FF oneshot/ JUST ONE DAY/ BTS-BANGTAN


Author : Rachma

Tittle : Just One Day (oneshoot)

Cast : Choi Rami (oc)

           Kim Namjoon

           Min Yoongi

           Kim Jungrae (oc)

           Han Yongrin (oc)

           Kim Taehyung

           Park Jimin

Genre : Romance,School life

                Hai hai readers setia Fanfictionside perkenalkan namaku Rachma (@rachma930) *oke gak penting* aku bawa FF pertamaku yang aku share di FFS , ff ini murni hasil dari khayalan aku sebelum tidur kalo pun ada kesamaan judul,tokoh atau jalan cerita itu hanya tuhan yang tau, tapi murni ini buah dari pikiranku, no copy, no silent ok karena komentar kalian sangat berharga buat masa depan aku *Aisha pa ini?* oke langsung aja gak usah banyak ngoceh….cuss !!

Happy reading J

Rami POV

Pagi ini sangat cerah tapi tak secerah hatiku yang baru saja mengalami patah hati karena orang yang aku sukai baru saja berpacaran dengan teman sebangku sendiri. Dengan malas aku memasuki kelas yang suasananya masih sepi hanya ada beberapa siswa yang sudah datang, aku tempelkan bokongku pada kursi kayu baris ketiga dekat jendela kelas. Tepat didepan hadapanku ada sesosok namja sedang tertidur dengan pulasnya.

“Yak Kim Namjoon apa kau pikir kelas ini kamarmu hah” ucapku sedikit berteriak sambil menggoyang-goyangkan kursi miliknya agar ia tersadar dari mimpinya. Ku lihat ia mengangkat kepalanya dengan mata masih sedikit tertutup.

“Choi Rami kau sudah datang?” ucapnya sambil mengucek matanya.

“Cepat kau ke toilet cuci mukamu yang jelek itu” ucapku sambil membuka buku pelajaran.

“Baiklah” dengan nurutnya Namjoon pun segera keluar kelas.

5 menit setelah kepergian Namjoon datanglah orang yang tidak ingin aku lihat wajahnya, Kim Jungrae dengan wajah ceria.

“RAMIIIIIIIIII YAA” teriaknya sambil berlari kearahku membuat aku harus menutup telingaku.

“Bisakah kau tidak berteriak Jungrae?” ucapku sedikit ketus membuat Jungrae merubah ekspresi wajahnya.

“Mianhae Rami ah” ucapnya sedikit menyesal.

“Rami kau tidak ingin mendengar ceritaku soal Jin yang………”

“Memangnya itu penting?” aku memotong ucapannya.

“Yak kau ini kenapa? Apa kau tidak ikut bahagia karena temanmu sudah tidak lagi jomblo?”

“Bagaimana aku mau bahagia jika kau jadian dengan namja yang aku suka” gumamku dalam hati.

                “Apa kau mau pamer kebahagianmu dan meremehkan aku yang masih jomblo?” tanyaku menusuk.

“Yak Rami aku tidak bermaksud seperti itu, tapi……”

“Sudahlah aku ingin belajar, hari ini ada ulangan Sejarah apa kau sudah belajar?” ucapku mengalihkan pembicaraan.

“Mwoya?ulangan sejarah?aish Aku lupa” Jungrae pun segera mengeluarkan buku dari tas ransel birunya.

 

Normal POV

Satu persatu siswa kelas 11-D mulai berdatangan dan menempati kursinya masing-masing,begitupun 2 sejoli Jimin dan Taehyung yang baru datang dan langsung menyerbu tempat Jungrae & Rami.

“Jungrae ku dengar kau baru saja berpacaran dengan Jin, apa itu benar?” tanya Jimin yang langsung duduk diatas meja.

“Jimin ah dari mana kau tau kalau aku dan Jin…….” Mata Jungrae langsung melirik kearah Taehyung, ya kemarin saat Jin menyatakan cintanya pada Jungrae disana memang ada Taehyung.

“Yak Taehyung kau cerita-cerita ke Jimin hah?” tanya Jungrae dengan muka sebalnya.

“Ne, memangnya kenapa?” ucap Taehyung dengan tampang tak berdosanya.

“Kau ini tidak bisakah jaga mulutmu” ucap Jungrae sambil ingin memukul Taehyun tapi Taehyung dengan cepat menghidari tubuhnya dari Jungrae.

“Bisakah kalian tidak berisik?” omel Rami kepada 3 orang yang sedang membicarakan hal yang membuat hatinya panas.

“kalian sedang pada bergosip apa?” tanya Namjoon tiba-tiba yang sudah ada diantara mereka.

“Kau sudah datang Namjoon?” tanya Jimin sedikit kaget.

“kau tidak lihat tas ku sudah ada dari tadi disana” Namjoon menunjuk tasnya dengan dagunya.

“BUBARRR..BUBARR….” teriak Rami, Jimin dan Taehyung pun kembali kekursinya.

“Kalian berdua kenapa? Seperti sedang marahan?” tanya Namjoon memperhatikan Rami dan Jungrae.

“Bukan urusanmu Kim Namjoon” ucap Rami ketus.

*

*

*

Bel istirahat berbunyi seluruh siswa menghentikan kegiatan belajarnya dan berhamburan keluar kelas menuju kantin dilantai dasar. Dengan malas Rami keluar kelas diikuti Jungrae yang berjalan disampingnya sambil memainkan ponsel.

“Rami ah aku ke toilet dulu ne, kau kekantin saja duluan” ucap Jungrae, Rami hanya menganggukan kepalanya malas.

Rami makan seorang diri dikantin dengan lahapnya ia menyantap menu makan siang yang disediakan sekolah, ia tidak memperdulikan keadaan sekitarnya

“Apa bangku ini ada orangnya?” tanya seseorang yang sudah berdiri dihadapan Rami.

“Aniyo” ucap Rami datar tanpa melirik siapa pemilik suara tersebut.

“Kau hanya makan sendiri? Dimana Jungrae?” tanya namja itu yang ternyata Min Yoongi, teman Rami dan Jin saat dikelas 10.

“Molla” jawab Rami malas.

“Ahh Arra dia pasti sedang makan berdua dengan Jin kan? hehehe” ucap Yoongi lagi sambil terkekeh.

“Kau membuat nafsu makanku hilang Min Yoongi” Rami beranjak dari duduk dan langsung meninggalkan Yoongi begitu saja.

                “Sampai kapan kau masih mengharapkan Jin?padahal sudah jelas-jelas dia sudah jadi milik orang lain huftt…” ucap Yoongi menghela nafas sambil memandang punggung Rami yang mulai menjauh.

 

                Rami POV

Aku berjalan kekelas dengan malas,sesampainya dikelas ku lihat sesosok namja yang lagi-lagi sedang tertidur dikursinya, aku duduk di kursi samping namja itu dan ikut menempelkan kepalaku pada meja berhadapan dengan wajahnya.

“Yak Kim Namjoon, bagaimana bisa kau selalu tertidur dikelas hah?” ucapku bicara pada orang yang sedang hanyut dialam mimpi.

Secara tiba-tiba tangan panjang Namjoon langsung merangkulku membuatku terkejut,

“Kau tidak tidur hah?” tanyaku dengan mata melotot.

“Aniya, aku hanya sedang memejamkan mataku menghayalkan seseorang” ucapnya masih menutup matanya dan tersenyum manis memperlihatkan kedua dimple-nya.

“Menghayal? Kau menghayalkan siapa?” tanyaku masih memandang wajah manis Namjoon.

“Orang yang ada dihadapanku” ucapnya sambil membuka matanya membuat mataku melotot dan pipiku memerah, dengan cepat aku pun segera menormalkan posisi dudukku.

“Yak kau bicara apa Namjoon, apa kau menghayalkan aku yang tidak-tidak?”

“Ani, aku hanya berkhayal bagaimana jika kau menjadi kekasihku” ucapnya mensejajarkan posisi duduknya denganku, Aku menelen ludahku ketika Namjoon terus saja memandangku.

“Apa aku bisa menjadi kekasihmu Choi Rami?” ucap Namjoon terlihat serius.

“Apa sekarang kau sedang menyatakan cinta padaku?”

Namjoon hanya mengangguk pelan, perlahan wajahnya mendekati wajahku semakin dekat hingga bibirnya berhasil mendarat dibibirku, aku rasakan kecupan lembut darinya, tapi aku masih mematung tidak tahu apa yang harus aku lakukan.

“Yak kalian berdua sedang apa?” tanya Taehyung membulatkan matanya.

Aku yang terkejut dengan ucapan Taehyung segera mendorong tubuh Namjoon dan berdiri.

“Kalian sedang pacaran dikelas?daebak sejak kapan kalian berpacaran?” ledek Jimin yang juga melihat kejadian memalukan ini, tanpa berkata aku pun segera keluar kelas karena merasa malu.

 

Normal POV

“Yak Kim Namjoon sejak kapan kau berpacaran dengan Choi Rami?” tanya Jimin penasaran.

“Baru saja aku menyatakan cintaku, kenapa kalian merusak usahaku” gerutu Namjoon sambil kembali menenggelamkan kepalanya pada meja didepannya.

“Mianheyo Namjoon-ah” sesal Jimin, ia dan Taehyung pun kembali keluar kelas.

“Yak Jimin-ah apa kita juga harus mencari yeoja?” ucap Taehyung kepada Jimin ketika mereka berjalan dikoridor sekolah.

“Ne aku rasa juga kita harus mencari seorang yeoja” angguk Jimin.

“Ne, tapi cari dimana ya?” tanya Taehyung dengan tampang idiotnya.

“Ya Taehyung-ah kau mau tau cari dimana?” Taehyung mengangguk kepalanya

“Disini” Jimin menunjuk dada Taehyung dan dengan smirk-nya ia langsung meninggalkan Taehyung, Taehyung memasang tampang flat-nya sambil menunjuk dadanya dengan telunjuknya.

*

*

*

Rami POV

Aku berlari cepat ketoilet menghindari Taehyung dan Jimin yang melihatku sedang berciuman dengan Namjoon, Ani mereka melihatku yang sedang dicium Namjoon, ah Rami pabo sama saja pasti mereka pikir aku dan Namjoon sedang berciuman padahal aku sama sekali tidak membalas ciumannya.

Aku memandang wajahku pada cermin wastafel sambil membayangkan kejadian beberapa menit yang lalu, aku tutup wajahku dengan kedua tanganku karena malu sendiri jika terus membayangkannya lagi.

“Wae?Wae? kenapa Namjoon menciumku padahal aku belum memberinya jawaban?lalu kenapa dua manusia itu melihat kejadian memalukan ini?bagaimana jika Taehyung membeberkannya pada semua orang disekolah ini? Arghh ani ani ini tidak boleh terjadi” ucapku frustasi sambil mengacak-ngacak rambutku.

“Sedang apa kau Choi Rami?” tanya seseorang sambil memicingkan kepalanya melihat wajahku yang tampak acak-acakan.

“Ah kau Yorin, aku pikir siapa” ucapku lega karena orang yang melihat keadaanku seperti ini tak lain dan tak bukan Han Yong Rin sahabatku sejak SMP yang saat ini beda kelas denganku.

“Apa kau ada masalah Rami ah?” tanya Yorin perhatian.

“Ne, hari ini aku banyak sekali masalah yang membuat kepalaku ingin meledak” jawabku berlebihan, Yorin hanya mengerutkan keningnya setiap kali aku bicara berlebihan seperti tadi.

“Jam istirahat masih 15 menit lagi, bagaimana jika kita ke perpustakaan, kau bisa curhat padaku disana” saran Yorin.

“Perpustakaan? Kau yakin tidak mengganggu orang lain disana?”

“Oiya ya benar juga, pasti kita dimarahi nanti” Yorin menggaruk dagunya sambil berpikir

“Bagaimana jika kita kebelakang sekolah saja” usul Yorin lagi, kali ini aku setuju dan menganggukan kepalaku, kami berdua pun segera ketaman belakang sekolah.

“Cepat ceritakan masalahmu hari ini” ucap Yorin sudah tak sabar.

“Baiklah aku akan mulai cerita tentang patah hatiku dulu ne?” Yorin menganggukkan kepalanya.

“Kau tau teman sebangku kan? Jungrae?”

“Ne”

“Semalam ia baru saja memberitahuku kalau ia jadian dengan namja yang aku suka…..”

“Mwoya?Nuguya?”

“Kim Seok Jin”

“Hahaha kau menyukai Jin?aigo bagaimana bisa kau menyukainya hahaha” Yorin terus saja mentertawaiku, aku hanya mengdengus kesal.

“YAK HAN YONGRIN” teriakku sambil memukul kepalanya pelan.

“Ne ne mianhae aku hanya tidak menyangka kau bisa suka padanya”

“Aku juga tidak tahu sebenarnya aku benar-benar menyukainya atau tidak….”

“Ne???”

“Tapi yang jelas aku sangat kesal saat dia menyatakan cinta pada Jungrae, padahal kan aku yang mengenalkannya pada Jungrae, aku jadi menyesal memperkenalkan Jin dengan Jungrae” sesalku menghela nafas.

“Yak Rami, kau tidak boleh seperti itu mungkin mereka memang berjodoh dan kau orang yang ditunjuk tuhan untuk mempertemukan mereka” ceramah Yorin.

“Dan hari ini pun Jungrae tidak menemaniku makan dikantin, bagaimana aku tidak tambah kesal”

“Kenapa kau tidak menghubungiku?” ucap Yorin menyenggol lenganku.

“Kau kan sibuk dengan club dance mu, aku tidak ingin mengganggu”

“Lalu Min Yoongi?”

“Untuk apa kau sebut namja itu, aku malas medengar namanya” aku bangkit dari duduk ketika Yorin menyebut nama Yoongi

“Mianhae Rami”

“Kajja kita kembali kesekolah, 5 menit lagi bel berbunyi” ajakku langsung saja berjalan dan Yorin mengikuti langkahku.

*

*

*

#Kelas 11-D

Suasana kelas terlihat sudah ramai, aku berjalan menuju tempat dudukku sambil menunduk karena takut bertemu dengan sepasang mata yang tak ingin aku pandang, Sesampainya dikursiku,ku lirik namja didepanku yang dalam keadaan sama seperti sebelumnya,Tidur.

“Rami kau dari mana? Aku cari dikantin kau tidak ada?” tanya Jungrae.

“Aku habis dari belakang sekolah”jawabku malas

“Apa yang kau lakukan dibelakang sekolah?dengan siapa?”tanyanya.

“KENAPA KAU SELALU INGIN TAU URUSANKU HAH?APA AKU JUGA SELALU BERTANYA APA YANG KAU LAKUKAN?” teriakku sedikit emosi membuat seisi kelas sontak melirik kearahku termasuk Taehyung dan Jimin yang semula sedang asik membaca komik.

“Kenapa lagi wanita itu, selalu saja marah-marah?” bisik Taehyung ke Jimin.

“Sudahlah kita acuhkan saja mereka” Jimin kembali membaca komik yang dipinjamkan Taehyung kepadanya.

“Mianhae” ucap Jungrae sambil menunduk.

Aku lirik Namjoon yang masih saja bersandar dimejanya, aku pun menatap satu persatu pasang mata yang dari tadi memandangiku.

“Yak kalian, kenapa memandangiku seperti itu hah?” omelku seketika mereka pun kembali pada aktifitasnya masing-masing.

Aku kembali duduk sambil memandang kedepan, tak lama guru masuk kekelas dan dengan kencang aku mendorong kursi Namjoon dengan kakiku membuat ia terbangun dan menormalkan posisinya.

Lee Seosaengnim terus saja menerangkan pelajaran Matematika yang sangat aku benci, sesekali ia bertanya pada muridnya tentang rumus-rumus yang sudah ia berikan, diantara seluruh muridnya di kelas ini hanya Namjoon lah yang selalu bisa menjawab pertanyaan apapun dari Lee Seosaengnim, maka tidak heran Namjoon jadi murid kesayangannya.

“Baiklah sampai sini dulu penjelasannya, untuk pertemuan selanjutkan kita akan adakan evaluasi dari Bab.3” terangnya, sontak seluruh murid bersorak dan kelaspun menjadi gaduh Lee Seosaengnim keluar kelas tanpa mempedulikan suasana kelas yang masih ricuh.

“Aish kenapa Lee Saem senang sekali membuat kita menderita” ucap Taehyung agak keras sambil menunjuk kearah pintu dimana tadi Lee Saem keluar kelas, murid-murid yang lainpun mengangguk setuju dengan ucapan Taehyung.

“Rami aku minta maaf sudah membuatmu marah” suara Jungrae tiba-tiba terdengar digendang telingaku, aku menoleh kearahnya malas.

“Ne Gwaenchana aku tidak marah padamu” jawabku sambil kembali memandang kedepan, tepatnya memandang punggung seseorang didepanku yang lagi-lagi ingin meneruskan mimpinya.

“YAK KIM NAMJOON KENAPA KAU TIDUR TERUS HAH?” Teriakku, Namjoon pun menoleh kearahku.

“Kalau kau tidak ingin aku tidur dikelas, duduklah disampingku biar aku ada teman untuk mengobrol” ucapnya sambil menepuk kursi kosong disampingnya.

Aku dan Jungrae saling pandang mendengar ucapan Namjoon yang tak pernah aku kira sebelumnya.

“Baiklah aku akan duduk disampingmu” aku bangkit dari dudukku tapi tangan Jungrae menahannya.

“Lalu bagaimana denganku?” ucapnya dengan wajah memelas.

“Itu urusanmu, kau cari saja orang lain yang mau duduk denganmu, aku tidak mau duduk dengan penghianat sepertimu” akupun langsung menepis tangan Jungrae, ia membulatkan matanya tak percaya mendengar ucapanku.

Aku duduk disamping Namjoon yang saat ini ia sedang tersenyum kearahku.

“Yak Namjoon ah jangan menatapku seperti itu” aku mengalihakan wajahku dari pandangannya.

“Rami ah Gumawo” ucapnya pelan sambil tersenyum.

“Wihayeo?”

“Kau sudah mau duduk disampingku”

“Kau jangan kegeeran dulu Namjoon, aku duduk disini hanya untuk sementara”

“Mwo?waeyo?”

“Karena aku sedang kesal dengan Jungrae”

“Ohh ternyata benar kau sedang bertengkar dengannya”

“Ne” Namjoon mengusap pundakku lembut seraya ingin menenangkanku.

“Cepatlah baikkan dengannya, jangan lama-lama bertengkar ne?” ucapnya dengan hangat, entah kenapa hanya Namjoon yang bisa menurunkan emosiku saat aku merasa kesal dengan seseorang dan hanya ia pula yang tidak pernah kesal saat aku terus saja membangunkannya saat ia tidur dikelas.

“Kim Namjoon”

“Ne?”

“Soal yang tadi ……….”

“Aku serius” belum sempat aku meneruskan perkataanku tapi Namjoon langsung menjawabnya seakan ia tau aku ingin bicara apa.

“Jinjja?”

“Ne, apa aku terlihat bercanda tadi?”

“Aniyo, hanya saja aku……..”

“Waeyo?”

“Apa aku harus jawab sekarang?” ucapku pelan.

“Ne tentu saja Choi Rami” ucap Namjoon lagi lagi tersenyum memperlihatkan lesung pipinya yang sangat aku suka.

“Tunggu, tadi pertanyaanmu apa?” tanyaku dengan memasang tampang polos, seketika kemudian Namjoon langsung mendaratkan bibirnya dipipiku cepat dan berbisik

“Bisakah aku jadi Namjachingu mu?” bisiknya.

“Yak Kim Namjoon apa yang kau lakukan, bagaimana jika …” aku melirik keseluruh penjuru ruangan kelas dan terlihat anak-anak yang lain sedang sibuk dengan urusannya masing-masing begitupun Jungrae yang ada dibelakangku sedang asik memainkan ponselnya sambil sesekali tersenyum, mungkin ia sedang chatting dengan Jin,huftt.

“Tidak ada yang peduli dengan kita” ucapnya sambil terus memandangku dalam.

“Jadi bagaimana?” ia semakin mendekatkan wajahnya pada wajahku.

“Yak Singkirkan dulu wajahmu, kau membuat nafasku tidak beraturan” aku mendorong tubuh Namjoon pelan. Ia pun menormalkan kembali posisinya.

“Baiklah, kau boleh jadi namjachingu ku mulai sekarang”

“Mwo?kau bicara apa?”

“Yak Kim Namjoon, kau tau aku tidak suka mengulang ucapanku” Namjoon tersenyum lebar dan dengan cepat ia memelukku membuatku membulatkan mataku.

“Gumawo Rami-ah, kau tau bagaimana bahagianya aku?” ucap Namjoon masih dalam keadaan memelukku.

“Yak lepaskan pelukanmu atau aku akan berubah pikiran” dengan cepat Namjoon melepas pelukannya dan mencubit kedua pipiku dengan gemas.

*

*

*

Normal POV

Kriiingg…Kriingg…Kriingg… bel berbunyi 3x menandakan jam sekolah telah usai, sorakan demi sorakan terdengar dari setiap kelas tak terkecuali kelas 11-D yang memang terkenal paling ricuh. Taehyung dan Jimin adalah siswa yang paling dahulu keluar meninggalkan kelasnya, ya kedua orang itu memang membenci kelasnya, Jungrae pun sudah siap untuk meninggalkan kursinya sementara Rami dan Namjoon masih betah duduk dikursinya masing-masing.

“Rami ah kau ingin pulang bersamaku tidak?” tanya Jungrae basa-basi karena ia takut Rami akan marah lagi padanya jika ia langsung keluar kelas, padahal sih ia sudah punya janji pulang bersama kekasihnya, Jin.

“Kau pulang saja duluan, bukankah sekarang kau sudah mempunyai namja, kenapa masih mengajakku pulang bersama?” ucap Rami ketus membuat Jungrae sedikit sakit hati tapi ia masih bisa menahannya karena ia tahu Rami ucapannya memang seperti itu, Tajam setajam silet.

“Baiklah aku pulang duluan” Jungrae pun langsung pamit meninggalkan Rami.

“Kenapa kau berkata seperti itu padanya, bukankah perkataanmu barusan bisa membuatnya sakit hati” ucap Namjoon menasehati Rami.

“Biarkan saja, dia pantas mendapatkannya”

“Baiklah aku tidak akan ikut campur urusanmu dengannya, oiya hari ini kau ingin kemana?” ucap Namjoon sambil beranjak dari duduknya.

“Aku ingin makan ice cream” ucap Rami.

“Baiklah, come on kita cari kedai ice cream yang paling enak” ucap Namjoon sambil menggandeng tangan Rami.

Koridor sekolah sudah terlihat agak sepi hanya ada beberapa siswa saja yang masih berlalu lalang disana, sesekali mata Rami mencuri pandang pada namja yang berjalan disampingnya namun saat namja itu membalas tatapannya seketika ia pun langsung menunduk.

“Kalau kau ingin memandangku bilang saja tidak usah mencuri-curi pandang seperti itu” ledek Namjoom membuat Rami salah tingkah.

“Yak aku baru saja melihatmu dan itu hanya sekilas kenapa kau menyimpulkan kalau aku memandangimu” bela Rami dan dengan gemas Namjoon pun membalas ucapan Rami dengan cubitan ringan dipipinya.

“Namjoon ah singkirkan tang……” belum sempat Rami menyelesaikan ucapannya, sesosok namja lain sudah ada didepan mereka berdua.

“Hey Yoongi kau belum pulang? Apa ada latihan basket hari ini?” tanya Namjoon pada Yoongi yang merupakan teman satu tim-nya dibasket, tapi bukannya menjawab ucapan Namjoon ia justru memandang Rami dengan lamat membuat yang dipandang merasa risih.

“Ani aku hanya ingin berlatih saja sendiri” jawab Yoongi dingin dan masih tetap memandang Rami.

“Oh begitu, ya sudah kalau begitu kami pulang duluan, kau latihan jangan terlalu keras ne?” ucap Namjoon segera mengajak yeojanya untuk beranjak dari tatapan tajam Yoongi, ya Namjoon sudah mengetahui jika Yoongi menyukai Rami dari sebelum ia dekat dengan Rami, tapi untuk urusan cinta Namjoon bukanlah tipe namja yang mau mengalah, ia akan memperjuangkan cintanya walaupun ia harus bersaing dengan temannya sendiri.

 

Yoongi POV

Saat sampai lapangan basket dengan kesal aku lempar bola basket ditanganku kesembarang arah.

“Aissh kenapa mereka terlihat akrab sekali, apa mereka berpacaran? Ah Min Yoongi kau bodoh jika harus kedahuluan dengan namjoon” desahku kesal sambil mengacak rambutku.

“YOONGI AH” teriak seseorang sambil melambaikan tangannya, aku menoleh kesumber suara yang ternyata Jimin dan Tahyung.

“Kau sedang apa disini?bukankah hari ini tidak ada jadwal latihan basket?” tanya Jimin heran.

“Aku hanya ingin berlatih sendiri, apa tidak boleh?” jawabku ketus.

“Kau ini sama saja seperti Rami, ditanya baik-baik jawabnya ketus” protes Taehyung.

“Dia kan sama Rami memang kembar” bisik Jimin pada Taehyung.

“Jinjja?” Taehyung membulatkan matanya sambil membuka mulutnya.

“Kalian sedang bicarakan apa hah?” tanya ku penasaran kepada dua orang dihadapanku yang terus saja berbisik.

“Apa benar kau kembarannya Choi Rami?” tanya Taehyung polos.

“Kenapa kau bertanya padanya, aishh” Jimin menjitak kepala Taehyung.

“Kalian bicara apa aku tidak mengerti” aku berlalu meningggalkan mereka untuk mengambil bola basketku.

“Apa aku salah bicara? Aku kan hanya bertanya padanya, masalahnya mereka berdua tidak mirip tapi kenapa kau bilang mereka kembar” Taehyung masih bingung.

“Maksudku Yoongi dan Rami itu tanggal, bulan dan tahun kelahirannya sama 9 maret 1993 jadi kalau menurut ramalan mereka mempunyai sifat yang sama makanya aku menyebut mereka kembar” jelas Jimin dan Taehyung hanya menganggukan kepalanya, entah anggukan ia paham atau tidak mengerti sama sekali apa yang disampaikan Jimin.

“Hey kalian kesini ingin bermain basket denganku tidak?” teriakku pada Jimin dan Taehyung dan dengan anggukan dari keduanya kamipun bertiga bermain basket sampai matahari tenggelam diufuk barat.

“Huh sudah cukup aku lelah” ucap Taehyung membaringkan tubuhnya ditengan lapangan basket. Aku dan Jimin pun ikut mensejajarkan posisi kami dengan Taehyung.

“Kalian lihat langitnya sangat indah bukan?” ucap Jimin sambil tersenyum memandang langit.

“Ne sangat indah seperti dirinya” ucapku pelan sambil membayangkan seseorang yang sangat aku cinta, Choi Rami.

“Seperti dirinya? Maksudmu?” Jimin yang mendengar perkataanku langsung bertanya dan melirik kearahku.

“Kalian bicara apa? Aku haus aku ingin kekantin” Taehyung segera bangkit dari posisinya dan beranjak kearah kantin yang mungkin masih buka, karena memang anak kelas 12 masih ada kelas.

“BELIKAN UNTUKKU DAN YOONGI” teriak Jimin dan Taehyung hanya mengangkat tangan kanannya menandakan,iya.

“Yak Min Yoongi bicaralah padaku, siapa orang itu” Jimin mengubah posisinya yang tadi tiduran smenjadi duduk, tepat disampingku. Aku lirik dirinya yang sepertinya penasaran ingin mendengar ceritaku.

“Kau yakin ingin tahu?” Jimin hanya menganggukan kepalanya.

“Orang itu adalah Choi Rami” ucapku singkat dan kembali melihat kelangit yang sudah dihiasi dengan bintang-bintang.

“Mwo?kau menyukainya?sejak kapan?kok bisa?bukankah dia sangat menyebalkan?” ucap Jimin terlihat sangat terkejut.

“Sejak pertama kali aku mengenalnya di kelas 10 aku sudah menyukainya”

“Tapii bukankah sekarang dia dan Namjoon…..” Jimin menghentikan ucapannya.

“Rami dan Namjoon ada apa? Apa mereka berpacaran?” aku mengganti posisiku seperti Jimin, duduk.

“Molla, tapi tadi siang saat istirahat aku dan Taehyung melihat mereka berdua sedang berciuman dikelas”

“MWO?YAK PARK JIMIN APA KAU YAKIN?”

“Tentu saja”

“Aishhh orang itu, kenapa murahan sekali” dengusku

“Siapa yang kau maksud murahan?”

“Siapa lagi kalau bukan Choi Rami, bukankah ia baru mengenal Namjoon dikelas 11 ini, kenapa ia mau-maunya berciuman dengan sembarang namja” omelku

“Mungkin karena mereka sama-sama saling menyukai”

“Kau sok tau Jimin, namja yang Rami suka itu Seok Jin bukannya Namjoon” desahku kesal, aku pun segera bangkit dan langsung meninggalkan Jimin yang masih duduk manis ditengah lapangan.

*

*

*

Normal POV

Terlihat Rami dan Namjoon sedang duduk disebuah halte, raut wajah keduanya terlihat bahagia terpancar dari senyuman yang mereka tunjukkan satu sama lain.

“Apa hari ini kau merasa senang Choi Rami?” tanya Namjoon

“Tentu saja, seharian ini kau terus membuatku tersenyum bagaimana aku tidak senang” jawab Rami dengan senyum manisnya yang jarang ia keluarkan saat disekolah.

“Coba setiap hari kau tersenyum semanis ini, pasti semua namja akan suka padamu” puji Namjoon sambil mencubit pipi kanan Rami.

“Jinjja? Apa aku harus tersenyum mulai besok biar namja satu sekolah menyukaiku”

“Ne eh ani ani, sekarang kau adalah milikku dan aku tidak mau ada yang merebutmu dari hatiku”

“Apa kau takut mempunyai saingan?” ledek Rami

“Aniyo seorang Kim Namjoon tidak pernah takut bersaing dengan siapapun” ucapnya menyombongkan diri.

“Apa kau yakin?”

“Yak Chagiya kau jangan membuatku takut hah” kali ini Namjoon merubah ekspresi wajahnya menjadi sedikit khawatir.

“Hahaha wajahmu sangat lucu seperti ini” Rami yang baru pertama kali melihat ekspresi Namjoon seperti itu langsung saja mencubit kedua pipi namjachingunya itu.

Mereka berdua terus saja bercengkraman sampai bus yang ditunggu tiba, dengan cepat keduanya melangkahkan kaki memasuki bus yang lumayan agak sepi hanya ada beberapa penumpang yang duduk dibarisan depan dan tengah, Rami dan Namjoon memilih duduk di bangku belakang.

Sesampainya dirumah Rami

“Apa kau ingin masuk dulu?” tawar Rami

“Tidak usah, sudah malam tidak baik seorang namja bertamu malam-malam kerumah yeoja” ucap Namjoon.

“Baiklah aku mengerti” ucap Rami

“Namjoon ah”

“Ne?”

“Gumawoyo” ucap Rami pelan.

“Untuk?”

“Kau membuat hari ku hari ini sangat indah, walaupun awalnya…….” Belum sempat Rami menyelesaikan kata-katanya namun Namjoon sudah mencium singkat bibir mungilnya.

“Cheonmaneyo chagiya, nado gumawoyo kau sudah mau membuka hatimu untukku dan memberiku kesempatan untuk mencintaimu Choi Rami” bisiknya ditelinga Rami. Rami pun langsung memeluk Namjoon erat, Namjoon membalas pelukan Rami dan membelai rambut panjang Rami dengan lembut.

 

Namjoon POV

Akhirnya penantianku selama selama 6 bulan sejak pertama kali aku menyukainya ini telah menjadi kenyataan, aku sebenarnya masih tidak percaya jika hari ini, aku bisa menyentuhnya bahkan memeluk tubuhnya dan memilikinya sebagai kekasihku, walaupun aku tahu saat ini masih ada seseorang dihatinya, dan ada pula seseorang yang tidak ia ketahui yang sangat mencintainya tapi aku tidak peduli selama aku bersamanya dan dapat membuatnya tersenyum perlahan aku akan membuatnya untuk segera melupakan namja itu, ya Kim Seok Jin.

“Rami ah” ucapku lembut masih dalam posisi memeluk Rami.

“Ne?” Rami melonggarkan pelukannya dan menatapku lamat.

“Saranghae, jeongmal saranghae” ucapku sambil mengelus kedua pipinya. Rami hanya membalasku dengan senyumannya sambil malu-malu ia menggaruk kepalanya yang mungkin sebenarnya tidak gatal.

“Kau tidak perlu menjawabnya sekarang, aku tau tidak mudah bagimu untuk memindahkan hatimu untukku”

“Ne?” ucapnya bingung

“Rami ah apa kau mau berjanji untukku?”

“Mwo?”

“Can you please stay with me?” aku mensejajarkan wajahku dengan wajahnya sehingga kedua hidung kamipun bertemu.

“Kau bicara apa namjoon aku tidak mengerti bahasa inggris” ucapnya polos, aku menghela nafas sambil tersenyum melihat wajah polosnya.

“Tetaplah disampingku dan jangan pernah pergi dari ku, ne?” ucapku. Rami hanya mengangguk pelan, aku pun membalasnya dengan senyum paling manis sambil memeluk tubuh mungilnya lagi dan mengecup keningnya.

*Happy Ending*

Bagaimana ceritanya jelek ya?ceritanya standar ya?apa ngbosenin?maaf ya soalnya aku bukan penulis professional seperti Jk Rowling hehehe, masih banyak kekurangannya tapi terima kasih sekali buat reader yang sudah menyempatkan membaca FF abal-abal aku ini,kalau gak keberatan aku minta komennya ya, terimakasih.

About fanfictionside

just me

21 thoughts on “FF oneshot/ JUST ONE DAY/ BTS-BANGTAN

  1. yah gantung thor😐
    bagaimana dengan yoongi???? dan jungrae yang dimusuhin rami???? sequel dong thor hehe😀
    ceritanya keren, manis, ringan buat dibaca /? aku suka thor.. bacanya sampe nyengir2 sendiri..
    aaaaaaaa namjoon ><
    ditunggu karya selanjutnya ya thor.. keep writing^^ fighting!!

    • Terima kasih sebelum dan sesudahnya utk nyempetin wktu buat baca FF ku , ahhh iya aku lupa cantumkan emg niatnya FF ini mau aku bikin sequelnya kok,udah bbrpa lembar sih aku buat .. Ditunggu aja ya sequelnya .. Sekali lagi makasih sudah mau baca.

  2. aah~ jadi kenapa rami jadi kesal kalo dia ga bener2 suka sama jin?
    ya ampuuun Kim Namjoon❤.<3
    ditunggu sequelnya ya thor ^^ soalnya nanggung. suganya entar gimana? hehe

  3. Annyeong kk authorrr….
    Sequelnya cepet publish ya thor 😁
    Aku kasian sm jungrae yg di jutekin choi rami masa u.u jahat dehhh….

    Keep writing chingu *kiss suga* 😘😊😝

  4. Terima kasih ya udah baca & komen … Hehe sengaja kok dibikin agak nggantung karna niatnya memang aku mau bikin sequel tpi lihat respon dulu.

  5. Thor request munculin J-Hope yaa di sequelnya!!! Ga afdol kalo ngga ada Hoseok di ff BTS :< Ditunggu ~~^^~~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s