FF/ WHAT’S WRONG WITH A KISS?/ pt. 9


Author : Z

Title : What’s wrong with a kiss? (Part 9)

Cast :

☆ Park Lizzy (OC)

☆ Lee Chi Hoon

☆ Kim Joon Myeon [Suho]

☆ Shin Eyoung (OC)

☆ Park Hyung Seok

☆ Byun Baekhyun

☆ Park Tae Jun

☆ Seo Eun Ju (OC)

Lenght : Chapter

Genre : Romance, School life, NC, Comedy(?)

What's wrong with a kiss #9_20140702224421552

 

Nb :

 

Okee.. Part 9 sudah jadi.. Selamat membaca.. ^^

 

♡~♡~ What’s wrong with a kiss? ~♡~♡

 

Chi hoon memasuki rumahnya dengan terburu-buru. “dimana dia?” tanyanya pada baekhyun. Sebenarnya ia tak ingin melihat yeoja itu. Tapi ia hanya ingin memastikan apakah ia benar-benar eun ju teman lama nya.

 

“orangtuamu sudah menyuruh orang untuk menjemputnya di bandara. Hyungseok hyung dan tae jun hyung sudah aku hubungi seharusnya mereka sudah sampai. Tapi kemana mereka.”

 

Tak selang beberapa detik kemudian hyung seok dan tae jun masuk. “kenapa ini begitu mendadak?” tanya hyung seok pada tae jun dan sesekali melirik chi hoon.

 

“aku juga tidak tau.”

 

“apakah dia sedang liburan?” tanyanya lagi.

 

“sudah aku bilang aku tak tau apa-apa. Yang aku tau dia akan datang kesini.” baekhyun melirik chi hoon. Sedang kan chi hoon masih saja menatap lantai sambil melipat kedua tangannya. Entah apa yang dipikirkan namja itu.

 

Namja itu memutuskan untuk menyudahi lamunannya. Dan beranjak. “aku masih ada urusan. Aku akan segera kembali.” namja itu mengingat ia tidak menjelaskan apapun pada lizzy dan lansung pergi begitu saja. Mungkin yeoja itu sedang bingung apa yang terjadi pada chi hoon.

 

Saat chi hoon membuka pintu rumahnya. Matanya melebar mendapati sosok yeoja bertubuh kecil yang sedang berdiri tepat di hadapannya. Dari posisi yeoja itu terlihat ia barusaja akan membuka pintu yang telah terbuka.

 

Mata chi hoon memerah melihat yeoja itu. “lama tidak bertemu oppa..” ucap yeoja itu pelan dan tersenyum tipis.

 

Baekhyun, hyungseok, dan taejun melihat chi hoon yang masih berdiri didepan pintu. “wae? Kau tidak jadi pergi?” tanya taejun.

 

Merasa ada yang aneh merekapun menghampiri chi hoon. Mereka terkejut setelah mendapati sesosok yeoja yang tengah berdiri di depan chi hoon.

 

“eun ju?” ucap baekhyun reflek setelah melihat yeoja itu.

 

Yeoja itu tersenyum melihat beberapa namja yang menghampirinya. “hei hyung kanapa kau membiarkannya diluar. Ayo masuk.” baekhyun menarik tangan eun ju dan membawanya masuk.

 

Sekilas eun ju melihat chi hoon yang masih terpaku di depan pintu. Sampai namja itu memilih untuk keluar meninggalkan rumah.

 

“koperku masih ada di luar..” ucap eun ju. “Sudah, biar para hyung yang menggambilkannya.” balas baekhyun.

 

“hyung! Bawa masuk kopernnya ne.” perintah baekhyun.

 

“hei. Kau anak kecil jangan menyuruh orang dewasa.” Hyung seok tampak tak suka baekhyun menyuruhnya seperti tadi.

 

Tae jun segera membawa koper. Dan menyisakan satu untuk dibawa hyungseok. “sudahlah bawa saja.”

 

♡~♡~ What’s wrong with a kiss? ~♡~♡

 

“hah! Apa-apaan dia. Kenapa dia tiba-tiba pergi seperti itu.” lizzy keluar dari kamar mandi dengan handuk dikepalanya. Tak jarang ia sedikit menggusap-usap handuk itu supaya rambutnya menjadi kering. “dia benar-benar tak tau tata cara bertamu.”

 

Bel rumah lizzy berbunyi. Dengan malas ia membuka pintu itu. Pelukan tiba-tiba didapatkannya. “a-apa yang kau lakukan?” lizzy terkejut dengan kelakuan namja ini. Ia tau siapa namja yang memeluknya saat ini.

 

“aku merindukanmu..” “aku sangat merindukanmu..”

 

Lizzy terbengong dan bingung mendengarnya. Bahkan belum ada dua jam mereka tidak bertemu tapi kenapa namja itu merindukannya?

 

“jangan pernah pergi dariku.”

 

Lizzy mengganguk pelan. “aku tidak akan pergi..”

 

♡~♡~ What’s wrong with a kiss? ~♡~♡

 

Suasana ruang tamu milik chi hoon berubah menjadi ceria. Suara tawa terus terdengar.

 

“chi hoon oppa kemana?” tanya eun ju yang penasaran karena chi hoon belum juga kembali.

 

“dia bilang ada urusan.”

 

“baekhyun, bukankah kau tidak tinggal diseoul? Kenapa..”

 

“ah aku lupa bilang. Aku pindah kesini beberapa bulan yang lalu. Orangtua ku bisnis ke luar. Dan aku tak tau kapan mereka kembali makannya aku disini.” jelas baekhyun.

 

“ohh.” “kalian sudah terlihat dewasa sekarang.”

 

“bukankah kau juga begitu.” balas hyungseok.

 

“eun ju. Apakah kau akan tinggal di korea?” tanya tae jun.

 

“apakah orangtua chi hoon oppa tidak memberitau?”

 

“memberitau apa?” Sahut baekhyun.

 

“aku akan tinggal dikorea sampai kuliah. Tapi untuk saat ini aku belum diperbolehkan untuk tinggal sendiri dan orangtua ku menitipkanku disini.”

 

“APA?!” ucap baekhyun dan hyungseok. Mereka sedikit syok mendengar penjelasan eun ju. Tapi tidak untuk tae jun. Ia lebih bisa menggendalikan ekspresinya. “lalu bagaimana dengan chi hoon?” tanya tae jun.

 

Eun ju terdiam. “aku masih memikirkan tentang itu. Aku masih merasa bersalah dengannya.”

 

“kurasa ini tidak semudah yang kau bayangkan. Dia masih berfikir bahwa kau pergi karenanya.” jelas tae jun.

 

“jinjja? Apakah dia masih belum berubah?”

 

“Dia berubah menjadi begitu mengerikan.” ucap baekhyun tiba-tiba.

 

“mengerikan?”

 

“dia seperti monster yang sangat dingin.”

 

Eun ju tertawa mendengar candaan baekhyun. “kurasa kau sekarang lebih mengerikan.”

 

“mwo?” “hyung?! Apakah aku seperti itu?” tanyanya pada namja disebelahnya yang tak lain adalah hyung seok.

 

“ne. Kau lebih dari mengerikan.” ucap hyung seok.

 

Eun ju tersenyum melihat kedua temannya itu. “kalian sekarang lebih akrab ne.”

 

“memang kapan kita bertengkar?” tanya hyung seok.

 

“oppa lupa? Mau aku sebutkan satu persatu?” “Saat kalian merebutkan teman selasku. Lalu juga kalian merebutkan yeoja lain lagi. Lalu-”

 

“aishh sudahlah jangan bahas itu.” potong hyung seok tak suka dengan topik pembicaraan.

 

♡~♡~ What’s wrong with a kiss? ~♡~♡

 

Chi hoon membanting remot tv ke sofa tempat ia duduk sekarang. “kau tidak bosan hanya dirumah seperti ini?”

 

“ani.” jawab lizzy yang masih membersihkan beberapa bagian rumah. “memang kau tidak pulang? Bukankah besok kau harus sekolah?”

 

“kau mengusirku?”

 

“bukan begitu. Hanya saja..” lizzy sedikit ragu untuk menggatakannya.

 

Chi hoon mendekati lizzy sekarang. “hanya saja?”

 

“hanya saja tidak baik jika berduaan dirumah seperti ini.” lizzy mengalihkan pandanggannya dan segera melanjutkan membersihkan bagian lain.

 

Namja itu tersenyum. Walaupun tak terlalu jelas tapi ia bisa melihat wajah memerah lizzy. “memang kau pikir aku bisa berbuat apa?”

 

“sudahlah sunbae cepat pulang sana.” ucap lizzy masih tak mau menatap chi hoon.

 

“baiklah. Aku pergi sekarang. Aku tak akan pernah kembali lagi.”

 

Mata lizzy membulat. Kenapa dia bicara seperti itu? Lizzy menatap chi hoon sekarang. “apa? K-kau tidak akan kembali lagi?”

 

Chi hoon tersenyum dan menggecup sekilas bibir lizzy. “aku tak akan pernah kembali sebagai sunbaemu. Tapi aku akan kembali sebagai namjamu.” ucapnya dan sedikit mengacak rambut lizzy gemas.

 

Lizzy masih diam terpaku. “kau istirahatlah. Jangan bersih-bersih terus.” ucap chi hoon sekali lagi. “aku pergi.”

 

Lizzy memegang bibirnya dan lalu tersenyum. “hati-hati dijalan.” Ucapnya pelan.

 

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

 

Chi hoon sampai dirumah cukup larut. Setelah pulang dari rumah lizzy ia berjalan-jalan di sekitar pantai daerah incheon untuk menenangkan diri. Entah kenapa chi hoon sedang banyak pikiran sekarang.

 

Chi hoon berjalan kedapur dan menggambil segelas air untuk membasahi tenggorokannya.

 

Seorang yeoja muncul dari kegelapan dan menghampiri chi hoon. “oppa sudah pulang..”

 

“hemm.” balasnya singkat.

 

Yeoja itu berjalan kearah chi hoon dan menggambil segelas air. “bagaimana kabar oppa?”

 

Chi hoon segera menghabiskan air itu dan segera pergi.

 

“mianhae.” namja itu menghentikan langkahnya mendengar ucapan eun ju. “Mianhae karena aku dulu tak memberi tau tentang kepergianku ke jepang. Aku ingin oppa-”

 

“sudahlah. Aku sudah melupakannya.” ucap chi hoon dan melanjutkan jalannya.

 

♡~♡~ What’s wrong with a kiss? ~♡~♡

 

Baekhyun berjalan dengan santainya memasuki kelas.

 

“baekkii!!” seorang yeoja dengan sigap menghampirinya yang membuat beberapa pasang mata melihat kearah mereka.

 

“bakkii? Hah! Nama macam apa itu?” gerutu eyoung.

 

“sudahlah. Bukankah shinhyo sering memanggil nama orang dengan sembarangan.” ucap lizzy yang berada di samping eyoung.

 

Baekhyun tampak tak suka dengan kehadiran yeoja itu. Tapi ia tetap menunjukkan wajah biasanya. Wajah manis dengan senyum yang menggembang.

 

“kau dari mana saja? Aku dari tadi mencarimu.”

 

“ah jinjja? Aku dari kantor ada beberapa arsip yang harus aku berikan kepada walikelas.”

 

“kau sudah makan?” tanya shinhyo. Baekhyun menghela nafasnya. “shinhyo. Mian. Aku tak bisa menemanimu makan. Sebaiknya kau makan dengan orang yang lain ne.”

 

Shihyo memelas-melaskan wajahnya. “wae?”

 

Baekhyun melihat jam tangannya. “shihyo mianhae sepertinya ada beberapa dokumen yang lupa aku serahkan ke guru. Aku hampir terlambat. Aku pergi dulu ne.” baekhyun mencari berbagai alasan untuk menjauh dari yeoja itu. Bagaimanapun juga dia masih malas jika harus berurusan dengan shinhyo diluar kebutuhan sekolah.

 

Baekhyun menepuk pundak yeoja itu pelan dan pergi keluar. “ya! Baekhyun-ah!” panggil shinhyo tapi baekhyun tak menghiraukannya dan tetap pergi menjauh entah kemana.

 

♡~♡~ What’s wrong with a kiss? ~♡~♡

 

Lizzy dan eyoung berjalan bersama menuju gedung olahraga. Eyoung membantu temannya itu membawakan air mineral yang akan diberikan untuk para pemain teater.

 

Lizzy menaruh air mineral itu di tepi lapangan tempat biasa ia menaruhnya. “taruh sini saja. Biar aku yang menatanya. Gomawo ne.” ucap lizzy.

 

“baiklah.” eyoung mengikuti perintah temannya itu dan segera menaruhnya. “kalau begitu aku kesana dulu ne.” lanjutnya.

 

“ne. Berlatihlah yang serius.”

 

“pasti..”

 

♡~♡~ What’s wrong with a kiss? ~♡~♡

 

Chi hoon dan hyung seok duduk bersantai sembari menghafalkan naskah yang mereka pegang.

 

“hoon. Kau semalam pulangkan?” tanya hyung seok memecah keheningan diantara mereka berdua.

 

Chi hoon hanya membalasnya dengan angukan. Menandakan ‘iya’.

 

“kau pulang jam berapa? Kemarin aku pulang dari rumahmu kau juga belum pulang.”

 

“apa urusanmu aku pulang jam berapa.”

 

“kau tidak tau eun ju terus mengha-” hyung seok tak meneruskan ucapannya itu. “emm terus menanyakan kau kemana.” lanjutnya.

 

“aku kerumah seseorang.” balas chi hoon dingin.

 

Tae jun menghampiri chi hoon dan juga hyung seok. “hoon kau disuruh cepat kesana.”

 

Chi hoon segera berjalan menuju tempat dimana ia dipanggil.

 

Hyung seok menatap punggung chi hoon yang mulai menjauh. “apakah dia sudah melupakan eun ju?” ucapnya pelan.

 

“semoga saja. Jika tidak dia pasti akan terluka dengan perasaannya itu.”

 

♡~♡~ What’s wrong with a kiss? ~♡~♡

 

Eyoung membuka pesan di ponselnya. Pesan yang baru saja ia dapatkan dari hyungseok.

 

‘hari ini kau pulang bersamaku. Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu.’

 

Eyoung melirik kearah hyung seok yang berdiri cukup jauh darinya. Hyung seok tampak tak memperhatikan eyoung yang sedang meliriknya.

 

“siapa?” balas eyoung.

 

Tak lama ponsel itu kembali berdering.

‘ibuku.’ ponsel itu kembali berbunyi. ‘pulang sekolah kutunggu kau di mobilku.’

 

Dengan kesal eyoung membalas pesan itu. “kenapa aku harus bertemu dengan ibumu? Bukankah kita sudah berakhir?”

 

‘aku tak pernah bilang kita telah berakhir. Jadi kau jangan sekali-kali menjauh dariku.’

 

“Memang kau ini siapa menyuruhku seperti itu?”

 

‘tunanganmu.’

 

Eyoung terdiam sejenak membaca pesan itu. Ia melihat sekeliling mencari sosok yang barusaja mengirim pesan itu. Tapi sosok namja itu telah pergi dari tempatnya berdiri tadi.

 

Apakah hyung seok mengangap tunangan ini sungguhan?

 

“kau kenapa?” tanya lizzy yang melihat tingkah temannya itu sedikit aneh.

 

“aniya.”

 

~

 

“lizzy kau pulanglah duluan. Aku masih harus mengerjakan beberapa urusan.”

 

“ne. Gwaenchana..” lizzy segera berjalan pulang meninggalkan eyoung yang masih berada di dalam gedung.

 

Setelah memastikan temannya itu telah melewati gerbang sekolah eyoung segera menuju tempat dimana mobil hyung seok terparkir.

 

Jika boleh jujur. Eyoung sebenarnya tak mau berurusan dangan hyung seok. Tapi entah kanapa dia masih ingin bertemu dengan namja itu.

 

Eyoung menggetuk kaca mobil yang ada di depannya saat ini. Dan saat itu juga pintu mobil itu terbuka.

 

“masuklah.” ucap namja yang ada di dalam mobil.

 

Eyoung segera masuk kedalam mobil. Ia tak mau terlihat oleh murid-murid lain. Apa kata mereka jika melihat eyoung masuk kedalam mobil namja yang menjadi idam-idaman para murid di sekolah ini.

 

Namja itu segera mengemudikan mobilnya.

 

“kenapa ibumu ingin bertemu denganku? Apakah kita ketauan?” tanya eyoung.

 

“aku tidak tau.”

 

♡~♡~ What’s wrong with a kiss? ~♡~♡

 

Lizzy telah keluar dari gerbang sekolahnya. Matanya tertuju ke sosok namja yang berdiri bersandar mobilnya. Lizzy mengenal namja itu.

 

Ya. Namja yang dulu ia benci tapi tidak untuk sekarang. Lizzy menghampiri chi hoon. Nmaja yang berdiri itu.

 

“kenapa sunbae belum pulang?”

 

“kau tidak merasa jika aku disini menunggumu?” “Pacar macam apa kau ini.”

 

Lizzy memanyunkan bibirnya kesal. “mana aku tau jika sunbae menunggu ku. Aku kan bukan peramal.”

 

Chi hoon membukakan pintu untuk lizzy. “aku akan mengantarmu pulang.”

 

Melihat wajah chi hoon yang masih angkuh lizzy tertawa tipis. “tidak usah repot. Aku bisa pulang sendiri.”

 

Chi hoon menarik tangan lizzy dan memasukkannya kedalam mobil. “aku tak mau melihatmu berjalan sendirian menuju rumah.” namja itu segera menutup pintu mobilnya dan masuk melalui pintu mobil yang lain.

 

♡~♡~ What’s wrong with a kiss? ~♡~♡

 

Hyung seok segera keluar dari mobilnya di ikuti eyoung. Sekarang mereka tengah berdiri didepan sebuah gedung yang tampak seperti rumah. Apakah ini rumah hyung seok?

 

“HUK! HUK!” Sebuah anjing berwarna coklat menggonggong yang membuat eyoung terkejut.

 

Hyung seok menghampiri anjing itu dan membelainya. Namja itu tampak tak takut ataupun membenci hewan yang satu itu. “tenanglah.. Dia bukan wanita jahat..” ucapnya pada anjing itu.

 

Eyoung melihatnya aneh. Bagaimana bisa seekor anjing mengerti bahasa manusia. Tapi anjing itu bertingkah lebih tenang daripada sebelumnya.

 

“namanya rocy.. Aku sudah memeliharanya sejak kecil. Dia sangat sensitif pada seorang wanita yang asing baginya. Tapi dia tidak akan menggigitmu..” ucap hyung seok masih membelai anjing itu.

 

Eyoung hanya mengangguk. “kalau begitu sebaiknya kita cepat masuk bagaimana?”

 

Anjing itu mendekati eyoung dan menempelkan badannya ke kaki eyoung. Sontak eyoung menjerit ketakutan. “ya! Jauhkan dia!” teriak eyoung dan berlari menjauh dari anjing itu.

 

“aku tak tahan dengan bulu hewan. Jadi suruh anjing itu menjauh!.” terusnya.

 

Hyung seok tertawa dan segera menggendong rocy, anjingnya. “dia tak akan menggigitmu jika kau tak menggigitnya terlebih dulu. Jadi kau tak perlu takut.”

 

“ya! Aku bukan takut tapi hanya geli dengan bulunya.”

 

“oh hanya geli..” hyung seok mendekatkan rock ke arah eyoung yang membuat yeoja itu berlari mengitari mobil menjauh dari rocy maupun pemiliknya.

 

“ya! Jangan mendekat!”

 

Sebuah suara menghentikan langkah eyoung dan hyung seok. “kalian sudah datang.” “hyung seok. Kenapa dia tidak kau ajak masuk? Malah berlari-lari seperti itu.”

 

“kau masuklah. Aku akan memberi makan rocy terlebih dahulu.” ucap hyung seok dan pergi munuju kandang tempat rocy biasa tinggal.

 

Eyoung melihat hyung seok bingung. Dia yang membawanya kesini tapi kenapa dia sama sekali tak memedulikan eyoung?

 

“eyoung. Masuklah.” “biarkanlah saja dia. Dia memang tak mau di ganggu jika sedang rocy.”

 

“ne.” ucap eyoung pelan dan mengalihkan pandangannya kearah yeoja paruhbaya yang sedang berdiri di depan pintu.

 

♡~♡~ What’s wrong with a kiss? ~♡~♡

 

“kau baru pulang?” Tanya eun ju yang baru saja keluar dari kamarnya dan melihat baekhyun.

 

“begitulah.” “em eun ju.. Kau sudah bisa bersekolah besok.”

 

“besok? Kenapa cepat sekali? Aku masih ingin liburan.”

 

“jika kau ingin ketingalan pelajaran tidak usah masuk.”

 

“ne ne..” ucap eun ju malas. “dimana oppa?” tanyanya karena tak milihat chi hoon.

 

“dia belum pulang?”

 

“sepertinya belum.”

 

“benarkah? Sepertinya tadi dia pulang lebih dulu. Mungkin dia pergi kesuatu tempat.” jelas baekhyun dan masuk kekamarnya.

 

Eun ju menatap pintu kamar baekhyun yang tertutup. “baekhyun-ah. Aku mau jalan-jalan. Aku akan kembali sebelum jam makan malam.”

 

“kau mau aku temani?” balas baekhyun dari dalan kamarnya.

 

“tidak usah. Aku hanya ingin menghirup udara segar.”

 

Baekhyun keluar kamarnya dengan pakaian yang berbeda dari sebelum ia masuk. “baiklah. Kau jangan pulang malam. Jika tidak orangtua mu maupun orangtua hyung akan marah padaku. Jika ada apa-apa hubungi aku atau chi hoon hyung. Kau pinya nomor ku kan?”

 

“ne. Aku punya nomor ponsel chi hoon oppa. Jadi tak usah khawatir.” “aku pergi dulu ne.”

 

♡~♡~ What’s wrong with a kiss? ~♡~♡

 

Eyoung tertawa mendengar cerita tentang hyung seok saat masih kecil. Ternyata dia sudah seperti itu sejak lama.

 

Hyung seok berdiri di belakang sofa tempat ibunya duduk dan menatap eyoung tajam yang membuat yeoja itu menghentikan tawanya.

 

“seandainya kau melihat wajahnya saat itu kau pasti tak bisa berhenti tertawa.” ibu hyung seok masih saja meneruskan ceritanya itu tanpa tau anak semata wayangnya tengah berdiri menahan emosinya dibelakangnya.

 

“apakah eomma sudah selesai?” namja itu mulai membuka mulutnya.

 

Ibu hyung seok menoleh kebelakang. Dan mendapati anaknya itu tengah memandangnya tak suka. “hyung seok? Sejak kapan kau ada disini?”

 

“eyoung sebaiknya kau pulang sekarang. Aku akan mengantarmu.” ucapan namja itu cukup dingin sekarang. Apakah dia marah? Atau malu karena eyoung mengetahui hal yang selama ini tak pernah di ketahui oleh orang lain?

 

“hai. Eomma menggundangnya untuk makan malam bersama. Kenapa kau malah menyuruhnya pulang?” “lagi pula diakan tunanganmu. Jadi cepat atau lambat dia harus tau tentangmu.”

 

“terserah eomma sajalah.” ucap hyung seok dan lalu pergi.

 

“hei. Kau mau kemana?”

 

“ganti baju.” jawabnya tanpa menoleh.

 

“abaikan saja dia. Jadi kita tadi sampai mana?”

 

“sampai muka sunbae penuh dengan make up.”

 

“sunbae?” eh? Eyoung tampak sedikit panik karena ia salah memanggilnya dengan sunbae.

 

Yeoja itu tampak mencari alasan supaya ibu hyung seok tidak curiga. “ahh disekolah saya memanggilnya dengan sunbae. Jadi terbawa..”

 

“ohh.. Kau panggil saja dia oppa jika disekolah. Lagi pula itu tidak salahkan?”

 

“aku yang melarangnya memanggilku oppa jika di sekolah.” hyung seok tiba-tiba datang dan menyambar pembicaraan itu.

 

Eyoung melihat kearah hyung seok. Tau bahwa eyoung menatapnya. Namja itu segera duduk di sebelah eyoung.

 

“kenapa kau melarangnya? Apa mereka belum tau jika kalian berpacaran?”

 

Eyoung mulai bingung harus menjawab apa. Semakin lama pertanyaan itu semakin menyudutkannya dan hyung seok.

 

“tidak.” jawab hyung seok dengan ekspresi biasanya.

 

Eyoung terkejut dengan jawaban namja di sampingnya dan menatap namja itu.

 

Sama hanya dengan eyoung. Ibu hyung seok pun menatap anaknya itu dengan tak percaya. Bagaimana bisa menyembunyikan hubungannya di sekolah? “apa? Mereka tidak tau? Bagaimana bisa kau menyembunyikannya? Bahkan kalian sudah bertunangan. Mau sampai kapan kalian menyembunyikan hubungan kalian?”

 

Hyung seok menggenggam tangan eyoung. “ini untuk kepentingan bersama jadi kami harus menyembunyikannya.”

 

“tapi mau sampai kapan?”

 

“sampai waktu yang belum di tentukan.” ucap namja itu dan menggandeng eyoung untuk pergi dari perbincangan yang membahayakan itu.

 

“hei! Eomma belum selesai bicara!”

 

Eyoung nenggengam erat tangan hyung seok. Ia sangat merasa bersalah dengan apa yang sudah ia lakukan. ‘mianhae.. Jeomal mianhae..’ gumamnya dalam hati.

 

Hyung seok membawanya kedalam kamarnya dan melepaskan genggamannya. “mulai sekarang kau jangan banyak menjawab pertanyanya.”

 

Eyoung tak menjawab. Ia merasa sangat bersalah. Sudah banyak kebohongan yang ia buat.

 

Hyung seok memeluk eyoung. “tenanglah. Ini bukan salahmu.”

 

Yeoja itu meremas baju hyung seok. “aku takut..”

 

“kau tak perlu takut. Aku akan menjagamu.”

 

♡~♡~ What’s wrong with a kiss? ~♡~♡

 

“tempat ini sudah banyak berubah..” eun ju berjalan melewati sebuah gedung bertingkat yang tampak seperti sebuah sekolah. Bukan hanya seperti. Gedung itu memang gedung sekolah tempat eun ju menitih pendidikannya di sekolah dasar.

 

Yeoja itu terdiam saat milihat sebuah bangku dibawah pohon didalam area sekolah. Bangku itu mengingatkannya dengan kejadian beberapa tahun yang lalu.

 

Kejadian dimana ia mendapatkan kejadian-kejadian yang tak akan terlupakan baginya.

 

*flashback*

 

*eyoung pov*

 

Hari tampak cerah saat itu. Aku duduk membaca buku di bangku tampat biasa aku menghabiskan waktu istirahatku.

 

Saat itu aku duduk di bangku kelas lima SD.

 

Chi hoon melempar sebatang ranting kecil kearahku. “ulat!!”

 

Dengan reflek aku berdiri dan menkibas-kibaskan bajuku. “aaa!”

 

Chi hoon tertawa lepas melihat reaksiku saat itu. Baginya mengerjaiku adalah hal yang tak bisa lepas darinya.

 

“ya! Oppa!” aku memukul bahu chi hoon. Inilah yang sangat aku tak suka darinya. Ia begitu jahil.

 

“aaa.. Ada ulat..” namja itu masih saja meledekku. Memang apa salahnya bereaksi seperti itu?

 

“ya! Diam oppa! Jangan tertawa lagi!” aku menggambil bukuku yang sempat terjatuh dan segera pergi. Tapi chi hoon menarik kucir rambutku dan membuat rambutku terurai begitu saja.

 

“sudah ku bilang jangan ikat rambutmu.”

 

“bisakah oppa tidak menggangguku?!” aku merebut kembali kucir itu dari tangannya. “terserah aku mau mengikatnya atau tidak.” ucapku dan pergi.

 

♡~♡~ What’s wrong with a kiss? ~♡~♡

 

Chi hoon tiduran di bangku tempat aku biasa membaca. Seperti biasa aku sudah tau maksudnya. “oppa! Guru datang!” ucapku keras.

 

Bukannya bangun chi hoon malah tersenyum dan tidak membuka matanya. “kau pikir aku percaya dengan hal seperti itu?”

 

“ya ya ya. Sekarang pergilah.”

 

Chi hoon bangkit dari tidurnya. “kenapa aku harus pergi? Aku yang terlebih dulu disini. Kau yang pergi.”

 

“tapi ini tempatku.”

 

Namja itu tak menghiraukanku dan kembali tidur.

 

“aishh..” tak ingin menanggapinya lebih lanjut aku memutuskan mencari bangku yang tak ditempati orang.

 

*flashback end*

 

Aku tersenyum mengingat kejadian-kejadian itu. Terkadang aku merindukan tingkahnya.

 

*author pov*

 

Eun ju melanjutkan jalannya menuju tempan yang sudah ada dipikirannya saat ini.

 

♡~♡~ What’s wrong with a kiss? ~♡~♡

 

Suara ketukan terdengar dari pintu kamar hyung seok. “hyung seok. Apakah kau didalam? Cepat keluar. Makan malam sudah siap..”

 

Mendengar pintu kamarnya di ketuk hyung seok melepas lumatannya.

 

Ketukan kembali terdengar. “hyung seok?”

 

“sebentar lagi aku keluar. Eomma duluan saja.”

 

“apakah eyoung ada di dalam? Suruh dia cepat turun.”

 

Hyung seok melihat kearah eyoung yang masih mengatur nafasnya. “ne.”

 

Hyung seok membuka pintu kamarnya. “ayo turun. Makan malam sudah siap.”

 

“ne.” ucap eyoung pelan.

 

~

 

Makan malam telah selesai.

 

“eyoung. Bagaimana jika kau menginap disini? Ini sudah malam.”

 

“tidah usah. Eomma mungkin sudah menungguku dirumah. Aku harus segera pulang.”

 

“padahal tante masih ingin menggobrol denganmu.” “kalau begitu biar hyung seok menggantarmu ne.”

 

“ah tidak perlu repot-repot. Saya naik bus saja.”

 

“jam segini sulit mendapatkan bus.” ibu hyung seok memanggil salah satu pelayan dirumah itu.

 

Pelayan itu lalu pergi setelah mendapat perintah dari ibu hyung seok. Tak lama hyung seok turun dari kamarnya dan berjalan kearah eyoung.

 

“hyung seok. Antarlah eyoung pulang.”

 

Eyoung melirik hyung seok dengan ragu. Begitupun dengan hyung seok.

 

♡~♡~ What’s wrong with a kiss? ~♡~♡

 

Eun ju duduk disebuah bangku taman. Beberapa anak mulai meninggalkan taman itu satu persatu karena langit sudah mulai gelap.

 

Yeoja itu melihat sebuah ayunan yang terdapat empat buah bangku disana. Salah satu bangku itu terisi oleh seorang anak namja yang masih asyik bermain.

 

Anak itu terjatuh dari ayunannya karena ia mengayunnya cukup kencang. Seketika eun ju berlari menghampiri anak itu dan membantunya berdiri.

 

“apakah ada yang terluka?” tanyanya.

 

“ani.” Yeoja itu membersihkan debu pasir yang menempel di baju anak itu.

 

“kau tidak pulang? Orangtuamu nanti khawatir denganmu.”

 

Anak itu kembali naik ke ayunan. “mereka tak akan menghawatirkanku.”

 

“mana ada orangtua yang tidak menghawatirkan anaknya?” eun ju duduk di ayunan sebelah anak itu.

 

“tapi orangtuaku tak pernah peduli denganku. Mereka selalu bertengkar karena uang. Mereka tak peduli dengan anaknya sendiri.” anak itu mengayunkan ayunannya pelan.

 

Tak sengaja perut anak itu berbunyi dan itu terdengar oleh eun ju.

 

“kalu lapar?” tanyanya.

 

“tidak.”

 

“kau bohong.” “anak kecil jangan suka berbohong.”

 

“aku tidak lapar.”

 

“sudahlah ayo ikut..” eun ju menggandeng tangannya menuju kedai burger yang berada dekat dari taman itu.

 

~

 

“makanlah. Jika sudah dingin rasanya akan berbeda.”

 

Anak itu hanya melihat burger yang berada di depannya. “aku tidak lapar. Tidak lapar.”

 

Eun ju kembali memakan burger miliknya. Dan memandangi anak itu. Kenapa anak itu berbohong dengan dirinya sendiri?

 

“kau punya adik?”

 

“ne.”

 

“makanlah itu. Kau tak boleh menyia-nyiakan makanan.” “aku akan menggantarmu pulang.”

 

Dengan ragu anak itu menggambil burger yang berada dihadapannya dan memakannya. Eun ju tersenyum melihat anak itu makan dengan lahap.

 

~

 

Eun ju dan anak itu berjalan menyururi gang-gang kecil. Ini pertamakalinya eun ju berjalan di daerah ini.

 

“oiya. Siapa namamu?” tanya eun ju.

 

“namaku zihan.”

 

“nama yang bagus. Nama nuna eun ju.”

 

Langkah mereka berhenti setelah menaiki anak tangga. Terdapat beberapa rumah disana. Zihan masuk kedalam salah satu rumah itu.

 

“aku pulang..”

 

“kenapa kau baru pulang?! Sudah jam berapa ini?!” bentak seorang yeoja paruhbaya. Yeoja itu melihatkebelakang zihan. “siapa dia?”

 

“namaku eun ju. Aku tadi bertemu zihan di taman dan mengantarnya pulang.”

 

“ohh. Mau apa kau kesini?”

 

“apa?” eun ju terdiam sesaat. “maafkan aku jika mengganggu. Aku pamit dulu.” eun ju membungkuk memberi salam kepada yeoja itu. Dan keluar.

 

Zihan memberikan bingkisan kepada yeoja itu. “eomma ini dari nuna..”

 

“apa ini? Kenapa kau langsung percaya pada orang yang baru kau kenal? Jika kau di culik bagaiman?”

 

“tapi eun ju nuna orang baik.”

 

Eun ju dapat mendengar suara dari balik pintu. Iapun memutuskan untuk segera pulang. Karena ini sudah malam.

 

♡~♡~ What’s wrong witha a kiss? ~♡~♡

 

Chi hoon masuk kedalam kamarnya. Namja itu diusir oleh lizzy karena ia mengikutinya sampai ketempat kerja.

 

Ya. Ia hanya ingin memastika yeoja kesayangannya itu diganggu oleh namja yang dulu.

 

*flashback*

 

“sunbae pulanglah.” gerutu lizzy karena tak suka jika ada orang yang mengikutinya.

 

Chi hoon tetap mengikuti lizzy dari belakang. “aku bukan sunbaemu. Jadi aku tak akan pulang.”

 

Lizzy masuk kedalam mini market tempat dimana dia bekerja.

 

“ahh lizzy bisa-” yeoja itu menghentikan ucapannya saat melihat namja yang masuk bersama dengan lizzy.

 

Sadar dengan tingkah temannya itu lizzypun menyuruhnya untuk mengabaikan chi hoon.

 

Lizzy berbalik menatap chi hoon. “baiklah sudah cukup. Sekarang oppa bisa pergi.”

 

Namja itu tak menghiraukan lizzy dan menggambil sebotol soda yang tersedia di mini market itu.

 

“hei. Jangan menggambil sembarangan.”

 

“memang salah jika seorang pelanggan menggambil barang yang ia inginkan?”

 

“apa?”

 

Chi hoon berjalan kekasir dan membayar minuman yang ia ambil. “kau tidak bekerja?” tanyanya.

 

Tersadar dengan pertanyaan chi hoon lizzypun segera mengganti pakaiannya dan bekerja.

 

Chi hoon duduk di bangku luar mini market yang memang disediakan disana. Sambil meneguk soda yang ia beli tadi namja itu terus memandangi lizzy yang sedang melayani pelanggan.

 

Sesekali mata mereka saling bertemu walaupun dari kejauhan.

 

“selamat da-” lizzy tak meneruskan sambutannya itu melihat chi hoon yang masuk kedalam mini masket.

 

“sudah aku bilang. Jangan ganggu aku ketika sedang bekerja.” terusnya.

 

“tempat ramen disebelah mana?” tanya chi hoon karena ia sama sekali tak tau tempat dimana makanan yang ia cari berada.

 

Lizzy sedikit bingung dengan tingkah namja itu. Tapi dia mencoba untuk bersikap profesional. “biar saya tunjukkan.” yeoja itu berjalan menuju tempat dimana ramen di taruh.

 

Chi hoon menggambil sebuah cup ramen dan memberikannya ke lizzy. “bisakah kau memberikan air panas.”

 

Lizzy menghela nafasnya dan menggambil cup itu untuk menuangkan air panas.

 

Setelah terisi. Lizzy segera membawanya kekasir untuk dihitung. “sebaiknya oppa cekat pulang. Jangan ganggu pekerjaanku.”

 

“anggap saja aku sebagai pelanggan.” chi hoon memberikan sejumlah uang seharga ramen itu ke lizzy.

 

Namja itu kembali ketempat ia duduk tadi dan memakan ramennya.

 

Beberapa puluh menit berlalu. Lizzy menghampiri chi hoon yang masih duduk di luar. “ya! Sudah aku bilang oppa pulang saja.” “oppa bisa sakit jika terus berada diluar.”

 

“kau sudah selesai bekerja?”

 

“oppa!”

 

“hemm ne ne. Aku akan pulang asal kau..” chi hoon menarik tangan lizzy dan mencium bibirnya sekilas. “tak menolak saat aku menciummu.”

 

Lizzy sedikit terkejut dengan tarikan chi hoon barusan. Ia segera berdiri takut teman kerjanya tau apa yang sedang ia lakukan.

 

Wajah yeoja itu sedikit kemerahan. “sudahlah! Pulangsana!” ucap lizzy dan kembali masuk ke mini market.

 

*flashback end*

 

Sebuah mobil baru saja terparkir di garasi rumah hyung seok. Seorang namja paruh baya turun dari mobil itu dan segera masuk kedalam rumah.

 

Ya. Namja itu adalah ayah hyung seok yang baru saja pulang kerja. Hampir setiap hari ayah hyung seok selalu pulang malam. Apa mau dikata. Pekerjaannya menggurus perusahaan mengharuskannya untuk itu.

 

Tapi hyung seok masih lebih beruntung daripada chi hoon. Bukan hanya ayah chi hoon yang sibuk. Tetapi kedua orangtuanya. Mereka sangat jarang pulang dan lebih memilih mengginap di perusahaan.

 

Dan ditambah lagi. Kewajiban yang mengharuskan mereka untuk pergi keluar kota maupun luar negri tak jarang membuat chi hoon harus membiasakan diri dengan keadaan itu.

 

Tapi sekarang. Namja itu tak peduli dengan kedua orangtuanya. Mereka terlalu mementingkan perusahaan daripada anaknya sendiri.

 

Ayah hyung seok masuk kedalam rumah. “ada tamu?” tanyanya ketika melihat eyoung dari belakang.

 

Eyoung pung berbalik. “ahh eyoung kan?” tanya ayah hyung seok.

 

Yeoja itu membungkuk memberi salam.

 

“aku tadi menggundangnya untuk makan malam. Kau sudah makan?” tanya ibu hyung seok.

 

“sudah.” “ayo duduk dulu. Tak enak mengobrol berdiri seperti ini.”

 

“dia sudah mau pulang.” ucap hyung seok.

 

“benarkah?” ayah hyung seok melihat jam tangannya. Menunjukkan pukul setengah duabelas malam. “ini sudah malam sebaiknya kau menginap saja disini. Lagipula dirumah ini terdapat kamar tamu.”

 

“ahh tidak usah repot-repot.” “eomma sudah menunggu dirumah jadi saya harus segera pulang.”

 

“sudahlah biar hyung seok menghubungi eommamu dan meminta izin padanya.”

 

“t-tapi..” eyoung masih sedikit ragu dengat acara menginap dadakan ini.

 

Ibu hyung seok menyuruh hyung seok untuk mengantar eyoung menuju kamar tamu.

 

Eyoung masuk kedalam kamar itu. Kamar itu cukup luas.

 

“jika kau perlu sesuatu panggil saja pelayan yang ada disini. Dan juga. Kau sebaiknya menghubungi eommamu sendiri. Bilang saja kau menginap dirumah temanmu.” hyung seok menutup pintu kamar itu dan pergi tapi eyoung memanggilnya.

 

“sunbae.” namja itu mengurungkan niatnya untuk menutup pintu. “wae?” tanyanya.

 

Eyoung sedikit ragu untuk mengatakannya. “ada apa?” tanya hyung seok sekali lagi.

 

Eyoung menggelengkan kepalanya. “tidak jadi..” mendengar jawaban eyoung hyung seok segera menutup pintu dan pergi.

 

Eyoung berbaring ditempat tidur sembari menghela nafas beratnya. Lampu kamar itu lama-lama terasa sangat silau baginya.

 

Sebenarnya ia ingin meminjam baju pada hyung seok. Bagaimana tidak? Ia masih menggunakan seragam sekarang. Dan seragam ini masih akan digumakan besok.

 

Eyoung langsung bangkit duduk karena mendengar suara pintu terbuka. Ternyata seorang pelajan masuk dengan membawa sebuah piama.

 

“maafkan saya. Tuan muda menyuruh saya untuk membawakan piama ini untuk anda.”

 

“ahh ne. Kamsahamida~”

 

Pelayan itu menaruh piama yang ia bawa diatas meja didekatnya. “saya permisi dulu.” ucapnya dan membungkuk.

 

Tanpa eyoung sadari didepan pintu kamarnya seorang namja sedang berdiri bersandar tembok.

 

“kau bisa kembali.” ucap namja itu pada pelayan yang baru saja keluar dari kamar yang eyoung tempati.

 

“ne.”

 

Eyoung segera menggambil piama itu dan mengganti pakaiannya. Ia terasa lelah hari ini.

 

Eyoung menggengam liontin yang berbentuk seorang peri kecil. Kalung itu diberikan hyung seok padanya. Walaupun ia masih tak tau apa maksud dari..

 

‘setidaknya kau bisa menggantikannya di sisiku.’

 

Saat ini eyoung terlalu lelah untuk memikirkan hal itu. Ia lebih memilih untuk segera tidur supaya besok ia tidak terlambat kesekolah.

 

♡~♡~ What’s wrong with a kiss? ~♡~♡

 

Baekhyun mengetuk pintu kamar chi hoon dengan khawatir. “hyung!”

 

Dengan mata masih menyipit chi hoon membuka pintu itu. “wae?” namja itu terasa sedikit terganggu karena baekhyun mengganggu tidurnya.

 

“apakah eun ju menelfonmu?”

 

“tidak.. Kenapa?”

 

“tadi sore dia bilang ingin jalan-jalan dan akan pulang sebelum jam makan malam tapi sampai sekarang dia belum pulang.”

 

“kenapa kau tidak menelfonnya saja?” tanya chi hoon malas.

 

“awalnya begitu. Tapi aku baru sadar bahwa aku tak punya nomor ponselnya.”

 

“dia sudah besar. Kau tak perlu menghawatirkannya.” ucap chi hoon dan kembali menutup pintu kamarnya.

 

“hyung! Dia seorang yeoja! Mana mungkin aku tidak menghawatirkannya!” teriak baekhyun dari luar kamar.

 

Chi hoon hanya berbaring dan menutup kepalanya dengan bantal. Tak mau mendengar apa yang baekhyun katakan.

 

Lima menit lebih telah berlalu. Chi hoon bangkit dari tidurnya dan segera menggambil jaket dan kunci mobilnya.

 

Dengan cepat ia menuruni setiap anak tangga yang membawanya ke lantai bawah.

 

♡~♡~ What’s wrong with a kiss? ~♡~♡

 

Eun ju melihat kesekelilingnya. Ia sama sekali tak tau jalan ini. “dimana ini?” ucapnya pelan.

 

Tak ada seorangpun yang berlalu lalang di depan eun ju karena ia sekarang berada di permukiman yang cukup padat.

 

Yeoja itu memutuskan untuk berjalan mengikuti instingnya. Walaupun didalam hati ia masih ragu untuk melakukannya.

 

♡~♡~ What’s wrong with a kiss? ♡~♡

 

Chi hoon menyetir mobilnya mengelilingi tempat-tempat yang sekiranya eun ju datangi. Cukup lama chi hoon mencari tapi ia tak melihat seorangpun yang mirip dengan eun ju.

 

Tak jarang chi hoon bertanya kepada orang yang berlalu lalang dengan menunjukkan ciri-ciri eun ju. Tapi itu semua tak ada hasilnya.

 

♡~♡~ Whats wrong with a kiss ~♡~♡

 

Sekilas eun ju dapat mendengar suara lalu lalang mobil. Yeoja itu segera menghampiri suara-suara itu dan benar saja. Dihadapannya sekarang sebuah jalan raya yang cukup lebar.

 

Eun ju menghela nafas lega. Setelah semua perjalanan yang melelahkan ini eun ju memutuskan untuk membeli sekaleng minuman untuk menghilangkan dahaganya.

 

Ia melihat sebuah mimi market di sebrang jalan. Tak pikir panjang yeoja itu segera masuk kedalam mini market itu.

 

Eun ju langsung berjalan menuju mesin pendingin minuman untuk menggambil coffy yang ia sering beli dulu.

 

“eun ju?”

 

Bersambung..

 

Nb :

 

Mian part yang ini lumayan pendek ._. Soalnya z ambil moment yang pas untuk kata bersambung wkk.. Tetep tunggu part selanjutnya ne .-.

About fanfictionside

just me

29 thoughts on “FF/ WHAT’S WRONG WITH A KISS?/ pt. 9

  1. Owowow.. Chihoon perhatiannya, smpe ngga mau ninggal lizzy..
    hayoo, tadi hyun seok sama eyoung abis ngapain dikamar hyungseok hayoo..
    Next part ditunggu deh..

  2. ‘setidaknya kau bisa menggantikannya disisiku.’
    Secara tidak langsung hyung seok menyuruh eyoung di sisinya. Iya kan??
    Eun ju jangan ganggu hubungan mereka pliss :v author. Eun ju itu sebenernya siapa? Temen kecil chi hoon yg spesial???
    Next thorr..

  3. Author itu hyung seok habis ngapain eyoung????
    Hubungan chi hoon sama eun ju itu kaya apa sih thor? ._.
    Ditunggu part 10 nya! Semangat thor!

  4. Next partnya banyakin scene Lizzy-Chi hoon sama Eyoung- Hyung Seok suka banget sama kedua pasangan ini..
    Jangan sampai eun ju ganggu hubungan lizzy sama chi hoon..
    Next partnya jangan lama2 ya..
    Semangat.. ffnya bagus..

  5. NEXXTTT Z
    dibanyakin part lizzy cihoon dums
    eunju itu mantan atau cinta pertama nya cihoon?~_~
    okelah gue penasaran..
    next chapter panjangin ya thor ㅠㅠ
    사랑해 젯 / 지(?)

  6. Thor seneng banget aku sama si hyunseoknyaaa
    Banyakin scene nya eyoung sama hyunseok ya thor
    Oiya disini suho nya gak keliatan’-‘
    BAGUS THOR’-‘b nulisnya jgn lama lama ye

  7. kata ‘tbc’ itu sngat mnyebalkan! :3 lagi asik bca jga -_-
    ..dan cerita’a makin seru🙂
    next part lbih² panjangin & bnykin moment lizzy-chi hoon ya thor🙂

  8. nahloh siapatuh yg mangil eun ju ? Cek pake kesasarlagi eun ju kan udh malem (ceritanya)😀
    kira2 bisa pulang ga ya ?
    Semoga😀

    next thor🙂

  9. wuahhh,
    akhirnya keluar jugaaa…
    makin keren sumpah thorrrr(y)
    kurang panjang thorrrr, apa tbcnya yang kecepetan.-.
    suka banget sama couple lizzy chi hoon sama eyoung- hyungseok ..
    terus entar gimana sama chihoon dan eunju? apa bakal balik kaya dulu?
    ngomong2 siapa yang ketemu eunju?
    next thorrrr, gepeeelll. semangka’-‘)/9

  10. Udah bersambung aja :v
    Nanti malem update kan? Oiya thor jangan biarkan eun ju mengganggu hubungan chi hoon dengan lizzy.. Berharap part 10 udah update :v tapi harus nunggu entar malem. Yaudah semangat nerusinnya author z \😀 /

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s