FF/ (UN)STOPPABLE (project V FF)/ BTS-BANGTAN/ 1 of 2


Author: AlvianyHwang

Title: (UN)STOPPABLE 1 of 2

Cast:

+ Cho Ji Hyun

+ Kim Tae Hyung (BTS’s V)

Genre: romance, NC, LIFE, marriagelife

Length: chapter, 1 of 2

Rated: M

NB:

Ini adalah FF project yang waktu itu aku janjiin dengan nama ‘relawan’ cast ‘cho Ji Hyun’ dengan akun komentarnya ‘@Jihyun_cho11’.

Untuk alur cerita dari FF ini asli dari pemikiranku dan beberapa inspirasi dari cerita manga yang kubaca. Don’t plagiarism this story and enjoy reads!❤

 

*

 

 poster ff v

 

 

“ibu, ayah. Bolehkah aku menikah dengan Taehyung?”

 

Mengucapkan janji suci dengannya.

Saling menukar cincin di jemari masing-masing.

Bertukar senyum.

Berciuman di depan altar dengan di saksikan oleh kalian serta keluarga yang lainnya.

Membuat buah hati yang kelak menjadi cucu yang lucu untuk kalian.

 

Bolehkah aku menikah dengannya?

 

 

 

 

*

 

 

“selamat ya bu atas pernikahannya.”

“semoga bisa cepat mendapat momongan!”

Wanita berkacamata tersenyum menatap seluruh murid di kelasnya. Satu buket bunga daisy orange berada di tangannya setelah salah satu murid menyerahkan padanya ketika ia baru memasuki kelas.

Guru berkacamata itu menjawab setiap pertanyaan para murid-muridnya tentang kehidupan pernikahannya yang baru ia mulai kemarin. Tersenyum mendengar pertanyaan khas anak sekolah menengah atas yang masih terus mendambakan cinta di kehidupan mereka.

Tidak masalah jika kali ini tidak ada pelajaran. Ia masih terlarut dengan kebahagiaan pernikahannya.

 

“seberapa penting pernikahan bagi kedua orang yang saling mencintai?”

 

Guru itu menoleh ketika mendengar satu pertanyaan yang menyelak di antara ucapannya. Para murid yang rata-rata perempuan mengerubuni sang guru seolah-olah tak cukup jika mendengar setiap cerita guru itu sembari duduk. Para murid itu juga ikut menoleh kearah guru mereka. Menyetujui pertanyaan tadi.

Guru itu tersenyum. Menatap satu persatu muridnya.

“pernikahan adalah pertanda jika kita sudah saling mengikatkan tali di kedua tangan lelaki pilihan kita itu. ibu sendiri tidak terlalu bisa menjelaskannya. Tapi, yang jelas pernikahan adalah bukti dan janji kita pada tuhan jika kita dan pasangan kita tidak akan berpisah. Bersama selamanya. Hingga kematian itu sendiri yang memisahkan.”

Semua diam mendengar ucapan guru mereka itu. terhenyak mendengar setiap kata-kata yang terangkai dari mulutnya.

 

“Jihyun.ah.”

Semua murid menoleh ketika mendengar suara berat lelaki dari ambang pintu. Begitu juga guru berkacamata.

Sosok lelaki berambut coklat sedikit oranye berdiri di ambang pintu kelas. Mata dari wajah tampannya hanya terpaku pada satu orang.

“ne…”

Sosok gadis melangkahkan kakinya sedikit maju, menyahut panggilan lelaki itu. gadis itu tampak begitu cantik. Mata sedikit sayunya diperindah dengan bolamata hitamnya, rambut panjang bewarna hitam gelap yang tampak dominan dengan tubuh langsing dan sedikit pendeknya. Sweater sekolah yang gadis itu pakai sedikit kebesaran dan itu membuatnya terlihat sangat menggemaskan.

Cho Jihyun –nama gadis itu- menatap gurunya dengan tatapan ragu.

“ibu, bolehkah?” tanya gadis itu dengan suara pelan hampir tak terdengar. Guru berkacamata yang tadi hanya terbengong diam akhirnya tersadar. Ia tersenyum menatap Jihyun.

“kau boleh. Asal pelajaran selanjutnya kau harus hadir setelah bel istirahat berakhir terdengar.” Ucap guru itu.

Jihyun tersenyum senang.

“baik!” ujar gadis itu riang. Jihyun tersenyum menatap lelaki yang berdiri di ambang pintu. Kekasihnya.

Lalu ia membungkukan tubuh di hadapan gurunya itu dan berjalan riang kearah kekasihnya itu. memeluk lengan lelaki itu lalu berjalan pergi bersamanya meninggalkan kelas.

“dia Kim Taehyung? Kelas sebelah?” guru berkacamata menatap muridnya yang lain setelah kedua pasangan itu pergi. Para murid mengagguk secara bersamaan.

“wah. Mereka berdua berpacaran? Ibu baru tahu.” Guru berkacamata kembali menatap kearah pintu kelas. Seolah melihat kedua pasangan itu lagi.

“hubungan mereka sudah berjalan dua bulan. Tapi banyak yang baru mengetahui hubungan mereka.”

“Jihyun yang polos dengan Taehyung yang memiliki sifat aneh. sebenarnya mereka terlihat kurang serasi ketika bersama. Kecuali jika kita pura-pura tidak mengetahui sifat mereka. Wajah mereka bisa menjadi point bagus. Bukankah gadis cantik dan lelaki tampan terlihat enak di pandang jika bersama?”

Guru berkacamata itu tidak menyahut mendengar pembicaraan para muridnya. Dia tersenyum dengan tetap masih menatap pintu ruang kelas.

 

“benarkah? Tapi Menurut ibu, mereka terlihat sangat cocok dan serasi ketika bersama.”

 

 

*

 

 

Jihyun bersandar pada bahu Taehyung ketika mereka berdua tengah menikmati waktu istirahat mereka di atas atap sekolah. Jihyun mengukir senyumnya ketika wangi badan Taehyung yang begitu ia sukai terhirup di penciumannya. Ia semakin mempererat pelukannya pada lengan Taehyung.

“eoh. Pipimu merah?” suara Taehyung terdengar ketika lelaki itu menyentuh pipi Jihyun.

Jihyun masih memejamkan matanya. Ia tersenyum.

“mungkin merah karena tersipu malu.” Jawab Jihyun pelan.

“tidak. Ini bukan rona pipimu. Tapi, seperti… tamparan tangan?” suara Taehyung terdengar ragu.

Jihyun membuka matanya. Memberanjakan tubuhnya dari sandarannya pada bahu Taehyung. Ia ikut menyentuh pipinya, tepatnya seperti menutupi pipinya itu. taehyung mengubah posisi tubuhnya menghadap Jihyun. Mengamati ekspresi wajah gadis itu.

“ibu tidak sengaja menamparku.”

Mata Taehyung terbuka lebar mendengar ucapan gadisnya itu.

“ibumu? Kenapa? Bagaimana bisa?” Taehyung meraih pipi Jihyun dan mengelusnya pelan. Berusaha menghilangkan rasa sakit pada pipi gadis itu.

Jihyun tidak menjawab. Ia hanya menatap Taehyung. Seperti mengucapkan sesuatu melalui tatapannya. Hingga akhirnya Taehyung mengerti maksud Jihyun.

Ia menatap Jihyun tidak percaya.

“kau menyampaikannya juga???”

Jihyun mengagguk dengan sedikit memanyunkan bibirnya. biasanya Taehyung bisa sangat gemas dengan ekspresi manis Jihyun itu dan mengakhirinya dengan mencium bibir gadis itu lembut, tapi kali ini ia tidak tergoda. Ia menatap Jihyun tidak percaya.

“kenapa kau cepat sekali menyampaikannya? Kita harus membuat rencana!”

“tapi aku sudah tidak mau menunggu lebih lama!”

“kau harus bersabar. Jika kau menyampaikannya tanpa rencana matang akhirnya tidak akan ada persetujuan sama sekali!”

“mereka akan menyetujuinya!”

“tidak akan semudah itu! mereka akan berpikir kita masih terlalu muda!”

“kita bukan anak kecil lagi! Kenapa kau jadi ikut berpikir jika kita tidak bisa melakukannya???”

“cho Jihyun!!”

“itu semua karena aku tidak mau kehilanganmu, Kim Taehyung bodoh!!!”

Taehyung diam. Ia menatap wajah Jihyun dan ekspresi gadis itu yang seperti ingin meledakan tangisannya. Ia sudah tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Tidak bisa mengatakan jika Jihyun masih terlalu kekanak-kanakan untuk mengikrarkan janji suci di hadapan semua orang. Begitu juga dengannya.

Taehyung menarik Jihyun kedalam pelukannya. Memeluk gadis itu erat.

Jihyun membalas pelukan Taehyung dengan erat. Menggeliatkan tubuhnya manja dalam dekapan Taehyung.

“bukankah kau yang melamarku? Aku ingin menikah denganmu Taehyung. Aku tidak mau cinta kita berakhir.” Suara parau Jihyun cukup membuat hati Taehyung bergetar. taehyung mengecup pucuk kepala Jihyun dengan mata terpejam. Menghirup wangi rambut gadis itu.

Ia masih mengingat jelas ketika ia melamar Jihyun.

Saat itu adalah pertama kalinya mereka bertengkar. Saling tidak bertegur sapa sehari penuh. Pura-pura tidak melihat satu sama lain.

Dan hatinya begitu sakit ketika mendapati Jihyun menangis seorang diri seraya menggumamkan namanya di kelas ketika pulang sekolah. Ia sudah tidak bisa menahan diri untuk memeluk gadis itu dan menautkan bibirnya dengan bibir Jihyun yang sudah seperti menjadi candu utamanya.

Dan akhirnya kata-kata itu muncul. Tanpa berpikir ia menanyakan Jihyun untuk menikah dengannya. karena ia begitu memimpikan Jihyun terus ada di sampingnya bahkan ketika malam dan pagi menjelang. Ia tidak memikirkan lagi berapa usia mereka saat itu. yang ia tahu ia hanya mencintai Jihyun dan takut kehilangan gadis itu.

Taehyung membuka matanya ketika lamunannya terhenti. Ia merasakan benda lembut menyentuh ujung dagunya. Ia menatap Jihyun. Gadis itu tersenyum sangat manis. Ternyata Jihyun baru saja mencium dagu Taehyung dengan lembut. Menggelitik hati Taehyung.

Taehyung tersenyum. Ia menangkup wajah Jihyun dengan kedua tangannya. Menatap lamat kedua bola mata indah Jihyun.

Perlahan wajah Taehyung mendekat. Menekankan bibirnya pada bibir Jihyun yang terlihat sangat manis. Jihyun memejamkan matanya menikmati sentuhan bibir Taehyung. Ia juga melingkarkan tangannya pada leher Taehyung dan membalas gerakan bibir lelaki itu.

Itu membuat Taehyung terdorong untuk menyentuh gadis itu lebih. Ia mendorong pelan tubuh Jihyun ke tembok, menekan tubuh gadis itu dengan tubuhnya. baginya jika berciuman ia juga harus merekatkan tubuhnya dengan tubuh Jihyun. Ia suka dengan kebiasaan Jihyun yang selalu menggeliatkan tubuhnya manja ketika Taehyung menyentuhnya.

Lidah Taehyung mulai melesak ke dalam mulut Jihyun. Ia mengaitkan lidahnya dengan lidah Jihyun dan mengabsen gigi gadis itu berkali-kali. Menghisap kuat bibir bawah Jihyun yang kenyal, tak jarang Jihyun juga suka menghisap bibir Taehyung balik meskipun pada akhirnya gadis itu menyerah dan lebih memilih ikut menggerakan bibirnya dibanding menantang Taehyung berduel diantara ciuman mereka.

Jihyun selalu meronta berharap Taehyung mengizinkannya untuk menghirup nafas sebentar tapi Taehyung selalu menggoda gadis itu. memberi waktu hanya beberapa detik untuk bernapas sebelum akhirnya Taehyung pasti kembali meraup bibir gadis itu.

Tangan-tangan Taehyung yang bebas mulai bergerak. Satu tangan bebas itu tidak lagi digunakan untuk menempelkan tubuh Jihyun ketembok tapi ia mulai menaruh tangannya di atas dada Jihyun.

Mata Jihyun melotot lebar ketika merasakan remasan Taehyung diantara lumatan lelaki itu.

“eunghhh Tae, jangan sekarang. Tidak boleh sekarang…”

Jihyun menaruh tangannya didada Taehyung. Berusaha menjauhkan tubuh Taehyung darinya.

“tidak ada siapa-siapa disini…” bisik Taehyung dan kembali meraup bibir gadisnya itu dengan agresif. Semakin membuat tubuh Jihyun merapat ketembok.

“bukan. Bukan itu. kau pasti mengerti. Maksudku. Eunghh, kita- belum- menikah-“

Gerakan tangan Taehyung yang liar terhenti. Ia juga berhenti menggerakan bibirnya. ia menjauhkan wajahnya dari wajah Jihyun.

Wajah Taehyung juga merona merah sama seperti Jihyun.

“kau bisa bersabar kan?”

Jihyun mengelus pipi Taehyung lembut. Menatap garis tegas wajah lelaki itu. taehyung tersenyum, memainkan lembut rambut Jihyun hingga akhirnya ia menarik tubuh Jihyun kedalam pelukannya. Mendekap Jihyun seerat mungkin.

 

“aku mencintaimu, Cho Jihyun.”

 

 

*

 

 

Tangan Jihyun dan Taehyung saling menggenggam satu sama lain diantara langkah kaki mereka menyusuri jalan trotoar ketika pulang sekolah. Saling membicarakan banyak hal yang membuat perhatian mereka hanya tertuju pada semasing mata mereka.

Jihyun menghela nafasnya ketika ia sudah mendapati rumahnya sendiri di hadapan matanya. Ia malas memasuki rumah yang tidak pernah membuatnya merasa nyaman dari semenjak ia mengatakan hal yang tidak pernah terpikirkan oleh keluarganya.

Menikah dengan Taehyung.

Taehyung tersenyum menatap Jihyun yang masih berdiri terpaku di depan rumahnya.

“kau harus masuk.” Ucap Taehyung pelan. Nada suaranya begitu membuat hati Jihyun terasa tenang.

“aku tidak mau. Ketika masuk pasti ibu dan ayah akan mengomeliku.” Jihyun mengembungkan pipinya tanpa menatap Taehyung. Tatapan Taehyung selalu membuatnya ingin mengikuti apa yang lelaki itu katakan. Termaksud untuk memasuki rumahnya sendiri.

“kenapa harus mengomelimu? Kau tidak suka jika mereka membicarakan tentang masalah kita itu?”

“bu-bukan. Bukan itu maksudku, Tae. Tapi… aku tidak tahu harus menjawab seperti apa untuk membuat mereka menyetujuinya.”

Jihyun menggigit bibirnya. menatap Taehyung dengan ragu. Lebih tepatnya ia takut menatap Taehyung.

Taehyung tersenyum. Menaruh tangannya di atas kepala Jihyun dan mengacak rambut gadis itu.

“tidak usah mendengarkan kata mereka. Tunggu sampai aku siap mengatakan semuanya pada orang tua kita.”

Jihyun menatap Taehyung terhenyak. Ia selalu bisa merasa tenang jika mendengar semua Taehyung ucapkan. Dengan suara berat lelaki itu. dan tatapan lembutnya.

“euhm.”

Jihyun tak bisa mengatakan apa-apa lagi, ia langsung memeluk Taehyung seerat mungkin. Ia suka wangi tubuh Taehyung. Taehyung tidak memakai parfum, tapi bagi Jihyun wangi tubuh Taehyung begitu membuatnya nyaman.

“Jihyun!”

Suara lelaki terdengar diantara keterdiaman mereka. Taehyung melonggarkan pelukannya ketika wajah Jihyun yang menoleh kearah suara yang memanggil namanya itu.

Cho Kyuhyun. kakak lelaki Jihyun menatap adiknya. Ia berdiri di depan pagar, seperti menunggu Jihyun. Jelas ia tahu masalah Jihyun yang mengatakan ingin menikah dengan Taehyung. Itu sebabnya tatapan Kyuhyun yang biasanya biasa saja kini terlihat lain ketika menatap lelaki itu.

“masuklah.” Ucap kyuhyun lagi dengan nada datar.

Jihyun menghela nafasnya menatap Kyuhyun. taehyung mengelus rambut Jihyun. Tersenyum selembut mungkin.

“kau harus masuk.” Bisik Taehyung pelan.

“mereka akan memarahiku.”

“itu tidak akan.”

“kau juga ikut masuk.”

“dan kau akan membuat kepercayaan mereka semakin hancur.”

Jihyun diam mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Taehyung. Ia menatap kearah Kyuhyun ragu, lalu menatap kearah Taehyung lagi.

“aku akan masuk.” Ucap Jihyun pelan menyentuh tangan Taehyung. Taehyung tersenyum dan mengagguk.

Jihyun mulai melangkah menjauhi Taehyung dan berjalan kearah Kyuhyun dengan langkah pelan.

Kyuhyun membuka pagar rumah mereka, membiarkan Jihyun memasuki perkarangan rumah terlebih dahulu. Kyuhyun menatap Taehyung kembali dengan pandangan yang tak bisa diartikan.

Hingga lelaki itu berjalan mengikuti langkah Jihyun untuk memasuki rumah.

Taehyung masih berdiri di depan rumah Jihyun ketika pintu rumah gadis itu sudah tertutup cukup keras.

Menghela nafasnya yang terasa berat. Iapun berbalik meninggalkan rumah Jihyun.

 

 

*

 

Jihyun tidak berani menatap mata kedua orang tuanya sedari memasuki rumahnya hingga kini ia turun dari tangga kamarnya setelah berganti baju.

Ibu dan ayahnya juga tidak menatap kearahnya. Ayah Jihyun sibuk menonton acara sepak bola di televisi bersama Kyuhyun dan ibunya berada di dapur untuk mempersiapkan makan malam. Tidak sama sekali menoleh kearah anak perempuan mereka.

Jihyun berjalan kearah dapur dan meraih kotak minum susu. Langsung meneguk susu seraya meraih bungkus roti almond yang juga berada di kulkas.

Ibu Jihyun melirik kearahnya ketika ia sedang mengoseng makanan di wajan. Tapi ia tidak mengucapkan apapun hingga Jihyun beranjak berdiri.

Jihyun berjalan kearah tangga kembali sambil mengunyah roti almond yang berada di tangannya.

“Jihyun.”

Langkahnya terhenti ketika ayahnya memanggilnya. Jihyun menoleh kearah ayahnya. Kyuhyun dan ibunya juga sekali melirik kearahnya dan ayahnya.

“kau masih berhubungan dengan lelaki berambut oranye itu?”

Tanya ayah Jihyun dengan nada tegas dari raut wajah lelaki itu yang selalu terlihat serius itu.

“namanya Taehyung.”

“ya, apalah itu. sebaiknya kau menjauh darinya. Dia memberimu pengaruh yang buruk.”

Jihyun mengerutkan keningnya ketika mendengar kata-kata yang keluar dari mulut ayahnya itu.

“kenapa aku harus menjauhinya?? Dia tidak memberi pengaruh yang buruk ayah! Dan aku mencintainya! Aku mau bersamanya!”

“dia membuatmu berani membantah apa yang ayah dan ibu katakan! Dia juga yang membuatmu berpikir yang tidak-tidak soal pernikahan yang kau tanyakan kemarin!”

“aku- tidak ayah!!!”

Jihyun sudah tidak tahu harus menjawab ucapan ayahnya seperti apa lagi. Ibu dan Kyuhyun juga menatap kearahnya dan lalu membuang tatapannya kearah lain.

“jangan temui lelaki itu lagi.”

Ucapan pelan namun tegas ayah Jihyun membuat gadis itu diam. Ia tidak tahu harus merangkai kata-kata seperti apalagi untuk membuat ayahnya memberi persetujuan dengan rencananya bersama Taehyung. Lidah Jihyun terasa kelu. Matanya memerah karena genangan air di bola matanya.

Jihyun melangkahkan kakinya cepat, berlari kedalam kamarnya. Ayahnya kembali fokus membaca Koran tanpa mempedulikan Jihyun yang pasti menangis didalam kamarnya.

 

 

Jihyun meraih boneka beruangnya yang Taehyung berikan ketika hari ulangtahunnya sebulan yang lalu. Ia memeluk boneka yang ia beri nama Tae itu dengan airmata yang sudah terjatuh dari semenjak ia memasuki kamarnya.

Jihyun mengisak sekeras mungkin layaknya anak kecil. Memeluk erat bonekanya.

Ia membenci dirinya sendiri karena tidak bisa memperjuangkan cintanya pada Taehyung.

Tidak bisa membuat ayahnya percaya dengan dirinya ketika bersama Taehyung.

Membuat ayahnya berhenti menganggapnya seperti anak kecil yang harus terus ia kekang.

Sejam lebih Jihyun terus menangis hingga akhirnya ia sudah bisa menenangkan dirinya sendiri.

Jihyun sibuk memainkan ponselnya dengan mata sembab.

Baru saja ia mengobrol dengan Taehyung melalui akun line-nya. Taehyung sudah meminta izin tidak bisa membalas pesan Jihyun dengan cepat karena lelaki itu sedang berlatih basket bersama tim basketnya.

Karena bosan menunggu balasan Taehyung yang pasti akan lama, Jihyun pun membuka aplikasi simsimi di ponselnya. Tempat untuk mengobrol dengan robot virtual kuning yang disarankan oleh Miso, sahabatnya yang tahu Jihyun memerlukan tempat untuk mencurahkan perasaannya. Ia tidak mungkin menceritakan seluruh perasannya dengan Taehyung karena Jihyun tahu bagaimana kesibukan Taehyung sebagai murid terpilih untuk mengikuti turnamen basket nasional sekolah menengah.

Jihyun menerima satu pesan awal dari simsimi yang membuat matanya melebar disertai senyuman kecil.

Halo! Aku Simsimi! Mari berbicara banyak hal denganku!

Jihyun mulai mengetikan sesuatu di kolom chat.

Halo simsimi! Boleh aku mencurahkan sesuatu denganmu?

Tanpa terasa balasan simsimi begitu cepat mengisi layar ponsel Jihyun.

Tentu! Simsimi akan mendengarkanmu!

Aku mempunyai seorang kekasih, aku sangat mencintainya.

Wah simi cemburu!

Ya, dan aku ingin sekali menikah dengan kekasih ku itu.

Benarkah? Apa orang tua mu merestui hubungan kalian?

Tidak L mereka tidak merestuinya. Mereka berusaha menjauhi ku dari dia, aku mencintainya dan aku tidak ingin berpisah darinya. Simi apa yang harus aku lakukan?

Airmata Jihyun terjatuh ketika ia menekan tombol kirim pesan pada robot bulan kuning itu. awalnya ia merasa begitu menyedihkan karena hanya berani bercerita pada robot virtual yang ia yakin sepenuhnya tidak mengerti apa yang ia bicarakan.

Tapi tiba-tiba mata Jihyun melebar melihat jawaban simsimi.

Cinta tidak akan salah memilih. Jika kamu yakin dia adalah jawaban yang tepat, kamu tidak akan menjadi orang yang bersalah jika memperjuangkannya.

Jemari Jihyun terlalu gemetar untuk menulis jawaban yang harus ia ketikan untuk menjawab simsimi.

Haruskah aku?

Kau harus J

Jihyun menatap boneka beruang yang sedari tadi ia peluk seerat mungkin.

“haruskah aku, Tae?” Jihyun menatap boneka beruang itu. dan ia seperti merasa boneka beruang itu ikut mengangguk.

Jihyun mengusap airmatanya yang terjatuh dengan cepat.

Tanpa berpikir lagi ia beranjak dari kasur. Meraih hoodie serta ranselnya, memasuki beberapa barang yang ia perlukan. Seperti dompet, pakaian secukupnya serta boneka beruangnya.

Tapi Jihyun merasa ia harus memasuki hal lain. Ia tahu apa jawaban yang tepat. Makanan. Ia membutuhkan makanan untuk ia bawa. Tapi jika ia turun kebawah untuk mengambil makanan yang banyak pasti akan ketahuan oleh ibunya.

Jihyun melirik kearah jam dinding di kamarnya. Jam menunjukan pukul 7 malam. Jam 10 seluruh keluarganya akan pergi kekamar masing-masing untuk tidur.

Jihyun duduk di tepi kasurnya. Memikirkan setiap kata-kata yang simsimi ucapkan.

Sebuah robot virtual saja bisa mengatakan jika apa yang ia lakukan itu memang hal yang benar.

Cinta tidak pernah salah jika kau benar-benar merasakannya dari hati.

Dirinya tidak salah.

Jihyun memejamkan matanya. Ia menghela nafasnya yang terasa berat.

 

 

*

 

 

“kim Taehyung, aku mau berbicara denganmu. Ikuti aku.”

Taehyung menatap kearah pelatihnya ketika lelaki tua itu memberinya aba-aba untuk mengikutinya. Taehyung saat itu tengah bersiap untuk pulang dari kegiatan berlatihnya hingga malam.

Taehyung berjalan mengikuti pelatihnya dengan pertanyaan di pikirannya. Tidak biasanya pelatihnya satu itu meminta berbicara dua mata dengannya.

Pelatihnya duduk di bangku sisi lapangan yang agak jauh dari pemain lain. Taehyung ikut duduk di hadapannya.

Pelatihnya membenarkan topi yang ia kenakan, berdehem dan tersenyum kearah Taehyung.

“kau pemain yang memiliki talenta yang hebat dalam basket.”

Ucap pelatihnya dengan nada yang pelan. Mungkin ia berusaha agar semua pemain tidak mendengar apa yang ia katakan. Taehyung menatap bingung pelatihnya itu tapi ia tetap bersikap tenang dan mengucapkan terimakasih.

“ada tawaran menarik yang kuberikan untukmu.”

Mata pelatih yang tajam menatap kearah Taehyung. Taehyung juga menatap pelatihnya.

“apa kau tertarik menjadi salah satu kandidat pemain NBA di Amerika?”

Taehyung menatap pelatihnya terkejut.

Pelatihnya itu tersenyum. “salah satu staff NBA melihat potensimu ketika aku bertemu dengannya di Tokyo, kebetulan mereka juga membutuhkan salah satu pemain asia yang memiliki kemampuan sepertimu.”

Taehyung meneguk air liurnya ketika mendengar tawaran yang begitu menggiurkan dihadapannya.

“tentu bukan hanya kau saja yang ia lirik sebagai kandidat. Juga ada Min Yoongi. kau harus mengingat kemampuannya sebagai tim lawan. Aku percaya kau bisa mengalahkan lelaki yang bahkan tidak melebihi tinggi badanmu itu.”

Pelatih menatap Taehyung. Ia seperti menaruh kepercayaan yang besar kepada Taehyung.

“jika kau mau menerima tawaran ini, kau bisa bertemu dengannya melalui kartu nama ini. Dia akan berada di Korea selama 1 bulan untuk mencari pemain basket lain yang memiliki potensi.”

Pelatih menyerahkan kartu nama yang ia keluarkan dari dompetnya. Taehyung menatap kartu nama itu dalam diam.

“ku janjikan masa depanmu akan cerah.” Pelatih tersenyum.

Taehyung meraih kartu nama dari tangan pelatih setelah sempat berpikir keras.

“aku akan memikirkannya.”

 

 

*

 

Jam sudah menunjukan 10.35 malam ketika Jihyun melirik jam di ponselnya. Jihyun tidak berada di rumahnya. Ia berjalan dengan langkah cepat kearah sekolahnya.

Ia memakai hoodie-nya yang tadi dengan ransel besar yang ia bawa dengan susah payah.

Ia bisa melihat beberapa siswa lelaki yang menggunakan baju basket keluar dari gedung sekolah untuk pulang. Mereka menatap kearah Jihyun. Mungkin bingung karena tidak biasanya melihat sosok wanita berada di sekolah ketika larut malam.

Jihyun berjalan kearah lapangan basket sekolah dengan mata bulatnya yang terus melirik sekitar. Mencari sosok Taehyung.

Setelah terus mencari, akhirnya Jihyun bisa memasang senyumnya. Ia melihat sosok Taehyung yang terlihat mengemasi tasnya dengan wajah serius.

“TAETAE!!!!!!!!”

Jihyun berteriak sekencang mungkin. Taehyung menoleh kearah Jihyun, matanya melotot terkejut melihat Jihyun yang berdiri beberapa jarak darinya.

Jihyun berlari kearah Taehyung dengan senyuman lebar.

Dengan cepat ia memeluk Taehyung seerat mungkin, tidak mempedulikan Taehyung yang masih menatap Jihyun dengan bingung dan tatapan penuh tanya.

Jihyun menatap Taehyung. Berbeda dari suara ceria gadis itu, tatapan Jihyun terlihat sedih.

“ada apa? Kenapa kau tiba-tiba kesini dengan membawa ransel yang besar?”

Taehyung menatap Jihyun serta ransel yang dibawa gadis itu.

“bisakah kita pergi bersama? Pergi bersama dan menikah. Bisakah?” tanya Jihyun dengan cepat. Mata Jihyun berbinar menatap Taehyung. Taehyung juga tidak bisa menyembunyikan ekspresi terkejutnya.

“aku tidak mau mereka terus mengekangku, Tae. Bolehkah aku hidup bersamamu untuk saat ini hingga selamanya?”

Taehyung menatap Jihyun lamat. Menatap kedua bolamata indah gadis itu.

Ia sedikit mengingat tentang rencananya untuk menerima tawaran pelatihnya. Tapi semua keinginan itu terasa buram dan terhenti ketika melihat Jihyun.

Melihat gadis itu.

Jelas jika ia pergi bersama Jihyun untuk menghindari amukan orangtua dan orangtua gadis itu ia akan kehilangan semua impiannya.

Tapi,

Jihyun benar-benar membuatnya gila.

Taehyung menyentuh pipi Jihyun yang sudah basah karena airmata dengan jemarinya.

 

“ayo, kita pergi bersama, Jihyun.ah.”

 

 

TO BE CONTINUED

 

 

-next preview-

“dia tidak akan melakukan hal bodoh seperti itu. tapi jika ia bersikeras, aku tidak segan-segan melakukan apapun. Termaksud mengeluarkannya dari daftar keluarga”

“maukah kau menikah denganku?”

“aku akan mengajarimu bagaimana kiat menjadi ibu rumah tangga muda!”

“kita sudah resmi sekarang, bukankah sudah sah buatku menyentuhmu?”

“jangan tinggalkan aku, Kim Taehyung.”

 

***

 

 

Finally! FF project Kim Taehyung yang waktu itu aku janjiin sampai sayembara mencari orang yang mau dijadikan cast jadi juga :3

Untuk chapter 1 aku buat sengaja sedikit pendek untuk menjadi suatu awalan(?) tapi untuk next chapter a.k.a FINAL chapter sepertinya akan panjang >.< kkk

Jadi bagaimana?

Apa ceritanya terlalu buruk? Aku tau kok >< tapi aku akan berusaha sekeras mungkin ‘-‘)/ kkk

and

WAIT FOR NEXT CHAPTER, UPDATE TOMORROW!❤

About fanfictionside

just me

31 thoughts on “FF/ (UN)STOPPABLE (project V FF)/ BTS-BANGTAN/ 1 of 2

  1. aaaa~~ lopelope bgt sama ff mu eon :3 dari bulan kemarin aku tungguin akhirnya muncul juga project ff taehyung ini~~ ><
    feelnya dapet astaga xD, pas tau yang jadi kakaknya jihyun ternyata kyuhyun ngakak ditengah malam xD omaigatomaigatt~
    aku suka cara penulisan mu thor, meng-ingatkan aku kepada/? almr.Adm JR :'') apa jangan – jangan eonni adik nya? Hahaha xD /ga bercanda kok/
    ditunggu Chap.2 :3

    • oiya, hbd eonni~ maaf telat ngucapin xD hehehe
      all the best ya, sukses kedepan-nya~, bisa ketemu biasnya deh xD, panjang umur ya eon.
      Amin

  2. Kyaaa~ akhirnya project ffnya di publis jga >< cieee… Kyuhyun Oppa ikut nyempil nich ye… O ya, HBD ya Kak… M0ga ttep sehat dan sukses sllu.. #maaf telat ngucapinnya..

  3. Wah,, gk ngangka bakal kepilih🙂
    Feelnya dapet. Dapet banget malah^^
    Suka banget sama cara penulisannya author AlvianyHwang
    Btw, Happy b’day yah eonni🙂 semoga panjang umur, tambah sukses, and also tambah rajin kirim fanfic🙂
    Pokoknya wish you all he best, yah, eonni🙂
    생일 축하 언니, 사랑해 언니~🙂

  4. Aduh kecil kecil kok udah mikirin nikah sih,😀
    aku suka sama ffnya, baru baca yang kaya gini aku
    Untuk authornya aku ucapin selamat ulang tahun, semoga wp ini makin sukses, dan untuk authornya semoga sehat selalu

  5. Happy birthday unni, have a blessed day ^^
    Orang tua jihyun kenapa gak setuju?
    /Kalo setuju nanti ceritanya selesai dong wkwk/
    V nikahi jihyun!!! Next previewnyaa ”
    kita sudah resmi sekarang, bukankah sudah sah buatku menyentuhmu?”
    Tunggu next chapter : )

  6. Omg~ jihyun polos banget… Gitu aja ampe bilang2 ke ortu. Mimpinya V buat aja anggota tim basket NBA gimana? Ceritanya seru… Next thor!

  7. Aaa akhirnya
    Ini project yg ku tunggu ^^
    Baguss thor🙂
    Feelnya dapett^^ buruan next yaa🙂

    Btw happy birthday thor^^
    Moga makin ++ , sehat selalu, wp ini makin sukses.. dan gbuu thor^^

  8. Ya ampun thor jangan biarin taehyung nolak tawaran pelatihnyaaa,kasian masa depan nya😦 btw kereen thoorrr :):)

  9. wowww.. tae sama ji hyun so sweet bgt..
    taehyung nanti jadi masuk nba Ǥga yah? itu pada pengen banget nikah si tae ama jihyun ampe segitunya ya? keren2..
    ditunggu ya alviany eonni chap selanjutnya.. hwaiting!

  10. Cepet dilanjut ff’nya , eonn. Aku paling suka sama semua ff bikinan eonnie..
    ya– author yg lain jg keren-keren kok.😀

    Keep writing, thor!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s