FF/ THE ANOTHER OF YOU/ BTS-BANGTAN/ pt. 6 (FINAL)


Author : @ismomos

 

Cast :

– Kim Taehyung / V (BTS V)

– Park Hayoung (OC)

– Min Yoongi (BTS Suga)

 

Support Cast :

– Park Jimin (BTS Jimin)

– Jung Hoseok (BTS J-Hope)

– Kim Seokjin (BTS Jin)

 

Genre : Romance, Sad

 

Length : Chapter (End)

1404961028

 

Cover by : @weniwk

(im very thankyou for you who made the cover for this story)

 

 

*flashback part 5*

 

Kriing….kriing….kriing…..

Yoongi langsung menoleh ke arah sumber suara. Handphone Hayoung yang ada di atas meja berbunyi, ada sebuah panggilan masuk.

Baru Yoongi akan membangunkan Hayoung, namun gadis itu sudah beranjak bangun dari posisinya. Hayoung sempat melirik ke arah Yoongi sebelum akhirnya ia mengambil handphonenya yang ada di atas meja, lalu ia berjalan ke arah jendela, menjauhi tempat tidur Yoongi.

Mata Hayoung sontak melebar ketika melihat nama kontak yang meneleponnya. Tanpa pikir panjang, ia langsung menggeser tanda hijau pada layar handphonenya. Yoongi memerhatikan Hayoung yang sedang menerima telepon.

“Halo, ada apa—”

“Halo, Hayoung-ssi?! Maaf mengganggumu malam-malam, tapi bisakah kau datang kesini sekarang juga?!” sahut orang diseberang telepon dengan nada panik.

“Yak, ada apa, Seokjin-ssi??? Apa yang terjadi? Apa ada sesuatu yang terjadi dengan Taehyung?” tanya Hayoung tak kalah panik. Ia merasa ada sesuatu yang buruk menimpa Taehyung setelah mendengar nada bicara Seokjin.

“Taehyung—dia—hm—saat ini dia sedang mencoba untuk bunuh diri, Hayoung-ssi!”

 

*flashback end*

 

 

*     *     *     *     *     *     *     *

“Ada apa?” tanya Yoongi setelah Hayoung menutup teleponnya. Matanya menatap Yoongi dengan ketakutan yang sangat jelas terpancar.

Tangan Hayoung bergetar hebat membuat handphonenya jatuh ke lantai yang beralaskan karpet tebal. Tubuhnya ikut bergetar dan tak lama Hayoung limbung jatuh ke lantai. Sontak Yoongi turun dari tempat tidur meskipun ia harus mengabaikan rasa sakitnya untuk menghampiri Hayoung.

Yoongi langsung merengkuh Hayoung, merasakan tubuh gadis itu bergetar di dalam pelukannya. Yoongi menenangkan Hayoung sambil mengelus rambut gadis itu dengan lembut.

“Ada apa, Hayoung-ah?” tanya Yoongi sekali lagi.

“Tae—hyung—-di—-dia—-mau—-bu—bunuh—diri..” jelas Hayoung dengan suara yang sangat lirih. Air matanya sudah mengalir sedari tadi. Ia sesenggukan di dalam pelukan Yoongi.

“A-apa?” tanya Yoongi tak kalah terkejutnya mendengar apa yang baru saja dikatakan Hayoung. Ia merasakan Hayoung semakin menangis terisak, membuat Yoongi semakin mempererat pelukannya.

“Apa—apa yang harus ku lakukan? Apa yang harus ku lakukan, Min Yoongi???” nada bicara Hayoung sarat dengan kepanikan dan kecemasan, membuat ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya.

“Kau tunggu sebentar disini.”

Yoongi melepaskan pelukannya pada Hayoung. Lalu dengan langkah tertatih ia berjalan menuju meja dan mengambil handphonenya yang tergeletak disana. Yoongi menelepon seseorang untuk segera datang kesini.

Tuuut…..tuuut….tuuut…

Orang yang dihubungi Yoongi belum juga mengangkat teleponnya. Sesekali lelaki itu melirik ke arah Hayoung yang kini tengah memeluk dirinya sendiri, membuat hati Yoongi ikut mencelos sakit melihat keadaan Hayoung saat ini.

Tuut…..tuut….tuuu—-Klik.

“Halo. Jung Hoseok? Ya, Hoseok-ah kumohon kau datang ke rumah sakit sekarang juga. Tolong antarkan Hayoung untuk menemui Taehyung. Cepat, Jung Hoseok!”

 

 

*     *     *     *     *     *     *     *

 

 

Hayoung langsung berlari menuju kamar perawatan Taehyung sesampainya mobil Hoseok di parkiran rumah sakit tempat Taehyung menjalani rehabilitasi. Hoseok mengikuti Hayoung dengan langkah cepat.

Hayoung melihat banyak perawat yang sudah berkumpul di depan kamar Taehyung. Tanpa pikir panjang, gadis itu langsung berlari menghampiri. Para perawat sontak memberikan jalan saat melihat siapa yang baru saja datang. Tak butuh waktu lama untuk Hayoung masuk ke dalam kamar Taehyung. Gadis itu langsung melebarkan matanya saking terkejutnya melihat keadaan Taehyung dan kamarnya.

“Hayoung-ssi..” panggil seseorang yang berada tepat di sebelah Hayoung. Kim Seokjin.

Hayoung tak menoleh, matanya masih fokus menatap seseorang yang tak jauh dari hadapannya. Air mata Hayoung kembali mengalir, ia tidak sanggup melihat keadaan Taehyung saat ini.

Lelaki itu duduk meringkuk di sudut kamar dengan pecahan kaca di sekelilingnya. Hayoung melihat tangan Taehyung berdarah. Tanpa perlu dijelaskan, Hayoung tahu pasti Taehyung yang memukul kaca jendela dengan menggunakan tangannya. Seakan tak cukup membuat Hayoung terkejut, di tangan Taehyung kini ada pecahan kaca yang cukup besar yang tengah dipegang lelaki itu.

Taehyung duduk sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam. Tangannya yang memegang pecahan kaca itu tak henti-hentinya menggoreskannya ke pergelangan tangan. Hayoung sampai menggigit bibir bawahnya, takut ia akan berteriak histeris melihat keadaan Taehyung.

“Tae–hyung—ah—” panggil Hayoung dengan sekuat tenaga, seraya dengan isakannya yang terdengar.

Lelaki itu menoleh, seketika tatapan mereka bertemu. Air mata Hayoung semakin turun dengan derasnya, ia kembali melihat tatapan penuh kekecewaan pada mata Taehyung.

“Tae—hyung—-ah—” panggil Hayoung lagi sambil melangkahkan kakinya mendekat ke arah Taehyung.

“JANGAN MENDEKAT!!”

Teriakan Taehyung membuat Hayoung mematung seketika. Gadis itu terkejut dengan teriakan Taehyung yang baru pertama kali ditujukkan kepadanya. Namun ketika melihat darah itu terus mengalir dari tangan Taehyung, membuat Hayoung kembali melangkahkan kakinya. Ia harus menghentikan tindakan lelaki itu sebelum darahnya semakin banyak yang keluar.

“KU BILANG JANGAN MENDEKAT!! JANGAN MENDEKAT!!” teriak Taehyung sambil menyayatkan pecahan kaca itu pada tangannya.

Hayoung menghentikan langkahnya lagi, mencoba mengikuti kemauan lelaki itu. Ia tidak ingin Taehyung terus menyayatkan kaca itu ke tangannya kalau ia memaksa mendekat ke arah lelaki itu.

“Kenapa kau melakukan ini, Hayoung-ah??!!” tanya Taehyung dengan nada tajam dan dingin. Nada paling dingin yang pernah di dengar Hayoung dari mulut Taehyung. Pertanyaan Taehyung membuat dada Hayoung semakin sesak.

“Maafkan aku, Tae. Maafkan aku..” kata Hayoung sambil sesenggukkan. Tidak pernah ia merasa bersalah seperti ini.

Taehyung menghela nafasnya, berat, “Ani… kau tak perlu meminta maaf padaku, Hayoung-ah. Ini semua salahku. Harusnya aku yang meminta maaf padamu. Maaf karena selama ini aku telah menyusahkanmu. Aku telah menjadi beban untukmu. Maafkan aku.. Maafkan aku dan sosokku yang lain.” kini suara Taehyung sedikit melunak, namun nadanya masih terdengar dingin. Bahkan ia tak lagi menatap Hayoung. Pandangannya terarah keluar jendela yang kacanya baru saja ia pecahkan.

Hayoung menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Tidak membenarkan apa yang dikatakan Taehyung.

“Tidak! Tidak, Kim Taehyung. Kau sama sekali tidak pernah menyusahkanku. Malah kau yang selalu menyelamatkan hidupku. Kumohon Tae, jangan menyakiti dirimu lagi. Aku yakin kau pasti akan sembuh..” ucap Hayoung mencoba untuk meyakinkan Taehyung agar lelaki itu menghentikan tindakan melukai dirinya sendiri.

Taehyung menghela nafasnya lagi, ia menolehkan wajahnya ke arah Hayoung dan semua orang yang tengah memerhatikannya. Tanpa diduga semua orang yang berada disana, Taehyung melengkungkan sudut bibirnya, membentuk sebuah senyuman yang sering ditujukannya.

“Terima kasih, Hayoung-ah. Terima kasih atas semua yang telah kau lakukan padaku. Tapi aku tidak bisa menyusahkanmu lagi lebih dari ini. Selamat tinggal, Hayoung-ah. Aku—-aku mencintaimu.”

SREEEK!

Dengan satu gerakan cepat Taehyung menghunuskan pecahan kaca itu pada lehernya, tepat pada pembuluh nadinya yang berdenyut. Sontak semua orang yang ada disana melebarkan matanya, terutama Hayoung. Dan saat mereka tersadar, sudah banyak darah yang keluar dari leher lelaki itu.

“KIM TAEHYUNG!!!!!”

 

 

*     *     *     *     *     *     *     *

 

 

Hoseok melangkahkan kakinya dengan tergesa-gesa. Ia tak lagi memedulikan tatapan aneh orang-orang yang berlalu lalang di rumah sakit. Mungkin orang-orang itu heran melihat keadaan Hoseok di pagi buta ini.

Dengan wajah pucat dan nafas tersengal, akhirnya Hoseok sampai pada kamar perawatan Yoongi. Yoongi terkejut akan kedatangan Hoseok, dan yang membuatnya semakin terkejut adalah saat melihat wajah pucat Hoseok.

“Ya, Hoseok-ah. Ada apa? Bagaimana keadaan Taehyung???” tanya Yoongi cemas, kalau dilihat dari raut wajah Hoseok tentu saja keadaan Taehyung tidak baik-baik saja, atau bahkan—-

“Keadaan Taehyung sangat kritis, ia sedang menjalani perawatan intensif karena banyak darah yang keluar dari tubuhnya. Aku tidak menyangka dia nekat melakukan hal itu. Ia berani menyayat bagian tangan dan lehernya dengan pecahan kaca.” cerita Hoseok dengan nafasnya yang masih belum teratur.

“MWO????”

Yoongi langsung mengusap wajahnya frustasi. Seketika ia teringat akan pengakuan Hayoung tentang penyakit yang diderita Taehyung. Tentang kepribadian ganda Kim Taehyung. Apa Taehyung benar-benar sangat tertekan karna sosok lain dalam tubuhnya? Apa itu alasannya Taehyung nekat menyakiti dirinya sendiri? Tiba-tiba perasaan bersalah langsung menyelimuti diri lelaki itu.

“Hoseok-ah, temani aku untuk menemui Taehyung.” kata Yoongi tiba-tiba.

Hosek menatap Yoongi dengan tatapan tidak percaya, “Kau serius? Lalu bagaimana dengan keadaanmu?”

“Aku baik-baik saja. Kata dokter aku sudah bisa pulang hari ini.”

Hoseok kembali menatap wajah Yoongi, dilihatnya ada pancaran penyesalan dari sorot mata lelaki itu. Hoseok jadi tidak tega jika tidak mengabulkan permintaan Yoongi.

Hoseok menghela nafas, “Baiklah, aku akan menemanimu untuk menemui Taehyung.”

Tatapan Yoongi menerawang ke arah luar jendela. Melihat langit subuh yang belum menampakkan secercah sinar matahari. Langit masih gelap. Segelap hatinya yang dipenuhi rasa bersalah.

“Aku ingin meminta maaf dan mengakui kesalahanku padanya, Hoseok-ah. Aku harus meminta maaf sebelum semuanya terlambat.”

 

 

*     *     *    *     *     *     *     *

 

 

Belum sempat ku membagi kebahagiannku

Belum sempat ku membuat dia tersenyum

Haruskah ku kehilangan tuk kesekian kali

Tuhan ku mohon jangan lakukan itu

 

 

Air mata Hayoung tak henti-hentinya jatuh mengalir dari matanya. Tangannya menggenggam tangan Taehyung dengan erat. Tangan itu begitu dingin dan kaku. Satu-satunya yang menandakan bahwa Taehyung masih bernyawa hanyalah dari alat pendeteksi detak jantung yang masih menunjukkan garis naik turun seraya dengan detakan jantung Taehyung.

Jimin yang berdiri di sebelah Hayoung juga tak kuasa menahan air matanya melihat keadaan Taehyung yang lemah tak berdaya dengan mata terpejam. Sebelah tangannya memeluk bahu Hayoung, untuk memberikan kekuatan pada gadis itu.

 

Sebab ku sayang dia

Sebab ku kasihi dia

Sebab ku tak rela tak selalu bersama

Ku rapuh tanpa dia

Seperti kehilangan arah

 

 

“Bangun Tae. Kumohon…” kata Hayoung dengan suara lirih. Diciuminya tangan Taehyung agar tangan itu kembali menghangat.

Taehyung hanya diam tak menyahut, bahkan untuk sekedar membuka matanya, lelaki itu tak mampu. Sekuat tenaga Hayoung mencoba untuk tak menangis lagi, karena ia tahu, Taehyung paling tidak suka melihatnya menangis.

Namun sekuat apapun ia mencoba untuk tidak menangis, air matanya tetap jatuh membasahi pipinya.

“Kau pasti bisa melewati masa kritis ini, Tae. Kau harus sembuh. Aku yakin kau pasti bisa melewatinya. Bangun Tae. Kumohon…”

 

 

Jikalau memang harus ku alami duka

Kuatkan hati ini menerimanya

 

 

“Jangan tinggalkan aku, Tae..” kata Hayoung dengan nada yang semakin lirih.

Taehyung tetap bergeming, tak membalas ucapan Hayoung. Yang menyahuti hanya bunyi dari alat pendekteksi jantungnya.

Hayoung bangkit dari duduknya. Jimin melepaskan pelukannya pada bahu Hayoung, lalu ia mundur beberapa langkah, ingin memberikan ruang untuk Hayoung yang ingin mendekat ke arah Taehyung.

Perlahan Hayoung mendekatkan wajahnya pada wajah Taehyung. Dikecupnya kening lelaki itu seraya dengan air matanya yang jatuh membasahi wajah Taehyung. Namun tanpa diketahui Hayoung, air mata pada wajah Taehyung bukan hanya berasal dari matanya, melainkan juga dari sudut mata Taehyung yang ikut membasah. Lelaki itu menangis…..

 

 

*     *     *       *     *   *     *     *

 

 

Yoongi dan Hoseok baru saja tiba di rumah sakit tempat Taehyung dirawat. Mereka bertemu dengan Jimin yang tengah berada di depan kamar perawatan Taehyung.

“Park Jimin, apa aku bisa menemui Taehyung sekarang?” tanya Yoongi pada lelaki itu.

Jimin sempat melirik kearah Yoongi dengan tatapan selidik, namun saat ia melihat tatapan memohon dari Yoongi, lelaki itu hanya mengangguk sekilas, memperbolehkan Yoongi untuk masuk.

Tanpa bicara lagi, Yoongi langsung masuk ke dalam kamar perawatan Taehyung, meninggalkan Jimin dan Hoseok. Yoongi membuka pintu dengan perlahan. Tatapannya langsung tertuju pada seseorang yang terbaring lemah di atas ranjang, dan seseorang yang sedang duduk di sisi ranjang sambil terus menggenggam tangan orang yang tengah terbaring dengan erat. Taehyung dan Hayoung.

Yoongi berdeham pelan, membuat Hayoung mengalihkan pandangannya dari Taehyung dan menoleh ke arah Yoongi.

“Min Yoongi?”

Yoongi hanya tersenyum tipis untuk membalas sapaan Hayoung. Lalu ia berjalan mendekat ke arah kedua orang itu.

“Bagaimana keadaan Taehyung?”

Sebenarnya tanpa perlu ditanya lagi, Yoongi sudah mengetahui bagiamana keadaan Taehyung. Ditambah ia melihat lingkaran hitam pada mata Hayoung akibat gadis itu tak berhenti menangis.

Yoongi menghela nafasnya sejenak, sebelum ia mulai bicara.

“Maafkan aku Hayoung-ah. Secara tak langsung akulah yang membuat Taehyung seperti ini.” kata Yoongi dengan penuh rasa bersalah. Tatapannya tak lepas dari Taehyung yang terbaring lemah dengan beberapa alat bantu untuk membuatnya bertahan hidup.

Hayoung tersenyum miris, “Tak ada yang perlu dimaafkan Min Yoongi. Semuanya terasa percuma. Beribu kalipun kita mengucap kata maaf tak akan bisa memutar waktu. Semuanya sudah terjadi seperti ini. Kita hanya bisa berharap untuk kesembuhan Taehyung.”

Lagi, air mata Hayoung jatuh mengenai tangan Taehyung yang tengah digenggamnya. Yoongi masih sekuat tenaga menahan perasaannya. Baru kali ini ia benar-benar merasa menyesal dan bersalah.

“Park Hayoung, boleh kau tinggalkan aku dan Taehyung berdua? Aku ingin berbicara padanya.”

Ucapan Yoongi membuat Hayoung menoleh ke arahnya dan Taehyung bergantian.

“Aku tahu mungkin ini kedengarannya tidak mungkin, tapi aku yakin Taehyung masih bisa mendengar apa yang kita katakan.”

Akhirnya Hayoung mengangguk dan beranjak dari duduknya. Hayoung sempat tersenyum ke arah Taehyung maupun Yoongi sebelum ia pergi meninggalkan kedua lelaki itu.

Yoongi duduk di kursi yang tadinya diduduki Hayoung, lalu ia menatap Taehyung dengan lekat. Rasa sesak dan perasaan bersalah terus menyelimutinya, membuat Yoongi lagi-lagi menghela nafas untuk sekedar melegakan hatinya.

“Mianhae..”

Kata itu yang pertama kali keluar dari mulut Yoongi. Kali ini ia melupakan segala keangkuhan dan kesombongan dirinya. Ia sadar, karena kedua sifat buruknya itulah yang membuat dirinya dan orang-orang disekelilingnya menderita.

“Mianhae..”

Lagi, hanya satu kata itu yang keluar dari mulut Yoongi. Lelaki itu menundukkan kepalanya. Dadanya semakin terasa sesak. Air matanya memaksa untuk keluar, namun masih dengan sisa ego yang dimilikinya, Yoongi menahan air mata itu kuat-kuat. Lelaki itu kembali mendongakkan kepalanya, menatap Taehyung yang sedari tadi hanya diam terbaring.

“Kau bodoh, Kim Taehyung..”

Yoongi sengaja menjeda ucapannya, berharap Taehyung akan memberikan reaksi atas ucapannya. Namun usahanya sia-sia, Taehyung tak memberikan respon apa-apa.

“Ya, kau bodoh. Kau memiliki seseorang yang selalu berada di dekatmu. Yang selalu mengorbankan dirinya hanya untukmu. Yang selalu membela dan menjagamu. Tetapi kenapa kau malah memilih untuk mengakhiri hidupmu dengan cara seperti ini, huh?!”

Dada Yoongi naik turun, nafasnya sedikit tersengal karena ia sedang sekuat tenaga menahan perasaannya. Bahkan Yoongi sampai mengepalkan tangannya agar air mata itu tak keluar dari matanya.

“Kau tahu? Aku iri padamu. Sangat iri padamu. Apa kau kaget mendengarnya? Orang sepertiku bisa iri dengan orang sepertimu. Kau pasti akan puas menertawaiku, kan? Bangunlah Kim Taehyung. Biar kau bisa menertawakanku yang selalu meremehkanmu.”

Yoongi memerhatikan wajah Taehyung. Lelaki itu masih tak memberikan reaksi apapun. Yoongi menghela nafasnya lagi.

“Kau masih memiliki Hayoung. Tidak cukupkah dia menjadi alasan kau bertahan hidup? Apa kau tega meninggalkan gadis itu sendirian? Kau tahu dia tidak mempunyai siapa-siapa lagi selain dirimu. Orang tua dan kakak satu-satunya sudah pergi meninggalkannya. Apa kau tega membiarkan gadis itu hidup sendiri?”

Ces..

Ucapan Yoongi terhenti seraya dengan matanya yang melebar. Baru saja dengan jelas ia melihat Taehyung menitikkan air mata. Hal itu langsung membuat Yoongi berdiri dari kursi untuk memastikan bahwa ia tak salah lihat.

“Aku tahu kau mendengarkanku, Kim Taehyung. Bangunlah, Hayoung pasti akan sangat senang jika melihat kau membuka matamu.”

Tanpa disangka oleh Yoongi, seperti menuruti kata-katanya, tiba-tiba Taehyung membuka mata dengan perlahan. Meskipun kedua mata itu belum terbuka secara sempurna, namun Yoongi tahu Taehyung baru saja sadar dari masa kritisnya.

“Kim Taehyung, kau sudah sadar?? Kau tunggu sebentar, aku akan memanggil Hayoung.”

Belum selangkah Yoongi meninggalkan Taehyung, tiba-tiba ada yang menahan kepergiannya. Tangan Taehyung menggenggam tangan Yoongi yang ingin memberitahu keadannya pada Hayoung. Yoongi menghentikan langkahnya dan kembali menoleh ke arah lelaki itu.

Yoongi mendekatkan dirinya ke arah Taehyung saat dilihatnya lelaki itu tengah mencoba untuk mengatakan sesuatu. Taehyung terlihat susah payah untuk berbicara. Yoongi masih menunggu dengan sabar sampai lelaki itu bisa bicara.

“Ja—-ga—–Ha—-young–” kata Taehyung dengan terbata-bata.

Meskipun Taehyung berbicara dengan suara tercekat ditambah dengan luka parah pada leher lekaki itu, namun Yoongi dapat mendengar apa yang dikatakan Taehyung. Yoongi menganggukan kepalanya, memberi tanda bahwa ia mengerti dengan ucapan Taeyung.

“Ya. Aku pasti akan menjaga Hayoung. Tapi kau harus bertahan, Kim Taehyung. Kita harus menjaga Hayoung bersama-sama.”

Taehyung mencoba untuk melengkungkan sudut bibirnya, ingin membentuk sebuah senyuman.

“Go—–ma—–wo—-nghh—-a—-an–nyeong—-”

Taehyung mengakhiri ucapannya seraya dengan genggaman tangannya yang melemah pada tangan Yoongi.

“Yak! Kim Taehyung, apa maksudmu?! Yak! Bangun Kim Taehyung! Kau harus bertahan!”

Terlambat. Taehyung tak lagi mendengar apa yang dikatakan Yoongi. Yang membalas ucapan Yoongi hanyalah sebuah garis lurus pada layar dan bunyi nyaring yang berasal dari alat pendeteksi jantung Taehyung.

Taehyung pergi untuk selama-lamanya.

 

 

*     *     *     *     *     *     *     *

 

 

Semuanya telah berkumpul. Hayoung, Jimin, Yoongi, Hoseok, Jungkook, Namjoon, Perawat Seokjin, dan beberapa perwakilan guru dan murid dari Victory High School telah datang, untuk menghadiri acara pemakaman Taehyung.

Suasana duka sangat kental menyelimuti tempat persemayaman terakhir lelaki itu. Banyak dari murid dan guru yang datang tak menyangka akan kejadian yang dialami salah satu teman dan murid lelaki mereka.

Kim Taehyung, seseorang yang mereka kenal memiliki kepribadian yang baik, harus meninggalkan mereka dengan cara yang tidak pernah mereka duga. Satu persatu dari mereka pun mengucapkan duka dan memberikan doa untuk Taehyung. Tak sedikit dari mereka yang menangis.

Tak terkecuali Hayoung. Gadis itu sampai harus direngkuh Jimin yang selalu berdiri di sampingnya saking tak sanggupnya ia berdiri. Lagi-lagi ia merasakan kehilangan seperti ini. Setelah orang tuanya, kakaknya, kini Taehyung,-seseorang yang paling dekat dengannya-, harus meninggalkannya dengan cara seperti ini. Tidak mudah rasanya kehilangan seseorang yang selalu berada di sisinya hampir sepuluh tahun lamanya.

Jimin menuntun Hayoung tepat ke depan makam Taehyung. Air mata Hayoung masih terus mengalir seiring dengan kesedihannya melihat wajah Taehyung yang ada di foto,-yang ditaruh tepat di atas makamnya-.

Di foto itu Taehyung tampak tersenyum hangat, senyum yang selalu ditujukkan lelaki itu. Senyum yang mampu membuat perasaan orang-orang disekelilingnya menjadi hangat. Lagi-lagi Hayoung kembali menitikkan air matanya ketika mengingat ia tak lagi dapat melihat senyum itu.

Yoongi melangkahkan kakinya ke arah Jimin dan Hayoung dan berdiri tepat disebelah gadis itu. Lalu dengan bahasa tubuh, Yoongi meminta untuk menggantikan posisi Jimin. Jimin mengerti maksud Yoongi, ia pun memundurkan langkahnya. Kini yang merengkuh Hayoung adalah Yoongi. Lelaki itu merengkuh bahu Hayoung dengan sebelah tangannya sambil mengelus bahu gadis itu dengan lembut, mencoba memberikan sedikit ketenangan.

“Jangan menangis lagi. Taehyung tak akan suka melihatmu menangis seperti ini.” bisik Yoongi tepat di telinga Hayoung.

Seakan menuruti apa kata Yoongi, gadis itu mengangguk pelan, lalu ia menghapus air matanya dengan kedua tangannya. Kemudian Hayoung menautkan kedua tangannya sambil menundukkan kepala, ia mulai berdoa untuk Taehyung.

“Maafkan aku Tae. Rasanya tak akan pernah cukup jika aku meminta maaf padamu. Semoga kau tenang berada di sisi-Nya. Terima kasih atas semua yang telah kau lakukan padaku. Aku mencintaimu.” batin Hayoung mendoakan Taehyung.

Lelaki yang tengah merengkuh Hayoung pun ikut menundukkan kepalanya. Yoongi ikut mendoakan Taehyung, dan tanpa sadar malah lelaki itu yang kini menitikkan air matanya.

“Maafkan aku, Kim Taehyung. Tak ada kata lain yang bisa ku ucapkan selain kata itu. Dan terima kasih atas kepercayaan yang kau berikan padaku. Sesuai janjiku, aku akan selalu menjaga Hayoung. Semoga kau tenang di alam sana. Sekali lagi, maafkan aku.”

     “Jangan menangis. Taehyung tak akan suka melihatmu menangis ” kata Hayoung, mengulang kata-kata Yoongi saat ia merasakan ada tetesan air yang mengenai tangannya, ternyata air mata itu berasal dari mata Yoongi.

Hayoung menghapus air mata Yoongi dengan tangannya, membuat lelaki itu menoleh dan tersenyum tipis ke arah gadis itu.

“Taehyung tak akan suka jika orang yang disayanginya menangis karenanya. Aku yakin, dia sudah tenang di alam sana. Tuhan begitu menyayanginya, sehingga dengan cepat ia dipanggil untuk menghadap-Nya. Dan kita, sebagai orang yang ditinggalkannya, bukankah tak ada yang bisa kita lakukan selain merelakan kepergiannya?”

Tiba-tiba Jimin sudah kembali berdiri di sebelah Hayoung, mengucapkan kata-kata yang bisa menenangkan hati gadis itu.

Hayoung pun mengangguk sambil tersenyum tipis, membenarkan kata-kata Jimin. Lelaki itu benar, Taehyung pergi secepat ini karna Tuhan begitu menyayanginya.

 

 

*     *     *     *     *     *     *     *

 

 

*Taehyung’s pov*

 

 

Please do not come to me

I have no confidence to love you anymore

If I try to leave you, don’t hold on to me

Please let me go

 

 

Aku pergi bukan untuk menjauhimu. Aku pergi bukan untuk meninggalkanmu. Aku pergi karena ini memang sudah menjadi takdirku, takdirmu, takdir kita. Bukannya aku tidak ingin bertahan untuk kembali hidup bersamamu. Tapi sungguh, cukup sampai disini aku menyusahkanmu. Sudah cukup bagiku menjadi beban dalam hidupmu.

Meskipun kau tak menunjukkannya di hadapanku, kau selalu menangis karna memikirkanku, kan? Aku tahu, tak jarang kau menangis karena mengkhawatirkanku. Lalu sebagai sosok yang seharusnya menjaga dan melindungimu, aku harus berbuat apa untuk menebus semua kesalahanku padamu?

 

 

Please don’t cry

I can’t wipe away your flowing tears

Though I can’t forget everything that we loved

Though I can’t throw it out

 

 

Jangan menangis lagi, Park Hayoung. Kau tahu, aku paling tidak suka melihatmu menangis. Terlebih karena akulah alasanmu menangis. Sungguh, aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri jika kau terus menangisiku seperti ini.

Tersenyumlah. Jangan lagi kau membuang air matamu hanya untuk menangisiku. Aku tahu aku salah karena telah meninggalkanmu. Tapi aku sadar, ini semua demi kebaikanku, kebaikanmu, kebaikan kita. Dan satu hal yang harus kau tahu, meski aku tak lagi berada disisimu, namun kau selalu menjadi satu-satunya orang yang ada dihatiku.

 

 

Like a fool, I only loved you

So I didn’t know that you were filled with scars

I will stop, I will try to stop my heart that loves you

Goodbye, please forget me now

 

 

Aku mencintaimu, Park Hayoung. Jika saja ada kata lain yang lebih bermakna dari sekedar kata cinta, mungkin itulah kata yang tepat untuk menggambarkan perasaanku padamu. Kau segalanya bagiku. Kaulah alasan mengapa aku bertahan hidup, setidaknya sampai saat itu. Sampai saat aku memutuskan untuk mengakhiri hidupku.

Maafkan aku. Maaf karena telah meninggalkanmu dengan cara seperti ini.

 

 

I embrace you in my arms, close my eyes and engrave you

Because I can’t see you anymore, because you’re not

here, because I can’t protect you till the end

Because you’re the person that all of my heart loved

 

 

Berhenti menyalahkan dirimu sendiri, Hayoung-ah. Aku yang salah, ini semua terjadi karena kesalahan dan keterbatasanku. Andai saja aku tidak mengalami hal seperti ini. Andai saja sedari awal aku tidak masuk ke dalam kehidupanmu. Pasti kau tidak akan menderita seperti ini. Maafkan aku.

Mungkin sudah terlambat jika aku mengatakan hal ini padamu sekarang. Aku mencintaimu. Sungguh aku sangat mencintaimu. Berbahagialah, Park Hayoung. Karena itu satu-satunya yang bisa membuatku bahagia. Dan aku yakin, orang baik sepertimu pasti akan mendapatkan banyak kebahagiaan di dalam hidupmu.

Selamat tinggal…

 

 

I guess I mistook you for destiny

I guess I thought you were mine, I guess I was crazy

I love you, I guess I loved you to death

Goodbye, please forget me now

 

(Like A Fool – Seo In Guk)

 

 

*     *     *     *     *     *     *     *

 

 

*Dua Tahun Kemudian*

 

 

*Hayoung’s pov*

 

Aku mengerjapkan mataku saat sinar matahari masuk ke dalam kamar. Kuregangkan sedikit badanku yang terasa pegal. Aku melirik jam yang ada di dinding kamar. Waktu menunjukkan pukul 7 pagi dan ini adalah weekend, jadi hari ini aku terbebas dari jadwal kuliah. Seketika pandanganku beralih pada kalender yang berada di samping jam dinging. Tanggal 23 Desember. Hari ini tepat dua tahun hari kepergian Taehyung.

Aku menghela nafasku sejenak. Entahlah setiap kali mengingat Taehyung, aku masih saja merasakan kehilangan yang amat sangat. Bahkan dua tahun berlalu pun aku masih belum terbiasa dengan kepergiannya. Seperti pagi ini, aku berjalan menuju dapur dan membuat sarapan untuk dua orang, padahal aku tahu Taehyung tak akan kembali lagi dan memakan makanan yang kubuat seperti saat ia masih berada disini. Namun seperti inilah kehidupanku setelah kepergiannya.

Bukan, aku melakukan ini bukan karena aku belum merelakan kepergian Taehyung. Hanya saja aku belum terbiasa untuk menganggap bahwa Taehyung sudah tidak ada.

Aku duduk di salah satu kursi yang ada di ruang makan dan mulai memakan makananku. Aku menguyah makanan itu lalu tiba-tiba aku terdiam. Rasanya sunyi sekali, sudah dua tahun berlalu namun aku masih saja belum terbiasa dengan kesendirian ini.

Dengan cepat aku menggelengkan kepala dan beranjak dari ruang makan. Daripada aku terus larut dalam kesunyian, lebih baik aku mengunjunginya. Ya, aku akan mengunjungi makam Taehyung tepat di tahun kedua kepergiannya.

 

 

*     *    *     *     *     *     *     *

 

 

Aku melangkahkan kakiku ke tempat ini,-tempat persemayaman terakhir Taehyung,- sambil membawa sebuket bunga kesukaannya. Namun tiba-tiba langkahku terhenti saat melihat ada seseorang yang sudah berada di depan makam Taehyung, tengah menundukkan kepalanya sambil berdoa. Dan ketika ku perhatikan lebih dekat, sepertinya aku mengenal orang itu.

“Min Yoongi?”

Lelaki itu menoleh, lalu matanya melebar ketika melihatku sudah berada di hadapannya.

“Kau sudah lama disini?” tanyaku padanya sambil meletakkan buket bunga yang kubawa ke makam Taehyung.

“Tidak juga, aku belum lama sampai.” jawab Yoongi.

Aku mengangguk sekilas sebelum akhirnya aku menundukkan kepala dan mendoakan Taehyung.

“Taehyung-ah, apa kabar? Aku kembali lagi kesini. Jujur, aku sangat merindukanmu, Tae. Apa kau juga merindukanku? Disini aku baik-baik saja. Andai kau masih disini bersamaku, mungkin semuanya akan berjalan semakin baik. Aku selalu berdoa yang terbaik untukmu, Tae.”

   Setelah mendoakan Taehyung, aku kembali membuka mataku. Kulihat Yoongi tengah memperhatikanku.

“Ada apa?”

Yoongi mengerjapkan matanya lalu menggeleng pelan, “Ah, ani. Tidak apa-apa. Hayoung-ah, apa kau mau kesana?” tanya Yoongi sambil menunjuk tempat yang tak jauh dari tempat pemakaman.

Aku mengikuti arah yang ditunjukkan Yoongi. Ternyata ia menunjuk ke arah sebuah taman yang berada di samping area pemakaman.

Aku mengangguk, meyetujui ajakan Yoongi. Tanpa bicara, lelaki itu menggandeng tanganku dan aku hanya mengikutinya dengan patuh.

Tak butuh waktu lama untuk kami sampai di taman ini. Aku dan Yoongi duduk di salah satu bangku yang berada di bawah pohon besar. Udara disini sangat sejuk, mungkin karena banyaknya pohon disekeliling taman.

Kulihat Yoongi menghirup nafasnya dalam sambil memejamkan mata, seperti menikmati udara sejuk di taman ini.

Mataku melihat ke arah air mancur buatan yang berada di tengah taman, menambah kesan sejuk di taman ini.

“Sudah dua tahun berlalu…”

Tiba-tiba Yoongi bersuara, membuatku menoleh ke arahnya. Lelaki itu masih memejamkan matanya, namun ku lihat ia tersenyum. Entah apa yang ada dipikirannya saat ini.

“Sudah dua tahun Taehyung meninggalkan kita, dan sudah dua tahun pula hubungan kita menjadi jauh lebih baik, Hayoung-ah.” kata Yoongi yang masih belum membuka matanya. Wajahnya mendongak ke arah langit.

Aku tersenyum mendengar ucapan Yoongi. Benar katanya, semenjak kepergian Taehyung hubunganku dan Yoongi menjadi jauh lebih baik. Bahkan kami masih sering kontak-kontakan meskipun aku dan Yoongi kuliah di universitas yang berbeda. Aku tahu Yoongi memang lelaki yang baik dan entah sejak kapan aku mulai merasa nyaman berada di dekatnya.

“Hayoung-ah..” panggil Yoongi yang kini sudah membuka matanya dan menoleh ke arahku, membuatku membalas tatapannya.

“Aku ingin memberi tahumu sesuatu..”

Aku menaikkan sebelah alisku, menunggu Yoongi melanjutkan kalimatnya.

“Sebenarnya, sebelum Taehyung menghembuskan nafas terakhirnya, ia sempat berpesan padaku. Ia berpesan agar aku selalu menjagamu, Hayoung-ah.”

Aku mengerjapkan mataku, sedikit terkejut dengan apa yang dikatakan Yoongi. Namun kemudian aku tersenyum, tak menyangka sebelum kepergiannya Taehyung sempat mengatakan hal itu pada Yoongi.

“Dan kau sudah menjalankan pesan dari Taehyung dengan sangat baik, Min Yoongi. Kau sudah menjagaku dengan sangat baik, sampai detik ini.”

Yoongi ikut melebarkan senyumnya, “Tapi bagaimana jika aku melakukan semua ini bukan hanya karna pesan dari Taehyung?”

“Maksudmu?” tanyaku dengan tatapan heran.

“Ya, aku menjagamu bukan hanya karena itu adalah pesan terakhir Taehyung. Aku menjagamu karena aku memang ingin menjagamu. Kau tahu, dari dulu aku menyukaimu.”

Kali ini kata-kata Yoongi benar-benar membuatku terkejut. Aku memang sudah mengetahui kalau Yoongi menyukaiku. Tapi, saat mendengar pernyataan itu keluar dari mulutnya untuk yang kedua kali kenapa aku jadi merasa seperti ini?

“Eh? Hm.. maafkan aku Yoongi. Tapi—–”

Yoongi malah terkekeh melihat reaksi dan raut wajah ku.

“Hahaha, arassei. Kau tenang saja, aku tidak memaksamu. Aku akan selalu menunggumu, Hayoung-ah.”

Tawa Yoongi sudah berhenti dan digantikan dengan sebuah senyuman ke arahku sambil menepuk puncak kepalaku dengan lembut.

Aku sontak menghela nafas lega, lalu tersenyum membalas senyuman Yoongi.

Entahlah, aku tidak tahu apa yang kurasakan saat ini. Yang pasti, bila suatu saat nanti hati ini terisi oleh Yoongi atau lelaki lainnya yang menjadi pasangan hidupku, sosok lelaki itu tidak akan pernah hilang dari hatiku.

Ya, Kim Taehyung akan selalu berada di dalam hatiku. Selamanya.

 

 

FIN

 

 

Huaaaahhhh T___T *nangis di pelukan Taehyung*

Mianhae readers-nim, endingnya pasti gak sesuai harapan ya? Huhuhuhu mianhae.

Ive tried to make a happy ending but gak tau kenapa yang dateng malah inspirasi buat cerita ini jadi sad story. Aaaaaah mianhae readers and Kim Taehyung T____T

 

Btw, dengan berakhirnya FF The Another Of You, author mau ngucapin banyak terima kasih untuk readers yang udah setia nungguin cerita ini dan mau komen + ngasih kritiknya buat kelanjutan cerita ini. Sekali lagi author mau berterima kasih dan minta maaf jika FF ini berakhir dengan ending yang gak sesuai harapan *bow* Annyeong, readers~

About fanfictionside

just me

122 thoughts on “FF/ THE ANOTHER OF YOU/ BTS-BANGTAN/ pt. 6 (FINAL)

  1. Prtma kah?
    Please thor gua histeris bkan kpalang bca ni ending,, pas prtma tw ini end,, gua belain bca yg ini dluan, huaaaa~ knpa bkin nyesek😥
    sumpah gua triak2 ini~ shrusnya tae tae sembuh thor jgn mati mendadak kek gni~

    • iyaya harusnya tae jangan mati kayak gini ya, yang mati authornya aja(?) btw makasih udah baca + komen, maaf kalo endingnya mengecewakan hehehe *peluk dan cium dari author*

  2. author-nim… kenapa sad ending gini?? nangis kan jadinya😥 aku kira bakalan happy ending😦
    kenapa taetae harus meninggal? kenapa? kenapa? kenapa?
    tapi ceritanya seru kok, walaupun endingnya bikin shock jantung dan bercucuran air mata..
    semangat thor bikin cerita baru lagi🙂 tapi harus happy ending yaaa~ ^^ ♡♡

    • hueeeh mianhae, inspirasi yang muncul malah nyuruh bikin sad ending. makasih udah baca + komen. buat ff selanjutnya ditunggu aja ya🙂 *peluk dan cium dari author*

    • apa??!!! siapa yang hamil emangnya?!! /plak/ *jayus* hehehehe makasih ya udah baca + komen. kamu juga salah satu readers fav author kok😉 *peluk dan cium dari author*

    • sini sini aku peluk, aku siap kok nampung air mata kamu /eeeaaa/ udah ya jangan sedih lagi, abang Taehyung sudah tenang di alam sana(?) *kemudian ditoyor Tae* makasih ya udah baca+komen🙂 *peluk dan cium dari author*

  3. Thorrrrr nangis thorrr ㅠㅠ sumpah ya ini sudah brebes mili ;___;
    Duh kedua kalinya aku dapat ff yg nusuk bgt ㅠ.ㅠ

  4. Author kenapa jadi sad ending? Padahal aku udah berharap banget buat hayoung sama tae nanti pacaran, tinggal satu rumah, moment mereka saat dirumah dll… Cukup nguras air mata😦 ngejleb banget saat tae bilang “annyeong” ke suga😥 *telen mastin

    • aku juga berharapnya gitu, maunya sampe hayoung-taehyung nikah terus punya anak. tapi apa daya jarinya malah ngetik buat sad ending. btw makasih ya udah baca+komen🙂 *peluk dan cium dari author*

  5. Sad ending..
    Sedih banget dehh sampe mau nangis😥
    Tapi ff nya bagus banget thor, suka banget sama ff ini..
    Keep writing untk ff selanjutnya..
    Hwaiting..🙂😀

  6. sad ending, jadi sedih.. Apalagi pas hayoung bilang di hatinya bakal tetep ada tae T.T:/
    Bikin sequel dong thor, hehe

    • iyaa Hayoung setia banget ya sama Taehyung(?) sequel? hmmm masih dalam pertimbangan ya.. *gaya banget lu thor* btw makasih ya udah baca+komen🙂 *peluk dan cium dari author*

  7. Huhuhu,nangis bacanya😦 kenapa taehyung kenapa kau meninggalkan ku :(((((( tapi2 aku sih berharapnya dua tahun kemudian itu si hayoung sama yonggi my lovely pacaran, tapi malah enggak huhuhu<//3 tapi gapapalah yang penting akhirnya ff ini udh selesai walaupun masih pengen lanjutannya lagii:( udah ah gatau mau nulis apa lagi hehehe. Keep writing ya thor ditunggu ff baru lagi yg cast utamanya min yonggi~

    • hihihi kan ceritanya Hayoung masih belom moveon dari Taehyung(?) sippp ditunggu aja ya buat ff selanjutnya. untuk ff yang main castnya yoongi author udah pernah bikin judulnya “Bestfriend?” dan di post di blog ini juga *promosi* makasih ya udah baca+komen🙂 *peluk dan cium dari author*

  8. Huahh taehyunggg~ dikira taehyung bakalan sembuh dari masa kritisnya ternyata enggak.
    Yah not all love story end with happy ending. Aku sampai berkaca-kaca pas povnya taehyung. Dan ngerasain banget sakitnya hayoung. Walaupun ini gak happy ending tapi aku suka. Huahhh. Good job author, will wait for your next story. Fighting!!

    • yes, im agree with you! its not just about happy ending~ makasih ya udah baca+komen🙂 untuk ff selanjutnya ditunggu ajaya~ *peluk dan cium dari author*

  9. HUWAAAAAAAAAAAAAAA SAD ENDING HUHUHU SEDIH BANGETTTT TAEHYUNG SINI SAYANG SINI AKU PELUK HUHAH GATAU MAU NGOMONG APA YG JELAS DADA GUE SESEK THOR (OKE INI LEBAY TAPI SERIUS) OKE FIX. MAKASIH UDAH BUAT FF DAEBAK INI THOR:( KEEP WRITING U.U

  10. duhhhh taehyung.. good job thor cerita sedihnya bner bner sedih… ditunggu karya lainnya yg lebih the best lagi

    • Makasih yaaaa~ hahaha mian ya udah bikin sedih._.v makasih udah baca + komen🙂 untuk ff selanjutnya ditunggu ajaya~ *peluk dan cium dari author*

  11. Nyesek tau thor, kenapa tae harus mati?

    Kenapa gak dibiarin happy ending aja sih?

    Yahhh, walaupun sad ending tetep seru kok ffnya😀

    Di tunggu ff taehyung yang lain🙂

    • Sesungguhnya inspirasi yang datang malah nyuruh bikin sad endingㅠㅠㅠ btw makasih ya udah baca + komen🙂 yepp ditunggu aja untuk ff taehyung selanjutnya~ *peluk dan cium dari author*

  12. Huuh udah END ya!!

    Sedih banget pas tau Taehyung……

    Aku kira Hayoung ama Taehyung bersama tuk slamanya Tapi aah~ sudah lah

    ff nya bagus banget Thorr 2 Jempol buat Thorr prok prok😀

    • Aku juga maunya Taehyung sama Hayoung bersama tuk selamanya. Tapi apadaya kemauan sama inspirasi gak sejalan(?) Btw makasih ya udah baca + komen🙂 dua jempol jugadeh buat kamu~ *peluk dan cium dari author*

  13. ;( thor tanggung jawab aku nangis ini banjir” TT_TT aduh sedih…
    mta ku bengkak -_- aihhh nangis tengah
    Malam huaaa taehyung nya meninggal ;(
    secara keseluruhan aku ska nih ff🙂 bca nya dri chapter 1 smpe 6 rsa nya perasaan campur aduk keren thor ♡

  14. Jirrr huwee(?) Thor kok endingnya nyesek sekali… ㅠ.ㅠ speechless ff nya daebak! (y) ditunggu ff selanjutnya yaa!

    • Apapun endingnya minumnya teh botol sosro /apa/ mian yaa endingnya sad beginiㅠㅠㅠbtw makasih udah baca + komen🙂 *peluk dan cium dari author*

  15. sumpah aku nangis bacanya kaka author😥 -ah manggilnya apa bgt deh-

    yah baru part 6 udah ending aja. kirain bakal belasan part T.T

    udah ada ff baru yg mo di post ya kak? haha ditunggu ff yg ga kalah seru ya

    • Hueeeh jangan nangis lagi ya adik reader /apaini/ iya dari awal emang udah rencana mau bikin smp pt 6 aja. Waaah ff selanjutnya ditunggu ajaya~ makasih udah baca + komen🙂 *peluk dan cium dari author*

  16. congrats akhirnya endinh jg wlwpun huweee mianhae mianhae hajima huuu taenya mati masa T.T duh bgm nya pake agnes – rindu lagi T.T mi~ sequel laaaa hehe

    • Makasih kaaak~ hmmm sequel ya hmm udah kepikiran sih buat alurnya tapi blm tau juga, ditunggu aja ya kak~ makasih udah baca + komen🙂 *peluk dan cium buat kakmita* hihihi

  17. Huaaaaaa… Alienku… Kenapa kau meninggalkanku…. T_T #lebayy

    .Sad ending, Sumvah.. Nie ff bkin aq nangis bombay T_T tega bnget sich authornya bikin Taehyung meninggal😦 tp,, yahh… Ini feelnya kerasa bngettt… Good job buat Authornya🙂 ada ff baru ngak thor??

    • Huaaaahhh mianhaeeee T_T salahin jari aku yg ngetik ceritanya begitu(?) untuk ff baru aku blm ada rencana lagi, soalnya mau hiatus. tapi kalo mau baca ff aku yg lain, cek di fav twitter aku ajaya @ismomos *promosi* btw makasih udah baca + komen🙂 *peluk dan cium dari author*

  18. thor,nangis aku thor😥.
    astagfirulloh… inailahi wainnailahhi roziun(?) telah meninggal dunia Kim tae hyung (ups apa ini?) semangat thor,buat ff yg happy ending ya thor🙂 .
    biarpun lianty masih nangis😥

  19. FIN ?????
    THOR, TOLONG JELASKAN PADAKU KENAPA ADA KATA ITUUUU ??
    Huaaaaaaa >_< gw nyesek masa😥
    aduuh, aku kira Yoongi bakalan jadi kakaknya Hayoung. Kan waktu itu sempet di singgung '-' trus Taetae sembuh, jadiiian deh ama Hayoung.. Sementara Hoseok bersama Jimin selamanyaaaaa '-'
    Daebak, thor (y) Keep writing😀

    • Karena semuanya sudah selesai di antara kita(?) Huehehehe untuk kehidupan Yoongi emg ga aku jelaskan karena sesuai judul dan tema ini emg ff khusus Taehyung._. Btw makasih ya udah baca + komen🙂 *peluk dan cium dari author*

    • Huaaahhh makasih yaaa🙂 iya diusahain next ff happy ending deh *author gak jago bikin yg happy ending* makasih udah baca+ komen🙂 *peluk dan cium dari author*

  20. Gak nyangka bakal gitu thor:’). Sampe terharu ini liatnya,. Serasa kayak aku juga ada di cerita ini, thor?? Aku nangis. Tapi ff nya keren..:)

  21. AUTHOR!! Tanggung jawab bikin aku nangisss!!! #hayuluh
    tapi jujur, ff kyk gini gak pernah aku temukan dimana pun!! Dan author tau… I VERY VERY LIKE THIS FANFIC!! Ff ini bikin aku nangis sesegukan wkwk… tapi bener lhoo… bagus ff nya…

    Good luck buat ff yang mau dibikin selanjutnya ^^

    • Iyaa harusnya taehyungnya jgn mati ya, tapi apa daya jari author ngetiknya begitu(?) btw makasih ya udah baca + komen🙂 *peluk dan cium dari author*

  22. istrinya taehyung sedih niE *nangis pelangi* kenapa sad ending gini thor???? bidadari kehabisan tisu buat ngelap ingus niE, jadi harus pake sempak sooman buat elap ingus;( harusnya taehyung nggak mati gitu thor, kan kesian tae nya. jadi nggak idup:< princess nggak mau tau, pokoknya harus ada sequelnya!!!. di sequelnya taehyung kudu idup lagi/? wkwkwkwk. harusnya oc nya bukan hayoung, tapi gina(nama ku niE) cast nya taehyung-gina. happy ending. yaaaaa. oke segini ae yo. /cipok/

  23. Readers baru! Walaupun tetep sad ending, feel nya dpat banget!😀 Ini firsdt ff BTS yang aku baca loh setelah tau temenku yang suka baca ni ff. Oya, salam kenal yaa Qarenza imnida, 00L exo-l and army🙂

  24. huhu ku pikir bakal happy ending sama taehyung lho eh taunya malah ditinggal pergi
    aku sampe nangis bacanya min,ini ff pertama yang bikin aku nangis pas baca
    wow daebak pokoknya

  25. Min saya boleh jujur.. Ini ff jelek skli endingnya… Sangat” jelek… Padahal dri pt 1 smpai 5 aku suka.. Kok endingnya gini.. Huh aku ngk suka ada orng yg mati😦

  26. Aaaahhhh gila😥 kejer gua bacanyaaaa tae nya knpa meninggal sihh tpi keren bgt ff ini bkn gua kecer bgt bacanya haha..

  27. Thor,kenapa cerita serita jd sad story sich..
    Harusnya tuch taehyung nya sembuh pas d rmh sakit,ini malah koit sc gw jd nangis bawang nich
    Daeeeebbaaakkkk..
    Tp keren sich cerita nya
    Good job

  28. anjir thor anjir ;'( sedih bgt ceritanya hiks. gabisa nahan air mata sungguh /ambil tisu/ kasian bgt itu hayoung ditinggal taehyung/? wkwk. berharap bgt si taehyung bs sembuh daro v.. eh malah meninggal-_- tp daebak thor!!! bisa bikin banjir air mata kek gini walopun masi ff pertama. lanjut berkarya thor!!! ^^

  29. Omgggg wahhh daebakkk
    Sugoiiii
    Ini tu cerita sedih banged T_T
    Mengharukan
    Apalagi ya haduh tak terduga
    Taehyung jangan2 emg udh sadar kali semenjak dia netesin air mata pas Hayoung nyium keningnya tpi dia gak sanggup kalo harus ngeliat Hayoung T_T
    U have a great story, its true

  30. huhu sedih T__T kasian jadi taehyung, sebenernya ga rela kalo taehyung meninggal tapi yasudahlah.. ceritanya seru aku suka

  31. huanjeeeerrr luber ini aer mata. nangis ampe bengkak*lebay
    peluk taehyung {{}}
    asli ini feelnya dapet banget thor

  32. aku udah 3 kalian baca nih ff … dan 3 kali aku nangis sesegukan..
    sumpah ni ff keren banget…
    KEREN BANGET!!!
    aku rasa endingnya sangat cocok..
    berjasil menguras emosi readersnya..
    pokoknya keren banget dehhh…

  33. THOR FF NYA ASLI NGENA BANGET!! DAPET BANGET FEEL NYA AKU JD MAKIN CINTA DENGAN ALIEN KU😀 THOR SERING SERING YA BIKIN FF MAIN CAST NYA V ^_^

  34. AAAA author tega tega tega 😭😭 gue nangis bacanya ditiap part 😭😭 sumpah ngenes banget taehyung 😭😭 btw ffnya bagus banget.aku baca ini feelnya berasa banget 😻 airmata gue gaberenti baca ff ini ampe bengkak mata-_- .hihi bagus banget pokonya ff ini 😻 maaf baru komen di part ini thor 😂 fokus ama nasip taehyung abisan 😹 mana sad ending 😭 etapi bagus thor daebak!~

  35. hueeee *nangispelukanv authornya jahat nih, bkin aku nangis kaya beneran di tinggalin TT(taehyung) tanggung jawab tor😥, malem” gni nangis malah disangka pegat, daebak deh ffnya… Harusnya taehyung sembuh biar bisa aku nikahn #plak. Walau udah nyangka v bkal di buat begtu tapi daebak daebak daebak bgt ini ff, keep writing ya thor. Lain kali bkin aku nangis lagi ya lumanyan nguras air mata, bnyak bcot bgt ya ane… Udah nangis waktunya tidur *tdurdipelukanv

  36. Sedih banget, apalagi pas part.5 tuh kan orang2 yang dingin itu biasanya emang punya sesuatu yg menyedihkan dalam hidupnya.
    Authornya kereeen…

  37. Baru kali ini saya baca ff yg bikin nagis tersedu-sedu nangisnnya bisa sampai 7 kali gara-gara baca ff ini padahal ini sanya karangan daebak………. Berakhir dengan kesehihan
    Daebak………….😥

  38. AAAAAAAAGHHHHH AUTHOR KAMPRET -______- GUA NANGIS AMPE NGERAUNG2 GILAAAA. KENAPA TEHYUNG MATI EALAAAAAAAHH DD GATERIMA :’v plisss babyyy ughhh ganyangka banget taehyung bakal bunuh diri. Gua kira bakalan happy ending. Btw good job thor, dari awal baca ini ff gua langsung jatuh cintaaa… aaghhh tapi kenapa harus kayak gini T.T tanggung jawab thor udah bikin anak orang nangis huhu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s