung pergi dengan bingung.

 

ฺ・。♡ฺ・。 Can i see you again? ฺ・。♡ฺ・。

 

Hyun seung melajukan mobilnya dengan kecepatan yang cukup kencang. Jarak antara rumah sakit tempat sung ha dirawat dengan gedung agency nya memang cukup jauh. Dan hyun seung harus segera sampai di sana sebelum sang presdir mengatakan sesuatu yang dapat menyulitkannya.

 

ฺ・。♡ฺ・。 Can i see you again? ฺ・。♡ฺ・。

 

“apakah semua sudah siap?”

 

“seluruh reporter telah berkumpul diruangan yang telah dipersiapkan.”

 

“baiklah. Kita mulai sekarang.”

 

ฺ・。♡ฺ・。 Can i see you again? ฺ・。♡ฺ・。

 

Para reporter telah bersiap di posisinya masing-masing untuk merekan maupun memotret setiap momen yang bisa mereka ambil.

 

Presdir memasuki ruangan dan diikuti oleh beberapa orang termasuk manager beast. Mereka selanjutnya duduk di bangku yang telah dipersiapkan.

 

“baiklah. Terimakasih atas kehadiran para reporter sekalian. Hari ini saya sebagai presdir ingin mengklarifikasi tentang artikel dan foto-foto yang telah beredar dipublik.”

“sebagaimana yang telah ditulis di beberapa artikel. Ini berkatikan dengan foto hyun seung dan seorang yeoja setelah konser beast.”

“memang benar foto itu adalah hyun seung beast.”

 

ฺ・。♡ฺ・。 Can i see you again? ฺ・。♡ฺ・。

 

‘apapun yang terjadi jangan menyalakan televisi.’

 

Sung ha masih memikirkan kata-kata hyun seung tadi. Kenapa dia melarang sung ha untuk menyalakan televisi?

 

Dengan ragu yeoja itu mengambil remot dan menyalakan televisi.

 

ฺ・。♡ฺ・。 Can i see you again? ฺ・。♡ฺ・。

 

“dan yeoja yang bersamanya adalah-”

 

Pintu ruangan itu tiba-tiba terbuka dengan kasar. Seorang namja terlihat berdiri tepat di depan pintu. Nafas namja itu terengah-engah seperti seseorang yang telah berlari maraton.

 

Selang beberapa detik seluruh kamera tertuju pada namja itu.

 

“hentikan. Hentikan ini semua.” ucap namja itu masih mengatur nafasnya.

 

“jangan pernah mengganggu ataupun mencari tau tentang yeoja itu. Dia hanyalah seorang yeoja biasa.”

 

“lalu apa hubungan anda dengan yeoja itu? Apakah anda menjalin hubungan yang spesial?” tanya salah satu reporter.

 

Hyun seung terdiam sejenak. “aku tak bisa menjawabnya sekarang.” namja itu berlalu begitu saja setelah mengatakan apa yang ingin dikatakannya. Walaupun belum semuannya ia katakan.

 

“baiklah pertemuan kali ini kita cukupkan sampai disini.” presdir itu mengakhiri jumpa press dan segera keluar dari ruangan diikuti oleh beberapa orang dari agency.

 

ฺ・。♡ฺ・。 Can i see you again? ฺ・。♡ฺ・。

 

“sudah aku bilang aku tak mau membuat skandal dengannya kenapa kau tetap saja nekat?!!” hyun seung meluapkan emosinya dikantor presdir. Namja itu tak pernah menyangka presdirnya itu sungguh keras kepala.

 

“cepat atau lambat publik juga harus mengetahuinya.”

 

“terserah kau saja. Tapi jangan pernah mencari tau apapun tentang yeoja itu. Aku tak suka itu. Biarkan dia hidup seperti orang pada umumnya.”

 

ฺ・。♡ฺ・。 Can i see you again? ฺ・。♡ฺ・。

 

Sung ha mengambil topi milik hyun seung yang tertinggal. Jacket yang kemarin diberikannya pada namja itu juga masih berada disana.

 

“apakah ini semua karenaku?”

 

Ponsel sung ha berbunyi. Sebuah pesan kakao. Yeoja itu tersenyum dan menukar topi yang ia pegang dengan ponselnya yang ada di atas meja.

 

‘sung ha?’

 

‘ne oppa?’ yeoja itu memberi sebuah emoticon yang menggambarkan kerinduannya.

 

‘apakah semalam kau bersama orang lain?’

‘kenapa pesanku bisa dibalasnya?’

 

Orang lain? Tadi malam? Hyun seung? Tapi kenapa tak ada percakapan sebelumnya? Apakah namja itu sudah menghapusnya?

‘jinjja? Dia membalas pesan oppa? Dia membalas apa? Apakah dia menulis yang tidak-tidak??’

 

‘itu rahasia. ㅋㅋㅋ’

‘memang siapa dia? Temanmu?’

 

‘ya begitulah.’

 

‘sung ha. Bagaimana jika nanti sore kita jalan-jalan? Aku benar-benar merindukanmu.’

 

‘oppa sudah di seoul? Sejak kapan? Kenapa oppa tidak memberi tauku.’

 

‘aku tiba kemarin siang. Jadi bagaimana? Kau mau?’

 

‘tapi..’

 

ฺ・。♡ฺ・。 Can i see you again? ฺ・。♡ฺ・。

 

“ya! Kenapa kau bisa sampai sakit seperti ini?!”

 

Setelah diberi tau oleh sung ha jika yeoja itu sedang dirawat dirumah sakit min hyuk segera datang kerumah sakit tempat sung ha dirawat untuk memarahi yeoja itu.

 

“ini tidak parah. Jadi tak usah sekhawatir itu. Oppa tidak membawa makanan?” sung ha melihat tangan min hyuk yang kosong tidak membawa satupun bingkisan.

 

“kau ini.” min hyuk semakin gemas dengan sung ha. Sangat ingin namja itu mencubit pipinya dan membuatnya kesakitan hingga meminta ampun padanya.

 

Min hyuk melihat-lihat kamar yang ditempati sung ha. “sudah berapa hari kau menginap?”

 

“dua hari.”

 

“apa ini?” min hyuk mengambik sebuah tas didekat sofa dan membukanya. “aku baru tau kau suka jacket namja?” tanyanya setelah melihat model jaket itu.

 

“itu bukan punyaku.”

 

“lalu? Untukku?”

 

“itu milik temanku.”

 

“teman? Kau punya teman namja selain aku? Siapa dia? Apakah dia yang membalas pesanku?”

 

“memang oppa kira oppa satu-satunya teman namjaku?” sung ha menggoda min hyuk. Yeoja itu memang paling sering menggodanya saat mereka bertemu.

 

“ya. Bukankah memang seperi itu kenyataannya.”

 

ฺ・。♡ฺ・。 Can i see you again? ฺ・。♡ฺ・。

 

Beberapa hari telah berlalu sejak kejadian itu. Sung ha telah keluar dari rumah sakit dan mulai tinggal di apartemennya. Sejak pergi tiba-tiba dari rumah sakit waktu itu. Hyung seung masih saja belum kembali.

 

Sung ha mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi hyun seung. Tapi nomor namja itu sedang tidak dapat dihubungi. Akhirnya yeoja itu memutuskan untuk mengirim sebuah pesan.

 

‘Aku sudah keluar dari rumah sakit. Aku ingin menggembalikan topi dan jacket. Bisakah kita bertemu?’

 

Detik berubah menjadi menit. Menit berubah menjadi jam. Dan jam berubah menjadi hari. Keesokan harinya saat sung ha bangun tidur ia mendapat sebuah pesan dari hyun seung.

 

Maafkan aku. Aku sedang sibuk jadi ponselku aku matikan. Besok lusa aku baru bisa bertemu denganmu. Bagaimana jika di taman didekat rumah sakit? Aku akan kesana jam sembilan pagi.

 

‘ne. Aku akan menunggumu besok lusa.’ balas sung ha.

 

ฺ・。♡ฺ・。 Can i see you again? ฺ・。♡ฺ・。

 

Sinar matahari tak terlalu terik pagi ini. Cukup banyak orang berlalu lalang maupun sekedar berjalan-jalan menikmati udara sejuk ditaman ini.

 

Sung ha duduk menanti di bangku yang sama saat ia bertemu hyun seung waktu itu. Dilihatnya beberapa anak kecil yang sedang berlari-larian di depannya.

 

Sekitar delapan menit kemudian hyun seung datang dengan topi dan kecamata hitamnya. “ini bahkan belum ada jam sembilan. Kenapa kau sudah datang?” tanya hyun seung dan duduk di dekat sung ha.

 

“memang apa salahnya datang lebih awal.” sung ha menyerahkan tas berisi jacket dan topi milik hyun seung. “kau lupa membawanya.”

 

Namja itu menggambilnya dengan senang hati. “sung ha. Kau tau beberapa hari tidak bertemu denganmu aku jadi merindukanmu.”

 

“a-apa?” sung ha tak ingin menyalah artikan kata ‘rindu’ disini. Apa maksudnya dengan merindukan sung ha?

 

“kau adalah orang pertama yang tau masalahku walaupun aku tidak memberitaumu bahkan dulu aku juga tidak mengenalmu.” “mau kah kau menjadi pacarku?” dibalik kacamata hitamnya hyun seung menatap wajah sung ha lamat.

 

“… Mwo?!” wajah sung ha sedikit merona kemerahan. Ia tak pernah menyangkan hyun seung akan mengatakan hal seperti itu padanya.

 

Sung ha berdiri diikuti oleh hyun seung. Sedari awal sung ha memang tak memiliki sedikitpun rasa pada hyun seung. “bisakah aku meminjam ponselmu?” tanya sung ha.

 

Namja itu dengan ragu memberikan ponselnya. Sung ha memeriksa pesan yang pernah ia kirim dan lalu menghapusnya.

 

Begitupun sebuah kontak yang bertuliskan namanya. Setelah selesai ia mengembalikan ponsel itu pada hyun seung.

 

“maaf kan aku. Aku tak bisa.” “sedari awal aku memang tidak memiliki rasa apapun padamu.” “tapi sekarang aku tau. Kau tidaklah seburuk yang aku kira.” “suatu saat nanti kita pasti akan bertemu. Tetapi bukan sebagai kau dan aku. Tetapi sebagai seorang fans dan idolanya.” “jaga dirimu baik-baik.. Jang hyun seung.”

 

“ADA HYUN SEUNG BEAST!!” teriak sung ha. Yeoja itu tersenyum pada hyun seung dan perlahan pergi saat beberapa yeoja mulai berdatangan.

 

“sung-” Hyun seung mengurungkan niatnya untuk memanggil yeoja itu ia hanya bisa diam terpaku menatap sung ha yang mulai menjauh. Ia ingin mengejarnya tapi ia sekarang telah dikelilingi oleh para fans yang ingin berfoto dengannya.

 

END

 

Nb :

 

Kalau boleh jujur cerita ini isinya curhatan z :v sejak awal ngeliat hyun seung itu benci banget bahkan pernah menyebutnya sebagai devil. Tapi jika dilihat-lihat. Wajah hyun seung itu melas(?) jadi ada kasian yang tumbuh di hari z(?) wkkk but this ff just for fun okey.. ^^ jangan lupa komen xp

About fanfictionside

just me

6 thoughts on “FF oneshot/ CAN I SEE YOU AGAIN?/ B2ST

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s