FF/ MONSTER/ BANGTAN-BTS/ pt. 5


Title                : “Monster” [Part 5]

Author            : intan @sena_kuki

Rating                        : T (17+)

Genre              : school life,family, Angst, fantasy, romance, comedy, etc.

Cast                :

–      Han Se Na (OC)

–      Kim Nam Joon

–      Min Yoon Gi

–      Park Han Na (OC)

–      Kim Seok Jin

–      Jung Ji Hwa (OC)

–      Park Jimin

–      Park Sang In (OC)

–      Kim Taehyung

–      Jang Ok Jung (OC)

–      Jeon Jungkook

–      Jung Eun Shi(OC)

–      Jung Hoseok

–      Park Subyong (OC)

 

***…

 Monster 5

Annyeong!!! Mianhae monsternya telat.. maklumin author sangat sibuk pemirsah ><.. tanpa basa basi lanjut yah..

Cuma : di part sebelumnya author bilang jewelry mau ujian MID yah?? Berhubung ini udah juni ga mungkin lagi buat mid jadi di jadiin ujian semester aja yah.. hehe kalo dikorea ini semester satu yah saudara-saudara hohoho

 

***

 

“yya.. sudah kubilang untuk tetap didalam taxi..!!!” ujar namja itu sedikit marah pada seorang perempuan cantik yang tengah berdiri santai ditengah hujan lebat bersama payungnya. Gadis itu hanya terlihat tersenyum sinis menatap lelaki itu yang kini tengah menariknya untuk masuk kedalam mobilnya.

 

“oppa, kau mengkhawatirkanku?” tanya yeoja itu ketika lelaki itu sudah masuk kedalam mobilnya setelah membukakan pintu untuk yeoja itu. Lelaki itu hanya diam tidak menjawab pertanyaan gadis itu, seakan gadis itu hanyalah boneka beruang yang terus bersuara, ia tidak akan pernah peduli.

 

“oppa.. bukankah kau akan ke kampus? Kita ke kampus saja, aku bisa menunggu..” ujar yeoja itu bersemangat sambil menolehkan kepalanya menatap lelaki itu yang masih dengan wajah dinginnya memegang stir mobil.

 

“hara-ya, Lain kali bisakah kau tidak datang kejewelry..?” pinta jin dengan wajah dinginnya menatap gadis itu, tatapan lelaki itu sanggup membuat gadis itu diam membeku. Ia terlihat menelan ludahnya ketika mendengar permintaan yang tidak seharusnya diucapkan oleh lelaki yang ia sukai. Setelah kembali merilekskan dirinya ia pun membalas tatapan tajam lelaki itu dengan pertanyaan yang juga sukses membuat lelaki itu ikut terdiam.

 

“wae.? Karena ji hwa?” Tanya hara santai sambil merapikan rambutnya yang sedikit basah karena hujan. Pertanyaan hara memang sukses membuat lelaki itu terdiam.

‘Bahkan tubuh jalang itu tidak ada disini tapi dengan menyebut namanya saja wanita itu mampu membuat jin-ku seperti ini?’ batin hara sambil menatap lelaki itu dengan sinis.

 

“jin oppa, sadarlah! Bagaimanapun perasaanmu padanya, kalian itu sangat berbeda..” ucap hara dengan tekanan suaranya yang seperti mengejek itu. Jin lelaki itu terlihat semakin terdiam tidak bisa berkata apa-apa dan tiba-tiba wajahnya pun berubah suram.

 

Ucapan hara begitu menusuk ke hatinya hingga tatapan dingin dan tegar tadi berubah menjadi suram dan terlihat lemah. Ya, memang benarjika Hara adalah tunangan jin. Orang tua mereka sudah memutuskan untuk menjodohkan kedua anak mereka. Tentu jin tidak menyukai pertunangan ini karena jin tetap mencintai ji hwa, gadis masa kecilnya. Bagaimanapun jin menolak tentu tidak akan pernah didengar oleh ayahnya seorang president rumah sakit swasta yang sangat terkenal dikorea bahkan belahan dunia yaitu Wooridul Spine Hospital.

Jin menyetujui keputusan orang tuanya tapi dengan syarat bahwa pertunangan bisnis ini diadakan tanpa diliputi oleh media. Walaupun pertunangan ini benar-benar antara pembisnis yang cukup berpengaruh dikorea, mau tidak mau ayah jin menyetujui hal ini sehingga hanya antara keluarga sajalah yang mengetahui pertunangan itu. Sementara gadis itu Jung Ji Hwa tidak tau sama sekali tentang pertunangan ini.

 

Sudah satu tahun semenjak mereka bertunangan, tapi jin masih saja bersikap dingin pada hara. Tidak akan ada yang bisa menggantikan posisi wanita yang dicintainya itu dihatinya, Jung Ji Hwa.

 

~1 year ago

 

“ji hwa-ya..” panggil jin pada yeoja disampingnya yang tengah bergandengan tangan dengannya dijalanan yang tidak terlalu ramai itu.

“waeyo?” Tanya ji hwa lembut sambil tersenyum bingung menyadari wajah jin yang terlihat resah.

 

“ji hwa-ya..” panggil jin lagi dengan wajahnya yang mulai serius. Hal itu membuat ji hwa semakin bingung hingga menghentikan langkah kakinya. Perasaan buruk mulai menghantui ji hwa ketika jin semakin mempererat genggaman tangannya pada yeoja itu.

 

“oppa, ada apa?” Tanya ji hwa ragu.

“kita akhiri saja..”

“ne?” balas ji hwa dengan wajah bingungnya.

“kurasa kita lebih cocok sebagai sepasang teman seperti dulu, ji hwa-ya.”

“oppa..” mata ji hwa berkaca-kaca ketika mendengar ucapan jin yang tiba-tiba itu, ditambah lagi dengan jin yang mulai melepaskan genggaman tangannya pada ji hwa.

“ji hwa-ya, jaga dirimu. Jangan malas berolahraga lagi, arra?” ujar jin tersenyum paksa sambil mengacak rambut ji hwa itu. Hal itu semakin membuat ji hwa bingung, tanpa sadar air mata yang ia tahan sedari tadi itu mengalir begitu saja dipipinya.

 

Tangan jin sedikit tergerakkan untuk menghapus air mata itu, tapi ia urungkan karena ia tidak mau memberikan harapan palsu pada gadis itu.

 

“SHIREO..!!” teriak ji hwa dengan suara parau nya. Hal itu membuat beberapa pejalan kaki menatap kedua pasangan itu dengan heran.

 

“kau bilang kau mencintaiku melebihi seorang adik? Kau bilang kau mencintaiku melebihi seorang teman kecil? Dan sekarang tiba-tiba kau bilang bahwa lebih baik jika kita hanya sebagai teman? Oppa.. semenjak aku bersekolah di jewelry, kenapa aku merasa kau semakin jauh dari ku..” ucap gadis itu setengah berteriak pada jin dengan deraian air matanya.

 

“ji hwa-ya.. aku tidak suka kau menangis..” ujar jin dengan suaranya yang seperti menahan tangis itu.

“bagaiman aku tidak menangis? Oppa..!! AKU HANYA MENAGIS KARENA OPPA..!! SHIREO..!! AKU TIDAK MAU INI BERAKHIR..!!” teriak ji hwa kencang tidak peduli dengan orang sekitar yang mulai setengah berlari untuk berteduh karena rintik-rintik hujan yang mulai turun.

 

Jin hanya menatap ji hwa dengan ragu. Jika ia tetap bersama ji hwa, ia yakin sesuatu yang buruk akan terjadi pada ji hwa, jika tidak pada ji hwa pasti pada ayah ji hwa yang juga bekerja di Wooridul Spine Hospital.

Sejujurnya sekarang ini ia ingin sekali memeluk gadis itu, meraih tangannya untuk segera berlari berlindung dari hujan, ingin sekali menghapus air mata yeoja itu. Tapi ia sudah benar-benar tidak bisa, ia hanya bisa mengubur dalam-dalam keinginannya itu.

 

“jaga dirimu, kembali lah ke asrama..” ujar jin menampilkan senyum paksanya itu sambil sedikit menepuk pundak ji hwa untuk terakhir kalinya sebelum ia benar-benar pergi meninggalkan ji hwa.

Ji hwa terus menatap punggung jin yang mulai menjauh itu. Entah mendapat mimpi buruk apa ia semalam, hari yang ia kira benar-benar untuk berkencan pupus sudah menjadi hari yang paling hancur baginya.

 

~***

 

“ibumu akan menelfonku jika kau belum pulang juga..” ujar jin agar hara tidak menurut untuk pergi ke kampusnya.

“jika bersamamu ibuku akan senang..” ujar hara sambil menyapu-nyapu pakaian jin dengan jemarinya karena basah oleh hujan itu.

Sesekali hara melirik jin yang hanya tetap tenang menatap jalanan didepannya. Jin bahkan tidak tergoda sama sekali dengan apa yang dilakukan oleh hara itu padanya.

 

“yya? Bagimu aku ini apa? Perlukah aku bertelanjang didepanmu agar kau sadar dengan kehadiranku eoh..!!??” teriak hara yang mulai kesal dengan sikap dingin jin padanya. Sementara jin masih tetap tidak peduli dengan godaan hina dari hara itu.

 

“waeyo? Apa kau sudah melakukannya dengan ji hwa? Wanita jalang itu.. apa bagusnya? Ayahnya bahkan hanya bekerja dirumah sakitmu, apa yang bisa ia lakukan padamu? Apa yang bisa ia berikan padamu? Pada keluargamu? Kau masih belum sadar siapa aku? NAN… GOO HARA..!!” ujar hara dengan suaranya yang penuh tekanan itu diakhir kalimatnya. Terlihat wajah jin mulai memerah padam menahan amarah, hingga ia memberhentikan mobilnya itu ditepi jalan begitu saja membuat hara semakin heran.

 

“keluar..” ujar jin dingin.

“mwo?” Tanya hara tidak percaya. Jin semakin geram hingga ia membantu hara untuk melepaskan sabuk pengamannya, bahkan membukakan pintu untuk hara.

“YYA..?? MICHEOSSEO..!!???” teriak hara ketika jin kembali masuk kemobilnya setelah menarik hara keluar dan memberikan hara sebuah payung.

 

Jin tidak peduli sama sekali karena ia benar-benar tidak terima jika ji hwa nya dikatakan seperti itu oleh orang lain. Karena bagaimanapun juga jin masih mencintai ji hwa, ji hwa masih ada dihatinya. Walaupun tempat itu sangat tersembunyi hingga ia sendiri tidak tau dimana tempatnya.

 

Sementara di kamar asrama itu, ji hwa tidak bisa tidur sama sekali. Ia masih teringat dengan kejadian tadi sore, ketika jin yang menahan bahunya agar tidak terjatuh.

Ia kembali menatap mata lelaki itu setelah berapa lama. Tatapan yang terlihat sama dengan 1 tahun yang lalu. Tatapan yang tidak bisa ditafsirkan oleh ji hwa.

Tiba-tiba ia teringat dengan hanna yang menangis itu. Apa hanna sudah bertemu dengan jin oppa? Batin ji hwa.

Raut wajah ji hwa terlihat berubah sedih ketika mengingat hanna dan jin.

 

~1 year ago

 

“ji hwa-ya.. ada seorang mahasiswa kedokteran yang menemuiku kemaren..” ujar hanna dengan wajah gembiranya pada ji hwa yang terlihat masih menunduk sedih mengingat kejadian semalam ketika ia ditinggali oleh jin, lelaki yang ia cintai itu.

“jinjja?” balas ji hwa dengan sedikit tersenyum pada hanna.

“ehm..” jawab hanna antusias sambil mengangguk-anggukan kepalanya seduktif. Melihat pipi hanna yang merona merah membuat ji hwa sedikit tersenyum sejenak, melupakan kesedihannya.

“besok dia mengajakku kencan buta, menurutmu apa dia akan menyatakan cintanya padaku?” Tanya hanna antusias menatap ji hwa sambil memegang kedua bahu ji hwa dengan senyuman malu-malunya.

“hanna.. kau yang terlihat lebih mencintainya, oohh hanna ku baru saja menemukan cinta pertamanya..” ujar ji hwa dengan senyuman lebarnya.

 

“apa itu terlihat??” Tanya hanna cemas dan dengan sigap menurunkan tangannya dari bahu jihwa lalu menutupi kedua pipinya itu dengan tangannya.

“uhm.. sangat terlihat, siapa nama namja itu?” Tanya ji hwa sambil menyenggol bahu hanna sambil tersenyum menggoda.

 

“jin.. kim seok jin.. kudengar keluarganya mempunyai rumah sakit besar dikorea, ibuku pasti senang jika mempunyai calon menantu seperti itu..” ujar hanna sambil tertawa kecil karena malu mengungkapakan kata calon menantu itu.

 

Ekspresi ji hwa langsung berubah heran dan bingung ketika mendengar nama Kim Seok Jin itu. Kim Seok Jin?

 

“wae??” Tanya hanna yang heran dengan perubahan raut muka ji hwa itu. Ji hwa hanya diam sambil memikirkan hal-hal yang tidak-tidak tentang jin nya dan hanna temannya.

 

“kau mengenalnya? Ahh matda, kudengar dari taehyung, kau punya pacar dari kedokteran. Bagaimana mungkin kau menyembunyikannya dariku, apa kau mengenal seok jin? Bagaimana menurutmu apa dia baik.?” Tanya hanna antusias.

“hanna-ya.. nan.. seok jin itu..” ujar ji hwa ragu-ragu menatap hanna yang wajahnya mulai terlihat penasaran itu.

“wae? Wae? wae?” Tanya hanna tidak tahan.

“a-anni.. aku tidak mengenalnya, aku hanya familiar dengan nama itu.. hanna-ya, aku ketoilet..” ujar ji hwa dengan suranya yang berubah sedikit canggung dan tegang itu.

 

Di toilet itu terlihat ji hwa yang terus berusaha untuk menghubungi jin, ia ingin memastikan pada jin bahwa hal itu tidak benar. Tapi nihil tidak ada jawaban sama sekali.

 

1 bulan berlalu, ji hwa terlihat mulai menjauhi hanna. Hal itu membuat hanna heran dengan tingkah ji hwa yang tiba-tiba itu.

 

Suatu hari hanna hendak meminjam sebuah buku yang terletak dimeja belajar ji hwa. Ketika ia membalikkan buku itu tidak sengaja sebuha foto terjatuh dengan posisi terbalik dilantai. Hanna langsung memunguti foto itu. Wajahnya terlihat berubah tidak percaya ketika melihat orang yang ada di foto itu.

 

Sebuah foto ji hwa berseragam SMP dengan Jin yang memeluk nya dari belakang, ji hwa dan jin terlihat tersenyum lebar di foto itu. Di foto itu juga terlihat ji hwa yang memakai bando minni mouse sementara jin memakai bando mickey mouse, tentu tidak mungkin jika ini hanya disimpulkan sebagai teman dekat?

 

“hanna-ya.. sejak kapan kau disini..?” Tanya ji hwa yang baru saja keluar dari kamar mandi. Ji hwa yang menyadari hanna sedang memegang sebuah foto, perasaan ji hwa mulai tidak enak hingga ia melangkahkan kakinya kearah hanna dan merebut foto itu dengan sigap dari tangan hanna.

 

“ji hwa.. kau bilang kau tidak mengenalnya?” Tanya hanna dengan suaranya yang seperti menahan kekecewaan pada ji hwa itu.

 

“wae? Kenapa kau diam saja? WAE..???” teriak hanna hingga tanpa sadar air mata yang ia tahan dari tadi itu keluar begitu saja. Sementara ji hwa hanya menunduk tidak tau apa yang harus ia katakan, jika dijelaskanpun ia tidak tau hendak memulainya dari mana. Hanna yang sudah terlalu kecewapun memilih untuk pergi meninggalkan ji hwa dikamar itu.

 

~***

 

“hanna-ya.. kau sudah tidur? Sebaiknya kau minum obat dulu..” ucap sang in sambil membawakan segelas air untuk hanna yang masih berbaring itu. Hanna hanya diam dan menatap sang in dengan wajahnya yang terlihat menyedihkan itu.

 

“wae.? Sesuatu terjadi..??” Tanya sang in yang heran dengan hanna itu.

“sang-in ah.. apa kau pernah merasakan menyukai seseorang, tapi lelaki itu menyukai temannya sendiri?” Tanya hanna sambil menahan tangisnya.

 

Sejenak sang in terdiam dengan pertanyaan hanna itu. Mencintai lelaki yang mencintai temannya sendiri?

 

“kau sudah bertemu dengan jin oppa?” Tanya sang in ragu.

“anni.. yoon gi oppa..” ucap hanna yang kini air matanya mulai mengalir lagi.

“yoon gi sunbae..??” Tanya sang in heran.

“yoon gi sunbae dia menyukai sena, selama ini dia hanya mengasihaniku..” ujar hanna berusaha menegarkan suaranya sambil menghapus air matanya yang tak bisa ditahan itu.

“aku mendengarnya sendiri yang berbicara di UKS dengan jin oppa, dia mengatakan bahwa aku hanya seekor kucing yang ditinggalkan didalam kardus oleh jin oppa.. dia tidak menyukaiku, lalu apa yang ia lakukan selama ini, hanya sebatas rasa kasihan untukku..” ujar hanna dengan suara putus-putusnya. Sang in langsung memeluk hanna temannya itu dengan erat dan hangat kemudian Sedikit memukul-mukul pundak hanna agar lebih tenang.

“hanna-ya.. diluar sana ada banyak lelaki yang lebih mencintaimu, kau harus sadar. Kau harus tau jika kau adalah Park Han Na. Park han na yang dicintai oleh orang-orang, sesekali kau bukalah mata hatimu itu. Siapa yang mencintaimu? Siapa yang menyayangimu?” ucap sang in sambil mengelus rambut panjang hanna itu. Ucapan sang in bisa membuatnya sedikit lebih tenang sekarang. Tapi berbeda dengan raut wajah sang in yang terlihat bingung, karena pertanyaan yang tadi itu masih terus terngiang diotaknya.

 

Mencintai lelaki yang mencintai temannya sendiri?

 

***

 

Digerbang jewelry terlihat seorang lelaki yang membawa dua buah koper besarnya sambil mengangkat-angkat buku yang ia pegang. Lebih tepatnya buku itu adalah sebuah denah, sebuah buku yang sama dengan buku yang dijadikan pegangan oleh SeNa ketika pertama kali memasuki jewelry.

 

“aku bahkan tidak tau dimana barat dan timur, dimanapun aku berdiri bagiku ini tetaplah timur…” gumam lelaki itu yang wajahnya sudah gusar karena kesal dan terlalu kelelahan. Ya, lelaki itu bernama Jung Hoseok.

 

Hoseok adalah seorang murid transfer dari jepang. Dilihat dari pakaian kasual cukup berkelas yang ia gunakan yaitu skinny jeans pendek, supreme sweater ringan dan snapback kulit yang dibalikkan itu terlihat bahwa ia bukanlah orang sembarangan. Ia adalah seorang anak chaebol sama seperti sebagian besar murid jewelry lainnya. Ia adalah seseorang yang mempunyai kemampuan rata-rata yaitu tidak terlalu pintar, lebih tepatnya ia mempunyai dan dapat melakukan apapun dengan baik walaupun tidak sesempurna yang dilakukan oleh orang lain. Namun dibalik semua itu ia mempunyai sesuatu yang sangat mengganggu dan sangat menyiksa didalam hidupnya. Suatu kelainan yang sebenarnya juga tidak ia inginkan didalam hidupnya.

 

“apa sekolah juga mempunyai hutan?” gumam hoseok yang kesal karena melihat pepohonan yang cukup tinggi kini berbaris dihadapannya. Ia mengira ini adalah sebuah jalan utama di jewelry karena udara disini terasa cukup bagus, tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas.

 

Hoseok terus melangkahkan kakinya dengan sedikit ragu karena semakin ia menyusuri jalan itu, jalan itu semakin gelap tanpa lampu kecuali cahaya remang-remang dari bulan purnama itu. Kali ini ia benar-benar salah arah. Ia terlihat menyesali apa yang ia lakukan tadi. Seharusnya ia tidak menolak bantuan penjaga sekolah untuk langsung mengantar nya ke asrama setelah turun dari taxi tadi.

 

Sebuah cahaya yang cukup terang membuat langkah hoseok terhenti. Cahaya yang terang itu berada diatas pohon. Ia berusaha mengadahkan kepalanya menatap cahaya itu, cahaya itu seperti cahaya bulan. Tapi tidak mungkin jika cahaya bulan hanya berkumpul pada satu titik?

 

“apa ekor ku terlihat?”

 

Suara itu mengejutkan hoseok yang masih mengadahkan kepalanya keatas menatap pohon itu.

 

“ekor? Apa ada murid yang tengah berbuat mesum diatas sana?” batin hoseok. Ia langsung mengangakan mulutnya dan membulatkan matanya tidak percaya. Ia terlihat ragu untuk membalikkan tubuhnya atau menggerakkan kakinya sedikit saja untuk kembali ketempat tadi. Saat tekad nya itu sudah bulat untuk kembali, saat itu juga ia mendengar suara perempuan yang meringis karena terjatuh dari atas pohon.

 

Hoseok terdiam kaku menatap sosok yang berada di hadapannya saatini. Sosok itu terlihat cantik, wajahnya putih bersih, rambut hitamnya yang panjang hanya ia biarkan tergerai menutupi sebagian wajahnya. Tapi yang membuatnya heran adalah, ekor. Kenapa gadis ini mempunyai 9 ekor yang bersinar seperti cahaya bulan?

 

“GU-GUMIHO??” teriak hoseok tidak percaya sambil menunjukkan jari telunjuknya pada gadis itu. Ya, gadis itu adalah Park Subyong.

 

Subyong terlihat sangat cemas dengan apa yang terjadi hingga ia langsung menyembunyikan wajahnya itu dengan rambutnya yang semakin turun menutupi wajahnya, sekilas ia terlihat tersenyum bahagia melihat seorang lelaki yang ada dihadapannya itu. Matanya terlihat berkaca-kaca menahan haru, entah apa yang sedang ia pikirkan seakan hoseok adalah makananya.

 

Hoseok melangkahkan kakinya satu langkah untuk mendekati subyong agar wajahnya benar-benar terlihat jelas. Walaupun ini adalah bulan purnama tetap saja saat ini mereka sedang berada disebuah pepohonan lebat yang cukup gelap. Sikap hoseok menampakkan bahwa ia tidak takut sama sekali terhadap gumiho itu, walaupun ia tau jika gumiho itu adalah pemakan hati lelaki yang ia jumpai.

 

Subyong langsung berdiri sambil merapikan rambutnya mengambil ancang-ancang untuk kabur dari hoseok, dan saat itu pulalah 9 ekor bersinarnya itu menghilang dari pandangan hoseok. Ia mengerjapkan matanya agar bisa melihat sosok gadis itu lagi, tetap asaja ia tidak melihatnya karena ini memang gelap. Hoseok langsung merinding hingga menggaruk-garuk tengkuknya yang terasa mulai dingin itu dan menarik koper-kopernya agar segera pergi dari tempat itu.

 

***

 

“yeoboseyo.?” Ujar sena yang baru saja selesai memasukkan beberapa buku kedalam tas dan mengangkat ponselnya yang sedari tadi terus berdering diatas ranjangnya.

“sena-ya.. kau sekolah hari ini?” Tanya orang disebalik telfon.

“ne ahjumma. Waeyo?” jawab sena pada ahjumma yang ia panggil yang tak lain adalah ibunya jungkook.

“ayahmu kekorea hari ini, ayahmu berpesan siang nanti kau datang ke restorantnya, kau taukan?”

“n-ne..” jawab sena ragu, terlihat ia mulai merasa canggung dengan ahjumma nya itu semenjak ia mengetahui jika sebenarnya ia bukanlah siapa-siapa dari keluarga itu.

 

Dikelas, sena hanya merenung memikirkan dan mengira-ngira hal apa yang akan dibicarakan oleh ayahnya itu? apa ayahnya akan mengatakan sebuah fakta yang akan mengejutkan sena nantinya? Atau apakah ayahnya akan memutuskan untuk mengembalikan nama Min Yoon Ah padanya? Sena terus menunduk menyandarkan tubuhnya dikursi itu tidak peduli jika seorang murid baru yang memperkenalkan diri didepan kelas terlihat tersenyum bahagia menatap kearahnya.

 

Murid baru itu duduk disamping taehyung, taehyung terlihat kurang suka dengan murid itu setelah ia menatap mata hoseok begitu lama sedari ia berdiri didepan kelas untuk memperkenalkan diri tadi. Taehyung seakan mengetahui sebuah fakta yang tidak terlalu disembunyikan oleh lelaki itu.

 

“hoseok-san..” panggil taehyung dengan suara dingin dan tatapan sinis menandakan bahwa ia benar-benar tidak menyukai murid baru yang bernama hoseok itu.

“kau bisa menggunakan bahasa korea padaku, taehyung-ssi..” jawab hoseok calm setelah menatap name tag taehyung itu dengan lirikan matanya. Dengan sigap taehyung langsung menutup name tag yang berada didada kanan nya itu dengan tangan kanan nya, tapi telunjuknya malah sedikit tergores membuat hoseok tersenyum geli.

Hoseok terlihat manis ketika tersenyum, ia memiliki lesung pipi kecil di sudut bibir kanannya. Hoseok tidak terlalu tampan tapi berada diantara garis cantik dan tampan.

 

Dipelajaran olahraga sena terlihat masih tidak bersemangat, ia hanya duduk bersama eunshi dipinggir lapangan basket sambil menyandarkan punggungnya di dinding pembatas lapangan dengan kursi penonton itu.

 

Taehyung yang prihatin dengan sikap sena seharian itu menatap sena dengan iba. Ia pun melemparkan bola basket yang ia pegang itu tepat mengenai kepala sena. Walaupun ia sudah melemahkan lemparan bola itu tetap saja sena meringis kesakitan dan memaki-maki taehyung dengan mulut pedasnya. Tapi sumpah serapah yang dikeluarkan oleh sena adalah dalam bahasa Indonesia yang membuat taehyung mengerinyutkan keningnya tidak mengerti.

 

“yya.. kau menyindirku Karena kemampuan bahasaku yang tidak setara denganmu?” ujar taehyung kemudian berjongkok diantara sena dan eunshi sambil memungut bola bekas lemparannya tadi dan memutar-mutarkannya ditelunjuknya.

 

Sena benar-benar kesal sekarang, suasana hatinya yang sedang buruk Karena masalah yang ia hadapi, suasana hatinya yang buruk karena cemas dengan apa yang bisa saja terjadi padanya siang nanti dan sekarang suasana hati yang buruk karena ulah taehyung. Sena langsung menggapai kepala taehyung dan menjambak rambutnya tanpa ampun. Taehyung terus meringis sambil melindungi kepalanya hingga bersujud dilantai itu. Sementara eunshi hanya bergidik ngeri dengan serangan sena yang tidak ia kira itu.

 

“sena-ya.. kau masih sama saja seperti dulu..” terdengar suara lelaki yang mendekat kearah sena dan taehyung, eunshi menatap lelaki itu sedikit bingung.

Sena langsung menghentikan kegiatannya membully taehyung dan menatap dengan heran pada lelaki yang ada dihadapannya itu sambil mengatur nafasnya yang sedikit sesak. Ia merasa kenal dengan lelaki yang ada dihadapannya saat ini.

 

“sudah kukira kalian saling mengenal..” ujar taehyung yang menatap lelaki tu dengan posisi masih bersujud dilantai mengadahkan kepalanya menatap lelaki yang berdiri itu.

 

“aku jung hoseok, kau tidak mengingatku? Saat tingkat pertama di middle high school kau sangat payah beradaptasi dengan tempat tinggal barumu. Kau bilang kau pindah rumah dan pindah sekolah karena pekerjaan ayahmu, dulu kau tinggal disebelah apartmentku. Setiap hari kita selalu pulang pergi bersama?” ujar lelaki bernama hoseok itu.

 

“hoseok?? Jinjja?? daebak…” ujar sena membulatkan matanya tidak percaya.

“daebak? Dia tidak menyukaimu, aku bisa membacanya dia tidak pernah menyukaimu!!” gumam taehyung yang mulai membenarkan posisi duduknya dengan menaikkan sebelah kakinya itu. Sena tidak peduli dengan apa yang diucapkan oleh taehyung seakan ia lebih tau hal itu dibanding taehyung, ia menatap hoseok masih tidak percaya kemudian menatap hoseok lekat-lekat lalu memeluknya dengan erat.

 

“kau…” gumam taehyung tidak percaya hingga membulatkan matanya, ia tidak tau apa yang dipikirkan oleh sena saat ini. Namun, ia tau dengan apa yang dipikirkan oleh hoseok saat ini.

“kau mengetahui sesuatu taehyung-ssi?” Tanya eunshi ragu-ragu sambil sedikit mendekatkan posisi duduknya pada taehyung, tatapan eunshi terlihat sangat polos. Hal itu membuat taehyung menjilati bibirnya karena malas. Karena ia tidak ingin mengatakan hal itu pada eunshi, bagaimanapun ia mengetahui semua rahasia orang lain tetap saja ia tidak boleh membocorkannya tanpa izin. Apalagi jika rahasia itu bisa merugikan orang lain maka itu adalah kesalahan yang sangat fatal untuk taehyung.

 

Dimading itu terlihat beberapa murid yang mengeluh kesal terhadap sebuah pengumuman yang tertempel disana. Sepertinya pengumuman itu bagaikan sebuah pesan dari neraka bagi murid jewelry, karena terlihat tak ada satupun ekspresi bahagia berada di masing-masing wajah mereka.

Sebuah pengumuman yang mengharuskan setiap murid kelas 1 & 2 untuk memilih salah satu kegiatan ekskul sebelum ujian semester diadakan. Kegiatan ekskul tentu menyita waktu belajar dan waktu pribadi para murid penting itu. Hal yang membuat para murid itu semakin gusar adalah karena mereka tidak akan diizinkan untuk mengikuti ujian semester jika tidak memilih kegiatan ekskul sesegera mungkin. Walaupun kegiatan ekskul mereka itu akan aktif saat semester 2 nanti.

 

“hyung.. apa jewelry punya klub dance??” Tanya jungkook yang mulutnya dipenuhi oleh makanan itu pada yoongi. Yoongi yang malas untuk mengeluarkan suaranya hanya mengangguk sambil menatap keluar jendela kantin. Tatapan yoongi begitu tenang membuat jungkook heran, lebih tepatnya yoongi sedang memikirkan sesuatu.

 

“hyung.. kau benar-benar merindukan sena nuna?? Rindu dalam apa??” Tanya jungkook sambil bergidik berusaha menangkap ekspresi yoongi. Namun yoongi malah menatap tajam padanya bahkan memiringkan bibirnya karena kesal dipandangi seperti itu.

“urusi saja dirimu..” ujar yoongi ketus sambil memakan frozen strawberry yogurt nya.

 

“hyung kau menyukai nuna ku??” Tanya jungkook lagi dengan wajah seriusnya.

“wae?? Kau juga menyukai nunamu??” Tanya yoongi balik karena ia sedikit tidak terima dengan pertanyaan jungkook yang tadi itu. Walaupun ia menyukai sena, ia tidak akan mengatakan hal itu dengan langsung pada sembarang orang termasuk jungkook sepupu sena sekalipun. Hanya nam joon lah yang mengetahui perasaan suka yoongi pada sena.

 

“saat kembali bertemu dengannya, apa yang kau lakukan?? Apa saja yang sudah kau lakukan pada sena nuna?? Malhaebwa…” Tanya jungkook dengan wajah nya yang seperti menuntut hutang itu, namun malah dibalas jitakan kepala oleh yoongi.

Jungkook seakan berbicara pada orang yang sebaya dengannya, hal itu sangat tidak diterima oleh yoongi walaupun jungkook sebenarnya adalah orang yang ia kenal semenjak ia berada dipanti asuhan. Dulu jungkook sering datang ke panti asuhan bersama ibunya untuk bermain sambil menunggu ibunya, Karena ibu jungkook termasuk orang penting dipanti asuhan itu.

 

“yya.. kau sedang menagih balasan terhadap apa yang sudah kau lakukan selama ini padaku?? Ne.. apa yang kau inginkan?? Choco chips? Ice cream?” ucap yoongi dengan ekspresi memonyong-monyongkan bibirnya karena kesal. Ucapan yoongi seakan mengejek jungkook yang terlihat masih kecil dan belum dewasa sama sekali, lebih tepatnya adalah usia pubertas yang belum sempurna.

 

“hyung.. aku melakukan semua itu agar kau tidak kehilangan kontak dengan sena nuna, karena sena nuna yang tidak mengingatmu. Meminta balasan itu pasti, tapi aku belum memikirkannya hingga sekarang. Hyung kau menyukai sena nuna?” Tanya jungkook lagi dengan nada suaranya yang lebih pelan agar yoongi mau menjawabnya.

Terlihat dari wajah jungkook ia seperti tidak menginginkan yoongi menjawab iya. Ia terlihat tidak setuju dengan hubungan yoongi dan sena walaupun ia selalu memberikan informasi tentang keadaan sena pada yoongi. Mulai dari dimana ia tinggal sekarang, bagaimana kesehatannya bahkan informasi yang terakhir kali diberikan jungkook adalah kepindahan sena kesekolah ini.

 

“wae??” Tanya yoongi penasaran.

“bagaimanapun hyung tidak boleh mencintainya.. andwae..” ujar jungkook membulatkan matanya agar yoongi yakin dengan larangannya itu.

“wae?? Karena kau sepupunya dan kau tak rela??”

“anni.. ini lebih dari itu, kau tidak melakukan apapun pada sena nuna kan? Seperti.. kisseu??” Tanya jungkook sedikit ragu. Yoongi langsung mengerjapkan matanya bingung. Yoongi tidak ingin menjawab pertanyaan jungkook itu yang pasti jawabannya adalah iya. Untuk menghindari jungkook, yoongi beralasan jika ia sudah Kenyang dan ingin kembali ke kelas walaupun hanya memakan frozen yogurt itu.

 

“HYUNG!! AKU AKAN MENANYAKANNYA PADA NUNA KU!! JIKA IYA KAU AKAN MATI…” teriak jungkook sambil menunjuk-nunjuk yoongi yang berlalu itu dengan sumpitnya membuat beberapa murid yang satu kelas dengan jungkook terdiam terpesona.

 

“dia punya nuna?? Ahh jinjja??” gumam salah satu murid perempuan yang terlihat menyukai jungkook sambil menggigiti sumpitnya namun dibalas pukulan sumpit oleh seorang murid laki-laki yang tak lain adalah kekasihnya sendiri.

 

“anak itu membuat ulah lagi..” gumam sena yang sedang menyembunyikan wajahnya disalah satu meja kantin membuat hoseok yang duduk didepannya merasa heran.

“anak itu??” Tanya hoseok memastikan sambil menunjuk jungkook melalui sunggingan bibirnya.

“dia sepupuku, tapi tidak ada yang boleh tau kenyataan ini” balas sena sambil memakan Italian breadsticks nya tanpa henti sebagai pelampiasan kekesalannya pada jungkook. Ia tidak peduli pada image feminimnya, toh hoseok sudah mengetahui kebiasaan jorok sena itu. Hosoek hanya bisa bersabar saja melihat pemandangan yang sedikit mengganggunya.

 

“wae?”

“molla..” balas sena singkat sambil mengangkat kedua bahunya.

“apa sekolah ini angker??” Tanya hoseok tiba-tiba membuat sena terbatuk-batuk.

“angker??” Tanya sena setelah ia sedikit menenangkan dirinya dengan meminum cola nya.

“semalam.. aku melihat gumiho dibelakang sekolah..” ucap hoseok sedikit mendekatkan kepalanya pada sena hendak berbisik.

“MWO??” Tanya sena dengan matanya yang membulat karena tidak percaya.

“Aku melihat 9 ekornya! Bahkan dia berkata apa ekor ku terlihat? Lalu terjatuh dari atas pohon” ucap hoseok dengan ekspresi lucunya ketika ia meniru suara gumiho itu yang tak lain adalah subyong.

“mungkin kau berhalusinasi karena tersesat” balas sena enteng sambil menatap hoseok yang terlihat tidak puas dengan respon sena itu. Ia sangat yakin jika yang ia lihat semalam itu benar-benar seekor gumiho.

 

“bagaimana dengan masalah cintamu itu??” Tanya sena tiba-tiba membuat hoseok terdiam canggung sambil menggigiti pipet susu coklatnya.

“sepertinya aku sedikit menyukai taehyung..” ucap hoseok tiba-tiba, hal itu membuat sena membelalakkan matanya tidak percaya.

“hoseok-ah…” gumam sena tidak terima. Tak berapa lama kemudian hoseok malah tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya karena ekspresi sena yang masih sama ketika hoseok mengatakan orang yang ia sukai pada sena di wakttu Middle School dulu, yang mana orang itu adalah seorang lelaki juga.

 

“aku sedang berusaha untuk normal..” ucap hoseok sedikit canggung ketika ia sudah sedikit tenang dari acara tertawa terbahaknya itu.

“jinjja?? semoga secepatnya ada seorang gadis yang bisa menaklukkanmu..” ucap sena dengan ekspresi semangatnya.

 

Hoseok hanya membalas ucapan semangat sena itu dengan senyuman tipisnya. Ya, sebenarnya hoseok adalah seorang gay. Kisah cinta hoseok selalu menyakitkan, tempatnya untuk mencurahkan hatinya dulu hanyalah pada sena. Namun, setelah sena pindah ke Indonesia hoseok kembali sendirian tanpa seorang teman yang menuntunnya untuk kembali ke apartment apa bila ia lupa arah.

Taehyung yang pandai membaca pikiran orang lain tentu dapat segera mengetahui hal itu melalui mata hoseok ketika memperkenalkan diri tadi dan hal itu lah yang membuat taehyung sedikit menjaga jarak dengan hoseok. Ia takut jika hoseok menyukainya, padahal sebenarnya tidak karena hoseok hanya bercanda pada taehyung dan sena.

 

“masalah angker itu.. Aku juga pernah merasakan hal-hal aneh akhir-akhir ini, aku sudah menceritakannya pada temanku tapi tidak ada yang percaya satupun..” keluh sena dengan ekspresi lesunya membuat hoseok sedikit penasaran.

“aneh??” Tanya hoseok.

Respon hoseok itu membuat mood sena sedikit naik dari sebelumnya. Ia sangat bersemangat menceritakan kejadian itu. Cerita yang sama dengan yang ia ceritakan pada sang in dan eun shi kemaren.

 

“aneh.. jika kau terluka setidaknya ada bekasnya, bahkan luka tidak akan sembuh dalam satu malam. Tapi waktu yang berhenti itu?”

“semua orang tidak percaya dengan time control?? Saat itu seseorang menciumku, dan saat itu pula waktu terhenti… hanya aku dan lelaki itu yang bergerak.. saat itu aku pingsan karena saking shock..”

“mungkin kau terkejut karena dicium seperti itu didepan umum, seperti sensasi saat berciuman. Kutebak itu ciuman pertamamu??” ujar hoseok membuat sena langsung mengelak. Ia beranggapan jika itu bukanlah ciuman pertamanya.

 

Sena menceritakan hal-hal yang terjadi padanya, mulai dari ia yang seorang anak adopsi hingga klise masa lalunya. Entah mengapa hubungan hoseok dan sena sudah seperti persahabatan yang sangat dekat, mereka tanpa segan menceritakan rahasia mereka satu sama lain.

Hoseok sedikit terkejut dengan semua cerita sena itu, bahkan mengetahui sena yang amnesia diwaktu kecil membuatnya juga sedikit penasaran.

 

“terkadang melalui mimpiku, aku melihat seorang anak kecil yang selalu melindungiku. Anak itu terkadang terlihat aneh, ia dapat melakukan apapun yang tidak bisa dilakukan oleh manusia bahkan manusia yang lebih dewasa sekalipun. Aku juga merasa dimasa itulah aku mendapatkan ciuman pertamaku. Aku merasa itu sebuah kenyataan dan bukan mimpi sama sekali. Bagaimana menurutmu?” Tanya sena dengan tatapan ragunya pada hoseok.

“di drama, orang yang amnesia ingatan mereka itu terkadang datang melalui mimpi..” ucap hoseok sambil sedikit menyipitkan matanya untuk berfikir. Jawaban yang diberikan hoseok itu sebenarnya cukup membuat sena kesal karena terlalu singkat. Namun, sena hanya mengangguk mengerti saja dan kembali memakan makanannya.

 

“SENA!!!” panggil sang in yang datang bersama ok jung dengan makanannya itu.

“nugu? Kau murid baru??” Tanya sang in bingung dan saat itu juga hoseok langsung memperkenalkan dirinya.

“sebenarnya aku sudah mengenal hoseok, dia adalah tetangga apartmentku ketika aku tinggal di jepang..” jelas sena dan dibalas dnegan anggukan oleh hoseok membuat sangin dan ok jung ternganga tidak percaya. Dunia begitu sempit bagi mereka, tak butuh waktu lama mereka sudah terlihat akrab satu sama lain.

 

“nuna..” Tiba-tiba seseorang datang sambil meletakkan botol air mineral dimeja sena dengan hentakan cukup keras membuat orang yang berada dimeja itu ikut terkejut menatapnya.

Sena terbatuk-batuk menyadari jika suara itu adalah suara jungkook. Ia tak ingin jungkook membuat masalah didekat teman-temannya itu. Saat itu juga sena langsung menarik jungkook, tapi jungkook terlihat tidak mau beranjak dan matanya masih tertuju pada gadis berambut coklat kemerahan disamping kursi sena itu.

Jungkook bahkan tersenyum sok manis pada perempuan itu yang tak lain adalah ok jung bahkan jungkook melambaikan tangannya pada ok jung, membuat ok jung meringis jijik. Ia tak suka dengan lelaki yang genit seperti itu, apalagi jika lelaki itu hanyalah adik kelas yang belum dewasa.

 

 

“yya.. bukankah ibumu menyuruhku untuk tidak saling mengenal disekolah??” ucap sena dengan suaranya yang seperti ingin berteriak itu namun ditahan hingga suaranya terdengar menakutkan, benar-benar seperti seorang nuna yang marah terhadap kenakalan adiknya.

Sena bahkan memukul pundak jungkook dengan tangan kosongnya tanpa henti dibawah tangga lantai dasar itu.

“a..appayo nuna!!” rintih jungkook sambil melindungi tubuhnya yang semakin mendapat pukulan kasar dari nunanya yang killer itu.

 

“kenapa kau memanggilku??” Tanya sena setelah ia cukup tenang dan puas untuk menyiksa jungkook.

“nuna.. perempuan yang berambut coklat kemerahan itu siapa?” Tanya jungkook ragu-ragu sambil tersenyum malu.

“yya.. kau memanggilku hanya untuk ini? kau bosan hidup eoh??” gertak sena lagi, gertakan sena memang ampuh membuat jungkook terkena tekanan mental.

 

“itu.. Min Yoon Gi sunbae, kau mengenalnya kan?? Apa saja yang dilakukannya padamu?? Benar dia menciummu atau menyatakan perasaannya padamu??” Tanya jungkook penasaran, hal itu membuat sena membelalakkan matanya. Ia juga bingung dari mana jungkook mengenal yoongi, dan masalah ciuman itu? apa jungkook mendapat berita dari orang lain atau yoongi sendiri?

“apa urusanmu? Kau urus urusanmu sendiri..” elak sena sedikit gugup.

“jinjja?? dia menciummu?? Itu tidak boleh terjadi!! nuna kenapa kau begitu murahan padanya? Nun..” belum sempat jungkook meneruskan kalimatnya sena langsung menjambak rambut jungkook bahkan mencubiti lengan jungkoook tanpa henti. Bagaimana tidak? Dikatakan murahan oleh sepupu sendiri itu sungguh keterlaluan.

 

“kenapa kalian begitu berisik..?” gumam seseorang yang turun dari tangga. Sena merasa sedikit gugup ketika mendengar suara itu. Suara itu…

 

“nam joon..” gumam sena membuat jungkook heran dan menolehkan kepalanya pada lelaki berambut blonde itu. Setidaknya jungkook terbebas dari pukulan nunanya untuk sementara.

“nuna.. setelah kau bertemu dengan ayahmu, kuyakin kau akan menyesal terhadap apa yang telah kau lakukan..” ucap jungkook sambil merapikan pakaiannya dan pergi meninggalkan sena. Sena terdiam bingung mendengar ucapan jungkook, dan membiarkan jungkook berlalu begitu saja darinya sambil menggosok-gosok lengannya yang mungkin memar itu.

 

Setelah mendengar perkataan ayahnya? Memangnya ayahnya akan mengatakan apa? Apakah sesuatu yang sangat besar?? Apa fakta mengejutkan akan terdengar lagi olehnya?? Apa hidupnya hanya ditakdirkan untuk menerima kenyataan yang mengejutkan saja?

 

 

“yya.. nam joon..” terdengar panggilan seseorang dari arah belakang lelaki bernama nam joon itu. Nam joon pun menolehkan kepalanya kebelakang, siapa lagi kalau bukan subyong.

 

Setelah melihat kiri dan kanan untuk memastikan jika tidak ada seorangpun disekitar mereka, subyongpun menarik lengan nam joon kesebuah taman belakang sekolah.

 

“yya.. nam joon, untuk keberapa kalinya aku mengatakan padamu bisakah kau bersabar sedikit?? Ini tidak akan lama.. gadis itu juga tidak akan pergi darimu..” ucap subyong sedikit berteriak, sementara nam joon hanya terdiam dimarahi oleh subyong seperti itu.

“jadi ini yang ketiga kalinya kau mencium sena???” Tanya subyong memastikan sambil menyipitkan matanya karena sudah lelah untuk memeperingati nam joon.

 

“itu hanya kecelakaan nuna..” balas nam joon pelan dengan tatapan penuh kepastiannya, namun suaranya yang serek basah itu terdengar cukup keras bagi orang awam.

“tapi tidak saat kau melakukannya di apartmentmu!! Kau melakukannya dengan sengaja bukan??” Tanya subyong sambil melipat kedua tangannya diatas perutnya.

“anni.. aku hanya ingin menolongnya yang sedang kritis. Saat itu ia terluka parah karena ulahku..”

“jadi kau menganggab cairanmu itu sebagai obat untuk manusia? Kau fikir setelah kau memberikan darahmu pada yoongi kau boleh memberikannya pada siapapun tanpa seiizinku??” Teriak subyong cukup kencang.

 

“ingat.. tidak semuanya yang ada ditubuhmu adalah milikmu, tubuhmu adalah jaminanku!! Kau bukan manusia sama sepertiku!! Katakan pada yoongi.. jika ia mencium sena lagi maka ia benar-benar akan menyesal..” ucap subyong sambil mengatur nafasnya.

“wae??” Tanya nam joon heran.

“Min Yoon Gi.. Min Yoon Ah.. Apa kau tidak mengerti maksud dari semua itu??” Tanya subyong dengan tatapan dinginnya pada nam joon membuat nam joon juga bingung.

 

“mereka adalah dua bersaudara.. Orang tuanya menitipkan yoongi dipanti asuhan ketika ia masih bayi sedangkan yoon ah di usia SD..” jelas subyong dengan tatapan datarnya, ia juga bingung apa benar nam joon tidak mengetahui hal ini.

“lalu apa yoongi mengetahui hal ini??” Tanya nam joon penasaran.

“yoongi dan sena tidak mengetahui hal ini, tapi cepat atau lembat mereka akan tau juga..” ucap subyong lagi biasa.

Sementara namjoon masih shock dengan hal yang baru ia dengar itu pun langsung terdiam membeku hingga terduduk dikursi yang terbuat dari kayu disampingnya. Ia memandang langit dengan tatapan kosongnya membayangkan jika yoongi mendengar hal ini. Nam joon tau betul sebesar apa rasa cinta yoongi pada sena. Sebuah fakta yang datang begitu saja jika mereka adalah sepasang saudara yang terpisahkan pasti akan membuat yoongi seseorang yang sangat keras itu tak terkendali.

 

“sena..” gumam subyong ketika ia menoleh kesebuah dinding yang tertutupi oleh sebuah pohon lebat. Betapa terkejutnya nam joon jika ia melihat sena yang menatap nya dengan tatapan datarnya. Tatapan itu memang datar namun air mata itu semakin menggenang dimatanya hingga benar-benar mengalir deras dipipinya.

 

Mengapa fakta tak terduga selalu terjadi padannya? Pikir sena. Sena yang seperti sedang menerima panggilan telfon itu seakan tak kuasa untuk menahan telfon itu ditelinganya hingga ponsel itu terjatuh ke tanah.

 

“Yoon Ah…”

 

To be continued..

 

Di ff Ghost Of Camera author bilang bakal post secepatnya dan author kirim secepatnya karena ternyata ff itu belum di post.. hahahaha jadi hutang author lunaskan? Wkwkwkwk untuk next part mungkin benar akan lama karena bulan puasa author mau PL keluar negri(?). mianhaeyo readers, author sekarang kelas 12 jadi lumayan sibuk hikz..

Kebanyakan pertanyaan di part sebelumny aitu tentang jungkook dan yoongi yah? Udah terjawabkan? Hehe

Juga orang yang liat gumiho itu? udah terjawab juga kan?? Hahaha

Yang mau Tanya, Tanya aja entar tak jawab di next part atau kolom komentar hohho *civok all*

About fanfictionside

just me

23 thoughts on “FF/ MONSTER/ BANGTAN-BTS/ pt. 5

  1. Firstkah aku?? JINJA AUTHOOOOOOOOOR DAEBAK! BIKIN PENASARAN ;-; DITUNGGU LANJUTANNYA~~ JANGAN LAMA2 YA THOR ^^ /bbuing bbuing/ *caps jebol

  2. 😮
    fakta mengejutkan juga bwt akoh kaka ^O^
    kenapa YoonGi harus sodara’an ame Se Na /? Oemji Helloooooow
    kalo YoonGi tau😮 Masya Allah…

    Lalu lalu…
    Gw ngakak pas tau heoseok itu gay /?
    Dan taehyung yang …hahaha pkok’a lucu, keren ,daebaaakk! Nunaaaaa

    bakalan kangen dah nich ame ni FF :”
    oke lah fighting nunaaa nuna jima :v

  3. jadi sena sama yoongi sodaraan? gak bisa bersatu atuh?
    yaudah, dari awal aku sukanya sena sama namjoon kok:) hoseok gay?? mending sama aku aja bang..

  4. Apa?? Yoongi sama sena saudara yg terpisahkan? -_- duh berasa sinetron thor.
    Tp gpp kok, bagian namjoonnya yg greget /?

  5. ahh bagian tbc bikin aku mau nangis, fakta yang tak terduga lagi.. ternyata ternyata sena sama sugaaa huweee

    sebel sama tingkah konyolnya jungkook, bener bener mewarnai ini ff/? kkk
    konfliknya seru ~~~~

  6. Hiaaaa iri sma sena punya sppu kya jungkook >_<
    tmbh penasaran juga T_T dan hrus nunggu lama chapter berikut nya…

  7. Jd j-hope gay !???? T.T
    itu si sena sm yoongi gimana !??? T.T

    cepetan next part ny eonn !!😀

  8. Wueeehh… daebak thor, konfliknya bagus, dan ckup pnjang deh.. in, knpe Hoseok jdi gay? kgk cocok dah! aplgi yg d sukai ntu Taehyung, smpe emak perot Taehyung curiga wkwkwk, prtahanin deh Hoseok, klo udh normal, mnding sma JJ aj #plal. JJ inget! in kok ky’ GGS.nya SCTV, klo d bandingin ff in dan crita ntu, msih bagus in dah, suka! next chap.nya thor! pkoknya keep writing and fighting

  9. AAAA…. bias muncul juga >< *colekhoseok*?
    Tenyata yoon gi dan sena itu saudara kandung. aish…. makin rumit eoh. izin lanjut baca thor.
    uhm… tadi nemu sedikit typo/?

  10. Seriusannnn gw gak nyangka kalo mereka sodara
    Min pdhal jelas2 udh berkali-kali tulisan Min itu ada dan gw gak nyadar
    Astagaaaa parah banged gw
    Dan Jungkook pasti tau hal itukan? Oh my got gak nyangka gw
    Sriusannnn :-O

  11. Mwoyaaa hoseok gay? T_T andwaeee….!! Semoga hoseok cepet sembuhh:v gak sabar pengen ada jungkook-eunshi moment ^^ kkkk~ terus penasaran nih sama yoongi ntr gmn ya kalau tau sena itu saudaranya???? T_T keep writing author ff fantasy pertama favoritku^^~ fighting^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s