FF/ YOU ARE MY ADDICT/ EXO/ pt. 2


Author                     :   Deamin17

 

Main Cast                :   ~ KRIS (Wu YI Fan)

~ Han Saerin (OC)

~ D.O (Do Kyung Soo)

~ Kai (Kim Jong In)

~ Kim Lunna (OC)

~ Tao (Huang Zhi Tao)

~ Lee Minhyuk BTOB

 

Support Cast             :   Chanyeol, dan akan bertambah sesuai jalannya cerita J

 

Rate                           :   +17

 

Genre                         :   Fantasy, Romance, Drama

 

 

 

Summary                   :   “Aku memang tidak tahu sampai kapan tarikan napasku akan tetap bersamamu. Aku juga memang tidak tahu sampai kapan detakan jantungku akan tetap berada disisimu.”

 

“ Tapi meskipun begitu, setidaknya aku tahu sampai kapan hatiku akanmencintaimu. Yaitu sampai akhir zaman, dimana akhir dari segala kehidupan”

 

 

***

 

 

SAERIN POV

 

“Argh…”

Rasa haus ini kembali membangkar kerongkonganku. Rasanya seperti ada sebongkah besi panas yang baru di bakar dalam lahar dan di cocolkan ke kerongkongan bersamaan dengan aliran lahar yang tersisa.

 

 

Rasa panas lahar seolah mengalir dari kerongkongan hingga ke seluruh aliran tubuhmu. Membakar seluruh organ yang di lewatinya. Bersaman dengan itu, rasa perih terbakar mulai mengikuti di setiap aliran rasa panas yang membara tadi.

 

 

Ohh… kurasa kau takkan bisa membayangkannya.

Tidak akan ada yang bisa mengerti bagaimana rasa panas ini kecuali kau memang sebangsa denganku dan tengah berada di titik akhir rasa hausmu yang tidak tertahankan.

 

Aroma manis cairan dari dalam gelas tembaga di atas meja semakin merebak di hidungku, menambah dahaga yang semakin lama semakin terasa tak tertahankan.

Setiap sel di tubuhku meronta-ronta ingin meminta cairan itu, tapi mati-matian harga diriku menolaknya.

 

Pikiran-pikiran tentang kejadian malam itu membuatku sangat kesal!

 

Aku benar-benar benci ketika setiap sel tubuhku menikmati darah Kris yang mengalir di tubuhku. Tapi itu tidak seberapa dibandingkan kebencianku pada setiap senti tubuhku yang begitu menikmati sentuhannya. Meski itu hanya pelukan atau belaian lembut yang menenangkan. Tapi tubuh bodoh ini benar-benar menginginkannya. Bahkan mengharapkan sesuatu yang lebih!

 

Sungguh! Aku tidak bisa menahannya lagi.

Jika dia memang sengaja ingin membuatku menjadi gila, maka dia berhasil melakukannya!

 

CKLEK

 

Aroma darah yang menyebalkan ini kembali menyeruak di udara. Bergabung bersama setiap atom udara di kamarku dan berikatan menjadi molekul-molekul yang baru. Jika aku ingin menyaring setiap partikel udara yang akan ku hirup, sepertinya aku sudah terlambat sekarang. Karena setiap atom udara di kamar ini semuanya sudah tercemar.

 

Hufftt ~

Ku hela napasku kasar. Bahkan mungkin lebih terdengar seperti mendengus kesal daripada mengela napas sebenarnya. Tapi aku tidak perduli apapun yang dia pikirkan tentangku. Oh ya… aku benar-benar tidak perduli.

 

Lagi pula…

Bukankah katanya laki-laki itu tidak akan datang menemuiku beberapa hari ini? Lalu kenapa dia ada di sini sekarang?

 

 

AUTHOR POV

 

Kris menutup kembali pintu ruangan yang sama minimnya akan cahaya seperti hari-hari yang kemarin.Mata tajamnyaterlihat berbinar ketika menatap Saerin dengan hangat. Saking hangatnya, sampai mampu membuat kamar yang dingin itu menjadi hangat hanya dengan tatapan mata Kris yang penuh kasih. Bahkan orang buta pun pasti bisa menyadari betapa hangatnya tatapan itu.

 

Kris kembali menghela napasnya ketika melirik ke gelas tembaga yang berada di atas meja yang masih terisi penuh. Kekecewaan tampak jelas di wajahnya yang tampan karena isi gelas itu tidak berkurang sedikitpun.

 

“Apa kau begitu menyukai rasanya menderita?”tanya Kris lembut.Sama lembutnya dengan belaian tangannya pada rambut panjang gadis itu.

 

Tapi bukannya tersentuh dengan kelembutan Kris, Saerin malah menepisnya.

“Janganmenyentuhku, Werewolf! Aku benar-benar memperingatkanmu tentang ini !! ”

 

Suara gadis itu terdengar serak. Menahan rasa perih dan sakit yang semakin mendera kerongkongan dan seluruh sel di dalam tubuhnya.

 

Kris tidak sama sekali mengubris ucapan gadis itu.Raut manis nan lembut masih saja tetap bersemayam di wajahnya.

 

“Jangan memaksakan diri terlalu kuat, Sayangku.” “Kau tahu sendiri kan? Jika kauterus saja seperti ini,maka kau sendirilah yang akan menderita.”

 

Lagi-lagi Saerin mendengus kesal. Matanya dia alihkan ke lain. Sengaja tak ingin melihat laki-laki itu, meski ia tahu betapa tampan dan mempesonanya wajah laki-laki di sampingnya ini.

 

Saerin terkejut dengan pemikirannya sendiri. ‘Bagaiman bisa aku berpikir kalau laki-laki yang telah menculikku dan mengurungku ini adalah seorang yang berwajah tampan? Apa aku sudah gila?’ pikirnya.

 

Tapi tanpa di jawab oleh siapa pun Saerin sudah menyadarinya. Bahwa apa yang dia pikirkan itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan masalah ketampanan yang memang Kris miliki. Karena seluruh dunia pun tahu, Lidah mungkin bisa berbohong, Tapi mata tidak bisa.

 

Dan itu berarti Mau atau Tidak Mau Saerin memang harus mengakui bahwa laki-laki di depannya ini adalah pria yang tampan dan menakjubkan. Karena sejak awal itulah yang ia tangkap dari kedua mata hazelnya.

 

Kemudian Saerin menatap Kris dengan semua keangkuhan yang dimilikinya.

 

“Jika kau memang tidak ingin aku seperti ini, maka beri aku darah yang lain.”

 

“Karena jujur saja, aku tidak sudi meminum darahmu yang menjijikan itu!”

 

***

 

 

Sementara itu, Lunna menggeliat di dalam tidurnya ketika merasa seseorang memeluknyadari belakang.

 

Tidak perlu ditanya lagi lengan siapakah yang sedang melingkar di pinggangnyasaat ini. Karena sudah pasti jawabannya adalah lengan soulmate-nya, Kai. Laki-laki yang telah menjadi teman hidupnya selama 2 tahun terakhir ini.

 

Sebelum bersama Kai, Lunna hidup bersama neneknya. Kedua orang tuanya serta seorang kakak laki-lakinya tewas di tangan vampir ketika dia berusia 18 tahun. Lunna mungkin sudah tewas bersama keluarganya saat itu di tangan vampir yang dia ketahui bernama Minhyuk, jika saja Kai, yang saat itu berwujud serigala tidak datang dan menyelamatkan hidupnya.

 

Vampir itu melarikan diri setelah terluka parah karena gigitan Kai. Meski Kai bilang tidak pernah ada vampir yang bisa bertahan hidup setelah terkena gigitan werewolf, entah kenapa Lunna sangat yakin bahwa vampir itu masih hidup sampai sekarang.

 

Selama setahun gadis itu tinggal berama neneknya. Tapi malangnya, neneknya meninggal dunia karena serangan jantung. Dan semenjak kematian neneknya, Kai terus menemuinya dan menemaninya di siang dan malam hari. Menjadi temannya, gurunya, pelindungnya, saudaranya, hingga akhirnya menjadi kekasihnya.

 

Tidak butuh waktu lama untuk menggabung perasaan mereka karena sebenarnya Lunna sudah jatuh cinta pada laki-laki itu sejak pertama kali Lunna melihatnya. Hingga akhirnya, mereka memutuskan untuk memiliki ikatan serius dan tinggal bersama di rumah Kai.

 

Kai tidak tinggal bersama keluarganya. Dia tinggal sendiri di sebuah rumah mewah yang terletak di kawasan elite. Tapi seluruh penduduk kawasan ini adalah Werewolves, dan Kai adalah Ketua mereka.

 

Dan akhirnya, disinilah dia sekarang, di dalam pelukan laki-laki yang amat sangat dicintainya, bahkan melebihi cintanya pada dirinya sendiri.

 

“Kau belum tidur?” tanya Kai lembut, selembut kecupannya di bibir gadis itu ketika Lunna sudah menghadapnya.

 

Lunna membalas kecupan itu. Menangkup wajah Kai dengan kedua tangannya dan menyapukan bibirnya ke bibir empuk Kai. Melihat kai menikmatinya. Lunna langsung tersenyum dengan manis.

 

“Aku sudah tidur tadinya” jawab gadis itu. “Sebelum kau datang dan menganggu tidurku”

 

Kai tertawa kecil ketika mendengar candaan gadisnya. Giginya yang berkilauan tampak bercahaya di bawah terpaan cahaya lampu tidur.
“Waah… saya benar-benar menyesal karena telah menganggu waktu tidur anda, Nyonya. Tolong ampuni saya kali ini” canda Kai, lalu memeletkan lidahnya ke Lunna.

 

“Ooh.. yang benar saja. Tidak akan ada ampun untuk mu, Tuan.

Aku akan menghukummu dengan membuatmu mencintaiku selamanya.”

 

“Hahahaha “ Kai kembali tertawa. Kali ini lebih terdengar nyaring dari sebelumnya.

 

Dengan santainya Lunna membaringkan kepalanya di dada Kai. Membuat laki-laki itu mau tidak mau harus menyenderkan kepalanya ke bantal yang lebih tinggi lagi agar bisa membuat Lunna nyaman di dekapannya.

 

Tangannya kanannya terpaut dengan tangan Lunna. Sedangkan tangan kirinya melingkar posesif di pingang gadis itu. Seolah ingin mengatakan kepada seluruh dunia bahwa gadis itu adalah miliknya.

 

Jari-jari Lunna menari-nari bebas di dada Kai yang hanya terbungkus dengan kaos tipis yang berwarna hitam. Memperlihatkan bentuk ABS-nya yang maskulin.

 

“Oppa?” panggil Lunna dengan nada yang nyaris berbisik. Keraguan begitu terdengar kentara di setiap huruf yang diucapkannya. Entah apa yang dirisaukan oleh gadis itu. Tapi jelas bukan tentang hubungan mereka berdua.

 

“Ada apa, Love?”

 

Lunna terdiam sebentar. Lalu kembali bertanya dengan suara yang tidak bisa menutupi rasa ragu-ragu dan kekhawatirannya.

“Apa Kris benar-benar tidak memiliki kelemahan?”

 

Lunna menoleh ke wajah Kai. Menatap mata laki-laki itu dengan pandangan dalam, sedalam lautan yang membentang di samudera. Saking dalamnya, Kai sampai tidak bisa menebak apa yang sedang gadis itu pikirkan.

 

Kai menauntkan kedua alisnya. Jujur saja, dia benar-benar tidak menduga Lunna akan menanyakan tentang Klan-nya, apalagi sepupunya. Lunna tidak pernah tampak tertarik itu sebelumnya. Gadis itu tidak pernah bertanya apa pun tentang kelompoknya atau kelompok musuhnya semenjak mereka tinggal bersama.

 

Tapi kemudian Kai terdiam sejenak. Matanya menerawang ke langit-langit kamar yang hanya di terangi oleh cahaya temaram. Cahaya tidak terlalu diperlukan untuk seorang werewolf sepertinya. Dia bisa melihat hutan pada malam hari dengan jelas bahkan jika sang dewi malam tidak bersinar terang. Kai seperti sedang memikirkan jawaban yang pas untuk pertanyaan kekasihnya.

 

“Ku rasa . . . ” Kai terdiam sesaat, matanya menatap langit-langit kamar. Memilih kata yang tepat untuk menjawab petanyaan itu dengan jujur tanpa membuka rahasia sepupunya.

 

“Setiap orang pasti memiliki kelemahan. Hanya saja, khusus kasus Kris, aku memang belum pernah melihatnya goyah ataupun terpengaruh karena sesuatu yang ada di bumi ini selama aku mengenalnya.”

 

Lunna terdiam mendengar jawaban Kai. Ingatannya kembali tentang ruangan aneh yang berada di ujung koridor rumah itu. Ruangan yang seolah ingin di jauhkan dari dunia luar.

 

Dan Lunna yakin bahwa ruangan itu bukanlah ruangan kosong seperti apa yang Chanyeol katakan padanya.

 

Dia dapat merasakan ada suatu hal yang tersembunyi di sana.Tapisayang~ Lunna tidak tahu hal apa itu.

 

“Jika oppa adalah Kris”ujar Lunna hati-hati. Takut Kai curiga padanya.

“Lalu oppa menyembunyikan sesuatu di suatu tempat yang jauh dari dunia sosial, kira-kira apa yang akan oppa sembunyikan?”

 

Lagi-lagi Kai mengeruntukan dahinya. Tumben sekali Lunna membicarakan hal yang menyangkut tentang sepupunya sebanyak ini.

 

Dengan wajah bingungnya, Kai pun menjawab “Jika aku adalah Kris, tentu saja aku akan menyembunyikan kelemahanku di sana”

 

“Begitukah?”

 

Bukannya menjawab pertanyaan Lunna, Kai malah membalikkan tubuhnya. Membuat punggung gadis itu terlepas dari dadanya dan malah kembali menyentuh permukaan ranjang mereka yang empuk.

 

“Apa kau sudah selesai bertanya tentang sepupuku, My Love?”

 

Kali ini giliran Lunna yang mengerutkan kedua alisnya. Menatap Kai bingung. Matanya menatap Kai, berusaha menebak apa yang sedang ada di pikiran laki-laki itu. Jika orang bilang mata adalah jendela hati. Mungkin kali ini jendela itu tengah tertutup,

 

“Kenapa memanngnya, oppa?”

 

“Karena aku sudah tidak tahan lagi untuk menyicipimu malam ini”

 

“KYAA!”

Tiba-tiba saja Lunna memekik ketika laki-laki berkulit genap itu sudah menindih tubuhnya. Menumpukan setengah dari berat tubuhnya ke tubuh Lunna.

 

“Jangan macam-macam, Kai !! ” ancam Lunna dengan berusaha menajamkan nada bicaranya.

 

Dia berniat untuk membuat Kai menghentikan apa pun yang laki-laki inginkan darinya. Tapi bukannya meringis dan takut, Kai malah tetawa dam memperlihatkan senyuman seduktifnya

 

Kai merangkup bibir gadis itu dengan penuh gairah yang tidak bisa di jabarkan dengan kata-kata. Melumat habis bibir merah itu seperti melumat permen favoritnya.

 

Dia selalu lapar akan rasa gadis itu. Selalu menginginkannya meski sesering apa pun mereka melakukannya. Dan dia menyadari dengan benar bahwa dia telah terperangkap dalam candu akan kehangatan tubuh gadis itu. Benar-benar terperangkap hingga dia tak tahu bagaimana caranya untuk melepaskan diri.

 

Atau…

 

Mungkin barangkali dia memang tidak ingin dan tidak berniat sama sekali untuk melepaskan dirinya dari candu ini? Entahlah… yang pasti, dia tidak ingin menghentikan perasaan ini sekarang.

 

“Aku tidak sedang ingin macam-macam Lunna-ya. Ini hanya semacam saja” bisiknya dengan suara serak di sela-sela ciuman menuntut mereka.

 

Lidahnya mengabsen setiap gigi Lunna bagaikan seorang petugas yang memeriksa surat-surat kantornya. Tangannya sudah mulai menulusuk ke bawah kaos yang Lunna pakai sekarang. Membelai langsung kulit punggung gadis itu. “Aku hanya ingin memakanmu malam ini. Hanya itu saja”

 

***

 

 

Sang dewi malam bersinar terang malam ini. memperlihatkan kecantiakn yang di puja-puja seluruh negeri selama ini. Meski sinar yang dia banggakan tak dapat menyaingi sang raja surya, namun tetap sangat berarti di waktu yang gelap ini. diama surya sedang istirahat di singgasananya setelah setelah menerangi bumi selama siang hari.

 

Dari kejauhan, terlihat sebuah kastil eropa kuno yang sangat besat yang terletak di tengah-tengah hutan. Benar-benar tersembunyi dari dunia luar berkat pohon-poho yang melindunginya. Salah satu dari puluhan kamar yang terdapat di kastil itu terlihat seorang laki-laki berwajah datar yang sedang menatap fokus ke langit malam dengan mata bulatnya yang bagaikan sepasang bulan purnama. D.O adalah nama laki-laki itu. Laki-laki yang menjabat sebagai seorang pangeran di Kerajaan Vampir.

 

Tangan kanannya terus memutar cairan merah pekat dengan bau karat dari dalam gelas kristalnya.

 

“Bagaimana Minhyuk? Apa kau sudah menemukannya?”

 

Laki-laki yang bernama Minhyuk yang sejak tadi menyenderkan punggungnya di dinding ruangan itu tersenyum miring sekilas.

 

“Aku sekilas melihatnya di hutan terlarang ketika dalam perjalanan kemari, Pangeran” Jawab Minhyuk santai, dan hanya sedikit memperlihatkan sikap hormatnya pada D.O. “Tapi ada sesuatu yang menarik yang ku temukan di sana bersamanya.”

 

D.O mengerutkan alisnya. Matanya menatap fokus ke arah Minhyuk. Pandangan datar itu bahkan tidak dapat menyamarkan betapa kalut hatinya sekarang.

 

“Apa maksudmu, Minhyuk? Apa yang menarik di sana? Apa kau melihat seorang laki-laki lain bersamanya?” tanya D.O beruntun. Lidahnya terasa kelu saat dia mengucapkan kata ‘laki-laki lain’.

 

Jangankan melihat tunangannya dengan laki-laki lain. Membayangkannya saja sudah membuatnya ingin menghancurkan apa pun yang ada di hadapannya sekarang.

 

“Ya, Pangeran. Tapi bukan laki-laki biasa.” Minhyuk memperlihatkan senyuman miringnya. Bangga akan kemampuannya yang mampu membuat seorang Pangeran Vampir merasa penasaran dan bingung seperti ini.

 

“Melainkan bersama Kris”

 

Sontak wajah D.O mengkaku ketika mendengar nama laki-laki itu. Apa yang dikhawatirkannya selama ini benar-benar terjadi sekarang. Tangannya terkepal kuat di samping tubuhnya. Pupil matanya yang gelap tiba-tiba saja berubah menjadi warna merah yang menyala.

 

‘Sialan kau Kris! Berani sekali kau menculik gadisku!’

 

 

***

 

Chanyeol masuk kembali ke dalam kamar itu. Lagi-lagi membawa sebuah gelas tembaga yang berisi cairan pekat brwrna merah.

 

Tapikaliini aroma yang menyerebak dari cairan itu berbeda dari biasanya.

 

“Darah siapa itu?”tanya gadis itu. “Aromanya berbeda dari yang biasanya”.

 

Chanyeol menundukkan kepalanya. “Ini darah dari kantong impusan yang di pesan Ketua untuk anda”jelas Chanyeol sebelum pergi meninggal kamar itu.

 

Gadis itu mengambil gelas itu,lalu menghirup aromanya lebih dekat.

 

‘Bau darah manusia memang enak’batinnya.

 

Tapi entah kenapa ada sesuatu yang berbeda yang sajak tadi menganggunya ketika bau darah itu mulai merebak di udara kamarnya.

 

Gadis itu mencoba untuk meneguk darah itu. Membasahi kerongkongan yang sudah kering beberapa hariini.

 

Kelegaan pun terasa di dalam organ-organ tubuhnya.

Gadis itu meneguk habis cairan merah dari dalam gelas tadi.

 

Tapi setelah beberapa detik kemudian,tiba-tiba saja perutnya terasa bergejolak.

 

“UWEEK”

 

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya sebgai vampir, baru pertama kali ini gadis itu memuntahkan darah yang di minumnya

 

“Ada apaini?”

 

Gadis itu menyeka bibirnya yang berlumuran darah.

 

Menatap horor cairan darah yang kini membasahi seprai dan gaun selutut yang di pakainya.

 

***

 

 

“Kita tidak akan melakukan itu!” Tegas laki-laki berwajah separuh baya itu. Suaranya yang terdengar dingin mampu meremangkan bulu kuduk setiap makluk yang mndengarnya, termasuk laki-laki tampan yang berwajah lebih muda yang kini sedang berdiri tegak menghadapnya.

 

“Aku tidak akan mempertaruhkan kelangsungan hidup kaum kita hanya karena seorang gadis!”

 

“Tapi ayah-”

 

“Tidak ada tapi-tapian, D.O!”potongnya cepat. Tidak membiarkan sepatah pun kata pembelaan yang keluar dari mulut anaknya.

 

“Aku tidak akan membiarkn rakyatku, dan kau putraku, untuk bertarung melawan werewolves hanya karena seorang gadis yang tidak tahu diri!”

 

Laki-laki yang lebih muda, yang menjabat sebagai putra mahkota kerajaan vampir itu semakin mengeraskan rahangnya.

Wajahnya terlihat dingin,berbanding terbalik dengan hatinya yang kini memanas.

 

“Maafkan aku, tapi aku akan melakukannya dengan atau tanpa izinmu, Yang Mulia” kata D.O dengan sengaja menekankan kata ‘Yang Mulia’ sebelum membalikkan badannya dan berjalan menjauh dari sana.

 

Tapi ketika sudah mencapai pintu,tiba-tiba saja D.O berhenti sebentar.

Kobaran api terlihat membara di kedua mata besarnya.

 

“Dan juga, aku mohon padamu tolong jangan berbicara buruk tentang ‘dirinya’ lagi di depanku, Ayah. Kau tahu bahwa aku tidak akan memaafkan siapa pun yang berkata buruk tentangnya, meskipun itu adalah ayahku sendiri ”

 

“Kau bilang apa tadi?! ”

 

“Saya permisi, Yang Mulia ” ujarnya sebelum berjalan keluar dari ruangan itu dengan wajah kakunya. Tanpa sedikit pun berniat menjawab pertanyaan ayahnya.

 

BLAM

 

Suara pintu yang tertutup dengan kasar menggema di seluruh ruangan hingga ke setiap sudutnya.

Laki-laki tua itu hanya bisa mendengus kesal melihat kelakuan anak kesayangannya.

 

“Dasar anak bodoh!”omelnyadengan nada berbisik.

 

‘Yaah,memang inilah yang terjadi jika kau terlalu memanjakan anakmu’ batin pria itu di dalam hatinya.

 

***

 

 

Jika taring vampirs di rancang dan di gunakan untuk mencari mangsanya. Tapi taring werewolves di rancang khusus untuk menyerang, untuk bertarung, dan untuk membunuh.

 

Bagi vampirs, gigitan werewolves adalah hal terfatal yang ada di dalam daftar hidup mereka. Gigitan werewolves seperti sebuah virus yang bisa membunuh mereka secara menyakitkan dalam waktu kurang dari 24 jam.

Sekali mereka terkena gigitan werewolves, maka hanya akan ada sedikit harapan mereka untuk hidup.

 

Tapi . . .

Tidak ada virus di dunia ini yang tidak memiliki vaksinnya.

 

Jika seorang vampir terkena gigitan werewolf, maka ada satu cara untuk menjaga kelansungan hidup mereka.

 

Dan hal itu adalah darahnya seorang hibrid.

 

Hibrid adalah makluk mitos seperti vampir dan werewolf yang juga hidup bersosialisasi dengan manusia di balik bayang-bayang pengetahuan manusia.

 

Hibrid adalah makluk yang terlahir atas kejadian yang sangat langka. Mereka terlahir dari seorang ibu vampir dan seorang ayah werewolf. Hibrid memliki gabungan kemampuan vampir dan werewolf, memiliki gigitan mematikan seerti werewolf dan memiliki keabadian seperti vampir.

 

Di dunia ini, hanya ada beberapa Hibrid yang ada, dan tak ada yang tahu berapa pastinya jumlah mereka. Namun semua klan vampirs dan werewolves yakin bahwa jumlah hibrid di dunia ini tidak lebih dari 7 orang.

 

 

***

 

Tao memasuki kamar yang sudah tak asing lagi untuknya. Kamar besar itu tampak remang-remang karena hanya di terangi oleh lampu tidur kristal yang menyala. Seluruh properti di ruangan itu terbuat dari kayu jati yang tertata dengan rapi. Dari lantai, lemari, pintu, hingga lemari dan bingkai tempat tidur semua terbuat dari kayu jati yang telah di ukir dengan sempurna.

 

Lantai kamar itu di lapisi dengan karpet beludru Romania berwarna merah manggis yang antik dan mahal. Tidak ada kata yang bisa menggambarkan keadaan kamar ini selain ‘mewah’ dan ‘indah’.

 

Tao tersenyum ketika menemukan seseorang yang dicarinya. Orang itu sedang duduk di kursi kamarnya yang menghadap ke perapian.

 

“Disini kau rupanya” kata Tao yang sontak memecahkan lamunan laki-laki yang sedang duduk tadi. “Apa yang sedang kau pikirkan, Brother?”

 

Bau darah langsung tercium di indra penciuman Tao ketika Kris menolehkan kepalanya ke arah Tao. Terlihat segelas darah di tangan Kris saat ini. ada sedikit noda darah yang menempel di sekitar bibir atasnya.

 

“Oh sejak kapan kau disini, Tao?” Kris tampak tidak nyaman dengan keadaannya sekarang. Degan segera dia meletakkan gelas itu di meja kecil yang berada di sampingnya. Di atas meja itu terdapat sebuah kantong impus darah yang sudah tidak ada isinya lagi.

 

“Sudah waktunya kau minum ya?” tanya Tao santai. Menghiraukan keadaan canggung di antara mereka.

 

Kris menganggukkan kepala pelan. “Aku sudah berusaha untuk menahan keinginanku selama 2 bulan ini. Tapi aku memang tidak bisa menahannya lebih dari 2 bulan. Setengah dari tenagaku langsung melemah seketika jika aku berhenti meminum darah”

 

Tao mendudukkan dirinya di samping Kris. Menatap fokus bara api yang memakan kayu bakar di depannya.

 

“Wajar saja, Kris. Kau tentu tidak bisa memaksakan setengah dari tubuhmu untuk mengkuti setengah tubuhmu yang lain. Kau terlahir dengan darah vampir di tubuhmu. Meski kau tidak mau mengakuinya, tapi kau pasti tahu bahwa kemampuanmu yang sekarang kau dapatkan dari sisi vampirmu itu.”

 

Kris terdiam mendengarnya. Dia tahu benar jika bukan karena sisi warisan Ibunya, dia tentu tidak akan sekuat ini. tapi dia juga tidak akan merasa terasingkan karena dia merasa berbeda. Inilah rahasia umum seorang Kris yang Hebat. Rahasia yang di anggapnya kelemahannya tetapi di banggakan oleh kaumnya.

 

Hibrid adalah Klan terkuat. Sulit untuk membuat mereka bergabung dengan Klan yang lain. Karena Hibrid selalu ingin merasa bebas. Kecuali jika mereka merasa terikat sejak lahir dengan sebuah Klan seperti Kris.

 

“Kau benar. tapi jika saja ayahku menikahi seorang wanita berasal dari Klan kita, mungkin aku tidak akan berbeda dengan kau dan Kai”

 

Tao terkekeh mendengar pendapat yang selalu Kris utarakan setiap kali mereka membicarakan tentang kekuatan yang dimilikinya. Dari dulu Kris selalu merasa tidak nyaman dengan keadaannya. Meskipun Tao dan Kai merasa biasa saja dengan hal itu.

 

“Kau itu istimewa, Brother. Jangan khawatirkan tentang hal itu. Kau tau bahwa aku dan Kai tidak pernah menganggapmu berbeda. Bagi kami kau tetaplah keluarga kami.”

 

Tao merangkul Kris yang sedikit lebih tinggi darinya. Meski wajahnya tetap sama dinginnya seperti biasanya, tapi Kris tahu bahwa kehangatan sedang melingkupi hati Tao sekarang.

 

“Kau adalah sepupu kami yang berharga, Kris. Dan jangan pernah melupakan hal ini”

 

 

*** To Be Countinued ***

About fanfictionside

just me

4 thoughts on “FF/ YOU ARE MY ADDICT/ EXO/ pt. 2

  1. Woah, ternyata Kris dari klan Hibrid.. Ckckck
    Jadi kenapa Kris nawan tunangan pangeran dari negeri vampir ? Apa karna kris cinta sama cewe itu ?
    Ini yg bikin penasaran thor.. Next part ditunggu..

  2. ini keren bangett, bahasanya enak dibaca(?) trus ga ribet(?) intinya mudah dipahami, jalan ceritanya seruu, tapi kurang panjang masa thorr😦
    wajib lanjut nih, bakal setia kok thor ditungguin next partnya, hehe😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s