FF/ UNCONDITIONAL LOVE/ BTS-EXO/ 1 of 2


Title : Unconditional Love(1 of 2) | Author : Elsa Kim | Cast : Hwang Se Na(OC), Park Ji Min, Park Chan Yeol | Length : Twoshoot | Genre : Brothership, Romance, Hurt, Sad. | Rating : PG 17

                           570 - Copy

Author PoV

“hyung, mari kita pergi bersama”seorang anak kecil berumur sekitar 3 tahun berlari menuju seorang laki-laki lain yang beberapa tahun lebih tua darinya. Ia berusaha menyeimbangi langkahnya agar tidak terjatuh.

“shirreo!! Aku membencimu!”kemudian ia berlari kembali meninggalkan laki-laki kecil itu seorang diri.

“hyuunnggg”dengan putus asa ia terus memanggil kakaknya yang sama sekali sudah menghilang dari hadapannya dan meninggalkannya dihutan yang sepi.

Dia hanya bisa menangis dan memeluk kakinya, wajahnya pucat karena kedinginan. Ia menyenderkan dirinya disebuah pohon yang cukup besar.

Malam datang dengan cepat membuat suasana hutan itu sangat gelap. Rimbunnya hutan membuat cahaya bulan sama sekali tidak bisa menembusnya.

Laki-laki itu hanya bisa menangis memanggil namakeluarganya, kini matanya membengkak karena menangis seharian.

Sebuah penerangan membuat matanya sedikit menyipit, derap langkah seseorang memecah keheningan.

“ahjushhi, tolong selamatkan aku”laki-laki itu kembali menangis. Kemudian ia langsung memeluk kaki namja setengah baya yang sedang membawa tombak dipunggungnya.

Mungkin karena kasihan, ia membawanya pulang bersamanya. Perjalanan cukup jauh, namja setengah baya itu menggendong bocah berambut hitam yang kini sedang tidur pulas didekapannya.

Berpuluh puluh meter mereka berjalan dan akhirnya sampai disebuah bangunan kokoh yang lumayan besar ditengah hutan. Dia membawanya masuk lalu menyelimutinya.Saat ingin keluar langkahnya terhenti ketika mendapati anak itu sedang mengigau.

“eomma, aku mau kimchi”

Lelaki separuh baya itu tertegun, ia pernah mendengar kata kata itu sebelumnya. Pikirannya melayang jauh ke masa lalunya hingga akhirnya ia tidak sadar bahwa seorang perempuan lain yang kini juga seumuran dengan bocah itu menarik ujung kemejanya.

“appa, itu siapa?”tanyanya ragu.

Ahjusshi itu tersenyum kemudian mengelus puncak kepala anaknya itu, “mulai sekarang dia akan tinggal disini untuk sementara.Bermainlah dengannya, dia baik.”

“apa itu pengganti oppa?”tanyanya lagi. “appa, gomawo sudah menepati janji. Aku senang appa membawa teman baru untuk menggantikan oppa.Aku sayang appa”ucapnya seraya memeluk tubuh yang lebih besar darinya.

……………

Bulan berganti matahari, siang berganti malam, gelap berganti cerah.

Kini burung burung berkicau ria, disambut suara binatang lain yang baru saja terbangun dari mimpi indahnya. Serta kabut mulai memadati area rumah itu.

Bocah lelaki itu terbangun, ia mendapati seorang sebayanya tengah menatapnya polos sesekali mengerjapkan matanya. Ia cukup cantik, rambutnya diikat 2.

“nuguseyo?”ucap bocah lelaki itu sambil mengucek matanya, memastikan bahwa ia sedang tidak bermimpi.

Bocah perempuan itu menggaruk kepalanya yang tak terasa gatal, “naega?Se Na, Hwang Se Na”jawabnya polos.

“appa bilang kamu tersesat, dia coba bantu cari orang tua kamu. Sebenernya, kamu ngapain sih ditengah hutan sendiri?Emang gatakut binatang buas?”lanjutnya.

Bocah laki laki itu menggaruk kepalanya, bingung.Ia mengangkat bahunya tanda bahwa ia tidak tahu. Bocah perempuan itu mengambil sebuah buku gambar, “igeo.Sebelum kamu pulang, aku mau bermain dulu.Apa kamu mau main sama aku?”

Bocah laki-laki itu menangguk“geurom, mari kita berteman-”

“Ji Min, Park Ji Min”selanya.Se Na lalu nyengir lebar lalu menarik tangan teman barunya itu agar keluar rumahnya.Ia mengajaknya jalan jalan, rumahnya bisa dibilang besar dan bagus, walaupun seperti bangunan kuno abad pertengahan tapi banyak terdapat barang barang antik yang harganya miliyaran.

Se Na mengajak Ji Min ketaman belakang, “kenapa kita kesini?”Tanya Ji Min.

Se Na menaruh telunjuknya diatas bibirnya lalu memberi Ji Min sebuah sekop. “apa kamu pernah nonton film fbi?seperti agen agen gitu”ucap Se Na sembari membuat tangannya membentuk pistol lalu menembakannya kearah Ji Min.

Ji Min mengangguk, “apa kamu mau buat ruangan rahasia seperti difilm film?”

Se Na nyengir lalu mengangguk semangat, “ruangan bawah tanah, kau mau membantuku kan?”

“tentu saja, aku selalu ingin membantu”

Mereka mulai menggali, baru sedikit mereka sudah kelelahan.Se Na memberikan Ji Min sebuah botol jus, mereka meminumnya.

“Ji Min-nie, mari kita buat janji”

Dahi Ji Min berkerut menandakan ia tengah berfikir, “janji apa?”

“jangan meninggalkanku, ya?”Ji Min mengangguk, “geurom, yakso?”Se Na memberi Ji Min kelingking mungilnya.Ji Min hanya menatap bingung kelingking mungil dengan jari lentik itu.

“kau harus melakukannya seperti ini”Se Na menuntun jari Ji Min agar melingkari jarinya. Setelah melingkar mereka menyatukan ibu jari mereka masing masing. “yakso”ucap mereka bersamaan lalu tersenyum.

Tanpa mereka sadari appa Se Na sedang memperhatikan mereka, kertas ditangannya ia remas lalu ia buang. “maafkan aku nak, tapi aku tidak bisa membiarkanmu pergi. Kau harus disini bersama Se Na”

 

15 tahun kemudian….

“yaakkk Park Ji Min!! Kau akan mati”ucap Se Na seraya menyemprot Ji Min dengan air yang berasal dari selang itu.Ji Min dengan cepat langsung menghindar, menyembunyikan tubuhnya dibalik celah dinding.

Ia menengok lalu menyemprotkan air kearah wajah Se Na, “strike!! Wohoooo~”teriaknya bangga.

Se Na berdecak kesal kemudian menginjak selang Ji Min lalu dengan mudahnya menyemprot wajah lelaki itu sambil tertawa.

“ck, yahh Hwang Se Na. Kau curang, itu tidak adil”ucap Ji Min cemberut.

“heishh kau tidak asik. Ayo pergi”Se Na menarik tangan Ji Min lalu mengajaknya keluar rumah. Ji Min menggelengkan kepalanya kuat, ia takut orang yang ia hormati selama ini, Hwang ahjusshi, marah padanya.

Se Na bersikeras untuk mengajak Ji Min keluar, ia langsung mengambil sebuah liontin yang selalu Ji Min pakai setiap hari lalu pergi, berharap namja itu mengikutinya.

Dan benar saja, terlihat Ji Min berlari kearah Se Na dan membuatnya semakin bersemangat untuk berlari.Ia berlari diantara pita pita merah yang sepertinya sudah ditandai. Beberapa menit kemudian mereka sampai diakhir hutan ini, ya, sebuah pantai letaknya cukup dekat dengan rumah mereka.

“kau belum pernah melihatnya kan? Aku yang menemukannya”ucap Se Na bangga.Ji Min langsung menarik liontinnya dari tangan Se Na kemudian memakainya.

Se Na duduk dihamparan pasir putih, ombak dengan mudah mengenai kakinya.Ji Min ikut duduk disebelah Se Na lalu menikmati angina yang menerpa rambutnya.

“oh ya, kenapa kamu selalu pakai liontin itu?”Tanya Se Na sembari membetulkan ikatan rambutnya.

Ji Min menunduk lalu sedikit menghela nafas, “semua anggota keluargaku mempunyai benda ini”. Walaupun kejadian itu sudah lama terjadi, Ji Min masih ingat betul memori memori itu, memori yang mengatakan bahwa hyung yang selalu ia hormati ternyata membencinya.

Seakan tau kondisi hati Ji Min, Se Na berdiri lalu membawa Ji Min berjalan ketengah.Ji Min dengan ragu ikut bersama Se Na, mereka berdua bersenang senang.Seketika memori buruk itu hilang begitu saja terbawa air.

……………

@ Park Family House, 07.00 PM

Still Author PoV

Hanya terdengar gesekan antara sendok dan garpu kearah piring, ditemani jam yang berdetak memecah keheningan.

“aku pulang”seorang namja yang masih memakai seragam sekolahnya langsung duduk dimeja makan lalu meneguk air minumnya.Pria jangkung tersebut menyingkirkan tasnya kemudian menyenderkan dirinya dikursi.

Orangtua mereka hanya tersenyum kemudian melanjutkan aktivitas mereka, namja jangkung itu kini mengambil makanan lalu dengan cepat memakannya.

 

Chan Yeol PoV

Menyebalkan! Ayolah dia palingan sudah mati, kenapa setelah bertahun tahun para orang tua itu masih memikirkannya? Benar benar menyusahkan!

Sepanjang hari mereka selalu mencoba menemukannya, mereka jarang berkomunikasi denganku.Cih, memangnya sebegitu pentingkah dia?Bagimana denganku?

Aku memang senang sudah menyingkirkan adik bungsuku, tapi ini tidak mengubah segalanya 100%.Anak kesayangan mereka tetaplah orang itu, bukan aku.

Aku langsung menghabiskan makananku lalu beranjak kekamarku.Kalau dipikir pikir, sudah beberapa tahun berlalu semenjak aku meninggalkannya dihutan sendirian.Apa dia masih hidup? Aishh peduli apa aku?

Kurebahkan tubuhku diatas ranjang berwarna biru laut yang sewarna dengan gelang gelangku. Kupejamkan mataku, tanpa mengganti pakaianku aku terlelap kealam mimpi yang sama sekali tidak kuingat.

…………….

Aku bangun sekitar pukul 9 pagi, kuraih gelas diatas mejaku lalu kuminum sampai habis. Aku berjalan dan mendengar sebuah suara lain yang tak kukenal. Aku sedikit mencondongkan kepalaku, melihat siapa orang itu, ia tengah mengobrol dengan abeoji.

Abeoji yang menyadari kehadiranku langsung memberi isyarat agar aku berjalan kearahnya. Aku menurut dan langsung duduk disampingnya, ia sedikit melotot ketika aku masih memakai seragamku.

“ahhh, ini Chan Yeol anakku. Chan Yeol-a kenalkan, ini teman bisnis abeoji, Hwang Se Mi.”

“annyeonghaseyo,Park Chan Yeol ibnida.”ucapku sambil memperkenalkan diri. Aku membungkukan kepalaku lalu mengangkatnya kembali.

“ahhh, geurom Chan Yeol-a. Cepat mandi, abeoji akan membawamu ke rapat kantor hari ini”aku mengangguk walaupun tidak mengerti rapat apa karena aku masih se-ko-lah. Aku bangun lalu membungkuk, memberi salam kemudian pergi mandi.

Setelah mandi aku bersiap siap, eomeoni sepertinya sudah menyiapkan baju untukku.Apa ini? Jas?Apa acaranya begitu penting, maksudku yang kutahu setiap rapat memang penting, tapi apakah harus memakai pakaian seformal ini?

Yasudahlah aku memakainya kemudian beranjak pergi dari kamar.Langkahku terhenti ketika eomeoni memanggilku kemudian membetulkan dasi dan jas yang kupakai.Ia tersenyum lalu mengelus puncak kepalaku.

Aku tersenyum“aku akan segera kembali”

Aku memasuki mobil dan duduk dibelakang, disebelah abeoji.Aku agak gugup ketika menyadari, ini perjalanan kekantor abeoji.

……………..

Author PoV

Siang ini Se Na mengumpulkan keluarga kecilnya untuk piknik bersama dihalaman rumah. Tapi sayangnya,ayahnya ada pekerjaan yang harus ia selsaikan. Jadi ia hanya piknik berdua dengan Ji Min.

Se Na memanggang daging, salah taunya matang dan menyuapkannya kepada Ji Min. sekarang mereka benar benar seperti sepasang suami-istri.

Mereka bercanda dan tertawa.

Saat Se Na sedang asyik memanggang tiba tiba tangan Ji Min melingkar dipinggangnya.

Se Na PoV

Kurasakan tangan Ji Min melingkar dipinggangku membuat jantungku berdebar sangat kencang. Aku tidak tahu mengapa ia memelukku dari belakang, tapi selama bermenit menit kedepan ia hanya diam.

Aku langsung mematikan sumbu kompornya, sekarang benar benar aku tidak bisa mengkontrol hatiku.Hatiku serasa terbang ketika Ji Min mempererat pelukannya padaku, membuatku semakin tidak mengerti.

“kita, kita tidak akan pernah berpisah kan?”Tanya Ji Min. aku tidak tahu mengapa ia bertanya ini sekarang, aku hanya mengangguk .

Ia membalikan badanku dan memegang bahuku agar mensejajarkan wajahku dengan wajahnya. Aku tahu sekarang wajahku pasti sudah memerah.Aku menunduk menyembunyikan wajahku, tapi Ji Min mengangkat daguku agar aku menatapnya.

Pada saat itu mata kami saling bertemu, kini aku yakin jantungku benar benar copot sekarang.Tapi entah kenapa semakin aku menatap matanya dalam, jarak diantara kami saling berkurang.

Kurasakan hidung Ji Min bergesekan dengan hidungku, aku memejamkan mataku ketika menyadari bibir Ji Min sudah berada diatas bibirku. Ciuman yang sangat manis, ia melakukannya secara lembut tanpa memaksaku.

Aku hanya bisa merasakan sensasi aneh saat bibir Ji Min sudah bergerak lincah diatas bibirku, aku membalas setiap kecupan yang ia berikan padaku.

……………….

Ji Min menggenggam tanganku erat, ia membiarkan kepalaku berada dibahunya. Aku tersenyum kemudian menatap kesekitar.Aku menikmati udara sore ditepi pantai, ditambah matahari mulai tenggelam diufuk barat.

Aku menikmati setiap detik bersama Ji Min. Aku memang sudah menyukainya, sejak lama.Aku tidak tau kapan pastinya tapi perasaan ini tumbuh sangat cepat.Tadinya aku tidak yakin Ji Min juga menyukaiku, ternyata aku salah.

Ji Min bilang dia mencintaiku lebih dari aku mencintainya.Aku sangat bahagia berada disisinya.Aku, aku sangat mencintainya, aku tidak ingin kehilangannya.

Tanpa sadar hari mulai gelap, kami harus kembali kerumah sebelum appa datang.Kami berlari, Ji Min menuntunku berlari masuk kedalam hutan.Kami mengikuti jalur pita merah yang pernah kubuat.

Kami sampai terlambat, mobil appa sudah berada didepan rumah.Aku segera masuk dan mendapati appa sedang menarik dasinya.

“oh, dari mana kalian?”tanyanya lembut seraya mencabut kaos kakinya.

Aku dan Ji Min saling bertatapan, “k-kami ditaman belakang”ucapku bohong.Appa hanya mengangguk angguk kemudian melepas jasnya.

“Hwang ahjusshi, kau mau jasnya ditaruh dimana?”Tanya Ji Min

Appa kemudian menggeleng, “sudah kubilang panggil aku abeoji. Biar Se Na yang taruh, ada yang ingin kubicarakan denganmu”

Aku menatap Ji Min sebelum akhirnya membereskan semua pakaian appa dan masuk kedalam kamar.

Ji Min PoV

Bagaimana ini?Kenapa aku malah gugup seperti ini?

“rapatnya berjalan lancer?”tanyaku disela sela keheningan.

Hwang ahjusshi tersenyum, “aniyo, rapat ditunda sampai besok.Ji Min-a, kau sudah kuanggap seperti anak sendiri.Bagaimana jika kau hadir menemaniku dalam rapat itu?”

Aku tersentak, aku memang belum pernah keluar dari hutan ini setelah kejadian itu.Aku selalu belajar bersama Se Na, Hwang ahjusshi memanggil guru untuk membimbing kami belajar.Tanpa aku sadari aku mengangguk setuju.

Beliau tersenyum lalu menepuk bahuku, “geundae, apa Se Na ikut?Bolehkah aku mengajaknya?”

Beliau mengangguk seraya bangkit lalu hilang diantara tikungan tembok. Aku masih tidak percaya, apa aku benar benar boleh pergi sekarang? Bagaimana keadaan kota ya? Apa sebagus itu?

Aku hanya membayangkan apa yang akan terjadi lalu aku berlari kekamar Se Na. Se Na kaget ketika aku memeluknya tiba tiba, menggendongnya, lalu memutarnya. Aku menurunkannya seraya mengecup singkat dahinya.

“dasar anak muda”aku kaget ketika Hwang ahjusshi berada diambang pintu, seolah tau ia tersenyum lalu menutup pintu.

Aku kembali menatap Se Na, “besok kita akan kekota. Aku meminta Hwang ahjusshi agar kamu ikut, dan ternyata boleh! Mungkin akan menginap beberapa hari, jadi aku akan membantumu memilih baju”ucapku semangat.

Se Na terbengong, mungkin ia masih tidak percaya, sama sepertiku. Sebelumnya Hwang ahjusshi selalu melarang kami untuk keluar, tapi sekarang beliau mengijinkannya.

Se Na tersenyum lalu memeluk Ji Min dan melingkari kakinya di dipinggang Ji Min membuat Ji Min harus menopang 2 kali berat tubuhnya.

“kajja”ucap Ji Min seraya menggenggam tangan Se Na.

.

.

.

.

.

Ji Min PoV

Aku sudah bersiap siap dengan bajuku, entah kenapa rasanya agak aneh memakai jas seperti ini. Kulihat Se Na memakai dress putih selutut dengan bando serta wedges berwarna serupa membuat dia kelihatan sempurna.

“woahh apa kau benar Hwang Se Na?”ucapku tanpa berkedip.

Dia mendengus, “memangnya aku siapa”ia sedikit memukul bahuku.

Aku nyengir lalu mengelus puncak kepalanya, “kau Park Se Na”dia tertawa aku mengganti marganya. Aku memberi lenganku lalu dengan cepat ia menggandengnya.

Kami berjalan menuju mobil, aku bisa menyetir karena Hwang ahjusshi pernah mengajariku.Tapi hanya sekitar pekarangan rumah.

Kukira aku akan disuruh menyetir, ternyata sudah ada supir yang disewa Hwang ahjusshi. Sedikit merepotkan mengingat Hwang ahjusshi sudah sampai duluan dikantornya.

Kami duduk manis dibelakang mobil sambil menunggu kita sampai. Aku sedikit terkejut ketika hutan yang kami lalui jalannya sangat halus dan cukup lebar.

Beberapa jam kemudian kami sampai disebuah bangunan yang sangat tinggi, inikah kantornya?

Aku masuk seraya menggandeng bidadari cantik disebelahku yang kini dengan anggunnya memamerkan senyuman khasnya.

Karena semalam aku sudah mempelajari dibuku bagaimana menggunakan lift aku tidak merasa canggung sama sekali. Kota memang benar benar hebat.

Kami sampai diruangan Hwang ahjusshi tanpa tersesat.Ia menyambut kami hangat, “kalian ini. Kubilang kalian datang jam 8 malam bukan jam 12 siang. Ini terlalu cepat”sindir Hwang ahjusshi seraya tertawa.

Hwang ahjusshi memberikan kami sebuah black card, “igeo, kalian berjalan jalanlah dulu. Ingat, kembali sebelum pukul 8 malam”kami mengangguk lalu keluar.

Aku meminta izin untuk mengemudi sendiri, dan akhirnya boleh. Hwang ahjusshi memasang gps dimobil kami, jadi apabila kami tersesat mereka akan menemukan kami sesegera mungkin.

Dengan ragu aku menyalakan mesin mobil lalu mengendarainya.Tidak sesulit yang kubayangkan.Aku terus mengendarai hingga berhenti disebuah mall besar.

Kami makan dan bercanda. Aku senang berada disini bersama Se Na. Kami memesan 2 porsi sushi dan 2 gelas bubble tea.

Entah kenapa pandanganku menatap seorang yang sangat familiar untukku, tapi aku lupa dia siapa. Senyumnya, matanya, semuanya aku kenal.

“hyung”tanpa kusadari aku memanggilnya, “Chan Yeol hyung”ia menoleh dan benar saja. Hyung yang selama ini sangat aku rindukan kini berada dihadapanku. Rambut hitamnya dipotong rapih, tuksedo yang ia pakai juga sangat bagus.

Apakah benar ini dia, Chan Yeol hyung? Dia menatapku bingung, aku menghampirinya, memastikan bahwa ia benar benar Chan Yeol hyung. “nuguyeo?”tanyanya.

Aku menunjuk wajahku sendiri, “ini aku, Ji Min, Park Ji Min”

Dia seperti terkejut mendengar namaku, lantas ia membuang wajahnya, menghadap kearah lain. “maaf, aku tidak tahu siapa anda. Mungkin anda salah orang”ucapnya sambil berlari.

Aku tidak tahu mengapa ia berlari, tapi aku yakin itu adalah hyungku, Park Chan Yeol. Saat aku ingin mengejarnya, Se Na menghampiriku. “ada apa?”tanyanya.

“ahh, bukan apa apa”aku menarik Se Na untuk duduk disampingku, menikmati makanan yang sedari tadi sudah sampai.

“hey, kau ini kenapa sih?”Tanya Se Na. aku hanya menggeleng seraya tersenyum, “kalau tidak ada masalah kenapa kau sedari tadi hanya bengong dan tidak makan?igeo”secepat kilat Se Na langsung menyuapiku 3 sushi sekaligus membuat mulutku penuh.

Aku mendengus lalu mencubit pipinya gemas, jika itu bukan Chan Yeol hyung juga tidak apa apa. Ada Se Na berada disisiku itu lebih dari cukup.

Chan Yeol PoV

Aku berlari kearah toilet, ini benar benar tidak bisa dibiarkan.Bagaimana bisa orang itu… orang itu masih hidup?

Aku membasuh wajahku, ini benar benar tidak masuk akal.Apa ada yang membantunya? Ani, pasti ini hanya kebetulan.Tidak mungkin dia masih hidup, dia sudah mati.

Aku menatap diriku sendiri dari cermin. Aku, Park Chan Yeol, jika dia benar benar kembali dan merebut segalanya kembali, aku tidak akan tinggal diam. Aku akan membuatnya sengsara lalu pergi.

Aku segera kembali ke kantor karena abeoji bilang aku harus datang jam 8 karena ada rapat pertemuan dengan pengusaha lain.

Saat sampai kulihat arlojiku, sudah pukul setengah 8. Aku langsung berbaur dengan yang lain, menikmati acara ini tanpa memikirkan si bodoh itu lagi.

Aku berusaha menyesuaikan diri pada yang lain, tapi jujur saja, mereka sangat enak untuk diajak berbicara. Kami tidak selalu mengobrol tentang perusahaan, terkadang kami berbicara tentang diri masing masing.

Aku menghampiri abeoji karena dia memberik isyarat agar datang padanya, “ahhh, Chan Yeol-a.kau ingat Hwang Se Mi? perusahaannya akan bekerja sama dengan kita, beri salam pada Hwang sajangnim”

“annyeonghaseyo”ucapku seraya membungkukan diri.

“appa”suara seorang perempuan membuatku mengangkat kepalaku, kulihat seorang gadis cantik berdiri disamping Hwang sajangnim lalu menatapku bingung.

“ahhh, ini anakku, Hwang Se Na. Se Na-ya, beri salam”

Gadis bernama Se Na itu membungkuk, “annyeonghaseyo, Hwang Se Na imnida”ucapnya memperkenalkan diri.

Aku benar benar terpukau, bukan hanya karena dia cantik dan lekuk badannya seperti model, dia juga menyenangkan.Sepanjang pesta kami berbicara, aku juga langsung akrab dengannya.

“kau sendiri sudah punya pacar?”Tanya Se Na seraya meneguk minumannya.Aku menggeleng, “yahh, jangan berbohong. Itu tidak mungkin”

“bagaimana denganmu?”

Se Na tersenyum menampilkan giginya yang rapih, “aniyo, tapi aku sudah punya calon heheh.Dia sedang ke toilet, sepertinya sebentar lagi dia datang”aku hanya mengangguk angguk mengerti.

Sebenarnya mendengar dia sudah memiliki pacar, aku sangat kecewa.Padahal kita baru saja bertemu, kenapa aku langsung menyukainya?Entahlah.

“Se Na-ya”panggil seseorang yang membuatku menoleh padanya. Itu bukannya….

“Ji Min-a, kau sudah selsai?”namja yang sangat kubenci itu ternyata muncul dan dia… apakah dia yang dimaksud calon pacarnya? Kenapa dia selalu menang dalam segala hal?Apa sih istimewanya?

Ji Min menatapku, “Chan Yeol hyung? Kau Chan Yeol hyung kan?”aku tersenyum kecut. Dia tertawa lebar seraya memelukku akrab. “aku merindukanmu, hyung”

Abeoji menghampiri kami, “ada apa ini?”

Author Pov

Ji Min menatap abeojinya, “abeoji, ini aku. Ji Min, Park Ji Min. anakmu”

Park sajangnim langsung memeluk anaknya yang sangat ia rindukan itu, terlebih ia masih tidak percaya bahwa anak kesayangannya masih hidup.

Se Na yang mulai mengerti dengan keadaan ini memilih untuk meninggalkan mereka, tanpa mereka sadari mereka mulai menangis, melepas kerinduan masing masing.

Park sajangnim langsung membawa kedua anak lelakinya itu pulang, ia ingin memberi kejutan pada istrinya bahwa anaknya masih hidup. Dengan terburu buru ia menarik pergelangan tangan Ji Min untuk memasuki rumah mereka.

Ny. Park langsung memeluk anaknya, ia benar benar merindukan anak tersayangnya. Chan Yeol langsung masuk ke kamar karena malas untuk mendengar percakapan antara mereka bertiga.

Ny. Park langsung membuatkan susu kesukaan Ji Min, ia memberikan kepada Ji Min seraya mengelus puncak kepalanya “gomawo eomeoni”ucap Ji Min nyengir lalu segera meneguk air minumnya.

“bagaimana kehidupanmu selama ini? Apa yang kau makan? Kau tinggal dimana?Siapa yang merawatmu?Apa kau belajar?”

Ji Min nyengir mendengar pertanyaan eomeoninya, “hahaha, selama ini aku baik baik saja eomeoni. Oh ya, yang merawatku selama ini Hwang ahjusshi, aku juga tinggal bersama anaknya, dia anak yang baik, dan juga-”

“kau menyukainya?”goda tn. Hwang sambil menyenggol tangan Ji Min. Ji Min tersenyum lalu mengangguk.

“kau mau menikahinya?”Tanya ny. Park.

Ji Min melotot, “aniyo, bahkan kami masih terlalu muda”

“bagaimana dengan pendidikanmu, Ji Min-nie?”

“Hwang ahjusshi memanggil guru setiap hari, aku belajar dengan baik eomeoni”

Begitu banyak yang mereka bicarakan sampai tidak sadar waktu terus berlalu.“ahh abeoji ada pertemuan dengan klien, ikutlah dan panggil hyungmu”

……………………

Se Na PoV

Hmm Ji Min kemana ya?Apa dia baik baik saja? Kini dia bertemu keluarganya, apa dia akan meninggalkanku? Ani, dia tidak mungkin meninggalkanku.

Tapi sepertinya appa biasa biasa saja, kenapa dia tidak khawatir?Apa jangan jangan appa sudah tahu bahwa Ji Min akan bertemu keluarganya?

Jemariku terus menekan tuts tuts piano sesekali memejamkan mataku, menikmati alunan melody yang menggema ditelingaku.

Lagu ini, lagu yang Ji Min buat untukku.

Just one day, if I can be with you
Just one day, if I can hold your hands
Just one day, if I can be with you
Just one day (just one day)

If only we can be together
(Do It Do It Do It)
I hope I can be with you for just one day
(Do It Do It Do It)

Having a party party with only you
(Do It Do It Do It)
I hope I can be with you for just one day
(Do It Do It Do It)

 

 

Aku mengakhirinya dan seketika itu appa datang lalu tersenyum kearahku, “jangan khawatir, Ji Min akan segera pulang”ucapan appa membuatku senang, aku memeluknya kemudian sedikit menyender manja.

“appa, aku lapar. Mari makan sesuatu”

“geurae, kajja. Kita makan diluar”

.

.

.

Appa mengajakku kesebuah restoran dikawasan Seoul yang terlihat benar benar elegan.Appa menyuruhku untuk duduk terlebih dahulu karena appa harus pergi ke toilet.

Aku hampir tidak percaya dengan ini semua, jika appa memiliki harta sebanyak ini kenapa dia harus menyembunyikanku ditempat itu?

Aku menghampiri mini bar yang berada didalam restoran ini, “bisakah kau beri aku segelas apapun?”

Bartender itu mengangguk kemudian mulai memotong bentuk es itu hingga menjadi bulat.“woah benar benar menakjubkan”gumamku masih melihat kearah sang bartender.

Kemudian bartender itu memasukan esnya kedalam gelas, ia menuangkan minuman apa entah aku tidak tahu lalu menyodorkannya kepadaku.

Dengan ragu aku meneguk habis minuman itu.Rasanya aneh. Rasa manis bercampur pahit menjadi satu. Bartender itu memberiku lagi terus menerus saat mengetahui gelasku sudah kosong.

Entah kenapa aku merasakan pusing dibagian kepalaku, mataku terasa berat untuk terbuka.Rasa mual bercampur menjadi satu.

Sepertinya aku akan muntah.

Aku membuka mataku perlahan, pandanganku benar benar tidak terfokus.Dengan langkah gontai aku berusaha mencari dimana letak kamar mandi wanita.

Kurasakan sesuatu menyentuh pergelangan tanganku, saat aku menoleh kulihat seorang lelaki separuh baya tersenyum misterius padaku.Dia menarikku agar mengikutinya.

Aku tidak tahu aku berada dimana, yang jelas sepertinya aku berada diluar restoran. Kutahan langkahku saat menyadari aku akan dibawa masuk kedalam mobil berwarna hitam.

Orang itu memaksaku untuk masuk tapi aku terus menahannya, instingku mengatakan bahwa dia adalah orang jahat.

“lepaskan aku!”saat aku berteriak padanya dia hanya memandangku sambil tertawa. Sepertinya perlawananku sia sia.

“jika kau menolak maka aku akan semakin bernafsu, sayang. Ikut saja, aku tidak akan bermain kasar”

Walaupun kesadaranku separuhnya menghilang, aku masih bisa merasakan ada yang aneh dengan ahjusshi itu. Apa dia hendak..memperkosaku?

Kurasakan tangan lain menyentuhku lalu menarikku kebelakangnya, “dia sudah bilang tidak mau, kenapa kau memaksanya? Kau itu harusnya tau diri, kau sudah tua dan sudah seharusnya sekarang kau membeli peti mati sebelum kehabisan, cih”

Suara berat itu membelaku, aku sangat beruntung.Kucoba melihat wajahnya, sepertinya dia sangat familiar bagiku.“P-Park Chan Yeol?”

Benar. Dia Park Chan Yeol, kakaknya Ji Min. Chan Yeol menepis tangan ahjusshi yang hendak meninjunya, Chan Yeol memberikan beberapa pukulan pada ahjusshi itu.

Aku hanya menutup mulutku dengan tangan, tak kusangka akan seperti ini.Beberapa lama kemudian segerombolan orang menghampiri kami sambil memaki.Sepertinya mereka adalah bawahan ahjusshi ini.

Tanpa basa basi aku langsung menarik Chan Yeol untuk kabur, menghindar dari amukan segerombolan orang itu. Walau harus kuakui Chan Yeol memang jago dalam hal ini, tapi ia tidak akan menang melawan orang sebanyak itu.

Sepertinya Chan Yeol menurut, bahkan sekarang ia mulai menyeimbangi langkahnya dengan langkahku. Kutengok kebelakang segerombolan orang itu mengejar kami.

Entah dimana kami sekarang disini sangat gelap, mungkin ini menguntungkan.Kulihat ada tikungan tajam diujung jalan.

Saat kami berbelok kulihat ada celah kecil dipinggir jalan. Cepat cepat aku masuk kedalam sana lalu menarik Chan Yeol untuk menutupiku.

Mungkin jika dilihat aku dan Chan Yeol seperti sejoli yang sedang melakukan hubungan terlarang yang tak tau tempat.Sebenarnya tidak, memang tubuh kami benar benar menempel dan aku bisa merasakan hembusan nafasnya pada kulit leherku, tepatnya dia sedang memelukku sekarang.

Mungkin sekarang tidak masalah, tapi sehabis ini aku harus meminta maaf padanya karena sudah merepotkannya.

Bermenit menit kami menahan posisi seperti ini, tapi aku sama sekali tidak mendengar apapun kecuali suara angin malam yang berhembus.

Aku sedikit mengangkat kepalaku dari dada Chan Yeol, suasana benar benar canggung. Chan Yeol masih belum merubah posisinya, malah ia semakin mendekatkan wajahnya kewajahku, mengurangi jarak diantara kami.

Aku sangat terkejut ketika menyadari bibirnya sudah menempel pada bibirku, aku hanya bisa mengerjapkan mataku berkali kali berharap ini tidak nyata.

Entah kenapa aku sama sekali tidak menolak ataupun membalas. Aku hanya mematung dan membiarkan bibir Chan Yeol sudah lincah melumat lembut.

Dari kejauhan samar samar aku bisa melihat seseorang berdiri diujung jalan. Orang tersebut memiliki beberapa luka dibagian wajah dan-.

Tunggu, bukankah dia…

 

“J-Ji Min?”

 

 

TBC

Hai annyeong, aku membawa ff baru guys. Maaf yang nungguin ffku yang Tomorrow, aku bener bener belum ada mood sama sekalli buat lanjutin :((. Dan untuk gantinya aku belum kirim minggu ini aku bawain ff ini heheh. Maaf jika alurnya bener bener kecepetan, sengaja aku bikin twoshoot karna kalo oneshoot pasti kepanjangan-_-

Oke aku pamit ya, selamat malam guys dan sampai jumpa😉

About fanfictionside

just me

2 thoughts on “FF/ UNCONDITIONAL LOVE/ BTS-EXO/ 1 of 2

  1. Aku suka ceritanya! Tapi emg agak kecepetan sih alurnya thor. Perpindahan latar jg rada binggung, kesannya kaya lompat2 gtu (?)
    Tapi keseluruhannya udh keren bgt:) bagusss
    Jadi itu si se na tinggal di hutan? ‘-‘ dan pgn tau logisnya knp si chanyeol seiri itu sama jimin u.u ada faktor lain dari rasa cemburu ttg faktor lain keluarnya kah? *sok tau
    Buruan di lanjut deh… aku nunggu bgt ff ini😀

  2. anjir ini udh agak jleb gimana gitu ya/?
    keren keren..
    ohh.. jadi si jimin yg ngelawan gerombolan itu pas chanyeol sama sena ngumpet..
    aaa… jiminnya kasianㅠㅠ
    apakah nanti si jimin bakal pergi dari sena *ini apa-_+*
    oke next nya jangan lama lama thor~_~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s