FF/ YOU ARE MY ADDICT/ EXO/ pt. 1


Author                 :   Deamin17

 

 

Main Cast             :   ~ KRIS (Wu YI Fan)

~ Han Saerin (OC)

~ D.O (Do Kyung Soo)

~ Kai (Kim Jong In)

~ Kim Lunna (OC)

~ Tao (Huang Zhi Tao)

~ Lee Minhyuk BTOB

Support Cast         : Chanyeol, dan akan bertambah sesuai jalannya cerita J

Rate                      : +17

Genre                    :   Fantasy, Romance, Drama

 

 

 

Summary        :   “Aku memang tidak tahu sampai kapan tarikan napasku akan tetap bersamamu. Aku juga memang tidak tahu sampai kapan detak jantungku akan tetap berada disisimu.”

 

“ Tapi meskipun begitu, setidaknya aku tahu sampai kapan hatiku akan mencintaimu. Yaitu sampai akhir zaman nanti, dimana akhir dari segala kehidupan akan terjadi”

                                                                    

 

JJJ

 

 

AUTHOR POV

Seorang gadis dengan gaun putih yang tampak lusuh berlari di dalam gelapnya hutan. Meskipun tanpa alas kaki, gadis itu masih saja berlari di kasarnya permukaan tanah. Kegelapan hutan dan pohon-pohon yang terlihat sama satu lain sebenarnya tidak membuatnya buta arah, namun karna minimnya pengetahuan akan hutan yang sekarang ini di lewatinya membuatnya hanya melangkahkan kaki tanpa tujuan dan arah yang jelas.

 

“AAUUU ~ ”

 

Suara raungan serigala kembali terdengar di telinganya.Bahkan raungan itu terdengar semakin nyaring dan semakin bersahut-sahutan. Bulu kuduknya merenang. Perasaan takut entah bagaimana sudah mengambil alih hatinya. Membungkam semua keberanian yang tersisa dan menyisakan rasa cemas dan panik yang menyedihkan.

 

“Sial!” Umpat gadis itu. Merutuki betapa buruknya nasib hidupnya saat ini.

 

BRASSH

 

“Aaaaaaaaaaaaa~!!”

BRUUKKH

Gadis itu jatuh terduduk saking kagetnya waktu melihat seekor serigala bertubuh besar dengan bulu berwarna abu-abu tiba-tiba saja meloncat ke arahnya. Tapi anehnya serigala besar itu tidak sama sekali menyerangnya.

 

Serigala itu hanya mengaung sambil mondar-mandir dihadapan sang gadis sambil memperlihatkan taringnya yang telah siap menerkam. Sesekali serigala abu-abu itu meraung kembali, memanggil sekawanannya untuk menemuinya di sana. Dan tak lamakemudian, akhirnya raungan-raungan serigala lain yang berada di tempat lain pun terdengar menyahut.

 

Gadis itu menelan salivanya ketika melihat tiga ekor serigala dengan ukuran yang sama besarnya dengan yang abu-abu tadi tiba-tiba saja sudah ada di samping kanan, kiri dan juga belakangnya. Keempat setigala itu membentuk sebuah pagar di seluruh arah penjuru mata angin. Gigi taringnya yang mencuat tampak cukup kuat untuk merobek setiap helai daging mangsanya, termasuk daging sang gadis, tentu saja. Sikap yang terlihat dari serigala-serigala itu seolah-olah tidak ragu untuk memburu gadis itu jika sang gadis bergerak sesenti saja. Tapi mereka tidak melakukannya. Mereka tidak menyerang gadis itu dan hanya menjadi pagar hidup yang menyeramkan. Seolah memang di perintahkan untuk menjaga agar gadis itu tidak bisa kemana-mana.

 

Meskipun begitu, ketakutan tetap melanda sang gadis. Tubuhnya bergetar karna isak tangis yang tertahan. Harga dirinya yang tinggi tidak mengizinkannya untuk menangis, meskipun dengan keadaannya yang sekarang gadis mana pun memang pantas untuk menangis. Tapi dia tidak melakukannya. Dia hanya mengenggam ujung gaunnya dengan erat. Memaksa keberanian terus mengalir di setiap darahnya meskipun itu hanya secuil. Napasnya tersengal-sengal karena terus saja berlari sejak tadi.

 

Sekelebat kemungkinan apa yang akan terjadi sesudah ini tiba-tiba saja muncul di kepalanya. Gadis itu menahan napasnya dan menelan salivanya ketika tahu apa yang akan terjadi padanya nanti. Bukan karena dia pandai meramal ataupun memiliki indra ke-enam tentang masa depan, tapi lebih karena dia yang pandai menbaca keadaan dan situasi yang terjadi.

Dan akhirnya . . .

Perasaan tidak enaknya pun menjadi kenyataan. Tatapan gadis itu menajam ketika melihat seekor serigala berbulu hitam muncul dengan tangguhnya di depannya.Serigala-serigala yang lain langsung menunduk ketika serigala hitam tadi mendekat.

 

BRASH

 

Seperti sebuah adegan sihir,serigala hitam tadi tiba-tiba saja berubah menjadi seorang laki-lakibertubuh tinggi dengan wajah yang terlihat tampan. Rahangnya yang tegas semakin menegaskan bentuk wajahnya yang sempurna. Mata tajamnya yang menegaskan kewibawaan yang dia miliki mampu membungkam perasaannya percaya diri bagi setiap orang yang melihatnya. Bahkan hanya dengan merasakan aura kuat yang laki-laki itu miliki, orang tuna netra saja tahu bahwa laki-laki itu adalah wujud dari sebuah kesempurnaan.

 

“Bukankah aku sudah bilang berkali-kali padamu, Saerin Sayang ?” tanya laki-laki yang bisa berubah menjadi serigala tadi pada gadis yang kini sedang terduduk di depannya. Gadis itu menatap laki-laki tampan itu dengan pandangan bencinya. Tutur lembut suara laki-laki yang mampu melunakkan setiap hati yang mendengarnya itu ternyata tidak mempan pada kerasnya hati gadis itu.

 

Gadis itu membuang mukanya “Ciih . . . Bajingan Kau!!” umpatnya yang tidak sama sekali menghiraukan senyuman manis yang laki-laki tadi berikan.

 

Laki –laki itu tidak menghiraukan umpatan sang gadis. Dia bahkan bersikap seolah-seolah gadis itu tidak mengatakan apapun padanya.

Mata indahnya bahkan terlihat sendu dan sangat lembut ketika dia memandang sang gadis.

“Kau tentu tahu kan, Saerin sayang. Kemana pun kau pergi, kau tetap tidak akan pernah bisa lepas dariku”

 

JJJ

 

 

“Arrkh..” pekik Saerinyang terlihat tersiksa di atas ranjangnya.

 

Mata tajamnya tak henti-hentinya menatap fokus ke arah secangkir gelas dengan cairan yang sangat dia inginkan yang di letakkan di atas meja.

 

“P-pa-nas..”rintih Saerin tertahan.Kedua telapak tangannya melingkar di lehernya, berusaha mengambil rasa panas yang membakar kerongkongannya jika memang dia bisa.

 

Gadis itu berguling-guling di ranjangnya, menahan rasa sakit yang amat sangat yang kini tengah menyerang leher dan perutnya.

 

CKLEK

Tiba-tiba saja pintu kamar yang terbuat dari perak itu terbuka. Seorang laki-laki berpostur tubuh tinggi masuk dari balik pintu. Laki-laki itu melirik ke arah gelas yang masih penuh dengan isinya. Gelas yang sama dengan yang di lihat Saerin sejak tadi.

 

Laki-laki itu duduk di pinggir ranjang, lalu menarik kepala Saerin keatas pangkuan pahanya. Membelai lembut rambut gadis itu meskipun sang gadis menggeliat-geliat kesakitan.

 

“Kenapa kau terus menyiksa dirimu seperti ini, sayangku?”tanyaKris dengan tatapan sendunya.”Tolong jangan lukai dirimu hanya karena kau ingin aku terluka”

 

Saerin semakin menggeliat-geliat di pangkuan Kris. Suara rintihannya semakin terdengar nyaring karena kini mulai tak bisa dia tahan.

 

“Me-men-ja-uh..da-ri-..ku..were-wolf..”peringat Saerin di sela-sela rintihan sakitnya. Memandang Kris dengan padangan jijik dan tidak sudi.

 

Tapi bukannya menjauh, Kris malah membangunkan gadis itu dari pangkuannya, lalu memeluknya dengan sangat erat. Meletakkan kepala Saerin di dadanya.

Aroma yang keluar dari tubuh laki-laki itu semakin membuat Saerin merintih. Gadis itu bahkan sampai menggigit bibirnya kuat untuk menahan ribuan kata-kata permohonan dan memelas yang kini terasa hampir meledak dikepalanya.

 

“Kau tahu kau menginginkannya” Kris menekan pelan kepala Saerin agar bersender di lehernya. “Kau tahu-Arrkh! “

 

KRAUK

 

Belum sempat Kris menyelesaikan omongannya, Saerin sudah menancapkan taringnya di leher Kris. Membiarkan seluruh instingnya mengambil alih dirinya dan membuang harga dirinya sementara waktu.

Saerin terus menghisap darah laki-laki itu dengan rakus. Lalu menekan tubuhnya ke tubuh Kris agar semakin dapat memuaskan dahaganya yang besar ini.

 

BRUUKKH

 

Kris tiba-tiba saja terbaring di ranjang itu karena dorongan Saerin yang keras. Tapi dia sepertinya tidak terganggu sama sekali dengan beban tubuh gadis itu yang kini di tumpukan secara keseluruhan padanya. Dengan posisi Saerin yang menindihnya, laki-laki itu hanya terbaring tenang sambil mengelus-ngelus bahu yang ditutupi oleh rambut panjang bergelombang gadis itu.

 

Saerin sadar dengan posisinya yang sedikit tidak normal sekarang, tapi dia tidak mampu untuk bangun dan menghentikan kegiatan yang dia lakukan saat ini. Jadi, secara sengaja Saerin berpura-pura tidak menyadari posisi mereka dan terus melanjutkan kegiatannya.

 

Yaah,,, Kecanduan ini benar-benar membuatnya gila!

 

JJJ

Pagi ini matahari bersinar dengan terang. Tanpa sungkan sedikitpun mengeluarkan cahayanya untuk menerangi bumi. Seberkas sinar terlihat berusaha menembus sebuah kamaryang masih saja di lingkupi oleh kegelapan.

 

Tapi sayangnya, tidak ada sedikit pun celah untuk cahaya itu agar bisa masuk ke sana. Kamar itu benar-benar tertutup rapat dari dunia luar. Dan mirisnya, seorang gadis masih tampak tetap berada di sana sekarang.Menatapi gelas yang berbeda bentuknya tetapi memliki isi cairan yang sama dengan yang kemarin.

 

“Tidak!Aku tidak akan sudi meminumnya!” Tekad gadis itu di dalam hatinya sendiri. Mencoba menahan rasa haus yang kini lagi-lagi membakar kerongkongannya. Padahal dia baru saja memuaskan dahaganya tadi malam.

 

Entah kenapa, jika sudah menyangkut tentang darah Kris, sekenyang apapun Saerin dia pasti akan merasa haus kembali. Dia seakan kecanduan, seakan tidak pernah puas dengan apa yang telah didapatkannya dari laki-laki yang berasal dari klan werewolf itu. Musuh besar dari kaumnya.

 

Tiba-tiba saja sekelebat bayangan tentang apa yang dia dan Kris lakukan tadi malam membuat wajahnya memerah. Rasa malu dari harga diri yang ternoda membuatnya semakin membulatkan tekad bahwa dia tidak akan membiarkan dirinya lepas kendali dan terjerumus lagi ke kejadian seperti itu dimasa-masa yang akan datang.

 

Sementara itu, di waktu yang sama namuntempat yang berbeda. Kris dengan rambut coklat gelapnya sedang duduk di depan meja makannya.

 

Setelah menyelesaikan sarapan paginya, seperti biasa, dia akan menyediakan sebuah gelas dari tembaga dan sebilah pisau di depannya.

Laki-laki itu memotong permukaan kulit telapak tangannyadan menampung darahnya ke dalam sebuah gelas yang terbuat dari tembaga.

 

‘Aku tidak akan membiarkanmu menyiksa dirimu seperti kemarin lagi.

Hariini..akan ku pastikan sendiri kau menghabiskan makananmu’ batin Kris sambil memikirkan seorang gadis yang tengah terkurung di suatu ruangan rahasia di rumahnya yang luas bak sebuah istana.

 

Tapi tiba-tiba saja suara langkah sepatu terdengar semakin nyaring di telinganya. Dan seorang laki-laki tinggi dengan rambut merah muncul dibalik pintu.

 

“Maafkan saya karena telah menganggu anda, ketua” hormat laki-laki berambut merah itu sambil berlutut.

 

“Ada apa Chanyeol?”

 

“Sepupu anda baru saja sampai di sini. Sekarang beliau sedang menunggu anda di ruang tengah”

Kris menganggukkan kepalanya perlahan. Pandangannya tetap fokus menatap cairan merah kental yang kini hampir memenuhi gelas tembaga di depannya. Kris menggenggam telapak tangannya yang terluka. Membuat darah yang mengair dari lukanya semakin deras.

 

“JadiKai sudah sampai ya?”Sebuah senyuman indah terlukis di sudut bibirnya.”Well, , ,katakan padanya bahwa aku akan segera menemuinya.”

“Baik, Ketua” ujar Cahnyeol sambil memperdalam tundukkan kepalanya.

 

Baru saja Chanyeol berniat untuk beranjak pergi, tiba-tiba saja Kris sudah kembali memanggil namanya dan menhentikan langkahnya.

 

“Dan satu lagi, Chanyeol-ah…” Kris menghentikan kegiatannya, menatap Chanyeol dengan pandangan yang sulit di artikan. Terlihat lembut, tapi mematikan. “Tentang gadis di ruangan itu.. Tolong rahasiakan ini dari Kai. Dan dari siapa pun juga.”

 

Tanpa pertanyaan, Chanyeol langsung menganggukkan kepalanya mantap.

“Baik, Ketua. Saya mengerti” katanya.

 

“Baiklah kalau begitu, kau boleh pergi sekarang”ujar Kris santai sambil melukis senyuman puas di wajah tampannya.

 

 

JJJ

 

 

 

Mungkin hatimu yang dingin itu tidak dapat menyadarinya.

Mungkin hatimu yang tertutup itu tidak dapat mengetahuinya.

 

Bahwa sebenarnya Aku memerlukan dirimu,

Seperti waktu yang memerlukan detik . . .

Seperti cermin yang memerlukan bayangan . . .

Dan seperti siang yang memerlukan matahari . . .

 

Mungkin hatimu yang keras itu tidak dapat merasakannya.

Mungkin hatimu yang beku itu tidak dapat mengenalinya.

 

Bahwa sesungguhnya Aku ingin terus bersamamu,

Seperti bulan yang selalu bersama bumi . . .

Seperti asap yang selalu bersama api . . .

Dan seperti hujan yang selalu bersama pelangi . . .

 

JJJ

 

 

 

Malam ini bulan purnama bersinar sempurna dengan indahnya, tampak segerombolan manusia berlalu lalang di kotanya. Sebagian besar dari mereka menjalani hari dengan rutin dan seperti biasanya. Memendam bahkan mengubur keberadaan mitos yang kini paling di kenali sejagad raya, yaitu para Vampir dan Werewolves.

 

Semua orang tahu bahwa Vampirs dan Werewolves sudah terkenal memiliki hubungan yang buruk dari zaman dahulu kala. Sifat mereka yang saling bertentangan membuat mereka tak pernah akur.

Meskipun begitu, Vampirs dan Werewolves sama-sama memiliki kekuatan, kecepatan dan keindahan yang di atas batas rata-rata manusia biasa.

 

Tapi meskipun memiliki anugerah yang sama. Vampirs menganggap diri mereka berada diatas satu tingkat dari Werewolvwe karena mereka memiliki keabadian. Hal ini tentu saja berbeda dengan werewolves yang meskipun di anugerahi umur yang panjang serta wajah yang awet muda, tapi seorang werewolf bukanlah makhluk yang abadi.

 

Lalu jika seperti, bukankah seharusnya vampirs dapat dengan mudah menghabisi werewolves?

 

Well… pada kenyataannya tidaklah semudah itu.

 

Meski werewolves tidak abadi, tapi mereka memiliki satu senjata ampuh yang mampu mensetarakan derajat mereka dihadapan werewolves. Bahkan mungkin bisa membuat derajat mereka lebih tinggi lagi. Tidak ada Vampirs yang tidak takut dengan keberadaan senjata Werewolves yang satu ini.

Dan senjata itu adalah gigitannya.

 

JJJ
“Hai brother, bagaimana kabarmu?” Sapa Kris pada laki-laki yang sedang duduk di kursi. Laki-laki itu bertubuh kekar dengan kulit sedikit lebih gelap. Wajah badboy yang dimilikinya serta hormon pheromon (hormon yang dapat menarik wanita) kuat yang dimilikinya mampu menjelaskan dengan sekejap bagaimana kepribadian laki-laki berkulit gelap tadi bahkan hanya dengan sekali memadangnya.

 

Dia yang tadinya sedang menunggu sambil duduk di sofa langsung berdiri dan merangkul Kris, yang disini berperan sebagai tuan rumah yang merupakan sepupunya.

 

“Seperti yang kau lihat, brother. Aku sedang dalam kondisi baik.” jawab laki-laki berkulit gelap tadi yang ternyata bernama Kai. “Kau sendiri, bagaimana kabarmu, Ketua Kris?”

 

Kris tertawa ketika mendengar panggilan ‘Ketua Kris’ yang meluncur keluar dari bibir Kai. Orang bodoh pun bisa menyadari bahwa nada mengejek terselip disana.

 

“Aku baik”jawabnya ramah yang tanpa niat membalas ejekan Kai .”Dan akan selalu lebih baik di setiap harinya.”

 

Kai tersenyum simpul mendengarnya. Meski dia dan Kris memang saling mengejek, tapi semua orang terdekat mereka tahu bahwa tidak ada saudara sepupu yang bisa mengalahkan kedekatan mereka.

 

Tak lama kemudian, Kris mengikuti intuisinya dan menoleh ke kanan Kai. Gotcha~ tebakannya benar lagi. Seseorang yang di carinya benar-benar ada di sana. Dia menemukan seorang gadis berambut cokelat ikal yang sedang melambaikan tangan padanya.

 

 

“Hai Kris!”sapa gadis itu dengan nada manja khasnya. Sikap kekanak-kanakkan terlihat jelas di raut wajahnya.

 

Bukannya membalas sapaan gadis itu, Kris malah memutar kedua matanyadan megalihkan pandangannyapada Kai.

 

“Kai-ah . . . Bukankah aku sudah mencantumkannya di pesanku?”Tanya Kris dengan nada sakartis yang terlalu dibuat-buat.“Aku kan sudah bilang bahwa tema rapat kita kali ini adalah tentang rencana perluasan kawasan Klan kita.” Kris melirik Lunna sekilas lalu kembali menatap Kai dengan pandangan malasnya. “Kenapa kau malah membawanya kemari?”

 

“Aish…!! ” Lunna mengerucutkan bibirnya lalu bergelayut manja di lengan Kai. “Aku benar-benar membencinya!” Kai tertawa melihat kelakuan soulmate-nya dan sepupunya itu. Entah kenapa mereka selalu saja seperti ini setiap kali mereka bertemu. Benar-benar terlihat seperti anak kecil yang saling beradu.

 

“Oh… itu lebih baik dari pada kau mencintainya, My Lady. Aku akan membunuhnya jika kau mencintainya” canda Kai sebelum menempelkan bibirnya ke bibir Lunna sekilas. Melumat lembut gadis itu tanpa memperdulikan keadaan sekitar mereka.

Kris memutar kedua bola matanya ketika melihat pemandangan yang manis sekaligus memualkan itu. Sebenarnya inilah alasan terbesar kenapa Kris lebih berharap Kai datang seorang diri dan tidak membawa soulmate Kai- Lunna- bersamanya.

 

Bukan karena Kris tidak menyukai Lunna. Sungguh! Dia menyukai gadis itu, dalam hal teman dan keluarga tentunya. Tidak mungkin ada seorang pun yang tidak menyukai Lunna. Dia gadis yang cantik dan menarik. Dan sifatnya yang ramah dan periang menjadi modal terbesar dirinya untuk mendapatkan perhatian dari khalayak ramai. Termasuk perhatian keluarga Kai. Meski Lunna berbeda dengan mereka, dia manusia, dan bukan Werewolves seperti mereka, tapi keluarga Kai tetap mau menerimanya.

Tapi masalahnya adalah jika Kai sudah berada di dekat gadis itu, seluruh dunia tahu bahwa Kai tidak akan bisa melepaskan pandangannya dari Lunna. Dan jika laki-laki itu tidak bisa melepaskan pandangannya dari gadisnya itu, lalu bagaimana mungkin nanti dia bisa fokus dengan pembicaraan mereka yang harus menggunakan banyak konsentrasi? Tentang rencana dan taktik perebutan daerah mereka yang akan melibatkan perlawanan musuh bebuyutan mereka?

Karena ini bukan hanya tentang nyawa mereka, tapi juga nyawa seluruh Klan mereka- Klan Werewolves.

Lalu beberapa detik kemudian, secara reflek Kris, Lunna, Kai bahkan Chanyeol yang sejak tadi juga ada di sana langsung menoleh ke arah suara langkah kaki yang kini terdengar semakin mendekat. Aura membunuh yang kuat langsung menarik perhatian mereka. Untuk sedetik, Lunna merasa seluruh bulu kuduknya berdiri, tapi lingkaran lengan Kai di pingangnya membuatnya kembali tenang.

 

Lunna melirik wajah Kris yang terlihat aneh, seolah-olah sedang mengulum senyumannya. Dan ketika dia melihat ke arah Kai dan Chanyeol, kedua laki-laki itu juga memperlihatkan kesan yang sama. Lunna bertanya-tanya di dalam hatinya akan apakah gerangan yang terjadi di sini. Tapi baru saja dia berniat menanyakannya pada Kai, seorang laki-laki bermata tajam berada di sana dan tiba-tiba saja bergabung bersama mereka. Dan Lunna tahu bahwa dia tidak perlu menanyakan hal ini lagi. Dia sudah tahu alasannya. Dan alasan yang membuat ketiga laki-laki di sana bersikap seperti itu adalah karena keberadaan laki-laki bermata tajam ini. Dengan kata lain adalah keberadaan Huang Zi Tao.

 

“Waah… Ramai sekali di sini” komen laki-laki bermata tajam itu. “Apa ada sesuatu yang ku lewatkan?” tanya Tao yang melirik ke arah tangan Kai yang berada di pinggang Lunna. “Sepertinya aku ketinggalan melihat scene yang romatis”

 

Kris yang menyadari maksud Tao langsung tertawa terbahak-bahak. Sedangkan Kai hanya menaggapinya dengan tersenyum dan ikut menyambut kedatangan laki-laki bermata tajam itu. Sangat berbeda dengan Lunna yang hanya semakin mengerucuntkan bibirnya dan semakin memperdalam menekuk wajah imoutnya.

 

‘Ooh Tuhan~ Bertambah satu lagi deh orang yang menyebalkan.’ keluh Lunna di dalam hatinya. Dia bahkan terang-terangan menampakkan wajah kesalnya yang selalu dipasang di wajahnya setiap kali dia melihat ketiga pemimpin Klan Werewolves itu berkumpul bersama. Di sana. Di depan matanya.

 

“Selamat datang,Tao” sambut Kris dan Kai yang langsung merangkul Tao. Menghiraukan wajah kusut satu-satunya gadis yang sekarang tengah menatap mereka. “Senang bertemu kembali denganmu,brother”

 

Tao tersenyum sumringah. Senyuman yang berhasil menyamarkan aura menyeramkan yang dipancarkannya. Ekor matanya yang terllihat tegas itu sekilas melirik ke arah Lunna. Tapi sebelum Lunna menyadarinya, dia sudah terlebih dulu menatap kedua sepupunya dan berkata “Tentu, begitu juga denganku, Brothers ”

 

JJJ

 

CKLEK

 

Chanyeol masuk ke dalam kamar gelap itu. Meletakkan sebuah gelas tembaga yang berisi cairan yang sama dengan yang kemarin.

 

“Untuk beberapa hari kedepan, Ketua akan jarang menemui anda” ujar Chanyeol tanpa menatap gadis di depannya. Matanya hanya terfokus menatap lantai tempat dia berpijak.

 

“Seolah aku perduli saja” dingin gadis itu.

 

Tanpa merespon ucapan gadis itu, Chanyeol menundukkan kepalanya sekilas,lalu berjalan menuju pintu. Menghiraukan gadis yang tengah memeluk lututnya di atas tempat tidurnya.

 

CKLEK

 

Chanyeol baru saja menutup pintu kamar itu.Tapi tiba-tiba saja matanya terbelalak ketika melihat seorang gadis sudah berada di depannya.

 

Dengan sigap, Chanyeol menetralkan ekspresi wajahnya.Memasang sebuah senyuman yang sudah seperti aksesoris abadi untuknya di saat-saat seperti ini.

 

“Ada yang bisa saya bantu,Nona Lunna?”tanyanya sopan. Bahkan agak sedikit lebih sopan dari yang seharusnya.

 

Lunna mendelik ke arah pintu yang berada di belakang Chanyeol.Tapi seolah ingin menjauhkan pikiran Lunna dari pintu ruangan itu, Chanyeol sengaja berdeham.

 

“Aku ingin mencari kamararku” Jawab Lunna akhirnya. “Kris bilang kamarku berada di sayap barat rumah ini”

 

Rasa penasaran masih melingkupi hati Lunna sekarang,tapi dia berusaha menyembunyikannya dengan baik dari Chanyeol.

 

“Saya mngerti.Tolong izinkan saya mengantarkan anda”

 

Chanyeol merentangkan tangannya ke depan,mempersilahkan Lunna agar jalan lebih dulu darinya.

 

“Kau saja yang duluan, aku akan mengikutimu dari belakang”.

 

“Baiklah, Nona”

 

Chanyeol berjalan menyusuri koridor. Merasa Lunna tidak juga mengikutinya, laki-laki tinggi itu berdeham lalu menunjukkan senyuman yang terlalu nampak dibuat-buat.

 

“Ayo , Nona”

 

Lunna memutar kedua bola matanya. Menyadari bahwa laki-laki di depannya ini bukanlah orang yang mudah di tangani. “Aku tahu” jawab Lunna kesal sambil mengikuti langkah Chanyeol yang sudah berada di depannya.

 

Tapimeskipun begitu, ekor mata Lunna masih melirik ke ruangan itu.Ada setitik perasaan aneh melingkupi dirinya. Hatinya seolah memanggil-manggilnya untuk ke sana. Padahal Lunna bukanlah orang yang memiliki sifat ingin tahu tentang urusan orang lain.

Tapi entah kenapa kali ini berbeda untuknya. Dia tiba-tiba saja sangat penasaran dengan apa isi kamar misterius itu.

 

Kamar yang diletakkan di ujung koridor itu jelas sekali ingin menjauhkannya dari dunia luar. Aku jadi penasaran, sebenarnya . . . apa yang adadi dalam sana?

 

JJJ To Be Countinued JJJ

 

About fanfictionside

just me

7 thoughts on “FF/ YOU ARE MY ADDICT/ EXO/ pt. 1

  1. waahh… keren ff nya!
    ehm.. btw aku reader baru disini. salam kenal🙂
    next partnya ditunggu ^^ fighting!

  2. wiss terasa ada di film Twilight dalam ver fantasi yg berbedani😀 haha keren

    asal jgan GGS aj wkwkwk
    kalo itu ahhh… Terlalu -_-!!!

    Ok ff ini dinantikan thor kelanjutan’a, cepat lanjut ya🙂

  3. Daebak, thor!! Baca ni ff yg baru chapter 1 membuat ku masih penasaran dengan ceritanya.. Aku heran kris yg menyembunyikan gadis yg bernama seorin itu, knp? Dan harus di jauhkan dri dunia luar itu knp? Dan Lunna itu apakah tmn dri gadis yg terkurung itu, seorin? Hah,. Pokoknya chapter 1 bikin aku penasaran setengah mati .. Oke, thor. Lanjut Next Chapter nya Thor.. Ku tunggu Next Chap nya, ne😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s