FF/ LOVE IS MOMENT/ EXO/ pt. 2


Tittle : Love is Moment (Chapter 2)

 

Author: marni_azza

 

Length : Chapter

 

Genre: Romance, School life, Friendship, Family

 

Rating : PG-17

 

Main cast :

-Kim Jongin (EXO)

-Oh Sehun (EXO)

-Kim Ruumi (OC)

 

Other cast :

-Kim Joonmyun/Suho (EXO)

-Soh Eungi (OC)

-Lee Dasoom (OC)

-Oh Narie (OC)

CYMERA_20140729_172909

 

Author note : FF ini juga di posting di thekpopdiaries.wordperss.com. Jadi kalau ada liat FF itu disana jangan anggap FF ini plagiat ya. This is real my FF.

Summary

 

…Aku tidak pernah merebut pacar temanku sendiri, dia bahkan bukan temanku. Aku hanya mengatakan aku menyukainya di surat cinta bodoh itu..

 

 

Ruumi prov

 

Aku terus berlari menuju tangga meninggalkan preman kecil itu. Aku benar benar terkejut mendengar pengakuan cinta monyetnya. Bagaimana bisa dia mengajakku berpacaran padahal kami baru kenal, aku bahkan meyakini dia tidak tau nama asliku. Tapi saat mendengar pengakuan Jongin tadi aku sempat berpikir, akan sangat bagus kalau bukan dia orangnya tapi namja itu. Namja yang kusukai sejak aku SMP. Andai saja namja itu yang mengatakan tertarik padaku dan mengajakku pacaran. Andai namja itu bisa dengan jujur dan gamblangnya meutarakan rasa sukanya seperti si preman kecil Jongin, mungkin sekarang keadaanku akan lebih baik. Aaaach…bodohnya aku, kenapa aku harus memikirkannya lagi padahal aku dalam proses melupakannya. Namja itu bahkan tak disini lagi sekarang, dia sudah pergi jauh bersama kekasihnya. Aku harusnya membencinya, dia yang sudah membuatku tidak bisa berjalan dengan kepala tegak, akupun harus menunduk malu karnanya. Benar aku harus membencinya.

 

“Kim Ruumi…!!!” Aku menengok kearah panggilan itu, aku langsung tersentak kaget ketika melihat tiga gadis di belakangku. Mereka semua adalah teman temanku saat di SMP. Mati aku kali ini, aku tetap tak bisa menghindar dari mereka sepertinya. Melihat mereka di depanku seperti melihat dewa kematian yang siap membawaku kedalam nerakanya. Ingin sekali kulangkahkan kakiku pergi jauh dari sini, berlari secepat cepatnya agar mereka tak dapat mengejarku, tapi apa daya jangankan untuk berlari untuk tetap bertahan dengan posisiku sekarangpun rasanya sulit. Lututku terasa sangat lemas, aku berharap ada seseorang di sampingku untuk berjaga jaga kalau saja aku jatuh ditempat.

 

“Anyeong! Ternyata kau sekolah disini juga Ruumi” sapa gadis yang tepat berada di antara kedua temannya. Gadis berambut pendek itu tersenyum manis padaku, seakan ia seorang malaikat yang baik hati padahal ia adalah udang di balik batu.

 

“Ne…” ucapku hanya bisa mengiyakan.

 

“Bagaimana bisa kau masuk kesini, apa kau tidak tau banyak teman SMP kita juga bersekolah di sini?” tanya gadis yang di sebelah kiri. Pertanyaannya menyadarkan ku, bahwa pembullian mereka mungkin kembali di mulai.

 

“Apa kau tidak malu bertemu dengan mereka setelah apa yang kau lakukan?” tanya yang kanan juga ikut ikutan. Memangya apa yang ku lakukan? bukankah yang sudah melakukan sesuatu itu mereka.

 

“Kalian ini bicara apa? Kenapa ia harus malu? Bukankah menyenangkan bisa satu sekolah lagi dengan teman SMP” sahut si udang itu kembali. Saking kesalnya ku namai dia udang.

 

“Ia sudah berani merayu pacar temannya sendiri. Semua murid di SMP kita juga sudah tau hal itu. Kalau aku jadi kau aku pasti malu sekali, ketahuan ingin merebut pacar teman sendiri. Itu mengerikan”

Enak sekali si jidat lebar ini bicara, kapan aku merebut pacar teman sendiri? lagi pula apa kami masih bisa di katakan teman setelah yang ia lakukan padaku. Kuyakin kami sudah jadi musuh saat kejadian itu terjadi.

 

“Untung saja Narie dan Sehun tidak putus karnamu, mereka pasti sudah bahagia sekarang karna pergi sekolah keluar negeri.” Gigi kawat itu terlihat senang mengatakannya padaku. Mereka yang pergi kenapa jadi kau yang terlihat bahagi? Urusi saja gigimu yang berantakan itu. Aku mendumel ria di dalam hati. Aish kenapa aku hanya bisa diam takut seperti ini? seharusnya aku membalas semua perkataan mereka dengan semua omonganku yang tersimpan dalam hati. Aku bahkan berani beradu mulut dengan Jongin yang tidak ku kenal tetapi kenapa dengan mereka selalu saja seperti patung bodoh.

 

“Jangan bicara sekasar itu, bukankah masalah ini sudah selesai. Aku yakin Ruumie sudah menyesali perbuatannya. Kau tidak akan melakukannya lagikan Ruu…”

 

PLAKK

 

Habis sudah kesabaranku. Tidak bisa membalas mereka dengan kata kata aku memutuskan menggunakan tanganku saja. Dan orang yang kupilih untuh ku sentuh pipinya dengan keras adalah gadis berambut pendek ini, Lee Dasoom

 

“Dasoom-a…gweanchana?”tanya temannya si kawat gigi khawatir pada Dasoom. Dasoom yang munafik yang terus saja bicara manis tapi punya hati lebih kejam dari pada si kawat gigi dan si jidat lebar.

 

Tamparanku pada Dasoom ternyata menarik perhatian murid lain di sekitar kami, mereka berhenti melakukan kegiatan mereka dan berakhir dengan menonton pertunjukan real kami. Dasoom yang kena tamparanku mengarahkan tatapannya padaku sambil terus memegangi pipinya yang merah.

 

“Ruumi-ah…aku minta maaf kalau aku ada salah bicara padamu, tapi kenapa kau harus sampai menamparku seperti ini ? kau kan bisa bicara baik baik denganku”

 

“Kenapa kau yang minta maaf? Seharusnya dia yang melakukannya” jidat lebar itu protes, ia menatapkan lebih tajam dari Dasoom. Seakan dia saja yang aku tampar.

 

“Aku tidak papa , mungkin memang aku yang salah”jelas Dasoom terlihat sedih.

 

Kesedihan wajah Dasoom menimbulkan bisikan bisikan diantara murid murid yang masih setia menonton kami. Samar samar aku dengar banyak yang kesian pada Dasoom karna sudah diperlakukan kasar olehku, padahal Dasoom sudah sangat lembut bersikap padaku. Wah…Dasoom, sekali lagi dia bisa membuat semua orang simpatik pada wajah palsunya termasuk aku.

 

“Kau benar benar hebat Dasoom-a…kau pura pura tidak bersalah setelah apa yang kau lakukan padaku. Kau sungguh pintar membuat orang simpatik padamu.Tidak…mungkin akulah yang terlalu bodoh karna sudah percaya padamu dan menganggap kau benar benar sahabatku. Aku…” Suaraku tertahan, aku merasa sesak dan air mataku mungkin akan segera jatuh. Aku memberanikan diriku untuk membuka mulut, mencoba menampik semua perkataan yang akan keluar dari mulut Dasoom dan teman temannya tapi aku gagal. Dari pada perasaan marah ingin menampik semua perkataan mereka aku lebih terselimuti rasa sedih dan kecewa. Aku rasanya ingin menangisi hubungan burukku dengan Dasoom sekarang.

 

Dulu aku dan Dasoom adalah sahabat, layaknya sahabat kami saling berbagi suka dan duka, sampai suatu hari dia menghianatiku. Semua berawal dari keputusan kami untuk masuk kekelompok Narie. Narie adalah salah satu anak yang paling kaya di sekolah. Orangtuanya adalah donatur tertinggi untuk SMP kami. Bisa berteman dan satu kelompok dengan Narie adalah keberuntungan, karna kau akan ikut dikenal oleh satu sekolah, kau akan mendapatkan kemudahan dalam belajar, dan bisa bebas memakai pasilitas sekolah tanpa perlu meminta ijin. Kau juga bisa diijinkan untuk tidak masuk sekolah kalau kau menginginkannya walau dengan alasan yang tidak masuk akal.Semua murid akan sangat tunduk dan semua guru akan sangat baik. Percaya tidak percaya semua tunduk pada kelompok Narie.

 

Dasoom tak bertahan lama di kelompok Narie, dia dikeluarkan hanya karna ia tak bisa mengikuti gaya hidup Narie yang modis. Hidup modis perlu uang, dan latar belakang keluarga Dasoom yang pas pasan tidak dapat memberikan yang Dasoom minta. Keluarnya seseorang dari kelompok Narie itu artinya bahaya, karna setelah anggota itu keluar, ia akan di bulli oleh murid murid lain yang kebanyakan adalah murid murid yang pernah di bulli oleh kelompok Narie, mereka melakukan itu sebagai pembalasan dendam. Aku tak tega melihat Dasoom sendirian melewati masa sulitnya itu, akupun ikut keluar dari kelompok Narie walau Narie sempat menolaknya. Pada akhirnya akupun ikut di bulli juga bersama Dasoom tapi itu lebih baik dari pada sendirian.

 

Ditengah tengah pembullian kami datang seseorang sebagai penolong, ibarat dalam film action ia adalah super hero bagi aku dan Dasoom. Dia…lelaki itu adalah anak baru di SMP kami, dan dia kerap menolong aku dan Dasoom saat kami di bulli. Namanya Sehun dan dia adalah cinta pertamaku. Sehun yang selalu ada saat aku membutuhkannya, membuatku akhirnya jatuh cinta dan perasaanku mengatakan namja itu juga merasakan hal yang sama denganku. Akupun memberanikan diriku untuk memberitahukan padanya, aku mengutarakan isi hatiku dalam sebuah surat. Tapi ketika surat itu sudah siap ku berikan aku malah mendapati kenyataan pahit, kalau Sehun telah resmi berpacaran dengan Narie. Hatiku remuk seketika, aku tau Sehun mengenal Narie tapi aku tidak tau ia cukup dekat dengan Narie sampai menjadikan Narie sebagai pacarnya. Bagaimana seorang malaikat bisa bersama Setan betina seperti Narie.

Tak sanggup menanggung rasa sedih ini sendiri aku memberitahu Dasoom tentang hal ini. Tapi aneh Dasoom hanya diam tak berkomentar rewel seperti biasanya. Sampai esoknya aku dapati Dasoom bersama kelompok Narie didepan mading sekolah yang tertempelkan surat cintaku.

 

Flasback

 

“Ternyata kau menyukai Sehun” ucap Narie ketus ” kau menyukai pacar temanmu sendiri” Aku menatap Narie, ia masih bisa bilang aku teman setelah membuatku dijahili murid murid yang pernah jadi korbannya. Tidak bukan hanya korbannya tapi dia sendiri juga anggotanya juga ikut menjahiliku karna kesal akibat penolakanku pada tawarannya untuk tetap bertahan di kelompoknya. Aku tahu itu walau ia melakukannya secara diam diam.

 

“Aku masih mengganggapmu temanku, kau bahkan sudah kuanggap sahabat bagiku. Kaulah yang paling kusukai dari lainnya dan aku kecewa kau keluar hanya karna Dasoom. Seharusnya kau memohon padaku untuk mempertahankannya saat itu. Tapi sekarang aku bersyukur kau sudah keluar dari kelompokku karna ternyata kau srigala berbulu domba, kau mencoba menusukku dari belakang, dan aku berterimakasihh pada Dasoom, karna kalau bukan dia aku tidak akan tau kebusukanmu.”

 

Aku langsung menoleh pad Dasoom saat Narie menyebut namanya, tak penting semua tuduhan bodoh Narie padaku, yang penting sekarang apa benar Dasoom yang menghianatiku. Dasoom menundukkan wajahnya, menghindari tatapanku yang tak percaya ia tega melakukannya.

 

“Itu Sehun…” seru teman Narie memberitahu, akupun langsung ikut menatap Sehun yang mulai berjalan mendekat kearah kami.

 

“Oppa!” panggil Narie pada Sehun.

 

Aku gugup melihat Sehun semakin dekat pada kami, aku tak ingin ia melihat surat cintaku untuknya sekarang karna itu tak ada gunanya lagi, namja tinggi itu sudah jadi pacar Narie sekarang. Aku berinisiatif menyembunyikan surat cinta itu, lekas ku berdiri di depan mading, mencoba menutupinya dengan tubuhku.

 

“Ada apa kalian semua berkumpul disini?” tanya Sehun ketika sudah sampai di depan kami. Aku menundukkan wajahku, malu rasanya kalau sampai ketahuan aku menuliskan surat cinta untuknya.

 

“Ada surat cinta untukmu” jawab Narie mengagetkanku, aku langsung menatapnya berharap ia tak mengatakan lebih dari ini. Narie membalas tatapanku dengan tersenyum evil, ia juga mendorongku menjauh dari papan mading, memperlihatkan surat cintaku pada Sehun. Usai membacanya Sehun mengarahkan pandangannya padaku. “Surat cinta ini dari Ruumi. Bagaimana   menurutmu?”

 

Sehun hanya diam dan terus menatapku. Ku tak tau arti tatapannya padaku, apa yang sedang ia rasakan setelah tau aku menyukainya. Apa dia senang, kecewa, atau malah marah karna aku sudah berani memiliki perasaan lebih padanya, padahal aku tau dia tak sendiri lagi sekarang.

 

“Aku orang yang adil. Aku akan bertanya padamu Oppa. Apa kau juga menyukai Ruumi?. Kalau kau menyukainya kau bisa putus denganku dan berpacaran dengannya” tawaran Narie membuatku kaget.

 

Aku memberanikan diri menatap Sehun, dalam hati paling dalam aku ingin dia bilang bahwa dia juga menyukaiku.

 

“Kau bicara apa? Ayo kita kembali ke kelas” Sehun menarik tangan Narie pergi di depanku dan seketika itu aku sadar kalau tindakan Sehun adalah jawaban darinya bahwa ia tak memiliki perasaan apa apa padaku.Aku rasanya ingin jatuh kelantai sekarang, badanku terasa lemas dan mata ini tak tahan lagi untuk tak mengeluarkan air mata.

 

Melihat Narie pergi di bawa Sehun, teman teman Nariepun ikut pergi yang tertinggal hanyalah Dasoom dan usai kepergian mereka aku langsung terduduk di lantai, lemas sudah lututku.

 

“Mianhae…” kata Dasoom berdiri didepanku.

 

Aku menengok keatas, melihat wajahnya yang terlihat benar benar menyesal. Tapi kenapa ia harus menyesalinya kalau dia lah pelakunya.

 

Aku mencoba berdiri lagi “Kenapa kau melakukan ini padaku? Kupikir kita sahabat” tanyaku penasaran dengan alasannya.

 

“Aku perlu sahabat seperti Narie. Aku lelah di musuhi semua orang, aku tidak mau di bulli lagi. Tolong mengerti keadaanku. Aku tidak memiliki segalanya sepertimu. Aku harus punya sahabat seperti Narie untuk mendapatkan keinginanku” Dasoom pergi meninggalkanku usai menusukku dengan kata katanya . Ia menganggap bersama Narie bisa mendapatkan semua yang ia inginkan. Baik itu teman atau barang barang mewah. Surat cintaku yang di berikannya pada Narie pasti ditukar dengan semua hal itu. Narie pasti menjanjikannya akan memberi segala yang Dasoom minta asal Dasoom mau menghianatiku.

 

Flasback end

 

Aku meninggalkan Dasoom dan kedua temanya yang juga teman SMP ku. Dengan pipi yang masih basah aku menerobos segerombolan murid yang dari tadi menonton kami. Berhasil melewati mereka langkahku malah terhenti lagi, aku melihat seseorang yang kukenal lagi, dia juga dulu sekolah di SMP ku,aku pikir aku tak kan pernah bertemu dengannya untuk selamanya. Kedua mata kami bertemu, aku semakin malu sekarang karna mungkin orang di depanku ini mendengar semua percakapanku dan Dasoom. Tidak, lebih baik dia mendengarnya, aku ingin dia tau betapa susahnya aku sekarang. Andai saja saat itu dia mengatakan juga menyukaiku mungkin aku takkan seberat ini melalui hari yang penuh penghinaan ini. Oh Sehun aku membencimu, kau lelaki jahat yang memberi harapan palsu pada seorang gadis yang begitu menyukaimu.

 

“Ruumi!” panggil Eungi sambil berlari mendekatiku. “Aku dari tadi mencarimu. Kau tahu aku melihat siapa tadi di kantin? Aku melihat Sehun Oh Sehun. Ternyata dia tidak jadi sekolah di luar negeri” Eungi dengan antusias memberitahuku, tanpa sadar orang yang dibicarakannya sekarang ada di depan kami.

 

“Ara…!”

 

“Kau sudah tau. Kau bertemu dengannya?”

 

“Sehun-a!!!” panggil Dasoom yang baru menyadari keberadaan Sehun.

 

Dasoom berlari kearah Sehun dan melewatiku begitu saja. Eungipun sadar Sehun berada tak jauh dari kami.

 

“Kenapa kau ada disini. Apa kau tidak jadi keluar negeri?” Sehun diam, dia tak menjawab pertanyaan Dasoom. Tatapannya masih mengarah padaku, aku kembali tersadar aku tak seharusnya membalas tatapan Sehun. Aku harus melupakannya, akupun bergegas pergi meninggalkan tempat itu.

 

Author prov

 

Melihat Ruumi berhenti menatapnya dan pergi Sehun ingin mengejarnya tapi tangannya ditahan oleh Dasoom. “Narie tidak ada bukan bearti kau bisa mendekat padanya”

 

Sehun menatap tajam Dasoom, ia tak suka dengan perkataan Dasoom. Sehun sadar itu bukan sekedar perkataan tapi itu adalah ancaman. Dasoom sekarng bukan anak bawang lagi, dia tangan kanan Narie. Kalau Sehun tak berhati hati dengan tindakannya, Dasoom bisa saja memberitahu Narie apa yang dia lakukannya dan mungkin keadaan akan semakin rumit dan Ruumi akan kembali tersakiti karna kecerobohannya. Sebenarnya Sehun juga menyukai Ruumi tapi ada hal yang membuatnya tak bisa menjalin hubungan yang di sebut pacaran itu dengan Ruumi.

 

 

Usai kejadian itu keadaan Ruumi semakin buruk tiap harinya, wajahnya selalu terlihat murung. Ruumi hanya berdiam di kelasnya walau jam istirahat datang, Ruumi tak ingin lagi bertemu dengan Dasoom dan teman temaannya yang menghinanya sebagai perebut pacar teman sendiri meskipun itu tidak benar. Terlebih lagi sekarang penghinaan itu di tanngapi oleh murid murid disekolahnya sekarang ini, banyak murid sudah yang membicarakannya. Ia di kenal sebagai penggoda pria berkat Dasoom dan teman temannya. Mereka memberitahu kelakuan buruk Narie di SMP, yang pastinya tidak benar.

 

“Apa kau begitu takut pada mereka sampai kau tidak mau keluar kelas? Bahkan hanya untuk makan di kantin atau pergi pipis di toilet?” tanya Kai yang juga mengetahui apa yang terjadi pada Ruumi tempo hari dan juga gosip yang menimpa Ruumi sekarang.

 

Dikelas sekarang hanya ada mereka berdua karna ini jam istirahat dan teman sekelas mereka yang lain sekarang sedang menikmati waktu istirahat yang pendek ini.

 

“Apa pedulimu…”ucap Ruumi ketus

 

“Kau tau kau terlihat sangat menyedihkan sekarang. Ku dengar kau menampar salah satu dari mereka, lalu kenapa kau masih seperti ini. Kalau kau ingin menghukum mereka lakukan dengan benar, jangan maju mundur seperti ini”

 

“Kau tau apa?”

 

“Aku tidak tau apa apa dan yang lain juga tidak tahu apa apa sebenarnya, mereka hanya mempercayai yang mereka dengar. Jadi kau tidak perlu bersembunyi dari mereka kalau yang mereka dengar itu memang tidak benar. Hadapilah.”

 

“Berisik! Kau membuatku semakin kesal dan ingin cepat keluar dari sekolah ini” seru Ruumi bangkit dari duduknya. Sebenarnya Ruumi hanya tak tau cara membalas ucapan Kai yang benar adanya karna itu ia hanya bisa mengatakan sesuatu yang bermaksud Kai telah mengganggunya.

 

“Apa kau benar merebut pacar temanmu sendiri? Apa kau juga gadis penggoda seperti yang dikatakan teman teman SMP mu? Lalu kenapa kau tidak menggodaku, apa kau hanya melakukannya pada lelaki yang sudah punya pacar?”

 

Manmie melotot marah mendengar semua omongan Kai.

 

“Aku tidak pernah merebut pacar temanku sendiri, dia bahkan bukan temanku. Aku hanya mengatakan aku menyukainya di surat cinta bodoh itu, yang ku tulis sebelum aku tau dia sudah punya pacar. Lelaki itu bahkan tidak pernah membalas perasaanku. Jadi bagaimana bisa aku merebutnya????!!!!” teriak Ruumi di akhir sambil berjalan maju kearah Kai, membuat Kai mundur sampai akhirnya tubuh belakangnya membentur tembok belakang kelas mereka.

 

Ruumi menghela nafas, ia merasa suaranya sudah habis karna meneriaki Kai. Ruumi menatap Kai sambil menghela nafas, melihat Ruumi seperti ini membuat Kai merasa semakin tertarik pada gadis manis ini. Kai mendekatkan dirinya pada Ruumi, tangannya siap untuk memeluk Ruumi tapi ketika ia melayangkan tangannya kearah Ruumi, Ruumi malah tiba tiba duduk jongkok didepan Kai dengan wajah yang tersembunyi di balik kedua tangannya. Beberapa detik kemudian Kai mendengar suara tangisan Ruumi.

 

Kai menghela nafas lalu ikut berjongkok, Kai mengelus lembut rambut Ruumi, membuat Ruumi mengangkat kepalanya menatap Kai.

 

“Berhentilah menangis, orang orang akan mengira aku melakukan sesuatu padamu” ucap Kai pura pura tak ingin dituduh telah membuat Ruumi menangis. Padahal bagi Kai lebih bagus orang orang menganggap Ruumi menangis karnanya dari pada Ruumi menangis karna gosip yang menimpanya.

 

“Kau memang melakukannya” tuduh Ruumi dengan suara parau karna menangis.

 

“Boe..???”

 

“Kau yang membuatku menangis”

 

“Baiklah, anggap saja begitu” angguk Kai setuju “Tapi ku mohon berhentilah menangis” Kai mencoba memeluk Ruumi lagi, tapi gagal lagi. Sekarang Ruumi malah mendorongnya sampai pantatnya melekat di lantai.

 

Ruumi prov

 

Usai menangis segila segilanya di depan Jongin, entah mengapa perasaanku sedikit lebih nyaman. Mungkin karna akhirnya aku bisa mengutarakan isi hatiku bahwa aku bukanlah perebut pacar temanku sendiri ataupun gadis penggoda. Walau hanya bisa mengatakannya pada Jongin tapi itu sedikit membantu.

 

Aku berjalan menuju halte bus terdekat dari sekolahku sambil merenungi kata kata Jongin.Haruskah aku berhenti bersembunyi dari mereka haruskah aku menghukum mereka seperti yang kulakukan pada Dasoom? Tidak mungkin, mana sanggup tangan ku menampar semua orang yang menghinaku. Aish, ini membuatku gila. Aku menghentakkan kakiku kesal pada diri sendiri yang tidak berani melakukan apapun usai kejadian itu. Akhirnya aku sampai di halte bus, gara gara Suho oppa hanya mau mengantarku kesekolah tapi tidak untuk menjemput, aku jadi harus selalu pulang dengan bus.

Aku mengambil hpku ditas, aku putar lagu Don’t Go dari EXO, boyband kesukaanku, aku dengarkan lagu itu lewat headset putihku.

Walau asyik mendengarkan lagu aku tetap menyadari ada seseorang duduk di sebelahku, sepertinya murid dari sekolahku juga tetapi ia tak memakai rok sepertiku. Dia memakai celana panjang, dia murid lelaki pastinya. Aku tak tau wajahnya seperti apa karna itu tidak penting bagiku. Dia hanya seorang murid sepertiku yang sedang menunggu bus datang dan aku tak tertarik untuk mengenalnya walau hanya untuk bicara basa basi menunggu bus.

 

Bus yang ku tunggu akhirnya tiba sebelum bus itu berhenti aku sudah siap berdiri di pinggir jalan, agar ketika bus berhenti aku tinggal langsung masuk. Kalau aku tidak cepat seperti ini aku mungkin tak akan dapat kursi di bus. Aku tak sendiri di halte ini selain murid lelaki yang duduk disampingku masih banyak murid lainya yang juga ingin masuk ke bus itu. Oh iya murid lelaki itu dimana dia, aku tak melihatnya ikut berdiri sepertiku dan yang lainnya. Penasaran aku pun menoleh kebelakang, aku tertergun mengetahui wajah murid lelaki yang duduk disampingku tadi, ia berdiri dibelakangku dan memberiku senyum. Aku terbuai dengan senyum itu, lebih terbuai lagi dengan segala pikiranku. Kenapa orang ini bisa disini ? Apa dia mengikutiku? Tapi kenapa? Aku trus bertanya tanya dan akupun tak sadar bus yang telah kutunggu tunggu itu sudah berangkat pergi meninggalkan aku dan murid lelaki itu. Dia mendekat kearahku dengan terus mengembangkan senyumnya lalu dengan pelan ia mengangkat tangannya merangkul tubuhku, ia memelukku.

 

“Pogosipo…!” Katanya lembut sambil menempelkan dagunya dibahu kiriku.

TBC..

 

Sorry ya chapter ke 2 lama keluarnya coz ku lagi galau😀. Tapi tetep gomawo buat chinggudeul yang udah mau baca FF ini. Aku harap aku bisa bikin FF ini terus menarik untuk di baca kalian.(Amien… :D)

About fanfictionside

just me

12 thoughts on “FF/ LOVE IS MOMENT/ EXO/ pt. 2

  1. sehun ? bisa jadi bisa jadi….
    yang laen ? bisa jadi bisa jadi…
    kai ? tidak tidak…
    dasom jahat ? bisa jadi bisa jadi…
    😀

    thanks for comen ya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s