FF/ CARAMEL MACCHIATO/ BTS-BANGTAN/ pt. 1


Tittle : Caramel Macchiato

Cast : Hwang Jihwa (OC)

Min Yoongi

Hwang Jira (OC)

(BTS member, other)

Genre : school life, comedy, romance, love

Author : Sherly

Length : Chaptered

 

[A/N]

Annyeong. Ini FF pertama yang author post di blog ini. Semoga pada suka ya. Mugkin, alur ceritanya udah bisa ketebak atau terlalu mainstream, dan masih banyak typo disini atau kata-kata ga terlalu baku. Jadi maafkan ya, haha. Okelah langsung aja ya ke Ffnya. Mian kalo banyak typo, gajelas, dll. Happy Reading!!!

NO COPY JUSEYO! J

 

~Author P.O.V~

 

Hwang Jihwa. Gadis cantik berusia 16 tahun, hobi menari dan mendengarkan lagu. Memiliki seorang adik perempuan bernama Hwang Jira. Memiliki sifat yang lumayan dingin, selalu bersikap acuh tak acuh kepada orang lain dan selalu berusaha bersikap ramah. Tersenyum hanya pada orang-orang tertentu dan pada keadaan tertentu. Gadis yang sangat menyukai Caramel Macchiato. Bersekolah di Seoul High School. Berpenampilan seadanya saja. Selalu menghabiskan waktu kosongnya dengan bermain gitar atau mengunjungi cafe kesukaannya, Coffe Cafe.

Hwang Jira. Gadis imut berusia 15 tahun, hobi menyanyi dan menggambar. Memiliki seorang kakak perempuan bernama Hwang Jihwa. Memiliki sifat yang sangat berbeda dengan kakak perempuannya. Selalu tersenyum kepada orang lain dan sangat ramah. Bersekolah di tempat yang sama dengan kakak perempuannya, Seoul High School. Selalu menghabiskan waktu kosongnya dengan bermain piano dan berkumpul dengan teman-temannya. Berpenampilan sangat feminim. Dan memiliki sifat yang bisa dibilang manja.

 

~Hwang Jihwa P.O.V~

 

“Ya! Jira!” panggilku kepada adik-ku yang paling menyebalkan. Bagaimana tidak menyebalkan. Sudah sepuluh menit aku berbicara dengannya tapi dia sama sekali tidak mendengarku dan malah tersenyum-senyum sambil melihat ponselnya. Ada apa dengannya?

 

Wae?” tanya-nya.

 

“Berhenti memainkan ponselmu atau kubuang semua boneka kesayanganmu.” Ancamku.

 

“Aish! Kejam sekali kau eonnie.” Kesalnya.

 

“Jika aku tidak seperti ini kau tidak akan menuruti perkataanku.”

 

“Aish~”

 

“Berikan ponselmu kepadaku.” Ucapku sambil menatapnya dengan tatapan tajam. Well, aku tau memang ini privasi-nya, tapi tidak salahkan jika aku ingin mengetahui privasi ADIKKU SENDIRI? Hm?

 

M..mwo? Untuk apa?” tanyanya gugup. Ya! Ada apa dengannya?!

 

“Memangnya kenapa?” tanyaku menyelidik.

 

“Ti..tidak apa-apa. Ya! Ini privasiku, eonnie.”

 

“Apakah salah seorang kakak kandung mengetahui privasi adiknya sendiri?” kataku sambil menekan kata ‘adiknya’.

 

Kring~~~ Kring~~~

 

Ketolehkan kepalaku ke arah pintu masuk. Dia datang. Namja yang selama ini kuperhatikan setiap aku bertamu di cafe ini. Entah mengapa, namja itu selalu menarik perhatianku setiap aku berkujung di cafe ini. Padahal aku sama sekali tidak mengenalnya. Satu hal yang ku ketahui tentang dirinya, dia sangat menyukai Caramel Macchiato. Sama sepertiku. Setiap kali dia berkunjung ke cafe ini, dia selalu memesan Caramel Macchiato. Begitupun denganku.

 

Aku sangat beruntung karna sudah memilih bangku ini, bangku yang selalu kududuki jika berkunjung ke cafe ini. Karna bangku ini, aku bisa lebih mudah untuk melihat namja itu. Dia selalu memainkan laptopnya dan mendengarkan musik dengan earphonenya jika sedang bersantai di cafe ini. Dia juga selalu bersikap dingin kepada orang lain. Bagaimana aku tau? Aku tau karna aku selalu memperhatikannya jika Ia sedang berbicara dengan pelayan di cafe ini. Dia akan berbicara dengan singkat, padat, dan jelas.

 

Sepertinya aku menyukainya. Setiap aku melihatnya, entah mengapa, aku selalu merasa gugup dan jantungku bergerak lebih cepat, dan aku sadar, aku selalu tersenyum saat melihatnya.

 

Eonnie!!”

 

“Kecilkan suaramu, Jira!”

 

“Dari tadi aku sudah memanggilmu tapi kau sama sekali tidak mendengarkan aku berbicara. Menyebalkan.” Kesalnya sambil mem-pout kan mulutnya.

 

“Tidak imut sama sekali.” Ucaku kepadanya.

 

“Ya! Tapi banyak yang bilang bahwa aku lebih cute daripadamu, eonnie.” Ucapnya. Kuakui, Jira memang lebih cantik dan imut daripadaku. Orang-orang yang bertemu dengannya selalu mengatakan kalau dia sangat imut dan cantik. Tapi kalian jangan mengira kalau wajahku sangat buruk. Awas saja!

 

I dont care.” Ucapku acuh tak acuh.

 

“Aish. Apa yang sedang kau lihat tadi?!” tanyanya.

 

M..mwo? aku tidak melihat apa-apa.” Ucapku berusaha biasa saja.

 

“Aku tidak percaya.” Ucapnya. Memang ini pertama kalinya Jira datang ke cafe ini. Cafe yang selalu ku kunjungi dan cafe paling favoriteku. Coffe Cafe. Hari ini, hari dimana Jira pertama kali datang ke cafe ini. Aku berjanji! Setelah ini aku tidak akan mau mengajaknya lagi ke cafe ini. Sungguh merepotkan! Tapi kalian harus tau! Aku seperti ini bukan berarti aku membencinya dan aku tidak membencinya sama sekali, aku hanya risih.

“Terserah.”

 

“Kau menyebalkan, eonnie.” Aku mengabaikan ucapannya. Terlalu malas untuk membalas ucapan gadis yang berstatus sebagai adikku ini. Aku kembali menatap namja itu. Selalu seperti itu. Memainkan laptopnya dan mendengarkan lagu dengan earphone melalui iphonenya.

 

Eonnie.” Aish! Anak ini kenapa selalu menggangguku dan selalu merepotkanku. Dan apa lagi sekarang.

 

Wae?” jawabku malas.

 

Kajja!” mau kemana anak ini.

 

Eoddi?”

 

“Pulang.”

 

“Kau duluan saja. Aku masih ingin disini.”

 

Mwo?!” ucapnya dengan nada tinggi. Berlebihan sekali anak ini.

 

“Jangan berlebihan.” Ucapku sambil menatapnya malas.

 

“Ya! Yang benar saja! Kau menyuruhku pulang sendiri?!”

 

“Memangnya kenapa? Kau bisa pulang sendirikan ‘adikku’ sayang? Lagi-pula ini masih sore.” ucapku sambil memberi penekanan dikata ‘adikku’

 

“Tidak. Dan apa kau bilang? Kau bilang masih sore? Masih? Ya! Apakah kau waras, eonnie?” Jawabnya dengan tatapan polosnya yang di buat-buat itu. Oh ayolah! Oke! Kurasa hari ini cukup sampai disini aku melihat namja itu. Langsung saja aku menghabiskan Caramel Macchiato-ku dan berjalan keluar dari cafe ini. Sungguh! Kau membuat hariku buruk, ADIKKU.

 

“Ya! eonnie, eoddiseo?” teriak Jira.

 

“Tentu saja pulang.” Ucapku. Dia langsung men-sejajarkan langkahnya dengan langkahku.

 

Aku baru tau sekarang. Ternyata cafe itu yang membuat Jihwa eonnie selalu pergi dan pulang siang ketika hari libur. Hm, saat pulang sekolahpun sepertinya Jihwa eonnie juga sering mengunjungi cafe itu. Aku tidak tau kenapa Jihwa eonnie sangat menyukai cafe itu. Padahal menurutku cafe itu biasa-biasa saja. Mungkin karna ada menu Caramel Macchiato yang enak di cafe itu. Molla.

 

Tapi memang ku akui cafe itu memiliki suasana yang tenang dan pantas untuk menjadi tempat bersantai ataupun untuk menghilangkan rasa stres dalam diri kita. Tapi tetap saja, aku tidak tertarik dengan cafe itu. Bagaimana bisa Jihwa eonnie sangat menyukai berkunjung ke cafe itu? ckck.

 

Eonnie!” panggilku sambil menuruni tangga.

 

Rumah kami terdiri dari dua lantai. Lantai bawah untuk dapur, ruang makan, ruang tamu. Sedangkan di lantai atas, untuk tempat atau kamar tidur kami masing-masing dan ruangan untuk kami bersantai, ada juga tempat ‘Dance Practice’. Tempat itu dibuat khusus untuk eonnieku. Jihwa eonnie. Karna Jihwa eonnie sangat menyukai menari, maka, eomma dan appa membuat ruangan khusus untuknya. Eomma dan appa berharap, jika sudah besar, Jihwa eonnie dapat mengembangkan hobinya itu. Di ruangan untuk kami bersantai, terdapat piano. Alat musik favoriteku. Eomma dan appa membelikannya untukku. Tentu saja aku sangat senang.

 

Kedua orang tua kami memang sangat menyayangi kami. Kami pun juga seperti itu. Tapi sayangnya, karna pekerjaan mereka yang mengharuskan mereka untuk sering pergi ke luar kota menjadikan kami jarang sekali keluar bersama, bahkan, untuk makan keluarpun jarang sekali.

Seperti saat ini. Mereka sedang pergi ke Busan karna urusan kerjanya. Jadilah kami tinggal berdua di rumah ini. Tapi, meskipun begitu kami tidak pernah mengeluh akan hal itu. Karna kami mengerti, mereka seperti ini untuk kami.

 

Wae?” jawab eonnieku yang sedang memasak. Eonnieku memang pintar sekali memasak. Dia lebih ahli dalam soal masak memasak dibandingkan dengan aku. Tapi kalian jangan pikir kalau aku benar-benar bodoh dalam urusan memasak. Aku juga bisa masak beberapa makanan.

 

Eonnie masak apa untuk makan malam kita nanti?” tanyaku.

 

Kimchi.” Jawab eonnieku seadanya. Dia memang seperti itu. Selalu berbicara atau menjawab seadanya. Dia memang memiliki sifat yang lumayan dingin tapi hatinya sangat baik.

 

“Baiklah.” Ucapku lalu mengambil piring dan sendok beserta garpunya untuk kutaruh di meja makan.

 

“Ayo makan.” Ucap eonnieku. Ah! Akhirnya aku makan juga! Aku sangat lapar. Di cafe tadi aku hanya meminum Caramel Macchiato. Aku langsung mengambil tempat duduk didepan Jihwa eonnie.

 

Eonnie.” Aku memecahkan keheningan dalam acara makan malam kita ini.

 

Wae?”

 

“Mengapa eonnie belum mempunyai pacar?” aku bingung. Kenapa eonnieku yang satu ini belum mempunyai pacar. Sebenarnya banyak yang suka dengan Jihwa eonnie. Tapi Jihwa eonnie selalu menolah mereka semua.

 

“Bukan urusanmu.”

 

“Ya! Aku adalah adikmu, eonnie.” Ucapku sambil mem-poutkan bibirku.

 

“Lalu?”

 

“Aish! Kenapa eonnie selalu menolak semua namja yang menyatakan perasaan mereka kepada eonnie? Tidak ada salahnya memilih salah satu dari mereka.”

 

“Aku tidak tertarik.” Tidak tertarik bagaimana? Apakah eonnieku sudah tidak normal lagi? Ya! Itu tidak mugkin.

 

“Atau… eonnie sedang menyukai seseorang?!” tebakku.

 

“Tidak.” Aku sudah mengenalmu eonnie, bahkan sangat mengenalmu. Aku tau kau saat ini sedang berbohong. Ckck. Ternyata benar, eonnieku memang sedang menyukai seseorang. Siapa namja itu?

 

“Jika sudah selesai makan, beri tahu aku.” Ucap Jihwa eonnie lalu segera pergi ke arah ruang tamu.

 

“Untuk apa?” tanyaku polos.

 

“Tentu saja untuk-ku cuci piringnya.”

 

“A…a baiklah.”

“Kau sudah selesai mencuci piring, eonnie?” tanyaku setelah Jihwa eonnie duduk disebelahku.

 

“Hmm.”

 

“Baiklah.”

 

“Besok kita sekolah. Cepat tidur.” Perintah Jihwa eonnie.

 

“Ah ya, besok sekolah! Huaaa~ akhirnya~” teriakku. Aku sangat senang! Kenapa? Kalian akan tahu nanti.

 

“Senang?” tanya Jihwa eonnie.

 

“Tentu saja. Bagaimana tidak senang. Besok aku akan bertemu dengan Suga sunbae.” Ucapku spontan.

 

Nugu?”

 

Namjachingu baruku.” Jawabku sambil tersenyum.

 

Namjachingu?”

 

“Ne. Dia adalah sunbae kita, eonnie. Aku rasa kau mengenalnya. Karna Suga sunbae cukup terkenal di sekolah kita. Apakah kau tau Suga sunbae?”

 

“Aku sering mendengar namanya. Tapi aku tidak tahu orangnya.” Ya! Padahal Suga sunbae dan teman-temannya sangat terkenal. Bahkan setiap hari mereka terus menjadi topik pembicaraan para yeoja-yeoja disekolah kami. Dan Jihwa eonnie tidak tahu? Aish!

 

“Itulah akibatnya jika setiap jam istirahat kau selalu menghabiskan waktumu di ruangan musik hanya untuk bermain gitar, eonnie. Bahkan untuk ke kantin-pun kau sangat jarang. Lihatlah, tubuhmu kurus seperti ini. Untung saja setiap jam istirahat aku membawakan-mu makanan. Kalau tidak? Aku yakin, tubuhmu akan lebih kurus dari sekarang, eonnie.” Ucapku panjang lebar.

 

“Ya, ya, ya. Terserah apa katamu.”

 

“Aish! Ubahlah sifatmu yang dingin dan cuek itu, eonnie. Aku yakin, jika kau tidak segera merubah sifatmu itu, namja yang saat ini sedang kau sukai tidak akan mau menyukaimu balik.”

 

“Ya! Bicara apa kau. Aku tidak menyukai siapa-siapa.” Ucap Jihwa eonnie.

 

“Aku sudah sangat mengenalmu, eonnie. Aku tahu , saat ini kau sedang berbohong. Kau tidak bisa menyembunyikan apapun dariku, eonnieku sayang.” Ucapku sambil menggodanya.

 

“Ya! Lagipula kalau aku memang sedang menyukai namja lain kenapa? Itu tidak ada urusannya sama sekali denganmu.”

 

“Aku adikmu, eonnie. Aku harus tahu, namja seperti apa yang bisa membuat seorang Hwang Jihwa jatuh cinta.”

 

“Kau berlebihan.”

 

“Apakah namja itu juga bersekolah di Seoul High School?” tanyaku mengabaikan perkataan Jihwa eonnie tadi.

 

“Haruskah kau tahu?”

 

“Ayolah, eonnie. Beri tahu aku. Aku janji, jika kau mau menjawab pertanyaanku ini, besok aku akan mengenalkan namjachinguku kepada eonnie.

 

“Bahkan aku sama sekali tidak tertarik untuk mengenal namjachingu-mu.”

 

“Tetap saja! Aku akan tetap mengenalkan namjachinguku kepadamu, eonnie.”

 

“Terserah kau saja.”

 

“Jadi bagaimana? Apakah namja yang kau sukai juga bersekolah di tempat kita bersekolah juga?”

 

Molla.

 

“Ya! Kau menyukai seorang namja tapi kau sendiri tidak tahu identitas namja itu. Bagaimana kau ini, eonnie.” Ucapku bingung.

 

“Sudahlah. Aku mau tidur dan kau, cepat tidur.”

 

Ne, aku tidur sekarang. Jaljayo, eonnie.”

 

Ne, Jaljayo Jira.”

 

 

Kajja, berangkat.” Ajak Jihwa eonnie setelah kami membereskan piring dan gelas untuk kita sarapan tadi pagi. Kami memang seperti ini setiap pagi.

 

Ne. Kajja, eonnie.”

 

 

“Kau ke kelasmu duluan saja.” Ucap Jihwa eonnie setelah kami memasuki gerbang sekolah.

 

“Memang eonnie mau kemana?”

 

“Hanya urusan kecil.”

 

“Ah, baiklah. Aku duluan, eonnie.”

 

Ne.”

 

 

Tidak terasa bel ham istirahatpun berbunyi. Semua teman-teman sekelasku langsung berhamburan ke luar kelas. Aku berniat untuk membawakan Suga sunbae makanan ringan. Dan tentu saja aku tidak lupa dengan janjiku. Aku akan mengenalkan Suga sunbae kepada Jihwa eonnie.

 

Aku membeli makanan dulu di kantin untuk Suga sunbae. Aku membelikannya dua bungkus roti isi,dua minuman dan beberapa makanan ringan. Satu untuk Suga sunbae dan satu lagi untuk Jihwa eonnie. Semoga Suga sunbae menyukai ini. Sekarang aku ingin menghampiri Jihwa eonnie yang aku yakin sedang berada di ruangan musik. Apakah Jihwa eonnie tidak bosan? Selalu menghabiskan waktu istirahatnya hanya untuk bermain gitar. Hah~

 

Eonnie.” Panggilku setelah memasuki ruangan musik. Ku lihat Jihwa eonnie sedang bermain gitar.

 

“Untuk apa kau kesini?” Jihwa eonnie menghentikan permainannya.

 

“Aku hanya ingin mengajakmu ke ruangan basket.”

 

“Untuk apa?”

 

“Sudahlah, ikut saja denganku.”

 

Andwae! Aku mau bermain gitar saja.”

 

Jebal eonnie, sekali saja, hanya hari ini.” Melasku.

 

“Ya,ya,ya. Baiklah.” Akhirnya Jihwa eonnie mau menurutiku. Yey!

 

 

“Suga sunbae!” panggilku setelah memasuki ruangan basket ini. Benar dugaanku! Pasti Suga sunbae dan teman-teman sekelompoknya disini. Haha.

 

“Kau?”

 

“Ini. Aku membawakan sunbae sebuah makanan dan minuman. Aku tahu, pasti Suga sunbae belum makan sama sekali.” Aku memberikan roti dan minuman yang tadi ku beli kepada Suga sunbae.

 

“Ah, ne. Gomawo, Jira.” Ah~ senang sekali bisa berbicara dengan Suga sunbae.

 

“Ah ya, sunbae, ini eonnieku. Aku ingin mengenalkannya kepadamu.”

 

Eonnie, ini Suga sunbae. Namja yang aku maksud.”

 

FLASHBACK….

 

Minggu lalu. Sebelum berangkat sekolah aku merencanakan sesuatu. Aku ingin mengungkapkan perasaanku kepada namja yang kusukai disekolah. Sunbaeku. Dia sunbae yang cukup populer di sekolah kami. Dia terkenal dengan kelompoknya, yaitu Bangtan Boys. Mereka beranggotakan tujuh orang. Aku tertarik dengan salah satu di antara mereka. Dia adalah Min Yoongi sunbae atau yang sering disebut dengan Suga sunbae. Jantungku selalu berdetak lebih cepat saat melihatnya disekolah. Aku sudah memendam perasaan ini selama 2 bulan. Memang bukan waku yang lama.

 

Saat jam istirahat berbunyi, aku langsung mengambil coklat yang ku siapkan untuknya dan segera melangkahkan kakiku ke tempat Suga sunbae dan teman-temannya itu berkumpul saat sedang jam istirahat. Mereka biasa berkumpul di ruangan basket. Ya, sekolah kami memiliki ruangan basket indoor dan outdoor. Mereka biasa berkumpul di ruangan basket indoor.

 

Ku akui aku memang benar-benar nekat pada saat itu. Bahkan aku tidak memikirkan perasaanku jika ditolak nantinya. Yang kupikirkan adalah ‘mengungkapkan perasaanku kepada Suga sunbae’.

 

Saat aku sudah berhasil masuk aku langsung berjalan ke arah Suga sunbae. Aku sangat gugup pada saat itu. Semua anggota Bangtan Boys melihat ke arahku. Saat aku tepat berada di depan Suga sunbae aku langsung mengungkapkan perasaanku kepadanya sambil menjulurkan tanganku, bermaksud untuk memberikan coklat yang sudah kubeli. Dan kalian tau?! Suga sunbae menerimaku untuk menjadi yeojachingunya. Sungguh! Aku sangat senang saat itu. Dan berita aku jadian dengan Suga sunbae-pun langsung menyebar. Cepat sekali bukan? Kkkkk.

 

END OF FLASHBACK….

 

~Hwang Jihwa P.O.V~

 

Eonnie, ini Suga sunbae. Namja yang ku maksud.” Jadi namja yang Jira maksud adalah namja itu…. namja yang selalu ku lihat saat di Coffe Cafe. Namja yang selalu memesan Caramel Macchiato. Namja yang selalu bersikap dingin kepada pelayan cafe. Namja yang selalu menarik perhatianku. Namja yang kusukai. Sakit sekali. Kenapa sesakit ini?

 

“Apakah eonnie pernah melihat Suga sunbae?” pertanyaan Jira membuatku tersadar kembali.

 

“Tidak.” Jawabku berusaha tenang.

 

“Ah, begitu. Suga sunbae, ayo perkenalkan dirimu.”

 

“Ah, ne. Suga imnida.”

 

“Jihwa imnida.” Tenang Jihwa. Kau tidak boleh terlihat kalau hatimu sedang hancur saat ini.

 

“Nah, namja yang dibelakang Suga sunbae adalah teman-teman Suga sunbae.”

 

“Annyeong, Jin imnida.”

 

“Jimin imnida. Annyeong, Jihwa-ssi!”

 

“Kim Taehyung imnida tapi kau bisa memanggilku dengan sebutan V sunbae.”

 

“Rapmon imnida. Itu bukan nama asliku, tapi kau bisa memanggilku dengan sebutan Rapmon sunbae. Bangapta.”

 

“Jhope imnida. Kau bisa memanggilku Jhope sunbae. Senang bertemu denganmu.”

 

“Jungkook imnida.”

 

“Ah, baiklah. Kajja, kita makan disini. Ini, untukmu, eonnie. “ ucap Jira setelah teman-teman’nya’ memperkenalkan diri mereka kepadaku. Oh baiklah. Moodku seketika hancur.

 

“Tidak. Terimakasih. Untukmu saja. Aku mau melanjutkan kegiatanku saja.” Ucapku lalu segera melangkah kan kakiku ke arah pintu keluar.

 

“Kau yakin tidak mau makan, eonnie? Bergabunglah dengan kami.”

 

“Aku belum lapar. Kau makan saja. Aku baru ingat, ada beberapa hal yang harus ku kerjakan sekarang.”

 

“Baiklah kalau begitu. Sampai jumpa nanti, eonnie.”

 

Ne.”

 

Disinilah aku. Ruangan musik. Sungguh, aku masih benar-benar tidak percaya dengan apa yang kulihat dan apa yang kudengar tadi. Apakah ini nyata? Aku tidak bermimpi? Oh ayolah. Kau tidak boleh seperti ini. Hwang Jihwa tidak boleh seperti ini hanya karna seorang namja. Tapi, kenapa rasanya se-sakit ini?

 

“Kau bodoh Jihwa! Kenapa kau bisa seperti ini hanya karna seorang namja yang sama sekali tidak kau kenal. Bahkan aku dan dia tidak saling mengenal dan tidak pernah saling berbicara atau hanya sekedar menyapa. Bahkan jika aku ingin melihatnya, aku hanya melihatnya dalam jauh. Bodoh!” tidak kusadari ternyata air mata-ku jatuh begitu saja. Ya! Kenapa kau bisa menangis seperti ini, Hwang Jihwa?!

 

Tiba-tiba saja ada yang memberikanku sebuah tissue. Nugu?

 

“K..kau

 

TO BE CONTINUE.

About fanfictionside

just me

14 thoughts on “FF/ CARAMEL MACCHIATO/ BTS-BANGTAN/ pt. 1

  1. itu sapa? yoongi? ah penasaran, itu tuh si jira nya uda jadi gf nya yoongi? trus Jihwa Ama Yoongi Uda putus? Masi Gak Ngarti, but So Far NICEU 👍

  2. Aaaaaaaaaaaaaaa….. Nuguya? Siapa itu? Suga? Ah, gmna kelanjutannya penasaran bighits😀 keep writing thor😉 nae tunggu next chapter 2😉 jangan lama-lama thor. Gak sabar pengen baca lagi. Seru, suru😉 next chapt nya😉

  3. Aduuh sakit banget jdi Jihwa…… #huff

    Aduuh bkin penasaran nih siapa yg ngasih Jihwa Tissue aah~ ap mngkin Yoongi? Aah Molla?/

  4. bca nya sakit bgt pas tau klo cwo itu udh pnya pcr … sabarr ya jihwa ,,, siapa yg mmbrikan tissue?? pnsaran crita slnjtnya , daebaakk thor! ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s