FF/ YOUNGEST BOYFRIEND? NO PROBLEM!/ BANGTAN-BTS/ pt. 6


Author: DJ

Cast:

Kim Seyeon (OC)

Jeon Jeongguk (BTS)

Kim Taehyung (BTS)

Kwon Sunmi (OC)

Choi Minra (OC)

Jung Hoseok (BTS)

Kim Seokjin (BTS)

Park Jimin (BTS)

Choi Junhong (BAP)

Kim Sena (OC)

Other

Genre: Romance.

Rating: 15

6

 

 

Part 6

Author POV

 

“Myeongguk School”

Hari ini, para guru-guru sedang sibuk merekap nilai-nilai siswa-siswi tingkat akhir. Karena rata-rata para guru sibuk, maka jarang para siswa kls 10-11 pun terlantarkan.

Sementara itu, Seyeon dan Sunmi berada di kelas, sedang sibuk merenungi nilai-nilai mereka. Dan melihat pemandangan lapangan sekolah dari kelasnya.

“Yeon-ah….” gumam Sunmi.

“hum…”

“bagaimana nilaiku…hah!”

“nilaiku juga bagaimana! Hah!”

Mereka berdua secara bersamaan menghela nafas. Dan juga mereka tidak menyadari, jika ada seseorang telah berjalan pelan-pelan mendekati mereka. Gayanya seperti pencuri? Tetapi sepertinya pencuri itu hanya ingin mencuri hatinya Seyeon.

“noona……” bisiknya lembut. Seyeon terkejut dan segera menengok ke sampingnya. Seyeon melihat seorang bocah yang sedang mencoba membuat hati-nya berdebar kencang/?

Bingo! Jeon Jeongguk. Dia tersenyum menunjukkan dimple manis nya.

Seyeon tersenyum dan mencubit pipi Jeongguk. Lantas, Jeongguk menyipitkan matanya.

“aissss noona! Sakit!” lirih Jeongguk. Seyeon memberikan high five nya.

Tiba-tiba Speaker Sekolah berbunyi,

“Para siswa kelas 12, diharapkan ke Auditorium belakang, sekarang juga! Terima kasih!”

Seyeon dan Sunmi saling menatap sendu.

Ketika keduanya ingin keluar kelas, ada tangan yang menahan Seyeon untuk keluar kelas. Jeongguk.

Seyeon menghela nafasnya. “Jeongguk, noona mau ke audit!”, Seyeon berusaha melewatinya tapi tetap saja Jeongguk menahannya.

“Jeongguk!” teriak Seyeon sambil menyipitkan matanya. tetapi Jeongguk menggelengkan kepalanya dan memberikan muka “bocah sedang ngambek”.

Seyeon melihat Sunmi yang sedari menatap mereka berdua, langsung menyuruh Sunmi untuk duluan pergi ke audit. Sunmi pun berlalu.

“mr. Jeon! Mau apa?” tanya Seyeon.

“bogoshippoyo, noona….” kata Jeongguk dengan muka pura-pura sedih.

Seyeon kembali mencubit pipinya Jeongguk dan dia meringis kesakitan.

“sabar ya…” tangannya mengelus pipi Jeongguk lembut. Jeongguk menutup matanya dan menikmati sentuhan tangan noona-nya itu.
“EKHEM” seseorang berdehem. itu membuat Seyeon dan Jeongguk menengok. Yang ternyata ada Geng BTS.

“duh….jangan bermesraan disini, ini se-ko-lah.” Kata Seokjin sambil memegang kipas princessnya

“haruskah kuadukan dengan wali kelasmu, Jeon Jeongguk? Karena kau memacari seniormu?” kata Jimin sambil menaikkan alisnya sebelah.

“ckckckck.” Hoseok menggelengkan kepalanya.

 

Seyeon menghiraukan mereka bertiga dan Jeongguk berusaha menahan emosinya saat mendengar perkataan Jimin.

“sudahlah! Noona mau ke audit.” Seyeon ingin bergegas pergi tetapi Jeongguk menahannya lagi

“noona….” katanya manja.

Hoseok, Seokjin, dan juga Jimin menganga melihat kelakuan Jeongguk yang tiba-tiba manja???

Seyeon menciumi pipi kiri Jeongguk dan ia pergi.

Jeongguk menundukkan kepala dgn lemas dan Geng BTS menganga melihatnya. Tetapi sesaat kemudian, ia menegakkan kepala nya itu dan membuat geng bts terkejut.

Merasa diperhatikan, Jeongguk menoleh ke mereka *Geng BTS

“YA! Kenapa?” nada Jeongguk yang kelihatan tidak suka alias marah. Geng BTS menggelengkan kepalanya gugup dan pergi dari hadapan Jeongguk.

 

“Jeguk School”

“Kim Taehyung…” teriak seseorang memanggil Taehyung. Taehyung menengok ke belakang dan orang tersebut sangat merusak moodnya. Minra.

“wae?” tanya Taehyung sinis.

“kau tidak lupakan dengan rencana kemarin?”

“tidak”

“baguslah!” Minra mengikuti Taehyung dari belakang. Karena kesal, Taehyung membalikkan badannya.

“ada urusan lain?” tanya Taehyung lagi. Minra menggelengkan kepalanya.

“bisakah kau berhenti mengikutiku?”

“huh? apakah aku mengganggumu?”

“sangat menganggu!”

“baiklah, dan jangan lupa rencana kita, mr.Kim” Minra melewati Taehyung dan pergi.

Taehyung mengacak-acak rambutmu dan menghela nafas dengan kasar. “Kwon Sunmi…aku tidak bisa tidur semalaman karena memikirkanmu. Apa yang kau lakukan padaku?” gumamnya

 

**

 

“3 hari lagi kita ujian akhir! Jadi bersiaplah!”

“mwoya? 3 hari lagi?” teriak Seyeon dan Sunmi

Semua murid menatap heran ke Seyeon dan Sunmi. Mereka berdua menutup mulutnya dan saling menatap.

Setelah pertemuan itu selesai, Seyeon dipanggil keruangan Lee ssaem.

“ada apa ssaem?”

“ini” Lee ssaem memberikan sebuah kertas pada Seyeon dan ia membacanya.

“Tokyo University?” Seyeon bingung menggaruk kepalanya dan tiba-tiba dengan secepat kilat menatap ssaem-nya.

“kau diterima, Seyeon.” Senyum Lee ssaem.

“Benarkah?????????” pekik Seyeon. Lee ssaem mengangguk dan tersenyum.

Seyeon langsung berlari kekelasnya untuk menemui Sunmi.

 

“mwoyaaa???? Tokyo University???” teriak Sunmi.

Seyeon mengangguk. Sunmi tidak percaya dan berteriak histeris. Ia langsung memeluk Seyeon.

“Chukkae! Kim Seyeon! Chukkae~~~”

“gomawo, Sunmi-ya!”

 

Seyeon POV

 

Lee ssaem memanggilku ke kantornya. Ketika aku sampai dikantornya, Lee ssaem memberikan sebuah kertas padaku.

Aku membaca kertas itu dan kop suratnya tertulis “Tokyo University”

Aku bingung kenapa Lee ssaem memberikan kertas ini padaku, tapi aku mengingat sesuatu. Jika kemarin aku mengisi kertas kuliah ku ke Tokyo University, jurusan Hukum.

Aku menatap tidak percaya dan langsung melihat Lee ssaem yang sedari tadi tersenyum?

“kau diterima, Seyeon.” Senyum Lee ssaem.

“MWOYAAAA???” Teriakku histeris. Lee ssaem menganggukkan kepalanya.

Aku menundukkan kepalaku padanya dan langsung berlari ke kelas menemui Sunmi.

Nafasku tersengal-sengal.

“Sunmi-yaaaaaa!!!”

“wae?” aku langsung menunjukkan kertas tadi kepada Sunmi. Ia terkejut.

“Chukkae! Kim Seyeon! Chukkae~~~” ia memelukku erat.

“gomawo, Sunmi-ya!” senyumku.

“kau sudah beritahu Jeongguk?”

Ah benar, aku belum memberitahu Jeongguk soal ini.

“kau harus memberitahunya…” ucap Sunmi sambil membenarkan rambutku.

“nanti saja, setelah ujian akhir, aku akan memberitahunya.” Kataku.

Seyeon POV end

 

**

 

Disisi lain, Kim Taehyung juga dipanggil keruangan gurunya.

“kau diterima Taehyung”

“diterima?” gurunya memberikan Taehyung sebuah kertas.

“Tokyo University?”

“iya, apa kau senang? Lihatlah, itu nama-nama yang diterima di Todai…dan Cuma kau yang diterima dari sekolah ini!”

“hm…” Taehyung terlihat ragu sambil melihat-lihat nama.

Dan ia tiba-tiba menemukan nama yang tidak asing lagi bagi matanya.

“huh? Kim Seyeon? Hukum?”

Secara perlahan, raut mukanya tersenyum lebar. Sepertinya ia akan menerimanya.

 

**

 

“Jeguk School”

Bel sekolah berbunyi.

Minra langsung keluar dari kelasnya itu, dia berlari kecil.

Minra tersenyum saat seseorang menunggunya. Dan orang itu banyak dikerumunin para murid di Jeguk yang memujanya/?

“Oppa!!!” teriak Minra. Orang itu ternyata Junhong, oppa-nya Minra.

Junhong tersenyum pada Minra dan melambaikan tangannya. Semua mata tertuju pada Minra. Junhong memeluk Minra dan mengelus rambutnya.

“Eisssh, ternyata… adik oppa sudah besar sekali…” Junhong mencubit pipi adiknya itu gemas. Minra melepaskan pelukannya.

“sudah dari dulu, oppa!” Minra mengerucutkan bibirnya.

“arraseo! Makan siang?” tawar Junhong. Minra mengangguk.

 

**

“noona, apakah lapar?” tanya Jeongguk

“Hm, tidak terlalu, wae? Kau lapar?”

“sedikit.”

“baiklah, mau makan dimana? Sekalian noona mau berbicara sesuatu”

“huh? bicara apa?”

“nanti saja, ayo kita cari tempat makanan.” Seyeon terlihat gugup dan berjalan sedikit cepat.

Jeongguk yang begitu penasaran, langsung memegang tangan Seyeon.

“noona..”

“wae?”

“aku penasaran”

“penasaran?”

“apa yang noona ingin katakan?” Jeongguk menatap Seyeon dengan serius dan mengenggam kedua tangan Seyeon.

“itu….anu….” Seyeon menggigit bibirnya dan sesekali menatap Jeongguk. Jeongguk masih melihatnya dengan serius.

Seyeon menelan air ludahnya.

“misalnya….jika…noona…”

“ya? Noona kenapa?”

“noona….”

“hm?”

“noona…kuliah di luar Korea, apa yang akan kau lakukan?” tanya Seyeon gugup.

Jeongguk terdiam. Seyeon menatap Jeongguk penuh harapan. Jeongguk menyipitkan matanya.

“noona menyembunyikan sesuatu dariku kan?” selidik Jeongguk

“ah…tidak…tidak….noona hanya mau bertanya…” balas Seyeon dengan gugup

“jika noona kuliah di luar Korea ya?hm..” Jeongguk menunduk lesu

“bagaimana?” tanya Seyeon lagi dengan penasaran.

“mungkin, aku akan melarang noona.”

“mwoya?” Seyeon terkejut. Jeongguk yang melihat ekspresi Seyeon itu, kembali menatapnya dengan penuh pertanyaan.

“sekarang aku yang bertanya…” Jeongguk serius dan melipatkan kedua tangannya.

“a…apa?” Seyeon memundurkan langkahnya dan Jeongguk perlahan mendekatinya.

“kenapa noona bertanya seperti itu?”

“itu……”

“wae?” Jeongguk menatap serius noona-nya itu dengan penuh pertanyaan sedangkan Seyeon gugup.

“anu…” Seyeon menggigit bibirnya.

“Seyeon?” sebuah suara membuat Seyeon dan Jeongguk terkejut. Mereka menoleh kearah sumber suara itu.

“Junhong oppa? Dan?” Seyeon menyipitkan matanya saat Junhong melambainya dan seseorang sedang menatap Seyeon dan Jeongguk tajam.

“Minra????!!!” Jeongguk terkejut menganga.

Minra menatap Seyeon dan Jeongguk satu persatu dengan penuh kemarahan. Yah walaupun dia tidak punya urusan dengan mereka, tapi ia tetap bersisi teguh untuk mendapatkan Jeongguk dari tangan Seyeon. Kelihatan dari tatapannya ke Seyeon.

Junhong dan Minra mendekati mereka berdua. Seyeon tersenyum masam dan langsung menggandeng tangan Jeongguk.

“hi, Junhong oppa!” senyum Seyeon.

“hi, sedang apa kalian disini? Apakah ingin makan siang juga?” tanya Junhong sambil menatap Jeongguk seperti menyelidiki sesuatu.

Seyeon yang tersadar Junhong menatap Jeongguk aneh, langsung bicara.

“kenalkan, oppa. Ini…”

“aku tahu, Jeongguk kan?” sela Junhong dan langsung memberikan senyum pada adiknya.

Seyeon mengkerjapkan matanya. begitupun Jeongguk yang tidak tahu sama sekali siapa itu.

“ah, ayo kita masuk!” ajak Junhong.

Junhong & Minra melewati Seyeon dan juga Jeongguk, akan tetapi Junhong berhenti melangkahkan kakinya dan memegang pundak Jeongguk utk membisikkan sesuatu.

“Jeongguk-ah, Minra sangat “addict” padamu. entah apa yang dia lihat dari dirimu… tapi tolong lakukan sesuatu agar adikku berhenti memikirkanmu. Itu sedikit mengangguku. Bisakah?” bisik Junhong tapi kedengaran sangat tegas

Jeongguk menelan air ludahnya. Junhong pun tersenyum kecut pada Jeongguk dan berlalu.

Seyeon menggoyangkan tangan Jeongguk, dan menatapnya cemas.

“gwaenchana?” tanya Seyeon pelan. Jeongguk mengangguk.

Tiba-tiba sebuah tangan menarik tangan Jeongguk, Minra.

“Kookie, ayo masuk!” senyum Minra.

“anu…aku…..noona….dan..” tidak sempat melihat Seyeon, Jeongguk ditarik begitu saja masuk ke restoran.

Seyeon membelalakan matanya dan mulutnya menganga.

 

“didalam restoran”

“aku…pesan salmon steak dan hmm…grape juice! Dan kookie?” tanya Minra dengan bahagia dan juga kelihatan manja.

“aku….” Jeongguk sesekali menatap sekilas ke Seyeon yang sedari tadi melihat kearah lain, ya itu tandanya ia marah. Jeongguk menghela nafasnya.

“aku, sama seperti Minra…” pasrah Jeongguk dan membuat Seyeon menatapnya. Minra tersenyum seperti merasakan kemenangan.

“oppa, mau apa?” tanya Minra pada oppa-nya itu.

“dan aku, Takoyaki dan hm….. apple juice?…Seyeon? kau mau pesan apa?” tanya Junhong

“aku sama sepertimu saja, oppa!” jawab Seyeon datar.

 

“ah aku kenyang!” kata Minra. Dan ia melirik Jeongguk yang begitu murung dan sekilas menatap Seyeon. Minra mengernyitkan matanya. tapi, sebuah ide muncul dari otak Minra, ia menyunggingkan senyumnya.

 

Flashback

Disaat perjalanan ke restoran, Minra merogoh sakunya yang sedari tadi bergetar.

pip pip pip

Dan terlihatlah nama Taehyung Kim dilayarnya. Minra langsung menjawabnya.

“yeobseyo? Wae?”

[kau tahu tidak…]

“tau apa?”

[hahahahahhahaha]

“yaaa! Kenapa tertawa?”

[arraseo, aku diterima di Todai!]

“huh? chukkae! Itu saja?”

[cih…]

“cepatlahhhh, kau membuatku penasarannnn!!!”

[dan aku melihat nama Seyeon]

“huh? maksudnya?”

[tsk. Dasar bodoh! Itu artinya dia juga diterima di Todai, bodoh!]

“benarkah????? Ah akhirnyaaaa!!”

[baiklah, aku tutup!]

“oke!”

Flashback end

 

Minra tersenyum sinis pada Seyeon yang sedang menghabisi Takoyaki nya dengan lahap. Tiba-tiba saja Seyeon tersedak.

“Seyeon-ah, kau tidak apa-apa?” Junhong yang dari tadi melihat Seyeon makan dengan lahap.

Seyeon menggelengkan kepalanya menandakan jika iya tidak apa-apa.

Minra menopang dagunya dan menatap Seyeon dengan senyum palsunya.

“eonni!” panggil Minra.

Seyeon tersentak dengan panggilan Minra. Jeongguk melihat Minra tak percaya karena memanggil Seyeon dengan sebutan eonni.

“wae?” jawab Seyeon sambil melanjutkan makannya

“eonni, aku dengar kau diterima di Todai? Apa benar?”

Seyeon menghentikkan makannya. Sekarang, semuanya sedang menatap Seyeon, tak terkecuali Jeongguk.

Seyeon menutup matanya perlahan dan menghembuskan nafasnya perlahan.

“iya.”

Jawaban Seyeon membuat Jeongguk terkejut dan juga ia terdiam.

“chukkae, Seyeon-ah! Ibumu dan juga Sena pasti senang!” Junhong memberi selamat dan menjabat tangan Seyeon.

Seyeon hanya membalasnya dengan senyuman dan kembali ke makanannya. Tetapi ia sedikit takut untuk melihat ekspresi yang Jeongguk berikan untuknya.

Perlahan, ia melirik sekilas pada Jeongguk. Ekspresinya datar dan juga mukanya menjadi lebih serius.

Seyeon menggigit bibirnya.

 

**

 

“terima kasih oppa untuk makanannya!” kata Seyeon pada Junhong.

Junhong tersenyum dan tiba-tiba saja mengacak-acak rambut Seyeon.

“Yeon-ah, oppa titip salam untuk kakakmu” kata Junhong pelan.

Seyeon memberikan jempolnya pada Junhong yang tandanya “ok”. Haha.

 

Seyeon POV

Baiklah Kim Seyeon. Sekarang kau dan dia, maksudku aku dan Jeongguk tenggelam dalam keheningan malam.

Aku kembali melirik ke Jeongguk yang terus fokus ke depan, dan tidak menoleh padaku.

Apa karena aku tidak memberitahu nya soal kuliah?

“noona, sudah sampai” katanya.

“eh benarkah? Ah iya!” kataku.

“aku pamit pulang” ia langsung pergi begitu saja.

Apakah tidak ada “goodnight kiss”? batinku berteriak teriak hingga melompat-lompat.

Aissssss, yaa pikiranmu sangat mesum, Kim Seyeon. Sadarlah sadar!

Aku berjalan lesu menuju pintu rumah. Aku merasa hatiku mulai meredup/?

Tapi, seseorang menarik tanganku. Aku menoleh.

“Jeongguk?” tiba-tiba saja hatiku kembali bersinar sangat terang.

“kenapa noona tidak memberitahuku lebih dulu? aish” kesalnya sambil mengacak-acak rambutnya sendiri.

“Mianhae…” kataku lesu.

Tangannya menyentuh daguku. Dan membuat wajahku dapat melihat jelas wajahnya.

“noona….” baiklah, wajah “bocah ngambek” kembali lagi.

“kookie…”

“benarkan feelingku, inilah alasannya aku terus merindukan noona!”

Aku mengelus-elus pipi chubbynya itu dengan perlahan dan menatapnya sendu.

“izinkan noona, eoh?” tanyaku.

Jeongguk menutup matanya dan tak menjawab pertanyaanku. Ia terus menikmati jemari ku yang berada di pipinya itu.

Tak tahu ada apa yang ada didalam diriku, aku tiba-tiba terpikir untuk mencium bibir mungil nya itu. Ia terkejut dengan apa yang kulakukan.

“ke..kenapa?” tanyaku gugup.

Jeongguk terus memukuli kedua pipinya dan menggigiti bibirnya. Tiba-tiba saja, sorot matanya berubah saat menatapku.

Oke, sekarang aku gugup. Ia mendekatkan wajahnya padaku.

“noona, aku akan mengizinkanmu” katanya.

“ben–“ aku terhenti karena dia menciumi bibirku seperti tergesa-gesa.

Tidak biasanya ia begini? Sepertinya ia sudah ahli melakukannya.

Aku menutup mataku. Disaat menikmati masa-masa indah, hp-ku bergetar. Aku langsung merogoh sakuku.

“hah, eonni menelpon!”

“benarkah?”

 

“yeobseyo? Eonni”

[bodoh! Kau asik-asik berciuman, tidak sadarkah kau berada dimana?]

Aku langsung melihat sekelilingku. OH TIDAK! Aku melakukannya didepan rumah. Bersama Jeongguk? Bocah? Ya Tuhan.

Aku mengerjapkan mataku.

“ah…..i..iya…sudah ya eonni…”

Aku mematung. Aku menatap Jeongguk seperti orang kikuk.

“wae, noona?” dia kembali mendekatkan wajahnya.

“STOP! Pulanglah…”

Jeongguk kembali dengan wajah ngambeknya, dia mempoutkan bibirnya.

Aku sangat benci saat dia begitu, soalnya dia bikin aku sangat gemasssssss to the max. Ok, ingat kim Seyeon tujuanmu untuk berhenti.

“pulanglah, kookie…” pintaku.

Kulihat dia menghela nafas kecewa dan menganggukkan kepalanya.

Seyeon POV end

 

Author POV

Suasana di rumah Seyeon tiba-tiba menjadi hangat karena berita bahwa Seyeon diterima di Todai.

“Chukkae, Yeon-ah!” Sena memeluk adik kecilnya itu.

“Gomawo, eonni!”

Seyeon berjalan ke orang tua nya, eomma nya menangis dan appa nya melihat Seyeon dengan rasa sangat bangga.

“chukkae, yeon! Appa bangga padamu!” kata Appa sambil tersenyum.

Seyeon langsung memeluk Appa-nya itu. Dan dibalas Appa-nya.

Kemudian Seyeon langsung saja memeluk eomma-nya yang sedang terisak.

“eomma! Uljiima…”

“hikss, aku tidak percaya, kau diterima, di Todai! Hu…anakku” tangisan eomma terpecahkan akhirnya.

Seyeon memeluk erat eomma-nya itu. Tiba-tiba saja Appa-nya berbicara.

“jadi…kapan kau akan ke Jepang?” tanya Appa

“huh? mungkin 2 minggu lagi, appa!”

“baiklah, appa akan membelikanmu tiket untuk 2 orang”

“2 orang? Apakah appa akan ikut?”

Appa Seyeon menggelengkan kepalanya. Seyeon bingung.

Tiba-tiba raut muka Appa menjadi aneh? Tersenyum aneh lebih tepatnya ke arah Seyeon. Sena pun begitu.

“kalian kenapa sih?”

“Yeon, aku menceritakan semuanya dengan appa dan eomma!” sela Sena.

“menceritakan?”

Sena mengangguk aneh? Seyeon melihat kedua tangan Sena yang mengartikan sesuatu.

Seyeon menggaruk kepalanya. Dan teringat setelah Sena memberikan kode itu. Ia membulatkan matanya dan menanyakan pada Sena dengan isyarat menunjukkan bibirnya. Sena menahan tawanya dan mengangguk. Sena berjalan mundur.

“EONNI!!!!!!!!!!!!!!” teriak Seyeon dengan muka yang memanas sambil mengejar eonni-nya itu.

 

**
“mwoya? Ikut sama noona? Ke Jepang?”

Seyeon mengangguk dan menatap dengan muka lucu mungkin agar Jeongguk mau ikut? Lol. Bye.

“apa kau tidak mau ikut dengan ku, huh?” tanya Seyeon mengernyitkan matanya.

“bukan begitu noona….”

“terus?”

“2 minggu lagi kan?”

“iyaaa…”

“aku harus ikut ujian akhir, noona!”

DEG.

Tiba-tiba saja rasanya hati Seyeon hancur berkeping-keping. Seyeon juga tiba-tiba menjadi lesu dan kepalanya jatuh ke pundak Jeongguk.

“mianhae, noona!” kata Jeongguk sambil membenarkan rambut Seyeon yang terlihat berantakan dan mencium kening noona-nya itu.

Saat sedang suasana romantis, seorang pengganggu datang dengan 3 cola ditangannya.

“YAAAA! Kalian bermesraan…. sedangkan aku? Membelikan cola untuk kalian!” pekik Sunmi kesal dengan kelakuan temannya dan juga pacar temannya itu.

Seyeon menjauhkan tangan Jeongguk dari keningnya. Saat itu juga, kekesalan Jeongguk telah di batas maksimal.

“ya, noona! Kan aku sudah bilang kalau iri, cari pacarrrrr!!!!!!!!!!!!! Dasar!” Jeongguk menggelengkan kepalanya lalu menatap sinis pada Sunmi.

“mwoya???”

 

 

Dari tadi, Taehyung menampakkan lagak senyam-senyum sambil sesekali melihat kertas yang ia pegang ini. Kertas? Ya, kertas yang berisi jika ia lulus di Todai dan alasan selanjutnya? Karena Seyeon juga diterima di Todai.

Tapi, ntah mengapa, Taehyung merasa dia tidak terlalu senang apa yang ia dapatkan ini? Jika ia sedang memikirkan Seyeon menjadi miliknya, Sunmi, selalu mengganggu pikirannya. Taehyung terus bertanya-tanya? Mengapa akhir-akhir ini ia selalu memikirkan Sunmi? Apakah dia gila? Selama beberapa tahun ini, yang dipikirannya adalah Kim Seyeon. Selalu Kim Seyeon. Tapi? Kenapa bayangan Sunmi selalu menganggunya beberapa hari ini?

Taehyung menghentikkan langkahnya. Terdiam. Tiba-tiba ia mengacak-acak rambutnya dengan penuh amarah.

“Sial, kenapa bayangannya selalu muncul?” gumam Taehyung.

Taehyung merogoh sakunya karena merasakan hp-nya bergetar. Ternyata, sebuah sms.

 

From: Sunmi Kwon

Taehyung-ah! Apa kabarmu?

 

Taehyung menelan air ludahny dan juga entah ada angin apa dia ingin segera bertemu dengan dia, Sunmi. Kenapa ia berubah seperti ini? Pikirannya sedang tidak beres. Dengan cepat ia menggelengkan kepalanya dan langsung mencoba kembali ke tujuan awalnya, mendapatkan Kim Seyeon.

Sialnya, Taehyung sudah mencoba membayangi betapa indahnya jika bersama Kim Seyeon dan ternyata kembali terbayang senyuman Kwon Sunmi untuknya. Taehyung mengepalkan tangannya dan menggigit bibirnya. Kepalanya sudah penuh dengan senyuman Kwon Sunmi.

Ketika Taehyung sedang berkecamuk dengan pikirannya itu, sang penghancur mood nya datang. Siapa lagi, Choi Minra.

“Yo!” Minra melambaikan tangannya tepat di wajah Taehyung.

Taehyung memberikan wajah sedang tidak ingin diajak berbicara. Taehyung berusaha menghindari Minra, tetapi Minra selalu menghalangi kemana ia melangkah.

“bocah, aku tidak sedang ingin bicara.” Kata Taehyung lesu tapi penuh kebencian?

“ayolah, Kim Taehyung.”

“tidak. Minggir. Aku ingin kekelas.” Taehyung mencoba untuk mencari jalan dari kanan kiri, tapi tetap saja Minra menghalanginya. Taehyung menghela nafasnya, dengan penuh kekuatan ia mendorong Minra hingga jatuh.

“aw! YA! KIM TAEHYUNG!” pekik Minra dan sesekali meringis kesakitan.

Saat itu juga Taehyung berlari agar si penghancur mood nya itu tidak dapat menganggunya.

 

“Sunmi’s room”

Sunmi menatap hp-nya yang ia harapkan ada balasan dari Taehyung. Sesekali ia memainkan boneka-nya, dan juga kadang ia memainkan psp-nya. Tapi, pada akhirnya ia akan menatap hp-nya itu.

Sangat berharap jika Taehyung membalasnya, walaupun hanya titik! Ya, hanya titik. Sunmi akan senang walau hanya titik. Sebegitukah Sunmi suka pada Taehyung, hingga ia berharap jika Taehyung membalas pesannya hanya titik, itu membuat hati-nya senang.

Hp-nya bergetar. Dengan secepat kilat, ia langsung membuka sebuah pesan. Berharap balasan dari Taehyung. Tapi ternyata……. hanya sms yang tidak penting. Sunmi melemparkan hp-nya dan membaringkan tubuhnya di kasur. Perlahan menutup matanya.

Hp-nya kembali bergetar. Sunmi berdecak kesal. Ia juga bersumpah, jika pengirimnya adalah yang tidak penting seperti tadi, tidak sungkan ia membuang hp-nya ke kotak sampah. Sunmi membuka pesannya.

From: TaehyungJ

Halo Sunmi!

Kabarku lumayan baik, bagaimana dgnmu?

 

Sunmi membulatkan matanya dan langsung mendudukkan tubuhnya di kasur. Ia masih menggeleng tidak percaya dan kembali melihat pesannya itu dan juga meyakinkan bahwa ia tidak berhalusinasi.

Senyumnya berkembang, dan gerakan yang sepertinya telah lihai jari-jarinya membalas pesan itu dengan wajah bersinar.

 

**

 

 

Seyeon POV

 

Hari ini, hari kelulusan anak Kelas 12 Myeongguk High School.

Itu artinya hari ini hari kelulusan ku dan juga Sunmi. Aku sangat excited untuk ini.

Memakai jubah wisuda dengan toga dan juga aku mengalungkan sebuah lambang sekolah.

Sejak semalam, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi hari ini.

Apakah akan happy ending? Atau…. Sad Ending?

Jelas aku tidak tahu, karena malam ini aku akan berangkat ke Tokyo, yah karena aku diterima di Todai maka aku harus mendaftar ulang untuk kuliah disana. Sendirian. Walaupun Appa dengan baiknya ingin membelikan 2 tiket pesawat, pada akhirnya hanya 1 tiket.

Aku bercermin dan memperlihatkan pantulan diriku. Melihat bagaimana diriku saat ini. Aku meraba wajahku. Dan. Bibir.

Saat memegang bibir merahku ini, aku selalu terngiang Jeon Jeongguk. Pacarku, ya walaupun beda 1 tahun, tapi, aku sangat menyayanginya.

Wajahnya yang tampan, banyak disukai wanita, dan yang jelas sangat pintar menggoda. Tapi, sesekali ia bisa menunjukkan sifat pria dewasa, HANYA SESEKALI. Dan yang paling ia sering tunjukkan? Wajah bocah. Yah, kalian tahulah wajah bocah seperti apa.

Dan dia…maksud ku, Jeon Jeongguk, akan menjadi orang kedua yang akan aku rindukan setelah Appa dan Eomma. Unni-ku, Sena, yah dia akan menjadi no.3 ((maafkan aku Sena-unni)).

 

“Yeon!!!” panggil Sena unni dari luar.

“iyaaaa?”

“ayo berangkat!!!”

“okay!!!”

Aku beranjak dari cermin dan buru-buru mengambil tas ku diatas meja rias.

 

 

Aku terkejut, dan aku memecahnkan bingkai foto yang ada di meja rias. Aku berdecak kesal dan memutuskan untuk menaruhnya di meja kembali.

Aku mengambilnya dan menaruh kembali bingkai foto itu. Sejenak, aku menatap bingkai foto itu.

Didalam bingkai itu foto Jeongguk sedang tersenyum manis.

 

 

Kenapa tiba-tiba saja jatuh? Apa karena tersenggol dengan tas ku tadi? Aku terus berpikir.

Apakah ada terjadi sesuatu dengan Jeongguk? Kenapa firasatku tidak baik?

Kenapa dadaku terasa sesak?

Seyeon POV end

 

**

 

Sementara itu,

Seseorang tergeletak karena tidak sengaja ditabrak mobil.

Darahnya mengalir seperti air.

Seseorang pun mendekat dan histeris.

“lihat, dia mengalami pendarahan”

“anak malang”

“tolong telfon polisi dan juga ambulan, CEPAT!”

“itu dia ambulannya” seorang ahjussi berteriak.

“ayo bawa dia!!!”

Beberapa orang mendekat karena mendengar suara ambulan.

Semua orang menggotong orang yang mengalami pendarahan itu.

Akan tetapi, orang tersebut selalu mengeluhkan nama seseorang.

“…yeon…”

“apa kata mu, nak? Kau harus kuat nak, sebentar lagi kita sampai rumah sakit” ternyata seseorang mendengarnya.

“Se…” dia terus memanggil nama itu sambil memegang kepalanya dengan penuh darah.

“Se…yeon…”

“Seyeon?” tanya ahjussi itu.

“noo…na….” tiba-tiba tangannya itu terlepas dari kepalanya dan perlahan matanya tertutup.

Ahjussi itu langsung menggoyangkan tubuh orang itu untuk mencoba membangunkannya dan terus meneriakkan “jangan menyerah, nak!!!”

 

Seyeon yang sedari tadi terus menelpon Jeongguk, tetapi tidak ada jawaban. Ia terus mondar-mandir karena Jeongguk tak kunjung menelponnya.

“Jeon Jeongguk…..jangan buat noona begini….” gumam Seyeon cemas.

 

 

TBC

 

 

HALOHAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!! DJ IS BACK! Setelah 1 bulan tak kunjung muncul, pada akhirnya muncul juga!!!! Whehehee, iyanih soalnya thor sibuk ngurusi n nilai alias ngikuti semester pendek di univ thor. Huhuhu. Udah sih, Cuma mau ngasih tau aja sih heehehehe.

Ceritanya gimana? Gaje ya kan? Thor ga konsen bikin part ini karena juga sambil mikirin tugas yg dikasih dosen, yaaaaaaaaaaaa jadi butuh waktu yang agak lama utk buat part ini. Maafkanlah thor ya!!!

OKELAH! Jangan lupa ingettttt, sudah kalian baca, langsung komen yaaa!!! Ntar thor thor bakal berusaha balas komen kalian/? jangan ga komen ya… oke??!!! Oke-in aja biar kece ((eleeee)).

BYE READERS. See you next part yowyowyow~~~~

About fanfictionside

just me

15 thoughts on “FF/ YOUNGEST BOYFRIEND? NO PROBLEM!/ BANGTAN-BTS/ pt. 6

  1. author tercintah.. serius aku lupa cerita sebelumnya gimana -_- tapi itu serius kookie yang kecelakaan demi apa?? atulah.. kasian dede kookie.. next jangan terlalu lama yaaa.. ntar aku amnesia lagi sama cerita sebelumnya kkk~ ♡♡♡

  2. ini komen.. ini komen…
    seperti biasa,,
    NEXTT NEXTT NEXTT THOR
    JANGAN LAMA LAMA
    FIGHTING BIKINNYA/?

  3. Aaaaaaaaakkkkk~~~ please thor knapa jungkook kcelakaan huaa, apkah nanti dia hilang ingatan T.T aigoo mkin rumit n mkin nambah pnasaran aja..Next thor jgn lama2😀 Fighting!!!

  4. Jgn sad ending ya thor *puppyeyes :3
    Huaaa jungkook knp? Omaygat my kookie :v
    Next jan lama2 thor, author lama amat ngepost buat aku kecewa huhuhu :v #abaikan
    Fighting thor!!!

  5. Uwahhhh…Kookie knp???? Jangan sampai Amnesia dech, kasihan seyeonnya😦
    Thor, please jangan dibikin sad end ya ya ya? Jeballllll
    Next thor jangan kelamaan🙂
    sumvah,,, gw lupa cerita sebelumnya.. mian, kelamaan update sih thor

  6. Huwaa!! Kookie knapa ,tuh? Smoga ga knpa-napa. J
    Udah happy ending ajh , thor! Biar Taehyung sma Sunmi aja,
    Terus Kookie sma Seyeon. ^^

    keep writing,thor!😀
    ~Ppyong

  7. Demi apapun ini merinding bacanya.. INI KENAPA SAD SONG YANG KESETEL PAS ENDING?😄

    BURUAN EONNN, PENASARAN LUAR BIASAAA ITU KUKINYA KENAVAAH T.T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s