FF/ TOMORROW/ BTS-BANGTAN/ pt. 3


Title : Tomorrow(Chapter 3)

Author : Elsa Kim -00-

Cast :

Kim Seok Jin

Kang Hye Ri(OC)

Min Yoon Gi

Han Jae Gil(OC)

Choi Se Ra(OC)

Jung Ho Seok

(+) Kim Ha Ni(OC)

(+) Park Ji Min

(+) Cha Eun Mi(OC)

Jang Na Ra (OC – soon)

Im Ji Hyun (OC – soon)

Kim Tae Hyung (soon)

Jeon Jung Kook (soon)

Jeon Jung Hee (OC – soon)

(+) Kim Nam Joon

Support Cast : Min Ji Seok (Ceo Min Ji group/Yoongi father/Jin step-father), Han Jae Moo (Jae Gil father), Lisa Lang, Naomi Lang, (+) Jung Hyo Jin (Ceo Ho Min group/Hoseok mother), Other coming soon.

Length : Chapter

Genre :NC, Sad, Romance, Drama, Friendship, Family, little bit Comedy.

Rating : PG 17

Warning! Mengandung unsur typo, kalimat berentet rentet, kalimat susah dimengerti, dan alur yang

terkadang melenceng.

Tomorrow-poster-ch3

 

I hope someday you will find all my quotes, all my word, and read them all. I hope you will know that they’re about you.

_______________________________________________________________

 

3rd Chapter!

Author PoV

“tunggu disini, eonni akan belikan sesuatu untuk kalian. Jangan kemana mana, apa kalian mengerti?”

Lisa dan Naomi hanya menatap Se Ra ngeri, mereka mengangguk bersamaan kemudian dengan cepat Se Ra berlari keantrian panjang kedai es krim disekitar taman hiburan.

Lisa menopang dagunya dengan kedua tangannya sementara Naomi tak henti hentinya menghentakan kakinya tak sabaran.Tangannya memegangi daerah tarangnya, mencoba menahan sesuatu yang ingin keluar dari kantong kemihnya.

Naomi melirik saudara kembarnya, kemudian perlahan ia menghampirinya. “Lisa, aku mau pipis”

Lisa menoleh sedikit lalu kembali sibuk dengan aktivitasnya kembali, “sana ke toilet. Kamu kan udah kelas 5, masa harus aku anter sih”

“oke, kamu tunggu sini ya. Jangan kemana mana”

Perlahan Naomi berjalan menuju toilet sambil memegangi daerah tarangnya sesekali menekannya agar cairan dari dalam kantong kemihnya tidak luber keluar.

Saat sudah sampai ternyata toilet wanita sangat penuh, “aku benar benar tidak tahan!”geram Naomi frustasi.

Lalu dengan ragu ia masuk kedalam toilet pria lalu pipis disalah satu bilik toiletnya. Untung saja ditoilet pria hanya ada beberapa orang dewasa yang memakainya, jadi Naomi tidak usah susah susah untuk bersembunyi. Lagipula, postur tubuhnya yang kecil menjadi keuntungan untuknya agar tidak terlihat.

“ahh, kurasa aku benar benar hidup sekarang”

Baru saja Naomi membuka kunci pintu dari bilik toilet yang ia gunakan, ia mendengar seperti suara orang berlari. Suara orang itu menggema, lalu orang itu masuk kesalah satu bilik toilet disebelahnya.

Karena penasaran, Naomi berjongkok untuk melihat dari bawah siapa yang ada dibalik bilik tersebut. Sulit baginya untuk melihat kebawah, Naomi beralih pada bagian atap bilik toilet yang tidak tertutup.

Ia menutup klosetnya lalu menaikinya untuk melihat ada apa diatas. Tangannya sibuk menggapai pangkal dinding itu agar bisa melihat dari atas.

Naomi dikejutkan oleh sebuah kepala yang nongol dari arah bawah.Naomi berteriak lalu dengan spontan kakinya tergelincir dan dengan terpaksa badannya harus menimpah kepala itu.

Naomi berdiri lalu dengan cepat langsung membuka pintunya dan kabur. Belum sempat ia melarikan diri, pria yang ia timpah kepalanya menariknya kedalam lalu mengunci pintunya.

“AAAAAAAAAAA”

Naomi berteriak kencang yang membuat orang itu menutup kedua gendang telinganya.Orang itu menutup mulut Naomi dengan tangannya agar Naomi berhenti berteriak.

Karena panik, Naomi mengambil benda disekitarnya lalu memukulkannya pada orang itu.“PERGI! IHH”

Setelah tangan orang itu terlepas dari mulutnya Naomi langsung melarikan diri, orang tersebut mengejarnya tapi dengan cepat Naomi menutup pintu utama toilet pria tersebut yang membuat orang itu harus merasakan sakit dibagian kepalanya untuk yang kedua kalinya.

Naomi berdiri didepan pintu utama toilet pria dengan takut takut, ia dikejutkan oleh seorang gadis yang memakai kaos hitam dan kemeja sebagai luarannya tengah memegangi lututnya. Nafasnya tersenggal, sepertinya ia sedang mencari seseorang.

“adeul, apa kau melihat seorang lelaki memakai baju hitam lengan panjang dan topi hitam dan celana jeans?”

Baru saja Naomi akan menjawab pertanyaan gadis didepannya, pria yang dimaksud gadis itu sudah keluar dari toilet lebih dulu.

Pria itu sedikit melotot, gadis itu dengan cepat melumpuhkannya lalu memborgol tangan pria itu. “ck, benar benar menyusahkan. Lee Han Min-sshi, kau terjerat pasal tentang percobaan pembunuhan terhadap nona Jeon Jung Hee-sshi. Jangan menyusahkan dan ikut saja jika anda tidak ingin dihukum lebih berat”

“aishh sialan, ini semua gara-gara kau dasar bocah tengik!”umpat lelaki itu hampir memukul Naomi, tapi ditahan oleh gadis yang memborgol tangannya.

“gara-gara..dia?”gadisitu sedikit memajukan kepalanya bermaksud menunjuk Naomi.

“ahh joeseunghamnida. Aku harus pergi ke sana, aku permisi dulu”

Dengan sedikit tergesa Naomi berlari ketempat ia tadi menunggu dengan Lisa, sementara gadis polisi itu menyerahkan orang yang ditangkapnya kepada kedua temannya yang baru saja datang, ia berlari menyusul Naomi.

“chogio adeul-ah, bisa bicara sebentar?”teriak gadis itu dari kejauhan.

Naomi terus saja berlari kedepan kedai es krim tempatnya menunggu tadi, langkahnya terhenti ketika tidak menemukan sosok saudara kembarnya maupun Se Ra disana.

Karena Naomi sudah berhenti melangkah memudahkan gadis itu untuk mengejarnya.“yahh kau cepat sekali, kau makan apa sih?”ucap gadis itu sambil memegangi kedua lututnya yang terasa ngilu.

Naomi menatap gadis didepannya dengan tatapan datarnya, “kau mengejarku?”

“neo, apa kau benar benar yang membuat ahjusshi tadi benjol benjol?”

“memangnya kenapa?”

“kau bilang memangnya kenapa? Hey apa kau tidak melihat televisi? Dia buronan dan sulit sekali untuk mengejarnya, tapi kau-.Bagaimana aku mengucapkan terimakasih atas ini?”

Naomi berpikir sejenak, dia memperhatikan sekitarnya kemudian beralih lagi pada gadis didepannya“bisakah traktir aku makan sashimi?”

***

“aisshh ahjuma! Kita harus menunggu didepan kedai es krim, Naomi pasti ada disana”

Se Ra menatap Lisa malas lalu kembali mencari disetiap bilik toilet wanita, Lisa melipat tangannya didepan dada “heol, dasar ahjuma keras kepala. Naomi tidak akan masuk jika toiletnya penuh. Percayalah padaku”

“jadi maksudmu Naomi ke toilet pria?”

“woahh ahjuma benar benar gila, saudaraku tidak begitu kecuali mendesak”ucap Lisa cukup keras.

“kau kira pipis tidak mendesak? Jika kau terus menahannya itu bisa mengkristal menjadi batu”Se Ra tak kalah keras sambil mengepalkan tangannya dan menunjukannya pada Lisa. “diam saja dan ikuti eonni”

Se Ra beralih pada toilet pria, diperiksanya bilik toilet itu dengan teliti tapi nihil.Sosok yang dicari tak ada disana.

Se Ra keluar toilet pria dengan tergesa, ia membenturkan ponselnya dikepalanya pelan. “apa perlu kutelfon Jin oppa?”gumamnya frustasi.

“aishh anak anak menyusahkan”jeritnya sambil mengacak rambutnya.

Lisa menatap Se Ra geram, “tentu saja kau harus menghubungi oppaku. Kau tahu, oppaku akan membunuhmu jika sesuatu terjadi pada saudaraku”

Se Ra mendelik kesal, “geurae, cepat atau lambat dia pasti akan tau. Aku harus menghubunginya sebelum dia mengamuk padaku”

Se Ra menelfon angka 1 yang langsung menghubungkannya dengan nomor Jin, tersambung.Cukup lama Jin mengangkatnya yang membuat kegelisahan tersendiri dari Se Ra. Akhirnya Jin mengangkatnya.

“yoboseo?”

“Jin oppa! Naomi, Naomi menghilang”

“mworago? Naomi menghilang?”ulang Jin.

“eottokhe? eottokhe? eottokhe?”

“aku tidak bisa kesana sekarang. Kau cari dulu atau lapor pada petugas.Pastikan Naomi pulang, apa kau mengerti?”

“tapi-eh?”

Pip.Telfon dimatikan.

Se Ra menatap ponselnya lamat. Tidak seperti biasanya Jin lebih mementingkan urusannya dibandingkan kedua adiknya

“apa kata oppa?”

Lamunan Se Ra buyar ketika Lisa menarik ujung bajunya dan bertanya padanya. “ahh Jin oppa, dia bilang kita harus melapor pada polisi”

“hanya itu reaksinya? Heol daebak, oppa macam apa dia”. “apa karena wanita itu?”gumam Lisa pelan tapi masih bisa tertangkap indera pendengaran Se Ra.

Se Ra terdiam lagi, wanita? Wanita apa? Batin Se Ra.

Seolah tau isi pikiran Se Ra, Lisa kembali menarik ujung baju Se Ra, membuat gadis itu kembali tersadar dari lamunannya.“ahjuma tidak tahu ya, oppa membawa seorang gadis kerumah”

“MWO?!!”

***

Hye Ri PoV

Entah sudah keberapa kalinya aku memutar liontin yang menggantung dileherku, aku masih kurang percaya dengan apa yang Jin katakan. Maksudku, aku rasa ada yang disembunyikannya.Apa benar dia hanya melihat dari liontinku?

*flashback

“b-bagaimana bisa kau tahu?”

Jin menggaruk tengkuknya sambil sedikit tertawa, aku menatapnya datar. “bukankah ada ukiran disana? Aku hanya berfikir orang diliontinmu pacarmu yang kau bicarakan tadi”

Aku menatap liontinku sendiri, memang ada ukiran disini.Yoongi oppa yang membelikannya padaku, “geurae?”

*flashback off

Kulirik jam dinding dikamar Jin, menunjukan pukul 5 sore. Kenapa Jin belum juga pulang? Urusan mendesak apa yang Jin katakana tadi? Apa sesuatu terjadi?

***

Author PoV

“jadi apa rencanamu?”

“ne?”

“bukankah kau bilang kau mau menghancurkan Min Ji Seok? Apa rencanamu?”

“abeoji, kau sudah setuju dan berhenti bekerja disana?”

Mata Jae Gil berbinar binar ketika mendengar pernyataan dari ayahnya bahwa ayahnya sudah berhenti bekerja pada Min Ji Seok, sebenarnya bukan berhenti tapi diberhentikan.

Jae Gil tidak peduli, yang penting ayahnya benar benar sudah tidak bekerja disana lagi. “gomawo”

“apa rencanamu, beritahu padaku”

“abeoji tau Seketaris Kim dari Min Ji group, nama aslinya Kim Ha Ni?”

“kenapa?”

“aku punya ide untuk menggunakannya”

***

“Choi Se Ra! Lisa!”

Merasa namanya disebut Se Ra dan Lisa menoleh dan mendapati Jin tengah berlari kearah mereka berdua.

Jin terengah, mencoba mengatur deru nafasnya yang memburu.Dia menatap Se Ra dan Lisa secara bergantian. “apa sudah ketemu?”

Se Ra menggeleng lemah, “sekeras apapun aku mencoba mencarinya tapi hasilnya nihil, Naomi tidak ada.Apa kita harus melapor polisi, oppa?”

“kita tidak bisa melapor sebelum 24 jam setelah hilangnya Naomi, kalian pulang lebih dahulu dan aku akan mencari Naomi”

Lisa menggeleng kuat kemudian memeluk kaki Jin, “tidak mau, aku mau bersama oppa saja”

Jin menghela nafas kemudian ia berjongkok, mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh kecil adiknya itu. “ikut dengan Se Ra, Lisa. Oppa mohon jangan rewel, apa kau mengerti?”

Lisa mendelik kesal, dengan langkah dibanting ia berjalan berlawanan arah dengan Jin. Jin menatap Se Ra, “kau jaga Lisa, aku akan mencari Naomi. Aku mengandalkanmu, Se Ra”

Jin menepuk bahu Se Ra sebelum akhirnya ia berlari kedalam taman hiburan, menelusuri tempat yang gelap dan sepi itu.

Kaki Jin terus melangkah hingga akhirnya ia berhenti didepan sebuah salah satu wahana yang membuat dadanya begitu sesak.

Entah kenapa saat itu juga ia melihat bayangannya sewaktu kecil bersama ibunya yang sedang menaiki wahana tersebut. Jin kecil begitu senang dan bersemangat.

Jin mengalihkan pandangannya, mencoba tidak kembali mengingat memori masa kecilnya, memori yang sangat menyakitkan baginya.

Jin meraih dompetnya, terdapat sebuah foto keluarga yang bahagian disana.Difoto tersebut terdapat seorang lelaki dan wanita setengah baya yang sedang tersenyum kearah kamera, wanita setengah baya itu menggendong seorang bayi perempuan, sementara disampingnya terdapat seorang bocah lelaki, Jin kecil.

Jin menggeleng, bagaimanapun ia tidak bisa kembali ke masa lalu. Dengan cepat Jin langsung memasukan dompetnya kedalam saku celananya.

***

Dua orang lelaki memasuki ruangan Ji Seok lalu memberinya salam. Ji Seok melempar sebuah foto keatas meja.

“tugas kalian cari dan singkirkan perempuan ini apapun caranya, apa kalian mengerti?”

“baiklah saya mengerti”ucap salah seorang dari mereka.

“tentang Han Jae Moo, dimana dia sekarang?”

Kedua orang itu bertatapan, “bukankah heuijangnim menyuruhnya untuk meninggalkan pekerjaan?”

Ji Seok menghela nafas, lagi-lagi ia tidak bisa mengontrol emosinya. Baginya, Jae Moo adalah salah satu orangnya yang sangat cerdik dan mampu menyelesaikan masalah.Ia sedikit menyesal memecatnya begitu saja.

“hubungi Jae Moo agar menemuiku besok jam 11 pagi”

“jika kami boleh tau apa alasannya, heuijangnim?”

“bilang saja ada yang harus kubicarakan dengannya”

***

“apa sudah kenyang?”

Naomi mengangguk semangat, “bagaimana bisa tubuh sekecil itu memakan makanan sebanyak ini?”

Naomi nyengir lebar, “gomawo-”

“Eun Mi, namaku Eun Mi, Cha Eun Mi”

“ahh gomawo Eun Mi eonni, eonni benar benar jjang. Oh ya namaku Naomi”Naomi menaikan kedua jempolnya sambil tertawa.

Eun Mi mengangguk angguk mengerti, “oh ya, dimana kau tinggal?”

Senyum mengembang Naomi tiba tiba menghilang, ia baru ingat akan keluarganya. “aku baru pindah kesini jadi aku tidak tahu dimana aku tinggal”

“ahh jadi seperti itu, bagaimana jika kau ikut aku untuk sementara waktu?”

“kol”jawab Naomi sambil tersenyum.

(Let’s jump!)soneul jeo wiro deulgo oechyeo da gachi pump it up
(Let
’s jump!)soneul jeo wiro deulgo oechyeo modu da jumpin up
(Let
’s jump!) ttwieobojago
(Let
’s jump!) jeongsin butjabeo
(Let
’s jump!)soneul haneullo deulgo oechyeo modu da jumpinup

Ponsel Eun Mi berdering, Eun Mi merogoh sakunya. Tertara namaDetective Park disana, Eun Mi mengangkatnya.

“ini aku”

“kau dimana?”

“wae? Merindukanku”

“haha, lucu sekali nona. Inspektur Kim menyuruhku untuk mencarimu, ada kasus baru.Kau dimana?”

“aku direstoran sashimi dekat kantor. Kasus apa?”

“aku akan kesana, kututup”

“ya- aishh Park Ji Min sialan. Aku belum selsai berbicara”gerutu Eun Mi malas sambil memaki handphonenya.

Tak lama setelah itu seorang namja berpipi chuby menghampiri mejanya.Mata lelaki itu sibuk menelusuri tiap meja direstoran itu. Matanya berhenti ketika melihat apa yang ia cari, “yak, kau ke-. Siapa dia?”baru saja namja bernama Park Ji Min itu mau mengomel temannya itu dikejutkan oleh Naomi yang ada dibelakang Eun Mi.

“aku ada urusan dengannya, katakan ada kasus apa?”

“kau tau baru baru ini ada segerombolan orang yang merampok bank? Itu-”

“aishh dasar orang tua karatan, sudah kukatakan aku ini bagian kriminalitas. Serahkan saja pada Nam Joon sunbae”

“kau fikir aku akan membiarkan dia mendapat penghargaan lagi? Tidak akan pernah. Cepat selsaikan kasusnya”

“kau fikir itu mudah? Kau saja sendiri, aku tidak mau”

Ji Min mendelik, dalam hati ia sudah memaki teman perempuannya itu yang benar benar keras kepala. Pandangannya beralih pada Naomi yang masih memperhatikannya seperti patung.

Ji Min menarik tangan Eun Mi agar sedikit menjauh dari Naomi, ia mendekatkan mulutnya pada telinga Eun Mi. “kenapa dia memperhatikanku seperti itu? Apa ada yang salah?”

“kenapa kau tidak tanya langsung saja, cih menyebalkan. Sana pulang, aku masih ada urusan”sinis Eun Mi.

Ji Min menahan tangan Eun Mi yang baru akan pergi, “apa lagi?!!”pekik Eun Mi cukup keras.

“aishh dasar ibu ibu, yak aku cuma ingin bilang, bilang padanya jangan memperhatikanku seperti itu benar benar mengganggu. Aku pergi”Ji Min segera pergi dari tempat itu.

Eun Mi menggeram frustasi dan berteriak kearah Ji Min yang sudah keluar dari restoran ini“YAKK PARK JI MIN!! DASAR TIDAK TAHU DIRI, aishh apa apaan dia”

“Eun Mi eonni, oppa itu siapa?”

Eun Mi bingung karena Naomi bertanya, “ahh dia rekan kerjaku, memangnya kenapa?”

“apa dia sudah menikah? Atau memiliki pacar?”

“wae, kau menyukainya?”canda Eun Mi.

Naomi mengangguk semangat, dia memegangi kedua pipinya yang terasa panas. “oppa itu sangat tampan”

“MWO?!!Buahahahhahah, kau bilang dia tampan?Apa kau gila?”

Naomi mengangguk lagi, “kurasa aku benar benar gila, eonni kenalkan aku padanya”

“HAH???!!!”

***

“abeoji, tempat apa ini?”

“Min Ji Seok, dia menyuruhku untuk menemuinya”

“lalu kenapa aku harus ikut?”

“bisa diam tidak? Kau bilang ingin balas dendam atas semua perlakuannya dimasa lalu, jadi diam dan hanya ikuti abeoji. Rencanamu yang waktu itu kau jelaskan padaku akan menjadi rencana B”

Jae Gil mendengus mendengar penjelasan singkat dari ayahnya, tepatnya ia sama sekali belum mendapatkan penjelasan.

Sebuah mobil berhenti didepan Jae Gil dan Jae Moo, siapa lagi jika bukan Ji Seok.Ji Seok menghampiri mereka, sementara pengawal pribadinya berdiri agak jauh dari mereka.

“jadi apa yang mau anda bicarakan, heuijangnim?”

“aku ingin kau kembali menjadi orangku”

Jae Gil memberi kode agar ayahnya tidak menyetujuinya, tapi ayahnya sama sekali tidak melirik kearahnya.

“baiklah, tapi saya memiliki satu permintaan kepada anda, heuijangnim”

“katakan apa itu”

“biarkan perempuan disebelahku ini bekerja diperusahaan anda”

***

Yoongi PoV

Pagi pagi sekali aku sudah bersiap pergi ke kantor abeoji, abeoji sendiri yang menyuruhku untuk menghadiri rapat siang ini. Ia bilang aku harus memulainya sekarang, ya aku pasti bisa.

Aku menatap gedung kantor abeoji yang menjulang tinggi, hari ini aku harus memperbaiki semuanya. Menjadi direktur muda tidaklah gampang, tapi aku akan berusaha.

Saat aku memasuki area perkantoran orang orang yang berlalu lalang yang sibuk akan pekerjaannya menyempatkan diri untuk sekedar menyapa dan memberi salam padaku. Mungkin mereka menghormatiku sebagai direktur baru mereka, apa abeoji sudah memberitahu mereka?

Entahlah yang terpenting sekarang, aku harus mencari dimana letak ruanganku.

“annyeonghaseyo, apa anda anak dari heuijangnim?”

Seorang gadis menyapaku, aku mengangguk membenarkan pernyataannya. Dia tersenyum, “ahh saya sekertaris Kim, heuijangnim menyuruh saya untuk memberikan tour pada anda. Harap bantuannya”

Dengan malas aku hanya mengikutinya dari belakang, sekertaris Kim menjelaskan beberapa ruangan yang biasa dipakai untuk keperluan kantor. Aku hanya mengangguk angguk malas, sama sekali tak tertarik untuk mendengarnya.

Setelah berlama lama kami mengelilingi area perkantoran, kami berhenti didepan sebuah ruangan. “nah ini ruangan anda, direktur. Anda bisa menggunakan ruangan ini mulai sekarang”

Aku menatapnya malas kemudian menghempaskan tubuhku ke sofa, “kau sudah selesai kan? Kau bisa keluar”

“ne?”

“kubilang jika tidak ada yang akan kau sampaikan padaku lagi kau bisa keluar”ucapku dingin.

Dia memberi salam padaku kemudian melangkah keluar. Baru saja dia akan keluar dia berbalik, “ahh direktur, apa anda sudah mendapat materi mengenai rapat siang ini?”

“memangnya kenapa?”

“itu..saya membuatkannya untuk anda.”

“kau ini sangat cerewet, tidak usah. Aku tidak membutuhkannya, jam berapa rapat akan dimulai?”

Seketaris Kim melihat arloji ditangannya, “sekitar 30 menit dari sekarang”

Aku tidak menanggapinya melainkan mulai berdiri.Perlahan aku berjalan menyusuri setiap inchi ruanganku, style orang orang disini benar benar rendahan.Maksudku, aku ini masih muda, bagaimana bisa orang orang disini mendesign ruanganku seperti ruangan orang tua yang sudah bau tanah.Benar benar menjijikan.

Aku melirik kearah Seketaris Kim yang belum mengangkat kakinya dari ruanganku, aku berbalik lalu menatapnya datar. “kenapa kau belum pergi? Apa kau tidak memiliki ruangan sendiri? Bagaimana bisa perusahaan sebesar ini tidak menyiapkan ruangan untukmu?Rasanya tidak mungkin, seketaris Kim”ucapku penuh penekanan.

Seketaris Kim menggaruk belakang kepalanya bingung kemudian menunduk untuk memberi salam padaku. “baiklah saya mengerti, oh ya saya akan meninggalkannya disini” ia meletakan sebuah flashdisk di meja kerjaku kemudian dia berjalan keluar ruanganku. Seharusnya daritadi dia melakukannya.

Kulirik flashdisk yang menganggur diatas meja kerjaku.Apa aku harus membacanya, haruskah? Kuputuskan untuk sekedar membaca materi rapat siang ini, lagipula aku tidak ada kerjaan lain.

Ternyata tentang busana, kubaca dan kupahami setiap kata yang ada disana-. Tunggu, Min Ji akan bekerja sama dengan perusahaan Ho Min? Ho Min ya..

Kubuka internet untuk sekedar mencari tahu tentang Ho Min group, benar saja.Ho Min Group salah satu perusahaan besar di Seoul selain Min Ji group yang sangat terkenal.Kubaca salah satu artikel, disana tertara bahwa pemilik Ho Min group, Jung Hyo Jin, memiliki seorang anak diluar- pernikahan? Tunggu, apa berita semacam ini pantas untuk diperbincangkan? Benar benar tidak bermutu.

Kulihat tanggal artikel itu dibuat, sekitar 4 hari yang lalu.

Aku lebih memilih untuk tidak banyak berkomentar, lagipula itu bukan urusanku. Kubuka lagi sebuah artikel yang baru dibuat sekitar 13 jam yang lalu.

Disana tertara semenjak berita picisan tentang pemilik Ho Min group itu, Ho Min group mengalami krisis keuangan dan hampir seluruh harga sahamnya turun. Ho Min group harus rela melepas sekitar 31 milyar won karena penurunan nilai pasar, belum lagi menurunnya permintaan produksi untuk beberapa merek yang mereka miliki. Sebegitu berpengaruhnya kah?Hanya karna berita murahan itu?

Mungkin kesananya aku harus lebih berhati hati.

Tok.Tok.Tok.

“masuklah”aku langsung mematikan computerku, ternyata seketaris Kim. “direktur, rapat akan segera dimulai. Apa anda mempelajarinya dengan baik?”

“apa kau tertarik padaku?”

“ne?”

“kubilangapa kau tertarik padaku? Hal itu bisa terjadi kan?”

“direktur, bagaimana bisa anda berbicara seperti itu? Saya-”

“alasan ya.. entahlah aku hanya berfikir begitu karena kau terlalu memperhatikanku. ‘Mempelajarinya dengan baik?’Cih apaan”

“chogio”

“apa tipemu orang orang yang memiliki jabatan tinggi? Ahh, atau kau menggoda setiap direktur disini dengan perhatian busukmu, begitu?”

“maaf direktur tapi saya bukan tipe orang seperti yang anda bilang. Mungkin ada kesalah pahaman disini tapi jika yang anda maksud saya mencoba mencari perhatian pada anda, anda salah. Presiden pribadi menyuruh saya untuk membimbing anda karena anda baru pemula, jadi tolong sedikit hargai saya”

“hargai? Berapa aku harus menghargaimu?1 milyar won? Ahh, apa aku harus tidur denganmu terlebih dahulu?”

“direktur!”

“woahh lihat, kau berani menaikan suaramu? Ini peningkatan, mungkin besok kau akan menamparku dan besoknya lagi kau akan membunuhku. Jadi mungkin aku harus bersiap siap”ucapku santai lalu pergi dari ruanganku, dari kejauhan aku bisa mendengar dia menghela nafas panjang.

“Coba kita lihat, sejauh mana seketaris gadungan itu akan bertahan”gumamku menyeringai.Kini aku menuju ruang rapat yang sudah ternyata hanya aku yang belum datang.Aku duduk dikursi yang kosong yang kemudian memperhatikan materi yang dibahas melalui mini ipad yang sudah disiapkan.

Walaupun aku terlihat tidak memperhatikan, jauh yang dari mereka ketahui aku sedang merekam semuanya diotakku.Tak sedikitpun kata yang terlewat.

“apa ada pertanyaan?”

Aku mengangkat tanganku untuk bertanya, “jika kita bekerja sama dengan Ho Min, apakah tidak akan berpengaruh dengan pihak kita?Maksudku, Ho Min sedang mengalami krisis sekarang.Jika mereka bekerja sama dengan kita, bagaimana jika harga pasar menjadi rendah dan merugikan perusahaan?”

Mulai terdengar bisik bisik para direktur, memangnya ada yang salah? Banyak yang memperhatikanku sambil senyum senyum sendiri, apa ini? Apa mereka penyuka pria? Benar benar menyusahkan.

“itu, Ho Min group bilang bahwa mereka akan menyelesaikannya dalam 3 hari kedepan.”

Baguslah. Perusahaan tidak akan rugi. Rapat berjalan dengan baik, setelah selesai rapat aku langsung berjalan kembali ke ruanganku.

“permisi direktur. Ada berkas yang harus anda tanda tangani”Seketaris Kim, lagi? Oh ayolah, apa disini hanya dia satu satunya yang harus mengintiliku terus? Maksudku itu memang pekerjaan sekertaris, tapi melihat wajahnya -entah kenapa- benar benar menggangguku walaupun aku baru beberapa kali melihatnya.

Aku mengambil berkas yang disodorkan oleh sekertaris Kim, “apa ada lagi?”

“ahh, anda diminta untuk bertemu dengan direktur Song secara pribadi, dan juga direktur Park menawarkan sahamnya dengan harga rendah pada anda. jam berapa anda bisa menemui mereka?”

“jadwalkan aku dengan direktur Song besok sekitar jam 10, dan direktur Park malam ini jam 8”

“baiklah saya akan mengkonfirmasinya”setelah itu dia pergi. Baguslah, mungkin dia mengerti sekarang aku tidak suka diganggu.

Aku kembali meneruskan perjalananku menuju keruanganku.

***

Jin PoV

Perlahan aku membuka kedua kelopak mataku yang sangat berat untuk terbuka.Yang pertama kali kulihat adalah sebuah wahana-.Tunggu.Apa aku ketiduran disini?

Ternyata benar aku ketiduran disini, kulihat arlojiku menunjukan pukul 11 pagi. Pantas saja masih sepi, taman hiburan baru akan dibuka jam 12.

Aku memijit pelipisku yang terasa pening, kugerakan bahuku untuk menetralisir rasa pegal yang kurasakan karena posisi tidur yang buruk.Leherku benar benar terasa nyeri.

“kenapa aku bisa berada disini..”gumamku.

Ah benar! Naomi! Kenapa aku sangat bodoh hingga ketiduran disini?Apa Naomi sudah pulang?Kuputuskan untuk pulang dan melihat keadaan dirumah.

Saat aku sudah sampai didepan rumah, semuanya terasa hening.Aneh.Apa sesuatu terjadi? Aku langsung berlari kedalam dan mendapati Se Ra sedang menatap Hye Ri tajam.

Ahh ternyata benar, lama atau tidak Se Ra pasti akan tahu. Aku hanya bisa menghela nafas ketika dia beralih menatapku tajam.

“oppa, kenapa kau membiarkan perempuan ini tidur ditempatmu?”ucapnya pelan penuh penekanan.

“Se Ra, jangan salah paham dulu. Aku-”

“kau bahkan tidak pernah membiarkanku bermalam disini seharipun. Kenapa dia bisa??!!”bentak Se Ra.

Ini yang sangat kutakutkan, Se Ra pasti akan mengamuk. Se Ra kembali menatap Hye Ri yang masih bingung dengan keadaan ini.

“kau, apa kau sudah tidur dengan Jin oppa?”

“omong kosong. Oppaku tidak mungkin tidur dengannya, ahjuma ini bicara apa sih”

Aku tidak menyadari bahwa sedari tadi Lisa tengah mengintip dari celah dinding, “Lisa, masuklah ke kamarmu”

“ahh wae?”

“masuklah Lisa”

“geurae arraseo”

Aku benar benar tidak menginginkan Lisa melihat pertengkaran antara aku, Se Ra, dan Hye Ri sekarang. Dia masih terlalu kecil untuk menyaksikan ini semua.

Aku masih bisa merasakan tatapan tajam Se Ra padaku. Aku menghela nafas, “bukan begitu Se Ra, dia hanya-”

“cukup, aku tidak butuh penjelasanmu oppa. Jika dia tinggal disini maka aku harus, cih benar benar menyebalkan”Se Ra berjalan pergi keluar dari rumahku.

Hye Ri menatapku khawatir lalu dia menunduk“maaf, sepertinya ini salahku. Tidak seharusnya aku terus berlama lama disini, terimakasih untuk semuanya Kim Seok Jin-ssi. Aku benar benar berhutang budi padamu”

“ini bukan salahmu Hye Ri-ssi, kau tidak perlu pergi sekarang. Semuanya tidak akan berubah, Se Ra tetap akan disini. Lebih baik kau pulihkan kesehatanmu”

“tidak usah khawatir Seok Jin-ssi, aku baik baik saja”

“kumohon untuk disini sebentar lagi, aku benar benar merasa bersalah. Paling tidak sampai kakimu sembuh”

Hye Ri terdiam, dia tidak menjawabku sama sekali. Aku tersenyum tipis lalu menepuk bahunya, “kuanggap diammu mengiyakan semuanya, aku akan ke kamar Lisa”

Kemudian aku berlalu pergi meninggalkan Hye Ri sendiri.

Kubuka kamar Lisa dan menampilkan Lisa yang tengah melihat foto album keluarganya.Aku menutup pintu lalu menghampirinya.

“kau melihatnya lagi?”tanyaku sambil duduk disampingnya.

Lisa langsung menutup album itu kemudian bangkit dari posisi tengkurapnya. Dia memelukku, “oppa, aku rindu appa”

Aku mengelus puncak kepalanya, “aku yakin appamu juga merindukanmu”

“apakah itu benar oppa?”

Aku bergumam mengiyakan, Lisa memelukku semakin erat. “oppa jangan pernah meninggalkanku ya? Janji?”

Lisa menyodorkan jari kelingkingnya padaku, aku menyambutnya dengan senang kemudian menautkan jemari kami. “kol”

Lisa tersenyum kemudian membenamkan wajahnya dalam pelukanku, “aku takut Se Ra ahjuma, oppa”lirih Lisa.

Lisa melepas pelukannya padaku lalu menatapku“semalam Se Ra ahjuma membentakku karena aku menyuruhnya agar tidak terlalu berisik, apa aku salah, oppa?”

“aniyo, kerja bagus”aku mengacungkan kedua jempolku.

Lisa menghela nafas “oppa tidak menikahi Se Ra ahjuma kan? Oppa hanya simpati saja padanya, benar kan?”

Aku mencubit kedua pipi Se Ra pelan, “wae, apa kau cemburu?”

“aku tidak cemburu”tukas Lisa cepat. Lisa menggembungkan pipinya lalu berbaring membelakangiku.

Aku tersenyum tipis, ternyata Lisa benar benar masih seperti bayi bagiku “sudah mau tidur? Baiklah tidurlah, nanti jam 8 oppa akan membangunkanmu. Mari lihat pesta kembang api”

Aku menaikan selimutnya sebatas bahu kemudian mengecup kening Lisa, “selamat tidur”aku mematikan saklar lampu lalu menutup pintu kamarnya.

***

Author PoV

Naomi memangku tangannya bosan sambil sesekali memainkan kakinya.Ia tengah menunggu Eun Mi yang belum keluar dari ruang interogasi. Ya, saat ini Naomi tengah berada dikantor Eun Mi untuk menagih janjinya agar mengenalkan Naomi pada Ji Min.

Bocah itu kini lebih mondar mandir didepan pintu ruang interogasi daripada diam dan tak melakukan apapun. Dengan sabar ia terus menungu sampai akhirnya Eun Mi keluar.

Naomi langsung berdiri didepannya dengan antusias, Eun Mi menghela nafas.“aku belum selsai menginterogasinya”

Naomi mendelik kesal, “ck, kenapa lama sekali, udah semaleman eonni ada diruangan itu.Butuh berapa lama sebenernya buat ngintrogasi penjahat?”Tanya Naomi kesal.

“tergantung. Catatan kriminal Lee Han Min benar benar menumpuk, kau tahu.Paling cepat 2 hari semalam baru selesai. Itupun jika dia bekerja sama”

“heol, apa apaan. Eonni sudah berjanji mengenalkannya padaku”

“ck, kau ini benar benar. Yak, bisakah mengerti aku sedikit? Tenang saja, aku akan mengenalkanmu padanya. Ini, beli makanan sesukamu”

Eun Mi menyerahkan uang pada Naomi lalu berlalu pergi kemejanya, Naomi menatap uang yang kini berada ditangannya. “ini baru namanya keberuntungan”ucap Naomi asal lalu pergi ke kedai es krim dekat kantor polisi untuk membeli beberapa es krim kesukaannya.

***

Hoseok memarkirkan motornya didepan rumah megah yang terlihat sangat sepi dan dingin itu.Ia menguap kemudian berjalan masuk kedalam rumah.

Disana ia sudah disambut dengan tatapan tajam dari ibunya. Hoseok hanya menatap sekilas ibunya kemudian berjalan menuju tangga.

“apa yang kau lakukan hingga baru pulang sekarang?”

Hoseok menghentikan langkahnya, dia menghela nafas lalu memasang ekspresi senyum yang dibuat buat. “wae? Sejak kapan anda begitu peduli denganku?”

“Jung Hoseok!!”

“eomeoni, tetaplah seperti dulu. Hanya berpura pura tidak mengenalku, kau seperti ini benar benar membuatku takut”

Ibu Hoseok menghela nafas, lagi-lagi ucapan putra tunggalnya membuatnya hanya bisa terdiam.Mungkin yang dirasakannya sekarang sebagai seorang ibu kecewa, ataukah merasa bersalah? Entahlah, ia sendiri tidak tahu.

Hoseok berbalik ingin melanjutkan perjalanannya kekamarnya tapi ia berbalik dan menghampiri ibunya, “ahh eomeoni, aku sudah lihat berita itu. Diluar pernikahan, apa itu tsk. Orang orang sok tahu, aku ini dilahirkan bukan melalui rahimmu, kenapa mereka menyebarkan berita yang salah?Apa aku harus memberitahu kebenarannya?”

“hentikan! Hentikan semua ini, Hoseok-ah.Kau ini anakku, kenapa kau terus berbicara seperti itu?”

“bukankah aku benar? Eomeoni meletakanku dirahim orang lain karena jijik padaku, karena aku tidak pantas berada dalam rahimmu kan?”

“bukan karena itu, Hoseok-ah. Kau tidak mengerti”

“aku memang tidak mengerti kenapa kau melakukannya, eomeoni. Aku benar benar muak dengan semua ini, bersembunyi terus menerus.Kau kira itu tidak melelahkan? Lupakan, anggap saja perbincangan ini tidak pernah ada”

Baru saja Hoseok hendak pergi, ibunya menahan tangannya.“Hoseok-ah, maafkan aku”ucap ibu Hoseok bergetar.

Hoseok menatap lengan ibunya yang menahan pergelangan tangannya, “lupakan saja. Aku tidak membutuhkan maaf dari anda”

Hoseok melepas genggaman ibunya secara kasar, kemudian ia kembali berjalan“TENTANG ITU. Aku akan mengumumkan pada publik tentang kau. kau bukanlah yang seperti mereka kira, aku akan membersihkan namamu dank au bisa berhenti bersembunyi”

Hoseok menghentikan langkahnya, ia menengok kearah ibunya lalu menyeringai. “kita lihat nanti, sampai mana kau akan terus membersihkan namaku, eomeoni”

***

Entah sudah berapa lama Hye Ri berdiam diri dibalkon rumah Jin. suasana malam benar benar tenang, walaupun tidak berbeda dengan seoul, daegu mungkin sedikit lebih sunyi dibandingkan seoul.

Hye Ri tengah berfikir, siapa lagi kalau bukan tentang Yoongi. Ia sangat merindukan sosok hangat Yoongi yang selalu lelaki itu bagikan untuk siapapun. Sosok yang sangat ia puja dan sukai.

Sebulir air mata terjatuh dari pelupuk mata Hye Ri. Ia masih tidak menyangka bahwa hal ini akan terjadi. Suara langkah kaki membuatnya langsung menghapus airmatanya.Saat ditengok ternyata itu Se Ra.

Baru saja Hye Ri akan berdiri Se Ra langsung menahannya, “duduklah, aku tidak akan membunuhmu, kau tidak perlu khawatir. Aku merasa bosan karena Jin oppa sedang keluar bersama Lisa, dan juga ada beberapa hal yang ingin kubicaraka denganmu.”

Se Ra duduk disebelah Hye Ri, berbeda dengan tadi, kini sosok Se Ra lebih lembut dan tenang. “maafkan sikapku yang tadi, aku benar benar kelewatan. Aku sudah dengar dari Jin oppa tentang dia yang menabrakmu”

Hye Ri tersenyum tipis, “tidak apa apa, itu tidak masalah untukku. Syukurlah sudah tidak ada kesalah pahaman antara kau dengan Jin”

Setelah itu hening. Tak ada sedikitpun pembicaraan antara Hye Ri dan Se Ra. Se Ra menatap langit yang gelap dan dihiasi sedikit bintang.

“mungkin kau penasaran kenapa aku selalu menempel pada Jin oppa. Jin oppa seperti angel untukku.Apa kau mau mendengarnya?”kata Se Ra akhirnya memecah keheningan.

Hye Ri mengangguk, Se Ra menunjuk sebuah bintang kecil yang letaknya berjauhan dengan bintang lainnya.

“bintang itu sama sepertiku. Aku hidup sebatang kara, dulu aku hidup bersama appaku, appaku adalah peminum berat dan sering datang ke club malam untuk menghabiskan uangnya. Kehidupanku sebelumnya tidak seperti itu, appaku adalah seorang pengusaha sukses yang kaya raya. Semenjak ia ditipu oleh rekan terpercayanya sendiri ia menjadi bangkrut. Sering kali ia memukulku tanpa sebab. Eommaku kabur karena tidak tahan akan emosi appa yang selalu meledak ledak. Aku pernah sempat berfikir untuk meninggalkan appaku, tapi bagaimanapun appa adalah appaku, dia pernah melakukan hal baik untukku, jadi wajar dia bersikap seperti ini karena stress berat”

Se Ra menjeda perkataannya, “suatu hari karena appa memiliki hutang banyak karena berjudi, appa menjualku ke tempat agen penjualan wanita. Aku benar benar tidak menyangka dia akan melakukannya. Tak lama setelah menjualku, seseorang membeliku dengan harga yang sangat mahal dan appa menerima uangnya.Aku dibawa ketempat orang yang membeliku dan orang itu hampir memperkosaku.Dan saat itu, Jin oppa menolongku.Awalnya kukira dia orang jahat, tapi dia benar benar seperti guardian angel.Semenjak itu aku menyukainya dan selalu menempel padanya.Aku benar benar tidak ingin kehilangannya, hanya dia yang kumiliki saat ini.”

“aku tahu Jin oppa tidak memiliki perasaan yang sama denganku dan menganggapku sebagai dongsaengnya, tapi entah kenapa aku selalu berfikir bahwa Jin oppa akan menyukaiku sebagai seorang wanita. Ya, hanya itu yang kumau.Apa kau mengerti maksudku?”

“ne?”

“maksudku, aku sama sekali tidak akan membiarkan siapapun merebut Jin oppa dariku. Kau tahu kan Jin oppa sangat berarti bagiku? Kurasa Jin oppa tertarik padamu, jadi kumohon agar kau menjaga jarak dengannya”

Hye Ri tertawa renyah, “bagaimana bisa kau bilang Jin tertarik padaku?”

Se Ra menatap Hye Ri tajam, “Jin oppa sebelumnya tidak pernah membiarkan siapapun tertidur dikamarnya, dia selalu menjaga jarak dengan wanita termaksud aku”

Hye Ri menelan salivanya, sekeras mungkin dia menunjukan ekspresi biasa saja diwajahnya. “i-itu tidak mungkin, aku tidak menyukai Jin”

“benarkah? Bisa kupegang omonganmu?”

“ne, aku sudah memiliki orang yang kucintai, Se Ra-ssi. Jadi kau jangan khawatir”Hye Ri tersenyum lembut.

Se Ra mengangguk angguk mengerti, mendengar Hye Ri sudah memiliki orang lain benar benar membuatnya sangat lega“oh ya, aku kan sudah menceritakan tentangku dan Jin oppa, bagaimana jika kau ceritakan tentangmu dan pacarmu itu?”

“ne?”

“wae? Keberatan? Aku orang yang bisa menjaga rahasia, rahasiamu akan aku simpan sampai aku mati jadi kau tenang saja. Dan juga, jangan terlalu formal padaku, santai saja”

“ahh ne”

“tadi kau bilang ne? lihat kau melakukannya lagi”

“ahh, maksudku heum”

Hye Ri menggigit bibir bawahnya, dia bingung darimana dia harus menceritakannya. Hye Ri menghela nafas panjang.

“Aku seorang putri narapidana. Ayahku dihukum mati, bukan karena uang yang digelapkannya melainkan ia dituduh membunuh seseorang. Seumur hidupku aku belum pernah melihat langsung ayahku, aku hanya melihat dari foto saja karena appaku meninggal saat aku masih bayi.Sedangkan eommaku meninggal sewaktu melahirkanku, hanya itu yang kutahu dari orang orang.”

“aku dirawat disebuah panti asuhan, aku bertemu Yoongi, lelaki yang sangat kucintai. Rumahnya dekat panti asuhan dimana aku tinggal.Kami sering bermain bersama, seiring berjalannya waktu Yoongi pindah ke Seoul sementara aku masih menetap dipanti asuhan itu.tapi itu tidak menjadi penghalang kami untuk terus bertemu. Suatu hari, aku kabur dari panti asuhan dan menjalani hidup di Seoul.Yoongi membantuku dengan membelikanku sebuah apartemen dan pekerjaan. Begitulah aku hidup, bergantung pada orang lain seperti parasit”

Lagi lagi mengingat masa masa bersama Yoongi membuat dada gadis itu serasa sesak, perih sangat perih.

“Yoongi juga membiayai kuliahku sampai aku lulus dari kerja paruh waktunya, meskipun dia anak pengusaha kaya, tidak mungkin baginya untuk meminta uang secara terang terangan pada ayahnya.”

“dan suatu ketika, Yoongi memperkenalkanku pada ayahnya, ayahnya tidak menyukaiku dan tahu bahwa aku adalah putri dari seorang narapidana dan juga pembunuh. Aku tidak tahu ia tau dari mana, tapi saat itu seseorang menculikku. Yoongi datang untuk menyelamatkanku dan karena tidak kuat untuk melawan orang orang yang menculikku akhirnya kami berdua disekap.Aku kabur dan meninggalkan Yoongi yang sudah tidak kuat untuk berlari, aku bodoh bukan? Dan saat itu Jin menabrakku dan semuanya gelap”

Se Ra tertegun ketika menyadari bahwa kedua pipi Hye Ri sudah basah akibat airmatanya sendiri. Se Ra menepuk punggung Hye Ri agar gadis itu berhenti menangis.

“aku tidak tahu jika kehidupanmu lebih sulit dari yang kubayangkan, aku minta maaf”

Mereka berdua larut dalam cerita Hye Ri dan tanpa mereka sadari, sepasang mata sedari tadi memperhatikan mereka.

“jadi begitu?”gumam Jin.

Lisa berlari kearah Jin lalu menarik ujung bajunya, “oppa kenapa mengambil mantel lama sekali?Apa yang kau lihat?”

Baru saja Lisa mau mengintip apa yang Jin sedari tadi perhatikan Jin langsung menggendong Lisa sambil berlari kecil, “kajja kita akan terlambat”

***

Sesampainya dirumah, Jae Gil dan ayahnya kembali mengecek berkas yang mereka butuhkan untuk memastikan bahwa semuanya telah sempurna.

Jae Gil tersenyum miring, “baiklah mari kita lakukan ini. Aku sudah tidak sabar untuk menjemput Min Ji Seok untuk pergi ke neraka, bersama sama”gumam Jae Gil.

Ayahnya menatapnya, “apa strategimu nanti?”

“aku sudah menyiapkan semuanya abeoji, kau tidak perlu khawatir”ucap Jae Gil dengan seringaiannya.

***

Ha Ni menekan pass apartementnya lalu masuk kedalam. Ia menyalakan lampu lalu memeriksa setiap ruangan diapartementnya.

“apa oppa belum pulang?”gumam Ha Ni.

Baru saja ia hendak masuk kedalam kamarnya, ponselnya berdering.

“yoboseo?”

“Ha Ni-ah, direktur Min menyuruhku untuk memberitahumu agar kau mengecek emailmu”

“email?”

“ahh aku minta maaf sebelumnya, aku memberinya emailmu karena direktur Min sangat memaksa dan ini mendesak”

“ahh tidak apa apa, sekarang dia ada dimana?”

“direktur sudah pulang sekitar 15 menit yang lalu”

“ahh baiklah aku akan melakukannya, terimakasih Lawyer Kim. Kututup”

Ha Ni menatap malas ponselnya, “kenapa ia tidak menghubungiku lewat ponselnya saja. Benar benar-”Belum sempat makiannyaselsai, Ha Ni mendengar suara decitan pintu terbuka.

Ha Ni menghampiri sosok yang baru datang lalu menyambutnya dengan senyuman, “oppa kau sudah pulang?”

Oppanya Ha Ni hanya tersenyum simpul, “mau kubuatkan sesuatu?”

“tidak usah, aku sudah kenyang, Ha Ni”

Setelah ia menyelesaikan kata-katanya, ponsel lelaki berlesung pipit itu bergetar. Tertara namaDetective Cha disana. Ia mengangkatnya.

“ini aku”

“Nam Joon sunbae, ada kasus baru.Ji Min memintaku untuk menyelesaikannya tapi aku sibuk sekarang.Bisakah kau menyelesaikannya untukku?”

“baiklah, aku ke kantor sekarang. Mari bicarakan disana”

Pip.Telfon dimatikan.

Ha Ni mendengus sebal, “apa sudah mau pergi lagi?” Nam Joon bergumam mengiyakan. Ha Ni mendelik kesal sambil melipat tangannya didepan dada, “berhentilah menjadi polisi oppa. Itu benar benar pekerjaan yang melelahkan.Kau ini kan pintar, kenapa tidak mencoba menjadi pengusaha saja?”

Nam Joon tersenyum simpul lalu mengacak pelan rambut dongsaengnya itu, “aku pergi dulu”kemudian dia berjalan keluar.

“dia bahkan tidak menjawab, tsk”gerutu Ha Ni. Ha Ni membuka laptopnya untuk mengecek emailnya sesuai perintah Yoongi.

“apa apaan ini? Kenapa menyuruhku untuk mengerjakan ini semua?Ahh benar benar direktur gila”maki Ha Ni sebal.Bahkan dia memukul layar laptop kesayangannya saking kesalnya.

Ha Ni menghela nafas, “baiklah, akan kubuktikan bahwa aku tidak akan menyerah sekarang, dasar direktur abal abal”

***

Yoongi mencibir laptopnya sendiri, dia benar benar tak habis fikir bagaimana bisa Ha Ni menyelesaikan pekerjaannya begitu cepat.

Beberapa detik kemudian ada email masuk lagi dari Ha Ni, Yoongi membukanya. “nomor telfon? Ahh benar, ponselku”

Yoongi meraba belakang bantalnya, ia menemukan sebuah ponsel hitam miliknya. Saat ia menyalakannya ternyata dipassword.

“aishh tolol, aku lupa jika ini dipassword”maki Yoongi kesal. Yoongi mengotak atik ponselnya untuk membuka kata sandinya.Tapi tetap saja salah.

“coba dalam 30 detik? Benar benar menyebalkan!”

Tiba tiba Yoongi merasakan pusing dikepalanya, ia seperti pernah mendengar kata-kata itu, bukan mendengarnya tapi mengucapkannya. Ia merasakan tubuhnya ditarik ke masa sebelumnya.

“berhenti penasaran dengan isi ponselku oppa, kau tidak akan bisa membuka kuncinya”

“aku bisa! Apa ini? Coba dalam 30 detik?Benar benar menyebalkan!”

“sudah kubilang kau tidak akan berhasil, kembalikan padaku”

“shireo, aku akan membukanya Ri-ya. Percaya padaku!”

Yoongi merasakan tubuhnya ditarik kembali ke masa sekarang.Entah dari kapan tubuhnya sudah terduduk lemas dilantai dengan tangan kanannya memegang ponselnya.

Entah kenapa ia masih belum bisa melihat wajah Hye Ri di memorinya.

“Ri-ya? Siapa dia?”gumam Yoongi.

Yoongi mengetik sandi ponselnya, yoori14.Ternyata benar. Yoongi sendiri tidak tahu darimana ia bisa menebak sandi itu, gerak reflex tangannya yang melakukannya.

Yoongi mengecek pesannya, ia membuka salah satu pesan yang menampilkan nama yang tak asing untuknya, Kang Hye Ri.

Pesan tersebut berisi kalimat kalimat manis yang ia kirim untuk Hye Ri, “jadi Ri itu Hye Ri? Bukankah gadis yang bernama Hye Ri itu yang menabrakku?”Tanya Yoongi pada diri sendiri.

Yoongi memutuskan untuk menghubungi nomor Hye Ri, tersambung. Entah kenapa jantungnya terasa berdetak ribuan kali dari biasanya dan bisa copot kapan saja.Cukup lama telfon diagangkat, beberapa menit kemudian sebuah suara keluar dari ponsel tersebut.

“yoboseo?”

“ini aku, Yoongi. Apa kau mengenalku?”

 

 

TBC

Finally selsai juga chapter ini, maaf lama sangat/lempar hoseok/ >.< karena sangat lama author bikin yang lebih panjang lagi daripada chapter sebelumnya. Dan juga tadinya author akan kirim minggu depannya lagi, tapi berhubung kayaknya terlalu lama makanya author kirimin minggu ini aje/author labil-..- (Readers : lu ngomong apaan sih thor, kaga jelas bat-__-) ahh sudahlah jangan dipikirin/?

Sudah jelaskan siapa itu Se Ra? Hoseok juga udah mulai beraksi(?), dan Jae Gil.. next chap atau next nextnya lagi(?) baru akan author jelasin sebenernya gimana karakternya dan siapa dia. Ji Min, Eun Mi, Nam Joon dan Ha Ni cast baru horeeyy/? Nah disini sebenernya tokoh Ji Min dan Eun Mi itu lumayan berpengaruh juga, apalagi Ha Ni.Soal Nam Joon dia bakal semieksis(?) di next chapter.

Kalo Yoongi-Hye Ri author sebenernya masih pengen buat mereka menderita dari sebelumnya*author sadis, jadi author udah nyiapin kejutan besar buat next chapter. Jin juga, hmm masa lalu Jin masih jadi rahasia muehehe./alahh sok misterius ah lu thor xP.

Maaf kalo masih ada yang bingung dengan jalan ceritanya, sebenernya author sengaja belum ngasih konflik di chapter 1 sampe chapter 4/5 karena mungkin khusus buat perkenalan para karakter dan pekerjaan masing masing.dan mungkin itu yang ngebuat reader(s) bingung sebenernya ini ceritanya tentang apaan.;_;

Oke lanjut.Buat next chap kasih author waktu paling lama 2 minggu yeash, author janji bakal selsain secepetnya. Dan untuk masalah comment maaf author belum bales comment kalian satu persatu, tapi udah author baca kok. Comment kalian sangat membangun^_^ /kasih lopek/

Oke cukup sekian, silahkan comment dan like untuk menyemangati author ngelanjutin next chap. Sampe ketemu dinext chapter, pai~ /bow bareng Ji Min/.

About fanfictionside

just me

21 thoughts on “FF/ TOMORROW/ BTS-BANGTAN/ pt. 3

  1. Kayanya nanti yang jawab telfon yongi bukan hyeri ya thor? Masa secepat itu ketemunya bukannya author pingin buat yongi sama hyeri menderita dulu? Tapi aku gak bakal kuat, kalau hyeri semakin dituduh yang enggak enggak, dan ada orang yang nyamar jadi hyeri segala . Wkkk~ entahlah aku ngomong apa thor. Ditunggu chapter selanjutnya😀

    • aku ngerti kok kamu ngomong apa😀 waduh nanti author yang nyamar jadi hye ri biar bisa deket sama jin/apa-_-. ditunggu ya^^ makasih udah baca /bow bareng jimin/

    • eh ada yang nungguin ff ini? aww terhura banget, makasih udah nungguin ff author labil ini u.u
      waduhh, udah abis? masa sih, ayo kita demo authornya masa udah abis, siapa sih authornya/?😀
      oke makasih udah comment dan baca😀

  2. Waah penasaran nih ama Jin ???

    Thorr yang jawab telefon yoongi cfa tuh jangan”…… #huah kepo bget lu

    Ok Next Thorr…..😀

    • yang jawab telfon yoongi auhtor nyamar operator/hah?
      jangan jangan…jangan jangan.. jangan jangan.. s..se..see..settt….setelah chapter ini akan dibahas muehehe^^ makasih udah baca dan comment ^^

  3. Lah kok naomi dilupakan begitu aja sama jin, semalan ga pulng ga nyariin tuh astaha😀
    Yoongi knp kau lakukan seperti itu sama sekertaris kim -_-
    Next jan lama2 thor othee😉

  4. Pingback: FF/ Tomorrow/ Bangtan Boys | blackorchid28

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s