FF oneshot/ FALLIN’ IN LOVE/ EXO


TITLE : Fallin’ In Love?
AUTHOR : SooMiracle

 

Staring :

Byun Baekhyun (EXO) | Lee Ahjung (OC)
Genre :

Romance | Fluff

Length :
Oneshot

Summary :

“Aku tidak tahu, tapi perasaan ini makin menggila setiap saat”

tumblr_n6qr9msNx11riav2to1_500

.

.

.

.

Hari ini, hari Senin 5 Mei 2014

 

Aku Lee Ahjung, 16 tahun dan bersekolah di Hanguk Internasional High School. Bukan, bukan! Aku bukan sedang membuat biodata bodoh untuk melamar sebuah pekerjaan freelance. Aku hanya sedang terjaga di malam hari. Terhitung sekarang jam wekerku sudah menunjukkan pukul 22.15 KST.

 

Aku tidak bisa tidur malam ini. Jadi aku memutuskan untuk duduk didepan komputer hitam kesayanganku dan menulis sebuah curhatan.

 

Ehm, jadi begini. Aku tidak tahu sejak kapan perasaan aneh ini muncul, tapi yang jelas ini sangat menggangguku. Rasanya perutku seperti dikoyak-koyak hingga ingin muntah, dan kadang ini terasa geli seperti jutaan kupu-kupu masuk kedalam perutku dan beterbangan seenaknya. Sungguh! Aku tidak mengerti ada apa denganku.

 

Biasanya tidak seperti ini. Tidak pernah seperti ini meskipun aku melihat lelaki tampan lewat didepan mataku. Tidak seperti ini meskipun yang lewat didepan mataku adalah Mark Tuan GOT7.

 

Ini berbeda dari biasanya! Sungguh.

 

Lelaki itu Byun Baekhyun. Setingkat diatasku. Kakak kelasku. Seniorku. Tidak ada rasa simpati sedikitpun yang pernah aku rasakan saat pertama kali melihatnya. Bagiku, dia biasa saja. Seperti kakak kelasku yang lainnya. Terkecuali setelah tiga bulan aku melihatnya dan ‘sedikit’ mengamati tingkahnya. Dia itu aneh, freak!

 

Sungguh, aku baru melihat spesies manusia seperti dia. Lelaki itu bisa dikategorikan pendek dikalangan lelaki, -oke, dia masih lebih tinggi dariku yang hanya 162cm- saat awal melihatnya, rambutnya berwarna coklat karamel dengan model cepak yang wajar. Matanya selalu dikhiasi eyeliner, yang membuatku sedikit ilfeel kala itu. Giginya putih bersih dan sangat rapi, aku sering melihatnya karena kebiasaannya yang selalu nyengir didepan siapapun. Kepribadiannya yang terlampau ceria sangat berbanding terbalik dengan aku yang cenderung kalem dan bicara seperlunya. Dia dan kawannya itu sangat amat berisik! Dan bisa dikatakan, Baekhyun adalah oknum utama pembuat keributan saat jam istirahat di kantin.

 

Entahlah, itu semua awalnya biasa saja dan sangat wajar bagiku.

 

Hingga akhirnya pada dua bulan terakhir ini, aku merasakan hal yang aneh terjadi padaku. Setiap dia lewat didepanku, aku selalu merasakan geli yang berlebihan di perutku, lalu jantungku selalu terpompa tidak wajar, dan darahku seperti berdesir dengan cepat hingga rasanya pipiku selalu memanas tanpa alasan yang jelas.

 

Apa itu karena sekarang dia terlihat sangat keren? Ya, itu harus kuakui, belakangan ini Baekhyun nampak merubah gaya rambutnya. Warna rambutnya jadi hitam tapi masih dengan model cepak, hanya saja ia membiarkan poninya memanjang dan menghalangi sebagian matanya. Kulitnya jadi semakin putih dan itu tidak wajar untuk ukuran seorang lelaki. Pembawaannya masih berisik dan urakan tapi itu malah membuatku tidak bisa berhenti tersenyum saat menatapnya. Satu lagi tambahan untuk sifatnya! Dia itu konyol dan tidak pernah gagal membuat seseorang tertawa.

 

Sekarang yang menjadi permasalahan, kenapa aku seperti menjadi salah satu dari rombongan gadis gila itu? Iya! Mereka yang selalu memandang Baekhyun dengan tatapan memuja dan selalu menyelipkan sepucuk surat cinta pada lokernya dengan warna pink menjijikkan yang sangat aku benci. Well, aku bukan salah satu dari mereka yang menyelipkan surat cinta! That’s really not Ahjung’s style.

 

Serius! Aku tidak pernah merasakan hal seperti ini semenjak menjadi siswi SMA. Yang ada dipikiranku hanya belajar dan belajar. Tidak ada hal lain!

 

Lagipula, aku ini orangnya malas bicara, bicara saja malas apalagi naksir seseorang. Jadi tidak ada yang namanya naksir Byun Baekhyun! Eh- tunggu! Apa aku baru saja menulis ‘naksir Byun Baekhyun’? OH TIDAAAAK!  Ini hanya kesalahan teknis. Aku mungkin tadi keseleo saat mengetik! Iya itu!!

 

Astaga, aku sudah mulai gila. Sepertinya aku harus segera menghentikan acara curhatku malam ini, karena ini sudah terlalu larut untuk curhat dengan komputer kesayanganku. By the way, mungkin perasaan pada Byun Baekhyun ini hanyalah ilusi. Atau hanya sekedar kagum, bukan naksir ataupun suka atau apapun itu!

 

Baiklah, baiklah, sampai jumpa!

 

Oh tidak, aku baru saja melihat kalender, dan menyadari kalau besok itu tanggal 6 Mei!! Artinya…. Besok ulang tahun Baekhyun!! Astagaaa… Kenapa aku tiba-tiba panik? Apa aku gila? Untuk apa aku panik!!? Yaampunnn… Sudahlah… Selamat malam!!

 

 

Aku berjalan di koridor dengan langkah tenang. Ya, seperti biasanya tentu saja. Beberapa siswi perempuan sepertinya hari ini terlihat tergesa-gesa. Mereka menggenggam kado dengan bungkus warna yang rupa-rupa. Ugh, dan warna pink itu benar-benar mengganggu penglihatanku.

 

Seseorang dari belakang tiba-tiba saja menubruk pundakku dan membuatku agak oleng. Ck, masih gadis yang terburu-buru. Ada apa sih dengan mereka semua. Apa sekarang hari valentine? Atau white day? Kurasa bukan.

 

“Ahjung-ah!”

 

Aku menoleh ketika mendengar namaku dipanggil. Ah, itu Heeji Eonnie. Kakak kelasku yang lumayan dekat denganku.

 

“Eoh, Eonnie”

 

“Pagi ini kau terlihat santai”

 

“Bukankah biasanya juga seperti ini?”

 

“Tidakkah kau ingin memberikan kado seperti para gadis itu?” Heeji Eonnie menyenggol pundakku dengan seringai jahilnya. Aku hanya menggaruk tengkukku tidak mengerti.

 

“Aku tidak mengerti”

 

“Baekhyun! Ulang tahun Baekhyun!”

 

Ah! Astaga… Aku baru ingat. Sebentar… Kenapa Heeji Eonnie seperti menggodaku kalau aku suka pada Baekhyun?! Tidak mungkin!!

 

“Lalu?”

 

“Hahahaha kukira kau juga salah satu fansnya. Baiklah, kalau begitu aku duluan oke? Bye!”

 

Aku membalas lambaian Heeji Eonnie yang perlahan mulai menghilang di tikungan. Aku menghela nafas lega. Ah.. Kukira dia tau aku memiliki ‘sedikit’ ketertarikan padanya. Aisssh aku bisa gila!

 

Apa aku juga harus memberikan kado? Tapi apa? Dekat saja tidak. Pernah ngobrol saja tidak. Mau ditaruh dimana wajahku yang imut ini!

 

 

“Ahjung-ah~”

 

“Hentikan merajuk padaku Tao-ya”

 

“Aku bukan merajuk!”

 

“Lalu tadi itu apa?”

 

“Aku hanya memohon padamu!”

 

“Sama saja”

 

“Pokoknya tolong berikan surat ini pada Heeji Nuna~ Kumohon~ Kau sahabatku satu-satunya”

 

“Minggu lalu kau mengatakan hal yang sama pada Min Ah kalau dia adalah sahabatmu satu-satunya hanya karena kau minta dikerjakan pr fisika. Yang benar saja”

 

“Astaga Lee Ahjung! Ini beda cerita!! Ini masalah perasaan kau tahu~”

 

“Aku tahu”

 

“Lalu kenapa kau tidak mengabulkan permintaan sahabatmu yang tampan ini?”

 

“Enyah saja kau panda wushu!! Kau membuat kesabaranku habis!!”

 

“Makanya, berikan ini pada Heeji Nuna, lalu aku akan berhenti mengganggumu”

 

Aku menatap Tao yang menatapku dengan tatapan puppy-eyes menyebalkannya. “Kau benar-benar tidak gentle untuk ukuran lelaki. Kenapa tidak mengatakan secara langsung saja?” desahku kesal.

 

Tao mengangkat bahunya seolah tak peduli “Setiap lelaki punya style masing-masing dalam menyatakan perasaannya”

 

“Baiklah, mana suratnya?”

 

“YEAY!! Ini!”

 

“Ck, berhenti memelukku, kau menggelikkan”

 

 

Aku tidak menghiraukan tatapan sinis para senior yang sengaja memasang tampang masam pada seorang junior sepertiku. Aku tahu maksud mereka hanya ingin membuatku segan pada mereka. Yang benar saja, apa salah aku berjalan di koridor kelas 12? Ini sekolah bukan milik mereka, kenapa harus so’ meraja sih? Tidak lucu.

 

Aku berhenti di kelas 12-3. Kelas Heeji Eonnie. Seperti yang kalian tahu, tujuanku kesini adalah untuk memberikan surat titipan Tao. Sungguh geli rasanya, dia lelaki tapi menyatakan perasaan dengan cara tidak laki. Oh ya.. Aku malas ke kelas Heeji Eonnie. Dia sekelas dengan Baekhyun. Dan itu artinya ada kemungkinan aku bertemu dengannya. Dan kalau bertemu dengannya tubuhku akan bersikap tidak wajar. Oh damn!

 

Aku melongokkan kepalaku kedalam kelas itu dan langsung menemukan sosok Heeji Eonnie yang tengah duduk dimeja kedua sambil mendengarkan lagu dengan headseatnya.

 

Aku bingung. Apa aku harus memanggilnya? Tapi nanti kalau terlalu keras malah jadi bahan tontonan anak kelas 12. Tapi kalau aku tiba-tiba masuk juga tidak sopan, kan.

 

“Eon-” Ucapanku terpotong saat sebuah badan yang lebih tinggi dariku tiba-tiba saja menghalangi pandanganku pada Heeji Eonnie.

 

“Maaf ak-” Lagi-lagi ucapanku terpotong saat orang yang berdiri didepanku ternyata Byun Baekhyun! ASTAGA! Aku kaget sekali!!!

 

“Ya?” Dia menatapku, seperti menungguku yang mau mengatakan sesuatu.

 

Jadi, dengan kikuk aku menatapnya “Itu.. Aku ada perlu dengan Heeji Sunbae”

 

“Oh, itu dia disana!”

 

“Iya, tapi, sunbae bisa tolong panggilkan?”

 

“HEEJI-YA!!! INI ADA YANG MENCARIMU!!”

 

Dengan refleks seluruh kelas menatap Baekhyun dan aku secara bergantian. Termasuk Heeji Eonnie.

 

Ah astaga ini memalukan.

 

“Oh, Ahjung-ah?”

 

 

“Surat? Surat apa?”

 

“Buka saja”

 

“Surat cinta?”

 

“Ya seperti yang Eonnie lihat”

 

“Astaga, aku baru pertama kali mendapat yang seperti ini. Biasanya Baekhyun yang mendapat benda semacam ini”

 

Aku nyaris tersedak oleh salivaku sendiri ketika nama Baekhyun tiba-tiba saja disebut.

 

“Tao? Huang Zitao? Siapa dia?”

 

Aku terkekeh dengan pertanyaan yang muncul dari Heeji Eonnie “Kau tidak tahu?”

 

Heeji Eonnie menggeleng.

 

“Dia idola baru di kelas 11 masa tidak tahu”

 

“Serius. Lagipula, aku tidak tertarik dengan adik kelas”

 

“Kasihan sekali Tao, dia ditolak mentah-mentah.”

 

“Bukan begitu. Lagipula, aku sudah punya kekasih. Tolong katakan padanya”

 

“Benarkah? Astaga kasian sekali dia. Siapa orang itu Eonnie?”

 

“Jangan bilang siapa-siapa ya,”

 

“Ehm”

 

“Minseok Sonsaengnim”

“APA?!! Astaga eonnie………..”

 

“Hehehehe tipeku tidak begitu kolot kan”

 

“Iyasih, tapi kan engga guru juga!”

 

“Dia hanya beda 2 tahun kok”

 

“Tetap saja, ini semacam forbidden love! Lebih baik dengan Tao!”

 

“Tao manasih, aku tidak tahu, lagipula Minseok Sonsaengnim itu imut, aku suka padanya! Sangat suka~”

 

“Astaga..”

 

 

“Dia tidak menerimaku?!”

 

“Dia punya pacar”

 

“Siapa??!”

 

“Tidak tahu” aku mengangkat bahu berbohong.

 

“Mungkin saja dia bohong!”

 

“Tidak. Dia jujur”

 

“Tapi… Aku tidak pernah lihat Heeji Nuna dengan seorang lelaki!!!! Arrrggghh aku patah hati!!!” Tao berlari keluar kelas sambil membanting pintu dengan frustasi. Kasihan anak itu.

 

Min Ah yang sedang memasukkan bukunya kedalam tas menatapku heran. “Ada apa dengannya?”

 

“Masalah hati”

 

“Ditolak?”

 

“Begitulah”

 

“Kasihan” Ucap Min Ah dengan nada ironi berlebihan. Aku terkekeh kemudian menepuk pundak Min Ah bermaksud untuk pamitan. Dengan langkah santai aku melangkah keluar kelas.

 

 

Aku membuka lokerku dan mendapati secarik surat dengan coklat terjatuh dari persinggahannya. Dengan heran aku mengambil dua benda yang jatuh disamping kakiku.

 

Aku membuka surat itu dan beginilah isinya :

 

Kukira kau tahu

 

Hanya itu. Dan anonim.

 

Aku tidak pernah mendapati surat dilokerku. Tidak pernah. Karena aku tahu aku tidak mungkin mempunyai penggemar rahasia. Oh ayolah, gadis malas bicara sepertiku tidak mungkin mudah dihafal orang.

 

Tapi, masa bodoh lah. Aku suka coklat dan aku akan memakannya dari siapapun ini. Lagipula, coklatnya tidak terlihat mencurigakan dan tidak terlihat beracun.

 

DAGG!

 

Aku menoleh pada sebuah loker yang baru saja terdengar tertutup. Oh damn! Aku mendapati Byun Baekhyun menutup lokernya dengan keras.

 

Aku yang baru saja memasukkan coklat kedalam mulutku membatu seketika. Nah, kan. Perasaan ini muncul lagi.

 

Baekhyun terlihat menyampirkan tasnya kemudian hendak berbalik. Tapi sama halnya sepertiku, ia tiba-tiba saja membatu ditempat.

 

Seakan ada sengatan listrik diseluruh tubuhku. Aku merasa sekujur tubuhku menghangat. Padahal aku tidak membawa jaket, dan diluar sedang hujan.

 

Dengan penuh sopan santun aku sedikit membungkuk sambil mengunyah coklatku dan bermaksud untuk segera pergi dari hadapannya. Bukan apa-apa tapi aku seperti mau pingsan.

 

GREB!! 

 

Saat hendak berbalik sebuah tangan tiba-tiba saja menarikku, aku menoleh dan mendapati Byun Baekhyun yang melakukan itu. Tanpa aba-aba dia langsung menghempaskanku ke loker dengan keras hingga menimbulkan suara ‘trang’ yang tidak merdu.

 

Jantungku bertalu-talu dan aku tidak bisa menahan agar suaranya tidak terdengar. Astaga… Apa ini mimpi? Tapi kenapa rasanya sakit saat aku dihempaskan ke loker? Kalau ini bukan mimpi, atas dasar apa seorang Byun Baekhyun tiba-tiba saja melakukan semua ini padaku? Kita bertegur sapa saja tidak pernah!

 

“Ad- ada apa Sunbae?”

 

Tatapan Baekhyun menelisik mataku dan membuatku seperti akan mimisan dalam beberapa detik terakhir. Atau mungkin aku akan mati dan jasadku akan disemayamkan malam ini juga. Astagaaaaa… Dia tampan sekali dalam jarak pandang ini. Bahkan rasanya aku tidak bisa merasakan kaki-kakiku menapak.

 

Kedua tangan Baekhyun tiba-tiba saja mengunciku, ia menumpukannya di loker disebelah kepalaku. Aku akan mati. Ah mati.

 

“Kau tahu hari ini tanggal berapa?” Suaranya terdengar sangat merdu dan serak. Astaga aku tidak bisa menahannya…. Aku seperti akan pipis ditempat.

 

“Apa?” Bukan, bukan karena aku tidak mendengar dia berbicara apa, tapi aku tidak bisa mengontrol sarafku hingga yang aku jawab malah tidak nyambung.

 

Dia masih menatapku, merasa jawabanku bukan jawaban yang dia inginkan.

 

“Eung, tanggal 6, Sunbae”

 

“Lalu?”

 

“Lalu?” Aku malah balik bertanya bodoh.

 

Dia diam saja, matanya malah terus terusan bermain menelisik seluruh wajahku. Astaga.. Apa diwajahku menempel sesuatu? Atau aku sangat kucel hari ini? Ini akan sangat memalukan jika memang benar.

 

“Eung Sunbae, se-sebenarnya ada apa?”

 

“Jawab aku dulu”

 

“Iya, aku sudah jawab”

 

“Apa?”

 

“Tanggal 6”

 

“Lalu?”

 

Aku kembali diam. Berfikir keras. Apa sebenarnya yang dia inginkan?

 

Ah! Apa yang dia maksud… “Ulang tahun Sunbae?”

 

Terlihat bibirnya seperti menyunggingkan senyum tipis. AAAAA~ Tampan sekali!! Aku seperti baru melihat senyumnya ini~ AAAAA~ Duniaku hancur porak poranda~~~

 

“Kau tahu itu ternyata,”

 

Dia masih tidak melepaskan kunciannya. Tetap menatapku dalam jarak pandang 15 sentimeter.

 

“Lalu, mana hadiahku?”

 

“Hadiah?”

 

“Hmm” Dia menggumam merdu. AAAAAAAAAAA hei kalian Baekhyunstan diluar sana! Kalian pasti akan sangat iri padaku hari ini!

 

“Apa Sunbae mengharapkan hadiah dariku?”

 

“Apa Heeji tidak mengatakannya padamu?”

 

Heeji Eonnie?

 

Ah~ Aku jadi ingat ucapannya tadi pagi.

 

“Dia… Mengatakannya… Secara tersirat”

 

“Aish, dasar bocah itu”

 

Aku diam. Sebentar. Apa Baekhyun mengenalku selama ini? “Apa Sunbae mengenalku?”

 

“Kau tidak mengenalku?”

 

“Tentu aku kenal Sunbae”

 

“Aku siapa?”

 

“Byun Baekhyun”

 

DAN LAGI! Baekhyun tersenyum padaku, sebelah tangannya terangkat dan mencubit pipi tirusku! ASTAGAAAA~ APA INI MIMPI?!!

 

“Kau lucu, Ahjung-ah”

 

“Kau tahu namaku?”

 

“Tentu”

 

“Tapi.. Bagaimana bisa..”

 

“Semua bisa terjadi begitu saja”

 

“Hah?”

 

“Jadi.. Mana hadiahku?”

 

“Aku menyesal Sunbae. Aku belum mempersiapkannya. Aku akan membawanya besok kalau kau memberiku kesempatan”

 

“Aku tidak akan memberikan kesempatan karena besok sudah bukan ulang tahunku”

 

“Eung.. Jadi.. Bagaimana..”

 

“Aku akan mendapatkannya hari ini”

 

“Apa?”

 

Tiba-tiba saja Baekhyun mempersempit jarak diantara kita dan tangan kanannya merengkuh pinggangku supaya mendekat kearahnya. Aku bisa merasakan deru nafasnya dalam jarak sedekat ini. Dan sedetik kemudian aku merasakan kehangatan menjalar keseluruh tubuhku. Bibir Baekhyun menekan lembut pada bibirku, dan aku merasa mataku berkunang-kunang saking kagetnya.

 

Yang benar saja. Apa ini benar-benar bukan mimpi?

 

Hidung kami bersentuhan dan tangan kiri Baekhyun yang bebas menggiring tanganku supaya melingkar ke lehernya. Ia terus menekan bibirku hingga kepalaku terdorong dan terantuk berkali-kali pada loker dibelakangku. Bibir Baekhyun terus bergerak dan bermain di bibirku, menekan dan menghisap hingga rasanya aku lupa cara bernafas.

 

Gigitan pelan giginya pada bibirku membuatku merasa melayang dan kegelian disekitar perutku.

 

Aku mendorong Baekhyun karena kehabisan nafas, aku merasakan basah disekitar bibirku, dan bibir Baekhyun juga terlihat lembab. Ia tersenyum kemudian kembali mendekat padaku, memberikan sekali lagi kecupan singkat tapi menekan pada bibirku.

 

“Aku sudah mendapatkan hadiahku, jadi kau tak punya hutang padaku”

 

 

Baekhyun dan kawannya tengah bercanda gurau di kantin dan membuat seluruh ruangan penuh akan suara tawa dari mereka berlima.

 

“Aku tidak percaya cinta pada pandangan pertama!”

 

“Yang benar saja Byun Baekhyun, kau pasti pernah merasakannya!”

 

“Tidak! Dan tidak akan pernah”

 

“Ck, munafik, kita lihat saja siapa yang menjilat ludahnya sendiri hahahaha”

 

“YA! PARK CHANYEOL!”

 

Kyungsoo tiba-tiba saja datang menghampiri kumpulan mereka “Maaf aku terlambat, aku mengerjakan tugas dulu”

 

“Lihat ini, Kyungsoo jadi seorang yang rajin ternyata”

 

“Bukan begitu, tadi aku dicegat ketua kelas saat akan kabur! Jadi terpaksa aku harus mengerjakan 50 soal bahasa inggris sampai selesai, huh menyebalkan memang benar-benar”

 

“Ahjung lagi?” Tao bersuara.

 

“Siapa lagi”

 

“Ahjung?” Baekhyun merasa asing dengan nama yang baru saja mereka sebutkan.

 

“Itu teman sekelasku dan Tao, dia itu menyebalkan sekali, mukanya sangat datar! Selalu marah-marah dan kalau bicara seperlunya! Tidak pernah mencerminkan sosok perempuan!” Keluh Kyungsoo.

 

“Tidak seburuk itu sih, kadang dia membantuku mengerjakan tugas”

 

“Itu karena kalian dekat, Tao-ya. Huh, aku harap nanti kelas 11 aku tidak sekelas dengan anak itu!”

 

“Yang mana sih orangnya” Baekhyun nampak penasaran.

 

“Nah, kebetulan, itu dia datang~” Tao menunjuk seorang gadis yang baru saja masuk kedalam kantin. 

 

Gadis itu berambut hitam sebahu, berponi tirai dan sedikit acak-acakan, raut wajahnya datar dan tegas, matanya sayu dengan bola mata kecoklatan, tubuhnya kurus dan pipinya tirus, tingginya standar untuk ukuran perempuan, kulitnya tidak terlalu putih tapi juga tidak coklat.

 

Dan entah kenapa, tiba-tiba saja, pandangan sekitar Byun Baekhyun terlihat blur dan hanya terfokus pada gadis itu seorang. Ia tidak pernah melihat sosok seperti Ahjung seblumnya. Setiap gadis yang ia tatap selalu saja menampilkan pandangan ketertarikan kepada Baekhyun. Dan itu tidak nyaman. 

 

Tapi Ahjung, saat tatapan mereka tiba-tiba saja bertemu dalam beberapa detik, pandangan Ahjung datar dan tidak bersemangat. Terkesan biasa saja hingga gadis itu terlebih dahulu mengalihkan pandangannya.

 

“Kurasa, aku baru saja menjilat ludahku sendiri”

 

 

“Heeji-yah”

 

“Eoh, Baekhyun-ah. Kenapa?”

 

“Kau kenal Ahjung?”

 

“Lee Ahjung?”

 

“Ya, kurasa begitu”

 

“Kenapa?”

 

“Sepertinya, aku tertarik kepadanya”

 

“Wohoooo~ Siapa ini? Apa ini benar-benar Byun Baekhyun??”

 

“Aissssh berhenti menggodaku”

 

 

“Besok ulang tahunku”

 

“Lalu?”

 

“Tolong bilang pada Ahjung”

 

“Ck, dia tidak pernah tertarik pada lelaki”

 

“Setidaknya coba saja,”

 

“Malas~”

 

“Heeji-yah!”

 

“Apa lagi?”

 

“Baiklah, bilang saja pada Ahjung kalau dia harus memberiku kado!”

 

“Kau ini ya, dia kenal padamu saja masih kuragukan!”

 

“Kumohon~~~~~”

 

“Berhenti menatapku dengan tatapan seperti itu”

 

“Heeji-yaaaaaah”

 

“AISSSSH BAIKLAH!!”

 

 

“Jadi Eonnie tahu kalau Baekhyun menyukaiku?”

 

“Yup, sudah lama”

 

“Kenapa tidak bilang~”

 

“Tidak akan seru”

 

“Ck, menyebalkan”

 

“Hehehehe, aku hanya ingin melihat apa kau menyukai Baekhyun juga atau tidak”

 

“Aku tidak pernah menunjukkan ketertarikan ku secara nampak”

 

“Tapi sepertinya kalau pada Baekhyun nampak”

 

“Benarkah?”

 

“Yup”

 

“Aaaaah~ Tidaaaak~”

 

 

“AKKKH!!!! Astaga, sunbae mengagetkanku!!”

 

“Hahahahaha~ Mukamu lucu Ahjung-ah”

 

“Minggir”

 

“Tidak mau”

 

“Aku mau ke kelas, tolong minggir”

 

“Tidakkah kau akan melakukan morning kiss pada kekasihmu ini?”

 

“Tidak. Dan siapa yang merupakan kekasihmu?”

 

“Kau masih belum sadar juga?”

 

“Apa?”

 

“Kau ini menyukaiku!!”

 

“Tidak”

 

“Tidak usah bohong ya, tatapanmu itu terlalu menyiratkan padaku kalau kau ini benar-benar amat menyukaiku, kau sudah jatuh cinta padaku!”

 

“…”

 

“LIHAT! Wajahmu memerah!”

 

“TIDAK!!”

 

“IYA! Sudah jelas Ahjung-ah mengaku saja. Kau sudah mengalami gejala jatuh cinta! Dan jatuh cinta kepada seorang Byun Baekhyun”

 

“Kau benar-benar menyebalkan dan banyak bicara”

 

“Aku tahu dan kau menyukainya kan?” Baekhyun mengedip-ngedipkan matanya membuat Ahjung malu setengah mati.

 

“Sudah mengaku saj-umph”

 

Ahjung menarik kerah seragam Baekhyun hingga Baekhyun menunduk dan bibirnya langsung mengenai bibir Ahjung. Baekhyun melotot kaget, tapi tersenyum disela ciumannya ketika melihat wajah Ahjung yang sangat merah menahan malu, tapi tetap mempertahankan ciumannya.

 

“Itu hukumannya kalau kau banyak bicara, Byun”

 

“Aku suka hukumanmu Mrs. Byun”

 

“YAAAAA!!!!”

 

.

.

.

.

.

.

END

 

HAAAAI! Terimakasih sudah menyempatkan diri untuk membaca fanfic saya. Dan terimakasih pada admin yang sudah mem-post fanfic alakadarnya ini. Hehehehehe gimana? Aneh? Wkwkwk. Sebenernya gak yakin ini oneshot soalnya kependekan~ hahahaha

Ini fanfic terinspirasi dari saya yang tiba-tiba jatuh cinta pada Baekhyun pas model rambutnya jadi gitu!!! Huhuhuhu.

 

BTW! Engga benci Baekhyun kan setelah berita ehm itu? Aku harap engga ya^^ Kita harus tetap dukung idola kita ok? Jangan leave fandom awaaas heheheh.

 

Oh iya, saya nulis cerita di blog saya, ada beberapa fanfic juga, tapi blog saya itu blogspot, jadi sepi pengunjung hehehe, yang mau baca beberapa fanfic saya bisa kunjungi http://mysweetstoryxoxo.blogspot.com/ dan untuk yang V biased bisa klik ini terlebih dahulu kemudian ini.

 

Kontak saya di twitter @zahraastrs kalau follow terus mention saya follback kok hhahaha.

 

KAMSAHAMNIDA~ TUNGGU KARYA SAYA YANG LAIN YA!

About fanfictionside

just me

40 thoughts on “FF oneshot/ FALLIN’ IN LOVE/ EXO

  1. demi apa ff nya bikin mood aku ke baekhyun naik lagi >///< padahal akhir akhir ini gara gara berita baekyeon mood aku ke baekhyun jadu turun. ga se heboh dulu kalo fangirling in baekhyun. tapi ff ini bikn mood aku ke ultimate bias naik lagi. gomawoo~~ ff nya bagus. apalagi kalo ngebayangin aku ada di posisi oc nya xD ㅋㅋㅋ keepwriting!

    • waaaa syukur deh kalo mood kamu ke baekhyun naik lagi hehehe~
      makasih ya udah mau baca, merasa tersanjung bisa bikin cinta kamu ke baekhyun kembali (?) wkwkwk~ sekali lagi makasih^^

  2. Oh gosh….bener” anak sma.kasian xiumin jadi guru ternyata dia..wajah kayak gitu jadi guru apa coba…ahh senyum” sendirikan..gila emang

  3. akhh~ sumpah ketawa” gaje baca ginian/? gue ngeply ya tuhan/?. thor kita samaan ;-; gue masa jadi meleleh gegara baekhyun jadi errr…. berambut hitam -.- . duh duh duh, daebak thor :3

  4. AAAHH~ Kupu-kupunya hinggap diperut aku nih >.-< (sstt, diem-diem aja ya, soalnya aku takut sehun marah, wkwk)
    Lope lope lah sama nih ff❤❤

  5. Haisshhh, bisa gitu yeethhh -.-” , daebak bagus kok, kurang panjang omegat X_X” tapi bgus kok thorr, pokok’aa DAEBAAK!!!!!!

  6. Kyaaaaa! Sweet banget ff ini, bisa kena diabet ntar (?) Feelnya dapet thor,gaya penulisannya juga bagus dan rapi. Nice ff thor-nim. Ngga benci Baek kok, makin cinta sama Baek malah :3

  7. Awwwwww :-* kakak, ff kakak bikin aku gilaaaa :-O aduuh, jadi makin cinta ama Baekhyun ‘-‘ kakak bikin lagi ya? Ya? Ya? Cast nya Baekhyun lagi ‘-‘ kakak past banget deh bikin ff genre ini ‘-‘ fluff nya ngena beud ^^

    Keep writing, kakak :-*:-* salam lopek lopek❤❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s