FF/ OUR SECRET/ CNBLUE-BTS/pt. 4


Author : Naraya0694

Title     : Our Secret #4 : Deal

Cast     : Heo Woori (OC)

CNBLUE’s Lee Jonghyun

EXO K’s Kai

BTS’s J-Hope

Cha Hyeri (OC)

Genre  : Romance, School life, Friendship

Rating : NC

Length : Chaptered

Our Secret 4

Disclaimer : Cerita FF ini murni hasil pemikiran author sendiri, walaupun FF dengan jalan cerita seperti ini mungkin sudah banyak bertebaran, tapi author akan membuatnya dengan gaya dan cara author sendiri J

Selamat membaca ^_^

*****

Bel tanda pelajaran akan dimulai sudah berbunyi nyaring beberapa kali, menandakan kepada setiap siswa untuk segera menuju kelas masing-masing. Banyak siswa yang terlihat tergesa-gesa, takut jika guru mereka sudah mendahului mereka masuk ke kelas.

Seorang yeoja yang juga terlihat tergesa-gesa itu mempercepat langkah kakinya, namun ternyata dia tidak langsung menuju kelasnya, tetapi menuju toilet wanita. Saat memasuki toilet sebenarnya dia merinding sendiri, karena mengingat apa yang sudah pernah di alaminya. Tapi saat ini tidak ada waktu untuk memikirkan hal itu, karena urusannya lebih penting.

Setelah memastikan tidak ada penghuni lain selain dirinya di toilet itu dia segera menuju wastafledan mengamati dirinya di depan cermin yang ada di wastafel itu.

“Aaaiiissshhh”

Yeoja itu sedikit menggerutu kesal. Bagaimana tidak ? Walau tidak terlalu jelas, namun kissmark yang guru tampannya itu berikan pagi ini dapat tetap terlihat jika ada yang memperhatikannya secara benar-benar. Dengan tergesa-gesa yeoja itu mengeluarkan, kemudian mengoleskan bedak miliknya pada leher putihnya, berusaha menutupi tanda sedikit kemerahan yang ada itu. Setelah beberapa kali olesan, tanda kemerahan itu akhirnya dapat tertutupi, dan itu melegakan baginya.

Yeoja itu melirik jam tangan yang melingkar indah di pergelangan tangannya. Dan sialnya dia sudah terlambat 10 menit dari jadwal masuk. Meski guru pada mata pelajaran ini tidak galak, tapi tetap saja akan memalukan jika masuk terlambat dan jika gurunya sedang badmood mungkin dia akan diceramahi.

Namun keberuntungan memihak padanya, karena gurunya ternyata belum memasuki kelasnya.

“Wooria-ah, tumben kau terlambat.”

“Hmmm. Tadi pagi aku ada sedikit urusan.”

“Urusan apa ?”

“Bukan apa-apa. Urusan tidak penting.”

‘Tidak penting ? Sangat tidak penting, jika saja begitu yang dapat terjadi.’

*****

Jonghyun masih terpaku di tempatnya setelah mengantar siswa cantiknya itu hingga depan pintu ruangannya. Seulas senyum tipis tersirat di wajahnya. Entahlah saat ini dia merasa bahagia.

Jonghyun menyentuh pelan bibirnya sendiri, masih tertinggal rasa manis di sana, rasa manis dari bibir pink siswa cantiknya itu. Beberapa saat Jonghyun tersadar tentang apa yang ia lakukan.

Memang gila sebenarnya jika mengingat status mereka saat ini, dia seorang guru lalu yeoja itu siswanya sendiri. Bagaimana bisa seorang guru mencium siswa begitu dengan memegang kelemahan sang siswa. Jika siswanya itu melaporkan pada pihak berwajib tentu Jonghyun akan mendapat hukuman dengan tuduhan tindak pelecehan.

Tapi Jonghyun hanyalah manusia biasa, pria normal yang tidak bisa menahan perasaannya sendiri. Dia tidak bisa membohongi perasaannya bahwa ia telah jatuh hati pada siswanya itu, sejak pertama bertemu malah. Dan hanya dengan alasan inilah dia dapat menahan yeoja itu untuk selalu berada di dekatnya, di sisinya.

Mianhae Woori-ssi, aku menggunakan kelemahanmu untuk memaksamu menuruti keinginanku. Tapi jangan salahkan aku, karena salahmu sudah membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama padamu. Aku benar-benar tidak bisa melepaskanmu.” Jonghyun terkekeh sendiri, kemudian bersiap menuju kelas yang harus dimasuki.

Apakah jatuh cinta itu salah ? Tidak. Terlebih cinta tidak memilih pada siapa perasaan itu akan diberikan, jatuh cinta terjadi begitu saja tanpa rencana, tanpa aba-aba, mengalir dengan sendirinya.

*****

“Ini.”

Hyeri menyodorkan sebungkus roti dan sekotak susu coklat ke arah teman sebangkunya, yang entah mengapa berbeda hari ini. Woori yang biasanya selalu memperhatikan penjelasan guru-guru saat mengajar hari ini terlihat tidak berkonsentrasi sama sekali. Terkadang Woori terlihat hanya melamun, pandangannya kosong, dan tidak ada mencatat apapun. Apakah ini ada hubungannya dengan urusannya yang tadi pagi dia katakan ?

Jika terus dibiarkan akan buruk bagi Woori, karena pelajaran setelah istirahat ini pelajaran dengan guru yang menyeramkan. Mungkin Woori akan dihukum berdiri di depan kelas jika ketahuan tidak memperhatikan saat pelajaran berlangsung. Sebagai teman yang baik, Hyeri jelas tidak mau itu terjadi pada Woori.

“Sepertinya ada yang berbeda padamu hari in Woori-ah.”

“Uuhhuukk.. uuhhukk.. Nn..ne ?” Woori tersedak mendengar ucapan Hyeri.

“Emmm.. Sepertinya kau memiliki masalah berat, makanya kamu tidak seperti biasanya.”

Ne ? Eobseo.”

“Hhhmmm..” Hyeri mengusap-usap dagunya, seakan menyelidiki jika ada kebohongan pada wajah Woori.

“Apakah masalah mu berhubungan dengan Hoseok anak 3-2 ?”

MWORAGO ?!”

Ya, sepertinya kemaren sebelum aku mengajakmu pulang kamu asyik bercanda dengan Hoseok kan ? Sejak kapan kalian akrab ? Atau jangan-jangan kalian sudah pacaran. Sejak kapan ?”

Woori memukul lengan Hyeri pelan.

“Jangan membuat gosip tidak jelas ya.”

Ani, habisnya kalian mencurigakan.”

Woori menatap tajam ke arah Hyeri, berharap temannya itu menghentikan segala omongannya. Gawat jika siswa lain mendengarnya. Gawat jika dirinya terkena gosip seperti itu.

Yah walaupun Woori akui, Hoseok tipe namja yang membuat nyaman yeoja yang bersamanya. Sifat namja itu baik, ramah, mudah tersenyum, dan memiliki beberapa keahlian seperti ahli bermain basket dan ahli melakukan rap tentunya, yeoja yang menjadi kekasihnya pasti akan hidup bahagia dengan namja chingu yang bisa dibanggakan seperti itu.

Namun saat ini priayang ada dipikirannya hanya guru musiknya, Lee Jonghyun seonsaengnim. Bagaimana caranya untuk menghadapi pria itu ? Menghadapi pria yang menurutnya mesum dengan ide gilanya, padahal dia seorang guru.

Woori bingung dengan kehidupannya saat ini, pria terakhir yang berhungan dengannya malah tega menusuknya dari belakang, sekarang pria mesum yang menawan.

“Tuh kan wajahmu terlihat aneh, seperti banyak pikiran.”

*****

Di hari-hari berikutnya Woori tidak pergi ke ruang musik seperti apa yang Jonghyun perintahkan. Dia berusaha untuk menghindari guru satu itu. Karena dia merasa permintaan pria itu hal yang salah, dia tidak bisa setiap pagi pergi ke ruang musik lalu ‘mencium’ Jonghyun semau pria itu. Bagaimana jika ada yang melihat mereka melakukan itu ? Woori akan dikeluarkan dari sekolah sepertinya, dan tentu ayahnya aw aw mungkin akan memecatnya sebagai anak karena telah mencoreng nama baik ayahnya yang menjabat sebagai Komisaris itu.

Akan menggemparkan jika ketahuan seorang siswa memiliki hubungan specialdengan guru –wali kelasnya– sendiri. Walaupun di pihak lain mungkin Jonghyun akan melaporkan kelakuannya pada guru etika. Maju salah, mundur pun salah. Maju mundur kena ini namanya.

Heol~. Benar kan apa yang ku katakan. Sikapmu sudah aneh beberapa hari ini Woori-ah. Selalu melamun. Bisa-bisa kau kena lemparan bola jika terus melamun seperti ini.”

Hyeri berusaha mengembalikan kesadaran Woori, karena memang sekarang mereka sedang pelajaran olahraga, bermain bola voli. Dan Hyeri berhasil membunyarkan lamunan Woori.

“Siapa bilang aku melamun ? Aku memperhatikan ko kemana arah bolanya bergerak.”

“Eeeiiiii… Geotjimal…”

*****

Setelah selesai berganti pakaian seletah pelajaran olahraga, Woori, Hyeri bersama beberapa teman wanita sekelas mereka berjalan bersama menuju kelas. Namun di tengah perjalan mereka tidak sengaja harus berpapasan dengan Jonghyun yang sedang berbincang-bincang dengan Seo seonsaengnim, guru etika mereka. Jika dapat mencari jalan lain, Woori bersumpah tidak akan berpapasan dengan Jonghyun saat itu, namun dia tidak punya pilihan lain selain ikut membungkuk hormat saat melewati keduanya. Jonghyun hanya tersenyum manis pada mereka.

‘God.. Senyumnya terlalu menawan. Kenapa mataku malah memandang senyumnya itu, dan bibirnya…. aaargggghhh aku gila’

“Bukankah Lee seonsaengnim terlihat cocok jika berdampingan dengan Seo seonsaengnim ?

“Kau benar. Sama-sama guru muda. Tampan dan cantik.”

Teman-teman Woori mulai bergosip membicarakan guru mereka itu.

“Hei… Hei… Kalian tidak tahu ya kalau Seo seonsaengnim sudah bertunangan ? Kalian ketinggalan beritanya.”

“Benar… Benar…”

“Tapi kenapa mereka terlihat akrab ? Biasanya tidak begitu.”

“Aish.. Apakah salah jika sesama guru itu akrab. Kau ini.”

Permbicaraan teman-teman Woori itu semakin panjang. Diam-diam Woori mendengarkan apa yang mereka bicarakan. Kenapa Jonghyun seonsaengnim bersama guru etika itu ? Apakah Jonghyun melapor pada guru etika itu ? Apakah semua ketakutan Woori akan terbukti kali ini ? Mungkin besok atau beberapa hari kedepan orang tuanya akan dipanggil ke sekolah, pikirnya.

*****

Dihari berikutnya pun Woori masih suka melamun saat pelajaran berlangsung, dan sialnya kali ini guru matematika mereka, Cho seonsaengnim, menangkap kelakuan muridnya itu. Alhasil Woori dihukum dan tidak diperbolehkan mengikuti pelajaran, sehingga Woori harus menunggu di luar kelas, berdiri seperti orang bodoh hingga pelajaran matematika berakhir.

Woori sadar bahwa dia kalah karena masalah pribadinya malah menggangu konsentrasinya beberapa hari ini. Kenapa dia lebih memikirkan masalahnya dengan Jonghyun ? Daripada terus fokus pada pelajaran sehari-harinya. Benar-benar bodoh.

Dan akibatnya seperti saat ini, dihukum di luar kelas. Menunduk malu saat beberapa siswa lain melewatinya, terlebih saat Seo seonsaengnim yang juga melewati dan memandang dengan tatapan yang sulit Woori artikan.

“Heo Woori ? Kamu siswa pindahan dari Busan itu kan ?” Tanpa Woori duga Seo seonsaengnim malah bertanya padanya.

Nnn..ne.. seonsaengnim.

“A..A… Benar, Saya ingat sekarang. Siswa pindahan di kelas 3-1, Heo Woori, anak seorang anggota kepolisian berpangkat Komisaris.”

Woori hanya dapat memandang guru etikanya itu dengan tatapan tidak mengerti.

“Kamu harus memperbaiki sikapmu itu. Arasseo ?

Ne seonsaengnim.

Setelah kepergian gurunya itu Woori masih memikirkan ucapan yang keluar dari mulut guru etikanya itu.

‘Memperbaiki sikap ? Sikap yang mana ? Sikap buruk hingga di hukum begini ? Atau sikap buru lainnya ? Jangan bilang Jonghyun ssaem sudah melaporkanku pada Seo seonsaengnim. Sehingga sikap yang Seo seonsaengnim maksud adalah sikap buruk karena sudah berani ke club malam. Begitukah ? Aiissshhhh….’

Cho seonsaengnim ke luar dari kelas dan sempat memarahi Woori sebelum akhirnya Woori bisa memasuki kelas. Begitu memasuki kelas pun langsung di sambut amarah dari Hyeri.

“Sudah ku katakan berapa kali eoh, kau jangan terus melamun Woori-ah. Beginikan akibatnya, pabo.

“Ok..Ok.. Kuakui aku memang bodoh.. aku salah.. Ku akui itu. Mianhae.

*****

Hyeri sangat heran melihat sikap Woori siang ini. Temannya itu terlalu tergesa-gesa memasukkan buku-bukunya saat pelajaran berakhir. Seperti seseorang yang akan ketinggalan bus saja.

Mianhae Hyeri-ah hari ini kita tidak bisa pulang bersama. Aku mau ke suatu tempat. Penting. Annyeong.”

Belum sempat Hyeri membalas ucapan yeoja itu, Woori sudah terlebih dahulu melesat ke luar kelas. Melangkahkan kakinya dengan cepat agar cepat sampai juga di tempat yang ia tuju, ruang musik.

Sesampainnya di depan pintu ruang musik Woori tidak langsung membuka pintu itu dan menuju ruangan Jonghyun, ia masih sibuk di depan pintu. Berkomat-kamit tidak jelas.

“Buka…Tidak…Buka…Tidak…Masuk…Tidak…Masuk…Tidak….”

Sekitar 5 menit Woori berdiri tidak jelas di depan pintu, hingga

“Apa yang kamu lakukan disitu ? Ingin menemui ku ?”

Sebuah suara yang sangat Woori kenal terdengar dari arah belakangnya. Jantung Woori seperti terhenti seketika saat mendengar suara itu, terlalu mengejutkan baginya. Kemudian dengan perlahan dia membalikkan badannya untuk menghadap ke arah Jonghyun.

Jonghyun hanya menatap Woori dengan pandangan datar, membuat Woori menjadi salah tingkah. Sepertinya dia memberikan reaksi yang terlalu berlebihan saat bertemu Jonghyun.

“Masuklah.”

Woori mengikuti langkah Jonghyun memasuki ruangan khusus Jonghyun yang berada di ujung ruang musik itu. Woori menggigit bibirnya sendiri karena terlalu bingung apa yang harus dia katakan pada Jonghyun nanti.

“Jadi apa yang membawamu ke sini Woori-ssi ?” Setelah meletakkan buku-buku yang tadi dia bawa, kini Jonghyun bersandar pada meja kerjanya, melipat tangan di depan dadanya, menatap Woori dengan ekspresi yang masih sama juga, datar.

Woori tidak langsung mejawab pertanyaan Jonghyun itu, entah mengapa rasanya sulit untuk mengeluarkan kata-kata, padahal saat di kelas tadi hatinya sudah mantab untuk menemui Jonghyun. Tapi begitu berhadapan dengan Jonghyun langsung, keyakinan hatinya itu runtuh seketika. Menyisakan kebingung pada dirinya.

“Jadi ?”

“Apakah Ssaem sudah melaporkan saya pada guru etika ?”

Senyum Jonghyun mengembang seketika di wajahnya. Akhirnya….

“Bagaimana jika sudah ku laporkan ? Bagaimana Jika belum ku laporkan ?”

SsaemJaebal… Jangan mempermainkan saya seperti itu.”

“Sepertinya aku lah yang di permainkan saat ini. Setiap pagi aku menunggu mu, tapi beberapa hari ini kamu tidak pernah datang menemui ku. Tidak menetapi janjimu.”

Woori menunduk lemas, dia merasa tidak membuat janji setuju dengan imbalan yang Jonghyun minta saat itu. Walaupun dia sedikit merasa bersalah pada guru musiknya itu. Tapi apa kesalahan yang sudah dibuatnya ?

“Baiklah, saya mengaku salah Ssaem. Saya benar-benar minta maaf. Maaf kan saya,”

“Bagaimana jika aku tidak memaafkanmu ?”

Seketika itu juga wajah Woori berubah masam, membuat Jonghyun terkekeh pelan. Tidak bertemu dengan Woori selama beberapa hari membuatnya rindu dengan wajah lucu Woori saat kesal. Menggemaskan, seperti ingin dicium.. Oopss..

Ssaem.”

“Ok ok. Jadi aku belum melaporkanmu pada Miss. Seo, belum, hanya belum.”

Woori bernafas lega mendengar itu. Setidaknya saat ini dia masih selamat. Tapi bagaimana untuk beberapa hari ke depan ?

“Baiklah. Saya akan mengikuti apa yang Ssaem perintahkan sebagai imbalannya.”

Senyum Jonghyun semakin lebar hingga kedua lesung pipinya terlihat. Dia sangat bahagia sekarang, dia sudah memenangkan yeoja yang ada di hadapannya ini.

“Cium aku…. Sekarang…”

Ssaemtidak bisakah pilihan la…”

“Aku tidak bisa menunggu lebih lama atau….”

Jonghyun sengaja menggantung kata-katanya, dan Woori tau maksud dari itu. Dengan langkah ragu Woori berjalan mendekati Jonghyun. berdiri tepat di depan Jonghyun, sedikit mendongak untuk melihat wajah pria itu.

Dalam hitungan detik bibir Woori sudah menempel pada bibir Jonghyun. Namun yeoja itu tidak melakukan pergerakan apapun, toh Jonghyun juga tidak melakukan apa-apa. Hingga hanya saling menempel selama beberapa detik sebelum akhirnya Woori menjauhkan wajahnya dari wajah Jonghyun. Terlihat kedua pipi yeoja cantik itu merona merah.

“Apa kau sebut dirimu anak SMA ? Bahkan anak TK dapat melakukan yang seperti tadi. Saat di club malam kau lebih hebat.”

Woori sudah menyangka Jonghyun akan berkomentar begitu. Woori hanya mendengus kesal, siapa suruh meminta ciuman dari seorang yeoja biasa yang tidak ahli berciuman, walaupun memang Woori akui saat di club malam dirinya merasa sangat berbeda, sangat gila dan nakal bisa mencium pria itu dengan ganasnya.

Dan sekali lagi Woori mendekatkan wajahnya ke arah wajah Jonghyun. Kali ini tangannya memegang pundak Jonghyun erat, kemudian perlahan mendekatkan wajahnya hingga berjarak hanya beberapa centi dari wajah Jonghyun. Woori tidak langsung mencium Jonghyun, dia membiarkan wajahnya diterpa hembusan nafas Jonghyun yang terasa hangat. Mata Woori kini tertutup rapat berusaha menikmati kenikmatan yang selanjutnya dia rasakan.

Dengan perlahan Woori berusaha mengingat apa yang pernah dia lakukan di club dulu. Menggerakkan bibirnya perlahan di permukaan bibir pria itu, menghisap pelan bibir bawah Jonghyun hingga menimbulkan suara decakan yang pelana. Tangan Woori kini sudah berpindah ke tengkuk Jonghyun, terkadang dia menekan tengkuk Jonghyun untuk memperdalam ciuman mereka, atau meremas pelan anakan rambut Jonghyun saat pria itu mulai membalas ciumannya lebih intens, lebih liar dari apa yang Woori lakukan.

Jonghyun selalu merindukan sensasi manis dari bibir Woori. Bahkan dia sempat ingat memimpikan yeoja itu beberapa hari setelah pertemuan mereka di club malam. Dan dia beruntung karena kini dia dipertemukan lagi dengan yeoja itu. Dapat melihat wajah cantiknya lagi, dapat menyentuhnya lagi, dan menikmati lagi bibir yeoja yang berhasil meracuninya itu.

Setelah cukup lama saling meresapi kenikmati satu sama salin, Woori terlebih dahulu melepaskan tautan mereka, walaupun dia tidak sepenuhnya menjauhkan wajahnya. Karena lagi-lagi Woori menahan wajahnya beberapa centi. Saat dia membuka matanya ternyata Jonghyun tepat sedang memandangnya hingga tatapan mereka seperti terkunci satu sama lain.

Nan niga joha, neomu joha.”

*****

Pagi ini langit cerlihat cerah, warna birunya yang ditemani indahnya awan-awan putih seperti memberikan semangat kepada seluruh penghuni kota Seoul yang sudah mulai melakukan kesibukan mereka masing-masing.

Hari yang cerah seperti cerahnya hari Woori. Yeoja itu terus tersenyum, kadang-kadang hingga menutupi wajahnya dengan tangannya karena wajahnya terlalu merah. Hyeri yang baru tiba di kelas metapa heran teman sebangkunya itu.

“Apa yang terjadi ? Kenapa kamu tersenyum-senyum sendiri seperti orang gila ? Wajahmu memerah juga.. Apa ada hubungannya dengan Hoseok ?”

Dengan cepat Woori melotot ke arah Hyeri.

“Kenapa kau selalu mengaitkanku dengan Hoseok ?” Tanya Woori dengan wajah bete.

“Habisnya sikapmu aneh. Baru kemaren kau di hukum Cho Seonsaengnim sekarang malah sudah tersenyum tidak jelas pagi-pagi. Seorang yeoja tersenyum tersipu seperti itu alasannya hanya satu, karena seorang namja. Jadi namja mana ? Jung Hoseok kan ?”

Kali ini Woori malas meladeni temannya itu. Tapi Woori akui, Hyeri sangat peka hal seperti itu, karena memang Woori tersenyum karena ulah namja, tapi bukan Hoseok, melainkan Jonghyun pastinya.

Baru kemaren Woori setuju mengikuti perintah Jonghyun, pagi ini dia merasa sudah menikmati apa yang dilakukannya itu. Pagi-pagi menemui pria itu di ruangannya, memberikan sedikit morning kiss kemudian bersama menikmati sandwichyang Woori bawa sambil ditemani alunan gitar yang Jonghyun mainkan, bahkan Jonghyun juga pandai menyanyi. Suaranya merdu dan terdengar khas, membuat Woori merasa pria itu berhasil memikatnya.

Walaupun di pihak lain Woori masih takut benar-benar jatuh cinta pada pria itu, ditambah mengingat status mereka di sekolah, guru-siswa.

“Hyeir-ah, pernah dengar kasus cinta antara guru dan siswanya sendiri ?”

“Banyak.”

*****

Hari demi hari berlalu, setiap pagi Woori memiliki jadwal khusus, yah mengunjungi penghuni tampan di ruang musik. Jika dia tidak sempat sarapan di rumah, maka dia akan membawanya sebagai bekal kemudian menikmati bersama Jonghyun, atau bersama Hyeri jika Jonghyun terlambat datang hari itu.

Walaupun mengesalkan bagi Woori, kalau pagi mereka tidak bertemu, maka dia harus menemui Jonghyun siang hari setelah pelajaran berakhir. Sebuah paksaan bagi Woori, tapi paksaan yang manis sepertinya.

Dan lama kelamaan membuat Woori menjadi terbiasa dengan itu. Lagipula dia menyukai berada di ruang musik saat tidak ada siswa lainnya, dia bisa leluasa mencoba memainkan berbagai alat musik yang sebenarnya tidak bisa dia mainkan. Dengan senang hati Jonghyun mempersilakannya, bahkan Jonghyun tidak segan mengajarkannya pada Woori.

“Tunggu aku di parkiran, aku akan mengantarkanmu pulang. Dan tidak ada penolakan.”

Woori hanya mengangkat kedua bahunya kemudian ke luar ruangan Jonghyun.

Ternyata di ruang musik, ada Hoseok. Dalam waktu sesaat Woori merasa tubuhnya membeku. Apakah Hoseok mendengar semua yang terjadi di ruangan Jonghyun ? Apa Hoseok mendengar pembicaraannya dengan Jonghyun tadi ? Woori sangat takut jika itu terjadi.

“Hai ! Lama tidak bertemu, atau tidak juga, sepertinya baru tadi siang di kantin kita bertemu hahahha.” Woori bernafas lega, sepertinya Hoseok bersikap biasa saja. Mungkin dia tidak tahu apa-apa.

“Apakah beberapa jam itu termasuk lama ? Hahahaha” Woori ikut tersenyum, membuat wajah cantiknya semakin terlihat cantik, dan membuat Hoseok cukup terpana.

“Emh.. Apa yang kau lakukan di sini ?”

“Aku habis mengantarkan beberapa tugasku pada Lee seonsaengnim. Lalu apa yang kamu lakukan Hoseok-ssi ?”

“Seperti biasa.”

Woori mengangguk-angguk mendengar ucapan Hoseok. Pasti namja itu melakukan salah satu hobby nya.

Tiba-tiba Jonghyun ke luar dari ruangannya, dia cukup terkejut mendapati Hoseok yang asyik bercanda dengan gadisnya, yah Jonghyun sudah menganggap Woori sebagai miliknya. Walaupun Woori belum sepenuhnya setuju dengan itu.

Ssaem. Bolehkan kami menggunakan ruangan musik ?”

‘kami’ ? Jonghyun sedikit tidak terima dengan kata ‘kami’ barusan, berarti yang akan menggunakan ruangan musik ini, Hoseok dan Woori. Hanya mereka berdua ?!!! Padahal dia sudah bersiap untuk mengantarkan gadisnya itu pulang. Karena sudah lama Woori selalu menolak untuk diantar pulang oleh Jonghyun. Sekarang saat ada kesempatan kenapa malah gadi itu sangkut begini.

“Boleh kan Ssaem. Kami berjanji tidak akan ada alat musik yang hilang atau rusak. Janji.”

Jonghyun semakin kesal saat Woori yang angkat bicara. Sial hari ini yeoja itu berhasil menghindarinya lagi.

*****

Siang itu angin terasa berhembus cukup kencang, menerbangkan dedaunan kering yang ada di lapangan sekolah.

“Sepertinya akan turun hujan. Kita harus cepat pulang Woori-ah.” Hyeri menengadah menatap langit, terlihat gelap dan siap menurunkan titik titik berkah Tuhan ke bumi ini.

“Kau benar. Ayo cepat pulang.”

Setelah sama-sama melangkah menuju pinggir jalan dekat gerbang sekolah, Woori melambai ke arah Hyeri, karena memang arah rumah mereka berbeda. Woori harus berjalan ke arah kanan menuju halte bus, sedangkan Hyeri ke arah kiri menuju terminal kereta.

Sesekali Woori menatap langit untuk memastikan hujan belum turun, karena bus umum yang ditunggunya belum juga muncul. Dian benar-benar beharap hujan turun jika dia sudah tiba di rumah saja.

Sekitar 5 menit menunggu, namun bus umunya belum juga tiba, malah sebuah mobil sport berwarna biru yang kini berhenti di depan Woori. Woori menoleh ke kiri ke kanan untuk memastikan apakah benar dirinya yang dimaksud sipengendara mobil tersebut.

Akhirnya kaca mobil terbuka dan terlihat sosok Jonghyun dengan kaca mata hitamnya mendongak dari arah dalam mobil. Keren sekali.

“Naiklah. Aku akan mengantarkanmu pulang.”

Woori masih terdiam di tempatnya, masih ragu.

“Naiklah… Kamu sudah taukan aku tidak suka menunggu.”

Akhirnya Woori memberanikan diri untuk memasuki mobil Jonghyun.

Setelah memberitahukan alamatnya, Jonghyun melesat mengatar gadisnya itu pulang.

Meskipun berasal dari keluarga terpandang, ternyata kediaman keluarga Tuan Heo YoungSaeng itu tidak dibuat begitu mewah, hanya sebuah rumah bercat putih dengan dua lantai dan pekarangan berbungan dengan berbagai warna indah yang sederhana, namun tetap terlihat elegan dan nyaman dihuni.

“Terimakasih banyak Ssaem.” Woori membungkuk berterimakasih saat menuruni mobil Jonghyun, pria itu ikut turun namun tidak ikut masuk ke rumah, dia menunggu hingga gadisnya itu masuk ke dalam. Namun saat ingin membuka pintu, sepertinya pintu rumah itu terkunci.

“Apa yang terjadi ?” Karena cemas, akhirnya Jonghyun menghampiri Woori.

“Sepertinya eomma sedang pergi, tapi tidak biasanya eomma tidak memberi tahu terlebih dahulu.”

Wooripun segera mengeluarkan smartphonenya, menghubungi sang eomma.

Yeoboseyo’ terdengar suara lembut sang eomma dari seberang sana.

Eommoni… Eommoni eodiggaseyo ?’

‘Apa kau sudah di rumah sayang ?’

Ne eommoni.’

‘Ah mianhae, karena terlalu terburu-buru eomma lupa meninggalkan kunci rumah. Saat ini eomma bersama appa mu di rumah sakit, Jungmin samconmengalami kecelakaan.’

‘Bisakah kamu menunggu di tempat salah seorang temanmu terlebih dahulu sayang ? Karena mungkin eomma dan appa akan pulang terlambat. Atau kamu ingin ke apartemen eonni mu, tapi terlalu jauh.’

Woori menghela nafasnya. Kemana dia akan pergi ? Tidak ada rumah temannya yang berjarak dekat dari rumahnya.

‘Baiklah eommoni. Titip salam untuk imo.’

Sambungan telephone Woori pun terhenti. Jonghyun yang berada di sampingnya sudah memasang wajah penuh tanda tanya.

Eomma saya sedang di rumah sakit Ssaem. Sebentar lagi akan pulang. Terimakasih Ssaem sudah mengantar saya.”

Jonghyun menyilangkan tangan di depan dadanya, menatap Woori heran. Kenapa gadisnya itu harus berbohong.

“Dasar gadis nakal. Sekarang kau ingin membohongi ku eoh ? Aku tahu eomma mu akan pulang terlambat. Aku mendengar semua.”

Woori memanyunkan bibirnya, rencananya dia akan memulangkan gurunya itu, baru dia memikirkan apa yang harus dia lakukan, dan kemana dia akan pergi.

Namun tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Tempiasan air hujan sedikit demi sedikit mulai menyentuh pakaian kedua orang itu.

“Sudah hujan. Apa kau akan terus berdiam diri di depan pintu yang terkunci ini ? Ingin sakit eoh ?”

Woori menggeleng. Walau sebenarnya dia tidak tahu dia harus menyelamatkan diri kemana.

Toba-tiba Jonghyun sudah menarik pergelangan tangan Woori. Membawa yeoja itu memasuki mobilnya. Baju keduanya terlihat cukup basah, karena menerjang derasnya hujan beberapa langkah tadi.

Jonghyun menghidupkan mobilnya, mulai menancap gas dan menerjang derasnya hujan yang disertai suara petir itu.

Sss…ssaem.. kemana kita akan pergi ?” Woori gugup dan takut sekarang.

“Apartementku.. Kita harus mengganti baju. Bisa masuk angin jika ku biarkan kau memakai pakaian basah begitu.”

“Aaaa…aa..apartemen ssaem ?”

“Hmmm.. apa kau lebih memilih untuk pergi ke hotel eoh ?”

NE ?O_o

Ketakutan Woori mulai meningkat sekarang. Dia berfikir akan terus berdiam dalam mobil jika mereka sampai nanti, tidak akan melangkahkan kaiknya keluar.

*****

TBC

*****

Author talks

Annyeonghaseyo author kembali dengan FF Our Secret chapter 4. Terimakasih banyak kepada readers yang sudah meluangkan sedikit waktu untuk memberikan kometar pada setiap chapternya hehehe. Sesuai permintaan chapter ini author buat lebih panjang dari dua chapter sebelumnya J

v  Chapterini tolong berikan komentarnya juga ya.. karena banyak ataupun sedikit komentar yang readers berikan akan memberikan semangat untuk author J

v  Sedikit bocoran.. di chapter selanjutnya akan ada agedan NC yang lebih meningkat, yang membuat author cukup tidak tega sebenarnya harus mengorbankan salah satu bias author ini hehehe #kecup Jonghyun… But, show must go on right ? jadi rasa tidak teganya diabaikan terlebih dahulu kekeke V^^

Dan semoga FF author ini tidak menganggu puasa yang readerdeul jalankan, atau sudah berbuka puasa aja baru bisa bacanya hahaha. Untung auhtor nulis FF ini sebelum memasuki bulan puasa kekeke. Selamat Menjalankan Ibadah Puasa bagi readerdeul yang melaksanakannya ^_^

C U on next chapter readerdeul

About fanfictionside

just me

22 thoughts on “FF/ OUR SECRET/ CNBLUE-BTS/pt. 4

  1. Ommo… ommo… ommo apa yg bakal terjadi O.o😀
    Jonghyunnie makin nakal aja nih😉
    Next part d tunggu ya🙂 파이팅!!

  2. Sama hoseok dibuat temenan aja thor, pliss jangan bikin konflik kalo hoseok suka sama woori^^overall ceritanya menarikkk:D dipart selanjutnya ada nc-_-mungkin saya skip bagian ituuu.. karena saya masih keciiiiillllll>< Hwaithing thorr^^~

  3. Lanjut thor ~
    Yahhh kenapa part Hoseok alias Jeyhop bebep /ditabokArmy\ dikit banget (?)
    Apa nanti kai juga bakal muncul lagi di ff ini ? Soalnya di cast nama kai muncul .-.
    Jangan lama lama thor lanjutannya makin penasaran itu mereka berdua mau ngapain di apartemen jonghyun >o<

  4. Author ini ff nya kurang menurutku, entahlah kurang apa, gak sreg aja gituuh, mungkin kurang greget.
    Part selanjutnya aku penasaran banget thor cepetan ya ^^

  5. Yg otaknya yadong ternyata si woori ya..baru diajak ke apartemen aja pikirannya udah melayang kemana”…

  6. akhirnya…………
    couple ini manis banget sumpah thorr..
    woori udah mulai keliatan suka ya sama jonghyun ssaem
    dan mengakibatkan jonghyun malah tambah+++
    woori mikirnya kenapa udah jauhjauh ya haha.-.
    dan apakah yang akan terjadi….
    Hoseoknya kenapa dikit ya….
    next thorrr, gepeel,semangkaaa’-‘)/9

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s