FF oneshot/ BACKSTREET/ EXO


Tittle  : Backstreet (OneShoot)

Author : Rachma @rachma930

Cast    : -Kang Ara (OC)

-Jung Minah

-Kris Exo

-Chanyeol Exo

-Sehun Exo

-Suho Exo

-Member Exo

-Zico Block B

-Mino Winner

Genre : School story, comedy romance

Rating : 15+

Diration : 10.700 words / 47 pages

NB : Readers langsung aja ya aku gak mau banyak ngoceh, happy reading semoga suka,oiya aku waktu buat ff ini pas Kris masih di Exo jadi gpp kan buat Exofans aku pake cast Kris? no copy, no silent ya guys….

Normal POV

“Brugg….” Ara terjatuh karena ada yang menyengkal kakinya, Ia meringis kesakitan sambil memegang lututnya yang sedikit memar.

“Heh..” ucap suara namja yang mempunyai suara bass memanggilnya, Ara masih saja menunduk. Pria itu pun jongkok mendekati Ara, tangannya langsung mengangkat dagu Ara.

“Apa itu sakit?” tanyanya. Ara hanya diam menahan emosinya.

“Heii Kris apa yang kau lakukan?” ucap seseorang yang tiba-tiba datang menghampiri mereka berdua.

“Chanyeol” ucap Ara menengok kearah suara. Chanyeol segera menghampiri Ara dan membantunya berdiri.

“Apa yang kau lakukan pada Ara hah?” tanya Chanyeol sambil melotot kearah Kris.

“Aishh kenapa kau selalu ikut campur urusan orang?” ucap Kris langsung berlalu diikuti dua orang temannya Tao dan Xiumin.

“Apa ada yang terluka?” tanya Chanyeol sambil memperhatikan tubuh Ara.

“Ani, Gwaenchanha” ucap Ara.

“Sebenarnya ada apa antara kau dan Kris? Kenapa dia mengganggumu?” tanya Chanyeol penasaran.

“Tidak ada apa-apa” jawab Ara singkat tapi chanyeol melihat seperti ada yang disembunyikan oleh sahabatnya itu.

“Aishhh kau sudah berani bohong kepadaku sekarang” protes chanyeol sambil mengacak-acak rambut Ara.

“Ya Chanyeol berhentilah mengacak-acak rambutku,rambutku bisa rontok” protes Ara.

“Shirheo” ucap Chanyeol sambil menjulurkan lidahnya ke Ara lalu berlari meninggalkan Ara.

“Heh dasar caplang ” Ara pun mengejar Chanyeol hingga kekelas.

Sesampainya mereka dikelas, ruangan begitu ramai disalah satu sudut, Chanyeol dan Ara saling pandang lalu menghampiri kerumunan yang didominasi oleh siswi, ternyata ada anak baru dan itu seorang namja.

“Siapa dia?kenapa dia ada dikelas kita?” tanya Ara heran.

“Tentu saja ia anak baru dasar pabo” jawab Chanyeol sambil geleng-geleng kepala.

“Haii siapa namamu? Aku Chanyeol, cowok paling tinggi dan keren dikelas ini” Ucapnya super pede membuat beberapa anak yang mendengarnya menyorakin Chanyeol.

“Sehun imnida” ucapnya sambil membungkukkan sedikit kepalanya.

“Mwo? Bihun ? Hahaha” ucap Ara tertawa terbahak-bahak.

“Sehun Ara..” teriak Chanyeol tepat ditelinga Ara membuat Ara sedikit kaget dan langsung menjitak kepala Chanyeol.

“Kiyaakk aku juga tau, aku hanya ingin meledeknya..aishh menyebalkan” keluh Ara, Ara pun langsung ketempat duduknya karena sedikit merasa malu, diikuti Chanyeol juga. Sehun yang melihat tingkah 2 anak manusia aneh itu hanya senyum-senyum.

#Istirahat

Chanyeol menghampiri kursi Sehun.

“Heii Sehun apa kau ingin ke kantin bersama kami?” Tanya Chanyeol.

“Sehun-ah maafkan sikapku tadi pagi ne, mari kita berteman baik namaku Ara, Kang Ara imnida” Ucap Ara dengan pedenya.

“Baiklah, senang berkenalan dengan kalian” ucap Sehun menyambut Ara dan Chanyeol, mereka bertigapun pergi kekantin. Sesampainya dikantin ada suara yang memanggil Chanyeol.

“Hey Caplang kami disini” teriak Baekhyun sambil melambaikan tangan. Chanyeol dan Ara pun menghampiri Baekhyun diikuti Sehun.

“Heh bisakah kau memanggilku nama, seenaknya saja kau panggil aku caplang?” protes Chanyeol.

“Memang kau caplang, hahaha” balas Baekhyun tertawa terbahak-bahak diikuti D.O

“Hahaha sudah terima saja” ucap Ara tidak kalah terbahak-bahak melihat ekspresi Chanyeol yang tak terima.

“Aiisshh kenapa kau bukan membelaku?” ucap Chanyeol kepada Ara.

By the way siapa dia? Sepertinya aku baru melihatnya disekolah ini ” tanya D.O yang mengalihkan pandangan ke Sehun yang dari tadi hanya diam.

“Oh iya hampir lupa, anak baru dikelas kami” ucap Chanyeol memperkenalkan Sehun.

“Sehun imnida,senang berkenalan dengan kalian semua” ucap Sehun membungkukkan badan.

“Hai Aku Byun Baekhyun” ucap Baekhyun mengangkat tangannya.

“Aku Do Kyungsoo tapi bisa panggil aku D.O ” ucap D.O singkat.

Mereka berlimapun makan di satu meja panjang dikantin sambil bercengkraman, Chanyeol, Ara dan Baekhyun saling main ledek-ledekan sementara D.O dan Sehun hanya tertawa melihat tingkah ketiga temannya itu.

Sedang asiknya bercengkraman tiba-tiba saja Kris datang dan langsung menarik tangan Ara tanpa bicara, Semuanya terkejut melihat kedatangan Kris.

“Heh apa yang kau lakukan?” tanya chanyeol mengikuti Kris dan berhasil menahan Ara. Ara hanya diam tanpa perlawanan.

“Sudahku bilang kau tidak usah ikut campur, ini urusan ku dengan Ara” jawab Kris memandang Chanyeol tajam.

“Hey Ara itu sahabatku, jadi apa yang menyangkut Ara jadi urusanku” jelas Chanyeol.

“Kalian berdua lepaskan tanganku ” ucap Ara yang dari tadi menahan sakit karena kedua tangannya digenggam oleh Kris & Chanyeol, seketika mereka pun melepaskan genggamannya.

Tapi Kris kembali menarik tangan Ara dan mendekatkan tubuh Ara ke tubuhnya membuat mata Chanyeol melotot seperti ingin keluar.

“Heh lepaskan” bentak Chanyeol sedikit emosi.

“Shirheo” jawab Kris, dan iapun langsung membawa Ara pergi, ketika Chanyeol ingin mengejarnya Baekhyun menghentikan langkah Chanyeol.

“Sudahlah..Ara tidak akan kenapa-napa juga” ucap Baekhyun menenangkan Chanyeol.

“Tidak apa-apanya bagaimana? Tadi pagi saja dia menyengkal kaki Ara” ucap Chanyeol.

“Memangnya siapa namja tadi? Kenapa dia seenaknya menarik tangan Ara?” tanya Sehun angkat bicara yang dari tadi hanya diam mengamati.

“Namanya Kris, dia siswa kelas 12” jelas D.O.

“Ohh kakak kelas, tapi kenapa dia begitu kasar pada Ara?” tanyanya lagi.

“Entahlah kami tidak tau” jawab D.O santai sambil mengangkat bahunya.

“Aishh…” teriak Chanyeol kesal sendiri.

“Hei Chanyeol kenapa kau begitu marah?” tanya Baekhyun.

“Hei seharusnya aku yang tanya kalian, kenapa kalian semua diam tak ada yang menolongnya hah?teman macam apa kalian” keluh Chanyeol, ia pun langsung pergi meninggalkan D.O, Baekhyun dan Sehun.

Diatap sekolah terlihat Kris dan Ara sedang duduk berdua, mereka saling diam beberapa saat.

“Tadi itu siapa?” tanya Kris membuka mulutnya.

“Sehun, wae?” jawab Ara tepat seakan mengerti yang Kris tanyakan memang Sehun.

“Cukup tampan” ucap Kris.

“Apa kau suka?” ledek Ara asal.

“Aishh kau ini kalau bicara tak pernah pakai otak” Kris menjitak kepala Ara.

“Aww sakit Kris” Ara merintih kesakitan, sementara Kris tersenyum puas dan langsung mencubit kedua pipi Ara karena gemas melihat ekspresi yeojachingu nya. Ya jadi terjawab sudah kalau Kris dan Ara adalah sepasang kekasih yang sedang backstreet dari teman-temannya.

“Mianhe chagi soal tadi pagi” ucap Kris tulus kepada Ara.

“Aishh kau lihat ini” Ara memperlihatkan lututnya yang tadi sedikit memar karena ulah Kris. Seketika Kris langsung mencium pipi Ara, Ara terkejut dan mukanya langsung memerah.

“Apa itu cukup untuk mengobati lukamu?” tanya Kris.

“Aishh ini bukan obat tap…..” belum sempet Ara menyelesaikan kata-katanya, bibir Kris sudah mendarat dibibir Ara.

Chu..” cium kris singkat, Ara makin shock dan tubuhnya saat ini benar-benar membeku karena ini ciuman pertamanya dengan Kris sejak mereka resmi berpacaran sebulan yang lalu. Kris memandangi Ara yang masih mematung.

“Hey..” colek Kris menyadarkan Ara, dan Ara pun tersadar dari lamunannya.

“Aishh kau ini kenapa? Baru aku cium saja sudah shock, apa jangan-jangan….” Ucap Kris penuh curiga, ya dia curiga kalau tadi itu adalah ciuman pertamanya.

“Aniyo…aish kau ini kenapa selalu berbuat seenak jidatmu saja hah?” ucap Ara meletakkan telunjuknya dikening kris.

“Jujur sajalah padaku” ledek Kris, dan Kris pun mendekatkan wajahnya kepada Ara, Ara segera bangkit.

“Sudahlah..aku mau kembali kekelas” ucap Ara langsung bergegas meninggalkan Kris, Kris terus memandangi yeoja yang sangat ia sayangi sambil terus tersenyum.

“Kang Ara Saranghae” ucapnya ketika Ara sudah menghilang dari pandangannya.

#Koridor sekolah

Ara melewati koridor untuk mencapai kelasnya yang ada paling ujung lantai 2.

“Ara-ssi” panggil seseorang dari salah satu kelas yang baru saja ia lewati.

“Suho, ada apa?” ucap Ara ketika Suho menghampirinya.

“Aku ingin mengembalikan buku yang kemarin aku pinjam” ucap Suho memberikan buku paket Kimia yang kemarin ia pinjam.

“Oh..kenapa buru-buru sekali?” tanya Ara.

“Aku tidak enak meminjam terlalu lama, takut kau juga butuh” ucap Suho.

“Aishh kau ini,kalau aku butuh kan aku bisa meminjam punya Chanyeol” ucap Ara.

“Tetap saja tidak enak meminjam terlalu lama, lagi pula buku ku sudah ketemu” jelas Suho.

“Jjinja? Syukurlah” ucap Ara lega.

“Gumawo ne?”

“Oke..sama-sama Suho, kalau kau ingin meminjam buku yang lain bilang saja ne?” Suho hanya mengankat jempolnya lalu kembali kekelasnya.

Sesampainya dikelas Ara langsung diintrogasi oleh Chanyeol.

“Ya apa kau baik-baik saja?” tanya Chanyeol dengan kekhawatiran yang berlebihan, Sehun ikut memandangi Ara dari kursinya.

“Gwaenchanhayo..Chanyeol kau berlebihan sekali padaku” ucap Ara.

“Tentu saja karena aku sahabatmu” ucap Chanyeol.

“Gumawo sudah mengkhawatirkan ku chingu, tapi aku baik-baik saja” tegas Ara, iapun langsung duduk dibangkunya.

 

“Ara apa kau sudah belajar fisika?” tanya Jung Minah teman sebangkunya.

“Ne aku sudah belajar semalaman” jawab Ara datar.

“Hei tadi aku lihat kau istirhat makan bersama anak baru itu, kenapa kau sangat beruntung punya banyak teman namja yang tampan-tampan” keluh Minah membuat Ara mengerutkan keningnya.

“Temanku juga kan temanmu kenapa kau tadi tidak ikut gabung?” tanya Ara.

“Aku malu” jawabnya lesu.

“Aish kau itu kenapa selalu malu pada namja?”

“Kau kan tau kalau aku tidak bisa menatap mata namja tampan seperti Sehun” jelasnya.

“Aishh kalau begitu jangan pernah bermimpi jika kau ingin mempunyai namjachingu tampan ” ucap Ara langsung membuka buku pelajaran menandakan ia tak ingin lagi diganggu oleh Minah.

Jung Minah itu sahabat Ara, tapi ia punya masalah pada kepercayaan dirinya. Dia tidak bisa menatap lama namja yang menurutnya tampan apalagi sampai mengajaknya bicara, satu-satunya namja tampan yang berani ia ajak bicara adalah Kai, karena Kai sepupuhnya dan sudah lama tinggal bersamanya.

***

“Ara jadi tidak?” Tanya Minah ketika jam sekolah berakhir dan Ara terlihat sedang sibuk membereskan buku-bukunya.

“Heii kalian ingin kemana? Kenapa aku tidak diajak?” Ucap Chanyeol yang mendenger perkataan Minah, Chanyeol dan Sehun menghampiri Ara & Minah.

“A..ni , Ara hanya ingin main kerumahku” jawab Minah terbata-bata ketika ia tau kalau Sehun sedang memandangnya.

“Mau apa kau kerumah Minah? Apa kau ingin bertemu sepupuhnya yang black itu..Haha” Chanyeol tertawa meledek Kai.

“Hei Chan, Kai itu hitam-hitam juga pandai menari, memangnya kau hanya pandai bicara” ucap Minah tiba-tiba jadi berani karena tak terima sepupuhnya dibilang hitam.

“Minah, apa aku juga boleh main kerumahmu?” tanya Sehun tiba-tiba membuat Minah terbengong.

“Hah?ehmm…tentu boleh,tapi…” Minah menghentikan ucapannya.

“Tapi kenapa?” sambung Chanyeol penasaran.

“Tapi aku tidak bisa pulang bersama kalian, karena aku pulang dengan Kai” jelasnya.

“Ne tidak apa-apa, kami bisa kerumahmu naik bus” ucap Sehun. Ara terus mengamati ekspresi Minah yang terlihat senang tapi stres dan ia hanya tersenyum kecil melihat ekspresi sahabatnya itu.

“kajja” ajak Chanyeol keluar kelas.

Di bus Chanyeol terus saja bicara pada Sehun, sementara Ara asik kakao-an dengan Minah dan Kris.

[Ara..eotokke?] –Minah-

[Wae?]-Ara-

[Sehun] –Minah-

Tanpa penjelasan lebih detail Ara sudah mengerti maksud Minah.

[Tenanglah, bukankah tadi kau bilang iri padaku karena sudah makan siang dikantin dengannya?] –Ara-

[Ne tapi aku malu, aku takut salah tingkah didepannya Ara]-Minah-

[Aishh kau ini, sudahlah biasa saja]-Ara-

Saat yang bersamaan Ara pun menerima kakaochat dari Kris

[heii chagi, apa kau sudah dibus?] –Kris-

[Ne Kris, wae?]-Ara-

[Hati-hati ne, nanti sepulang aku latihan basket aku akan kerumahmu] –Kris-, mata Ara pun langsung melotot.

“Mwoya?” ucapnya dengan nada agak keras, membuat penumpang didalam bus itu melirik kearahnya termasuk Chanyeol dan Sehun yang duduk dibelakangnya.

“Wae? Apa yang terjadi?” tanya Chanyeol khawatir.

“Aniyo” ucap Ara datar.

“Bagaimana ini, bukankah kemarin dia bilang ada acara setelah latihan, kenapa tiba-tiba ingin kerumahku” ucap Ara dalam hati, raut wajahnya begitu gelisah. Karena ia takut ketahuan Kris kalau dirinya pergi kerumah Minah. Ya Kris tahu alasan Ara kerumah Minah itu untuk belajar menaridengan Kai. Ia pun langsung kakao Minah.

[Jung Minah mianhe, tiba-tiba saja eommaku sms menyuruhku pulang karena ada urusan yang mendesak] –Ara-

[Oh begitu, baiklah Ara aku mengerti]-Minah-

[Tolong salamin kepada Kai ne]-Ara-

[oke]-Minah-

Kenapa Minah singkat sekali membalas chat aku?apa dia kecewa?” gumam Ara dalam hati.

“Chan aku tidak jadi kerumah Minah, apa kau dan Sehun masih ingin kerumahnya?” tanya Ara pada Chanyeol dan Sehun. Chanyeol dan Sehun saling pandang.

“Ani, aku ingin main kerumah Sehun saja, gimana apa aku boleh main kerumahmu?” ucap Chanyeol antusias.

“Tentu saja boleh” jawab Sehun.

“Apa dirumahmu ada PS 4?” tanya Chanyeol.

“Aish dasar namja tidak tau malu, kau tiap main kerumah orang pasti menanyakan PS, dasar gamer” ucap Ara menjitak kepala Chanyeol.

“Ada, kebetulan aku juga suka main games” ucap Sehun sambil tersenyum.

“Kalau begitu aku sms Baekhyun dan D.O juga bagaimana, biar kita main bersama” saran Chanyeol.

“Ide bagus” jawab Sehun. Ara pun kembali ketempat duduknya setelah dicuekin kedua temannya.

***

 

Dirumah Sehun, Chanyeol , Baekhyun dan D.O asik bermain PS dengan cukup bising, untung saja rumah Sehun yang cukup besar tak begitu mengganggu penghuni rumahnya karena memang mereka bermain dikamar Sehun dilantai 2.

“Chan kenapa Ara tidak ikut?” tanya Baekhyun sambil asik jari-jarinya menekan stick PS.

“Dia sedang ada urusan, tadinya kami akan main kerumah Minah tapi tidak jadi” Jawab Chanyeol tak kalah sibuknya memaikan jari-jarinya pada stick PS.

“Minah teman sebangkunya itu?” tanya D.O.

“Ne” jawab Chanyeol

“Bukankah dia sepupuhnya Kai?”tanya D.o lagi.

“Ne” tetap menjawab singkat.

“Aku tak terlalu menyukainya” ucap D.o

“Nugu?” tanya Baekhyun.

“Kai”jawab D.o

“Wae?” tanya Chanyeol.

“Tidak ada alasan”jawab D.o lagi

Sehun datang dengan membawa 4 botol softdrink serta cemilan, melihat Sehun yang membawa minuman kerepotan D.O pun langsung membantu Sehun.

***

 

#Dirumah Minah

“Mwo? Kenapa Ara tidak jadi kesini?” Tanya Kai penasaran.

“Ada urusan mendesak katanya” jawab Minah datar.

Kai pun terlihat sedikit kecewa, memang disekolah Kai dan Ara jarang terlihat bicara bahkan tidak pernah, tapi jika dirumah Minah, Ara dan Kai cukup dekat apalagi semenjak Kai mengajari Ara dance.

 

#Dirumah Ara.

Ara terus saja melirik jam dinding sambil menonton tv untuk mengusir jenuh menunggu kedatangan namjachingunya. Berkali-kali ia chat Kris tapi tak ada balasan.

15 menit..30 menit..1 jam sudah Ara menunngu, akhirnya bel rumahnya pun berbunyi, ia segera bangkit dari duduknya dan langsung membuka pintu.

“MINO?” matanya membulat setelah melihat sesosok namja didepannya, yaitu Mino seseorang yang dulu sangat ia sukai. Mino adalah sahabat Zico kakaknya Ara yang sejak 2 tahun lalu kuliah di Amerika, dulu Ara sangat menyukai Mino lebih dari kakaknya. Karena Ara sangat menyukai rap Mino yang lebih hebat dari kakaknya. Ara terpatung sesaat sampai Mino membuyarkan lamunannya.

“Annyeong Ara-ssi” ucapnya dengan senyum lebarnya.

“Annyeong Mino oppa” balas Ara masih tak percaya dengan apa yang ia lihatnya.

Ara sempat memandang Mino dari atas sampai bawah, begitu kerennya Mino sekarang, gumamnya.

“Apa oppamu ada dirumah?” tanya Mino.

“Hah? Ne dia ada dikamarnya, mau aku panggilkan atau….”belum selesai bicara terdengar suara Zico.

“Hai ma man Mino” teriak Zico.

“Heii bro Zico” balas Mino. Mereka berduapun saling berpelukan melepas rindu.

Zico langsung mengajak Mino kekamarnya.

“Ara cepat buatkan minum untukku dan Mino” perintah Zico

“Ne..”sahut Ara malas

“Aishh kenapa mereka kekamar? Kenapa tidak ngobrol diruang tamu saja” keluh Ara.

Ara pun membawakan minuman serta beberapa cemilan kekamar Zico, terlihat mereka berdua sedang sibuk mebuat arasemen lagu, jadi dikamarnya Zico itu ada seperti studio mini dimana biasa Zico dan Mino membuat lagu hip hop.

Ara kembali keruang tv dan melanjutkan nonton tv, dilihat ponselnya ada beberapa panggilan dan kakaochat dari Kris, dan ia pun langsung membuka isi pesan tersebut.

[Chagiya..mianhae mungkin aku tidak jadi kerumahmu, karena Tao memintaku untuk menemaninya mencari kado buat kekasihnya, jeongmal mianhae chagi jangan marah ne?]

Ara yang membaca sms Kris bukannya marah tapi malah tersenyum lega.

Syukurlah Kris tidak jadi kerumah” ucapnya dalam hati sambil tersenyum lega.

Ara langsung beranjak kekamarnya, Ia sempat melamun diatas ranjangnya memikirkan apa yang ingin ia lakukan agar ia bisa mengobrol dengan Mino, otaknya terus berputar. Dan akhirnya ia pura-pura meminta Mino untuk mengajarinya Kimia, karena saat SMA Mino sangat pandai pelajaran exact tersebut. Ara sempat mondar-mandir didepan kamar Zico, lalu ia pun memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar oppa-nya itu.

“Ne, masuk” sahut Zico ketika mendengar ketukan pintu.

“Oppa, apa kalian berdua sedang sibuk?” tanya Ara

“Wae? Kau nanya kepada siapa? Oppa atau Mino?” tanya Zico balik

“Mino oppa, hehe” ucap Ara sambil cengar-cengir

“Aku tidak sibuk, ada apa Ara?” tanya Mino lembut

“Oppa, bisakah kau ajari aku Kimia, besok aku ada ulangan” ucap Ara memelas

“Tentu saja bisa” ucap Mino, Mino pun langsung bangkit dan mendekati Ara membuat jantung Ara berdetak 5x lebih kencang dari biasanya.

“Kau ingin aku ajarkan Bab yang mana?” tanya Mino setelah Ara memberikan buku kimia itu kepada Mino, saat Mino membuka halaman demi halaman ada sesuatu yang jatuh dari buku itu.

“Apa ini?” Ara heran sendiri setelah mengambil benda yang jatuh yang ternyata sepucuk surat, Mino ikut memperhatikan benda tersebut.

“Wah apa itu?apakah surat cinta?” tanya Mino penasaran, Ara pun ikut penasaran dan segera membuka lembar kertas yang terlipat rapi.

Dear Ara,

Aku menyukaimu

Maukah kau menjadi yeojachingu ku?

Mata Ara melotot melihat isi surat tersebut membuat Mino tambah penasaran dan ingin melihatnya tapi Ara menyembunyikannya.

“Apa itu? Benarkah surat cinta?” tebak Mino.

“Aniyo..ini hanya surat kaleng” jawab Ara berbohong.

“Oh baiklah, kajja kita mulai saja belajarnya”

Mino pun mengajarkan Ara dengan begitu serius tapi lain halnya dengan Ara yang masih memikirkan surat dari Suho, ia benar-benar tak percaya jika namja yang sudah ia anggap sahabat menyatakan cinta padanya.

***

Malam hari Ara tak bisa tidur karena masih memikirkan surat itu, ia hendak ingin bercerita kepada Minah tapi ia takut kalau Minah akan cerita-cerita ke Kai. Jika ia cerita ke Chanyeol dan meminta saran sudah pasti Chanyeol menyuruh Ara untuk menolaknya. Ya memang harus ia tolak karena Ara sudah punya Kris, tapi jika menolak Suho ia takut akan jadi jauh dan canggung terhadap Suho. Ara terus guling-gulingan dikasurnya sampai akhirnya ia tertidur.

Pagi ini Ara tampak lesu menuju meja makan, eomma dan appa memandang heran anak gadisnya sementara Zico cuek saja dan terus menyantap makanannya.

“Ada apa denganmu? Apa kau sakit?” tanya Eomma

“Aniyo eomma, aku sehat-sehat saja” jawab Ara dengan tersenyum terpaksa

“Apa anak appa sedang patah hati?” ledek Appa

“Aniyo appa” jawabnya datar

“Sudah cepat sarapan, kau ingin aku antar tidak?” perintah Zico dan Ara pun menuruti

***

#Gerbang Sekolah

“Gumawo oppa” ucap Ara masih lesu dan langsung berlalu meninggalkan oppanya, Zico memandang punggung Ara dengan lamat sampai punggung dongsaengnya menjauh dari pandangannya.

Ara melewati koridor masih dalam keadaan tak semangat, dan ketika ia sudah berada didepan kelas Suho ia mempercepat langkahnya sambil menutupi wajahnya dengan tangan kanannya dan jalan menunduk.

“Bruggg….” Ara menabrak sesuatu tepatnya seseorang dan membuat keduanya terjatuh.

“Aww…” rintih Ara. Ara melirik kearah orang yang ia tabrak dan ternyata itu Suho. Mereka berdua pun sama-sama salah tingkah.

“Gwaenchanha?” tanya Suho khawatir

“Ne gwaenchanha” ucapku sambil memalingkan pandangan dari Suho

“Mianhae” ucap Suho ketika Ara hendak berjalan

“Ne? untuk apa kau minta maaf?” tanya Ara

“Sudah menabrakmu” jelasnya

“Ani, aku yang salah, sudah lupakanlah hanya masalah kecil” ucap Ara dan iapun berlalu dari hadapan Suho yang masih berdiri didepan kelasnya.

Sesampainya dipintu kelas, Ara mengelus dada dan menarik nafasnya panjang, disudut kiri kelas tampak Chanyeol mengamati Ara.

“Hei Ara, tidak biasanya kau jam segini sudah datang” guyon Chanyeol pagi-pagi sudah celoteh.

Ara tak menghiraukan kicauan sahabatnya itu, ia langsung duduk dikursinya dilihat kursi sebelah masih kosong menandakan Minah belum datang. Tahu kursi disebelah Ara kosong Chanyeol langsung mendekati Ara.

“Hei kau ini kenapa? Lesu sekali apa kau sakit?”tanya Chanyeol tiba-tiba sok khawatir sambil memegang kening Ara.

“Heh apa yang kau lakukan, aku baik-baik saja” ucap Ara menepis tangan Chanyeol.

“Ara” panggil Chanyeol memasang tampang aeygo-nya, membuat Ara ingin muntah.

“Aishh jauhkan wajah jelekmu dari mataku, sungguh mengganggu” Ara menutupi wajah Chanyeol dengan tangannya dan saat itu juga tangan Ara dijilat oleh Chanyeol membuat ia kaget dan berteriak.

“CHANYEOLLLL YAAA..” teriaknya membuat seisi kelas menengok kearahnya termasuk Sehun yang dari tadi tenang mendengarkan musik di ipod-nya sambil membaca pelajaran, dan dibalik pintu juga ada sesosok namja yang sedang melihat kearah mereka berdua,Kai.

“Ara..” panggil Kai sedikit berteriak. Ara menengok kearah Kai dan langsung menghampirinya.

“Ada urusan apa si black dengan Ara” gumam Chanyeol

“Ada apa Kai?” tanya Ara

“Aku hanya ingin memberikan surat ijinnya Minah, hari ini ia tidak masuk karena sakit” jelasnya

“Mwo? Sakit apa?” Ara terkejut mendengar sahabatnya sakit.

“Hanya demam”jelas Kai

“Aishh…oiya Kai soal kemarin aku minta maaf karena tidak jadi kerumahmu”ucap Ara tiba-tiba meminta maaf soal kemarin.

“Ne tidak apa-apa, ya sudah aku kekelas ya” Pamit Kai. Ara hanya tersenyum.

“Surat apa itu?” selidik Chanyeol

“Surat ijin Minah, dia tidak masuk hari ini karena sakit” jawab Ara lesu. Tanpa berkata Chanyeol langsung beranjak kekursinya untuk mengambil tasnya dan ia kembali duduk dikursi Minah.

“Sedang apa kau?”tanya Ara ketus

“Sedang duduk dikursi Minah, Hehe” Jawab Chanyeol cengar-cengir sambil memeluk tas ranselnya.

“Kha” usir Ara sedikit berteriak

“Shirheo” tolak Chanyeol membuat Ara kesal

“Oke, kalau kau tidak mau pindah aku tidak akan bicara denganmu hari ini” ancam Ara

“Araa..” rengek Chanyeol memasang muka melas

“Terserah kau” ucap Ara jutek sambil membuka buku pelajaran dan mulai menyuekin Chanyeol. Akhirnya Chanyeolpun kembali ke tempat duduknya. Sehun yang dari tadi mengamati hanya tersenyum saja.

Ponsel Ara tiba-tiba bergetar, dilihatnya ada Kakaochat dari Kris.

[Pagi chagi? Apa kau sudah sampai disekolah?aku baru saja memarkirkan motorku] -Kris-

[Ne, aku sudah ada dikelas] –Ara-

[Bisakah kita bertemu ditempat biasa?aku sangat merindukanmu chagi] –Kris-

[Ne, aku akan langsung kesana]-Ara-

Ara pun langsung keluar kelas, Chanyeol masih saja menatap Ara hingga Ara menghilang dibalik pintu.

Ara tiba diatap sekolah 3 menit lebih awal dari Kris.

“Apa kau menunggu lama?” tanya Kris tiba-tiba membuat Ara kaget.

“Hei kau sudah datang, Aniya aku juga baru tiba” ucap Ara. Kris langsung memeluk Ara membuat ia diam mematung menerima pelukan Kris, Kris melepas pelukannya.

“Bogoshipoyo Ara” bisik Kris ditelinga Ara membuat jantung Ara berdetak lebih cepat.

“Mwo? Jangan menggombal kau pagi-pagi” ucap Ara memukul pelan bahu Kris, dan menjauhkan tubuhnya dari Kris.

“Apa aku terlihat seperti namja suka gombal?” tanya Kris

“Ne” jawab Ara singkat

Kapan aku pernah nggombal?” Kris malah bertanya pada dirinya sendiri

“Untuk apa kau menyuruhku keatap pagi-pagi seperti ini?” tanya Ara

“Aish..aku kan tadi sudah bilang, kalau aku merindukanmu” jawab Kris sedikit kesal

“Jjinja?” ledek Ara, Kris tak menggubris pertanyaan ledekan Ara, ia sempat terdiam sesaat.

“Ara?” panggil Kris

“Ne” langsung menengok kearah Kris sambil tersenyum

“Sebenarnya aku memanggilmu kemari karena ada hal yang ingin aku katakan padamu” Ucap kris terlihat serius mebuat Ara sedikit takut

“Mwo? Apa itu sangat serius?” tanya Ara khawatir

“Ne” jawab Kris singkat, pandangan Kris lurus kedepan seakan ada beban yang ia tanggung.

“Ada apa Kris?bicaralah padaku?” Ara semakin penasaran

“Kemarin sore ibuku datang dari China, makanya aku tidak jadi pergi kerumahmu, mianhae aku sudah berbohong” jelas Kris

“Oh ibu mu datang menjengukmu kah? bagus dong, ah kau tak usah minta maaf soal kemarin” ucap Ara masih dengan ekspresi normal, tapi lain halnya dengan ekspresi Kris yang tampak putus asa. Seketika Kris menunduk.

“Kris,ada apa sebenarnya?” tanya Ara mulai gelisah. Tanpa berkata Kris langsung memeluk Ara lagi dan kali ini pelukannya sangat erat sampai-sampai Ara tak bisa mengatur pernafasannya.

“Kris wae?” Ara mencoba melepaskan pelukan Kris,karena jika tidak buru-buru ia bisa saja pingsan kehabisan bernafas.Dilihat wajah Kris yang sudah basah dengan air matanya, Ara semakin takut.

“Kris wae?wae? katakan padaku jangan buatku takut seperti ini” ucap Ara sambil menggoyang-goyangkan bahu Kris.

“Ara Saranghae jeongmal saranghae” ucap Kris yang sudah serak-serak basah. Tak sadar Ara pun mulai mengeluarkan air matanya bahkan sebelum Kris berbicara intinya.

“Wae Kris Wae?” tangis Ara semakin keras.

“Mianhae, mulai besok aku sudah tidak bisa melihatmu lagi Ara” Ucap Kris sambil menunduk karena tak berani menatap Ara.

“Mwo? Memangnya kau mau kemana?bukankah ujian kelulusan tinggal beberapa bulan lagi, tak bisakah kau menunggu?” ucap Ara mulai mengeluarkan emosinya.

“Mianhae, tapi aku harus ikut ibuku kembali ke China besok” jelas Kris, Ara langsung berdiri dan langsung berlari pergi meninggalkan Kris.

Ara terus berlari tanpa melihat apa yang ada didepannya, ia menuju toilet wanita dan ia tumpahkan tangisnya disana, begitupun Kris yang masih terdiam diatap sekolah.

“Mianhae Ara, jeongmal mianhae” lirih Kris sambil mengontrol emosinya agar air matanya tak jatuh lagi membasahi pipinya.

 

-Flashback-

#Sore, Dirumah Kris.

Nampak Kris, ibunya, neneknya serta bibinya sedang bicara serius diruang tamu.

“Shirheo, aku tidak akan kembali ke China” tegas Kris keras dengan wajah dinginnya menatap ibunya yang sudah lebih 10 tahun meninggalkannya.

“Kris, kembalilah tinggal bersama ibumu, Ne” ucap sang nenek lembut.

“Nenek bagaimana kau bisa menyuruhku tinggal bersama wanita yang sudah membuangku?” ucap Kris

“Ibumu tidak membuangmu, ia hanya menitipkan kau disini, karena ibumu tak bisa menjagamu sambil bekerja, mengertilah Kris, ibumu sudah banyak berkorban untukmu” Jelas bibinya panjang lebar.

“Sudahlah jangan memaksanya, aku memang pantas mendapatkan ini dari anakku” ucap ibu Kris pasrah.

Pembicaraan pun berlanjut dikamar masing-masing, jadi bibinya menenangkan ibunya Kris, sementara sang nenek yang sudah merawat Kris dari kecil sedang menenangkan Kris. Singkat cerita akhirnya Kris bersedia tinggal bersama ibunya karena nasehat sang nenek yang sangat ia hormati & sayangi.

–flashbackend-

 

Ara kembali kekelas dengan mata sedikit merah, saat ia sampai dikelas ternyata sudah ada guru, Ara pun meminta maaf karena datang terlambat. Chanyeol memandang Ara tajam berbeda dengan pandangan-pandangan sebelumnya. Sehun memperhatikan mereka berdua.

***

#Istirahat

Saat bel berbunyi Ara langsung bergegas keluar kelas tanpa memperdulikan Chanyeol dan Sehun, ia berlari menuju kelas Kris.

“Ada apa dengannya?” tanya Sehun pada Chanyeol, ekspresi Chanyeol benar-benar tak bisa Sehun tebak.

“Kajja kita kekantin saja” ajak Chanyeol. Sesampainya Chanyeol dan Sehun dikantin.

“Ara mana?” Baekhyun celingak-celinguk mencari sosok Ara setelah Chanyeol dan Sehun sudah datang.

“Molla” Sehun mengangkat bahu.

“Hei Chan kenapa wajahmu sungguh mengerikan, lihatlah matamu hampir saja keluar” ledek Baekhyun sambil mendekatkan ponselnya ke muka Chanyeol untuk berkaca.

“Diam, aku sedang tidak ingin bercanda” ucap Chanyeol sedikit berteriak.

Baekhyun pun langsung menutup mulutnya dengan tangan kanannya.

“Kau kenapa Chan? Apa kau bertengkar dengan Ara?” tanya D.O cari tau.

“Ani, tadi pagi aku baru saja melihat sesuatu yang tak seharusnya ku lihat” jelas Chanyeol datar.

“Apaan tuh?” Celetuk Baekhyun antusias.

“Tadi pagi aku mengikuti Ara ke atap sekolah…….”Chanyeol menghentikan bicaranya padahal ketiga temennya sudah pasang telinga lebar-lebar untuk mendengar cerita Chanyeol.

“Aku…melihat Ara bersama Kris disana?” jelasnya.

“Mereka sedang apa pagi-pagi diatap sekolah?” tanya Sehun.

“Entahlah” jawabnya mengecewkan pendengar.

“Aishh..kau kalau bicara yang jelas, kau sungguh membuat orang emosi” ucap Baekhyun emosi.

“Ternyata Ara dan Kris menjalin hubungan” sambung Chanyeol lagi.

“Hubungan apa?” tanya Baekhyun tak mengerti.

“Aish kenapa otakmu lemot sekali” Chanyeol memukul kepala Baekhyun dengan sumpit ramen yang sedang ia makan.

“Kau ini, makanya kalau bicara yang jelas jangan setengah-setengah hah” Baekhyun tak mau kalah ia pun memukul kepala Chanyeol dengan sendok.

D.O dan Sehun hanya geleng-geleng kepala.

***

Ditempat lain, Ara terus mencari Kris disetiap ruang yang ia lewati karena setelah Ara kekelas Kris, kelasnya sudah kosong. Ara terus mencari hingga kebelakang halaman sekolah.

“Ternyata ia disana” ucap Ara setelah melihat sesosok Kris bersama teman-temannya sedang duduk-duduk.

“Kris” panggil Ara dan ia pun menghampiri Kris. Kris bangkit dari duduknya.

“Bagaimana kau tau aku disini?”tanya Kris kaget melihat Ara.

“Apa aku menggangumu?” tanya Ara.

“Ani Ara, bicara saja pada Kris sesuka hatimu” celetuk Tao yang mendengar percakapan kalian.

“Makanlah dulu dikantin dengan teman-temanmu, sepulang sekolah aku akan menunggumu diparkiran” pinta Kris.

“Ne arraseo,mian aku sudah mengganggu waktu terakhirmu bersama teman-temanmu,aku tadi hanya takut kau akan pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal padaku” papar Ara. Kris hanya memandangi Ara sambil tersenyum.

“Cepat kamu keruang kesehatan,minta obat tetes mata, matamu sungguh merah” ucap Kris sambil memandang wajahmu dalam.

“Ne Oppa” ucap Ara untuk pertama kali memanggil Kris oppa, membuat hati Kris bahagia sekaligus sakit,bahagia akhirnya orang yang ia sayangi memanggilnya Oppa, tapi sakit karena mungkin saja itu adalah panggilan pertama dan terakhirnya, Kris tersenyum pada Ara sebelum Ara pergi.

 

“Apa Ara sudah tau kau besok akan ke China?” Tanya Xiumin.

“Sudah, tadi pagi aku memberitahunya” jawab Kris sedih.

“Sabarlah Kris, jika kau berjodoh dengan Ara kau pasti akan bertemu lagi dimasa depan” ucap Chen menghibur Kris.

“Terus hubungan kau dengan Ara?” Luhan ikut bertanya.

“Mungkin akan berakhir malam ini”jawab Kris pasrah.

“MWO??” ucap ke empat temannya kaget.

“Kau sungguh kejam Kris” ucap Tao geleng-geleng kepala.

“Ne, kenapa kau harus lakukan itu?bukankah itu menambah kesedihan Ara” Luhan ikut menasehati Kris.

“Pikirkanlah baik-baik Kris sebelum kau menyesal” nasehat Chen.

“Ne, kau kan masih bisa LDR-an , zaman sekarang sudah serba canggih,lagipula Korea dan China tidak terlalu jauh” jelas Xiumin juga.

“Arrasseo, tapi aku takut membuat Ara kecewa nantinya” ucap Kris

“Maksudmu kau takut disana kau akan menemukan yeoja lain dan akan mengkhianati Ara, apa kau sudah memikirkan untuk mencari yeoja China?” tanya Tao.

“Aniyo, bukan itu maksudku” ucap Kris meyakinkan teman-temannya.

“Kalau begitu jangan pernah kau berpikir untuk memutuskan Ara,Ne? Jika kau lakukan itu aku akan mengambil Ara selamanya” Ucap Luhan becanda tapi terlihat serius.

“Mwo?apa kau menyukai Ara?” Tanya Tao polos, dan semua mata kini tertuju pada Luhan.

“Ani, aku hanya ingin menakuti Kris” ucap Luhan.

***

Ara menghampiri teman-temannya yang sedang menyantap makanan dikantin, Ara duduk disamping Chanyeol dengan lemas dan cukup membuat Chanyeol kaget karena kedatangan Ara yang tiba-tiba.

“Dari mana saja kau?” tanya Chanyeol sinis.

“Apa ada yang ingin memberiku Ramen?aku sangat lapar” ucap Ara seakan tak memperdulikan pertanyaan Chanyeol tadi. Baekhyun yang duduk didepan Ara pun langsung memberikan Ramennya kepada Ara karena iba, tapi tangan Chanyeol menahannya.

“Biar aku belikan saja” ucap Chanyeol, ia pun bangkit dari duduknya dan langsung membelikan Ara Ramen.

“Kau kenapa Ara?” tanya Sehun.

“Tidak papa, aku hanya lapar” jawab Ara datar.

“Apa kau bertengkar dengan caplang?” Tanya Baekhyun menambahkan.

“Ani” ucap Ara lagi sambil ingin meneguk minuman yang ada didepannya, ya minuman Baekhyun tapi Chanyeol keburu datang dan menyingkirkan minuman Baekhyun diganti dengan minuman soda yang dia belikan untuk Ara.

“Kau ini, kenapa kau melarang Ara memakan Ramenku dan meminum minumanku?memangnya aku punya penyakit menular apa?” Baekhyun merasa tersinggung dengan sikap Chanyeol yang berlebihan kepada Ara. Chanyeol hanya diam dan kembali ketempat duduknya.

Ara memakan Ramennya yang sudah di seduh sebelumnya sama Chanyeol, saat Ara makan teman-temannya menatapnya membuat Ara risih.

“Wae? Apa yang kalian lihat?” tanya Ara kepada teman-temannya. D.O,Sehun dan Chanyeol langsung mengalihkan pandangannya sementara Baekhyun justru sengaja memandang Ara dengan tampang cute-nya sambil menompang dagu.

“Hei Baekhyun apa kau mau aku pukul?” tanya Ara merasa kesal dengan Baekhyun yang memasang pose cute-nya, ya Ara paling benci jika Baekhun sudah memperlihatkan wajah cute-nya karena itu bisa saja membuat Ara terpesona.

“Aishh kau ini yeoja aneh, seluruh yeoja disekolah ini sangat tergila-gila padaku karena muka imutku” ucap Baekhyun memuji dirinya sendiri membuat D.O dan Chanyeol ingin muntah sementara Sehun malah tertawa terbahak-bahak mendengarnya membuat mereka semua melirik kearah Sehun.

“Hei Sehun-ah apa kau mengejekku?apa kau merasa lebih tampan dariku?” tanya Baekhyun sinis.

“Tentu saja dia lebih tampan, cute, putih dan lebih tinggi darimu Byun” ucap Ara jujur membuat Chanyeol dan D.O tertawa terbahak-bahak,sementara Baekhyun langsung memasang muka innocent-nya. Mereka terus-terusan saling ledek-ledekan sampai jam istirahat berakhir kali ini Sehun pun sudah berani meledek teman-temannya. Ara dan Chanyeol pun seakan lupa dengan apa yang terjadi sebelumnya.

***

“Ara apa kau tau alamat rumah Minah?” tanya Sehun sepulang sekolah.

“Tentu saja ? kenapa? Ahhh…kau ingin kerumah Minah diam-diam ya?” ucap Ara curiga.

“Ani, bukan begitu ehmm oiya apa kau tidak menjenguk Minah?” tanya Sehun lagi membuat Ara semakin curiga.

“Hari ini aku tidak bisa, soalnya aku punya urusan yang lebih penting, tapi jika kau ingin menjenguk Minah, aku bisa memberimu alamatnya atau kau pergi saja dengan Kai” usul Ara.

“Aku berangkat sendiri saja, ya sudah nanti kau sms alamatnya sekarang aku harus menemani Chanyeol dulu” jelasnya.

“Kemana?” tanya Ara penasaran.

“Ke rumah sakit, dia bilang ingin periksa matanya, apa dia tidak cerita kepada mu?”

“Ani, memang kenapa dengan matanya Chan?”tanya Ara lagi.

“Aishh aku pikir kalian dekat ternyata banyak hal yang kau tak tahu dari Chanyeol” ucap Sehun geleng-geleng kepala.

“Hei Sehun cepat katakan padaku ada apa dengan Chan?” tanya Ara semakin penasaran.

“Aku tidak kenapa-napa, hanya ingin periksa mata, mungkin mataku minus” jelas Chanyeol yang tiba-tiba muncul.

“Hei kenapa kau tidak cerita-cerita padaku?kau menganggap aku apa hah?” marah Ara.

“Apa kau juga akan menceritakan semua yang kau alami padaku?” Ucap Chanyeol menyindir Ara.

“Apa yang kau maksud?” Ara tak mengerti.

“Sudahlah aku harus cepat kerumah sakit, kajja Sehun” Chanyeol dan Sehun pun meninggalkan Ara yang masih berdiri dikoridor.

Diparkiran sekolah Nampak Kris yang sedang menunggu Ara sambil bersandar di motor ninja miliknya. Saat sosok Ara sudah terlihat Kris tersenyum kearah Ara begitupun sebaliknya.

“Mian sudah menunggu lama” ucap Ara minta maaf.

“Gwaenchana, kajja” ajak Kris memberi Ara helm.

“Kita mau kemana?”

“Ikut saja, nanti juga kau akan tau”

Kris dan Ara pergi ke sebuah coffee shop mereka duduk dipojok ruangan yang mengarah kejalan.

“Kau ingin pesan apa Chagiya?” tanya Kris sambil melihat-lihat buku menu beraneka coffee dan cake.

“Terserah kau saja oppa” jawab Ara tersenyum kearah Kris, Krispun membalas senyum Ara.

Kris pun menunjuk cake & ice coffee yang mereka pesan kepada pelayan. Mereka saling tebar senyum ketika pelayan sudah pergi, ya mereka saling tersenyum untuk menyembunyikan kesedihannya masing-masing. Hati Kris sebenarnya sangat teriris melihat senyum Ara yang mungkin esok akan menjadi tangisan, begitupun Ara ia tahu jika Kris tak ingin meninggalkannya tapi ia tetap mendukung apapun keputusan Kris terlebih jika itu terbaik untuk Kris dan ibunya.

“Kau ingin pergi kemana hari ini?” tanya Kris.

“Ani, aku tidak ingin kemana-mana aku hanya ingin seharian denganmu hari ini” ucap Ara tulus. Kris hampir saja mengeluarkan air mata mendengar perkataan Ara tapi ia bisa menahannya.

“Oppa, apa aku bisa bertemu dengan ibumu hari ini?” tanya Ara tiba-tiba.

“Untuk apa?”Kris bertanya balik.

“Tidak bolehkah?ya sudah” ucap Ara kecewa.

“Ani, tentu saja boleh, habis makan kita kerumah ku ne?” ucap Kris.

“Jjinja?yeahh” ucap Ara senang. Kris hanya mengiyakan dengan senyumannya.

***

Ara dan Kris sudah sampai dirumah Kris, ini adalah kali pertama Ara berkunjung kerumah Kris, Ara mengikuti langkah Kris dari belakang, sesampainya didepan pintu.

“Aku pulang” ucap Kris membuka pintu, Kris dan Ara masuk kedalam, Disana ada Nenek serta Bibi Kris yang sedang menonton tv.

“Siapa gadis itu Kris?” tanya sang nenek sambil membetulkan kacamata silindernya.

“Ne, perkenalakan ini pacarku Nek…..”belum sempat Kris selesai memperkenalkan Ara, Ara sudah memotongnya.

“Annyeonghaseyo Kang Ara imnida, aku hanya teman satu sekolah Kris, senang bertemu nenek dan bibi” ucap Ara sambil membungkukan badan 90 derajat.

“Aish kenapa kau hanya bilang kita berteman?” bisik Kris ditelinga Ara.

“Sudah kau diam saja” balas Ara.

“Annyeong Ara, silahkan duduk” sambut bibinya Kris, sementara nenek Kris masih mengamati Ara. Ara pun duduk.

“Ara ini nenekku yang paling aku cintai, dan itu bibiku yang merawatku dari kecil” jelas Kris.

“Annyeong halmeonim , ahjumma” salam Ara lagi. Bibinya Kris langsung kedapur untuk membuat minuman, sementara Kris pergi kekamarnya untuk menaruh tas-nya kini tinggal Ara dan neneknya Kris yang ada diruang tersebut.

“Apa benar kau hanya temannya Kris?” selidik Sang nenek.

“Ehmm ne halmeonim” jawab Ara ragu.

“Ani nek, dia yeojachingu ku” jawab Kris yang tiba-tiba muncul dan langsung duduk disamping Ara.

“Kenapa kau harus berbohong?” tanya nenek kepada Ara.

“Joesonghamnida halmeonim” ucap Ara menyesal sambil membungkuk setengah badan.

“Nenek, kau sudah membuat yeojaku tegang karena pertanyaan mu” ucap Kris, dan sang nenekpun hanya tertawa.

“Haha mianhae nenek hanya mengetesmu saja” ucap sang nenek sambil kipas-kipas membuat Ara bingung dan menengok kearah kris, Kris hanya tersenyum lalu Ara menengok kearah nenek lagi sambil tersenyum malu.

“Nek ibu dimana?” tanya Kris.

“Ibumu sedang membuat passport dan visa mu” jelas nenek.

“Oiya nek, bukankah membuat visa itu lama?” tanya Kris dan Ara mengiyakan.

“Ne” jawab sang nenek.

“Lantas kenapa aku harus berangkat ke China besok pagi?” tanya Kris bingung.

“Siapa yang menyuruhmu ke China besok hah?” tanya balik sang nenek emosi, Kris dan Ara saling pandang lalu sama-sama tersenyum senang.

“Jadi aku tidak harus kesana besok kan nek?” tanya Kris lagi untuk memastikan.

“Memangnya siapa yang bilang kau akan berangkat besok hah?dasar pabo” Sahut bibi Kris dari arah dapur sambil membawa minuman.

“Hah Jjinjayo?Ara kita masih bisa bersama-sama” ucap Kris sambil loncat-loncat bahagia dan ia seketika langsung memeluk Ara didepan nenek dan bibinya, membuat sang bibi berdehem dan Ara pun melepaskan pelukan Kris karena malu dilihat nenek dan bibi Kris.

“terima kasih nenek” ucap Kris berlari kearah neneknya dan memeluknya.

Tak diduga, dari balik pintu ternyata ibunya Kris mendengar semua percakapan mereka dan membuatnya tak kuasa menahan tangis, ia pun bergegas pergi.

“Apa aku terlalu egois mengambil Kris dan merebut kebahagiannya disini?” batin ibu Kris.

***

Ditempat lain terlihat Sehun sedang menunggu Chanyeol yang sedang periksa matanya disalah satu rumah sakit, untuk mengusir kejenuhannya Sehun mendengarkan lagu diponselnya. Sehun pun terlihat mengikuti lirik lagu yang ia dengarkan sambil tangannya ikut bergerak.

Na eureureong eureureong eureureong dae 3x da mulleo seoji anheumyeon dachyeodo molla,..”Sehun nyanyi sambil ikut dance ala Exo, membuat beberapa orang yang melintas didepannya memandanginya aneh, dan ada pula 2 anak kecil yang menertawainya tapi Sehun tetap cuek. Chanyeol-pun keluar dari ruang dokter dan Sehun langsung bangkit dari tempat duduk.

“Sudah selesai?apa kata dokter?” tanya Sehun

“Mataku minus dan aku harus membeli kacamata di optik yang sudah ia tunjuk, kajja antar aku ke optik sekarang” Ucap Chanyeol langsung merangkul Sehun.

“Sepulang dari optik kau ingin kemana lagi?” tanya Sehun saat mereka berdua jalan dikoridor rumah sakit.

“Mungkin aku langsung pulang, apa kau ingin main kerumahku?” tanya Chanyeol.

“Oh boleh” jawab Sehun, Tadinya Sehun ingin mengajak Chanyeol ke rumah Minah, tapi ia takut Chanyeol malah meledeknya,makanya ia mengurungkan niatnya untuk kerumah Minah hari ini.

***

#Rumah Ara

“Gumawo, sudah mengantarku” ucap Ara berseri-seri.

“Cheonma chagi” balas Kris sambil tersenyum.

“Apa kau ingin mampir kerumahku?” tanya Ara.

“Ani, aku mau langsung saja ke rumah Tao, ingin memberitahu dia kalau aku tidak jadi pergi besok” ucap Kris membuat Ara sedikit kecewa, ia pun memanyunkan bibirnya.

“Hei kenapa bibirmu manyun-manyun seperti ori itu?apa kau ingin ku cium?” ledek Kris, Ara langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

“Sudahlah sana kau pergi saja” ucap Ara ngambek dan langsung berbalik badan melangkah kearah rumahnya, tiba-tiba Kris memeluknya dari belakang membuat Ara kaget.

“Apa yang kau lakukan?cepat lepaskan” Ara mencoba melepaskan tangan Kris.

“Shirheo, aku tidak akan melepaskannya sampai kau berhenti marah padaku” jelasnya.

“Siapa yang marah padamu, cepat lepaskan nanti kalau ada yang melihat bagaimana” ucap Ara terus berusaha melepaskan pelukan Kris, Kris pun melepas pelukannya setelah ia berhasil mencium pipi kanan Ara dan membuat wajahnya memerah.

“Aishh kenapa kau selalu seenaknya saja mencium pipiku tanpa ijin?” ucap Ara sambil memukul manja bahu Kris membuat Kris justru melingkarkan tangannya pada pinggang Ara membuat wajah mereka begitu dekat.

“Apa jika aku minta ijin, kau akan menijinkanku untuk menciummu?” tanya Kris nakal.

“Tentu saja tidak” jawab Ara tegas justru membuat Kris merasa tertantang. Kris pun langsung mencium bibir Ara. Ara mencoba mendorong tubuh Kris agar Kris menghentikan perbuatannya, namun tenaga Kris 5x lebih kuat dari Ara sehingga Ara pun pasrah menerima setiap lumatan dari bibir namjachingu-nya.

“Sudah Kris lepaskan” Ara mendorong Kris sekuat tenaga.

“Kau ini” ucap Ara sedikit marah, tanpa banyak bicara ia pun langsung berlari masuk kedalam rumahnya sementara Kris terus memandang Ara.

“Apa kau tidak suka aku cium?” gumam Kris setelah Ara menghilang dari pandangannya, Kris pun langsung melaju ke rumah Tao.

#Dirumah Minah.

Kai sedang mondar-mandir didepan Minah yang sedang membaca majalah ditempat tidurnya.

“Oppa, kau sedang apa?” tanya Minah.

“Ani” jawabnya singkat tapi terlihat wajahnya seperti sedang memikirkan sesuatu.

“Kau terlihat aneh hari ini” ucap Minah sambil mengambil minum yang ada dimeja samping tempat tidurnya.

“Minah, apa Ara sudah punya pacar?” tanya Kai tiba-tiba membuat Minah keselek.

“Mwo? Apa kau menyukainya oppa?” tanya Minah dengan mata melotot.

“Memangnya aku salah jika aku menyukainya?” tanya Kai frustasi.

“Ani, tapi kenapa kau menyukai Ara hah? Memang tidak ada yeoja cantik dikelasmu?” ucap Minah.

“Aku tidak suka wanita cantik” jawab Kai datar.

“Terus menurutmu Ara itu jelek?” tanya Minah.

“Ani, bukan begitu maksud ku, kau ini tidak pernah merasakan jatuh cinta apa?” ucap Kai emosi.

“Kenapa kau jadi marah padaku?” Minah langsung memanyunkan bibirnya.

“Aku tidak marah, Minah bantu oppamu ne untuk mendapatkan Ara” rayu Kai.

“Shirheo” tolak Minah.

“Jebal” Kai memasang wajah melas.

“Ne ne nanti aku coba, keluarlah dari kamarku, aku ingin istirahat” usir Minah dan langsung membaringkan lagi tubuhnya di ranjang.

“Oke, gumawo dongsaeng ku” ucap Kai senang dan langsung mecium kening Minah sebelum meninggalkan kamar.

“Aishh kenapa semua orang menyukai Ara? aku tau jika wajah dia cantik seperti Suzy Miss A tapi wajahku juga tak kalah cantik seperti yoona SNSD, aishhh dunia tidak adil” keluh Minah langsung menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.

“Oh iya kenapa juga sampai saat ini Ara tak menelponku?apa dia tidak peduli sahabatnya sedang sakit” gerutunya lagi.

***

Malam hari tanpa diduga Chanyeol,Sehun, Baekhyun dan D.O datang kerumah Ara sekitar jam 7 malam, Ara yang saat itu sedang menonton acara bola bersama Appa dan Oppa-nya membuka pintu ketika bel rumahnya berbunyi.

“Mwo?ada apa kalian malam-malam begini datang kerumahku?” tanya Ara kaget, ya walaupun Ara dekat dengan ke-4 teman prianya tapi ini adalah hal pertama mereka main kerumah Ara pada malam hari.

“Kami tadi habis dari suatu tempat, terus karena kami melewati rumahmu jadi kami putuskan untuk mampir sebentar” jelas Baekhyun berbohong.

“Ne” jawab ke-3 temannya yang lain serempak.

“Dirumah mu ada siapa?” tanya Chanyeol sambil masuk kedalam rumah Ara, diikuti yang lain dan ketika melihat Appa dan Zico sedang menonton bola, mereka ber-4 pun ikut gabung.

“Sekarang apa lawan apa paman?” tanya Baekhyun sok dekat dengan Appa-nya Ara.

“MU vs Real Madrid” ucap sang Appa.

“Wah team favorit aku itu” ucap Sehun.

“Apa team favoritmu?” tanya D.o

“Real Madrid” jawab Sehun. Yang lain pada sibuk membicarakan bola dan Chanyeol langsung kedapur menemui eomma Ara yang sedang buat tteoppoki.

“Kalian ramai-ramai kesini hanya ingin menonton bola?” tanya Ara sambil duduk disofa seorang diri,sementara yang lain duduk dibawah.

“Ne, tadi Zico hyung ngline aku untuk gabung nonton bola dirumahmu” sahut Chanyeol sambil membawa beberapa gelas orange juice.

“Yang benar oppa?”tanya Ara pada Zico

“Ne, lagipula besok kalian libur sekolah kan?” jawab Zico dan bertanya pada 4 namja

“Ne” jawab mereka serempak

“Ara..cepat kemari bantu eomma” teriak eomma dari arah dapur

“Ne eomma” Ara pun langsung berjalan menuju dapur

“Apa kalian sudah sering main kerumah Ara?”bisik Sehun ditelinga D.O

“Ne, tapi ini baru pertama kali kita kerumahnya untuk nonton bola” jawab D.O

“Sepertinya disini ada wajah baru” ucap Zico mengarah ke Sehun.

“Oiya hampir lupa kami memperkenalkan Sehun, ini Sehun teman sekelas aku dan Ara”ucap Chanyeol memperkenalkan Sehun, dan Sehunpun menundukkan kepalanya salam hormat kepada appa dan Zico.

“Hei bagaimana kalau kita taruhan” usul Baekhyun.

“Mwo?apa yang kau katakan,kau tahu taruhan itu dosa” ucap Chanyeol sambil memukul kepala Baekhyun karena bicara sembarangan didepan Appa dan Zico.

“Bukankah kita sudah biasa taruhan?” tanya Baekhyun polos membuat Chanyeol memukul kepala Baekhyun lagi, Appa dan Zico yang melihatnya hanya tertawa.

“Ayo taruhan saja buat seru-seruan, siapa yang mendukung MU?” Appa Ara angkat bicara. Chanyeol, D.O, Baekhyun dan Zico angkat tangan.

“Heh Chan bukankah kau supporter Real Madrid?”tanya Byun.

“Ne, tapi Real Madrid malam ini mainnya kurang bagus jadi aku pilih MU” jelas Chanyeol.

“Dasar kau supporter tidak setia” ucap Baekhyun lagi.

“Jadi kau sebenarnya tidak percaya diri dengan club kesayanganmu itu?” ledek Zico.

“Ani, bukan begitu hyung, aku tetap setia dengan Real Madrid tapi……”belum selesai Chan bicara Baekhyun sudah memotong.

“Ahhh kau banyak sekali alasan”ucap Byun.

“Hei Sehun kau menjagokan Real Madrid?” tanya Zico

“Ne hyung” jawab Sehun.

“Kalau appa?” tanya Zico sekarang melirik appanya.

“Tentu saja Appa jadi saksi, jadi supporter manapun yang kalah kalian harus mentraktir Appa, Ne?” jelas Appa sambil tertawa.

“MWO???” jawab mereka serempak.

“Appa, kenapa appa curang?” tanya Zico.

“Ne, jadi hanya aku yang pilih Real Madrid ?” Sehun mulai khawatir kalau-kalau nanti ia yang kalah dan akan mentraktir 5 orang sekaligus.

“Aku pilih Real Madrid juga”ucap Ara yang tiba-tiba datang sambil membawa tteoppoki, eomma pun ikut bergabung.

“Yehet, aku jadi ada temannya” ucap Sehun senang.

Mereka pun menyaksikan pertandingan bola dengan cukup serius, dan ketika ada bola yang masuk gawang sorakan pun keluar dari supporter tim yang menang, pada babak ke-1 MU unggul 1:0, tapi saat babak ke-2 dimenit 80:56 tim Real Madrid akhirnya berhasil mencetak gol sehingga skor imbang sampai akhir, dan akhirnya tidak ada yang menang dan kalah, terlihat semua penonton kecewa.

***

“Kau sedang apa?lama sekali mengangkat teleponku” suara Kris terdengar dari ponsel Ara.

“Mianhae oppa, tadi aku lagi menonton tv dan ponselku tertinggal dikamar” jelas Ara.

“Oh..besok siang apa kau ada acara?”

“Tidak ada, kenapa?apa kau ingin mengajakku kencan?” tanya Ara percaya diri.

“Ne, aku ingin mengajakmu nonton”

“Nonton apa?” tanya Ara cerewet.

“Apa saja yang penting nonton bersamamu” Ara terlihat sumringah dan loncat-loncat diranjangnya karena senang mendengar perkataan Kris baru saja, tanpa kontrol ia pun terjatuh dari ranjangnya.

“BRUUUGG”

“Ara kau kenapa?” tanya Kris panik dan beranjak duduk dari posisi awal yang sedang berbaring di sofa.

“Appo” ringis Ara menambah kepanikan Kris.

“ARA, KAU KENAPA CEPAT BERITAHUKU JANGAN MEMBUATKU KHAWATIR” ucap Kris sedikit berteriak. Ara yang baru sadar ponselnya tidak ada digenggamannya pun celingak-celinguk mencari ponselnya.

“Tes..tes.. Kris kau masih disana?” tanya Ara setelah menemukan ponselnya.

“Ya, apa yang baru saja terjadi denganmu?” Kris masih panik

“Ani, tidak terjadi apa-apa oppa” ucap Ara sambil tangan kirinya masih mengelus-elus dengkulnya yang kesakitan.

“Jjinja?tadi jelas-jelas aku mendengar seperti suara benda jatuh”

“Ne, kau benar aku yang baru saja terjatuh dari tempat tidurku” ucap Ara lemas,ia memang tak pandai berbohong.

“Mwo?kau terjatuh dari tempat tidur?Hahaha” tiba-tiba saja Kris tertawa terbahak-bahak mendengar pengakuan Ara.

“Ya Kris, kau bahagia diatas penderitaanku hah?”ucap Ara tak terima.

“Haha mian chagi, aku hanya saja lucu membayangkan kau saat terjatuh” ucap Kris masih menahan tawanya membuat Ara kesal dan langsung mematikan teleponnya.

“Aisshh awas saja tunggu pembalasanku nanti” ucap Ara pada layar ponselnya. Ara menjatuhkan badannya diatas kasur sambil memandang langit-langit kamarnya, pikiran tiba-tiba melayang kepada sosok namja pemilik senyum manis.

“Suho” Ara langsung bangkit dari tidurnya dan mengambil secarik kertas yang ia simpan dilacinya,surat cinta Suho. Ara membuka lagi surat tersebut.

“Apa yang harus aku lakukan dengan surat ini?apakah Suho masih menunggu jawabanku?” gumam Ara.

Ara langsung mengambil ponselnya hendak menelpon Suho,tapi ia masih bingung apa yang harus ia katakan.

“Apa aku jawab dengan surat juga ya?” ide Ara.

“Aishh berarti aku sama saja sepertinya,PENCUNDANG” Ara memutar-mutar bola matanya sambil berpikir keras.

***

Ara berdiri didepan cermin memandangi dirinya dari ujung rambut hingga ujung kaki.

“perfect” ucap Ara tersenyum lebar pada cermin yang ia tatap, Ia pun keluar kamar dengan sumringah.

Zico yang sedang bersantai diruang tv melirik kearah adiknya.

“Mau kemana kau? Dengan siapa? Pulang jam berapa?” tanya Zico bertubi-tubi melihat adiknya yang sudah berpakaian rapi dan wangi.

“Aku mau kencan oppaku tersayang, kau kenapa hari minggu dirumah saja?apa kau tak memiliki yeoja?” tanya Ara meledek.

“Ya kau meledek oppamu?” Zico yang merasa tersinggung karena memang belum memiliki pacar melempar Ara dengan bantal ditangannya, Ara berhasil menghindari lemparan Zico dan menjulurkan lidahnya lalu tanpa aba-aba ia pun langsung berlari keluar.

Kebetulan dirumah Ara memang hanya ada Zico karena eomma dan Appa menghadiri sebuah pesta rekan appanya Ara, jadi Ara merasa bebas walau masih ada oppanya.

“Kau kenapa berlari?” tanya Kris dengan ekpresi heran karena melihat Ara berlari dari dalam rumahnya.

“Hah? Tidak papa, hanya saja aku baru meledek oppaku” ucap Ara dengan senyum lebarnya. Kris memperhatikan penampilan Ara yang tak biasanya, Ara memakai Dress merah jambu serta kardigan putih, rambut Ara yang biasa dikuncir kuda pun kini dibiarkan terurai dengan bandana berwarna senada dengan dress menempel dikepalanya.

“Kau cantik sekali hari ini Chagi” puji Kris membuat Ara tersipu malu.

“Ahh oppa aku jadi malu kau puji” ucap Ara centil sambil memegang pipinya yang memerah, Kris mencubit pipi Ara gemas.

“Kajja kita berangkat sekarang biar tidak telat” ucap Kris memberikan helm kepada Ara.

Kris sengaja memilih untuk menonton film horror karena ia tau Ara sangat benci hantu, tapi bukannya mencari film lain Kris seakan sengaja ingin mengerjai yeojachingu-nya.

“Kita mau nonton film apa?” tanya Ara saat Kris menghampiri Ara selesai mengantri dengan calon penonton yang lain.

“Film drama romantis”jawab Kris santai. Tapi ketika Ara ingin melihat tiketnya Kris buru-buru menarik tangan Ara pelan menuju Theater III dan langsung menyerahkan tiket pada penjaga pintu theater.

 

“AAAAKKKK” teriak Ara kaget ketika sedang seriusnya menyaksikan adegan demi adegan hingga tiba-tiba si Hantu muncul spontan ia langsung menyembunyikan wajahnya pada pundak Kris membuat Kris tersenyum bahagia.

“Ya oppa, kau berbohong padaku hah?” ucap Ara sinis ketika melihat wajah Kris yang sedang menahan tawanya.

Ara kembali memposisikan duduknya dengan benar, ia cemberut dan tidak ingin memandang lagi kearah layar, ia memejamkan matanya dan mengeluarkan headset ditasnya lalu mendengarkan lagu dari ponselnya agar ia tidak mendengar suara-suara aneh dari film horror tersebut. Kris melirik kearah Ara yang sudah nyaman dengan posisinya.

Chu” Kris mendaratkan bibirnya dipipi Ara, sentak Ara terkaget dan melepaskan headset yang terpasang ditelinganya.

“Ya kau ingin ku pukul hah?” ucap Ara sedikit berteriak membuat penonton yang lain merasa terganggu.

“Joesonghamnida 3x” ucap Kris membungkukan setengah badannya kepada penonton lain sambil membungkam mulut Ara dengan tangannya,Ara yang tidak terima diperlakukan seperti itu langsung menggigit tangan Kris.

“AWWW…”kali ini Kris yang meringis kesakitan.

“Hei kalian berdua, jika ingin bertengkar jangan disini,sungguh mengganggu saja” ucap salah seorang penonton mewakili suara penonton yang lain. Kris pun langsung menarik Ara keluar theater sambil terus membungkukan badan tanda penyesalan.

“Yak oppa lepaskan tanganku” Ara berhasil melepas genggaman Kris yang memang tidak terlalu keras. Ara memanyunkan bibirnya tanda ia sedang ngambek.

“Mianhae” ucap Kris penuh penyesalan.

“Tidak semudah itu” ketus Ara.

“Sebenarnya kau marah kepadaku gara-gara kita menonton film horror atau……”belum selesai Kris bicara Ara sudah menjawabnya.

“Pikirkan saja sendiri, hah apakah kau sudah merencakan semua ini dari semalam?”

“Maksudmu?” Kris tak mengerti arah ucapan Ara.

“Ya kau sengaja kan memilih menonton film horror yang jelas-jelas aku benci, terus kau juga berencana untuk menciumku kan didalam bioskop, hah” omel Ara. Kris melirik kanan kiri melihat apakah ada orang lain yang melihat berdebatan tak penting mereka.

“Aniyo, a-aku hanya….”

“Kau hanya ingin berbuat mesum” Ara meninggalkan Kris dalam keadaan sangat marah, Ya Ara sangat membenci ketika pacarnya mengajaknya menonton dengan maksud lain. Ia merasa dipermainkan hatinya oleh Kris.

“Aishh kenapa yeoja-ku sangat aneh sekali, bukankan romantis jika sepasang kekasih berciuman saat menonton film dibioskop, Ani bahkan yang aku lakukan kepadanya hanya ciuman dipipi saja, kenapa dia begitu marah?apa dia tidak benar-benar mencintaiku?” pertanyaan demi pertanyaan tersirat dipikiran Kris.

Dipandanginya Ara yang sedang menelpon seseorang, Kris berjalan kearah Ara dengan langkah cepat lalu meraih ponsel Ara.

“Apakah ini caramu berkencan dengan namja hah?” ucap Kris sedikit kesal setelah melihat dilayar ponsel Ara ia sedang menghubungi Chanyeol.

“Apa kau suka pada Chanyeol?apa siCaplang itu lebih berarti buatmu daripada aku hah?” Wajah Kris berubah seketika, matanya memerah seperti orang yang sedang menahan amarahnya. Ara menunduk masih dalam posisi duduk disalah satu kursi panjang didalam mall.

Kris langsung menarik tangan Ara dengan kasar, Ara hanya megikuti langkah kakinya tanpa bertanya ia mau dibawa kemana.

Kris memasuki restaurant cepat saji yang terdapat dimall tersebut.

“Kita makan dulu aku lapar, sehabis makan baru kau ku antar pulang” Ucap Kris ketus, Ia pun menyuruh Ara duduk sementara ia memesan makanan, Ara memandang punggung Kris yang dengan rasa bersalah. Dilihat ponselnya yang ia silent sejak tadi, terdapat beberapa panggilan serta pesan singkat dari Chanyeol.

[Wae? Ada apa denganmu?kenapa kau menelpon tapi kau matikan lagi?]-chanyeol-

[Mian Chan, tadi tak sengaja ketekan nomermu]-Ara-

[Jjinja?aku tidak percaya,pasti kau merindukan aku ya?]-Chanyeol-

“Pede sekali pria ini” gumam Ara menatap layar ponselnya. Kris datang dengan membawa 2 piring spaghetti serta 2 gelas soft drink. Ara langsung memasukan ponselnya kedalam tas.

Kris langsung melahap makanannya tanpa banyak bicara pada Ara, Ara mengerti mungkin Kris masih marah padanya terlihat dari cara ia melahap makanannya. Sudah jadi kebiasaan Kris jika sedang marah ia pasti melampiaskannya pada makanan.

***

 

“Mianhae oppa” ucap tulus Ara ketika mereka sudah berada didepan rumah Ara

“Untuk?” tanya Kris

“Sudah membuat kencan hari ini tidak sesuai dengan rencanamu” Ara menunduk

“Apa kau ingin aku memaafkanmu” ucap Kris sedikit memajukan wajahnya pada wajah Ara, Ara mundur selangkah.

“Apa yang kau mau?” tanya Ara sambil menutup mulutnya

“Aishh apa aku sedang mengencani gadis TK, sudahlah cepat masuk diluar sangat dingin” ucap Kris kecewa

“Mianhae oppa” Ara membungkukkan badannya dan langsung masuk kedalam rumahnya

“Apa dia belum pernah berciuman sebelumnya?atau berpacaran pun tak pernah,aishh kenapa aku harus mencintai gadis dibawah umur seperti dia” gumam Kris masih diteras rumah Ara.

“ehmm tapi baguslah, berarti aku akan menjadi yang pertama buatnya, kau memang sungguh berbeda dari yeoja lain Ara,walau kau selalu bergaul dengan teman-teman namjamu tapi kau sangat payah dalam berkencan”

***

Hari senin adalah hari yang sangat enggan Ara temui dalam hidupnya, ia sudah beberapa kali mematikan jam waker disamping ranjangnya, sampai akhirnya jam itu ia lempar kearah pintu seketika pintu itu terbuka dan mengenai eomma-nya, mata Ara langsung melotot mendapati orang yang sudah merintih kesakitan memegang kening.

“Eomma, mianheyo” ucap Ara menghampiri eomma-nya.

“Sudah tidak usah minta maaf , cepat mandi nanti kau terlambat kesekolah” perintah sang eomma yang sabar menghadapi anak gadisnya yang terbilang malas bangun pagi.

“Ne” jaawab Ara malas menuju kamar mandi.

**

“Minahh…”teriak Ara dari arah pintu ketika melihat sosok sahabatnya sudah masuk hari ini, Ara memeluk Minah berlebihan sehingga membuat Minah sesak nafas.

“Kau ingin membunuhku hah?” Minah melepas pelukan Ara dengan tatapan kesal.

“Apa kau sudah sembuh?ah mian aku hari sabtu tidak sempat menjenguk mu karena ada urusan terdesak?” Ara menjelaskan.

“Gwenchana..sakit ku juga tak begitu parah” jawab Minah.

Sehun dan Chanyeol yang baru datang dan melihat Minahpun langsung menghampirinya.

“Kau sudah sembuh Minah-ssi? Ah baru saja kita ingin menjengukmu nanti sore” ucap Chanyeol basa-basi.

“Ah bukankah kau bilang ingin kerumah Minah ya Sehun?” Ara melempar pandangan kepada Sehun, Mimik muka Sehun sedikit berubah menjadi sedikit gugup.

“Ah ne, tapi tidak jadi karena aku kan harus mengantar Chanyeol kerumah sakit” ucapnya sedikit malu.

“Kau sakit apa Chanyeol?ya sebentar sepertinya ada yang berbeda denganmu sekarang” Minah mengamati wajah Chanyeol.

“Hah iya sekarang Chanyeol memakai kacamata, terlihat lebih culun hahaha”ledek Sehun, Ara dan Minah yang mendengarnyapun ikut mentertawain Chanyeol membuat wajah Chanyeol kesal.

“Makanya kau Chan jangan terlalu sering bermain PS, akibatnya matamu jadi minus” ucap Ara sok menasehati Chanyeol.

“Ciee Ara perhatian sama Caplang”ledek Minah.

“Aku memang selalu perhatian pada siapa saja,kau tau tidak bahkan kucing liar ynag sering mencuri makanan dirumahku pun aku perhatikan” jelas Ara.

“Mwo?apa kau menyamakan aku dengan seekor kucing?” Mata Chanyeol membulat membuat ke-3 temannya tertawa lagi, pagi ini Chanyeol benar-benar mendapat bully-an dari sahabat-sahabatnya.

 

Suho terus memandangi layar ponselnya dengan kaki gemetar, ia hendak menelpon Ara untuk mengajaknya makan siang nanti.

“Yeoboseyo” suara Ara terdengar pada ponsel Suho

“A-ara,apa nanti siang kau mau makan siang bersamaku?”tanya Suho gemetaran

“Ne?ehmm apa kau mau mentraktirku?” tanya Ara berharap demikian

“Ehmm Ne” jawab Suho

“T-tapii….” Suara Suho berhenti sebentar

“Tapi apa?” tanya Ara

“Hanya kau sendiri saja ya” ucap Suho seakan ia punya feeling kalau Ara akan memboyong seluruh sahabatnya untuk makan bersama seperti yang sudah-sudah.

“Ehmm Arrasseo”jawab Ara seakan mengerti maksud Suho

“Ne,sampai ketemu nanti siang”Suho menutup teleponnya dengan sumringah.

 

“Dari siapa itu?” tanya Chanyeol ingin tahu

“Suho” jawab Ara.

“Apa dia menelpon ingin mentraktir kita?” tebak Chanyeol.

“Ne, tapi hanya aku” Ara menjulurkan lidahnya kepada Chanyeol.

“Mwo?kenapa hanya kau?”tanya Chanyeol lagi.

“Siapa Suho,sepertinya aku baru mendengar namanya?” Tanya Sehun.

“Dia salah satu sahabat kita juga, namun karena ia ketua OSIS jadi ia jarang gabung dengan kita” jelas Ara.

“Dan juga dia tidak pernah makan dikantin sekolah, dia selalu makan dicafe dekat sekolah ini yang biasanya hanya didatangi siswa-siswa kaya, karena memang harga makanan disana sangat mahal” Minah menambahkan.

“Jjinja?kenapa aku baru tau” ucap Sehun.

“Ah iya benar Sehun, kau juga sekali-kali harus kesana, karena Sehun juga anak orang kaya, kau tau tidak rumah Sehun sangat besar dan kamarnya seluas kelas ini” Jelas Chanyeol antusias mendeskripsikan rumah Sehun.

“Aniyo, rumahku biasa saja,kau terlalu berlebihan Chan” Sehun menggeleng-gelengkan tangannya.

“Sepertinya kapan-kapan kita harus main kerumah Sehun nih” Minah menganggukan ucapan Ara.

“Dengan senang hati jika kalian ingin main kerumahku” ucap Sehun sumringah.

***

Bel tanda istirahat berbunyi, tanpa aba-aba lagi para siswa berhamburan keluar kelas menuju kantin dan tempat lainnya.

Begitu pula Ara, Minah, Chanyeol dan Sehun yang sudah keluar kelasnya dan Nampak sedang bercengkraman dikoridor sekolah.

“Selamat memakan ramen lagi teman-temanku” ledek Ara sebelum menemui Suho dicafe dekat sekolah.

“Hei bilang pada Suho, belikan aku cake paling mahal disana, aku tunggu kalau dia tidak mau membelikan, jangan pernah panggil namaku lagi” ucap Chanyeol memberi pesan ancaman untuk Suho.

“Shirheo, bilang saja sendiri” ucap Ara menjulurkan lidah kearah Chanyeol dan berlalu meninggalkan sahabat-sahabatnya.

“Hey bagaimana kalau kita makan di café itu juga, biar aku yang traktir” ajak Sehun. Chanyeol dan Minah saling pandang sambil cengir dan mengangguk berbarengan.

“Yeoboseo” ucap Ara menjawab panggilan saat ia sudah diambang pintu gerbang sekolah.

“Kau mau kemana Chagi?” ucap Kris dari atap sekolah yang tak sengaja melihat Ara yang sedang berjalan kearah gerbang sekolah.

“Ah Ne?ehmm ada teman yang ingin aku temui diluar sebentar, tunggu kau tau darimana jika aku……”Ara menghentikan ucapannya ketika menemukan sosok Kris diatas atap sekolah, Kris yang menyadari Ara sedang menatapnya melambangkan tangan sambil tersenyum.

“Teman darimana?Namja atau yeoja?” tanya Kris tanpa curiga.

“Ehmm Yeoja, teman SMP ku dulu, sudah kau tunggu saja disana nanti aku langsung menemuimu” ucap Ara berbohong dan meminta Kris tetap disana agar ia tidak ketahuan menemui Suho.

“Oke, jangan lama-lama Ne?” Kris menuruti perintah Ara tanpa curiga sedikitpun.

Ara menutup teleponnya dan berjalan menuju café dengan langkah berat, ya ini pertama kalinya Ara berbohong kepada Kris.

 

“Ara” Suho melambaikan tangan melihat Ara diambang pintu, Ara pun langsung berjalan kearah Suho dan duduk dihadapan Suho, Suho Nampak tersenyum merona.

“Apa kau sudah menunggu lama?” tanya Ara basa-basi membuka obrolan.

“Tidak,aku juga baru datang” jawab Suho sambil menggelengkan kepalanya.

“By the way ada acara apa kau mengajakku makan disini?”tanya Ara membuat Suho sedikit bingung untuk menjawab.

“Ah Ne? Ani aku hanya ingin mentraktir saja” jawab Suho tersenyum.

“Kau ingin pesan apa?” tanya Suho.

“Aku pesan ice cream rasa coffee saja”jawab Ara.

“Kau tidak ingin makan?” tanya Suho.

“Ani, aku sedang tidak lapar aku hanya ingin ice cream” . Suho pun mengangguk tanda mengerti dan langsung memanggil pelayan.

Dari sisi lain terlihat Chanyeol, Minah dan Sehun yang memilih tempat duduk dibalik punggung Ara agar mereka tidak diketahui keberadaannya oleh Ara.

“Apa mereka sedang kencan buta?sepertinya ekspresi Suho sangat malu-malu” ucap Minah sambil terus mengamati.

“Ani tidak mungkin” jawab Chanyeol yakin.

“Apanya yang tidak mungkin, mereka itu kan namja dan yeoja tidak ada yang tidak mungkin jika mereka saling menyukai, hei Chan apa kau cemburu jika mereka beneran berkencan” Ucap Minah lagi sambil memandang Chanyeol penuh arti.

“Ani, untuk apa aku cemburu pada Suho, Suho itu masih sepupuh jauhku” ucap Chanyeol keceplosan dan langsung menutup mulutnya, Minah dan Sehun memandang Chanyeol sinis.

“Benarkah?kenapa kau tak pernah cerita?” ucap Minah.

“Hahaha aku hanya bercanda, kenapa kau anggap serius” ucap Chanyeol sambil tertawa untuk menutupi kebenarannya.

 

Flasback

Chanyeol dan Suho adalah Saudara sepupuh sama seperti Kai & Minah ,Kakek Suho dan Chanyeol adalah salah satu orang terkaya no.3 dikorea selatan,namun ketika kakek mereka meninggal warisannya jatuh 80% ketangan ayah Suho yang merupakan Anak pertama, sedang ibunya Chanyeol hanya mendapat warisan 20% nya,karena masalah itulah akhirnya ibunya Chanyeol keluar dari rumah orang tuanya dan memilih untuk tinggal diapartement, namun karena Chanyeol dan Suho sudah dekat dari kecil walaupun orangtua mereka mempunyai masalah tapi mereka tetap bisa jadi sahabat hingga sekarang walaupun memang sudah tidak terlalu dekat.

Flashbackend

 

“Lagian aku juga tidak percaya jika kau sepupuhan dengan Suho” ucap Minah lagi.

Ara terlihat sedang menikmati ice cream coffee yang sekarang ada digenggamannya sementara Suho terlihat sedikit tegang dan gemetar.

“Kau kenapa Suho?” tanya Ara menatap Suho heran.

“Hah?ani aku hanya merasa dingin” jawabnya,ya memang tubuh Suho sekarang panas dingin karena ia grogi ingin mengatakan sesuatu pada Ara tapi mulutnya susah terbuka.

“Dingin?bukan kah hari ini panasnya sangat terik, bahkan aku saja tidak merasakan hembusan dinginnya AC.

“Oh gitu ya” Suho menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Oiya apa kau sudah membaca surat dari ku?” tanya Suho ragu-ragu.

“Hah? Ehmm sudah ku baca” jawab Ara ikutan jantungnya mulai berdegup kencang, ia takut jika Suho menyatakan cintanya lagi didepan dirinya langsung.

“Kau baca apa hah?” ucap seseorang dari arah belakang Ara yang suaranya sangat tidak asing, jantung Ara terasa ingin berhenti berdetak ketika ia melihat sesosok namja tinggi yang sudah berdiri dihadapannya dengan ekspresi yang tak bisa ditebak.

Chanyeol, Minah & Sehun yang sedang mengamati Ara pun ikut kaget dengan kedatangan Kris.

“Bukankah itu namja yang dulu menarik tangan Ara dengan paksa ya?” tanya Sehun sambil mengingat-ingat wajah Kris.

“Mwo? Apa itu benar? Kasar sekali namja itu” Minah ikut berkomentar.

“Ne, bakal ada perang ke-3 sebentar lagi” ucap Chanyeol seakan ia sudah bisa menebak apa yang akan terjadi.

“Kris..”Ara kaget setengah mati melihat namjanya.

Kris memandang Ara dan Suho dengan sinis dan terlihat matanya memancarkan aura kemarahan, sementara Suho masih memasang wajah datarnya.

“Hei Kris hyung apa yang kau lakukan disini?” tanya Suho bingung.

“Seharusnya aku yang bertanya, sedang apa kau disini KANG ARA” Kris memandang Ara tajam. Ara hanya bisa menunduk.

Karena tak tega melihat situasi semacam itu, Chanyeol pun memutuskan untuk menghampiri Ara.

“Hai Chan kau mau kemana?jangan cari masalah Chan” Minah mencoba menahan Chanyeol tapi ditepis tangan Minah yang memegang tangannya.

“Sudah lah Minah kita diam saja, karena kita tidak tau apa-apa” ucap Sehun.

Chanyeol sudah sampai dimeja Ara dan langsung menarik tangan Ara untuk berdiri dibelakangnya.

“Aishhh anak ini lagi, kenapa kau selalu ikut campur hah” Kris mendekati Chanyeol dan menarik kerah seragam Chanyeol.

“Tunggu, ini sebenarnya ada apa? kenapa kalian berdua merusak makan siang ku dengan Ara hah?” tanya Suho keluar manly-nya tidak seperti tadi saat bicara pada Ara.

“Karena Ara pacarku, dan aku tidak suka jika ia makan siang dengan namja lain” jawab Kris dengan tangan masih memegang kerah Chanyeol dan menatap Chanyeol.

“Hah, kau baru jadi pacarnya saja sudah merasa memiliki Ara sepenuhnya, bukankah kau seharusnya sudah pergi kenegara asalmu, China” ketus Chanyeol tak mau kalah. Mata Kris melotot ketika ia mendengar ucapan Chanyeol,darimana Chanyeol tahu jika dirinya akan ke China?apa Ara bercerita pada Chanyeol, pertanyaan demi pertanyaan kini tersarang diotak Kris, Kris menatap Ara yang masih menunduk.

“Apa, jadi Kris hyung ini pacarnya Ara, apa itu benar?” Suho mencoba minta penjelasan Ara tapi Ara hanya mengangguk mengiyakan. Kris melepaskan tangannya dari kerah Chanyeol dan menarik paksa tangan Ara.

“Aku katakan sekali lagi,bahwa Ara adalah pacarku dan aku tidak akan pergi meninggalkannya, jadi kalian jangan coba-coba menyukai yeojaku” tegas Kris sambil mengeluarkan smirk-nya.Kris pun menarik tangan Ara untuk keluar dari café.

“Mwoya?apa ini?seperti aku habis menonton drama saja” ucap Minah masih tidak percaya jika Ara berpacaran dengan Sunbae yang terkenal jutek dengan yeoja manapun.

“Kenapa kau shock begitu Minah?apa kau juga baru tau jika sunbae itu pacarnya Ara?” tanya Sehun yang dari tadi memperhatikan Minah dengan bebas.

“Ne, aku baru tau Sehun”ucap Minah lemas.

“Hei Chanyeol kenapa kau tidak beritahuku jika Ara sudah memiliki Namjachingu” ucap Suho kecewa.

“Apa itu penting?” ucap Chanyeol semaunya dan langsung meninggalkan Suho, saat Chanyeol kembali ke Sehun dan Minah iapun hanya melirik keduanya dan langsung pergi juga meninggalkan café.

Kris masih saja menggenggam tangan Ara erat untuk mengikuti langkahnya.

“Oppa, kita mau kemana?” tanya Ara yang menyadari jika Kris tidak melangkahkan kakinya menuju sekolah. Kris menghentikan langkahnya disuatu jalan yang lumayan sepi .Ara ketakutan dan menundukan kepalanya lagi. Kris membalikan tubuhnya kearah Ara, dipandanginya Ara yang sedang menunduk.

“Apa yang sudah kau sembunyikan dari ku hah?” tanya Kris sedikit berteriak.

“Kenapa kau berbohong hah?jawab Kang Ara?” Bentakan Kris membuat Ara sesegukan sambil menahan air matanya.

“Mianhae oppa, aku memang salah” ucap Ara menyesal.

“Apa kau sudah berencana untuk mencari namja lain setelah aku pindah ke China?” Kris memelankan ucapannya karena bagaimanapun ia tidak tega melihat Ara menangis.

“Aniyo, aku tidak pernah berpikir seperti itu” jelas Ara, Kris menarik nafas panjang.

“Lihat aku” Ara pun langsung menaikan sedikit wajahnya kearah Kris, terlihat mata Kris sangat merah karena menahan amarahnya.

“Apa kau tidak menyukaiku ?” tanya Kris.

“Ani aku menyukai mu oppa lebih dari siapapun” ucap Ara meyakini Kris.

“Jjinja?kalau begitu buktikan kepada ku seberapa besar rasa suka mu” ucap Kris

“Mwo?bagaimana cara membuktikannya?” Ara bingung sendiri apa yang harus dia perbuat untuk meyakini Kris.

“Bagaimana dengan cara ini” ucap Kris dan langsung mencium bibir Ara , membuat mata Ara membulat sempurna, Kris mengigit lembut bibir bagian bawah namun Ara masih tidak membuka mulutnya untuk menerima ciuman Kris sehingga Kris menghentikan ciumannya.

“Apa kau tidak suka aku mencium mu?atau kau tidak tau bagaimana cara berciuman?”tanya Kris dengan ekspresi dingin.

“Oppa, apakah untuk membuktikan rasa cinta harus dengan cara ini?” Ara balik bertanya sambil memandangi Kris.

“Tadinya ku pikir tidak, karena aku yakin kau mencintaiku juga tapi setelah kau membohongiku baru saja, aku pikir perlu” Kris melanjutkan mencium Ara dan memaksa Ara untuk membuka mulutnya dan menerima ciumannya, Ara pun mulai terbuai dan membalas setiap kecupan Kris, Kris melumat bibir tipis Ara dengan lembut kedua tangannya mendekap pipi Ara yang basah dengan air mata, sesekali tangannya pun mengelap pipi Ara dengan kelembutan membuat Ara nyaman. Kris melepas ciumannya perlahan-lahan sehingga saat bibir mereka berdua sudah terlepas posisi wajah mereka masih sangat dekat.

“Chu” Kris mengakhirin dengan mencium kening Ara membuat Ara reflek memeluk Kris, Kris menerimanya dengan senyuman bahagia diwajahnya.

***

Saat itu hubungan Kris-Ara sudah tidak lagi ditutup-tutupi dan mereka tidak perlu lagi berpacaran diatap sekolah, saat pertama kali Kai mengetahui Ara berpacaran dengan Kris ia sempat marah dengan Minah dan beberapa jam tidak mau keluar dari kamarnya, sementara Suho juga patah hati tapi ia tetap stay cool dan tidak ingin melihatkan hatinya yang hancur kepada orang lain, karena itu akan merusak image-nya. Sementara D.O dan Baekhyun yang mendengar berita itu juga justru mereka terlihat senang dan ingin menagih traktir kepada Ara, karena dulu Ara pernah berjanji jika ia memiliki pacar di SMA akan mentraktir D.O & Baekhyun, Chanyeol no comment dia terlihat ikut senang tapi juga sedih karena tidak bisa seleluasa memperhatikan & mengkhawatirkan Ara seperti dulu, ia merasa bahwa Kris sudah mengambil posisinya untuk melindungi Ara, dan Sehun-Minah terlihat semakin dekat tidak ada yang tahu hubungan mereka seperti apa,yang pasti sekarang dimana ada Minah disitu ada Sehun,apakah mereka pacaran & melakukan backstreet juga????

——————————————END——————————————————-

            Selesaiiii…..terima kasih yang sebesar-besarnya buat yang sudah baca, maaf kalau jelek ceritanya. Ditunggu komentar J

About fanfictionside

just me

6 thoughts on “FF oneshot/ BACKSTREET/ EXO

  1. Suerrr deh kereen abis ffnya!!! Salut ama authornya,, kirain si caplang jatuh cinta jg ma si ara😀,, thor selanjutnya bwt cerita sehun ama minah ya,, hehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s