FF/ MY GIRL MY MAID/ BTS-BANGTAN/ pt. 2


Author : Vdinkook

Cast : -Park song In (OC)

-Kim Taehyung

-Jung Hoseok

-Kim seokjin

Support Cast : All Member BTS, -Sung Eun Kyu (OC), -Park Misoo (OC), -Choi Misun (OC)

Genre : Romance, School, Family, little comedy, little fluff

Type : Chapter

Rate : PG-15 (sewaktu-waktu bisa berubah)

V - BTS 148

Sikap dingin, cuek, kejam, pendiam, emosian dan tidak suka diganggu adalah sifat asliku tapi karena pekerjaan ini aku harus merubah sifatku… bukan karena pekerjaan ini juga sifatku berubah tapi karena seorang Kim Taehyung….

 

Review:

“hah aku jatuh cinta denganmu ? itu adalah mimipi terburukku tuan KIM, dan aku tidak akan jatuh cinta dengan laki-laki BRENGSEK SEPERTIMU,” ujur Song In. ia pun berlalu meninggalkan Taehyung yang masih tersungkur di lantai.

“apa kau yakin Park Song In ? lihat saja nanti kau akan jatuh cinta denganku,” ujur Taehyung dengan mengeluarkan smirk yang mengembang di bibirnya.

*******

 

Jam sudah menunjukkan pukul 17:00PM KST, bel pulang pun berbunyi. Semua murid-murid segera bergegas untuk pulang, dan untuk Song In saatnya ia untuk menuju SmileCafee. Saat ingin meninggalkan kelas tiba-tiba saja Taehyung menahan tangan Song In. “ada apa ?,” Tanya Song In dingin.

“tidak ada apa-apa hanya ingin bilang hati-hati dijalan nona manis,” bisik Taehyung. seketika wajah Song In memerah mendengarnya. Taehyung yang melihat wajah Song In memerah ia pun mengeluarkan smirknya, dan ia pun meninggalkan Song In yang sedang merona merah.

1 detik

2 detik

3 detik…

“yak!! kenapa wajahku memanas ?,” ujur Song In memegang wajahnya.

“haisss namja itu merayuku lagi,” ujur Song In kesal.

 

~SmileCafee~

“annyeong semuanya Park Song In hadir,” ucap Song In sambil membungkukkan badan saat memasuki Smilecafee.

“annyeong Song In-ahhhh,” jawab Eun Kyu senang sambil menghambur memeluk Song In. Song In hanya membalas pelukan dari Eun Kyu.

“ahh sudah lama aku tidak bertemu denganmu,” ujur Eun Kyu sambil melepaskan pelukannya.

“ah iya, yang lainnya kemana eon ? belum pada datang kah ?,” Tanya Song In.

“oh ? iya mereka pada belom datang, sebentar lagi juga mereka datang,”.

Klingg Klingg~ lonceng pintu masuk SmileCafee berbunyi.

“annyeong semuanya Choi Misun hadir,” sapa Misun. Satu persatu-satu maid cafee ini pun berdatangan.

“annyeong semuanya ^^, selamat datang kembali di SmileCafee, semangat semua!!,” ujur Eun Kyu penuh semangat.

“yess Eun Kyu-ssi,” jawab semangat para Maid. Hanya Song In yang tidak semangat untuk menjawab semangat Eun Kyu.

“yak!! Song In-ah ! kenapa kau tidak bersemangat begitu,” Tanya Eun Kyu.

“ehh ? ahh aku gugup karena sudah 1 bulan tidak bekerja, aku takut nanti kaku melayani para pelanggan,” jawab Song In.

“ahh kau gugup ? kita semua pasti juga gugup ^^, tapi kita harus berusaha menghilangkan kegugupan ini agar nanti para pelanggan merasa nyaman saat kita melayani mereka,” ujur Eun Kyu menenangkan Song In dan yang lainnya.

“benar itu yang dikatakan Eun Kyu eonnie kita harus menghilangkan kegugupan kita, dan semangat semuanya!!,” ucap Misun.

“ya benar….. semangat!!,” ucap semua Maid. Song In hanya tersenyum manis mendengar semangat 45 para Maid semuanya.

Klingg Klingg~ lonceng pintu masuk SmileCafee berbunyi.

Semua Maid pun segera bergegas menyambut para pelanggan. “Selamat Datang di SmileCafee, tuan,” ujur Song In membungkukan badan dan tesenyum sangat manis. Tamu yang melihat Song In tersenyum seperti itu wajahnya menjadi merona merah. Song In pun mempersilahkan pelanggan tersebut untuk duduk, dan iya memberi menu.

“saya ingin pesan secangkir expresso,” ujurnya

“ada yang ingin dipesan lagi ?,” Tanya Song In dengan tersenyum

“emm sepertinya tidak, itu saja yang saya pesan,” jawab pelanggan itu.

“baiklah, secangkir expresso akan kami hidangkan, silakan menunggu,” ujur Song In dengan senyum manisnya.

Beberapa menit~

“secangkir expresso telah datang, selamat menikmati, tuan,” ujur Song In membungkukan badan dan tersenyum sangat manis. Sekali lagi pelanggan itu merona merah melihat Song In seperti itu.

 

Disini lah seorang Park Song In bisa terlihat manis dan ceria, karena memang di cafee ini para Maid harus sebisa mungkin terlihat manis dan ramah terhadap para pelanggan agar para pelanggan merasa nyaman berada di Cafee ini. Cafee ini juga sering mengadakan event seperti cosplay, perlombaan, dan semacamnya. Cafee ini adalah Cafee yang sangat terkenal dengan Maid-maidnya yang manis dan juga ramah, makanan dan minumannya juga sangat enak disini. Di Cafee ini juga selalu menganggap pelanggan sebagai Tuan, karena Cafee ini bertema Cafee Princess Maid dan semua Maid-Maidnya adalah perempuan.

Di Cafee inilah Par Song In selalu tesenyum manis yang tidak pernah ia tunjukkan di sekolah. Di Cafee ini juga Song In mempunyai teman yang sangat peduli terhadapnya, dan selalu membuat ia tersenyum hangat. Tapi kadang juga dia masih sedikit kaku untuk bersikap manis seperti itu.

Malam ini pelanggan sungguh banyak karena sudah 1 bulan SmileeCaffee tutup. SmileCafee tutup dikarenakan Sung Eun Kyu selaku pemilik Cafee ini sedang ada masalah dengan keluarganya. Song In dan Maid-maid yang lain harus bekerja extra sampai malam. Dan Song In pun harus merelakan tidak belajar malam ini.

“fiuhhhh!! Malam ini sangat banyak sekali pelanggan yang datang,” eluh Song In.

“hey kau tidak boleh mengeluh seperti itu Song In-ah, baguskan kalau banyak pelanggan yang datang berarti nanti kita dapat gaji tambahan dari Eun Kyu eonnie karena malam ini Cafee nya rame sekali,” sahut Misun yang tiba-tiba saja sudah disamping Song In. mendegar apa yang Misun ucapkan seketika Song In menjadi semangat 45

“ahh iya kau benar Misun-ah, baiklah kita harus semangat , semangat!!,” ujur Song In penuh semangat

“eh ? cepat sekali kau bersemangat lagi Song In-ah,” ucap Misun heran. Dan Song In hanya membalas dengan cengiran khasnya. “aigoo jangan seperti ini Song In-ah kau telihat sangat imut,” ujur Misun sambil memcubit pipi Song In. “yakk! Appo Misun-ah,” ujur Song In melepaskan cubitan Misun.

“ah mian hehe.. habis kau sangai imut Song In-ah,”

“yakk! Choi Misun! Park Song In! , kalian bukannya kerja malah asik-asikan ngobrol, kalian tidak lihat apa kita sedang kedatangan pelanggan banyak hah!!,” teriak Eun Kyu.

“aahh nne mianhamnida Eun Kyu eonnie,” sesal Misun dan Song in.

“hemm iya, ya sudah Misun-ah kau bantu para Maid yang lain, dan kau Song In-ah tolong buang sampah-sampah itu,” perintah Eun Kyu.

“ne baiklah Eun Kyu eonnie,” ucap mereka.
Song In pun langsung segara membawa sampah-sampah tersebut kepembuangan sampah yang berada di sebelah Cafee ini.

“hahhhhh,” hela Song In. “walaupun aku sudah hampir 1 tahun bekerja diCafee ini kenapa belum juga terbiasa dan masih saja kaku untuk melakukannya,” eluh Song In. “hah kalau bukan karena untuk membiayai sekolah Misoo aku tidak akan melakukan pekerjaan seperti ini yang sangat bertolak belakang dengan sifatku,” eluh Song In lagi sambil menyenderkan diri ditembok.

“jja!! Bukan waktunya untuk mengeluh Park Song In, jalanin saja jalan yang sudah kau ambil untuk ditempuh, didalam pasti yang lain sedang membutuhkan bantuanmu, fighting Park Song In-ssi” ujur Song In menyemangati dirinya sendiri. Saat ingin masuk keCafee tiba-tiba Song In menangkap sosok pria yang sangat tidak asing bagi dia sedang seperti menuju SmileeCafee.

“tunggu sepetinya aku mengenal pria itu,” ujur Song In sambil menunjuk pria itu.

“pria itu sepertinya tidak asing bagiku, dari warna rambutnya, tubuh tegapnya, dan juga wajah itu… seperti.. Kim Taehyung,” ujur Song In lagi , ia memincingkan matanya lagi untuk memastikan benar pria itu adalah Kim Taehyung.

“MWO!! Itu benar KIM TAEHYUNG,” kaget Song in. segera mungkin Song In memasuki Cafee.

“sedang apa dia didaerah ini ?,” Tanya Song In entah pada siapa, ia terus melihat Taehyung dari balik tirai jendela SmileeCafee.
“apakah dia tau aku kerja part time disini ?,” Tanya Song in lagi.

Terlihat Taehyung melewati SmileeCafee. Seketika Song In bernapas lega. “ah ternyata dia tidak tahu aku bekerja disini dan sepertinya dia hanya sedang jalan-jalan saja didaerah ini,” ujur Song In lega. Ia pun keluar untuk memastikan Taehyung benar-benar melewati Cafee ia bekerja. Ternyata benar Taehyung melewati SmileeCafee dan terlihat dia memasuki sebuah toko. Sekali lagi Song In bernapas lega. Song In pun memasuki SmileeCafee lagi dengan senyum lega. Saat memasuki SmileeCafee ia sudah mendapatkan tatapan bertanya-tanya “ada apa denganmu ? kenapa kau tadi terburu-buru memasuki Cafee dan mengintip keluar dibalik tirai jendela cafee ini” dari maid dan pelanggan.

“ahh annuu tidak ada apa-apa kok!!,” ujur Song In tersenyum manis dan segera mungkin Song In memasuki dapur.

Merasa pertanyaan sudah dijawab semuanya kembali melakukan aktivitasnya. Pukul sudah menunjukkan 00:00AM KST, Cafee juga sudah tutup waktunya para Maid untuk pulang.

“jja!! Malam ini kalian semua sudah bekerja keras, terima kasih semuanya,” ucap Eun Kyu berterimakasih sambil membungkukan badannya.

“sama-sama Eun Kyu-ah,” jawab salah satu maid

“baiklah karena kalian sudah bekerja keras gaji kalian akan aku tambahkan,” ujur Eun Kyu.

“jinja ? aaa terima kasih Eun Kyu-ah,” jawab salah satu maid lagi.

“benar kan apa yang aku katakan Song In-ah,” ujur Misun menyikut Song In.
“hemm iya ,” jawab Song in dengan wajah yang berseri-seri.
“isss dasar kau ini Song In mendengar seperti itu wajahmu berseri-seri seperti itu,” ujur Misun ingin menjitak ke kepala Song In untuk menyadarkannya.

“yakkk! Choi Misun ada apa ? kenapa kau terllihat ingin memukul kepala Song In hah ?,” Tanya Eun Kyu.

“eehh aa tidak ada apa-apa kok eonnie , tadi ada serangga di kepala Song In tapi sekarang sudah tidak ada,” jawab Misun sambil menggaruk-menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“oh begitu, yasudah ini untuk gaji kalian malam ini, sekali lagi aku ucapkan terima kasih untuk kerja keras kalian malam ini,” ujur Eun Kyu, ia pun membagikan gajinya ke para Karyawan Maidnya.

“jj!! Karena sudah tengah malam kalian semua pulangnya akan diantarkan oleh supir pribadiku, aku tidak ingin karyawanku ada yang diculik atau semacamnya,” ujur Eun Kyu peduli.

“terima kasih atas kepedulianmu Eun Kyu-ssi,” ujur salah satu maid.
“aaa Eun Kyu eonnie gomawoyo,” ujur Misun menghambur Eun Kyu untuk memeluknya.
“yakkk! Choi Misun kau ingin membunuhku heoh ? lepaskan.. kau memelukku erat sekali aku sulit untuk bernapas Misun-ah,” ujur Eun Kyu sambil terus melepaskan pelukan Misun. Misun yang mendengar itu ia semakin mempererat pelukannya. Eun Kyu pun memukul palanya sedikit keras.
“aww! Appoyo eonnie,” rintih Misun. “kau benar-benar ingin membunuhku hah!! Misun-ah,” kesal Eun Kyu ia pun memukul kepalanya Misun lagi dengan pelan.

“Mian…,” sesal Misun dengan wajah sesalnya yang begitu imut. Song In dan para Maid lainnya hanya tersenyum melihat mereka seperti itu.

######

“annyeong eomma aku pulang,” sapa Song In dari arah pintu.

“ahh akhirnya kau pulang juga chagiya,” ujur Eomma khwatir.

“iya mianhae eomma, tadi aku lembur… mian tidak bilang ke eomma lebih dulu,”

“gwenchana chagiya , tapi jangan diulangin lagi yah,” ucap eomma lembut.
“ne.. eomma,” ujur Song In tersenyum manis.
“yaudah sana mandi, abis itu langsung tidur jangan membaca buku, karena eomma melihat wajahmu sudah sangat lelah sekali,”

“iya eommaku yang cantik,” ujur Song In memeluk eommanya.
“haiss anak itu, sangat terlihat manis seperti itu,” ujur eomma Song In tersenyum melihat anaknya seperti tadi.

“eomma Song In eonnie sudah pulang yah ?,”Tanya Misoo dari dalam kamar.

“hemm iya sudah pulang, kau belum tidur Misoo-ah,”

“oh yasudah nanti pintunya akan aku kunci, belum eomma,” jawab Misoo

“tidak usah eomma saja yang akan mengunci pintunya, kau cepatlah tidur ini sudah tengah malam nanti besok kau terlambat sekolah,” ujur Eomma sambil mengunci pintu.

“iya tunggu sebentar lagi eomma, aku belum selesai bikin not lagunya nih,”

Kreakk pintu kamar Misoo pun terbuka.
“tidak ada sebentar-bentaran , cepatlah kau tidur Misoo-ah , kalau tidak cepat tidur gitarmu akan eomma jual,” ancam eomma.

“mwo? Andwaee… baiklah aku akan segera tidur eomma.” Ujur Misoo , ia pun membereskan tempat tidurnya yang penuh dengan kertas-kertas yang berisi not-not lagu.
“jika kau masih belum tidur juga eomma benar-benar akan menjual gitar kesayanganmu itu Misoo-ah,” ancam eomma sekali lagi. “arraso eomma,”

 

##########

 

“Park Song In… Park Misoo bangun…!! Cepat bangun sudah hampir jam 7,” teriak eomma dari luar kamar mereka berdua. Kamar Song In dan Misoo bersebelahan.

“hoamm.. jam berapa sekarang eomma,” ucap keduanya masih bergeliat dengan tempat tidurnya.

“sudah hampir jam 7, cepat kalian bangun , kalian nanti terlambat,” jawab eomma.

“MWO!!,”kaget mereka berdua membulatkan mata mereka. segera mereka langsung memasuki kamar mandi dan secepat kilat mereka sudah selesai mandi.

“eomma aku pergi dulu annyeong,” ujur Song In mencium pipi eommanya dan langsung pergi.

“kau tidak sarapan dulu Song In-ah,”

“nanti saja disekolahan eomma, kalau sekarang tidak akan sempat karena aku sudah terlambat sekali,” ujur Song In berteriak dari arah pintu.

“eomma aku juga tidak sarapan yah, aku pergi dulu eomma annyeong,” ujur Misoo tiba-tiba sudah mencium eommanya dan langsung pergi.
“hati-hati dijalan ya kalian,” ujur eomma berteriak.

 

Chungju High School~

Terlihat beberapa murid-murid Chungju High School berlari memasuki gerbang karena terlihat satpam sekolah sudah ingin menutup pintu gerbang karena sudah jam 07:00. Song In pun dengan secepatnya berlari memasuki gerbang tapi sepertinya ia tidak akan keburu kerana dideket gerbang itu sudah ada orang yang bisa dilihat hanya untuk satu orang lagi memasuki gerbang. Tanpa mengetahui siapa orang itu Song In dengan secepat kilat mendorong pria itu dan ia memasuki gerbang beriringan gerbang sudah tertutup. Song In bernapas lega karena dia tidak terlambat.

“yakkk!! Park Song In apa-apaan kau tadi mendorongku hah,” Tanya pria itu, ternyata pria itu mengenal Song In. Song in pun menoleh dan ternyata yang ia dorong itu adalah Park Jimin teman sekelasnya.

“heii kau sengaja mendorongku agar aku tidak bisa masuk, dan kau yang masuk dan akhirnya aku telat kan,” teriak JImin. Song In tidak menjawab teriakan JImin, ia malah berjalan begitu saja.

“yakk!! Park Song in!!,” teriak Jimin. Song In tetap terus jalan menuju kelasnya.

“haiss gadis itu bukannya meminta maaf sudah mendorongku dan membuatku telat, dasar gadis itu tidak punya rasa bersalah,” sebal JImin tingkat dewa.

“dasar kau PARK SONG IN GADIS MONSTER,” teriak JImin penuh amarah.

Song In yang mendengar teriakan JImin yang seperti terlihat masa bodo dan dengan santainya ia memasuki kelasnya.

“hey tadi aku mendengar seseorang berteriak menyebut namamu, terjadi sesuatu ?,” Tanya Taehyung saat Song In sudah duduk disebelahnya. “tidak ada yang meneriaki namaku, kau salah dengar kali,”

“masa sih ?.”

“hemm kalau kau tidak percaya silakan saja kau Tanya dengan mereka semua,”

“hey!! Tadi kau mendengar ada seseorang meneriki nama Song In,” Tanya Taehyung kesalah satu teman bangku sebrangnya. “tidak tuh,” jawabnya.
“masa sih perasaan tadi aku mendengarnya dengan jelas,” lirih Taehyung. Song In mendengar lirihnya Taehyung ia pun langsung mengambil sesuatu didalam tasnya.

“ini,” Song In menyodorkan pembersih kuping. Taehyung terlihat bingung kenapa gadis ini memberinya pembersih kuping.

“untuk apa itu,” Tanya Taehyung bingung.

“untuk kuping mu ,”

“emangnya ada apa dengan kupingku ?,” tanya Taehyung polos

“untuk membersihkan kotoran yang berada dikupingmu,”

“eh ? perasaan aku sudah membersihkan kupingku kok,”

“yasudah setarah mau kau apakan pembersih kuping ini,” ujur Song In sambil mengasih pembersih kuping ke tangan Taehyung. Taehyung hanya tersungkuh heran.
“apa sih yang dimaksud oleh gadis ini ? aku tidak mengerti,” Tanya Taehyung dalam hati.

Saat Taehyung tengah bertanya-tanya apa maksud dari Song In memberikannya pembersih kuping, Jung Songsaenim pun datang.

“siap.. berisalam,” ujur ketua kelas

“selamat pagi Jung Songsaenim,” sapa anak-anak sekelas sambil membungkukkan badan.

“pagi.. baiklah kumpulkan tugas matematika yang waktu itu saya kasih kekalian didepan meja saya,”

“nee Jung Songsaenim,” jawab anak-anak sekelas, terkecuali dengan Song In. ia terlihat ketakutan karena dia semalam lupa mengerjakan tugas yang Jung saenim berikan. Teahyung yang melihat Song In seperti itu hanya terkekeh melihatnya.

“yakk!! Kenapa kau tertawa ? kau senang aku tidak mengerjakan tugas Jung Saenim hah,” Tanya Song In sinis.

“ah mianhamnida.. aku hanya lucu melihat wajah ketakutanmu seperti itu hehehe,” jawab Taehyung sambil tertawa. Song In hanya melihat Taehyung sinis.
srekk~ tiba-tiba Song In menggeserkan bangkunya. “kau mau kemana ?.” Tanya Taehyung

“aku ingin kedepan, ingin bilang ke JungSaem kalau aku tidak mengerjakan tugas dia,” jawab Song In enteng.

“eh ? kau tidak takut dihukum,”

“tidak, untuk apa takut , lagian juga kau pasti senang jika aku dihukum kan,” ujur Song In sangat sinis. Saat ingin melangkahkan kakinya, tiba-tiba saja tangan kekar Taehyung menahannya.

“ada apa,” Tanya Song In dingin.

“kau bisa meminjam buku ku dulu, tadi malam aku menyalinnya, aku tahu kau tidak akan mengerjakannya.” Ujur Taehyung ngasih bukunya. Song In hanya terdiam , dipikirannya sudah mulai terbayang-bayang sesuatu.

“Park Song In, Kim Taehyung ada apa kalian ribut-ribut ?,” Tanya Jung songsaenim.

“tidak ada apa-apa Saemnim, tadi aku sama Song In ingin mengumpulkan tugas kedepan,” ujur Taehyung sambil menuju kedepan. “ah begitu, baiklah mari anak-anak kita memulai pelajaran, buka halaman selanjutnya,” ucap Jung songsaenim.

Saat Jung Songsaenim sedang menerangkan Song In tidak terlalu memerhatikan karena sekarang pikirannya sedang kacau. Ia memikirkan tadi yang Taehyung ucapkan.

“bagaimana ia tahu kalau aku tidak mengerjakan tugas itu,” Tanya Song In dalam hati
“apa semalam dia melihatku ?,” . “tapi mana mungkin kalau dia melihatku , tadi pas aku datang dia tidak bertanya pada ku,” . “ah bisa saja dia berpura-pura tidak tahu dan tidak mau menanyakannya kepadaku terus abis itu dia langsung menyebarkan ke seluruh sekolah bahwa aku bekerja part time menjadi Maid,” terus-menerus Song In memikirkan kata-kata itu. Dia masih bingung dengan ucapan Taehyung tadi. Dia juga takut apabila benar semalam Taehyung melihat dia dan nanti Taehyung memberitahu kepada anak-anak bahwa dia bekerja menjadi Maid disebuah cafee.

Tidak ada salah satu pelajaran yang di terangi oleh Jung songsaenim masih ke otak Song In.
Song In mendunggus frustasi , ia ingin sekali menanyakannya ke Taehyung tapi ia gengsi untuk bertanyanya.

######

“YAKK!! DIMANA PARK SONG IN ? PARK SONG IN!!,” teriak seorang pria dari luar kelas. Terlihat sekali pri a tersebut sangat emosi. Ia pun tanpa basa-basi nyamperin Song In.

“YAKK!! PARK SONG IN KAU HARUS BERTANGGUNG JAWAB, GARA-GARA KAU AKU DIHUKUM MENGELILINGI LAPAN 10 KALI,” teriak Pria itu

“ah benarkah ? pasti kau sangat lelah yasudah nih minum,” ujur Song In dengan memberikan pria itu minum. Pria itu hanya menatap minuman yang diberikan Song In.

“YAKK!! AKU TIDAK BUTUH MINUMAN INI, YANG AKU BUTUHKAN KAU HARUS BERTANGGUNG JAWAB,”

“untuk apa aku harus bertanggung jawab ? toh aku tidak melakukan kesalah terhadapmu,” ujur Song In santai seperti tadi pagi-pagi dia tidak melalukan kesalahan tehadap pria ini.

Taehyung yang dari tadi melihat pria ini berteriak-teriak kepada Song In dan berkata Song In harus bertanggung jawab kepadanya tidak mengerti ada apa dengan mereka berdua. Bukannya seluruh murid sekolah tidak berani terhadap Song In ? kenapa pria ini berani sekali berteriak dan memarahi Song In.

“permisi, ada apa ini kau tiba-tiba datang berteriak kepada Song In dan minta pertanggung jawabannya,” Taehyung memberanikan diri bertanya karena dia sangat penasaran ada apa dengan mereka berdua.

“kau tidak perlu tau!!, dan siapa kau ? aku baru melihatmu dikelas ini,” Tanya pria itu. Tiba-tiba saja ketua kelas datang.

“ada apa ini ? dan kau kenapa berteriak-teriak seperti itu Park Jimin,” Tanya ketua kelas.
“ah ternyata pria ini bernama Park JImin,” ujur Taehyung dalam hati.

“ini ketua, aku ingin minta pertanggung jawaban dengan dia,” jawab Jimin menunjuk Song In.

“pertanggung jawaban ? memangnya apa yang sudah dia perbuatan denganmu ?,”

“tadi pagi dia telah mendorongku untuk menjauh dari gerbang, dan itu membuat aku terlambat , aku juga dihukum mengelilingi lapangan 10 kali,” ujur Jimin kesal.

“benarkah itu apa yang dikatakan JImin Song In-ssi ?,” Tanya ketua kelas kepada Song In. Song in hanya menghela napas kesal.

“hahhh!! iya benar apa yang dikatakan JImin, terus kalau benarkan kalian mau apa ?,” ujur Song In dengan tatapan tajam. Seluruh sekelas yang melihat tatapan tajam Song in pun hanya menunduk dan tidak menjawabnya. Ketua kelas pun juga tidak menjawabnya. Song In pun menggeserkan bangkunya ia melangkah kan kakinya keluar kelas. Jimin yang melihat Song In meninggalkan kelas merasa bingung.

“heii Park Song In kau mau kemana ? urusan kita belum selesai,” teriak Jimin.

“isss ketua kenapa kau tidak menahannya saat keluar kelas tadi ?,” ucap Jimin sebal.

 

Perpustakaan~

Setelah peninggalan dia dari kelas ternyata dia melangkah menuju perpustakan untuk menenangkan diri dan menjauh dari kerumunan anak-anak dikelas yang heboh oleh teriakan Jimin ke dia. Sekarang ia telah asik di dunia membacanya sampai-sampai dia tidak merasa ada seseorang yang tengah memerhatikannya.

“dia kalau sedang membaca buku terlihat manis juga,” ujur Taehyung dalam hati. Ternyata yang sedang memerhatikan Song In adalah Kim Taehyung. tadi pas saat Song In keluar kelas untuk menghindari yang lain terutama kesalahannya terhadap JImin , Taehyung mengitunya dari belakang, dan ia terus memerhatikan Song In.

Song In menutup bukunnya saat itu ia melihat Taehyung berada didepannya. Ia pun melihat Taehyung dengan malas. Ia pun memgambil buku yang lain untuk dibaca. Beberapa menit kemudian Song In mengintip dari balik bukunya untuk melihat apakah Taehyung masih berada didepannya. Ternyata Taehyung masih berada disitu, Song In pun berdecak malas melihatnya, ia pun kembali focus lagi ke bukunya. Tiba-tiba saja terbesit dipikirannya tentang ucapan Taehyung pas pelajaran Jung songsaenim. Ia masih penasaran, ia ingin sekali bertanya kepada Taehyung tapi ia gengsi untuk menanyakannya. Ia berusaha tidak ingin memikirkan ucapannya lagi. ia kembali focus membaca bukunya lagi. tapi tetap saja ia tidak bisa focus ia terus memikirkan itu.

“kalau mau bertanya dengaku Tanya kan saja kau tidak usah gengsi sperti itu,” ujur Taehyung.

“mwo? Bagaimana kau bisa tau apa yang sedang aku pikirkan,” kaget Song In sambil membulatkan matanya kaget.

“aku asal menebak, abisnya gerak gerikmu seperti ingin menanyakan sesuatu denganku,” jawab Taehyung.

“ahh begitu,”

“jja! Apa yang ingin kau tanyakan denganku,” Taehyung memajukan wajahnya agar dekat dengan wajah Song In.

“hemmm i-i-t—tuu…,” ujur Song In gugup karena wajah dia dengan Taehyung sangat dekat.

“hemm itu apa Song In-ssi,” Tanya Taehyung mendekatkan wajahnya lagi. Song In pun memundurkan wajahnya.

“bagaimana aku mau bertanya kalau wajahmu dekat sekali dengan wajahku,” ujur Song In merona merah. Taehyung terkekeh mendengarnya. Ia pun mencubit pipi Song In dan memundurkan wajahnya.

“hahaha kau sangat manis bila merona seperti ini,” ujur Taehyung sambil tertawa. Song In langsung memalingkan wajahnya ke luar jendela. Sesegara mungkin ia memasang kembali lagi wajah dinginnya.

“hekkmm, sudah puas kau tertawa tuan Kim?,” ujur Song In sinis.

“haiss baru saja kau terlihat manis sekarang sudah keluar saja sikaf aslimu,” ucap Taehyung sambil pura-pura cemberut.

“sudah!! Aku ingin bertanya dengamu, bagaimana kau tau kalau aku tadi tidak mengerjakan tugas Jung saenim ?,” tanya Song in

“ahh itu hanya firasatku saja,”

“jinja ? apa kau sedang berbohong ? mana mungkin hanya sebuah firasat seseorang menjadi benar-benar terjadi,” Song in masih tidak percaya dengan jawaban Taehyung tadi.

“benar aku hanya firasatku saja,” jawab Taehyung dengan tatapan meyakinkan. Song In masih tidak percaya.

“apakah kau semalam melihat ku di daerah Daejeon?,” Tanya Song In memastikan apa jangan-jangan Taehyung semalam melihatnya di SmleeCafee.

“semalam kau berada didaerah Daejeon? aku semalam juga berada didaerah Daejeon, tapi aku tidak melihatmu di daerah Daejeon,”

“jinja ? kali kau benar tidak sedang berbohong kan ?,” Tanya Song In memastikan lagi dengan tatapan tajamnya.

“iya aku benar-benar sedang tidak berbohong nona Park Song In, tatap mataku apa benar aku sedang berbohong ?,” jawab Taehyug sambil memajukan wajahnya sambil memberikan tatapan meyakinkan bahwa dia tidak berbohong. Song In pun menatap matanya, iya dia melihat tatapan itu tatapan tidak sedang berbohong. Saat Song In menatap Taehyung entah mengapa jantungnya berdetak tidak karuan.

“ahh iya kau tidak berbohong,” Ujur Song In melepaskan tatapannya dengan Taehyung.

“benar kan aku tidak berbohong,”

“hemmm, syukurlah ternyata dia tidak melihatku,” lirih Song In.

“memangnya semalam benar kau ada didaerah Daejeon?,” Tanya Taehyung, sekarang mulai Teahyung penasaran dengan pertanya Song In yang menurut dia merasa sedikit aneh.
“ehh i-i-yya ? t-tidak a-akku t-tidakk berada di daerah Daejeon kok,” jawab Song In gugup, dia mulai ngerasa Taehyung mulai aneh dengan pertanyaanya.

“yakin ? kau sedang tidak berbohongkan?,” Tanya Taehyung dengan mendekatkan lagi wajahnya ke wajah Song In.
“heh ? b-benar kok aku tidak berbohong,”
“kalau begitu tatap mata ku ?,”
“untuk apa ? aku benar-benar tidak berbohong Taehyung-ssi,”
“kau yakin ?,”
“iya Taeyung-ssi,” jawab Song In menjauhkan wajah Taehyung dari wajahnya.
“baiklah aku percaya padamu nona manis,” ucap Taehyung sambil mengacak-ngacak rambut Song In.
“iss kau membuat rambutku berantakan tau,” ucap Song In sambil merapikan rambutnya.
“hehe, oh iya sebentar lagi bel masuk kau tidak ingin kekelas ?,”
“nanti, kau sendiri ?,”
“aku sih ngikutin kau saja,” jawab Taehyung dengan cengir kuda.
“seterah kau saja,” ucap Song In cuek. Taehyung melihat jam di dinding perpustakaan, 10 menit lagi bel masuk akan berbunyi.

“Song In kajja kita kelas,” Taehyung menarik tangan Song In. Song In menghempaskan tangan Taehyung. “aku bilang nanti , kalau kau mau kekelas duluan saja,” Sinis Song In. Taehyung tidak menanggapi ucapan Song In, dia malah menarik tangan Song In lagi bahkan sekarang dia terlihat menyeret Song In. Song In terus-terus saja berusaha melepaskan genggaman Taehyung.

“heii lepaskan!! Sudah aku bilang nanti aku masuknya,” , “yakk!! Lepaskan!! Kau tidak lihat orang-orang melihat kita dengan tatapan aneh, aku tidak mau ada rumor sesuatu denganmu,”
“yakk!! Kau mendegar apa yang akau katakan tidak?,” teriak Song In.

Mereka sudah sampai didepan kelas. Taehyung pun melepaskan genggamannya. “iya aku mendengarkan semua yang kau katakan, mian aku menyeretmu dan menyakiti pergelanganmu,” sesal Taehyung. Song In hanya tersenyum sinis dan sedikit meringis kesakitan karena pergelangan tanggannya memerah tadi abis digenggam erat oleh Teahyung.

“abisnya kalau kau masuknya nanti menunggu bel masuk, nanti kau akan telat dan kau tidak dibolehkan masuk untuk mengikuti ulangan dari Park Saenim,”

“eh ulangan?,” kaget Song In. bel masuk sudah berbunyi. Taehyung masuk kedalam kelas diikuti Song In dari belakang.
“baik ana-anak saya akan mengadakan ulangan untuk pengambilan nilai mata pelajaran saya,” ujur Park Songsaenim.
“EHH ? MWO? ULANGAN ? KENAPA MENDADAK SAENIM ? KAMI BELUM BELAJAR,” protes anak-anak sekelas.
“saenim kalau saya tidak mengikuti ulangan kan ? kan saya habis sakit jadi banyak pelajaran saenim yang ketinggalan,” tanya JImin menunjuk tangannya.
“kata siapa kau tidak mengikuti ulangan, kau tetep mengikuti ulangan ini walaupun kau sudah banyak ketinggalan pelajaran saya, kalau kau tidak mengikutinya kau tidak akan mendapatkan nilai untuk semester ini, lagian suruh siapa kau sakit,” ujur Park Songsaenim
“dan untuk semuanya tidak ada protes-protes, ulangan akan tetap dilaksanakan walaupun kalian belum belajar,” ujur Park Songsaenim lagi.

“hahhh baiklah Park Saenim,” ujur anak-anak sekelas pasrah.

“bagaimana bisa yang diucapkan pria ini selalu saja kenyataan,” , “apakah dia malaikat atau semacamnya,” ucap Song In dalam hati. Ia terus menatap Taehyung heran, bagaimana dia bisa tahu kalau mau ada ulangan. Taehyung merasa Song In menatapnya dengan heran dan bertanya-tanya.

“kenapa kau menatapku seperti itu,”
“kenapa kau bisa tahu kalau Park Songsaenim mau mengadakan ulangan,” Tanya Song In penasaran.
“oh itu tadi pagi aku keruangan guru untuk mengasih berkas-berkas kepindahanku disini dan tidak sengaja aku mendengar Park Sonsaenim berbicara dengan Kwon Songsaenim mengenai dia akan mengadakan ulangan dikelas kita,” jawab Taehyung panjang lebar, Song In yang mendengarkan penjelasan Taehyung menggangguk-gangguk mengerti apa yang Teahyung ucapkan.
“kau percaya apa yang aku katakan ?,”
“hemm iya aku percaya karena penjelasanmu barusan terlihat masuk akal, tidak seperti yang tadi sangat tidak masuk akal,”. Saat mereka asik mengobrol, Park Sonsaenim membagikan kertas ulangan.

“jja! Silakan kalian jawab, jangan menyontek okay, kalau sampai saya melihat ada yang menyontek saya tidak akan segan-sengan menyobek kertas ulangan itu dan menyuruhnya keluar dari kelas ini untuk tidak mengikuti ulangan, apa kalian mengerti,” ujur Park Songsaenim memperigati semuanya.
“baik Park Saenim,” jawab anak-anak sekelas.

Semuanya pun sekarang sudah focus mengerjakan soal ulangan, berbeda dengan Jimin iya terlihat sangat kebingungan untuk menjawab soal-soalnya, tidak ada satu pun soal yang ia mengerti karena ia sudah ketinggalan banyak sekali perlajaran Park Songsaenim. Ia pun melihat Song In sangat lancar mengerjakan soal. Tiba-tiba saja Jimin mengerluarkan kertas dan menulis sesuatu disitu. Ia melihat kearah Park saenim ternyata beliau sedang tidak mengecek absen. Buru-buru Jimin melempar kertas itu ke Song In.

Pluk~ Song In langsung membuka kertas itu.

Heii Song In-ah kau masih ingat kejadian tadi pagi? Aku minta kau bertanggung jawab atas apa yang kau lakukan terhadapku, tapi kau malah pergi begitu saja, jadi sekarang aku ingin minta pertangung jawabanmu, aku ingin kau memberikan ku semua jawabanmu , apabila kau tidak memberikannya , akan ku sebarkan foto kau bersama dengan dia waktu smp dulu hah

From: Park Jimin

Hahhh kau mengancamku Jimin-ah, baiklah akan aku berikan jawabannya lewat sms

From : Park Song In

Setelah Song In membalas kertas itu, ia pun langsung melemparkannya ke Jimin.
Pluk~ Jimin pun segera membaca surat itu, ia tersenyum bahagia saat membaca balasan dari Song In.
“haha ternyata masih mempan juga acaman seperti itu kkk~,” lirih Jimin senang.

Song In sudah mengirim sms semua jawabannya ke Jimin. Bel pulang pun sudah berbunyi sudah waktunya untuk mengumpulkan semua kertas ulangan.
“siap berdiri,” ucap ketua kelas
“beri salam,”
“selamat sore Park Songsaenim,”
“selamat sore juga,” Park Songsaenim pun meninggalakan kelas di ikuti oleh anak-anak kelas.

“Song In-ah gomawo,” ucap Jimin tersenyum senang. Song In hanya menatapnya dengan sangat tajam dan ia melangkah keluar kelas.
“heii kau sepertinya tidak seperti yang lain menjauhi dia, kau terlihat sangat kenal dia,” Tanya Taehyung dari belakang tempat duduknya.
“ahh iya mengenal Song In karena dulu kami pernah satu smp , walaupun kami tidak berteman dengan dekat tapi aku kenal betul Song In,” jawab Jimin.
“ah berarti kau sudah kebal akan sifat nya sepeti itu,”
“yah bisa dibilang begitu,”
“boleh kau ceritakan tentang dia waktu smp,” pinta Taehyung.
“eh ? maaf aku tidak bisa, lebih baik kau tanyakan saja sendiri ke Song In nya, karena sepertinya kau sudah dekat dengan Song In, by the way siapa nama mu,”
“Kim Taehyung Imnida,” Ucap Taehyung memperkenalkan diri ke Jimin.
“ah Taehyung-ssi, perkenalkan aku Park Jimin,” ucap JImin memperkenalkan diri juga ke Taehyung sambil membungkukan badan.
“iya aku sudah tahu, baik aku permisi dulu,” ucap Taehyung dingin.
“eh kenapa tiba-tiba ucapannya jadi dingin gitu,” JImin bingung akan cepat sekali perubahan ucapan Taehyung, “ahh biarkan saja, aku ingin cepat pulang dan bemain PS,” ucap Jimin sangat girang

######

SmileeCafee~

Pelanggan sudah banyak yang berdatang
Kling kling~ suara bel pintu masuk Cafee ini berbunyi. Segera mungkin Song In berada didepan pintu untuk menyambut pelanggan.

“selamat datang di SmileeCafee, tuan,” sapa Song In sambil membungukkan badan, saat dia menengakkan badan…
“eh ? K-k-kim T-T-Taaehyung,” kaget Song In membelakkan matanya
“nngapain k-kau k-kesini,” Tanya Song In, ia masih benar-benar syok
“aku ingin kesini saja, dan kau sedang apa disini, dan…,” ucapan Taehyung berhenti saat merlihat Song In memakai pakaian Maidnya.
“hancur sudah rahasia yang sudah aku simpan hampir setahun ini,” lirih Song In.
“sini kau, aku ingin berbicara dengan mu,” Song In mengandeng tangan Taehyung untuk meninggalkan Cafee

Taman~

Song In membawa Taehyung ketaman, untuk berbicara empat mata, mereka terdiam membisu, terlihat Song In berkali-kali menghembuskan napasnya.

“ada apa kau membawaku kesini,” Tanya Taehyung, ia bingung kenapa Song In membawanya ketaman.
“ada yang ingin aku bicarakan denganmu,”
“sekarang kau sudah tahu kalau aku bekerja part time di Cafee itu menjadi seorang Maid, jadi kumohon kau jangan memberitahu kepada anak-anak disekolah terutama para guru-guru, kalau mereka semua tahu aku bekerja menjadi seorang Maid Cafee pasti beasiswaku akan dicabut dan mungkin aku akan dikeluarkan dari sekolah karena aku yakin aku tidak mampu membiayai sekolahku dan sekolah adiku, sebenarnya aku melakukan pekerjaan ini sedikit tepaksa, karena factor ekonomi keluarga dan untuk membiayai sekolah adik ku di SOPA,” ujur Song In panjang lebar.
“ohh begitu, kalau keluarga mu tidak mampu membiayai adik mu sekolah kenapa ia masuk ke SOPA ? bukan kah sekolah itu sangat mahal,” Tanya Taehyung.
“ahh itu dia sudah masuk SOPA saat mendiang ayah masih ada, saat mendiang ayahku masih ada aku tidak hidup bersusah payah mencari uang, dan bersekolah di , dan saat ayahku meninggal semua harta kami telah habis diambil oleh bank, saat itu lah eomma mencari kerja tambahan, aku keluar dari sekolahku di dan mencari bersekolah di Chungju High School dengan beasiswa, dan adikku juga ingin pindah sekolah tapi aku sama eommaku tidak membolehkannya pindah dari SOPA karena aku tak mau bakat adikku tidak dikembangkan, dan mulai saat itu aku membantu eomma untuk membiayai sekolah adikku,” cerita Song In tentang kondisi keluarganya keTaehyung ia terlihat ingin menitikkan air mata saat menceritakan kondisi keluarganya saat ini, Taehyung yang mendengar cerita tentang keluarga Song In terhenyak dan ia menepuk pundak Song In pelan.
“hemm begitu ceritanya.” . Song In dengan cepat menarik napas dan membuang kesedihannya agar pria di belakangnya ini tidak melihatnya menangis.

“baiklah aku tidak akan memberitahu kepada yang lain kalau kau berkerja part time menjadi Maid di sebuah Cafee,” ucap Taehyung tersenyum.
“yakso!,” Song In mengajukan kelingkingnya ke Taehyung.
“hemm yakso!,” Taehyung mengayaitkan kelingkingnya ke kelingking Song In.

“gomawo Teahyung-ssi,” ucap Song In sambil melepaskan kelingkingnya dai kaitan kelingking Taehyung dan tersenyum sangat manis. Taehyung yang baru pertama kali melihat Song In tersenyum manis yang terlihat tulus itu terhenyak dan seketika muncul rona merah dipipinya.
“hhehe iya,” jawabnya tersenyum sambil mengacak-ngacak rambut Song In dengan saying, seketika pipi Song In merona merah dan tidak lupa jantungnya berdetak sangat cepat.
“haiss ada apa dengan jantung kenapa detakkan sangat cepat sekali,” ujur Song in dalam hati.
“jja! Sana kau kembali bekerja nanti kau dicariin sama manager mu, dan pasti mereka bingung saat kau tiba-tiba menyeretku keluar Cafee,” usir Taehyung.
“ahh iya kau benar, yasudah aku kembali ke Cafee lagi, dan kau lebih baik tidak ke Cafee lagi, arraso” Song In melangkah meninggalkan Taehyung.
“hemm,” jawab Taehyung.

Saat Song In sudah balik ke Cafee ia dilontarkan begitu banyak pertanyaan sama Eun Kyu dan para Maid lainnya, Song In pun menjelaskan semuanya mengapa ia menarik pelanggan itu dan apa hubungan pelanggan itu dengan Song in, setelah Song In menjelaskan semuanya baru mereka mengerti dan terlihat tersenyum senang, akhirnya mereka semua pun kembali bekerja melayani para pelanggan.

Terlihat diluar Cafee Taehyung memerhatikan Song In dari luar Cafee, ia terus melihat Song In tersenyum sangat manis.

“hah akhirnya aku tahu semua rahasiamu, saat pertama kali bertemu denganmu aku sudah melihat kau sangat berbeda dengan gadis lainnya, kau sangat menarik PARK SONG IN,” ujur Taehyung sambil menyilangkan kedua tangannya didepan dada dan mengembangkan smirknya

 

-To Be Continue-

NB: gimana readers feelnya masih kurang dapet yah ? saat aku nulis part ini aku sedang tidak enak badan makannya feelnya kurang dapet
okey tinggal jejak yah aku ingin kritik dan saran kalian readersdeul dipart 2 ffku ini ^^
ah iya yang komen kalau ff ini terispirasi dari anime jepang Kaichou Wa Maid-Sama, iya kamu bener emang aku terinpirasi ama anime ini tapi aku bikin alurnya berbeda🙂
gomawo yang udah baca ff part 1 ku dan mau meninggalkan jejak dan menyemangatiku ^^ *bow

About fanfictionside

just me

12 thoughts on “FF/ MY GIRL MY MAID/ BTS-BANGTAN/ pt. 2

  1. Nah aku komen disini yup eon.. Wkwk ..
    baguss . Typo nya yah dikitlah, ga banyak kok ;;) di tunggu kelanjutannyaa ^^

  2. bener dugaanku kalo ini dr anime Kaichou Wa Maid-Sama soalnya aku dah ngoleksi Videonya tp kalo komik si belum
    Mian baru komen
    aku agak kurang mudeng sama gaya bahasa ffnya mungkin bisa di perjelas lagi kalo mau pake yg baku, baku sekalian kalo yg gak, gak sekalian jd yg baca gak bingung
    di tunggu next nya

  3. bagus kok thor ceritanya, cuma gara2 bahasa nya kurang baku aku jadi ga ‘ngeh’ soalnya jujur aja paling demen sama ff yang bahasanya baku.-.salah satu contoh aja ya thor yang dikata kata ‘tadi pas saat Song In keluar kelas untuk menghindari yang lain terutama kesalahannya terhadap JImin’ menurutku kata ‘pas’ nya itu diilangin aja thor soalnya agak kurang baku ^^

  4. wawawa…. knapa si V jdi usui-kun >.< ceritanya mirip kaichou wa maid-sama kyaaaaa baca ffnya knapa jdi byangin ke bentuk anime ya😄 kyahaaaa~ lanjut dong

  5. Wah pantes, pas baca part ini kok kaya anime jepang ya eeh ternyata emng terinspirasi dr anime itu~~
    Author suka kaichou wa maid sama juga ya, nado 😁
    Animenya seru, semoga ini jg seru… Nextnya jan lama2 ya hehe

  6. Keren thorr!!
    Gua ngerasa kayakny si taehyung punya kemampuan lain gtu wkokwkwo
    Soalny sllu tiba”
    Haa
    Lanjut thorr..ane gk sabar am ceritany..keren bgt!!
    I like it lahh..kek lagu bts aje wkowkowkwowko

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s