FF ficlet/ Verità/ BTS-BANGTAN


Verità

.

.

Writer:

SunBell

Casts:

BTS Kim Taehyung || BTS Jung Hoseok || Kim Hyunsoo

Genre:

Romance, Familyhood, Sad, Hurt.

Length:

Ficlet

Disclaimer:

Casts belong to themselves and Semesta. The storyline is mine. This fic has been posted on www.idorable.wordpress.com

***

The sky is clear but it starts to rain.

***

verita

“Apa kau gila? Aku tidak tega melakukannya.”

“Lalu sampai kapan kau mau begini terus?”

“Tidak bisakah?”

“Ini untuk kita.”

Jemari kedua insan itu saling bertautan. Menciptakan kekuatan untuk keduanya.

.

.

Laki-laki di sudut café itu terlihat gelisah. Bahkan aroma lembut dari secangkir teh yang ada di hadapannya tak dapat menenangkannya barang sedikitpun. Keringat dingin terus mengucur dari pori-pori wajahnya. Ia ingin mundur tapi itu sudah terlambat.

.

.

Gadis itu terlihat cantik dengan balutan sweater putihnya. Ia memulas sedikit pipinya yang seputih susu. Ia ingin terlihat mengagumkan di hari ulang tahunnya ini.

.

.

“Hyunsoo-a. Cepatlah sedikit!”

Dari sekian banyak orang yang pernah aku kenal, kurasa oppa adalah orang yang paling berisik. Bahkan dia lebih berisik dari eomma, kurasa tidak akan ada yeoja lain yang rela menghabiskan hidup dengannya. Ya, tidak ada.

Mianhae oppa.”

“Apa itu ? Kau berdandan?”

“Ini hari yang spesial.”

“Ah, ne. Spesial.”

.

.

Oppa!

Kedua tangan gadis ini sudah melingkar mantap di pinggangku. Aku dapat merasakan degup jantungnya. Tidak cepat, tidak juga lambat. Tempo yang pas untuk mendesirkan darahku. Aku tak kuasa melepasnya. Ia tampak rapuh

.

.

Aish, apa-apaan ini? Aku baru datang dan pemandangan ini yang disuguhkan untukku? Ini membuatku muak.

“Hey, lepaskan! Kau membuatnya risih.”

.

.

“Kau tampak cantik sekali hari ini.”

“Aku tahu. Aku berdandan sedikit.”

“Untuk bertemu denganku?”

“Hahaha, Tentu saja. Tidak.”

Akhirnya aku bisa bertemu dengan namja favoritku ini. Aku bertemu dengannya pertama kali di rumah, kakakku yang mengundangnya. Sayangnya ia hanya datang jika ada kakakku. Sudah cukup lama sejak pertemuan terakhir kami karena oppa sudah jarang pulang. Ia sangat sibuk dengan jadwal kuliahnya. Itu membuatku sedih. Aku merindukannya.

.

.

Ini belum sampai lima menit tapi aku sudah tidak tahan lagi melihatnya. Tiap kali kedua pasang mata mereka beradu membuatku jengah. Rasanya seperti tikaman bertubi di ulu jantungku tiap lima milisekon. Tak bisakah kau berhenti berbasa-basi?

“Ah, aku rasa aku harus ke toilet dulu.”

“Kau ini selalu saja, Oppa. Aku rasa kau punya kelainan.”

“Ya. Aku memang punya.”

Mwo? Jjinja eo ?”

Cepatlah…

Ia menatapku. Lesu.

Tunggu…

.

.

Aku menangkap kode darinya. Ini tidak mudah. Ah, aku yang merencanakan semua ini. Aku harus mengatakannya.

“Hyunsoo-a. Maafkan aku.”

Ne?

“Aku tidak bisa menerima perasaanmu.”

Aku melakukannya. Maafkan aku tapi setidaknya aku membuatnya lebih jelas.

.

.

Apa ini? Perasaan apa? Aku rasa ada sedikit kesalahpahaman. Ia pasti mengira aku menyimpan rasa untuknya. Apakah selama ini aku terlalu berlebihan? Aku tidak mungkin memberitahukan kebenarannya. Tidak boleh ada yang tahu tentang itu.

Aku merasakan kecanggungan di antara kami. Hingga akhirnya aku membuka suara.

“Ah, tidak apa-apa, Oppa. Aku menganggapmu seperti kakakku sendiri.”

“Jadi kau tidak…”

Aku menggelengkan kepala. Mencuri pandang pada lelaki yang baru mendudukkan diri tepat di sampingnya.

Maafkan aku namun sebenarnya kau hanyalah mediaku untuk membuatnya cemburu.

.

.

“Apa itu tidak masalah jika Hobi hyung sudah punya…em, kekasih?”

Ia menyikut lenganku. Aku tidak peduli. Ini mengenai perasaan adikku.

“Tentu saja, itu tidak masalah. Jadi siapa yeoja beruntung itu, Hobi Oppa?”

“Sebenarnya itu…”

“Hyunsoo-a. Aku mohon jangan kau katakan ini dulu pada siapapun, apalagi eomma dan appa. Aku tahu kau bisa menjaga rahasia. Aku percaya padamu.”

Gadis itu mengernyit. Kedua pasang anak matanya membulat penuh dan menatapku penuh tanya. Mendesakku dengan rasa ingin tahunya. Ia adalah orang yang tepat untuk mengungkapkan segalanya. Tapi entah mengapa aku tidak terlalu yakin.

“Tae Oppa. Katakan padaku, ppali!”

Haruskah aku?

“Dia kekasihku. Aku tahu ini tabu buatmu dan mungkin ini salah, tapi inilah kenyataannya.”

Hyung…

.

.

Oppa? Apa itu benar?”

Aku tercekat. Memang benar itu tidak masalah jika Hobi Oppa sudah punya kekasih tapi jika itu adalah kakakku, aku tidak bisa menerimanya. Ini bukan karena hubungan yang terjalin antar pria tapi karena itu hubungan yang dijalani orang yang kusuka. Nae saranghaneun oppa.

Ia memberikan jawaban. Bukan dengan kata, hanya anggukan kecil nan mantap.

Aku menatap ke luar jendela kaca. Nanar. Pandanganku teralih pada semarak jingga angkasa. Menyaksikan bias mentari pada atap semesta. Langit tampak lebih cerah, terbebas dari gumpalan awan yang menyelubunginya. Namun, aku merasa hujan akan turun. Sebentar lagi.

Dan aku benar.

A/N:

Even it is a bit late, saengil chukkae Kim Hyunsoo!

XOXO❤

About fanfictionside

just me

12 thoughts on “FF ficlet/ Verità/ BTS-BANGTAN

  1. setelah baca 2 kali aku baru ngerti. Maafkan otakku yg lemot -_-v . Jadi itu hyunsoonya suka sama taehyung kan? ((ayo bilang benar)). Nice ff kok. Ditunggu next ff ya~ Keep writing!!

  2. oh iya ada tambahan hehe aku suka sama tulisanmu kak (sok akrab) . Walaupun agak bingung awalnya karena sudut pandangnya kurang jelas. Tapi aku lebih suka yg kayak ini dibanding yg pakai pov tbh. Pokoknya terus berkarya ya!!!

    • Hai!
      Makasih banyak ya udah repot2 baca dua kali gara2 gak aku jelaskan dgn benar._.v
      Maaf sekali /bow/
      Iya, jadi brother complex gitu.
      Ah iyakah? Terimakasih^^
      tp yang kayak gini jadi bikin bingung._.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s