FF/ FATE/ BTS-AOA/ pt. 2


Title : FATE Pt.2

 

Cast :

–          Kim Seok Jin (BTS)

–          Shin Hye Jeong (AOA)

 

Support Cast :

–          Yagi Harumi

–          Irie Naoki

 

Genre : Sad, Friendship , Romance , NC

 

Length : Chapter

 

Author : Chahaekris

photo

*

Jin menyesap tehnya sambil menonton tv di ruang tamu , ia melirik ke arah Harumi yang baru saja keluar dari kamarnya .

 

“ohaiyo … sudah bangun?” sapa Jin

 

“kau tidur di sini tadi malam?” ujarnya menunjuk sofa yang di hiasi selimut dan bantal.

 

“eoh…kau mau susu atau teh” Jin berjalan ke arah pantry

 

“susu saja”

 

Jin duduk di sebelah Harumi dan memberikannya roti dan susu.

“lain kali kau tidak boleh mabuk seperti kemarin lagi”

 

Harumi yang sedang asik dengan roti panggang nya menoleh ke arah Jin

ia menerawang apa yang terjadi tadi malam padanya.

 

Jin membopongku ke dalam kamarnya, lalu menjatuhkanku ke kasur hangatnya.

Aku menahan tangan Jin yang masih memegang tanganku.

Aku menatap mata Jin dengan lamat, turun ke hidung mancungnya dan bibirnya…

Aku menutup mataku perlahan…

“Jin…

Aku sangat mengantuk”

 

“maafkan aku, aku tidak akan mengulanginya lagi” Harumi menundukkan kepalanya karena malu.

 

“mm… Mobilmu di Basement, dan ini kuncinya” Jin menyerahkan kunci mobil milik Harumi.

 

“kau tidak berangkat ke kampus bersamaku?” tanyanya

 

“tidak…aku akan mampir ke Rumah Sakit sebentar ,mengambil berkasku kemarin, kau berangkatlah sendiri”

 

Jin beranjak menuju ke kamarnya, Harumi memandang punggung Jin dengan sedih.

Ia merasa betapa murahannya ia sebagai wanita saat ini.

Meminta seorang lelaki membawanya ke Apartmentnya.

Harumi menghela nafasnya.

 

 

**

 

 

Jin berjalan menyusuri koridor Rumah Sakit menuju ruangan Dr. Satoshi , sebagai murid dari jurusan Kedokteran , Jin akan praktik langsung di Rumah Sakit agar ia terbiasa dengan kesehariannya sebagai seorang Calon Dokter.

 

Jin mengetuk pintu Dr. Satoshi, namun tak ada jawaban dari dalam, sepertinya Dr. Satoshi sedang tidak berada di ruangannya.

 

Ia berjalan menuju taman di dekat ruangan itu dan duduk di salah satu kursi taman.

Banyak sekali pasien yang sedang berjemur ditemani perawat mereka. Suatu hari nanti ia akan bisa menyembuhkan semua orang dari penyakitnya. Sejak kecil Jin bermimpi menjadi Dokter yang bisa membantu seseorang sembuh dari penyakitnya, bukankah itu pekerjaan yang sangat mulia.

 

Jin menerawang ke arah matahari yang bersinar tidak begitu terik,

Memejamkan matanya, merasakan hangatnya mentari pagi.

 

“Seok Jin”

 

Jin kenal sekali dengan suara itu, ia membuka matanya dan tersenyum mendapati Ajjuma dan Hye berdiri di depannya.

 

“Ajjuma…sedang apa di sini?”

 

“ahh aku ada urusan sebentar dengan Dokter di sini, bisa kau menemani Hye sebentar? Aku tidak akan lama”

 

Jin mengangguk.

 

Hye duduk di sebelah Jin,

 

“apa kabar?

Sepertinya Ajjuma sangat menyukaimu” sapanya

 

“baik…bagaimana denganmu?” Jin menatap Hye

 

“baik juga…sedang apa kau di Rumah Sakit ini?apakah kau sakit?”

Hye memandang ke arah Jin, seketika jantung Jin berdetak kencang.

Hye tidak bisa melihat, namun Jin merasa Hye seperti bisa melihatnya.

 

“aku…aku akan parktik di sini, aku kan kuliah Kedokteran” Jin menjawab dengan kikuk.

 

Hye hanya menganggukkan kepala tanda mengerti.

 

“Hye…” panggilku

 

“mmh?”

 

“mengapa kau tidak melakukan operasi mata saja?

Bukankah akan sangat menyenangkan bisa melihat dunia lagi seperti sebelumnya”

 

Hye menundukkan kepalanya, menatap sepatunya.

“aku tidak mau…” kata itu meluncur dari bibir Hye

 

“kenapa Hye?”

 

“aku tidak ingin melihat dunia yang membuatku kehilangan orang tuaku…

Cukup aku dan Ajjuma saja…aku bahagia”

 

Jin menatap sendu gadis yang berada di sampingnya ini.

Ia tau ia tak berhak bertanya banyak, ia belum mengenal gadis ini secara mendalam, bahkan mereka belum sangat akrab.

 

Jin terdiam begitu juga dengan Hye.

 

 

***

 

 

“Heiii…kenapa kau tidak bersemangat seperti ini” Naoki merangkul pundak Jin

 

Jin hanya terdiam tidak menjawab pertanyaan sahabatnya itu.

 

“bukankah kau dari Rumah Sakit?

Mereka tidak menerimamu sehingga kau lesu seperti ini?”

 

Jin menoleh ke arah Naoki dan meninju lengannya

“apakah aku sebodoh kau sehingga tidak di terima?”
Naoki tertawa terbahak-bahak,

“aku tidak sebodoh yang kau pikirkan, buktinya aku bisa masuk ke Rumah Sakit lokal di daerah Shibuya”

 

Jin tersenyum menatap temannya itu

“hari ini Harumi mengundang kita makan malam di Apartmentnya”

 

“kau sajalah … aku juga sudah janji dengan Mamaku akan pulang cepat untuk merayakan ulang tahun adik ku” ujar Naoki sambil berlalu meninggalkan Jin.

 

Jin mengedikkan bahunya dan berjalan mengikuti arah sahabatnya itu.

 

 

 

Ting Tong

 

“ahh kau sudah datang?”

Harumi menyambut kedatangan Jin di Apartmentnya.

 

Jin tersenyum menatap Harumi dan membawa sekantung Takoyaki yang di pesan Harumi saat Jin menuju Apartmentnya.

 

“duduklah, sebentar lagi masakanku selesai”

 

“Naoki bilang ia tidak bisa datang karena adiknya berulang tahun”

 

“benarkah? Ia tidak mengatakan apapun padaku…

Aku sudah masak banyak hari ini”

ujar Harumi berjalan ke arah dapurnya.

 

“akan aku habiskan makanan itu”

Jin dan Harumi tertawa bersamaan.

 

Jin duduk di ruang tamunya , memperhatikan sekeliling Apartment Harumi,

matanya menangkap foto yang terpajang di atas rak-rak buku,

ia mengambil bingkai foto itu dan tersenyum.

Harumi memang lucu sejak kecil.

 

“heii sedang apa? Melihat wajah jelekku waktu kecil eoh?”

 

Jin tertawa dan meletakkan kembali bingkai foto itu

“tidak…kau lucu sejak kecil”

 

ia mencubit pipi Harumi, jika Jin menyadari pipi Harumi sudah merona merah saat ini.

 

Mereka bercengkerama sambil memakan masakan buatan Harumi.

 

Kini mereka sedang duduk di ruang tamu memakan takoyaki,

 

“ini ucapan terima kasihku karena kau bersedia tidur di sofa saat aku mabuk dan menginap di Apartmentmu”

 

Jin yang sedang mengunyah takoyakinya memberikan satu tusukan takoyaki ke arah Harumi,

Harumi menerima suapan Jin padanya dan menuangkan Jus ke gelas Jin.

 

“Jin…”

 

“emh?” Jin menatap Harumi sambil menenggak Jus jeruknya.

 

“aku menyukaimu Jin…”

 

Jin tersenyum

“aku juga menyukaimu… kau orang yang sangat menyenangkan, aku menyukai sahabat sepertimu”

 

Senyum Harumi mendadak memudar,

“aku mencintaimu Jin”

 

Jin terdiam ,

ia meletakkan gelas jusnya di meja dan menatap Harumi.

 

Harumi mendekatkan dirinya ke arah Jin,

 

Dengan cepat Harumi menempelkan bibirnya dengan bibir Jin,

 

Jin cukup terkejut dengan perlakuan Harumi yang begitu tiba-tiba.

 

Harumi melumat bibir Jin dengan lembut, meraba dada bidang Jin dengan jemarinya.

 

Jin tidak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang, jika ia tidak menghentikan semua ini, ini akan semakin jauh.

 

Tangan Jin bergerak meraba punggung Harumi, naik ke lehernya dan berhenti di pipi gadis itu.

Harumi menghentikan lumatannya…ia menatap Jin dengan harap Jin akan menerima pernyataan cintanya.

Mereka saling memandang…

Harumi memandang dalam ke arah mata Jin, begitu pula dengan Jin,

 

“Harumi…

“kenapa kau melakukan hal ini?”

 

Mata Harumi mulai berkaca-kaca ,

“kenapa kau bertanya seperti itu?

Bukankah sudah jelas karena aku mencintaimu”

 

“Harumi , ini terlalu cepat…terlalu cepat untukmu mengatakan kau mencintaiku”

Jin menatap nanar Harumi yang mulai meneteskan air matanya.

 

“terlalu cepat? Sudah setahun kita saling mengenal, apakah kebersamaan ini tidak cukup lama untukmu ?” Harumi semakin terisak.

 

Jin menundukkan kepalanya,

“Harumi…bukan seperti itu maksudku, hanya saja…aku belum memiliki perasaan yang sama seperti dirimu…aku tidak ingin mengecewakanmu, namun ini yang aku rasakan…”

suara Jin tercekat, ia tak ingin menyakiti perasaan gadis ini , namun ia berusaha jujur akan perasaannya.

 

“baiklah…tidak apa-apa, aku akan menunggumu sampai kau memiliki perasaan padaku” Harumi tersenyum getir.

 

Entah apa yang harus Jin katakan saat ini.

 

 

****

 

 

HyeJeong duduk manis di depan Tv nya sambil menunggu Ajjuma Lee yang sedang keluar berbelanja persiapan makan malam.

 

Ting Tong

 

Eoh…siapakah?

Jika itu Ajjuma ia akan langsung masuk ke rumah , untuk apa membunyikan bel? Batin Hyejeong.

 

Dengan ragu ia berjalan ke arah intercom,

“si…siapa?”

 

“Annyeong Hye…ini aku Jin, bolehkah aku masuk?”

 

Hye tersenyum mendengar suara Jin dari intercom, setidaknya ia mengenal siapa orang di balik pintu Apartmentnya sekarang.

 

“Annyeong…eoh apakah Ajjuma sedang keluar?” Sapa Jin ramah

 

“Annyeong mm Ajjuma sedang berbelanja keluar, ada apa Jin?”

 

Entah mengapa Jin tersenyum menatap HyeJeong yang menurutnya sangat manis hari ini.

“eoh…hari ini aku akan membantu Ajjuma masak”

 

“kau bisa memasak? baru kali ini aku mendengar seorang lelaki pintar memasak”

HyeJeong terlihat sangat tertarik.

 

“memasak adalah hal kesukaanku, walaupun aku tidak pandai, setidaknya aku suka mencoba masakan baru dan rasanya tidak selalu mengecewakan”

 

“aku tidak sabar mencoba masakanmu Jin”

HyeJeong tersenyum gembira,

 

Jin menatap HyeJeong yang berada di hadapannya saat ini, ia merasakan sesuatu ketika HyeJeong tersenyum.

 

“Hye…aku pulang, eohh Seok Jin kau sudah datang rupanya,”

 

Jin yang sedang berbincang dengan Hye langsung membantu Ajjuma membawa barang belanjaannya.

 

“aku sudah menunggumu lama Ajjuma, ppali kita masak makanan yang enak untuk Hye” Jin mendorong Ajjuma ke dapur.

 

Hye tersenyum mendengar percakapan Jin dengan Ajjuma di dapur, bagaimana bisa Ajjuma sangat akrab dengan Jin sejak mereka pertama kali bertemu. Ajjuma memang sangat ramah pada semua orang , namun Jin adalah orang yang pertama yang mengunjungi mereka di Apartment.

 

Selama ini Ajjuma sangat menjaga Hye dengan ketat, tidak ada seorang pun yang boleh masuk ke dalam rumah jika Ajjuma sedang tidak ada di rumah.

Namun ketika bersama Jin , Ajjuma bisa sangat gembira dan bersemangat.

 

Hidung HyeJeong mencium aroma yang sedap , sepertinya makanan mereka sudah siap.

“Hye…makanan sudah siap” terdengar suara Jin memasuki ruang makan.

 

“wangi sekali…sepertinya sangat enak”

ujar HyeJeong bersemangat

 

Jin mengambilkan Sup dan menuangkan di mangkuk Hye,

“hati-hati ini sangat panas…kau makan pelan-pelan ne Hye”

 

Jin meraih tangan HyeJeong dan menyematkan Sumpit di tangannya, HyeJeong tersentak namun ia tetap menerima perlakuan Jin yang sangat peduli padanya.

 

HyeJeong tersenyum,

hal yang HyeJeong pikirkan saat ini adalah Jin orang yang baik …sangat baik.

 

 

 

Jin sudah selesai merapikan piring dan peralatan masak kembali ke tempatnya.

 

“Jin…apakah kau akan langsung pulang?”

HyeJeong berdiri di depan pintu dapur dengan jaket tebal ia sampirkan di lengannya.

 

“mm setelah ini selesai aku akan kembali, ada apa Hye?”

 

“ingin menemaniku berjalan-jalan?

Ajjuma sudah kelelahan jadi aku tak ingin menganggunya”

 

Jin berfikir sejenak, namun akhirnya ia tersenyum,

“tentu saja…tunggu 5 menit lagi”

 

Jin menatap Hye yang berjalan di sebelahnya, Hye terlihat sangat gembira.

“kau sering berjalan-jalan di malam hari dengan Ajjuma?”

 

“tidak juga…kadang-kadang aku berjalan-jalan sendiri” ujar Hye dengan tenang

 

“sendiri? Itu sangat berbahaya Hye…mengapa tidak mengajak Ajjuma?”

 

“Ajjuma sudah lelah membantuku sejak pagi sampai malam, jadi tidak apa-apa jika aku sendiri yang berjalan-jalan, lagipula aku sudah hafal jalan ini”

 

Jin tidak berhenti menatap Hye dengan tidak percaya, bagaimana bisa ia berjalan-jalan di malam hari dengan keadaannya yang tidak bisa melihat.

 

“aku lebih nyaman berjalan-jalan di malam hari daripada siang hari, dengan begitu tidak terlalu banyak orang yang berlalu lalang”

 

“Hye…tapi itu sangat berbahaya, bagaimana jika ada orang yang ingin berbuat jahat padamu? Apa yang akan kau lakukan?”

 

Hye terkekeh mendengar penuturan Jin.

 

Jin semakin mengerutkan keningnya, “kenapa kau tertawa?”

 

“Jin apa kau sadar, kau itu seperti wanita, cerewet sekali”

 

Jin menghentikan langkah kakinya.

Menatap punggung Hye yang berjalan di depannya,

Pikiran Jin melayang entah kemana, kata-kata itu mengingatkannya kembali kepada masa kecilnya…

 

“Jin…mengapa kau diam?” Hye berhenti melangkahkan kakinya.

 

Jin masih menatap lurus ke arah HyeJeong.

 

“Jin…kau masih di sini kan?” Hye mulai panik dan membalikkan badannya.

 

“aku masih di sini Hye…”

 

Hye tersenyum dan mulai berjalan lagi.

 

Jin melangkahkan kakinya menjajari langkah Hye.

“apa kau haus?”

 

“mm sedikit” ujarnya

 

“tunggu di sini, aku akan kembali”

Jin menuntun Hye menuju kursi terdekat

 

“jika ada orang yang menyapamu, kau teriak saja…aku pasti mendengarmu, arra”

Ujar Jin sebelum ia pergi.

 

Hye terkekeh geli…ia mulai menyukai sosok Jin yang sangat peduli padanya.

 

Mereka berdua duduk menikmati kopi panas masing-masing.

 

“Hye…boleh aku bertanya padamu?”

Jin memulai pembicaraannya kembali, di dalam hatinya banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan pada gadis ini.

 

Hye mengangguk.

 

“bagaimana kau bisa tinggal di Jepang bukan di Korea?”

 

Hye terdiam mendengar pertanyaan Jin, matanya memandang lurus ke depan.

 

“karena aku tidak punya siapa-siapa lagi di Korea, sejak kecil aku sudah di Jepang. Aku tidak tahu apakah aku masih punya kerabat atau tidak. Karena itu aku lebih memilih tinggal di Jepang”

 

“apakah kau lupa setelah terjadi kecelakaan itu?”

Jin merubah posisi duduknya hingga menghadap ke arah gadis ini.

 

“aku…aku juga tidak tahu Jin. Yang aku tahu hanya orang tuaku meninggal karena kecelakaan mobil itu. Ajjuma Lee selalu mengunjungiku di Rumah Sakit saat aku masih koma. aku hanya mengingat itu saja…saat itu usiaku 7 tahun, mungkin itu sebabnya aku tidak ingat siapa lagi kerabatku”

 

Jin mencerna semua kata-kata yang Hye ucapkan…

Ia harus bertanya lebih jelasnya kepada Ajjuma Lee.

Hanya ia satu-satunya orang yang mengetahui siapa Hye sebenarnya.

 

“mm begitu…ahhh dingin sekali. Ayo kita kembali ke dalam. Kau akan sakit jika selalu keluar malam-malam seperti ini”

 

“aku membawa Jaketku setiap kali aku keluar, aku tidak akan sakit. Kau tenang saja Jin” Hye tersenyum ke arah Jin.

 

“kau bisa memintaku untuk menemanimu berjalan-jalan di malam hari. Jangan berjalan-jalan sendirian. Kau selalu bisa meminta bantuanku”

 

Hye memandang Jin dengan ekspresi wajah yang tidak bisa di jelaskan.

Namun akhirnya gadis itu tersenyum

“aku tidak ingin merepotkanmu”

 

“tidak. Ini tidak merepotkan. Ajjuma selalu baik padaku. aku selalu mengatakan pada Ajjuma jika aku sangat merepotkannya. Tapi ia selalu berkata tidak. Begitu juga denganku Hye. Kau tidak akan pernah merepotkanku”

 

“mengapa kau sangat baik padaku Jin?”

 

Jin terdiam mendengar pertanyaan Hye ,ia sendiri tidak mengerti mengapa ia sangat ingin melindungi gadis ini.

“karena aku tidak memiliki adik , jadi anggap saja kau ini adikku sendiri. Jadi tidak ada kata-kata seperti merepotkan! Arra”

 

 

*****
 

Jin duduk di depan meja belajarnya.

Ia menerawang di dalam redupnya lampu belajar di atas mejanya.

Tangannya menggenggam jepit rambut berwarna pink yang sudah ia miliki sejak 14 tahun yang lalu.

Ia menitikan air matanya dalam gelap.

Entah mengapa sejak pulang dari Apartment Ajjuma Lee, badannya terasa lemas.

 

“nama lengkap Hye itu HyeJeong…Shin HyeJeong. Kecelakaan itu terjadi seminggu setelah Hye tiba di Jepang. Hye dan kedua orang tuanya sedang dalam perjalanan menuju ke Tokyo dengan mengendarai mobil. Kecelakaan itu terjadi begitu saja . Hanya Hye yang selamat karena ia yang duduk di kursi paling belakang. Orang tua Hye meninggal setelah sempat di larikan ke rumah sakit. Hye mengalami koma selama seminggu, kondisi Hye sangat lemah pada saat itu. Pengacara Ayah Hye menghubungiku setelah kejadian itu, aku dulu bekerja sebagai pelayan pribadi Keluarga Shin. Ia mempercayakan Hye padaku sampai saat ini. aku sangat prihatin pada kondisi Hye. Sebelumnya Hye orang yang sangat ceria namun ia menjadi sangat pendiam sejak ia mengetahui dirinya tidak akan bisa melihat lagi. Aku sering membujuknya agar melakukan operasi mata, agar Hye bisa kembali seperti sebelumnya. Namun ia selalu menolaknya…ia tidak ingin melihat lagi. Ia tidak mampu melihat foto Appa dan Eommanya. Itu akan membuat Hye semakin sedih dan merasa bersalah kepada orang tuanya. Hye merasa ialah penyebab kematian orang tuanya”

 

“tapi apakah tidak ada kerabat Hye yang lain?”

 

“Ayah Hye adalah anak tunggal, maka dari itu mereka tidak mempunyai kerabat lagi. Hye tidak suka jika ada orang yang membahas tentang keluarganya. Hye lebih banyak mengurung diri di dalam kamarnya dan tidak ingin menemui orang lain. Hye sangat shock mendengar berita meninggalnya kedua orang tuanya”

 

Jin tidak mampu menahan air matanya lagi.

Dalam hatinya berkecamuk apakah Hye adalah HyeJeong teman kecilnya?

Shin HyeJeong…nama itu begitu menyayat hati Jin saat ini.

Ia dan HyeJeong hanya berbeda setahun , saat mereka pertama kali bertemu , HyeJeong berumur 7 tahun,

Mungkinkah saat terakhir ia bertemu dengan HyeJeong, adalah karena HyeJeong pindah ke Jepang?

 

 

Tbc-

 

Annyeong…

I’m back with Chapter 2…

Hehehe

Gomawo buat yang udah baca and comment di Chapter 1 kemarin,

Semoga masih nungguin chapter selanjutnya yah…

 

>< Chahaekris

About fanfictionside

just me

8 thoughts on “FF/ FATE/ BTS-AOA/ pt. 2

  1. huahhhhhh.. akhirnya update😀
    jadi HyeJeong beneran temen kecilnya jin kan…
    apa harumi akan terus nunggu jin?
    nexxt minnnnnn,, gepeel, semangkaaaaa’-‘)/9

  2. akhirnya update. terima kasih min castnya hyejeong unnie dan jin oppa. mereka bias ku dan susah buat nyari ff mereka. cast hyejeong terlalu sering dipasangin sma jun. k oppa._. dan anak AOA yg banyak FFnya seolhyun dan mina…
    FIGHTING!!!🙂

  3. Oh Hye itu Shin Hyejong? Semoga aja Shin Hyejong yang disebut sama ahhjuma lee adalah Shin Hyejong teman masa kecil Jin😀
    Tambah seru ae nih ff😀
    Lanjut ya thor! Teruslah berkarya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s