FF/ MISS RIGHT, I LIKE YOU/ BTS-GOT7/ pt. 4


Author  : armyvngs

Title       : Miss Right, I Like You part 4

Cast       :

  • Park Soo Ae (OC)
  • Im Hyora (OC)
  • Park Jinyoung (GOT7’s JR)
  • Kim Taehyung (BTS’s V)
  • Min Yoongi (BTS’s Suga)
  • Park Jimin (BTS’s Jimin)
  • Jung Hoseok (BTS’s Jhope)
  • Kim Seokjin (BTS’s Jin)

Rating   : G

Length  : Chapter

Genre   : Love-comedy, romance, friendship, school life

4(1)

Summarry

‘Tentu saja aku mengenalnya jauh lebih dahulu sebelum kau mengenalnya.’

‘Kenapa kau masih belum mengerti aku?’

‘Aku menyayangimu. Aku tahu ini salah….. Aku tahu, tapi…..’

 

Author’s POV

 

Open your heart for someone who would be loving you

 

“Apakah aku bukan bintang dihatimu lagi?” Tanya Jinyoung dengan wajah serius.

Jin dan Hyora yang melihat perdebatan Soo Ae dan Jinyoung kini hanya diam dan tidak tahu apa yang harus dilakukan karena ini sudah bukan masalah yang bisa dicampuri dengan kehadiran mereka. Soo Ae menatap datar Jinyoung lalu berdiri untuk pergi. Jinyoung dengan cepat mencengkram pergelangan tangan Soo Ae. Soo Ae berdiri tertahan di tempatnya tanpa menoleh untuk sekedar bertanya pada Jinyoung apa yang sedang ia lakukan.

“Oppa, lepaskan aku. Aku ingin pulang.” Ucap Soo Ae dingin.

“Aku antar.”

“Biarkan aku sendiri. Aku punya urusan pribadi yang tidak seharusnya selalu kau ketahui.” Soo Ae masih bertahan di tempatnya tanpa menatap Jinyoung. Secara perlahan cengkraman tangan Jinyoung terlepas.

“Baiklah. Hati-hati di jalan.” Jinyoung lalu menyandarkan tubuhnya ke sandaran sofa.

Soo Ae diam-diam menghela nafas lalu pergi dari cafe itu dengan cepat. Hyora berteriak memanggil Soo Ae tapi Soo Ae tetap berjalan cepat tanpa menghiraukan siapapun di depannya. Ia sedikit menabrak seorang laki-laki saat keluar dari pintu cafe dan tetap berjalan tanpa meminta maaf. Orang yang ditabraknya memandang datar lalu masuk ke dalam cafe.

“Kenapa dengan gadis itu?” gumam laki-laki itu saat sampai di meja tempat berkumpul Jin, Hyora dan Jinyoung.

“Annyeong Hyung. Hai, Hyora.” Ucap laki-laki itu tersenyum.

“Annyeong. Ah iya aku tinggal dulu ke dapur ya.” Ucap Jin kemudian lalu pergi.

“Sunbae, apa yang sedang kau lakukan disini?” Tanya Hyora tiba-tiba.

“Ah? Aku? Aku kan memang setiap hari datang kesini untuk mencari buku.” Laki-laki itu duduk disebelah Jinyoung yang masih menatap kosong gelas berisi penuh cappucino milik Soo Ae yang belum sama sekali gadis itu minum.

“Junior?” Tanya laki-laki itu.

Jinyoung menatap orang yang memanggilnya lalu membulatkan matanya.

“Hyung!” Jinyoung berteriak senang dengan mata berbinarnya lalu memeluk laki-laki didepannya.

“Ya! Ada apa denganmu? Mengapa kau bersemangat sekali seperti ini. Lepaskan aku, Junior.”

“Hoseok hyung sudah lama tidak bertemu. Aku rindu latihan denganmu.” Ucap Jinyoung masih sambil memeluk Hoseok erat. Hyora hanya menatap polos kedua orang yang seperti sedang memadu kasih tersebut.

“Kalian bagaimana bisa saling mengenal?”

“Kami dulu sering berlatih dance bersama.” Ucap Hoseok sambil melepaskan pelukan dari Jinyoung.

Hyora hanya membulatkan mulutnya lalu mengangguk dan kembali sibuk dengan makanan-nya. Sedangkan dua orang yang sudah lama tak saling jumpa itu terlibat perbincangan serius dan sesekali Jinyoung tertawa karena ekspresi Hoseok saat bercerita. Disaat itulah Hyora diam diam mencuri pandang kepada Hoseok lalu tersenyum dan larut dalam lamunannya.

 

***

Soo Ae melangkahkan kaki-nya dengan cepat dan sesekali menghembuskan nafasnya dengan kasar. Ia menggerutu lalu menggeretakan giginya. Tiba-tiba ia menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang. Lagi-lagi ia menghembuskan nafasnya kali ini dengan perlahan. Sudah 15 menit ia berjalan meninggalkan cafe itu dan ia memang sengaja tidak pergi ke halte karena ia ingin berjalan santai. Mungkin udara malam ini dan dengan banyak bintang di langit dapat menenangkan hatinya. Ia kembali melanjutkan langkahnya, kali ini matanya menatap bintang-bintang yang bertaburan di langit Seoul malam ini. Ia tersenyum miring lalu meniup poninya kasar. Ia kembali menoleh ke kanan serta kiri dan ternyata sudah sedikit orang yang berlalu lalang. Dengan langkah lesu, Soo Ae menunduk dan menendang-nendang kerikil kecil. Entah apa yang dirasakan dan apa yang ada dipikirannya. Ia sendiri juga bingung. Padahal ia yang menyuruh Jinyoung untuk tidak mengantarnya tapi disisi hati kecil Soo Ae, ia kecewa mengapa Jinyoung membiarkan pergi sendiri dan tidak mengejarnya. Biasanya, walaupun Soo Ae melarang sekeras apapun, Jinyoung akan tetap mengejarnya dan selalu menemaninya. Tapi tidak untuk saat ini.

“Apa Jinyoung oppa marah padaku?”

“Tapi, tadi aku sendiri yang bilang jika ia tidak berhak ikut campur urusan pribadiku. Tapi…….akh!” Soo Ae menendang batu kecil di depannya.

“Aw!”

 

Soo Ae dengan cepat melihat ke sumber suara di depannya dan ternyata ada sekelompok siswa dari sekolah lain sedang berjalan ke arahnya dengan wajah sangar. Sepertinya batu kecil tadi mengenai salah satu diantara mereka.

“Ya! Berani-berani-nya kau menendang batu ke arahku!”

Tanpa pikir panjang Soo Ae berbalik dan berlari menelusuri gang. Segerembol siswa itu lalu mengejar Soo Ae. Soo Ae menelan ludahnya kasar dan memaki dirinya sendiri. Tinggal beberapa blok lagi untuk sampai di rumahnya tapi ia malah terjebak dengan siswa-siswa brandal itu.

“Ah eotteokhe?” Ucap Soo Ae dengan nafas tersenggal-senggal.

Tiba-tiba sebuah tangan membekap mulutnya dan menyeretnya masuk kedalam gang kecil yang gelap. Soo Ae sontak membulatkan matanya lalu berusaha melepaskan dirinya. Ia berusaha berteriak tapi percuma, tangan besar itu punya kekuatan lebih untuk menahan tubuh kecil Soo Ae. Soo Ae menahan tangisnya dan berdoa agar seseorang bisa menyelamatkannya seperti waktu itu. Orang itu lalu memutar tubuh Soo Ae agar menghadap ke arahnya. Airmata Soo Ae sudah tak terbendung dan dengan cepat orang itu menarik Soo Ae ke dalam rengkuhannya.

“Gwaenchana Soo Ae. Ini aku, diamlah jangan menangis.” Bisik orang itu tepat di telinga Soo Ae.

Soo Ae memeluk erat tubuh orang di hadapannya dan menenggelamkan kepalanya di dada bidang orang itu.

 

Segerombolan siswa yang tadi mengejar Soo Ae melewati gang kecil tempat Soo Ae begitu saja tanpa menoleh sedikit pun. Setelah dikiranya jauh, orang itu mulai membuka suaranya.

“Ya! Jangan menangis, kenapa kau selalu menangis saat bersamaku.” Seru orang itu dengan suara beratnya.

Soo Ae masih menangis di dada bidang laki-laki itu. Laki-laki itu bisa merasakan tubuh Soo Ae yang dingin dan ketakutan kemudian dengan ragu mengusap punggung belakang Soo Ae untuk menenangkannya lalu mengusap kepala Soo Ae.

“Sudah jangan menangis. Aku bingung harus berbuat apa saat seorang gadis menangis. Ayolah, kita pulang Soo Ae.” Laki-laki itu memegang kedua bahu Soo Ae untuk menjauhkan dari tubuhnya dan berusaha menatap mata Soo Ae. Tanpa sadar laki-laki itu mengusap airmata Soo Ae dengan ibu jarinya.

“Kenapa kau bisa berada disini, Kim Taehyung?” Tanya Soo Ae dengan suara kecil.

 

***

“Apa kau bisa menghubungi Soo Ae?” Tanya Hyora panik.

“Ponselnya tidak aktif. Bagaimana ini? Aku sudah menyusuri jalan tapi tidak menemukan Soo Ae.” Ucap Jinyoung dengan wajah pucat. Ia sangat merasa bersalah jika sesuatu terjadi pada Soo Ae. Tidak seharusnya ia membiarkan Soo Ae pergi begitu saja. Jinyoung kembali menghubungi Soo Ae.

 

Hyora dengan wajah sedih menatap Jinyoung dan merasakan khawatir. Ia takut Soo Ae akan mengalami kejadian buruk. Dengan cepat Hyora menggeleng dan berdecak. Hoseok lalu menarik tangan Hyora dan membawanya keluar dari cafe.

“Junior, kau cari ke rumahnya. Aku dan Hyora akan menyusuri jalan dengan motor. Jika menemukannya kami akan mengubungimu.” Seru Hoseok sebelum keluar dari cafe.

Hyora hanya mematung saat Hoseok memberikan helmnya. Dengan gemas Hoseok mengacak rambut Hyora agar Hyora kembali sadar.

“Ah, sunbae. Berhenti mengacak rambutku!” Seru Hyora dengan suara lengkingannya. Hoseok menutup telinga-nya.

“Hyora, kau boleh memanggilku oppa.” Ucap Hoseok.

Jantung Hyora berdegub abnormal dan kini ia tidak bisa menyembunyikan senyum manisnya.

“Eyyy…Sunbae, tidak sopan memanggilmu oppa.” Ucap Hyora menutupi cengirannya.

“Kenapa tidak sopan? Bukankah kemarin aku sudah bilang jika aku ingin lebih dekat denganmu. Kalau begitu, aku ingin kau memanggilku oppa, agar semakin dekat.” Ucap Hoseok yang sudah siap di atas motornya.

Hyora kembali mematung dan tiba-tiba kembali mengingat saat Hoseok mengantarnya pulang ke rumah. Hoseok tersenyum miring melihat Hyora yang selalu kehilangan fokus. Hoseok menoleh lalu kembali mengacak rambut Hyora.

“Cepat naik. Kita harus menemukan sahabatmu.”

 

***

“Tadi aku ikut seleksi club basket jadi aku pulang telat dan kebetulan lewat sini dan juga melihat kau sedang dikejar dengan gerombolan siswa siswa brandal-brandal itu.” Jelas Taehyung sambil berjalan meninggalkan Soo Ae.

Soo Ae mengangguk dan tiba-tiba ingat apa yang baru saja ia lakukan pada Taehyung. Memeluknya dan menangis -lagi- di hadapan Taehyung. Soo Ae memukul pelan kepalanya dan merutuki kebodohannya. Taehyung yang sadar jika Soo Ae masih berdiri di tempatnya lalu menoleh ke belakang lalu berdecak.

“Kajja kita pulang. Kau tidak ingin kan, jika segerombolan siswa tadi menemukanmu?” Taehyung kini menarik tangan Soo Ae untuk berjalan di sebelahnya. Soo Ae hanya menunduk dan mengikuti langkah kaki Taehyung.

“Gomawo.” Ucap Soo Ae masih menunduk.

Taehyung tersenyum kecil melihat tingkah Soo Ae yang menurutnya lucu.

“Mianhae.” Ucap Soo Ae lagi masih menunduk.

“Untuk apa?” Tanya Taehyung datar. Soo Ae berdecak perlahan.

“Gomawo sudah menolong dan mianhae karena…….” Soo Ae menggigit bibir bawahnya.

“Karena kau memelukku? Ah itu sudah biasa, banyak gadis yang ingin memelukku. Anggap saja jika tadi kau mendapatkannya karena beruntung.” Ucap Taehyung dengan cengiran khasnya.

Soo Ae menghentikan langkahnya lalu meniup kasar poninya. Ia menggerutu dan mengepalkan tangannya. Bagaimana bisa orang aneh itu berkata seperti itu dengan bangganya.

“Aiiissssh, ku pikir dia sudah berubah ternyata sama saja.”

“Ya! Mereka kembali lagi!” Seru Taehyung tiba-tiba saat menoleh ke arah Soo Ae.

Wajah Soo Ae kembali panik dan pucat. Dengan cepat Soo Ae berlari ke arah Taehyung dan memeluk lengan laki-laki itu. Ia menundukan kepalanya, tangannya bergetar tapi sedetik kemudian Taehyung tertawa keras.

“Ya. Mianhae, aku hanya bercanda.” Seru Taehyung masih terus tertawa.

Soo Ae geram lalu menginjak kaki Taehyung dengan keras kemudian berlari meninggalkan Taehyung.

“APPOOO!!! Ya gadis aneh!!!!” Teriak Taehyung lalu mengejar Soo Ae.

 

***

“Sunbae, aku lapar. Bisakah kita berhenti di minimarket itu?” Bisik Hyora. Hyora dan Hoseok sudah sejam mencari Soo Ae tapi sampai saat ini tidak membuahkan hasil.

Hoseok kemudian memberhentikan motornya di depan minimarket sesuai permintaan Hyora. Dengan cepat Hyora turun dari motor itu, membuka helmnya kemudian memberikan kepada Hoseok dan masuk ke dalam mini market. Hoseok hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Hyora. Dengan santai Hoseok kemudian menyusul Hyora yang sudah duduk manis bersama ramyun yang mengepulkan asap di hadapannya.

“Sejam yang lalu kau baru saja makan di cafe Jin hyung.” Ucap Hoseok sembari duduk di hadapan Hyora. Hyora hanya memberikan cengiran polosnya.

“Sunbae, kau tidak makan?” Tawar Hyora.

Hoseok terdiam tidak menjawab ataupun menanggapi pertanyaan Hyora.

“Sunbae…… Kau tidak makan?” Tanya Hyora lagi.

Hoseok menatap Hyora lamat. Hyora dengan sigap memundurkan kepalanya dan berusaha mengalihkan pandangannya ke arah ramyun didepannya.

“Panggil aku oppa. Atau aku tidak akan mau berbicara kepadamu lagi.” Ucap Hoseok lalu tersenyum.

“Eum………geurae…….op-pa.” Jawab Hyora gugup.

“Sebenarnya, apa hubungan Jinyoung dengan Soo Ae?”

“Mereka pernah pacaran. Sampai sekarang aku juga tidak tahu, kenapa mereka putus.” Jawab Hyora sambil meniup kepulan asap ramyun.

“Soo Ae gadis cuek dingin itu bisa jatuh hati dengan Jinyoung?” Tanya Hoseok terkejut.

Hyora mengangguk pelan lalu mulai memakan ramyun yang sudah mulai mendingin. Hoseok masih terkejut bagaimana bisa Jinyoung menaklukan hati Soo Ae.

“Tapi sebenarnya mereka cocok. Aku jadi penasaran dengan kisah mereka.” Gumam Hoseok dan mulai membayangkan bagaimana gaya pacaran Jinyoung si gombal dan Soo Ae yang cuek. Tiba-tiba Hoseok terkekeh sendiri membayangkannya.

“Jung Hoseok!” Panggil seseorang dari arah belakang Hyora.

Orang itu berjalan mendatangi meja Hoseok dan Hyora. Hyora yang masih sibuk dengan ramyunnya menoleh tepat di sebelahnya. Orang itu membulatkan matanya yang tetap saja masih terlihat sipit.

“Min Yoongi kau sedang apa disini?” Tanya Hosoek.

“Ah? Aku? Aku baru saja selesai menyeleksi tim basket. Kau sendiri sedang apa dengan gadis ini?” Tanya Yoongi penasaran.

“Kau mengenal Hyora?” Tanya Hoseok lagi.

“Tentu saja aku mengenalnya jauh lebih dulu sebelum kau mengenalnya.” Ucap Yoongi dengan smirknya. Hyora yang mendengar itu lalu tersedak. Dengan sigap tangan Hoseok dan tangan Yoongi sama-sama meraih botol mineral untuk diberikan kepada Hyora. Hoseok dan Yoongi saling tatap sedangkan Hyora yang masih terbatuk lalu mengambil air minum yang ada di tasnya.

Min Yoongi melepaskan botol yang tadi ia pegang dan dengan smirknya, ia menatap remeh Hyora.

“Hyora…… Apakah Hoseok sudah tau jika kau…..”

Belum sempat Yoongi menyelesaikan kalimatnya, tapi Hyora dengan cepat membekap mulut Yoongi. Yoongi terkejut dan mencoba melepaskan tangan Hyora.

“Sunbae…. Kau sudah berjanji untuk tidak memberitahukannya pada siapapun!” Ucap Hyora panik.

Hoseok hanya menatap datar Hyora dan Yoongi. Sebenarnya ia sangat penasaran dengan apa yang diucapkan Yoongi. Yoongi lalu berhasil melepaskan bekapan tangan Hyora dan menatap tajam Hyora.

“Berani sekali kau membekap mulutku!”

“Oppa….. Ayo kita pulang. Sudah larut malam.” Pinta Hyora lalu menarik tangan Hoseok. Yoongi kembali terkejut dengan perlakuan Hyora ke Hoseok.

“Oppa? Kau bahkan sudah berani memanggil dia Oppa?” Seru Yoongi dengan wajah yang terlihat kesal.

“Yoongi, kami pulang dulu. Annyeong~” ucap Hoseok lalu melambaikan tangannya.

Yoongi hanya menatap kepergian Hoseok dan Hyora dengan datar.

 

***

Soo Ae dan Taehyung sudah berada di ujung gang rumah mereka. Soo Ae berjalan di depan sedangkan Taehyung berjalan santai tepat di belakang Soo Ae dengan kedua tangan di saku celananya. Tiba-tiba Soo Ae berhenti dan Taehyung menabrak punggung Soo Ae. Soo Ae limbung tapi dengan cepat Taehyung menahan tubuh Soo Ae. Taehyung menatap tajam mata Soo Ae.

“Bisakah kau berhati-hati?” Tanya Taehyung dingin.

Soo Ae lalu kembali berdiri dan bersembunyi di belakang tiang listrik.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Taehyung.

“Ssssttt. Bisakah kau diam?” Bisik Soo Ae sambil sesekali melihat ke arah depan rumahnya. Taehyung mengikuti arah mata Soo Ae lalu mengerti apa yang sedang Soo Ae hindari. Jinyoung sedang bersandar di mobilnya menunggu di depan rumah Soo Ae.

“Apa kau sedang bertengkar dengan pacarmu? Kenapa kau menghindarinya?” Tanya Taehyung dengan menyunggingkan senyumnya.

Soo Ae berbalik arah dan meninggalkan Taehyung. Gadis itu tidak ingin bertemu dengan Jinyoung dan memilih untuk tidak pulang.

“Ya! Kau mau kemana?” Tanya Taehyung lalu menyusul Soo Ae.

“Minimarket. Aku lapar. Sudah kau pulang sana. Kenapa kau mengikutiku?”

“Kenapa kau menghindari pacarmu? Apa kalian sedang bertengkar?” Tanya Taehyung masih sambil mengikuti Soo Ae tepat di belakangnya.

Soo Ae mengehentikan langkahnya lalu berbalik, Taehyung dengan refleks memundurkan langkahnya. Soo Ae menatap tajam Taehyung dan memajukan wajahnya sambil berjinjit karena Taehyung lebih tinggi darinya.

“Berhenti mencampuri urusan orang dan juga….. Dia bukan pacarku!” Ucap Soo Ae penuh penekanan lalu berjalan masuk ke dalam minimarket.

Taehyung tersenyum kecil lalu masuk ke dalam minimarket.

“Aku juga lapar! Tunggu aku!”

 

Taehyung meniup ramyun-nya dan kepulan asap menguak dari styrofoam itu. Ponsel Soo Ae yang ia letakan di atas meja kembali bergetar untuk kelima kalinya karena ada panggilan masuk. Taehyung sedikit melirik layar ponsel itu dan tertera nama ‘Jinyoung oppa’. Soo Ae sengaja tidak mengangkatnya dan terus melanjutkan kegiatan makan-nya. Ponsel Soo Ae kembali bergetar, kali ini pesan masuk. Soo Ae melirik untuk memastikan siapa yang mengirimi-nya pesan. Ternyata Hyora dan gadis itu membuka pesan tersebut.

Soo Ae kau dimana? Angkat ponselmu! Balas pesanku! Apa kau sudah ada di rumah?

 

Dengan cepat Soo Ae membalas pesan itu. Baru beberapa detik pesan itu terkirim, ponsel Soo Ae berdering dan Soo Ae menerima panggilan dari Hyora.

 

“Yeobseo….Hmm….. Aku baik-baik saja, Hyora. Kau jangan khawatir. Aku di minimarket dekat rumah. Hyora, tolong bantu aku.” Ucap Soo Ae. Taehyung diam-diam mendengarkan percakapan Soo Ae.

 

“Tolong hubungi Jinyoung oppa. Bilang padanya jika aku menginap di rumahmu. Aku tidak ingin bertemu dengannya dan sekarang aku tidak bisa masuk ke dalam rumah karena ia menungguku di depan rumah.”

 

“Gomawo, Hyora. Aku? Aku bersama……..” Soo Ae melirik Taehyung sekilas dan tepat saat Taehyung sedang melihatnya juga. Soo Ae lalu mengalihkan pandangannya.

 

“Aku bersama Taehyung. Nanti aku ceritakan. Sudah yah. Annyeong!” Soo Ae lalu memasukan ponselnya ke dalam tas.

 

Setelah percakapan Soo Ae dan Hyora di telepon, kini Soo Ae dan Taehyung saling diam. Soo Ae mencoba membuka suara.

 

“Ya! Pulanglah….. Ini sudah malam. Eomma-mu akan mencarimu.” Ucap Soo Ae datar.

Taehyung yang tadi asik bermain game di ponselnya lalu menatap datar Soo Ae. Kini Soo Ae sudah biasa dengan tatapan datar laki-laki aneh itu.

“Seharusnya aku yang bilang seperti itu kepadamu.”

“Eomma-ku tidak akan mencariku.”

“Aku tidak akan membiarkan seorang gadis pulang sendiri.” Ucap Taehyung lalu kembali memainkan game di ponselnya.

“Gomawo.” Ucap Soo Ae lirih.

“Hmm….. Aku merasa bersalah telah membuatmu menangis dua kali.”

Soo Ae terkejut dengan ucapan Taehyung.

“Aku bukan gadis cengeng seperti yang kau bayangkan, hanya saja aku……” Soo Ae menggantungkan kalimatnya. Apakah ia harus menceritakan pengalaman buruknya kepada laki-laki aneh ini.

“Hanya saja apa?” Tanya Taehyung penasaran dan kini perhatian Taehyung terfokus pada Soo Ae.

 

***

“Dia sudah berada di rumahnya, oppa. Syukurlah dia bersama Taehyung.” Ucap Hyora.

“Taehyung?” Hoseok menaikan sebelah alisnya.

“Taehyung anak baru di kelas kami dan dia tetangga Soo Ae.”

“Baiklah kalau begitu. Aku pulang ya.” Hoseok mengenakan helmnya dan bersiap untuk pulang.

“Gomawo, oppa. Hati-hati di jalan.”

“Baiklah. Annyeong.” Ucap Hoseok lalu melajukan motor besarnya.

Hyora mengehembuskan nafasnya lalu senyumannya mengembang. Dia semakin dekat dengan laki-laki yang ia kagumi. Bukankah ini pertanda baik? Hyora lalu masuk ke dalam rumah dan dilihatnya suasana rumah sangat sepi karena Jin masih sibuk di cafe dan eomma-nya masih ada di luar kota. Ia lalu naik ke lantai atas dan masuk ke dalam kamarnya. Baru saja ia akan memanjakan dirinya di bathub dengan air hangat dan aroma therapy, ponselnya berbunyi tanda pesan masuk. Ia lalu mengambil ponselnya dan membuka pesan itu. Ia menatap kosong isi pesan itu.

 

Jangan terlalu dekat dengan laki-laki lain. Selamat beristirahat.

 

***

Taehyung sedikit membuka mulutnya setelah mendengar cerita dari Soo Ae. Alasan pertama ia memang terkejut karena pengalaman buruk Soo Ae, dan alasan kedua adalah Soo Ae tidak seperti yang ia bayangkan. Saat bercerita Soo Ae penuh dengan ekspressi dan tidak bersikap jutek atau dingin sedikitpun. Sesekali ia menahan dirinya untuk tidak mengacak rambut Soo Ae saat gadis itu mengembungkan pipinya dan mengeluh. Taehyung kini menatap datar Soo Ae yang sedang asik mengaduk ice cappucino-nya dengan sedotan.

“Soo Ae, ayo kita pulang.” ajak Taehyung lalu berdiri dan berjalan mendahului Soo Ae.

 

Mereka berjalan berdampingan hingga depan rumah Soo Ae. Soo Ae masih berdiam di depan rumahnya sedangkan Taehyung sudah membuka pintu pagar-nya dan akan masuk. Taehyung lalu menoleh ke arah Soo Ae yang masih ragu untuk masuk ke rumahnya. Taehyung lalu teringat cerita Soo Ae tadi, lalu dengan cepat ia mendatangi Soo Ae.

“Jika kau takut sendiri, kau bisa menginap di rumahku dan tidur bersama Hyerim.” ucap Taehyung.

“Aku tidak ingin merepotkan eomma mu.” ucap Soo Ae tersenyum samar.

“Baiklah. Ayo ku antar masuk.” Ucap Taehyung santai.

Soo Ae menatap Taehyung dengan penuh tanya.

“Ayolah, aku tahu kau takut jika ada sesuatu kan di dalam. Cepat buka pintunya aku akan memeriksanya.” ucap Taehyung lalu tersenyum manis.

“Simpan senyuman sok manismu. Itu sungguh memuakkan.” ucap Soo Ae dingin lalu membuka pintu pagarnya.

Mereka menyusuri halaman depan rumah lalu tiba di teras.

“Wah sepi sekali rumahmu.” ucap Taehyung dengan smirk-nya.

Soo Ae yang sedang membuka pintu rumahnya lalu melirik tajam Taehyung. Taehyung yang sadar dengan lirikan tajam tersebut dengan cepat memberikan cengiran khasnya.

“Aku bercanda. Kenapa kau masih belum mengerti aku?”

“Haruskah aku? Berhenti berbicara manis denganku.” Ucap Soo Ae.

“Geurae…..”

Setelah Soo Ae membuka pintu, ia mundur selangkah lalu menatap Taehyung. Ia sungguh takut sendiri dan berfikir seharusnya ia menginap di rumah Hyora. Ia tanpa sadar menghela nafasnya berat.

“Tunggu disini, aku akan masuk ke dalam.” Ucap Taehyung lalu berjalan santai masuk ke dalam rumah.

Lampu rumah Soo Ae kemudian menyala dan Taehyung berjalan kembali ke teras. Ia melihat Soo Ae yang sedikit was was.

“Sudah aman tuan putri. Aku pulang ya. Annyeong.” Taehyung lalu berjalan melewati Soo Ae.

“Gomawo, Taehyung. Maaf merepotkanmu. Salam untuk eomma-mu.” ucap Soo Ae.

Taehyung menghentikan langkahnya lalu tersenyum simpul. Laki-laki itu menoleh.

“Kau yakin tidak akan menginap di rumahku?” tanya Taehyung memastikan.

Soo Ae hanya menggeleng.

“Baiklah. Selamat malam.” Taehyung lalu kembali berjalan. Sebelum keluar dari halaman rumah Soo Ae, taehyung berteriak tanpa menoleh ke arah Soo Ae.

“Besok pagi aku akan menunggumu!”

Soo Ae hanya tersenyum miring lalu masuk ke dalam rumah.

 

Setelah selesai berendam dengan air panas, kini Soo Ae sudah merebahkan tubuhnya di ranjang. Ia menghela nafasnya dengan berat sambil menerawang langit-langit kamar. Ia teringat perdebatan sepele ia dengan Jinyoung tadi. Soo Ae lalu menggeleng keras mencoba untuk tidak merasa bersalah. Jika tidak seperti itu, ia akan selalu tersiksa dengan hati-nya. Harapan yang masih bisa menjadi kenyataan tapi terpaksa harus kandas karena suatu yang penting.

Tiba-tiba ponselnya berdering. Dengan malas ia mengambil lalu menjawab panggilan itu.

“Yeobseo….”

 

Akhirnya kau mau menjawab panggilanku. Kau harus mendengarkanku!

 

Skakmat. Soo Ae memukul pelan kepalanya karena dengan bodohnya ia tidak melihat siapa yang menelponnya.

 

“Hmm…..”

 

Aku minta maaf, jangan marah denganku. Apa kau baik-baik saja? Tadi kau pulang dengan siapa?

 

“Dengan Taehyung.”

 

Tetangga baru itu? Soo Ae……….

 

“Hmm….”

 

Aku menyayangimu. Aku tahu ini salah….. Aku tahu, tapi…..

 

“Oppa, lebih baik kita jangan bertemu satu sama lain hingga aku benar-benar ingin bertemu denganmu. Kita bersaudara, dan kita hanya bisa menyayangi sebatas itu. Jalljayo oppa.”

 

Soo Ae lalu memutuskan panggilan itu kemudian menonaktifkan ponselnya. Ia mencoba memejamkan matanya dan larut dalam mimpi-nya.

 

***

“Pagi Hyora.” Sapa Jimin yang baru saja masuk ke dalam kelas.

Hyora sudah berada di kelas yang masih sepi dan selalu saja dia yang pertama datang di kelasnya, bahkan di sekolahnya.

“Annyeong, pagi Jimin.” Ucap Hyora riang.

“Kau selalu rajin, Im Hyora. Haha.”

“Berhenti meledekku pipi tembem!” Seru Hyora.

“Kau tidak sadar diri, huh?”

“Ya!!! Dasar pendek!”

“EYY!!! Berhenti mengejekku!” balas Jimin dengan suara melengking.

“Itu sebuah realita, Park Jimin.”

“Ya! Kalian masih pagi sudah bertengkar.” ucap Taehyung tiba-tiba. Jimin dan Hyora terkejut melihat kedatangan Taehyung.

“Kau datang terlalu pagi, Taehyung.”

“Kau harus tahu, aku bangun awal gara-gara gadis ini.” Taehyung lalu menunjuk Soo Ae disebelahnya.

“Aku tidak memintamu untuk menungguku pagi-pagi buta!” Seru Soo Ae lalu duduk di bangku-nya.

“Kenapa kalian bisa berangkat bersama?” Tanya Hyora.

“Mulai sekarang aku akan melindungi Soo Ae.” Ucap Taehyung santai lalu duduk di tempatnya.

“Ya, berhenti berbicara yang tidak masuk akal, Kim Taehyung!” Seru Soo Ae dengan kesal lalu dengan cepat mengenakan earphone-nya. Ia tidak ingin mendengarkan ocehan Taehyung lagi. Tadi pagi, saat ia akan berangkat ternyata Taehyung sudah menunggunya di depan rumah. Ia sudah berjalan duluan tapi Taehyung dengan cepat mengejarnya.

“Taehyung, berhenti mengganggunya.” Bisik Jimin.

Hyora hanya memperhatikan Soo Ae yang terlelap dengan tatapan sedih. Kemudian ia teringat sesuatu dan mulai berbisik kepada Jimin dan Taehyung untuk menceritakan kejadian semalam.

“Aku yakin itu pasti Yoongi sunbae. Pasti ia cemburu saat kau bersama Hoseok sunbae. Jadi ia mengirimu pesan itu.” Ucap Jimin.

“Jadi selama ini, secret admirer Hyora adalah Yoongi sunbae?” Tanya Taehyung.

“Lebih baik kita mencari bukti dahulu.” Sahut Taehyung lagi.

Hyora dan Jimin mengangguk bersama.

 

***

Hyora berjalan sendiri menuju cafe oppanya. Hari ini entah kenapa ia sangat tidak bersemangat dan terlihat murung. Soo Ae pamit pulang duluan karena harus menjemput orangtua-nya di bandara. Jimin dan Taehyung juga harus latihan basket. Hoseok bahkan tak terlihat sama sekali di sekolah. Hyora mencoba menghubungi oppa-nya tapi tidak bisa. Hyora menghela nafasnya berat. Tiba-tiba ponselnya berdering.

“OPPA!!!!! Kenapa kau tidak menjawab panggilanku?”

“Aku akan ke cafemu. Ini dalam perjalanan. Buatkan aku waffle dan milkshake. Hari ini aku dalam kondisi mood yang buruk.” Ucap Hyora lalu memutuskan panggilan tersebut.

Setelah tiba di cafe, ia dengan cepat duduk di tempat favorit seperti biasa. Wajahnya benar-benar kusut dan terus berdecak kesal. Ini hari terburuk yang pernah ia lewati.

 

“Saengil chuka hamnida, saengil cukha hamnida saranghaneun Im Hyora. Saengil cukha hamnida.”

 

Tiba-tiba Jin, Jimin, Taehyung, Soo Ae dan juga Hoseok datang dari belakang Hyora dengan membawa kue ulang tahun. Hyora melebarkan mulutnya, kaget dan terharu melihat orang-orang yang hari ini ia harapkan sekarang berkumpul disini. Bahkan Hosoek pun juga ada. Hyora menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan tiba-tiba terisak. Soo Ae dengan cepat memeluk sahabatnya itu.

“Eyyy Hyora jangan menangis.” Ucap Soo Ae lembut sambil mengelus rambut Hyora.

“Aku pikir…..kalian melupakan……ulang tahunku.” Jawab Hyora masih terisak.

“Jin hyung menyuruh kami untuk tidak mengucapkan apapun kepadamu. Hahaha berhenti menangis pipi tembem!” Seru Jimin.

“Ya!!!” Seru Hyora.

Jin lalu menghampiri Hyora dan memeluknya kemudian menghapus airmata Hyora.

“Jangan menangis. Mianhae, Hyora. Aku ingin membuat kejutan untukmu.” Ucap Jin lalu tersenyum lembut.

“Hyora jangan menangis. Cepat tiup lilinnya.” Seru Taehyung bersemangat.

Ketika Hyora akan meniup lilinnya, Taehyung sudah meniupnya terlebih dahulu. Dengan sigap, Jimin dan Hoseok menjitak Taehyung dan Taehyung meringis kesakitan. Jin menggelengkan kepalanya sedangkan Hyora menatap tajam Taehyung.

“Paboyaaaa!!” Seru Hyora.

“Mian.” Ucap Taehyung dengan cengirannya.

“Saengil chukae Hyora.” Ucap Hoseok lalu tersenyum dan mengacak rambut Hyora.

“Gomawo, Jin oppa. Gomawo, Hoseok oppa.”

“Aku akan menyiapkan makanan untuk kalian.” Ucap Jin lalu pergi.

“Aku harus mencari buku ke lantai atas. Nanti aku akan kembali.” Ucap Hosoek.

Kini di meja itu hanya ada Jimin, Taehyung, Soo Ae dan Hyora.

“Kalian membohongiku. Kau juga Soo Ae!” Seru Hyora.

“Seharusnya kau tahu, aku tak pernah menjemput orangtuaku di bandara, Hyora.” Soo Ae bersandar di sofa lalu menghela nafasnya perlahan.

“Kau harus tahu, Hyora. Saat kami ijin kepada Yoongi sunbae, dia langsung mengijinkan kami.” ucap Taehyung semangat.

“Bahkan ia titip salam untukmu.” sahut Jimin kemudian.

“Ada apa dengan laki-laki itu?” Tanya Soo Ae heran.

“Memang kenapa?” Tanya Hyora.

“Ia terkenal cuek dan masa bodo dengan wanita di sekolah. Kenapa tiba-tiba ia seperti itu.” Ucap Soo Ae sinis.

“Entahlah…..”

 

Tiba-tiba ponsel Hyora berbunyi tanda pesan masuk. Hyora dengan cepat membuka pesan itu dan kemudian menatap Soo Ae, Jimin dan Taehyung.

“Ada apa?” Tanya Jimin.

Hyora memberikan ponsel itu kepada Jimin.

 

Hyora, saengil chukkae. Semoga kau selalu berada di jangkauan penglihatanku dan jangan pergi dariku.

 

-tbc-

 

Annyeong readers~ semoga chapter ini tidak membosankan. Sengaja aku buat panjang karena aku harus cepat menyelesaikan fanfic ini sebelum kembali masuk kuliah hehehehe maaf update-nya lama karena kemarin sibuk uas *kaya ada yang nyariin aja* hahaha jangan lupa kritik dan saran. Gamsa! Bye~

About fanfictionside

just me

10 thoughts on “FF/ MISS RIGHT, I LIKE YOU/ BTS-GOT7/ pt. 4

  1. Aaa secreat admirer-nya hyora siapa sih??!! Jadi penasaran!! Kalo bener Yoongi (Suga) aaah beruntung banget >_<

    FFnya keren thor (y) !!! Cepet-cepet dilanjut ne😀 Fighting !!!

  2. Thor, Jinyoung sama Soo Ae sodara? Esumpah loh? AAAAAHH NYESEK YAAA T.T
    jadi… Jadi…. Secret admire Hyora itu Yoongi atau bukan? Kalo emang iya, beruntunglah itu dia direbutin Hoseok sama Yoongi xD
    LANJUT AYO THOOR!!😄

  3. WAAAA…… aku paling suka bagian Jinyoung – Soo Ae – Taehyung❤
    Oh My…… cepet lanjottt thor.. kalo ga cepet, awas ya! aku santet nanti *siapin menyan* u,u
    saranghae dah :*

  4. Itu secret admirer nya hyora beneran yoongi kan? Geregetan ihh nunggu kebenarannya terbongkar🙂
    Sebenernya SooAe tuh suka gak sih sama jinyoung? Kasian jinyoung di cuekin mulu. Mereka sodara? Ohmygod.. apa itu alasan mereka putus? Huahhh always penasaran sama siapa itu secret admirer hyora..♡ secret admirer nya so so so Sweet.. absolutely so sweet.. ♥ envy deh jadinya😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s