FF oneshot/ JELOUSLY/ BTS-BANGTAN


Author             : Alphareita

Genre              : Fluff, Romance, and a little bit of Humor

Main Cast        : Kim Seok Jin (BTS) – Jung Hana (OC)

Support Cast   : Other member BTS

Length             : Oneshot

Rating              : G

Disclaimer       : This story is mine. Don’t copy or share this story without my permission.

*****

Jelously copy

Gadis berkucir kuda itu menutup laptopnya keras, tidak peduli kerusakan yang mungkin ditimbulkan pada laptop kesayangannya itu. Menghela napas pendek, ia beranjak dari duduknya di ruang tamu menuju dapur. Dengan sekali sentakan keras yang sama dengan yang ia perbuat pada laptopnya, ia membuka kulkas dan mengambil sebotol air minum. Gadis itu benar-benar kesal sekarang. Peduli setan dengan tingkah laku manisnya yang biasa ia tunjukkan, kali ini ia benar-benar kesal. Dengan kasar, ia meneguk air dalam botol. Kesejukan air dingin yang mengaliri kerongkongannya tidak serta-merta membuat perasaan kesal gadis berparas sedikit Melayu itu luntur.

“Ish! Bisa-bisanya namja jelek itu bertingkah seperti itu,” keluh sang gadis yang akhirnya menilik sebentar ke dalam kulkas untuk melihat bahan apa yang bisa dijadikan korban amukannya hari ini.

Tidak hanya laptop dan kulkas yang menjadi korban amukannya, gadis itu kini sudah berpindah pada korban lainnya, yaitu bahan-bahan yang sekarang sudah ia keluarkan dari dalam kulkas. Gadis itu memiliki kebiasaan aneh yaitu meredakan amarahnya dengan memasak. Entah mengapa, bagi gadis itu memasak satu-satunya cara yang paling ampuh untuk meredakan amarahnya.

Jung Hana, nama gadis berparas sedikit Melayu namun tetap kental dengan unsur Korea, memasak sambil menimbulkan suara berderak-derak keras dari dapur. Ia rupanya terlampau kesal hingga rasanya ingin menghancurkan dapur. Kalau saja bukan karena dapur adalah tempat favoritnya selain kamar mandi, sudah sejak awal ia memporak-porandakan tempat itu seperti bahan masakan yang kini bentukkannya sudah tidak lagi utuh akibat dicincang keras-keras olehnya.

Fokusnya benar-benar tertuju pada pelampiasan emosinya pada bahan makanan dihadapannya itu, sampai-sampai ia tidak mendengar suara bel pintu apartemennya yang berbunyi berulang kali. Hingga akhirnya sang tamu yang merasa menunggu terlalu lama, masuk tanpa permisi seperti biasanya dan menemukan sang pemilik sedang melakukan aksi pembantaian pada paprika merah, hijau, dan kuning kali ini.

“Hana-ya? Waegeurae?” suara sang tamu akhirnya membuat Hana menghentikan sejenak aksinya dan menatap sang pemilik suara yang sudah ia hapal.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Hana ketus dan melanjutkan aksi pembantaiannya yang makin brutal yang jelas-jelas membuat sang tamu khawatir pada aksinya itu.

“Ya! Kau bisa memotong jarimu sendiri jika seperti itu!” ia merebut pisau dari tangan Hana dan meletakkannya jauh-jauh dari gadis itu, kemudian menarik tubuh Hana menjauh dari dapur yang jelas-jelas tidak diikuti dengan patuh oleh gadis itu.

“YA! MWOHANEUNGOYA?!! LEPASKAN AKU KIM SEOK JIN! YA! JIN BABO!” Hana berontak dari rengkuhan tubuh sang tamu yang tak lain dan tak bukan adalah Kim Seok Jin, member tertua dari BTS. Seberapa keraspun Hana berontak, ia tetap saja perempuan yang kalah dengan kekuatan laki-laki seperti Jin yang akhir-akhir ini cukup sering melatih tubuhnya dan terbukti mampu menahan Hana yang memberontak.

Jin melempar pelan tubuh Hana ke sofa terdekat yang bisa dicapainya. Tatapannya tajam, seolah menguliti Hana untuk mencari tahu penyebab yeoja manis di depannya itu bisa berubah menjadi yeoja mengerikan. Hana yang sadar dirinya ditatap intens oleh kekasihnya sendiri hanya bisa berdecih pelan sambil memalingkan wajahnya ke arah lain asal tidak memandang namja yang menjadi penyebab emosinya meningkat drastis (bahkan mengalahkan masa-masa PMS-nya).

Jin menghela napas, menyerah karena tatapan tajamnya tidak mampu membuka mulut yeoja itu yang kini malah menyedekapkan kedua tangannya di depan dada dan menghindari tatapannya.

“Waegeurae, chagiya?” Jin mendudukkan dirinya disamping Hana, membuat gadis itu menggeser posisi duduknya menjauhi Jin.

“Wa..wae?” Jin sedikit heran melihat tingkah gadisnya hari ini benar-benar aneh.

Hana berniat bersikeras melancarkan aksi diamnya sampai minimal setengah jam kedepan, kalau bisa sampai nanti malam, atau mungkin sampai besok.

“Chagiya, waeirae? Kau membuatku takut. Kau bisa memotong jarimu jika seperti tadi. Ya! Kau tidak mendengarkan aku? Aish. Ya! Jung Hana, eodiya? Dorawa!” Hana malas mendengar ocehan namja itu hingga akhirnya ia bangkit dari duduknya dan meninggalkan Jin menuju dapur. Ia kesal padanya. Jin menatap gemas tingkah laku Hana yang meninggalkannya sendirian ketika ia sedang berbicara padanya. Jin mengacak rambutnya sendiri gemas, hari ini tingkah yeojachingunya benar-benar membingungkannya. Padahal, susah payah ia mencari waktu luang yang sedikit ini untuk bisa bertemu gadis itu. Tetapi, bukannya mereka melakukan pertemuan santai yang seperti biasanya, malah adegan mogok bicara dari sang gadis yang disaksikannya. Jin benar-benar tidak tahu lagi harus berbuat apa. Meskipun ia terkenal dengan orang yang paling pandai dalam berbicara dengan orang lain, terutama yeoja, tetapi ketika berhadapan dengan gadis yang satu ini ia benar-benar kehilangan kemampuannya itu.

Jin menyusul Hana, dan ternyata mendapati gadis itu sedang memotong bahan yang tadi Jin lihat sedang dijadikan aksi pembantaian. Hana kali ini sudah dapat menguasai emosinya, bisa dilihat dari cara gadis itu memotong daging kali ini. Lebih terkendali, bahkan ia masih sempat menimbang-nimbang untuk mulai memotong daging itu melintang atau membujur.

“Neo oneul waeirae?” Tanya Jin sambil mengambil kursi dan duduk tepat dihadapan Hana yang masih menyibukkan diri dengan bahan masakannya.

“It’s not your own bussines, Mr. Jin,” Jin hapal betul jika gadis itu sudah mengeluarkan jurus bahasa Inggrisnya, maka gadis itu benar-benar sedang dalam kondisi mood yang sangat buruk.

“Mau kubantu memasak?” Jin mengambil jamur dan pisau yang tidak jauh dari tempatnya.

“Tidak perlu!” Hana merebut kembali jamur dan pisau yang ada di tangan Jin, membuat namja itu menampakkan ekspresi blank untuk beberapa detik.

“Kalau begitu aku temani kau memasak,” ujar Jin kemudian. Ia diam dan terus memperhatikan bagaimana gadis di hadapannya mengolah berbagai bahan masakan dengan cukup cekatan. Jin benar-benar jatuh cinta pada gadis yang memenuhi satu-satunya standar kekasih impiannya. Jin sangat suka saat-saat seperti ini, ketika ia memperhatikan gadisnya memasak. Gadis itu terlihat begitu menarik dalam sudut pandangnya.

“Mau apa kau kesini? Memangnya schedule-mu dengan dongsaeng-dongsaengmu itu sudah selesai?” Tanya Hana ketus setelah aksi diam mereka selama hampir setengah jam.

Jin tersentak mendengar kalimat Hana barusan sampai-sampai ia mengernyitkan dahinya bingung. Baru kali ini Jin mendengar Hana membicarakan member BTS lainnya dengan nada seperti barusan. Sepengetahuannya, Hana sangat menyayangi para member BTS lainnya. Sampai-sampai ia sendiri sering merasa cemburu ketika Hana lebih memperhatikan dongsaeng-dongsaengnya dibandingkan dirinya yang merupakan namjachingunya.

“Wae? Wae? Neo anbogoshippo?” Tanya Jin bingung.

“Eo! Anbogoshippo!”

“Aigoo, Hana-ya. neo oneul jeongmal waeirae?” Jin sudah kehabisan akal untuk mendesak Hana memberitahu penyebab kelakuannya aneh hari ini.

Baru Jin membuka mulut untuk mendesak gadisnya itu lagi, ponselnya sudah berdering meminta perhatian. Melihat nama sang penelpon, Jin mengurungkan niatnya untuk bertanya pada Hana dan memilih untuk menjawab panggilan telponnya. Ia bergegas menjauh dari Hana untuk menyapa sang penelpon.

“Ne, Taehyungie. Waegeurae?” Hana masih bisa mendengar suara Jin dari ruang tamu saat menjawab telponya.

“Ish! Bahkan dia meninggalkanku untuk menjawab telepon dari Taehyung. Apa aku harus menjadi Taehyung dulu baru dia memperlakukanku dengan manis,” cibir Hana pelan.

Ah, ketemu! Rupanya gadis itu hanya sedang cemburu pada salah satu maknae BTS yang bernama Kim Taehyung atau mungkin lebih dikenal dengan nama V. Gadis itu mengamati bagaimana Jin berinteraksi lewat telepon pada dongsaengnya yang satu itu. Hana jadi kesal sendiri.

“Ya! Kim Taehyung, noona benar-benar kesal padamu,” gerutu Hana pelan sambil masih mengamati Jin.

Merasa diamati, Jin menoleh. Hana menatapnya garang, dan Jin benar-benar bingung. Tadi sepertinya gadis itu sudah cukup normal untuk bisa diajak komunikasi, tetapi sekarang sepertinya setelah ia mengangkat telepon dari dongsaengnya Hana sudah kembali emosi. Lihat saja itu bibirnya yang dipoutkan saat gadis itu sedang kesal dan merajuk. Sejujurnya, menurut Jin itu lucu. Hanya saja menjadi tidak lucu ketika gadis itu mempoutkan bibirnya sambil kembali memotong dengan membabi-buta.

“Taehyungie, hyung tutup telponnya. Mood Hana sepertinya kembali hancur dan hyung sedang tidak mau kehilangan yeojachingu karena kehabisan darah akibat tangannya terpotong pisau. Kkeungo!” Jin menutup panggilan telepon dari Taehyung tanpa menunggu namja itu membalasnya.

Jin berlari dan segera merebut pisau dari tangan Hana. Tindakan Jin kali ini tepat waktu, jari Hana ternyata sudah tergores pisau yang digunakannya. Beruntung hanya tergores dan tidak terpotong. Jin panik melihat darah yang mengucur dari permukaan kulit tangan Hana.

“Pee,” lirih Hana sambil melihat darahnya sendiri mengalir.

“Kan sudah aku bilang, kalau itu berbahaya. Kau mau membuatku kehilangan pacar atau bagaimana, sih?” Jin marah bercampur panic melihat keadaan Hana. Ia memegang pergelangan tanan Hana yang terluka dan menariknya ke bawah aliran air dari keran yang ada di bak cuci piring untuk mencuci lukanya.

“YA! kenapa kau malah marah padaku? Seharusnya aku yang marah padamu, Kim Seok Jin-ssi!” Hana tidak suka melihat Jin marah padanya, seharusnya ia yang marah pada Jin dan bukan sebaliknya. Ia menarik tangannya dengan kasar.

Dan sekarang Hana menangis karena entahlah, karena ia terlalu marah atau karena ia sedih mendengar ucapan Jin yang marah padanya. Yang pasti saat ini air matanya mengalir. Jin kembali panik, padahal ia belum selesai mengobati luka pada tangan Hana.

“Omo! Wae? Waegeurae? Ah, mianhae. Jeongmal mianhae. Aku tidak bermaksud memarahimu barusan,” Jin langsung memeluk Hana panic mendengar isakannya.

Jin bingung, benar-benar bingung sekarang. Tadi gadis itu marah-marah padanya sampai tidak sengaja melukai tangannya sendiri, sekarang gadis itu malah menangis. Jin hanya mengelus punggung Hana, mencoba untuk menenangkan gadis itu.

“Ah, michigetda,” keluh Jin yang benar-benar bingung.

Setelah ia yakin, gadis itu sudah lebih tenang karena tidak lagi terdengar isakan, ia membawa Hana ke ruang tengah dan didudukkan di sofa. Jin meninggalkannya sejenak untuk mengambil kotak obat dan segelas air untuk membantu menenangkannya.

“Wae? Ada apa?” Tanya Jin untuk yang kesekian kalinya malam itu sambil merawat luka Hana yang masih mengeluarkan darah segar, yang sejujurnya membuat Jin mual.

Hana memperhatikan Jin yang membalut lukanya, “Jin, kau suka Taehyung? Atau Jungkook? Atau Namjoon?”

Jin tiba-tiba terbatuk dan menghentikan acara membalut luka gadisnya. Ia menatap mata gadisnya yang sembab karena menangis tadi.

“Mwo? Apa maksudmu? Tentu saja aku suka mereka. Mereka dongsaengku di Bangtan,” ujar Jin bingung.

“Aish, bukan itu. Bukan suka yang itu. Tapi suka ‘suka’,” Jin langsung terkaget-kaget hingga wajahnya sekarang benar-benar mengernyit aneh.

“Ya! kau kira aku sudah tidak normal, eoh?” Jin mengamati wajah Hana. Wajah itu sekarang memerah karena malu setelah mengatakan kalimat yang baru saja ia dengar. Sejujurnya ia sendiri juga bingung kenapa bisa menanyakan hal seaneh itu.

“Habis, kau bersikap seperti itu pada dongsaeng-dongsaengmu. Terutama Taehyung. Aish, sikapmu itu…,” belum sempat Hana menghabiskan kalimatnya, Jin sudah memotongnya lebih dulu.

“Kau cemburu dengan Taehyung?” Tanya Jin lamat-lamat, seakan sedang mempertanyakan kewarasan gadisnya.

“Kau tidak pernah bertingkah manis ketika bersamaku. Dan itu, kau bahkan menggendong Taehyung di depan semua orang. Aku saja belum pernah kau gendong. Itu juga, apa-apaan itu saat fanmeeting di Busan? Kau menggenggam tangan Taehyung selembut itu, kau tidak pernah selembut itu ketika menggenggam tanganku. Ah itu juga, kau bisa-bisanya berlutut pada Namjoon. Kau juga tidak pernah melakukan itu padaku. Kau juga…aah, kau itu terlalu manis pada dongsaeng-dongsaengmu. Bahkan aku tidak pernah kau perlakukan semanis itu. Kau benar-benar mengesalkan, Kim Seok Jin!” Hana akhirnya benar-benar mengatakan penyebab keanehannya hari ini.

Jin menatap kekasihnya itu sejenak sambil mengedipkan matanya beberapa kali, kemudian ia tertawa. Benar-benar tertawa hingga membuat perut dan pipinya sakit bukan main. Ternyata gadisnya itu benar-benar lucu. Ia bertingkah seperti anak usia 5 tahun yang cemburu karena ia tidak dibelikan mainan seperti saudaranya.

“YA!” Hana berteriak kesal dan mempoutkan bibirnya lagi. Jin benar-benar tidak habis pikir bagaimana pacarnya itu cemburu dengan member BTS? Lagipula mereka laki-laki. Hey, dia laki-laki normal yang masih suka dengan perempuan.

“Hahahaha, mian. Kau benar-benar cemburu pada mereka?” Tanya Jin kembali memastikan.

Hana membuang muka kea rah lain, menyembunyikan raut wajahnya yang sudah benar-benar memerah sekarang. Jin tersenyum geli. Ia menghentikan kegiatannya merawat luka di tangan gadis itu dan menangkup wajah gadis itu dalam kedua tangannya yang panjang untuk menghadap ke arahnya.

Diamatinya lekat-lekat rona merah pada wajah gadis itu. ‘Manis’, pikir Jin sambil melihat wajah malu-malu Hana yang mencoba melepaskan wajahnya dari kedua tangan Jin yang rasanya hangat pada pipinya.

“Ya! dengarkan baik-baik. Kau salah jika cemburu pada mereka. Mereka itu hanya dongsaengku. Dan aku melakukan itu hanya untuk bermain-main dengan mereka. Melepas penat dan rasa lelah. Itu hanya bentuk keisengan dan rasa kasih sayang kami pada satu sama lain. Fanservice. Tidak lebih.”

Hana masih menatap mata Jin, menunggu penjelasan lebih lanjut.

“Dan denganmu itu lain. Kau tahu aku cukup ahli dalam bersikap dan berbicara di depan orang lain, bahkan orang baru sekalipun. Dan juga yeoja. Tetapi ketika aku di depanmu, aku merasa seperti anak kecil yang tidak tahu apa-apa. Aku bingung harus bersikap bagaimana di depanmu. Aku ingin melakukan ini, tetapi takut kau tidak suka. Aku ingin melakukan itu, aku takut kau tidak suka. Aku tidak pernah tahu harus bersikap apa ketika didepanmu.

“Aku punya banyak sekali list yang ingin aku lakukan denganmu, tetapi ketika sudah berhadapan dengan dirimu, aku seolah lupa dengan list itu. Aku bingung.”

Jin melepaskan tangannya dari wajah Hana dan duduk di meja tepat di hadapan Hana. Ia memandang gadisnya yang masih mencoba mencerna ucapannya. Gadis itu mengedip-ngedipkan matanya lucu. Membuatnya tampak benar-benar seperti anak perempuan berusia 5 tahun yang bingung dengan apa yang baru saja didengarkanya. Polos. Jin benar-benar suka ketika Hana sudah bersikap polos seperti ini.

“Jadi, kau masih cemburu pada mereka?” Tanya Jin.

Hana membuang mukanya kea rah lain. Ia sudah paham sepenuhnya apa yang baru saja dikatakan Jin. Dan ia sejujurnya tidak lagi merasakan cemburu, hanya saja ia juga ingin Jin memperlakukannya dengan manis. Jin selalu bersikap biasa saja ketika bersamanya, tidak pernah romantis.

“Aku tetap masih iri pada Taehyungie, Jungkookie, Namjoonie, dan semuanya.”

Jin menghela napas pendek, dan dalam hitungan detik tubuh Hana sudah berada dalam gendongannya.

“KYAAAA! YA! KIM SEOK JIN APA YANG KAU LAKUKAN?!!” seru Hana panic saat Jin dengan tiba-tiba menggendongnya ala bridal style. Reflex, gadis itu melingkarkan kedua tangannya pada leher jenjang Jin. Wajah Hana memerah mendapat perlakuan seperti ini.

“Tadi kau bilang masih iri dengan mereka. Sekarang aku menggendongmu seperti yang kulakukan pada Taehyungie,” ujar Jin santai.

“Ya! Jin! Turunkan aku. Ppali!” pinta Hana sambil memukul bahu Jin dengan salah satu tangannya.

“Aku hanya menuruti permintaanmu, saja. Hahaha,” Jin enggan menurunkan tubuh Hana yang terlihat canggung dalam gendongannya. Ia suka sekali menggoda gadis itu saat ini.

Dan ponsel Hana berdering, sebuah panggilan masuk. Mau tak mau, Jin menurunkan Hana untuk bisa mengangkat teleponnya.

“Yoboseyo?” sapa Hana pada sang penelpon tanpa melihat nama yang tertera di layar ponselnya.

“Noona! Kau tidak apa-apa? Tadi Jin hyung bilang noona mau memotong tangan noona sendiri! Noona kau tidak sedang bercanda, kan?” terdengar teriakan suara panic dari salah satu maknae BTS yang berambut orange di seberang sambungan telepon.

“Taehyungie?” Hana memastikan suara itu milik salah satu maknae kesayangannya dan membuat Jin menoleh padanya.

“Loudspeaker,” pinta Jin yang langsung dituruti Hana.

“Taehyungie?” kali ini Jin yang menyapa.

“Eo. Jin hyung, kenapa tadi hyung matikan sambungan teleponnya? Aku panic saat hyung bilang tidak mau kehilangan yeojachingu karena kehabisan darah dan tangan terpotong. Noona tidak sedang ingin bunuh diri gara-gara Jin hyung, kan?” suara Taehyung benar-benar terdengar cemas, terdengar kasak-kusuk di belakangnya.

“Ah, keuge. Mian, dia sedang…,” belum sempat Jin menyelesaikan kalimatnya, suara lain sudah terdengar dari seberang sana.

“Noona, kau tidak apa-apa? Apa Jin hyung menyakitimu? HYUUNG, hyung apakan noonaku?” kali ini suara Jungkook yang terdengar.

“Noona, apa kami harus ke apartemenmu? Ah, tapi ini manager hyung benar-benar mengurung kami di dalam gym. Ah, michigetda. Noona tidak apa-apa? Apa Jin hyung ketahuan selingkuh?” kali ini Jimin, salah satu partner in crime dari sang maknae, Jungkook , yang terdengar panic.

“Noona, kami bisa kabur dan ke tempat noona sekarang. Ah, ya! Namjoonie kenapa kau memukulku? Ya!” kali ini Suga yang terdengar khawatir.

“Noona, gwaenchanhayo? Noona, noona benar-benar membuat kami semua khawatir. Jin hyung juga mematikan ponselnya. Noona tahu, dari tadi kami menggedor-gedor pintu gym supaya kami diperbolehkan ke tempat noona,” Rapmon terdengar putus asa.

“Ya! Park Jimin, aku juga mau bicara dengan noona!” suara J-Hope yang sepertinya bertengkar dengan Jimin karena Jimin membawa ponsel Taehyung.

“Jimin-a! kembalikan ponselku! Aku belum selesai bicara dengan noona,” kali ini suara Taehyung yang terdengar.

Hana menatap Jin yang tersenyum mendengar pertengkaran kecil dongsaeng-dongsaengnya di seberang sambungan telepon yang tidak selesai-selesai.

“Kau dengar sendiri? Mereka mengkhawatirkanmu, tahu? Jadi, kau tidak lagi cemburu pada mereka, kan? Dan satu lagi. Aku ini namja, Jung Hana. Aku tidak mungkin membuatmu cemburu dengan namja-namja gila seperti mereka,” untuk kalimat terakhir sepertinya terselip nada tersinggung yang membuat Hana ingin tertawa.

“Hahaha, arro. ARMY membuat couple dengan tokoh kau dan beberapa member BTS lainnya. Aku jadi mau tidak mau merasa was-was kalau itu benar-benar terjadi. Beberapa video, fanfiction, dan foto juga, mereka suka sekali memasang-masangkanmu dengan Taehyung, Namjoon, Jungkook, dan Jimin. Aku tidak suka,” penjelasan itu benar-benar membuat Jin bingung. Bisa-bisanya gadisnya itu cemburu pada seorang namja.

“Ya! aku masih normal, Jung Hana! Berhentilah mengikuti hal-hal seperti itu.” seru Jin.

“Arro. Mian,” ujar Hana terkekeh.

“Noona! Hyung! Noona benar tidak apa-apa?” Suara Jimin meminta perhatian.

“Gwaenchanha, Jiminie. Noona hanya tergores sedikit,” ujar Hana sudah seperti biasanya. Nada suaranya pada Jimin sukses membuat Jin yang kali ini bertingkah sebagai pacar yang cemburu.

“Jeongmal? Dahaengida!” sontak semua member menyerukan kalimat yang sama membuat Hana terkekeh kecil, senang dengan perhatian dari member BTS.

“Jadi, Jin hyung tidak selingkuh? Ah, kukira noona marah dan ingin bunuh diri karena Jin hyung ketahuan selingkuh,” Imajinasi V benar-benar mengerikan di telinga Hana.

“Ani. Dia memang selingkuh,” ujar Hana yang disambut teriakan di seberang sana dan tentu saja lirikan maut dari Jin.

“Jinjja noona?” Tanya J-Hope sepertinya meragukan pernyataan Hana barusan.

“Eo. Dia selingkuh dengan dongsaeng-dongsaengnya di Bangtan. Dia selingkuh dengan kalian, neo arro?”

“Jinjja? Ah, eeeiiiii,” member Bangtan yang tadinya tidak sadar bahwa diri mereka yang sedang dipermasalahkan akhirnya sadar dan berseru ramai di seberang sana.

“Eiii, noona cemburu pada kami? Maldo andwae. Noona, kami masih normal. Lagipula kalaupun kami sudah tidak normal, kami juga tidak akan memilih Jin hyung. Aku tidak suka namja yang suka warna pink,” keluh Rapmon yang langsung disambut teriakan Jin.

“Noona, saranghaeyo,” tiba-tiba terdengar suara Jungkook dari seberang telepon menghentikan keributan yang mereka ciptakan. Jin terkejut sampai wajah anehnya kembali terlihat, sedangkan Hana hanya menanggapinya santai sambil menggumamkan ‘aku tahu’.

“Noona, nado! Nado saranghaeyo noona!” Jimin terdengar tidak mau kalah.

“Noona, aku juga! Noona saranghamnida!” Rapmon, Suga, Taehyung, dan J-Hope tidak mau kalah dalam menyuarakan bahwa mereka menyayangi pacar madhyung mereka. Sementara itu Hana hanya tertawa menanggapi pernyataan cinta para member BTS itu.

“YA! adeul-ah!aish! YA! kalian bilang saranghae pada pacarku,” keluh Jin frustasi mendengar semua pengakuan membernya itu.

“Jin hyung, saranghaeyo!” kali ini suara V yang terdengar.

“Ah, uri Taehyungie. Nado saranghae,” balas Jin pelan, membuat Hana kembali terbakar cemburu.

“YA! Kim Taehyung! Kau bilang saranghae pada namjachinguku! Aish, ya! Kkeungo!” Hana langsung mematikan sambungan telepon dan memandang Jin kesal.

“Wae?” Tanya Jin berpura-pura bingung. Ia sangat pandai berakting seperti ini, benar-benar menunjukkan tempatnya menuntut ilmu dulu di jurusan seni peran.

“Neo! Kau bisa-bisanya bilang ‘saranghae’ pada Taehyung di depanku,” keluh Hana sambil memalingkan wajahnya.

“Kau juga bisa-bisanya menerima 5 pernyataan cinta namja di depanku,” Jin tidak mau kalah.

“Tapi aku kan tidak mengatakan ‘saranghae’ pada mereka. Kau yang mengatakan kata itu pada Taehyung,” Hana kembali unmood.

“Aigoo, harus berapa kali aku katakan, aku ini namja normal, chagiya. Aku masih suka perempuan,” ujar Jin putus asa, dan tiba-tiba ia mendapatkan sebuah ide nakal yang entah datang darimana.

“Chagiya~,” panggil Jin. Suaranya benar-benar membuat bulu kuduk Hana merinding seketika.

“W..wa..wae?” Hana tidak bisa menyembunyikan perasaan merinding itu.

“Kau masih tidak percaya aku ini masih normal?” Tanya Jin, kali ini nadanya sedikit menantang.

“Kau baru saja bilang ‘saranghae’ pada seorang laki-laki,” ujar Hana masih tidak mau memandang Jin.

Seperti sebelumnya, tiba-tiba tubuh Hana sudah berada dalam gendongan Jin.

“Ya!” Hana reflex memeluk leher Jin karena tidak ingin terjatuh.

“Wae? Kau bilang tidak percaya kalau aku ini masih normal,” ujar Jin sambil tersenyum menggoda Hana yang wajahnya sudah memerah.

“Mw..mwol?”

“Aku hanya ingin membuktikan kalau aku ini masih namja normal yang tertarik pada perempuan,” Jin langsung membawa Hana masuk yang membuat Hana sontak berteriak, berontak, dan menendang-nendangkan kakinya meminta turun dari gendongan Jin.

Dan kecemburuan tidak logis dari seorang Jung Hana berhenti disitu, meninggalkan 6 member BTS yang masih terkunci di ruang gym sambil berspekulasi tentang tingkah Jin dan Hana yang menurut mereka absurd.

 

“Dasar Jin babo! Pinggangku sakit gara-gara kemaren.” Hana mengelus pinggang bagian belakangnya yang terasa ngilu ketika berjalan.

Ia menatap tkp tempat kejadian menyebalkan itu terjadi. Lantai dapur.

[Flashback]

Jin membawa Hana masuk sambil menggendongnya ala bridal style. Hana tetap meronta-ronta dalam gendongan Jin yang sebetulnya nyaman. Tetapi kegiatan keduanya terhenti saat mereka merasakan indera penciumannya mendeteksi aroma aneh.

“Jin, kau belum mandi?” Tanya Hana yang langsung dibalas tatapan tajam dari Jin yang artinya tidak mungkin.

“Lalu bau apa ini?” Tanya Hana sambil menatap Jin bingung.

“Sepertinya asalnya dari dapur,” Jin memandang dapur yang kini sudah mengeluarkan asap tipis.

Hana dan Jin saling pandang. Dengan segera Jin berlari sambil menggendong Hana menuju dapur. Benar saja, sumber bau aneh itu datang dari dapur.

“MASAKANKUUU! Jin, turunkan aku, ppalli!” seru Hana dan dengan bodohnya Jin menurunkan Hana begitu saja hingga Hana terjatuh di lantai dapur.

“JIN BABOOOO!” teriak Hana mendapati namjachingunya bertindak bodoh.

[Flashback end]

Hana sekarang harus merasakan sakit ketika ia berjalan dan itu gara-gara kelakuan seorang Kim Seok Jin yang tiba-tiba menjadi bodoh sesaat kemarin.

“Awas kau Kim Seok Jin!” Hana mengelus-ngelus pinggangnya yang terasa ngilu.

About fanfictionside

just me

26 thoughts on “FF oneshot/ JELOUSLY/ BTS-BANGTAN

  1. hhahaha seru-seru.. kocak bangetlah kkk~ anak bangtan emang pada gila yaaa?? kkk~ kim seok jin.. aku padamu..🙂 nice story!! daebak..

  2. Hwoooo jin suka dah ama karakter nya di ni ff
    Keren thor ff nya suka jalan cerita nya keren
    Thor
    Anak2 bts dasar absrud bikin ketawa
    Hwaiting thor

  3. Pas baca ff ini… sebenernya aku pengen ketawa ngakak, tapi aku sadar kalo udah tengah malemㅡ.ㅡkarna takut ngebangunin ortu yg udh tidur, alhasil aku cuma bisa senyum2 sendiri & ketawa dalam hati/?/ xD

  4. ih enakx mi jdi pacar salah satu member BTS.bsa kenal dan di prhtiin dgn anggota yg lain……
    apa lagi kalo sama jimin/suga?

  5. wkwkw ngakak :v anak-anak bangtan lebay nya minta ampun … ke kunci di gym wkwkw
    ini lagi si Hana cemburu nya berlebihan wkwk eyy itu kirain si Jin mau ngapain gendong Hana, duhh yeoja nya malah dijatohin di lantai gitu :v
    kocak kocak..

    keep writing !

  6. aihh…. so sweet banget😀
    Taehyung Oppa lucu bgt waktu bilang saranghae ke Jin Oppa ^^
    Ddaebak! FF nya seru thor🙂

  7. Seruuuuuu akuuuu sukaa bgtttttt
    Kocak xD aku suka cara nulis author yg simple dan mudah dimenegerti
    Haha ni ff juga nyadarin aku nih.. kadang aku juga sepihak sm hana yg cemburu klo member pada di couplelin gtu xD /yah malah curhat/
    kwwk daebak :3
    Member bantang plus jinnya kawak deh hahaaa
    Fighting thor!^^

    • wkwkwk…makasiiiiih banyaaaak *deep bow bareng jin*
      aku juga sih, apalagi yg di couple2-in itu taejin…aku cemburu sama v😦

      makasiiih banyak sekali lagi ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s