FF/ LOVE OR DREAMS?/ BTS-BANGTAN/ pt. 1


Author       : Rianti Min Story

Tittle          : Love Or Dreams? Pt.1

Cast            :
+ Kim Nana
+ Jeon Jungkook

Support Cast:
+ Park Haeri
+ All BTS Members
+ Other Cast

Genre        : Romance, Sad, dll.

Rating        : R, BO, D, SU, A (au ah)

Chapter      : 1 of 5

Greeting     :
Annyeong ^_^ !!!!!
Author bawa FF baru. FF ini terinspirasi dari banyaknya idola author yang digosipin udah punya pacar TT_TT (sabar thorr) dan jadilah FF abal ini. FF ini murni loh dari otak author. Terimakasih.

IMG_5244496632100

————

————

***^_^***

Apa seorang bintang tidak diizinkan untuk jatuh cinta?

Apa impian lebih berharga dari cinta?

-Jeon Jungkook

***

Menyayangimu apa harus sesakit ini?

Aku fikir aku kuat, ternyata aku serapuh ini.

-Kim Nana

***

*****

***

NANA POV

Aku Nana. Aku masih berusia 17 tahun. Aku bersekolah di Namsan High School, sekolah elit dimana banyak bibt-bibit artis korea yang muncul. Seperti halnya namjachinguku.

Dia juga seumuran denganku. Aku dan dia sudah menjalin hubungan sejak satu tahun lalu, tepatnya diawal-awal dia melakukan traine di perusahaan musik terkenal di Seoul, Big Hit Entertainment.

Dia juga satu sekolah denganku tapi dia satu tingkat diatasku. Siapa sangka dia memang pintar dalam hal apapun terlebih lagi mengenai seni. Dia pandai menggambar, menari, memainkan berbagai alat musik, dan juga memiliki suara yang merdu. Selain itu dia juga ahli dalam berbagai permainan olahraga, seperti Basket, Sepak Bola, Tenis, Renang dan Bowling. Dia sangat multitalenta. Dan karena itulah perusahaan terkenal itu mengambilnya untuk dijadikan salah satu member grup Rookie baru yaitu Bangtan Sonyeondan atau Bangtan Boys (BTS).

Aku sangat bangga mempunyai namjachingu sepertinya. Dia lucu, menggemaskan dan juga tamVan.

Saat ini aku sedang berada disalah satu taman di dekat apartemenku di kota Busan. Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam tapi aku dan seseorang yang sedari tadi duduk disampingku masih enggan untuk beranjak pulang. Angin dingin juga sudah dengan senang hati menemaniku dengannya, namjachinguku.

Kami selalu menghabiskan waktu untuk mengobrol disini, dengan kedinginan, ditengah malam, dan hasilnya akan terasa besok saat aku masuk sekolah. Ya, aku akan selalu mengantuk saat jam pelajaran dimulai jika Jungkook sudah mengajakku pulang larut seperti saat ini.

Tapi mau bagaimana lagi. Disini saat tengah malam adalah waktu yang paling tepat untukku bisa mengobrol dengannya. Disini sepi, tidak ada seorangpun. Kalaupun ada mereka tidak bisa melihat wajahku dan Jungkook karena penerangan disini sedikit suram.

Kalau boleh jujur, sebenarnya aku juga ingin seperti teman-temanku yang lain yang bisa memperlihatkan kemesraan mereka dimanapun dan kapanpun. Tidak seperti saat ini. Gelap dan dingin. Barulah bisa aku mengobrol dengannya.

Tapi tidak ada pilihan lain. Tidak lucu kan kalau seorang Jeon Jungkook, member BTS yang BARU AKAN debut sudah mendapat skandal asmara dengan seorang Kim Nana?

Ok. Aku harus mengerti itu. Aku juga tidak mau membuat impiannya menjadi seorang artis langsung luntur begitu saja.Dan juga aku tidak ingin dimusuhi oleh banyak yeoja karena ini.

“Kau tau?” tanya Jungkook sambil melihat kearahku. Aku yang tadi sedang melihat-lihat bintangpun akhirnya menengok.

“Tidak.” jawabku singkat.

“Seminggu lagi adalah debutku.” kata Jungkook.

“Seminggu ini teman-teman sekolahku sudah membicarakan masalah ini. Aku sudah tau.” kataku sambil sedikit tersenyum.

“Lalu bagaimana?” tanyanya membuatku sedikit bingung harus menjawab apa karena memang aku tidak tau maksud dari pertanyaannya. Aku masih menatapnya bingung.

“Apanya?” tanyaku agar Jungkook mau lebih memperjelas maksud dari pertanyaannya barusan.

“Tentu saja perasaanmu!!” katanya sedikit kesal. Kesal???

“Perasaanku?” aku memalingkan wajahku untuk tidak menatap Jungkook. Menatap bintang yang sedari tadi bersinar mungkin akan memberiku sedikit ilham untuk mengetahui bagaimana perasaanku. Tapi nihil. Aku tidak tau bagaimana perasaanku. Aku hanya senang. Itu saja.

“Aku senang kau bisa debut. Itu kan impianmu sejak dulu.” kataku sambil terus menerawang.

“Itu saja?” tanyanya lagi. Aku benar-benar tidak mengerti dengan fikirannya. Aku sudah menjawab, tapi dia terus saja memintaku untuk menjawab lagi dan lagi.

“Lalu apa?” aku mengernyitkan mataku sambil menatap Jungkook bingung.

“Kau ini bodoh atau apa!!” katanya kesal sambil beralih menatap langit yang masih dipenuhi bintang. Aku masih menatapnya bingung sekaligus berharap dia akan menjelaskan lebih lanjut arah pembicaraan ini.

“Waktu debutku sudah dekat. Dan saat aku sudah debut, aku tidak akan memiliki waktu banyak. Kau pasti kecewa padaku, karena kita akan sulit untuk bertemu.” katanya masih belum melihat kearahku. Aku yang baru sadar dengan arah pembicaraannya masih bingung mau menjawab apa.

Dari awal aku menjadi yeojachingunya dan mengetahui dia sedang menjalani trainee, aku memang sudah siap dengan keadaan dimana akan banyak waktu yang hilang untuk kami selalu bersama. Dia pasti akan sibuk dengan skedulenya bersama Bangtan Boys.  Tapi aku sama sekali tidak merasa keberatan. Selama aku dan dia masih saling menyayangi, aku yakin ini akan berjalan lancar.

“Kau mencintaiku?” tanyaku padanya. Dengan cepat dia menatap kearahku.

“Pertanyaan macam apa itu?” kata Jungkook sedikit heran.

“Jawab saja, apa susahnya?” kataku sambil sedikit memanyunkan bibirku.

“Jawabannya sudah jelas.” katanya lagi.

“Apa?” tanyaku lagi karena masih belum menemukan jawaban yang aku inginkan.

“Kau sendiri pasti sudah tau itu!!” ah anak ini benar-benar. Aku memilih diam dan tidak menatapnya. Kesal dengan jawabannya yang tidak sesuai dengan harapanku.

“Arraseo~Arraseo~. Aku MENCINTAIMU KIM NANA.” katanya kemudian dengan sedikit mengeraskan suaranya agar benar-benar terdengar oleh telingaku.

Aku menyunggingkan senyumanku kearahnya dan menatapnya dengn gemas. Dia memang tamVan, terlalu tamVan malah. Tapi dia juga cute. Dan aku juga menyukai apapun yang ada padanya.

“Kalau begitu, pertahankan dulu impianmu. Saat waktunya tiba, aku akan datang sebagai cintamu.” kataku sambil terus tersenyum kearahnya. Kulihat dia juga tersenyum kearahku, namun ekspresinya sedikit berbeda. Mungkin dia sedang melayang-layang dengan kata-kataku barusan. Kau memang mudah ditebak, Jeon Jungkook.

————–

+++

————–

AUTHOR POV

Jungkook masih saja menatap langit-langit kamarnya dengan fikiran kosong. Memikirkan dua hal yang sejak dulu sudah ia fikirkan. Cinta dan Impian.

Saat ini dia sedang menjalin hubungan dengan Nana. Yeoja manis, mungil, berambut panjang dan menggemaskan. Dia benar-benar sudah jatuh cinta. Apalagi saat malam itu Nana mengatakan kata-kata yang membuatnya serasa ringan sehingga dia bisa terbang bebas diudara seperti kapas.

Tingkahnya yang lucu selalu sukses membuatnya melupakan segala macam rasa lelah yang dia rasakan sehabis mempersiapkan debutnya yang hanya tinggal menghitung hari. Nana adalah moodmakernya. Apa jadinya kalau dia tidak bertemu dengan Nana dalam waktu lama?

Debut. Impian yang sudah sangat lama yang Jungkook harapkan, dan kini sudah tepat didepan matanya. Dia memang senang, tapi dilain hal, dia juga memikirkan perasaan Nana. Mereka akan semakin sulit untuk bertemu saat Jungkook sudah debut. Saat inipun dia sudah sangat sulit, apalagi nanti yang statusnya sudah berubah menjadi seorang ‘bintang’?

Tapi mendengar kata-kata Nana saat itu membuat Jungkook sedikit mendapatn semangatnya. Mungkin Nana benar. Impian akan mengiringi kedatangan cintanya.

Tapi dia juga belum siap dengan segala resiko yang dia alami sebagai seorang bintang. Berkaca pada Sunbae-Sunbaenya yang lebih memilih putus dengan pacarnya saat media mulai mengetahui hubungan mereka. Apa Jungkook juga akan melakukan hal yang sama? Tentu saja jawabannya tidak. Ya, tidak mampu untuk hanya sekedar dibayangkan oleh seorang Jungkook.

Perlahan matnya mulai terasa berat. Tubuhnya yang sedari tadi sudah nyaman dengan posisi tidur menghadap langit-langit sepertinya enggan untuk ia ubah. Sekejap kemudian Jungkook sudah memasuki alam bawah mimpinya, melupakan sejenak apa yang selalu mengganjal diotaknya.

————-

****

————-

Minggu-minggu pertama debutnya, Bangtan Boys benar-benar sibuk. Waktu untuk tidur saja sangat sedikit. Bahkan tak jarang mereka sampai harus tidur di mobil karena tidak sempat untuk pulang ke dorm mereka.

Bangtan Boys. Boyband yang beranggotakan 7 orang pria tamVan yaitu : Namjoon, Jin, Yoongi, Hoseok, Jimin, Taehyung dan Jungkook. Sejak sebelum debutpun mereka sudah sangat dinantikan oleh para ARMY, julukan yang diberikan untuk para penggemar Bangtan Boys. Pantas saja minggu-minggu pertama ini mereka benar-benar disibukkan dengan melakukan konser onair dan offair.

Penampilan mereka yang  memukau selalu sukses membuat para army yang menyaksikan sampai berteriak-teriak dengan keras meneriakkan setiap member yang mereka idolai. Ini memang penghargaan besar untuk Bangtan Boys sendiri. Mengingat mereka baru saja melakoni debut, tapi sudah bisa menyita jutaan pasang mata yang menyaksikan mereka.

Mereka juga melakukan showcase didalam dan luar kota Seoul. Sangat terkenal dan penomenal boyband rookie ini. Sampai-sampai Jungkook yang masih harus menyelesaikan sekolahnya yang tinggal beberapa bulan lagi harus mengambil cuti untuk sementara, dan dia akan masuk kembali saat ujian kelulusan dilaksanakan. Pihak sekolah juga tidak keberatan, mengingat kemampuan Jungkook yang sangat jauh diatas rata-rata. Dia selalu berada diperingkat 5 atau 3 besar. Jadi tidak masalah dengan pengambilan cuti yang dilakukan olehnya. Sekolah sudah yakin 100% kalau Jungkook akan dengan mudahnya mengisi soal-soal ujian kelulusan meskipun tanpa belajar sekalipun. Harus di akui, memang dia sangat pintar dalam berbagai hal.

———–

Disudut yang lain, Nana mulai merasa tidak biasa dengan status baru yang disandang oleh namjachingunya sebagai idola. Terlalu banyak yang menyanjungnya, menyebutnya tampan, keren, cool, dan tak jarang ada yang menyebut Jungkook sebagai miliknya sendiri. Bahkan di media sosialpun banyak sekali yang membicarakan boyband yang bernuansa hip-hop itu dengan seenak jidatnya. Ini masih terlalu dini untuk Nana. Meskipun sudah hampir 4 bulan Jungkook menjalani kehidupan barunya, Nana masih belum bisa menerimanya sebagai seorang idola. Dalam hati sebenarnya akan lebih baik jika Jungkook memilih untuk menjadi orang biasa saja agar Nana bisa menunjukkan pada yeoja-yeoja itu bahwa Jungkook sudah memiliki tambatan hatinya, dan membuat yeoja itu mengoreksi kata-katanya yang menyebutkan kalau Jungkook adalah miliknya.

Tapi pemikirannya yang lain mengatakan berbeda. Dia harus tetap mendukung apapun yang dilakukan Jungkook. Dia ingin menjadi seseorang yang membuat Jungkook merasa nyaman saat bersamanya.

———-

Hari ujianpun tiba. Jungkook dengan dibantu oleh walinya dari staff Big Hit mulai masuk kembali ke sekolah. Menjalani rutinitasnya yang lain diluar menjadi seorang idola. Ya, ini adalah hari ujian kelulusan bagi kelas tiga.

Sejak turun dari mobil staff Big Hit, jungkook sudah bisa melihat pemandangan yang luar biasa didepannya. Banyak siswa yang kebanyakan yeoja dengan sengaja berdiri disetiap koridor agar bisa melihat langsung idola mereka. Tak jarang juga ada yang meneriakkan nama Jungkook dengan keras dan lantangnya seakan dia tidak punya urat malu sedikitpun.

Sedangkan Jungkook hanya memasang tampang coolnya seperti biasa. Wajahnya memang sudah seperti ini. Diampun akan membuatnya terlihat tampan, apalagi jika dengan sengaja dia melakukan fose sebagai seorang model? Mungkin seluruh wanita yang melihatnya akan langsung lemas dan pingsan. Saking tampan tentunya.

“Kau populer sekali, Jungkook-ah.” bisik sang wali yang adalah manager dari Bangtan Boys. Jungkook hanya melirik sang manager sekilas sambil memasang senyumnya yang manis. Tidak ingin berlama-lama sepertinya dengan tontonan para yeoja yang membuat Jungkook risih, sang manager mempercepat langkahnya untuk menuju ke ruang kepala sekolah. Terlihat juga sesekali Jungkook mencuri pandang kearah kerumunan para yeoja, berharap bisa melihat seseorang yang benar-benar ingin dia lihat barang sebentar. Tapi sepertinya tidak ada. Dia kembali memfokuskan langkahnya, sedikit merunduk menutupi wajahnya yang sedikit terasa masam untuk dilihat.

—————

NANA POV

Hari ini adalah hari ujian kelulusan untuk kelas tiga. Jungkook mungkin akan datang kesekolah. Tapi, aku tidak akan berharap banyak untuk bisa bertemu dengannya dan mengobrol sebentar untuk melepaskan rasa rindu yang sudah kupendam selama 4 bulan lamanya. Menyedihkan memang. Tapi aku harus tetap memasang wajah bahagia. Melihat namjachinguku sendiri sudah sukses menjadi apa yang selama ini dia inginkan.

Sebuah senyuman sedari tadi sudah muncul diwajahku. Aku yang baru saja keluar dari ruangan kepala sekolah dikejutkan dengan kedatangan Jungkook. Dia juga sama terkejutnya seperti aku, meskipun aku akui kini dia sudah pandai untuk menutupi ekspresinya. Menjadi bintang memang membuatnya pandai berakting.

“Aku menunggu diluar saja hyung.” kata Jungkook pada seseorang yang berada didepannya. Sepertinya dia walinya yang akan bertemu dengan kepala sekolah.

“Ne. Baiklah. Kau tunggu disini sebentar. Sepertinya disini aman untukmu.” kata orang itu sambil melihat-lihat sekelilingnya untuk memastikan benar-benar tidak ada orang.

Aku yang masih didepan pintu kepala sekolah sedikit bergeser untuk memberi ruang orang itu agar bisa masuk. Aku juga sedikit membungkukkan badanku tanda sopan. Senyuman bahagia sudah sangat susah untuk aku sembunyikan. Dan saat orang yang mengantar Jungkook itu masuk, aku langsung saja mendapat pelukan hangat dari Jungkook. Mendekap lebih erat lagi untuk mengungkapkan rasa rindu satu sama lain.

Tak membutuhkan waktu lama, air mataku sudah sukses menuruni wajahku. Isakan kecil juga sudah mulai terdengar. Jungkook yang menyadarinya langsung melepaskan pelukannya dan menatap wajahku.

“Kau baik-baik saja bukan?” tanyanya. Aku hanya bisa mengangguk mengiyakan. Senyuman kecil juga mulai terlihat lagi diwajahku. Mungkin aku menangis karena terlalu bahagia bisa kembali bertemu dengan namjachinguku.

“Kau tau? Barusan aku sangat tersiksa saat melihatmu dihadapanku dan aku hanya bisa diam saja karena ada manager hyung disampingku.” katanya pelan, mungkin takut terdengar oleh orang yang berada didalam sana.

“Aku merindukanmu.” kataku pelan, namun masih bisa terdengar oleh Jungkook.

“Bersabarlah. Suatu saat dunia akan tau kalau aku adalah namjachingumu dan kita tidak usah berpura-pura tidak kenal lagi seperti barusan.” kata Jungkook sambil memegang kedua tanganku. Aku benar-benar tidak bisa menahan air mataku untuk tidak keluar. Bayangkan saja, 4 bulan bukan waktu yang singkat. Tidak melihatnya selama 4 bulan benar-benar menguras fikiranku. Dan sekarang aku bertemu degannya. Mungkin tidak akan lama, tapi setidaknya ini bisa dijadikan sedikit obat malarindu untukku.

Aku mengangkat wajahku untuk menatap Jungkook.
“Selagi masih sanggup bersabar, aku akan bersabar.” kataku masih dengan sedikit isakan. Tangan Jungkook dengan lembut menyentuh kedua pipiku, menghapus setiap butiran air yang keluar dari mataku. Aku benar-benar merindukannya. Tidak bisakah waktu berhenti saat ini juga agar aku bisa lebih lama lagi untuk bersamanya? Aku tidak ingin ini cepat berlalu. Kesempatan yang sangat langka untuk bisa menemuinya saat dia sudah menjadi seorang idola.

“Kau sabar menungguku?” tanyanya sambil terus mengelap air mataku yang sepertinya tidak akan berhenti mengalir dalam waktu singkat.

Aku menganggukan kepalaku lemah.
“Ne. Aku sabar… Karena aku sayang.”

Kata-kataku barusan sukses membuat wajah Jungkook berubah merah. Aku tau dia sedang menahan tangisnya saat ini. Terlihat dari mulutnya yang terkatup rapat. Dia juga tidak menatapku, seperti sedang mencari suatu kekuatan untuk bisa menahan bendungan air mata yang harus tetap ia jaga agar tidak tumpah dihadapanku.

Jungkook kembali memelukku, terasa nyaman, hangat dan damai. Lama dalam posisi ini, Jungkook akhirnya melepaskan pelukannya saat sebuah suara langkah sepatu terdengar dari dalam ruangan kepala sekolah.

“Cukup dulu untuk saat ini. Aku harap kita akan bertemu lagi dalam waktu dekat. Aku benar-benar merindukanmu. Aku mencintaimu. Pergilah, sebelum manager hyung melihatmu.” kata Jungkook dengan tergesa-gesa dan mendorongku agar segera pergi dari tempat itu.

Aku bahagia bisa bertemu dengannya meskipun hanya beberapa menit saja. Memang tidak sebanding dengan perpisahan kami selama 4 bulan, tapi setidaknya aku lega karena tau Jungkookpun merasakan hal yang sama sepertiku.

———-

Saat ini aku sedang berada ditoko buku. Mengantar Haeri, sahabatku sejak aku bersekolah di Namsan. Dia memang hobi sekali membeli buku. Mungkin dirumahnya sekarang sudah seperti perpustakaan yang menyimpan berbagai macam buku.

Aku mengambil secara acak sebuah buku novel yang tidak terlalu tebal berwarna ungu. Mungkin menunggu Haeri mencari buku yang diminatinya dengan membaca akan sedikit tidak membosankan. Aku mengambil tempat duduk dekat dinding yang mengahadap langsung kejendela. Tidak ada pemandangan menarik didepanku. Hanya jalanan besar yang selalu dilalui oleh banyak kendaraan dengan banyak bentuk tanpa ada jeda barang sedetikpun.

Aku membuka buku dihadapanku tanpa niat untuk membacanya. Karena lama, aku membuka tas ku dan mengambil handphone ku yang berada didalamnya untuk mengecek jam. Sudah lama aku duduk disini, tapi Haeri masih saja belum muncul.

Tanpa sengaja sesuatu ikut keluar dan jatuh ke lantai saat aku mengambil handphoneku. Sebuah kertas tebal berukuran sebesar telapak tangan. Aku mengambil kertas itu yang ternyata adalah sebuah foto.

Masih kupandangi foto berukuran kira-kira 4R ini. Sudah lama sekali aku tidak melihat secara langsung orang yang ada difoto ini semenjak ujian lalu. Ya, Jeon Jungkook. Foto ini memajang gambarku dan juga Jungkook yang sedang melakukan selvi. Kami sama-sama tersenyum, tapi aku rasa senyuman Jungkook lebih indah dariku. Giginya berjajar sempurna dan matanya juga memancarkan kebahagiaan. Aku sangat menyukai Jungkook yang seperti ini. Tersenyum dengan lepas dan penuh dengan ketulusan.

Aku merindukannya. Padahal baru 2 bulan yang lalu aku dan Jungkook bertemu didepan ruang kepala sekolah. Tapi tetap saja. Aku tidak bisa untuk tidak merindukannya. Ditambah lagi kami hanya bisa saling mengirim pesan untuk sekedar menanyakan kabar saja.

Sebenarnya aku takut kalau ini terus berlangsung lama. Aku takut jika suatu saat aku akan menjadi terbiasa tanpanya.

“Nana-ah.” seseorang tiba-tiba mengagetkanku dari arah belakang. Dengan cepat aku menyembunyikan fotoku yang sedang bersama jungkook itu kesalah satu halaman buku yang sedari tadi ada didepanku.

“Ah, ne” jawabku sedikit panik. Takut kalau Haeri melihat foto itu.

“Kenapa kaget seperti itu? Apa aku terlihat menakutkan?” tanya Haeri padaku karena melihat ekspresi keterkejutanku yang berlebihan.

“A-ani. Aku hanya sedang melamun.” kataku sedikit terbata. Ku lihat ekspresi Haeri yang sudah kembali seperti semula.

“Kau ini. Ayo pulang. Aku sudah mendapatkan buku ini.” katanya sambil menunjukan sebuah buku agak tebal dengan cover berwarna biru muda ditangannya.

“Bokongku hampir saja berakar karena terlalu lama duduk disini.” kataku sedikit kesal karena memang aku sudah pegal-pegal karena terlalu lama duduk.

“Separah itukah? Kurasa otakmu sudah harus masuk bengkel agar kau bisa berhenti melamun tidak jelas seperti barusan.” katanya dan sukses mendapat satu jitakan dariku.

“AAWW!!”

“Kau fikir aku apa? Mobil? Seenaknya saja menyuruhku pergi ke bengkel.” kataku kesal dan langsung melangkah pergi lebih dulu meninggalkan Haeri. Tapi tak membutuhkan waktu lama dia sudah ada disampingku. Mensejajarkan langkahnya dengan langkahku.

————–

AUTHOR POV

Seorang yeoja yang bergaya ala mahasiswi dengn santainya masuk kesebuah toko buku. Melihat-lihat buku-buku yang sangat rapi berjajar ditempatnya. Matanya terhenti pada sebuah buku dengan cover yang sangat mencolok. Dengan warna kesukaannya, Ungu terang.

Dia membaca judul buku yang tertera disampulnya, sepertinya dia sedikit tertarik dengan buku ini. Untuk sekedar memastikan ia tertarik atau tidak, yeoja ini membuka satu  persatu halaman tanpa membacanya. Mungkin hanya sekedar menyesuaikan matanya agar tidak kaget saat nanti ia membacanya.

Tiba-tiba sebuah kertas tebal jatuh dari salah satu halaman yang ada dibuku itu. Penasaran, yeoja itupun mengambil kertas tebal tadi. Sebuah foto. Dia sedikit memicingkan matanya agar bisa dengan jelas melihat siapa yang ada foto itu.

“Jungkook? Inikan Jeon Jungkook?” katanya sedikit tidak percaya melihat salah satu orang yang ada difoto itu.

“Siapa yeoja ini?” dia kembali bergumam sendiri saat matanya menangkap sosok yeoja yang sedang bersama Jungkook dalam foto itu.

“Atau pacar Jungkook?” dia kembali mengungkapkan asumsinya yang dengan cepat datang dan meyakinkan kalau yeoja yang sedang bersama Jungkook ini adalah yeojachingunya.

“Dunia harus tau ini!!!” katanya bersemangat. Dia langsung mengambil handphonenya yang ada disaku celana jinsnya. Membuka salah satu aplikasi yang sudah tidak asing lagi untuk kalangan anak remaja jaman sekarang, Twitter.

@SuziloveBTS
ARMYdeul harus tau, kalau jungkook memilki seorang yeojachingu.. *_*.. Aaaaaa :-@

Selesai mengupdate satu twit, yeoja itu kembali memfokuskan matanya pada seorang yeoja yang ada difoto itu.

“Sepertinya aku pernah melihatnya.” gumamnya sambil terus mengutar-mutar otaknya.

———-

*Flashback

@SuziloveBTS:
Yang tau unamenya BTS mention ke aku ya🙂 yang baik aja😉

Tak membutuhkan waktu lama, dia langsung mendapat mention dari salah satu followersnya.

@Nana_J0903K:
@SuziloveBTS ini unamenya @BTS_twt

Dia begitu senang karena sudah mendapatkan apa yang ia inginkan. Dengan cepat dia mengucapkan terimakasih pada seseorang yang sudah membantunya menemukan unamenya BTS.

@SuziloveBTS:
@Nana_J0903K gomawo chingu~:-D :-*

@Nana_J0903K:
@SuziloveBTS sama-sama *^_^*

*Flashback end

———-

Yeoja itu langsung mencocokkan foto itu dengan sebuah foto avatar dari salah satu followersnya.

“Mirip. Ini benar dia!!!” katanya bersemangat. Sepertinya dia sudah tidak tertarik lagi untuk membeli buku. Ia lebih tertarik dengan segala pemikirannya yang mungkin sebentar lagi akan menjadi trending topik di twitter.

-To Be Continue-

————

Yeeee… Akhirnya part satu sudah resberes ^_^

Tinggal part2!!!

Jari gue kriting lagi dooong TT_TT

 

About fanfictionside

just me

6 thoughts on “FF/ LOVE OR DREAMS?/ BTS-BANGTAN/ pt. 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s