FF/ THE ANOTHER OF YOU/ BTS-BANGTAN/ pt. 4


Author: @ismomos

 

Cast:

– Kim Taehyung/V (BTS V)

– Park Hayoung (OC)

– Min Yoongi (BTS Suga)

Support Cast:

– Park Jimin (BTS Jimin)

– Jung Hoseok (BTS J-Hope)

 

Genre: Romance, Sad

 

Length: Chapter

 

PhotoGrid_1403779576447

*flashback part 3*

 

“Kau terlihat jauh lebih cantik jika dilihat dalam jarak sedekat ini, Park Hayoung.” kata Yoongi dengan nada datar. Bukan nada memohon yang ia keluarkan seperti tadi.

Jari Yoongi bermain di wajah Hayoung, menyentuh setiap lekukannya. Hayoung menolehkan wajahnya ke samping, tak rela jika Yoongi mempermainkannya seperti ini.

“Le-lepaskan!!” kata Hayoung sambil mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Yoongi. Tapi tenaga lelaki memang jauh lebih kuat.

Yoongi mengunci bibir Hayoung dengan jari telunjuknya.

“Ssstttt tenanglah, Sayang. Aku hanya ingin menikmati wajahmu dari jarak yang sedekat ini. Tenang saja, aku tidak akan melakukan lebih.” kata Yoongi masih sambil menyentuh wajah Hayoung dengan jari-jarinya.

Hayoung terus mencoba untuk melepaskan diri dari Yoogi. Gadis tu melihat Yoongi mengambil sesuatu dari saku celananya. Dan ketika melihat apa yang baru saja dikeluarkannya, sontak Hayoung menghentikan usahanya untuk melepaskan diri. Hayoung menahan nafas dan keringat dinginnya mulai bercucuran.

Yoongi kembali menyentuh setiap lekukan wajah Hayoung. Namun kali ini bukan dengan jarinya, melainkan dengan benda yang baru saja dikeluarkan dari saku celananya. Sebuah pisau lipat.

“Kau—kau mau apa?”

 

*flashback end*

 

 

*     *     *     *     *     *     *     *

 

 

*Author’s pov*

 

 

Taehyung melirik jam tangannya, sudah setengah jam berlalu namun Hayoung belum juga kembali dari toilet. Tiba-tiba perasaan tak enak langsung menyelimuti lelaki itu. Ia beranjak dari kursinya dan berjalan keluar kelas.

Sekolah sudah mulai sepi, hanya ada beberapa murid yang tengah mengikuti ekskul. Taehyung membalas sapaan teman-temannya yang kebetulan berpapasan dengannya, sambil matanya terus mencari sosok Hayoung.

“Kim Taehyung, kau belum pulang?” tanya Jiyeon,-temannya dari kelas lain-, yang baru saja keluar dari kelas saat Taehyung berada tepat di depan kelas gadis itu.

“Ne? Aku sedang mencari Hayoung. Apa kau melihatnya?” tanya Taehyung pada Jiyeon, kali saja gadis itu mengetahui keberadaan Hayoung.

“Hm Park Hayoung? Tadi kalau tidak salah aku melihatnya dengan Yoongi berjalan ke arah taman belakang sekolah. Mungkin mereka ada disana sekarang.”

“Yoongi? Taman belakang sekolah?” Taehyung menaikkan sebelah alisnya, bingung sekaligus kaget mendengar jawaban Jiyeon.

Gadis itu mengangguk, meskipun ia sendiri juga tak begitu yakin.

“Ah kalau begitu baiklah, terima kasih Jiyeon-ah.”

Taehyung langsung berjalan menuju arah belakang sekolah dengan langkah tergesa. Entahlah perasaan tak enaknya semakin bertambah ketika mendengar nama Yoongi. Mau apa lelaki itu dan Hayoung berada di belakang sekolah?

Taehyung terus melangkahkan kakinya menuju taman belakang sekolah dengan nafasnya yang sedikit tersengal. Bayangan Hayoung dan Yoongi serta perasaan tak enaknya semakin membuatnya mempercepat langkah.

Namun saat lelaki itu sampai di taman belakang sekolah, ia tak menemukan siapapun disana. Sepi. Hanya ada sepasang burung yang bertengger di sebuah pohon besar yang ada di taman. Taehyung mengedarkan pandangannya, memastikan penglihatannya. Benar saja, tidak ada siapa-siapa di taman itu.

Taehyung mencoba menenangkan dirinya sendiri, barangkali Jiyeon salah memberikan informasi. Atau mungkin benar mereka ke arah belakang sekolah namun bukan ke taman itu. Lalu dimanakah mereka?

Taehyung baru saja ingin berbalik arah meninggalkan taman belakang sekolah saat ia seperti mendengar suara yang berasal tak jauh dari tempatnya berdiri. Dan ketika ia mencoba menyusuri sumbernya, ternyata suara itu beradal dari gudang sekolah.

“AAAAAAAARGH”

 

 

*     *     *     *     *     *     *     *

 

 

“K-kau mau apa?” tanya Hayoung dengan suara tercekat.

Tubuhnya mematung, tak berani menggerakan bagian tubuhnya, apalagi pada bagian wajah. Sedikit saja Hayoung menggerakan wajahnya, sudah dipastikan ujung pisau yang dipegang Yoongi akan menggores bahkan menancap pada wajahnya.

Yoongi tak menjawab pertanyaan Hayoung. Tangannya masih memainkam pisau itu pada wajah Hayoung. Tatapannya menatap Hayoung dengan tajam, berbeda seperti sebelumnya. Bibirnya membentuk sebuah smirk yang sangat menakutkan bagi Hayoung.

Demi Tuhan, kalau saja ia percaya pada hal-hal gaib, Hayoung menebak Yoongi seperti sedang kerasukan setan. Tangan Yoongi masih mencengkram tangannya dengan erat. Padahal seharusnya lelaki itu tahu, tanpa harus digenggam erat pun Hayoung tak akan berani melarikan diri.

Yoongi tertawa remeh ke arah Hayoung. Baru kali ini ia melihat gadis itu menatapnya dengan tatapan takut. Kemana tatapan sinis dan sikap angkuh gadis itu yang selama ini ditunjukkannya?

“Bukankah kau menginginkan aku tidak mengejar-ngejarmu lagi, heum?” tanya Yoongi sambil memainkan pisau itu, bahkan ia sedikit menekan pada bagian ujungnya membuat Hayoung memejamkan mata. Tak berani membayangkan apa yang akan terjadi pada wajahnya atau bahkan apa yang akan terjadi pada nyawanya selanjutnya.

“Maka dari itu aku harus membuat wajahmu yang cantik ini jadi tidak terlihat cantik lagi, Hayoung-ah. Aku tidak akan menyukai seorang gadis yang memiliki cacat pada wajahnya. Bukankah itu yang kau mau? Kau mau aku tidak menyukaimu lagi, kan?!” tanya Yoongi kali ini dengan sedikit penekanan.

Tangannya tak lagi mencengkram tangan Hayoung. Tangan kanannya sibuk menyusuri wajah Hayoung sedangkan tangan kirinya masih setia dengan pisau yang didekatkanya pada wajah gadis itu.

Hayoung tak menjawab pertanyaan Yoongi. Ia masih memejamkan matanya sambil menahan nafas. Ketakutan benar-benar membuat tubuhnya terpaku. Ia sudah merelakan nyawanya pada lelaki ini. Sungguh, tak ada yang bisa ia lakukan selain berdoa dan berharap dalam hati.

SREEEEK!!

“AAAAAAARGH.”

Yoongi menyayatkan pisau itu ke arah leher Hayoung. Untung saja leher jenjang gadis itu tertutupi oleh kerah seragamnya, jadi sayatan Yoogi tadi hanya mengenai kerah seragamnya yang sekarang telah sobek.

Sayatan Yoongi hanya memberikan baretan kecil pada leher Hayoung, namun entah kenapa rasanya sakit sekali. Mungkin karena keringat yang terus mengucuri tubuhnya, termasuk pada bagian lehernya, membuat gadis itu meringis ketika keringatnya mengaliri luka pada lehernya itu.

“Ini baru permulaan, Park Hayoung!” desis Yoogi dengan tajam, dan kini kembali mengarahkan pisau yang dipegangnya ke arah wajah Hayoung.

BRAAAAAK!!!

Baru saja Yoongi ingin menyayatkan pisau itu pada wajah Hayoung. Namun sebuah dobrakan pintu yang sangat keras membuat ia menghentikan gerakannya.

Seseorang telah datang ke dalam gudang tersebut. Orang itu , Kim Taehyung.

 

 

*     *     *     *     *     *     *     *

 

 

*Hayoung’s pov*

 

 

BRAAAAAKK

Dobrakan pintu itu membuatku membuka kedua mata yang sedari tadi kupejamkan. Sosok itu berdiri di dekat pintu gudang yang baru saja di dobraknya. Kim Taehyung. Entahlah seharusnya aku merasa lega karna ia datang untuk menolongku. Namun perasaan itu hilang seketika aku baru menyadari ada yang lebih membahayakan jika Taehyung melihat keadaanku yang seperti ini.

Aku melirik ke arah Yoongi yang menoleh kaget menatap Taehyung. Kulihat dua-duanya saling menatap satu sama lain. Taehyung masih terpaku di ambang pintu. Kulihat tangannya terkepal kuat. Namun tiba-tiba kilatan tajam itu terpancar dari kedua mata Taehyung.

“YAAAAK! BRENGSEK!”

Dengan gerakan cepat Taehyung menjauhkan badan Yoongi dariku, membuat lelaki itu sedikit terhyung akibat tarikan Taehyung yang kuat. Aku sontak meluruh jatuh ke lantai karna kakiku sudah tak kuat lagi untuk menopangnya. Sedari tadi himpitan badan Yoongi-lah yang menahan tubuhku pada tembok.

Badan Yoongi yang terhuyung membuat pisau yang ada di tangannya jatuh ke lantai. Taehyung langsung melayangkan tinjunya pada Yoongi.

BUUKKK!!

Bukan. Sosok yang memukul Yoongi bukanlah Taehyung, melainkan V. Sosok itu sudah mulai menguasai tubuh Taehyung saat ia melihat posisi Yoongi yang hendak membunuhku.

BUUKKK!!

“BRENGSEK!! KAU LELAKI BRENGSEK!! TAK AKAN KUBIARKAN KAU MEMBUNUH HAYOUNG!!”

V melayangkan tinjunya lagi ke arah Yoongi yang sudah tersungkur ke lantai dan kini V berada di atas badan lelaki itu sambil terus memukuli Yoongi berkali-kali.

BUUKK!! BUUKKKK!!!

Tubuhku semakin bergetar melihat pemandangan itu. Tapi aku tak bisa melakukan apapun. Kakiku terlalu gemetar bahkan untuk berdiri saja aku tak sanggup. Tanpa sadar aku mengeluarkan air mataku. Melihat sosok V yang kembali menguasai tubuh Taehyung hanya karena ia ingin menyelamatkanku.

‘Kumohon hentikan tindakanmu, V. Kumohon.’ batinku dalam hati.

Aku merasakan suaraku tercekat di tenggorokan saat ingin mengeluarkan kata-kata itu, membuatku terisak lebih keras.

Tatapanku beralih pada Yoogi yang berada di bawah tubuh V. Ia menatap V dengan tatapan kaget yang luar biasa. Mungkin lelaki itu tidak menyangka, lelaki yang dikenalnya sebagai Taehyung itu bisa melakukan hal itu padanya.

Kulihat V menghentikan pukulannya, lalu ia beranjak dari posisinya. Aku sedikit menghela nafas lega, karena V tidak membuat keadaan Yoongi lebih parah lagi, meskipun keadaan Yoongi yang sekarang memang sudah bisa dikatakan sangat parah.

Yoongi mengerang kesakitan, tubuhnya masih belum mampu bangkit dari lantai. Banyak luka yang diakibatkan oleh pukulan V, yang paling parah pada bagian sudut bibir dan matanya.

Aku melihat Taehyung tengah memungut sesuatu yang ada di lantai. Entah apa yang akan di ambilnya. Namun ketika ia sudah meraih benda itu dan mengarahkannya ke arah Yoongi, aku kembali menahan nafas. Jantungku serasa berhenti berdetak. Ingin rasanya aku berteriak agar V menghentikan tindakan bodohnya, tapi lidahku terasa begitu kelu.

Jangan V! Jangan lakukan itu!” teriakku, lagi-lagi hanya dalam hati.

“Sebelum kau mencoba untuk membunuh Hayoung, aku akan membunuhmu terlebih dulu, Min Yoongi!!” kata V dengan datar namun terdengar sangat tajam.

Mata sipit Yoongi yang semakin sipit akibat tonjokan V, sempat melotot dengan sangat lebar sebelum akhirnya sesuatu yang dipegang V menghujam bagian perutnya.

JLEEB!

V baru saja menghujam perut lelaki itu dengan pisau yang tadinya akan digunakan Yoongi untuk menyayat wajahku.

 

 

*     *     *     *     *     *     *     *

 

 

Pagi ini semuanya berjalan seperti biasa. Seluruh murid dikelasku juga masih terlihat seperti biasanya. Sebagian besar dari mereka bahkan banyak yang bersenda gurau menunggu bel tanda masuk berbunyi. Dan dia—dia juga masih bersikap seperti biasa. Kim Taehyung. Lelaki itu sedang bercanda dengan teman-temannya.

Semuanya bersikap seperti biasa, kecuali aku. Ya, semenjak kejadian itu aku sama sekali tidak bisa bersikap seperti biasa, bersikap seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa. Kejadian kemarin masih sangat jelas teringat di dalam memoriku.

Aku menoleh ke arah Taehyung, dia tertawa keras setelah mendengar lelucon yang dilontarkan Jungkook. Aku tersenyum melihatnya. Lebih tepatnya tersenyum miris. Aku pun merasakan air mataku menggenang. Sedih rasanya memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Apa yang akan terjadi pada Taehyung selanjutnya. Entahlah,, aku benar-benar takut memikirkannya.

Taehyung sama sekali tidak mengingat kejadian kemarin. Jelas, karena memang bukan dia yang melakukannya. Hanya saja, siapa yang akan percaya jika aku mengatakan bukan Taehyung pelakunya? Bukan Taehyung yang melakukan hal itu kepada Yoongi.

Memang sekarang tidak ada yang mengetahui kejadian ini selain diriku,Jimin dan Taehyung, ah maksudku V. Setelah apa yang dilakukan V pada Yoongi, aku langsung menghubungi Jimin. Menelepon lelaki itu sambil terisak. Untungnya Jimin cepat datang dan membantuku membawa Yoongi kerumah sakit. Nyawa Yoongi terselamatkan meskipun keadaanya benar-benar sangat parah.

Sekolah sudah sepi waktu itu, sehingga aku dan Jimin bisa langsung membawa tubuh Yoongi ke rumah sakit, melalui pintu belakang sekolah. Kau tahu perasaanku saat itu? Belum pernah aku merasakan ketakutan yang luar biasa seperti kemarin. Jimin terus menenangkanku. Tapi tetap saja bayangan V terus berputar dikepalaku. Lelaki itu langsung meninggalkanku dan Yoongi setelah apa yang dilakukannya.

Aku menghela nafas ketika mengingat kejadian semalam. Tak berani mengira-ngira apa yang akan terjadi selanjutnya.

Teeet……teeet…..teeet……

Bel tanda masuk telah berbunyi, menyadarkanku dari keterpakuanku. Semua murid sudah duduk rapi di bangkunya sambil mengeluarkan buku yang digunakan pada jam pelajaran pertama. Pelajaran pertama adalah pelajaran Han songsaemnim.

Aku mengeluarkan bukuku tanpa semangat. Aku bisa merasakan tanganku bergetar saat mengambil buku-buku itu dari dalam tas. Rasa takut ini belum juga hilang dari dalam diriku.

Tak lama Han songsaemnim datang dengan membawa beberapa buku. Semua murid memberikan salam untuknya. Han songsaemnim membalasnya dengan sebuah senyuman.

“Selamat pagi anak-anak, sekarang buka buku kalian pada halaman—-”

Tok..tok…tok…

Kalimat Han songsaemnim terhenti ketika ada orang yang mengetuk pintu kelas kami. Han somgsaemnim,-dan seluruh murid di kelas,- menoleh ke arah pintu. Menunggu orang itu untuk masuk ke dalam kelas. Tiba-tiba perasaanku menjadi tak enak.

Ceklek!

Orang itu membuka pintu kelas. Ternyata bukan hanya satu orang, melainkan tiga orang. Dan saat melihat seragam yang dikenakan mereka, aku langsung menahan nafas.

Han songsaemnim dan murid yang lain memandang ke arah orang-orang utu dengan tatapan heran bercampur kaget.

“Selamat pagi, Pak. Maaf mengganggu kegiatan belajar mengajar dikelas ini. Saya hanya menjalankan perintah dari atasan untuk menahan salah satu murid yang ada di kelas ini.” jelas salah satu dari mereka mengenai maksud kedatangan mereka.

Han songsaemnim seketika melebarkan matanya setelah mendengar penjelasan dari polisi itu.

“M-mwo? Apa maksudmu?? Siapa yang Anda maksud?” tanya Han songsaemnim yang masih belum percaya.

Ketiga polisi itu mengedarkan pandangannya, membuat semua murid bergidik takut karna ditatap seperti itu oleh tiga orang polisi.

“Namanya Kim Taehyung. Apakah murid bernama Taehyung ada disini?” ucap salah satu dari mereka, lagi.

Sontak terdengar suara nafas tertahan dari seluruh sudut kelas. Mereka semua pasti kaget setelah mendengar ucapan polisi itu. Tak terkecuali aku. Sungguh, sedari tadi aku belum menghembuskan nafasku. Jantungku masih terus berdegup kencang tak karuan.

Han songsaemnim juga terlihat kaget, namun ia mencoba bersikap tenang dan terus menanyai maksud polisi itu.

“Kim Taehyung? Memangnya apa yang dilakukannya sampai Anda harus menahannya?”

“Dia di tahan karna gugatan dari keluarga korban akibat tindakan yang dilakukannya. Taehyung dilaporkan telah melakukan percobaan pembunuhan terhadap sodara Min Yoongi. Anak itu juga bersekolah disini, kan?”

Penjelasan polisi itu kembali membuat semua murid menahan nafas mereka dan menoleh kaget ke arah Taehyung. Mereka semua memandang Taehyung dengan tatapan kaget sekaligus tak percaya.

Aku ikut menoleh ke arah Taehyung. Benar saja, kini lelaki itu memasang ekspresi kekagetan yang luar biasa. Tanpa sadar aku menitikkan air mataku melihat Taehyung yang seperti itu.

Ketiga polisi itu langsung menghampiri Taehyung dengan borgol di tangan mereka. Taehyung berusaha untuk menjauhkan diri, ia terlalu kaget mendengar ucapan polisi itu.

“Yak! Yak! Kenapa aku–? Aku tidak melakukan apapun. Yak! Yak! L-lepaskan!”

Taehyung mencoba berontak ketika polisi itu ingin memborgol tangannya. Murid yang duduk di dekat meja Taehyung langsung berdiri menjauh, memberikan ruang untuk para pollisi itu memborgol tangan Taehyung.

Setelah berhasil memborgol tangan Taehyung, polisi itu langsung membawa Taehyung keluar kelas dengan paksa. Taehyung masih mencoba untuk memberontak. Semua murid ikut berhamburan keluar kelas, menyaksikan kepergian Taehyung.

Aku masih terpaku di kursiku. Tak menyangka hal yang paling kutakutkan selama ini benar-benar terjadi. Lalu apa yang harus ku lakukan? Apa yang harus ku lakukan untuk membantu Taehyung?

Dengan segala sisa kekuatan yang ku punya, aku beranjak dari kursi dan berlari menuju luar kelas. Menerobos gerombolan murid yang ada di luar kelas dan berdiri di barisan paling depan.

Polisi itu membawa Taehyung dengan paksa, karna Taehyung terus memberontak sambil berteriak bukan dialah pelakunya.

“YAK!! LEPASKAN AKU! AKU TIDAK MELAKUKAN APAPUN! LEPASKAN AKU!!”

Aku melihat Taehyung sempat menoleh ke arahku. Seketika tatapan kami bertemu. Tatapan Taehyung benar-benar mebuatku tak mampu bertahan untuk berdiri. Tatapan Taehyung menyiratkan ketakutan yang amat sangat. Aku melihat tatapan itu lagi. Tatapan Taehyung membuat hatiku semakin mencelos, sakit. Bagaimanapun juga Taehyung menjadi seperti ini karna ia ingin menyelamatkanku kemarin.

“YAK! PARK HAYOUNG! HAYOUNG-AH, KAU PERCAYA PADAKU, KAN? AKU BENAR-BENAR TIDAK MELAKUKAN HAL ITU, PARK HAYOUNG.”

Mendengar Taehyung meneriaki namaku membuat aku tak bisa menahan air mataku lagi. Aku terisak, dadaku benar-benar terasa sakit. Namun aku tak sanggup membalas ucapannya. Aku percaya padamu, Taehyung. Bukankah sudah ku bilang, aku akan tetap percaya padamu meskipun kau telah melakukan hal yang paling bodoh sekalipun?

Tubuhku terjatuh ke lantai. Aku masih menangis sejadi-sejadinya karna kepergian Taehyung. Isakanku semakin keras seraya mobil polisi itu telah pergi meninggalkan sekolah. Kim Taehyung, apa yang harus ku lakukan?

BRUK!

Tiba-tiba semuanya menjadi gelap.

 

 

*     *     *     *     *     *     *     *

 

 

*Author’s pov*

 

Hayoung membuka kedua matanya perlahan. Matanya masih menyesuaikan dengan cahaya yang masuk. Hayoung baru menyadari bahwa saat ini ia sedang berada di UKS, lalu ia teringat alasan mengapa ia berada disini.

Hayoung mencoba untuk beranjak, namun tiba-tiba ada seseorang yang menahan tubuhnya.

“Sebaiknya kau jangan banyak bergerak dulu Hayoung-ah. Berbaringlah.” kata orang itu sambil menuntun Hayoung untuk kembali berbaring di ranjang UKS.

Park Jimin. Lelaki itu yang menahan Hayoung untuk beranjak dari ranjang UKS. Jimin tersenyum miris, melihat keadaan Hayoung. Gadis itu merubah posisinya menjadi membelakangi Jimin namun tetap dalam posisi tidurnya.

Meskipun Jimin tak melihat wajah Hayoung, lelaki itu tahu saat ini Hayoung sedang menahan tangisnya. Terlihat dari bahu gadis itu yang bergetar. Jimin mengusap bahu itu pelan, mencoba menenangkan Hayoung. Jujur saja, ia juga merasakan kesedihan yang sama dengan gadis itu.

“Tadinya aku berharap ini semua hanya mimpi, Jimin-ah.” kata Hayoung sambil terisak. Gadis itu malah sudah menitikkan air matanya lagi.

Jimin tak mengucapkan apa-apa, tangannya masih mengusap bahu Hayoung dengan lembut. Ia sendiri juga masih tidak memercayai kejadian ini. Dimulai dari kemarin malam, ketika Hayoung menghubunginya sambil menangis, dan saat ia membawa Yoongi kerumah sakit. Ia tak bisa membayangkan jika kemarin malam nyawa Yoogi sudah tidak terselamatkan. Apa yang akan terjadi pada Taehyung?

“Aku tahu, Hayoung-ah. Tapi kau harus memikirkan dirimu terlebih dahulu. Urusan Taehyung—hmm—biar sekolah yang mengurusnya. Aku sudah menceritakan semuanya kepada Han songsaemnim. Kuharap wali kelasmu itu bisa mengerti dan melakukan yang terbaik untuk Taehyung.” kata Jimin, lagi-lagi mencoba untuk menenangkan Hayoung.

“Ini semua salahku, Jimin-ah. Kalau saja kemarin Taehyung tidak datang untuk menyelamatkanku, sosok itu tidak akan melakukan hal itu pada Yoongi.”

Hayoung bersuara dengan lirih. Nafasnya tercekat karna isak tangis dan sesak yang meneyelimuti hatinya. Keadaan Hayoung membuat Jimin menghela nafas.

Ceklek! Tiba-tiba ada yang masuk ke dalam ruang UKS. Han songsaemnim.

Guru itu langsung menghampiri Hayoung dan Jimin.

“Bagaimana keadaanmu, Park Hayoung?”

Hayoung merubah posisi tidurnya menjadi menghadap ke arah Jimin dan wali kelasnya itu. Ia bahkan mencoba untuk beranjak dari posisi tidurnya. Jimin membantu Hayoung untuk bangun.

“Masalah Taehyung, apa yang akan dilakukan pihak sekolah terhadapnya, saem?” tanya Hayoung dengan mata penuh harap, tanpa menjawab pertanyaan Han songsaemnim sebelumnya.

Guru yang masih terlihat muda di umurnya yang sudah berada di akhir 30an itu, sempat terhenyak mendengar pertanyaan Hayoung. Guru itu malah menatap Hayoung dan Jimin bergantian. Han songsaemnim menghela nafasnya.

“Maafkan aku, Park Hayoung.” kata Han songsaemnim dengan nada penuh penyesalan.

Mendengar satu kata yang keluar dari mulut gurunya, membuat tubuh Hayoung melemas seketika. Ia seperti sudah bisa menebak jawaban Han songsaemnim. Jimin mengusap wajahnya yang terlihat frustasi. Begitu juga dengan Han songsaemnim, ia juga merasakan kesedihan yang sama dengan kedua muridnya ini.

“Aku sudah berusaha keras agar pihak sekolah mau membantu mengeluarkan Taehyung dari tahanan. Tapi pihak sekolah sudah memutuskan untuk menyerahkan masalah itu kepihak kepolisian. Dan satu-satunya cara yang bisa membuat Taehyung keluar dari penjara adalah jika Yoongi dan pihak keluarganya mau mencabut gugatan itu.” kata Han songsaemnim dengan berat hati.

Untuk kesekian kalinya, Hayoung merasakan tubuhnya semakin melemas menghadapi kenyataan yang terjadi saat ini. Ia memeluk tubuhnya sendiri dan kembali menangis. Jimin sampai memeluk tubuh Hayoung untuk memberikan kekuatan pada gadis itu, meskipun dirinya juga merasa sedih dan terpukul. Han songsaemnim memijat keningnya sendiri, perasaan menyesal dan rasa bersalah karna tak bisa membantu salah satu muridnya membuat dirinya frustasi.

Hayoung mendongakkan kepalanya seraya dengan Jimin yang melepaskan pelukannya. Tanpa diduga Jimin dan Han songsaemnim, Hayoung beranjak dari ranjang dan langsung keluar dari ruang UKS.

“Hayoung-ah, kau mau kemana??” tanya Jimin yang terkaget dengan sikap tiba-tiba Hayoung.

“Aku ingin menemui Min Yoongi, Jimin-ah. Aku ingin dia mencabut gugatannya terhadap Taehyung.”

 

 

*     *     *     *     *     *     *     *

 

 

Hoseok masuk ke dalam salah satu kamar yang bertuliskan “309” di pintu di rumah sakit tempat Yoongi dirawat. Kamar itu adalah kamar perawatan Yoongi. Lelaki itu sengaja membolos pelajaran hari ini karna ingin melihat keadaan sahabatnya itu.

Saat Hoseok melihat keadaan Yoongi sekarang, lelaki itu hanya menghela nafas dan menggelengkan kepala. Benar-benar tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Yoongi terbaring lemah dengan beberapa perban di bagian wajahnya.

Hoseok berjalan mendekat ke arah Yoongi, dan duduk disamping ranjang lelaki itu. Yoongi yang melihat kedatangan Hoseok hanya memandangnya datar. Tidak ada yang bisa ia lakukan selain terbaring lemah di atas kasurnya.

“Bagaimana keadaanmu? Apa operasimu berjalan dengan lancar?” tanya Hoseok sambil memakan buah-buahan yang ada di meja sebelah ranjang Yoongi.

Yoongi menjawab pertanyaan Hoseok dengan mengangkat setengah baju yang ia pakai, menunjukkan keadaan perutnya pasca operasi. Hoseok melebarkan matanya saat melihat keadaan perut Yoongi. Banyak jahitan yang belum mengering dan perban yang menutupi luka diperutnya. Lelaki itu menghela nafasnya lagi.

“Kau gila, Min Yoongi. Aku tidak habis pikir kau nekat melakukan hal itu.”

Yoongi menoleh ke arah Hoseok sambil memberikan tatapan “apa-maksudmu-jung-hoseok”

“Meskipun sekarang kau adalah seorang korban, tapi ini semua tidak akan terjadi jika bukan kau yang memulainya..”

Kini Yoongi melebarkan matanya, kaget mendengar ucapan Hoseok. Hoseok tahu, meskipun mata Yoogi semakin menyipit akibat luka di sudut matanya, tapi tatapan itu menyiratkan keterkejutan.

“Hhh kalau saja kau tidak mencoba untuk melukai Hayoung, pasti semua ini tidak akan terjadi. Memangnya aku tak tahu? Maksud perkataanmu waktu itu, ketika kau bilang mungkin saja kau akan masuk penjara hari ini, karna kau ingin melukai Hayoung kan? Dan sialnya atau bahkan untungnya, Taehyung datang menolong Hayoung dan malah ia yang melakukan hal itu padamu. Kau gila, Min Yoongi.” jelas Hoseok dengan nada biasa.

Yoongi mendelik mendengar ucapan Hoseok, terlihat tidak suka dengan ucapan lelaki itu. Sebenarnya ia ingin membalas, namun ia terlalu malas untuk menanggapi ucapan Hoseok. Lagipula luka di sudut bibirnya belum mengering benar.

“Sebaiknya kau lupakan Park Hayoung, Yoongi-ah. Cintamu pada gadis itu hanya akan membutakan akal sehatmu dan merugikan dirimu sendiri.”

Lagi-lagi Yoongi mendelik kesal ke arah Hoseok. Tahu apa lelaki itu tentang rasa cintanya pada Hayoung? Jatuh cinta saja Hoseok tidak pernah. Yoongi malah menyumpahi Hoseok dalam hati agar ketika lelaki itu merasakan yang namanya cinta, Hoseok akan melakukan hal yang lebih gila darinya.

Tok..tok..tok…

Suara ketukan pintu membuat keduanya terdiam, meskipun daritadi Yoongi memang hanya diam saja. Yoongi menaikkan sebelah alisnya, dalam hati ia bertanya-tanya siapa yang datang menjenguknya, mengingat kedua orang tuanya sedang sibuk bekerja dan ia tidak mempunyai teman lagi selain Hoseok.

Hoseok menoleh ke arah pintu, ia juga menunggu orang yang mengetuk pintu itu masuk ke dalam ruangan ini. Dan saat sosok itu sudah berdiri di hadapannya dan Yoongi, kedua lelaki itu melongo kaget.

“Park Hayoung?”

 

 

*     *    *     *     *     *     *     *

 

 

*Hayoung’s pov*

 

Akhirnya aku memutuskan untuk menemui Yoongi di rumah sakit. Dengan ditemani Jimin, aku berjalan menuju kamar yang tadi sudah disebutkan oleh perawat yang bertugas. Kamar 309. Sebelum membuka pintunya aku sempat menoleh ke arah Jimin. Entah kenapa tiba-tiba aku merasa ragu.

Namun Jimin mengangguk sambil tersenyum, membuatku merasa yakin kembali. Aku mengetuk pintu itu. Tak ada respon, aku pun membuka pintu secara perlahan.

“Aku tunggu diluar ya, Hayoung-ah.” kata Jimin sebelum aku melangkah masuk.

Aku hanya meganggukan kepala dan mulai melangkahkan kakiku. Mataku langsung menangkap sosok Yoongi yang sedang terbaring lemah. Melihatnya seperti itu, seberapa pun aku membencinya, tapi tetap saja keadaannya saat ini membuat hatiku miris. Aku juga melihat Hoseok tengah duduk disebelah ranjang Yoongi. Mungkin lelaki itu langsung menuju kesini ketika mengetahui Yoongi masuk rumah sakit.

“Park Hayoung?” sapa Hoseok dengan heran.

Hoseok dan Yoongi sama-sama terlihat terkejut melihatku datang kesini. Aku hanya tersenyum tipis untuk membalas sapaan Hoseok. Aku semakin mendekat ke arah Yoongi dengan kepala tertunduk. Meskipun sedari tadi Yoongi hanya diam saja, tapi aku tahu ia tengah menatapku dengan lekat. Entah apa arti tatapannya.

Aku menghela nafas, sebelum mulai bicara. “Bagaimana keadaanmu?”

Yoongi tidak langsung menjawab pertanyaanku. Lelaki itu masih menatapku dengan dalam, membuat aku tak berani membalas tatapannya. Bukan hanya tak berani, tapi aku juga sedang sekuat tenaga menahan air mataku yang sudah menggenang.

“Ah sebaiknya aku menunggu di luar saja. Sepertinya kalian butuh waktu untuk bicara berdua.”

Hoseok mengerti dengan keadaan canggung di antara kami, lalu ia pergi meninggalkan aku dan Yoongi di ruangan ini.

“Maaf..”

Hanya itu yang bisa kuucapkan pada Yoongi. Meskipun seharusnya dialah yang meminta maaf padaku. Namun mengingat keadaan Taehyung akibat kejadian ini, aku memutuskan untuk melupakan rasa benci, dendam dan marahku pada lelaki yang ada di hadapanku saat ini.

Yoongi tak merespon ucapanku. Mata sipitnya terus menatapku. Ia sedikit melengkungkan sudut bibirnya.

“Kedatanganku kesini untuk meminta maaf padamu. Dan atas nama Taehyung aku benar-benar meminta maaf. Tapi—-tapi bisakah kau mencabut gugatanmu terhadapnya?” kataku dengan nada sedikit memohon. Ah bukan hanya sedikit, tapi aku benar-benar tengah memohon padanya saat ini.

“Tidak semudah itu, Park Hayoung!”

Kali ini Yoongi mengeluarkan suaranya. Suaranya terdengar pelan, mungkin karena luka di sudut bibirnya yang membuat ia berbicara seperti itu. Namun suaranya tetap terdengar dingin dan penuh penekanan.

“Ini mungkin agak sedikit gila bagimu, tapi apa kau akan percaya jika aku mengatakan bahwa yang melakukan itu padamu bukanlah Taehyung?”

Yoongi menatap kaget melihatku, “Apa maksudmu?!”

Aku menghela nafas sebelum menceritakan semuanya kepada Yoongi. Semua tentang Taehyung dan tentang penyakit yang dideritanya. Tentang Taehyung yang memiliki kepribadian ganda. Yoongi menatapku tidak percaya. Ya, aku sadar, ini memang terdengar aneh bagi orang lain, namun itulah kenyataannya. Itulah yang dialami oleh Taehyung.

Maafkan aku, Taehyung. Aku seharusnya tidak menceritakan hal ini pada orang lain, apalagi kepada Yoongi. Namun aku sungguh terpaksa melakukan ini. Hanya dengan cara ini mungkin Yoongi akan mencabut gugatannya terhadapmu.

“Aku—aku tahu, ini memang tak mudah untukmu memaafkan Taehyung. Tapi—tidak bisakah kau sedikit membuka hatimu untuk memaafkannya? Seperti yang kau tahu, penjara bukan tempat yang tepat untuk Taehyung. Aku–aku akan membawanya ke rehabilitasi untuk menyembuhkan penyakitnya.”

Yoongi mendengus pelan, lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain. Aku menggigit bibir bawahku, menahan isakanku agar tidak keluar meskipun air mataku sudah jatuh.

“Aku mohon, Min Yoongi. Aku benar-benar memohon padamu.” kataku sambil terisak. Aku sudah tidak bisa lagi menahan tangisanku.

Aku menangis sambil berlutut di hadapan Yoongi. Aku sudah tidak peduli lagi jika nantinya ia akan menertawakanku atau meremehkanku. Aku benar-benar tidak peduli lagi. Ini semua kulakukan demi Taehyung. Hanya demi Taehyung.

Yoongi kembali menoleh ke arahku dan kulihat ia tersentak kaget melihatku yang suah berlutut di hadapannya. Namun dengan cepat ia mengubah ekspresinya menjadi seperti semula. Yoongi kembali menatapku dengan lekat. Aku tidak tahu apa arti tatapannya, aku hanya berharap lelaki itu luluh dengan sikapku dan mengabulkan permohonanku padanya.

“Kumohon, Min Yoongi! Aku akan melakukan apa saja untukmu asal kau mau mencabut gugatan itu. Kumohon…”

Lelaki itu kembali mengalihkan pandangannya, menatap ke arah jendela yang menampakkan pemandangan sore di kota Seoul yang cukup mendung. Kudengar ia menghela nafasnya, berat.

“Aku bisa saja mencabut gugatan itu dan kau boleh membawa Taehyung ke tempat yang kau maksud, tapi dengan satu syarat—”

Yoongi menggantung kalimatnya. Aku membalas tatapannya dan menunggu Yoongi untuk melanjutkan kata-katanya sambil mengusap air mataku.

“Setelah ini kau harus menjauhi Taehyung dan kau harus menjadi satu-satunya milikku. Bagaimana, Park Hayoung?”

Aku tersentak kaget mendengar ucapan Yoongi, “A-apa? Apa maksudmu?”

 

 

TBC

 

 

 

 

Annyeong readers~ gimana part 4-nya? Author mau ngucapin terima kasih untuk para readers yang udah setia sama author /eh/ maksudnya setia sama FF The Another Of You sampe part 4 ini. Ceritanya agak ngebosenin ya? Atau ada kritik dan saran lain, readers? Maaf di part ini belum muncul romancenya dan entah di part berapa akan muncul lagi. I really need your comment, readers. Mau dikritik panjang lebar juga gapapa kok~ hehehe oke sekian dari ismomos. I hope you like it!^^ Enjoy~

About fanfictionside

just me

28 thoughts on “FF/ THE ANOTHER OF YOU/ BTS-BANGTAN/ pt. 4

  1. Ya Allah kesian taehyung kan😦
    tapi ga tau kenapa biasa’a aku sdah b’kaca2 tapi ini kok engga hhuuaah
    cuma ngerasa terhura dan kesian…
    Jalan cerita nya mah suka dah pkok’a kak ,
    jadi penasaran (?)

    si Yoongi mah maksa bget dih :v *peace*

    fighting qaqa😉

  2. taehyung yang imut dipenjara?? demi apa?? ahhh~ aku tak mau…
    si yoongi disini nyebelin banget yaaaaa.. ohmygod, untung aja yoongi bias aku, kalo gak aku ceburin ke empang(?) loh oppa kkk~ next part ditunggu..

  3. author… aku ga bisa ngebayangin seberapa parahnya luka yoongi itu , rada ngeri baca pas si V nusuk perut yoongi . terus nyesek gitu jadinya pas taehyung di bawa sama polisi gitu aja sampe netes ini airmata *wkwkwk , tapi asli aku netes thor bacanya . haduh hayoung jadi rumit gitu ya situasinya , semoga di akhir cerita ini happy endingdengan taehyung yg udah normal lagi terus bahagia sama hayoung . keep writing thor next chapt pasti aku tunggu i’ll wait thor

  4. Yoongi cabe gilaaaaaak!
    Aduduh itu anak satu kok jahat banget ya, pengen aku kentutin.. Kasihan dedekku Taehyung, dia kan tak tau apa2.. Yaampun ini ff paporit aku, cepetan dilanjut ya ismomos..

  5. Ini bener-bener nguras emosi.. Aduh my taehyung(?) kasian bgt ya: ( jangan-jangan nnti Hayoung nerima syarat Yoongi lagi, duh makin nyesek aja: ( Next jangan lama-lama ya thor ^^

  6. aaaa akhirnya post juga xD hayoung nya pasti bingung .-. sama yoongi aja tapi jangan jauhi taehyung .. yoongi sempet jahat -.- aku sukaa V nya!!

  7. sebenernya yoongi baik ya? cuma karena ia dibutakan oleh cinta sama dendam jadi gitu kan? WKWK aku suka yoongi hayoung sama taehyung hayoung juga sih jadi ngebaca nya kalem kalem aja wkwk. Romance nya agak ditambahin YAWWW, i love this ff!

  8. ASTAGA AUTHORRRRRR !!!!!!!
    GUE KEPO YA TUHAN !!!!!!!
    PLS LANJUTIN HUEEEHHHHH……
    JAN LAMA” THOR. FF LU KEREN PARAH. SUMPAH !!!

  9. Aaaaaaaa di part ini feelnya berasa pake bgtbgtbgttt. Huaaaaa nyesek thor jadi hayoung. Kasian taehyung yg harus dipengaruhi sama V. Aku ngga rela hayoung sama yoongiiiiiT_T lanjut thorrr. Penasaran parah sama jawabannya hayoung apa.. Fighting thor^^

  10. yoongi asdfghjkl nyebelin bgt minta ditampol;-;
    pukpuk buat taehyung, kasian deh kamu nak :(( hayoung yg sabar ya.
    Kereeenn thor! Lanjut yaa

  11. Sumpah thor, gedek banget sama suga disini><orang mah,dia aja cinta kan sama hayoung? Harusnya dia mikir, hayoung itu cinta sama taehyung. Yoongi kan tau rasanya CINTA, kalo beneran cinta harusnya ngejagain hayoung baikbaik, ikut bahagia kalo hayung bahagia.. *okesayakebawasuasana* cepet lnjut ya thor^^ keep writinggg!!

  12. Harusnya emg d bawa k panti rehab Taehyung tpi yah penyesalan emg dateng trakhir bukan d awal
    Kalo d awal jadwal piket donk wkwkwkkw
    Dannn ohhh apa Hayoung bakalan nerima syarat Yoongi?? Yoongi bsa cinta mati gitu ya
    Wahh

  13. Min astaga sumpah keren banget !!!!!!!!!!!!!!! Aku ga nyangkah !!!! Yg jadi main cast nya juga bias aku si alien Mphii :v min sering ya bikin FF yg main cast nya V

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s