FF/ OUR SECRET/ CNBLUE-BTS/pt. 3


Author : Naraya0694

Title     : Our Secret #3 : Just You and Me

Cast     : Heo Woori (OC)

CNBLUE’s Lee Jonghyun

BTS’s J-Hope

Cha Hyeri (OC)

Genre  : Romance, School life, Friendship

Rating : NC

Length : Chaptered

Disclaimer : Cerita FF ini murni hasil pemikiran author sendiri, walaupun FF dengan jalan cerita seperti ini mungkin sudah banyak bertebaran, tapi author akan membuatnya dengan gaya dan cara author sendiri J

Selamat membaca ^_^

*****

Pelajaran musik pagi ini terasa menyenangkan bagi kelas 3-1. Selain karena sang guru musik yang memiliki wajah tampan dan muda, tetapi juga karena cara mengajarnya yang memang terasa menyenangkan. Semua siswa kelas menikmati setiap penjelasan Lee Jonghyun seonsaengnimtentang berbagai macam alat musik yang berasal dari berbagai negara.

Jonghyun dapat membuat siswanya seperti ikut berkeliling ke berbagai belahan dunia seiring penjelasan tentang alat musik dan negara asalnya. Tidak ada siswa yang terlihat mengantuk atau melamun. Guru profesional. Semua fokus memperhatikan Jonghyun, kecuali satu orang. Heo Woori.

Pelajaran musik yang merupakan salah satu mata pelajaran kesukaan Woori itu tidak dapat diserapnya sedikitpun. Seharusnya dia juga menikmati pelajaran seperti siswa lainnya, jika saja dia tidak menyibukkan dirinya untuk tidak menatap ke arah guru tampan itu. Terlebih karena Woori ingin menghindari kalau-kalau matanya tidak sengaja bertemu pandang dengan mata indah Jonghyun, seperti yang beberapa kali tadi terjadi.

Hingga mata pelajaran itu usai, baru Woori dapat bernafas lega, seperti bebas dari penjara. Tidak seperti siswa lainnya yang merasa berat untuk mengakhiri pelajaran itu, karena mereka masih ingin di ajak berkeliling dunia oleh Jonghyun.

“Baiklah, saya akhiri pertemuan hari ini. C U next week.” Ucap Jonghyun sambil membereskan buku-buku yang ia bawa.

Ne seonsaengnim.” Terdengar nada kecewa dari siswa yang mengatakan itu.

“Aaa.. Woori-ssi, tolong siang nanti saat pelajaran berakhir temui saya sebentar.”

Nn..ne ?” Woori terkejut dengan ucapan Jonghyun itu, apakah dia salah dengar ?

“Siang nanti temui saya di ruangan saya. Ada beberapa hal yang harus saya tanyakan.”

Ne seonsaengnim.” Dengan lemas Woori menjawab.

‘Baru bernafas lega sebentar. Aiissshhh apa yang ingin ditanyakannya ? tidak mungkin tentang waktu itu kan?’

Woori merebahkan kepalanya di meja. Tiba-tiba kepalanya terasa sedikit pusing karena terlalu shock dengan semua yang terjadi hari ini.

“Kira-kira apa yang ingin Lee seonsaengnimtanyakan padaku ?”

“Emh, mungkin seputar indentitasmu, karena kau murid pindahan. Selain itu, mungkin tentang alat musik yang dapat kau mainkan. Biasanya ssaem akan melakukan ujian berupa penampilan menggunakan alat musik yang dapat dimainkan siswanya.”

“Owh, geurae.”

“He’em. Waeyo ? Kau takut menemui ssaem nanti. Aku akan menemani mu.”

Mata Woori berbinar mendengar ucapan Hyeri. Untungnya yeoja itu mau menemaninya, setidaknya Jonghyun tidak akan bertanya macam-macam jika Hyeri ikut bersamanya.

Gomawo Hyeri-ah.”

*****

Sesuai perintah Jonghyun, Woori siang ini harus menemui nya setelah semua pelajaran berakhir. Bersama Hyeri di sampingnya, Woori berjalan santai menuju ruang Jonghyun yang terletak di dalam ruangan musik. Jonghyun memang mendapatkan meja di ruang guru, tetapi dia lebih sering menggunakan ruangan khusus yang ada di dalam ruangan musik.

Ditengah perjalanan Woori harus menelan kenyataan pahit bahwa Hyeri tidak dapat menemaninya menenui Jonghyun karena tiba-tiba hobbaeHyeri dari grup vocal memanggil Hyeri karena ada urusan penting. Hyeri memang memiliki suara yang bagus, jadi tidak heran jika dia menjadi panutan dan sosok yang di segani dalam grup vocal.

Mianhae… Jeongmal mianhae Woori-ah aku tidak bisa menemanimu.” Hyeri mengatupkan kedua tangannya, tanda sangat menyesal dan merasa tidak enak.

Gwenchanayo. Urusan grup vocal mu lebih penting. Lagipula ruang musik sudah dekat, jadi aku tidak akan tersesat hehehe.” Woori berusaha mencairkan suasana karena dia malah tidak enak melihat Hyeri yang begitu.

Kalkke.”

Setelah melambaikan tangan, Woori kembali melangkahkan kakinya menuju ruang musik. Sebenarnya jantungnya berdetak tidak karuan saat ini, dia sangat gugup ketika hendak memasuki ruang musik.

‘Tenang Woori-ah. Tidak akan terjadi apa-apa. Mungkin dia sudah lupa dengan mu. Lupa dengan kejadian malam itu juga.’

Dengan tangan gemetar Woori memutar knop pintu ruang musik. Suasan ruang musik sangat sepi, hanya ada alat-alat musik yang tersusun rapi tanpa ada seorangpun di sana. Woori kembali melangkahkan kakinya menuju ruang khusus yang terletak di ujung dari ruang musik itu.

‘Tenangkan dirimu Woori-ah. Semua akan baik-baik saja.’

Woori memegang dadanya sendiri. Kemudian perlahan mengetuk pintu kayu berwarna coklat yang ada di depannya itu.

“Masuk.” Terdengar sahutan Jonghyun dari dalam ruangan.

Saat memasuki ruang khusus milik Jonghyun itu, Jonghyun terlihat sedang memegang beberapa lembar kertas di tangannya. Dengan kaca mata tipis yang menghiasi wajahnya, pria itu terus membaca isi dari kertas yang dipegangnya itu, tanpa memperhatikan Woori.

Ssaem menyuruh saya menemui anda siang ini, jadi…”

Woori menggantung kalimatnya, karena sebenarnya dia bingung harus mengatakan apa. Seperti tersadar siapa yang sebenarnya menemuinya, Jonghyun akhirnya menatap ke arah Woori sambil melepaskan kaca matanya.

“Duduklah.” Jonghyun mempersilahkan Woori menempati kursi kosong yang berada di depan mejanya. Woori duduk di sana dengan ragu.

Jonghyun kembali membaca kertas-kertas yang ada di tangannya. Dan Woori tahu bahwa kertas-kerta itu adalah kertas biodata miliknya.

“Jadi….”

Jonghyun mulai membuka mulutnya.

“Bagaimana bisa anak dari seorang anggota kepolisian berpangkat Komisaris pergi ke sebuah club malam seperti itu ? Mengaku sebagai mahasiswa sebuah universitas dan melanggar batas usia yang seharusnya tidak diperbolehkan.”

Woori hanya mampu menundukkan kepalanya. Bahkan jika ada lubang dia akan masuk ke lubang itu untuk menyembunyikan dirinya. Terlalu memalukan baginya, kenapa juga pria ini harus mengungkitnya.

“Sepertinya aku harus melaporkan kelakuanmu pada guru etika.”

Mata woori melotot mendengarnya, jika dia di laporkan ke guru etika mungkin guru etika akan melaporkannya kepada orang tuanya. Dan tentu ayahnya akan marah besar bahkan mengurungnya jika ayahnya tahu apa yang telah dia lakukan.

Andweyo. Ssaem tidak boleh melaporkan saya pada guru etika. Jeongmal andweyo.”

Jonghyun tersenyum melihat wajah memelas yeoja cantik yang ada di hadapannya ini. Terlihat menggemaskan.

“Lagipula ssaem juga pergi ke sana. Bukankah seorang guru harus menjadi panutan untuk siswanya. Bagaimana jika siswa sekolah ini tahu ssaem pergi ke club malam, pasti mereka akan kecewa.”

“Bagaimana jika kedua orangtua mu mengetahui anaknya sudah dengan ‘nakal’nya berpakaian sexy dan pergi ke club malam. Mereka pasti akan kecewa padamu.”

Jonghyun membalas ucapan Woori dengan santai, bahkan senyum terus terlihat di wajahnya saat wajah merah Woori terlihat.

“Tapi tetap ssaem…”

“Baiklah kalau begitu kita sama-sama di laporkan pada guru etika. Bagaimana ?”

Ide gila. Tentu Woori yang tidak diuntungkan kalau begini. Dia sangat tidak mungkin untuk mau di laporkan pada guru etika. Bisa mati dia.

Ssaem. Mohon jangan laporkan saya pada guru etika. Saya mohon.”

Senyum Jonghyun makin merekah, kedua lesung pipi nya makin terlihat, sepertinya dia sangat puas dan merasa menang sekarang.

“Bagaimana ya ? Siswa nakal harus di laporkan pada guru etika.”

Sedikit menggoda Woori membuat Jonghyun makin bahagia. Karena wajah cantik Woori kini terlihat benar-benar lucu.

Seonsaengnim.”

“Ok. Arasseo. Lalu apa yang akan kau berikan sebagai gantinya ? Upah karena telah menjagakan rahasia mu.”

Woori memutar otaknya untuk berfikir. Apa yang harus dia berikan agar gurunya ini benar-benar menutup mulut tentang rahasianya ini.

“Aku tidak menerima upah uang karena aku sudah cukup kaya.”

Ne ? Lalu apa yang harus saya berikan jika bukan uuhhmmmpp.”

Belum sempat Woori menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba bibir jonghyun sudah menempel manis di bibirnya. Dengan sedikit hisapan yang Jonghyun lakukan membuat Woori lagi-lagi tidak berdaya, seperti dulu.

Walaupun ciuman itu tidak berlangsung lama, tapi ciuman itu jelas membuat jantung Woori berdetak tidak karuan dan matanya hanya dapat melotot menatap gurunya itu.

“Masih manis seperti dulu.”

Kini wajah Woori benar-benar merah padam mendengar komentar Jonghyun itu.

“Anggap saja itu permulaan. Karena aku belum benar-benar menentukan upah tutup mulut. Akan ku pikirkan nanti. Silakan pulang.”

Nnn..nnee ?”

“Silakan pulang, karena aku masih ada urusan lain. Dan jangan lupa besok temui aku lagi, karena masih ada beberapa hal yang harus aku tanyakan.”

NE ?

“Hahahaha. Jangan terkejut seperti itu. Dan cepat katupkan bibirmu jika tidak akan ku cium lagi.”

Dengan segera Woori menutup mulutnya dengan telapak tangannya, takut jika Jonghyun benar-benar akan menciumnya lagi. Kemudian dia berdiri dan menunduk hormat sebelum melangkahkan kakiknya menuju pintu untuk ke luar. Hingga langkahnya terhenti saat Jonghyun kembali memanggilnya.

“’Jessica-ssi’ ! Masih ingat apa yang pernah ku katakan dulu. Kali ini aku tidak akan melepaskanmu.”

*****

Woori sudah berada cukup jauh dari ruangan musik. Kakinya terasa lemas dan tidak mampu untuk berjalan lebih jauh lagi, keringat dingin mengucur dari pelipisnya.

‘Apakah ucapan terakhirnya tadi sebuah ancaman ? Mampuslah aku jika dia benar-benar tidak akan melepaskanku lagi. Saat di club malam itu saja aku hampir ‘kebablasan’. Dan bahkan tadi dia menciumku, lagi. Apa ssaem gila ? Bagaimana jika ada yang melihat ?! Dan kenapa tubuhku tidak bisa bergerak saat ssaem melakukannya. Pabo Woori.. Pabo… Hidupmu ditangan Jonghyun ssaem sekarang.’

Woori mengacak rambutnya frustasi. Kehidupan SMA nya sudah terasa hancur sekarang tambah hancur saja karena dia memiliki rahasia yang di pegang Jonghyun, bisa kapan saja gurunya itu melaporkannya pada guru etika atau orangtuanya. Woori menyesal kenapa malam itu dia begitu nekad mengajak kedua sahabatnya pergi ke club malam. Penyesalan pasti di belakang.

Hingga sebuah bola bakset menyentuh ujung sepatu Woori dan menyadarkannya dimana saat ini dia berada.

“Kenapa aku sering bertemu dengan mu di saat keadaanmu selalu menyedihkan ? Wajah pucat, tubuh bergematar. Bahkan sekarang lebih parah, rambutmu berantakan seperti terkena badai hahaha.”

Terlihat Hoseok menatap Woori bingung. Tubuh namja itu basah bermandikan keringat, sepertinya dia baru selesai bermain bola basket.

“Sepertinya kau mengikutiku hingga selalu menemukanku saat keadaan menyedihkan begini. Seharusnya kau melihatku saat keadaan cantik saja Hoseok-ssi.”

Keduanya lalu terkekeh. Lalu Hoseok mengambil posisi duduk di samping Woori, dan mereka mulai berbincang-bincang.

Memang benar apa yang Hoseok katakan. Saat dulu Woori ketakutan karena mengetahui hal yang mengerikan di toilet, Hoseok lah yang melihatnya. Sekarang saat dia ketakutan karena Jonghyun, Hoseok lagi yang melihatnya. Ada apa sebenarnya antara dirinya dan Hoseok.

“Jadi, kenapa kau terlihat frustasi begitu Woori-ssi ?”

“Emh… Aku tidak bisa memberitahumu… Karena ini rahasia hahaha.”

“….” -__-‘

*****

Semalaman Woori sudah memikirkannya. Dia akan menemui Jonghyun lagi saat pagi sebelum pelajaran dimulai, tidak siang saat semua pelajaran berakhir. Karena dia punya alasan untuk tidak berlama-lama bersama Jonghyun saat bel tanda pelajaran dimulai. Kalau siang bisa-bisa dia terjebak lebih lama.

“Huft.”

Woori menghembuskan nafas berat saat memasuki ruang musik karena dia tahu Jonghyun sudah berada di ruangan khususnya. Walaupun dia takut menemui gurunya itu, tapi mau tidak mau dia harus menemuinya.

“Jadi apa yang membawamu pagi-pagi begini sudah menemui ku Jessica-ssi ? Rindu pada wajah tampanku ?”

Ssaem. Berhenti memanggil saya ‘Jessica’ karena ssaem sudah tahukan nama saya Heo Woori. Lagipula saya menemui ssaem karena ssaem yang menyuruh.”

“Hahahaha. Ara. Jadi Woori-ssi, alat musik apa yang bisa kau mainkan ?”

Woori bernafas lega, setidaknya gurunya ini bertanya hal yang normal, bukan seperti kemaren.

“Emh.. Saya dapat memainkan piano.”

Jonghyun mengangguk mendengar jawaban Woori, kemudian seperti mencatat-catat pada sebuah buku miliknya. Hingga 10 menit berlalu dalam keheningan, Jonghyun tidak menanyakan apa-apa lagi, dia juga tidak menyuruh Woori untuk pergi. Hingga membuat Woori memanyunkan bibirnya, sedikit kesal seperti dipermainkan begini.

Dari ujung ekor matanya, Jonghyun mencuri pandang ke arah siswa yang cantik itu. Semakin cantik saat wajahnya kesal seperti itu, karena terlihat menggemaskan, bukan menakutkan.

“Sepertinya sudah tidak ada yang ingin ku tanyakan. Silakan kembali ke kelas.”

Woori senang akhirnya dia bisa meninggalkan ruangan Jonghyun ini.

‘Selamat aku’

“Sepertinya aku sudah menentukan apa imbalan yang harus kau berikan padaku sebagai upah tutup mulut.”

Kegiatan Woori hendak memutar knop pintu terhenti karena lagi-lagi Jonghyun mengungkit masalah itu. Dan Woori baru menyadari cara bicara gurunya itu sejak kemarin tidak selayaknya cara bicara seorang guru kepada siswanya, tetapi lebih seperti seorang biasa pada orang sepantarannya. Yang entah mengapa sepertinya hal itu buruk bagi Woori.

Woori memutar badannya ke arah Jonghyun, tapi sial karena ternyata pria itu sudah tepat berada di belakangnya, dengan jarak yang sangat dekat.

Sss..ss..ssaem.”

Suaranya bergetar karena terkejut. Namun Jonghyun tidak mempedulikan itu, Jonghyun terus memajukan tubuhnya hingga mepet dengan tubuh Woori. Bahkan yeoja itu tidak dapat menghindar untuk mundur lebih jauh lagi karena tubuhnya sudah membentur daun pintu. Bahkan matanya tepat menatap manik mata hitam milik Jonghyun. Woori merasakan tatapan mereka saling terkunci satu sama lain.

“Aku ingin setiap pagi kau menemuiku sebelum pelajaran di mulai. Jadi lah penyemangat hidupku sebelum hariku dimulai.”

Ne ? Saya tidak mengerti ssam.”

Irokae.”

Setelah menyelesaikan 1 katanya, Jonghyun mendaratkan bibirnya tepat dipermukaan bibir pink cery Woori. Dengan perlahan Jonghyun menekan permukaan bibirnya untuk menyesap rasa nikmat yang tiba-tiba saja mengalir ditubuhnya.

Dengan sekuat tenaga Woori berusaha mendorong tubuh Jonghyun agar menjauh darinya terlebih saat dia merasakn bibir Jonghyun mulai bergerak lebih menggila seakan siap memakan bibirnya. Namun kekuatannya masih kalah besar dari kekuatan pria tulen seperti Jonghyun, ditambah tangannya kemudian ditahan kuat oleh Jonghyun. Membuatnya tidak bisa melawan lagi.

Mungkin Jonghyun saat ini benar-benar sudah lewat kendali, dia seperti sulit untuk mengkontrol akal sehatnya lagi. Bahkan setelah puas mengecap manisnya bibir Woori, kini bibirnya bergerak ke arah leher jenjang milik Woori. Menghisap dan menggigit pelan leher putih yeoja itu.

“S…ss..saem.. jhaannggaann ddii ssaannnaaahh.”

Dengan susah payah Woori menyelesaikan kalimatnya, yang entah mengapa sulit diucapkan, malah desahan yang sepertinya akan keluar dari bibirnya.

Walau terlihat tidak suka tapi Jonghyun akhirnya menghentikan aktifitasnya, membiarkan Woori mengambil nafas. Terlihat dada yeoja itu naik turun dengan cepat.

“Oopss maaf aku kelewatan. Karena kamu yang terlalu menggoda Woori-ssi. Sekali mencoba sesuatu yang manis pada dirimu sepertinya membuatku kecanduan untuk mencicipinya lagi, lagi dan lagi.”

Wajah Woori memerah mendengar ucapan Jonghyun, terlebih jarak wajah mereka yang masih terbilang dekat, Jonghyun tidak menjauhkan wajahnya.

“Jadi kamu sudah mengertikan upah yang aku maksud ? Setiap pagi, temui aku. Ok ? Dan biarkan apa yang terjadi dulu, hari ini dan hari-hari selanjutnya menjadi rahasia kita berdua saja.”

Jonghyun kembali mencium bibir Woori sekilas kemudian memberikan senyum paling menawannya.

*****

TBC

*****

Author Talks

Annyeong haseyo.. Author kembali dengan FF Our Secret chap. 3.. Bagaimana ? Ceritanya semakin menarik atau semakin membosankan ?? hehehehe

Kamsahmanida bagi readersyang udh baca & comment FF author ini.. semoga tidak bosan-bosannya y utk memberikan comment pada FF author ini, karena sedikit kata-katapun dapat membuat author semangat dalam melnajutkan FF ini hehehe

v  Mohonmaaf banget karena chapter 2 lalu kependekan y hanya sekitar 7,5 lembar (dlm doc word) sedangkan chapter 1 nya malah panjang bgt (15 lembar dlm doc word), waktu author selesai ngetiknya jg merasa ‘kayanya kependekan nih’, tapi waktu itu otak author udh mentok sampai situ, takut aneh jg kalau dipaksaian tambah-tambahin T.T. Trus d chapter ini kurang lbh juga sama kendala yg author hadapi, makanya chap ini jg cuma sekitar 9,5 lembar. Tapi di chap 4 & 5 author lrbih panjangin koq😀 #oops mian jadi curhat ini si author😄

C U on next chapter ^_^

About fanfictionside

just me

19 thoughts on “FF/ OUR SECRET/ CNBLUE-BTS/pt. 3

  1. ohmygod.. aku blush sendiri bacanya *untung aja udah buka puasa* ._. kkk~ daebak thor, ada ya guru yang sexy dan menggoda kaya jonghyun gitu..
    mau dong jadi muridnya jonghyun..😉 next part ditunggu~~

  2. iya thor,, ini kpndekan… ‘-‘

    ckck.. dasar guru yg aneh!! :3 #pletakk
    next part jgan lma² ya thor^^ + bkin yg panjaaannnggggg!! biar puas bca ny ^-^

  3. huahaaaa.-.daebak.
    karena baru ada ff ini aku baca dari awal dul baru coment disini, mian thor:(
    tapi ini kok pendek ya thor.-.
    udah nasip woori banget ya ketemu jonghyun lagi, untung dulu belom sempet…….
    apa jonghyun bener2 gak bakal ngelepasin woori kaya yg dia bilang dulu.-.
    kalo gurunya begitu aku betah disekolah *eh._.
    next thor, gepeel,semangka’-‘)/9

  4. iya thor kependekan .__.v
    Hoseok nya tambahin dong thor… kan aku suka karakter nya dia –” /*slap*protes ajah/ yaudahlahyaaa pokonya fighting author-nim^^

  5. huuuaaaa lnjut thor,lnjut…hrus itu kkkk.awalx aq gak mw bca ffx krna msh smpai part 3,tkut nanggung tp mlah penasaran jdi yaahh nanggung beneran….kkkk oke thor,q tnggu next partx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s