FF ficlet/ THE SPECIAL ONE/ BTS-BANGTAN


Title                         :The Special One

Author                     : Alphareita

Genre                      : Fluff, Romance, High School Life (just a lil bit)

Main Cast                : Kim Taehyung (BTS) – Jung Jia (OC)

Support Cast           : Kim Eunsoo (OC); Park Jimin (BTS)

Length                     : Ficlet

Rating                      : G

Disclaimer               : This story, this plot, and all of idea of this FF is mine. Don’t copy or share this story without my permission

the-special-one

Note                        : aku bikin ff ini gara-gara liat translate-an lagu ‘95 graduation’ V-Jimin di youtube. Hehehe. just for fun. Happy reading, and don’t forget give me your review and comment. Thanks ^^

****

Aku menoleh sekali lagi ke belakang, berharap ia tiba-tiba muncul dari sana dan duduk di ruangan ini bersamaku. Tetapi lagi-lagi nihil. Tidak ada tanda-tanda ia datang. Pintu ruangan sudah tertutup sejak satu jam yang lalu, bahkan pidato kepala sekolah pun sudah dimulai sejak setengah jam yang lalu. Dan aku disini masih berharap dia datang terlambat dari pintu itu sambil tersenyum bodoh seperti biasanya.

“Jia-ya, dia tidak akan datang,” aku menoleh ke arahnya, sahabatku, Kim Eunsoo.

“Ne?”

“Taehyung, Kim Taehyung. Dia tidak akan datang,” ia menatapku.

“Taehyung? Ah, ani! Aku tidak menunggunya. Siapa juga yang mau menunggunya,” sanggahku cepat, bisa kurasakan aku salah tingkah sekarang.

Aku segera memalingkan wajahku ke depan, meskipun aku masih ingin memandangi pintu itu menunggu kedatangannya.

“Gojitmal. Memangnya aku tidak memperhatikanmu? Ini sudah yang kelima belas kalinya kau menoleh ke arah pintu itu terus. Jia, kau benar-benar berharap anak itu akan datang?”

Aku menunduk. Ya, aku memang menunggunya. Sejak semalam aku menghubunginya, mengingatkannya bahwa hari ini adalah upacara kelulusan sekolah, dan tentu saja tidak ada balasan. Ya, seharusnya aku sadar bahwa dia memang tidak akan bisa datang. Dia pasti sibuk. Dasar bodoh, Taehyung bersama Bangtan sedang promo untuk comeback album baru mereka, jadi mereka sudah pasti sangat sibuk. Jangankan membalas pesanku, malah mungkin ia juga tidak sempat mengabari keluarganya sendiri.

“Aku merindukannya, Eunsoo-ya,” lirihku.

“Arraa~. Kim Taehyung, Nappeun saeki!” hujat Eunsoo yang langsung ku pelototi.

“Ya! Kau menghina namjachinguku!”

“Aish, dia mendiamkanmu selama ini dan kau masih saja membelanya. Apa bagusnya Kim Taehyung itu, eo?”

“Dia hanya sedang sibuk. Memangnya kau tidak dengar kalau mereka baru saja comeback? Sudah pasti dia sibuk untuk mempromosikan album barunya itu!”

“Aaaw! Ya! kenapa kau memukulku?” Eunsoo memukul kepalaku dan sungguh pukulan seorang Eunsoo pemegang sabuk hitam taekwondo benar-benar membuatku pusing sejenak.

“Babo!” bisa kurasakan tanganku digenggam Eunsoo.

Taehyung-ah, kau benar-benar tidak datang? Apa kau baca pesanku semalam? Bagaimana kabarmu? Kau makan dengan baik, kan? Bagaimana jadwalmu belakangan ini? Kau tidak sakit, kan? Apa hyungdeulmu merawatmu dengan baik? Bagaimana perkembangan latihan vokalmu? Sudah ada peningkatankah? Bagaimana perkembangan latihan dancemu? Tidak lupa gerakan lagi, kan? Sudah lama sekali kau tidak menghubungiku.

Ah, banyak sekali yang ingin kutanyakan padamu, Taehyung-ah. Tapi, sampai hari ini kau saja tidak memberi kabar padaku. Lalu, aku harus bagaimana?

“Ya! Jangan nangis. Itu, sebentar lagi kelas kita dipanggil maju. Kau hanya mempermalukan dirimu sendiri kalau kau nangis sekarang. Terlebih menangisi namchin konyol sepertinya,” Eunsoo makin mengeratkan genggaman tangannya.

“Ya! aku tidak menangis!” bantahku yang membuat gadis itu berdecih.

“Terserah sajalah,” kali ini menepuk pelan tanganku yang digenggamnya dengan satu tangannya yang bebas.

“Ne, gomawo, Eunsoo-ya.” aku hanya bisa memperlihatkan senyum tipis padanya.

Dan kelasku dipanggil maju untuk menerima piagam kelulusan. Aku menghela napas berat, mencoba menghilangkan harapanku bahwa Taehyung akan datang, berdiri diantara barisan kelas kami dan tersenyum bodoh seperti biasanya kepadaku.

Saat berdiri ditengah barisan panjang, ponselku bergetar. Sebuah pesan masuk ke ponselku. Berharap itu dari Taehyung, aku bergegas membukanya. Dan secepat harapan itu tumbuh, secepat pula harapan itu pupus. Bukan Taehyung, melainkan Jimin. Yah, Park Jimin.

<박지민>

Jia-ssi, tolong wakilkan aku dan Taehyung untuk mengambil piagam, ne?

Kami tidak bisa datang

Schedule comeback bangtan hari ini padat sekali ㅠㅠ

Gomawo ^^

“Nugu? Taehyungie?” bisik Eunsoo dari belakangku.

“Ani. Jiminie,” jawabku yang langsung membuatnya berdecak sebal.

“Dia bilang apa?”

“Molla.”

Eunsoo tidak lagi bertanya macam-macam sampai tiba giliranku maju dan menerima piagam kelulusan, sekalian membawa milik Taehyung yang dengan senang hati diberikan kepala sekolah padaku. Sementara Jimin yang beda kelas, mungkin aku bisa minta tolong teman sekelasnya untuk mengambilkan dan memberikannya padaku. Ah, Park Jimin, Kim Taehyung kalian merepotkan!!

****

Hubunganku dengan SOPA sudah berakhir. Aku sudah tidak lagi menjadi murid sekolah menengah. Aku sekarang pengangguran karena tidak memiliki status. Siswa? Sudah bukan lagi. Mahasiswa? Mahasiswa mana? Aku saja belum terdaftar di perguruan tinggi manapun. Lihatlah, aku sekarang pengangguran.

Aku duduk di kamarku memandangi gulungan yang berisi piagam kelulusanku dan dua orang lagi itu dari SOPA. Tanggal 13 Februari sudah lewat. Sudah seminggu sejak aku tidak lagi menjadi siswa SOPA. Dan dia belum juga ada kabarnya. Aku memeluk boneka singa besar yang diberikannya dulu, ketika dia tidak terlalu sibuk dengan schedulenya.

“Taetae, neomu bogoshipposeo,” ujarku sambil memeluk erat boneka itu dan memandangi gulungan piagam yang ada di atas meja belajarku.

Bunyi ‘katalk’ dari ponsel yang kuletakkan di atas meja menggangguku. Dengan enggan aku mengambilnya dan melihat pesan masuk dari siapa yang menginterupsi kegiatanku merindukan namchinku.

Melihat nama sang pengirim pesan, aku hanya bisa mengedipkan mata berkali-kali.

“TAETAE!” seruku setelah detik kesepuluh otakku mencerna nama sang pengirim pesan.

<태태>

Urinmanida, nae yeoja

Bagaimana kabarmu?

Maaf merepotkanmu di hari kelulusan kemarin :

Schedule hari itu benar-benar sangat padat

Neomu bogoshipposeo

-file receiving-

 

<중지아>

Ya! neo nappeun saeki!

Kau benar-benar tidak datang waktu itu!

Kepalaku sampai sakit karena kebanyakan menoleh setiap kali pintu terbuka!

Ne! nado…

Apa yang kau kirim, taetae?

 

<태태>

Hehehe…mian

Kepalamu pasti baik-baik saja kalau kau sudah menerima file yang kukirim

Dengarkan baik-baik, arrachi!

Jangan sampai terlewat!

Hehe

 

<중지아>

Ne!

Dan berakhir. Dia tidak lagi mengirimiku pesan. Tidak tahukah dia aku menunggu cukup lama hanya untuk mendapatkan sebuah kata ‘hai’ darinya. Namjachingu macam apa yang membuat yeojanya kesal seperti ini. Tidakkah dia ingin bertanya mengapa sudah selarut ini aku belum juga tidur? Bagaimana nilaiku saat kelulusan kemarin? Universitas mana yang akan aku pilih?

Hah, sudahlah. Sepertinya terlalu egois jika aku menginginkan dia menanyakan hal itu padaku. Mungkin saja dia sedang disela-sela jadwalnya sekarang dan menyisihkan waktu untuk menyapaku. Seharusnya aku bersyukur setidaknya ia masih ingat padaku.

“Babo!” aku merutuki diriku sendiri yang tidak memiliki pengertian pada namchinguku sendiri.

Rasa penasaran menghantuiku melihat file yang dikirim Taehyung padaku. Aku membukanya. Formatnya mp3? Lagu? Apa ini salah satu lagu dari album bangtan yang baru? Ah, kalau dari album mereka yang baru aku sudah dengar semuanya. Atau lagu ciptaannya sendiri? Ah, molla.

Aku mengambil earphoneku untuk mendengarkan apa yang dikirim Taehyung.

Sebuah lagu. Bukan dari album bangtan. Tetapi iramanya terdengar tidak asing.

Aku mendengarkannya baik-baik seperti pesan Taehyung. Suara Taehyung dan Jimin di lagu ini menunjukkan kualitas vocal mereka yang semakin apik. Aku, sebagai lulusan sekolah yang sama di tahun yang sama dengan mereka, merasa bangga pada keduanya.

“Eh?” di bagian akhir lagu, suara Taehyung terdengar lebih jelas. Ia tidak bernyanyi, melainkan menyampaikan pesan.

Aku mendengarkan dengan lebih seksama sambil menutup kedua mataku. Aah, ternyata permintaan maaf karena tidak bisa menghadiri upacara kelulusan dan meminta mereka untuk mengerti keadaannya. Dan pesan satu lagi….

My beauty..

Although, I can not see you often, and you can not contact me..

Please wait for me a little while more.

Really..really…really..

REALLY!

I love you

Lagu itu berhenti bersamaan dengan pikiranku. Aku tidak bisa berpikir sejenak. Pesan terakhir itu. Itu untukku bukan? Atau justru pesan yang pertama? Statusku masih sebagai yeojanya, kan? Apa maksudnya itu? can’t contact me? Menangguhkan hubungan, eoh?

Aku langsung mengiriminya pesan.

<중지아>

YA! Nappeun saeki!

Kau dan Jimin menggunakan lagu lupe fiasco?

Dasar tidak kreatif!

 

<태태>

Aish! Ya!

Kau sudah dengar semuanya? Sampai selesai?

 

<중지아>

Eo, wae?

 

<태태>

Lagu itu baru selesai lima menit sebelum ku kirim padamu

Kau yang pertama mendengarkannya

Hehehe

 

<중지아>

Jinjja?

 

<태태>

Keuromyo!

Ya! kau dengarkan sampai selesai lagunya, kan?

 

<증지아>

Ya! kau sudah menanyakannya tadi -__-

 

<태태>

Tidak ada yang ingin kau komentari?

 

<중지아>

Ah, itu..

 

<태태>

Eottae?

Mm??

 

<중지아>

Liriknya kenapa diulang-ulang?

Kau tidak punya ide bikin lirik?

Kau kehabisan ide?

 

<태태>

YA!

Jahat *emoticon pundung*

 

<중지아>

Tapi aku suka message yang di bagian akhir lagu

 

<태태>

Jinjja?

Kau tahu siapa yang aku maksud?

 

<중지아>

Keurom! Teman-teman satu angkatan, kan?

 

<태태>

YA!

Neo! Neo!

Itu untukmu babo-ya!

 

<중지아>

Arra~

Nan haengbokhae. Jeongmal haengbokkago

Gomawo, neomu gomawo :’)

 

<태태>

🙂

Jadi, sebentar lagi. Tunggu sebentar lagi. Kau mau kan?

 

<중지아>

Ne🙂

 

<태태>

Saranghae

 

<중지아>

Nado

 

Aku memutar ulang lagu yang dikirim Taehyung. Kali ini aku sengaja melepas earphone yang terpasang di ponselku. Memutarnya cukup keras, membantuku sebagai pengantar tidur. Pesan terakhir disana untukku. Aku tidak bisa lebih bahagia dari ini, menjadi seorang yeoja dari Kim Taehyung. Tidak, tidak ada yang tahu tentang kami berdua, ah iya, Eunsoo. Kecuali yeoja itu. Kami hanya seorang Jung Jia dan Kim Taehyung. Jung Jia yang hanya orang biasa, seorang ARMY biasa. Dan dia, Kim Taehyung, V, member dari BTS. Detik ini, siapa yang tidak tahu V? Dan kami berjalan sendiri-sendiri. Menempuh perjalanan panjang kami sendiri. Mengukir sejarah untuk kami sendiri, mencari pencapaian yang berarti diusia kami yang idealis. Tidak untuk selamanya, hanya sementara. Dan sepanjang itu, aku akan menunggu. Dia memintaku menunggu sedikit lagi lebih lama. Tanpa kontak dan saling bertemu. Dengan kata lain menangguhkan hubungan kami.

Hey, Kim Taehyung! Aku sudah memutuskan untuk menunggumu. Jadi, segera raih mimpimu dan kita bisa bersama lagi.

****

Februari sudah berlalu dengan kesan yang mendalam. Bukan, bukan karena aku menghabiskan waktu valentine dengan namjachinguku (bahkan ketika valentine, dia tidak mengirimiku satu pesanpun. Dia malah asik selca dengan cokelat dari ARMY, huh!). Hanya sebuah peristiwa kecil di penghujung Februari yang membuatku tidak bisa tidak tersenyum saat ini.

Lagu yang Taehyung kirim dini hari itu sudah dirilis resmi oleh manajemen tempatnya berkarir. Bagian pesannya yang terakhir tidak melalui proses edit, jadi lagu yang beredar sekarang sama persis dengan lagu yang ia kirimkan padaku waktu itu.

“Ya! pesan di akhir lagu itu untuk siapa, ya? Jadi, V oppa sudah punya yeojachingu? Atau justru Jimin oppa?”

“Mollaaa~, tapi itu suara V oppa. Ah, mungkin buat orang tuanya. Atau mungkin buat teman-teman satu angkatannya. Kan, lagu itu tentang kelulusan, kan?”

“Ah, majja!”

Aku hanya tersenyum mendengar celotehan dua anak sekolah itu. Biarkan saja mereka menebaknya sesuka hati, toh memang kenyataannya pesan itu buatku.

“Ya! Jung Jia, kenapa kau senyum-senyum bodoh seperti itu? Sejak kapan kau ikut-ikutan aneh seperti Taehyung?” Eunsoo mengalihkan fokusku lagi padanya.

“Ya!” rengekku padanya.

“Jadi pesan itu buatmu?”

Aku hanya tersenyum menjawab pertanyaan Eunsoo.

“Haaah, nappeun saeki. Seenaknya saja menyuruh yeoja secantik ini menunggu. Memang apa istimewanya anak itu?” keluh Eunsoo yang malah membuatku tertawa melihatnya kesal seperti itu.

Mungkin saat ini ia terlihat kesal, namun aku tahu, dia pasti sekarang sedang merasa lega karena Taehyung yang aku tunggu-tunggu sudah menghubungiku. Meski akhirnya secara tersirat ia mengatakan untuk menangguhkan hubungan kami, tetap saja ia memberikan sebuah dp yang membuat siapapun yang menerimanya pasti akan bersedia. Sama sepertiku.

“Dia istimewa. Karena dia Kim Taehyung,” balasku.

-FIN-

About fanfictionside

just me

26 thoughts on “FF ficlet/ THE SPECIAL ONE/ BTS-BANGTAN

  1. Daebak thor neomu joah minta squel nya dong thor gimana hubungan mereka selanjutnya gituh
    #author fighting ^_^

  2. so sweet ♡♡ taetae~~ aku gak tau deh harus komen apa,yang pasti aku dibikin senyum-senyum sendiri sama ni cerita ^^♡♡♡

  3. demi apapun aku ga pernah berpikiran ampe v punya yeoja pas tau translate pesan terakhir v di lagu itu. jinjjayo, tapi pas baca ini ff aku jadi berpikiran kayak gt kyaaaaaaaaaaaa!!!>_____________< bneran punya yeoja apa;——-; otte:(((( wkwkwkek

    • aaaaak, jangan percaya sama ff ini…
      ini murni imajinasiku gara2 baca translate-an pesan di lagu itu..
      beneran deh…
      aku cuma mau bikin ff dr beberapa info asli anak BTS, tp beneran deh ceritanya murni karangan *panik sendiri*

  4. Ahh thor tp v oppa pcrannya cma d ff doank kan? Iya kan? Bneran kan? Gak nyta kan? (Cerewet -_-) hehee… aku stju klo cma d ff…^^ author emang keren🙂 keep writing yah thor. Fighting!! ^^ (aegyo gagal -_-)

    • Itu translate dr message yg diomongin V di akhir lagu 95 graduation…tenang ini cm sekedar ff doang kok hehe
      Tp ya klo ternyata emang beneran aku ga ikut2 ._.

      Makasiiiih ^^

    • Itu translate dr message yg diomongin V di akhir lagu 95 graduation…tenang ini cm sekedar ff doang kok hehe
      Tp ya klo ternyata emang beneran aku ga ikut2 ._.

      Makasiiiih ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s