FF/ OUR LOVE/ BTS-BANGTAN/ pt. 1


Title : Our Love

Author : KL

Cast :   Jung Nara

Kim Seok Jin

etc

Genre : romance, school life

Type : Chapter

cover our love

Mian kalo jelek, flat, kaya/mirip ff lain, pendek atau gimana, aku sadar kok ff ku ini jelek jadi mohon di maafkan. makasih yang udah mau baca ff ini. Saran/kritik diterima kok^^.

Author POV

Beginilah hidup seorang gadis cantik yang tengah membaca buku dengan serius. Bukankah ia terlalu rajin, walaupun saat ini jam istirahat namun yang ia lakukan hanya membaca buku tebal yang sebenarnya sangat membosankan itu. Ia saat ini bukan berada dikantin ataupun dikelasnya melainkan didalam perpustakaan yang sangat sepi karena hanya beberapa murid saja yang berada disana, karena hampir semua murid lebih sibuk mengantri di kantin yang penuh sesak itu daripada berdiam diri di perpustakaan yang menurut mereka membosankan.

Setelah hampir setengah jam gadis itu berada di perpustakaan ia memilih kembali kekelasnya karena sebentar lagi bel masuk akan berbunyi. Ia segera membereskan bukunya dan berjalan keluar. Banyak sekali siswa yang berlarian di koridor karena memang waktu istirahat hampir habis. Gadis itu, yang bernama Nara malah asik berjalan santai sambil melihat taman yang memang berada di sebelah koridor.

Ada pemandangan yang membuatnya hanya tersenyum miris. Bahkan jika ada orang yang melihat wajahnya pasti bisa menebak bahwa gadis ini sedang tidak dalam keadaan baik. Lihat saja wajah putihnya yang secara tiba-tiba berubah menjadi pucat membuat sangat ketara bila ia sedang tidak dalam kondisi yang baik baik saja. Dengan cepat ia kembali menghadap depan dan berjalan menuju kelas.

Didalam kelas ia hanya diam. Nara memperhatikan gurunya, Kim songsaenim. Hanya saja pikiranya berkeliaran kemana-mana. Ia tersadar saat ada yang memanggilnya.

“Nara-ya”

“eh ne songsaenim” ternyata yang memangilnya kim songsaenim.

“gwaenchana? Kenapa melamun, mukamu juga pucat” ucap kim songsaenim cemas.

“gwaenchanayo songsaenim” Nara hanya menjawab dengan suara lirih.

“lebih baik kau ke uks Nara” ucap kim songsaenim. Nara hanya mengangguk dan mulai berjalan menuju uks.

UKS

Nara mulai memasuki uks yang tidak terdapat seorang pun. Ia hanya menghela nafas dan mulai tidur di salah satu ranjang khusus siswa yang sedang sakit. Ia kembali mengingat apa yang membuatnya begini.

#Flashback

Saat di koridor Nara yang menoleh kearah taman, melihat namja yang selama ini ia cintai sedang duduk dengan mesra bersama sang kekasih. Nara hanya tersenyum miris melihatnya. Dulu ia sering melakukan itu dengan Jin –pria yang duduk ditaman- hanya saja sejak Jin mengatakan kata perpisahan tanpa memberikan sebuah alasan membuat Nara merasa sedih. Ia bingung sebenarnya apa kesalahannya hingga Jin memutuskannya. Bahkan lihatlah sekarang Jin bisa tertawa dengan bahagianya. Secepat itu kah kau melupakanku? Tanya Nara dalam hati. Berbeda dengan Jin, Nara hingga saat ini belum dapat menghilangkan rasa cintanya kepada pria itu.

Melihat Jin mengelus rambut dan mencium dahi wanita yang disebelahnya membuat Nara makin tidak kuat dan membuatnya mukanya menjadi pucat. Bahkan rasanya tubuh Nara saat ini sangat lemas. Akhirnya Nara melanjutkan perjalanannya menuju kelas. Ia hanya tidak mau kondisinya makin memburuk karena melihat kemesraan Jin bersama wanita lain.

#Flashback off

Beberapa menit Nara memejamkan mata, ia mendengar pintu uks terbuka. Namun ia hanya diam dan melanjutkan kegiatannya. Tiba-tiba terdengar suara yang sangat familiar di telinganya.

“Kau sedang apa disini?” Nara segera membuka matanya dan menoleh kepada orang yang sedang berbicara padanya (karena memang hanya Nara diruangan itu).

“apa kau sakit? Kau terlihat pucat” ucap orang itu yang ternyata seorang namja, ia menoleh kearah Nara yang diam dan menatapnya tanpa ada tanda-tanda ingin menjawab pertanyaannya.

‘Bukankah ini karnamu?’ mungkin hanya itu yang bisa Nara katakan dalam hati.

Jin mulai mendekat ke arah Nara dan duduk dikursi yang berada di samping rajang uks yang ditiduri Narahyun. Jin mulai meletakkan tangannya didahi Narahyun. Sekedar ingin mengetahui Nara demam atau tidak.

Author POV end

Nara POV

Apa yang dia lakukan. Dia membuat jantungku berdebar. Sudahlah Nara, mungkin ia hanya sekedar iba melihatmu begini. Bukankah ia sudah mempunyai yeojachingu. Aku tidak boleh menjadi perusak hubungannya.

“badanmu tidak demam, tapi kenapa mukamu pucat?” tanyanya heran setelah ia melepaskan tangannya dari dahiku.

“aku hanya pusing” ucapku lirih. Entah kenapa suaraku sangat lirih. Aku tidak punya tenaga untuk menjawab pertanyaannya.

“mau kubelikan bubur? Sepertinya kau belum makan” ia hanya tersenyum kepadaku.

Kumohon jangan begini Jin oppa kau malah memberikan aku harapan. Aku hanya bisa diam tanpa menjawab pertanyaannya. Aku bingung harus menjawab apa.

“diam berarti iya, tunggulah disini sebentar”

kulihat ia mulai berlari keluar uks dan menuju kantin. Sikapnya masih sama seperti dulu. Perhatian dan membuat orang yang berada di dekatnya nyaman. Tapi apa perasaannya terhadapku masih sama. Ahhh aku memikirkan apa. Pasti hatinya saat ini hanya untuk yeojachingunya.

Nara POV end

Jin POV

Aku mulai berlari ke kantin karena tidak ingin Nara menunggu. Sesampainya dikantin aku segera membeli bubur dan juga air mineral. Setelah membayar aku segera kembali ke uks. Entah kenapa melihat wajahnya yang pucat membuatku kuatir. Segera kuberikan sekantung makanan dan air minum itu ke Nara. Ia hanya tersenyum tipis sambil berkata “gomawo” aku hanya bisa tersenyum membalasnya.

Aku berjalan keluar uks setelah berpamitan dengan Nara. Sebenarnya aku merasa bersalah padanya. Bagaimana mungkin dalam waktu 1 minggu aku telah mendapatkan penggantinya. Dan juga setelah aku memutuskannya ia menjadi pendiam sama seperti saat aku belum mengenalnya. Ia disini juga tidak mempunyai teman, ia tidak pernah bersama dengan siapapun kecuali denganku. Akhir-akhir ini juga aku melihatnya lebih sering membaca buku di perpustakaan daripada ke kantin sekedar untuk mengisi perut. Ia juga sering terlihat pucat. Aku jadi merasa bersalah padanya. Tapi mau bagaimana lagi saat Ji Hyun –yang dulunya cinta pertamaku- datang dan pindah ke sekolahku membuatku bingung. Aku mencintai keduanya tapi Ji Hyun adalah cinta pertamaku. Sedangkan Nara, saat itu aku menyukainya karena melihat sosok Ji Hyun dalam dirinya. Mianhae Nara-ah, karena ku kau jadi begini.

Jin POV end

Author POV

Saat Jin sedang melamun tiba-tiba terdengar serang yeoja yang sedang berlari dan berteriak ke arahnya.

“Jin-ah darimana saja, aku mencarimu” ucap wanita itu sambil tersenyum kearah Jin.

Jin hanya tersenyum dan mengacak pelan rambut wanita di depannya.

“mian aku baru saja dari uks”

“kau sakit kenapa tidak memberi tahuku?”

“ah tidak aku hanya mencari barangku yang tertinggal”

“oh baiklah kajja kita ke kantin”

Yeoja itu mulai menggandeng Jin agar namja itu mengikutinya. Jin hanya diam dan mengikuti yeoja itu. Ya karena mereka merupakan murid kelas 3 di sekolah itu-Naraul High School- jadi untuk beberapa hari kedepan mereka dibebaskan dari pelajaran. Sedangkan Nara yang merupakan murid kelas 1. Ia harus tetap mengikuti pelajaran.

Author POV end

Bel pulang sudah terdengar. Nara yang memang sudah kembali ke kelas dan mengikuti pelajaran mulai membereskan peralatan tulis juga buku pelajarannya. Setelah ia memakan bubur pemberian Jin dan meminum obat pusing dikepalanya sudah mereda dan juga wajahnya sudah tidak pucat lagi.

Nara mulai berjalan gontai keluar kelas. Saat melewati parkiran ia melihat Jin dan yeojachingunya memasuki mobil. Ia hanya menatap sendu dan mulai berjalan. Sekolahnya memang sekolah favorit yang berisikan anak-anak pintar dan kaya. Sedangkan dia hanya anak miskin yang beruntung mendapat beasiswa. Ia tidak ingin berharap lebih karena saat ini ia sadar ia dan yeojachingu Jin sangat berbeda. Ia hanya merasa tidak pantas jika harus bersaing dengan wanita itu untuk mendapatkan Jin kembali. Nara bukanlah gadis yang tidak sadar jika daridulu ia tidak pantas bersama Jin. Hanya saja karena rasa cintanya ia menutup mata dan telinga dari semua orang yang menghinanya.

Saat sedang asik berjalan menuju halte. Nara heran saat ada mobil yang terus mengikutinya. Ia berhenti dan menoleh ke kaca mobil yang mulai terbuka itu. Ia terkejut melihat siapa yang berada dalam mobil itu.

“butuh tumpangan? Aku tidak menerima penolakan nona cantik” ucap pria yang berada dalam mobil dengan senyuman yang sangat mempesona itu.

TBC

Pendek aja dulu ya entar kalo menurut kalian ffnya bagus bakal aku lanjutin.

About fanfictionside

just me

10 thoughts on “FF/ OUR LOVE/ BTS-BANGTAN/ pt. 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s