FF/ COFFEE BOY/ BTS-BTOB-TEENTOP-EXO/ pt. 2


Title                       : Coffee Boy/ Pt 2

Author                  : A.Rara

Genre                   : Romance, Life, Collage Life, NC 21 (?)

Cast                       :

–          Ahn Rayoung

–          Min Yoongi (BTS)

–          Lee Minhyuk (BTOB)

–          Ahn Daniel (TeenTop)

–          Han Rinrin

–          Byun Baekhyun (EXO)

Legth                     : Chaptered

cats(5)

Disclaimer           : Hallo Readers! Aku lanjutin ini ceritanya yaaaah. Lebih panjang 2x lipat lho dari yang kemarin. Warning! ada bagian NC 21(!) . kalau yang nggak kuat bacanya boleh dilewati. Tapi yg suka dosa ditanggung sendiri ya wwkwkwkkwk >< happy reading! Enjoy it!

Summary                             : Rayoung terdiam. Yoongi memeluk Rayoung dari belakang. “jangan khawatir kau akan menjadi milikku selamanya, tidak akan aku biarkan kau pergi jauh dariku”. Ucap Yoongi memeluk Rayoung erat dan lebih erat.

Minhyuk dengan nafas terengah-engah mendudukan Rayoung dikursi belakang barnya. Dia hanya menatap Rayoung. Rayoung terdiam menunduk bingung entah apa yang barusan terjadi tadi. Suasana sepi mengelilingi mereka. Hanya ada nafas Minhyuk yang terdengar. Nafas Minhyuk terdengan sangat jelas bahwa dia marah.

Rayoung POV

Namja tadi, ah bibirnya masih terasa. Manis dan lembut.. Ah bodoh sekali kau Rayoung. Itu bukan ciuman mesra, itu pelecehan. Ah paboo ya! Mau-maunya kau di cium namja brengsek itu. ah sungguh-sungguh memalukan kau ini.

Author POV

“Kau tidak apa-apa?”. Tanya Minhyuk tiba-tiba.

“ah tidak”. Ucap Rayoung singkat.

“Kau sungguh ? aku tidak suka perlakuan namja tadi terhadapmu”. Ucap Minhyuk berlutut di depan Rayoung yang sedang duduk di kursi. Minhyuk memegang kedua tangan Rayoung. Minhyuk menatap Rayoung khawatir. “Oppa, aku tidak apa-apa. Kau jangan khawatir. Aku hanya kaget saja tadi. Namja tadi memang brengsek. Awas saja jika dia bertemu denganku lagi. Aku akan menamparnya”. Jelas Rayoung untuk meyakinkan Minhyuk. Senyum Rayoung mulai terlihat dan mengusap kepala Minhyuk dengan manja. Hal seperti itu sudah biasa terjadi diantara mereka. Rayoung sangat sayang sekali terhadap Minhyuk. Dia menganggap Minhyuk sama seperti Niel, kakak kandung Rayoung. Karena Minhyuk dulu teman nongkrong Niel, dan Minhyuk sering bermain kerumah Niel. Dia sering bertemu Rayoung dan sampai akhirnya Minhyuk menyukai Rayoung.

“Rayoung..” Minhyuk menatap Rayoung dalam-dalam dan mendekatkan wajahnya pada Rayoung. “Eoh..”. Wajah Minhyuk semakin dekat. Cepat-cepat Rayoung bangkit dari duduknya. “Ah oppa, aku harus pulang. Ibu menunggu”. Ucap Rayoung cepat-cepat.

.

.

.

Rayoung dan Rinrin berjalan menuju halte terdekat coffee shop, “Rayoung, kau tadi baik-baik saja?”. Tanya Rinrin disela-sela kesunyian mereka. “eoh.. kenapa kau baru bertanya sekarang?”. Ucap Rayoung sambil menjitak pelan kepala Rinrin.

“ah mianhae, aku bingung tadi dan aku takut juga tadi Rayoung”. Ucap Rinrin

“aku tidak suka namja mesum tadi, seenaknya saja dia menciumku-..”

“ah ya, apa tadi Minhyuk oppa menciummu dibelakang?”. Potong Rinrin tiba-tiba.

“Yaaaa! Paboo!. Minhyuk oppa tidak semesum itu Rinrin!!”. Teriak Rayoung menjitak keras

Rinrin. “aaaaww! Yaa! Maafkan aku. Aku hanya bertanya”. Ucap Rinrin meringis kesakitan.

Tidak berapa lama bis yang mereka tunggu-tunggu datang. Mereka berdua naik kedalam bis. Rayoung dan Rinrin tekejut melihat seseorang yang duduk dibangku belakang. Orang itu langsung menatap Rayoung tajam. Rinrin dan Rayoung lansgung cepat-cepat mencari tempat duduk terdekat dan sejauh mungkin agar tidak dekat dengan bangku belakang.

Sekejap Rayoung dan Rinrin langsung saling menatap penuh dengan muka khawatir. “Bagaimana ini Rayoung?”. Tanya Rinrin ketakutan. “ah sudahlah, anggap saja kita tidak tahu ada dia”. Ucap Rayoung menenangkan temannya. “Rayoung, aku nanti kan harus turun di halte depan. Kau yakin akan pulang sendiri. Aku khawatir namja itu akan menciummu atau bahkan akan memperko—“. “Paboo! Khayalanmu terlalu tinggi Rinrin! Sudahlah kau turun dihalte depan. Aku akan pulang sendiri, kasihan orang tuamu sudah menunggu dirumah. Jangan khawatirkan aku”. Ucap Rayoung meyakinkan temannya ini.

Halte depan sudah semakin dekat. Seseorang yang ditakuti mereka berdua belum juga turun. Rayoung berusaha tenang. “Rayoung, aku duluan ya. Hati-hati hubungi aku jika ada apa-apa”. Ucap Rinrin penuh khawatir. Rayoung hanya menganggukan kepala dan tersenyum.

Rayoung POV

Mampuslah aku. Aku hanya tinggal sendiri di bis ini. Tinggal 2 halte lagi akan turun. Lalu aku harus masih menunggu bis lagi. Ya Tuhan, jauh sekali rumahku ini. Ah ani, bukan karena jauh. Ya Tuhan aku takut. Aku harus tenang. Tenanglah Rayoung.

Aku benar-benar tidak berani melihat kebelakang. Namun aku penasaran, aku melihat kebelakang pelan. Ya namja itu tesenyum. Oh tidak – matilah aku. Aku segera kembali melihat kedepan. Dia tampan, senyumnya begitu mempesona. Senyumnya licik tapi itu membuat dia terlihat tampan.

 

Yoongi POV

Tidak aku duga gadis itu berada di dalam bis ini bersamaku. Apa dia masih marah ? dia begitu manis. Rambut panjangnya yang sedikit bergelombang itu. Poni ratanya yang lucu. Ah tentu saja bibir manisnya tadi. Semanis kopi yang selalu menemaniku.

Aku terus memandangi yeoja itu. Aku ingin sekali berkenalan dengannya. Ah tapi apa dia mau. Aku terus tersenyum melihat kearahnya. Haha dia melihatku. Dia begitu gugup. Ahn Rayoung.. nama itu. Nama seorang gadis yang aku suka, dia di depanku sekarang.

Dengan berani aku melangkahkan kakiku menghampirinya. Aku dengan cepat duduk disebelahnya dan berhasil membuatnya kaget.

“Min Yoongi”. Ucapku memberitahu namaku

“Yaaa! Kau mengagetkanku namja mes—“

Dengan cepat Yoongi membekap mulut Rayoung dengan ciuman pelan. Ditempelkannya bibir Yoongi pelan. Rayoung kaget, dan tiba-tiba saja dia merasakan manis dan lembut di bibirnya. Yoongi tetap mengecup pelan. Rayoung mulai memejamkan matanya dan menikmati ciuman. Tiba-tiba Yoongi melepaskan ciuman. Dan tersenyum.

“Tidak sopan, ini di dalam bis. Bisakah kau mengecilkan suaramu itu, aku tidak semesum yang kau pikirkan kan ? Bagaimana ciumannya? Manis?”. Ucap Yoongi tersenyum.

Muka Rayoung memerah. “Sungguh kau tidak sopan Min Yoongi!”.Bentak Rayoung pelan dan setengah tertunduk. Yoongi terdiam dan menepuk kepala Rayoung pelan. “Baiklah maafkan aku Rayoung, tapi kalau boleh jujur bibirmu sangat manis. Dan aku suka”. Ucap Yoongi. Air mata mulai menetes. “Ini ciuman pertamaku. Dan aku melakukannya dengan orang yang kasar dan tidak aku kenal. Aku merasa dilecehkan’. Ucap Rayoung pelan ditengah-tengah sesenggukan air matanya.

Bis sudah berhenti dihalte seharusnya Rayoung turun. Dengan cepat mengahapus air matanya, Rayoung bangkit dari tempat duduknya. Yoongi merasa bersalah dan hanya terdiam. Yoongi memberi jalan Rayoung untuk turun dan dia juga mengikuti Rayoung turun.

“Mau apa kau ? Mau berbuat apa lagi kau? Aku akan berteriak jika kau berani menyentuhku!”. Ucap Rayoung kasar.

“Mianhae, maafkan aku Ahn Rayoung. Aku memang namja mesum yang seperti seharian ini kau bilang”. Mata Yoongi memerah dan berkaca-kaca.

“Mwo.. kau ingin menangis ?”.

“Ah aniya, enak saja!”. Dengan nada sedikit tinggi Yoongi mengelak.

“Harusnya aku yang menangis karena kau leceh—“. “Sudah jangan dibahas lagi, kau mau memaafkan aku tidak ?”. Ucap Yoongi memutus ucapan Rayoung.

Yoongi mengulurkan tangannya. Rayoung tetap terdiam. Udara semakin dingin. Cepat-cepat Yoongi melepaskan jaket denimnya dan dipakaikan pada punggung Rayoung.

Rayoung POV

Eoh.. apa ini maksudnya. Namja ini memakaikan jaketnya. Romantis sekali. Aku meliriknya dan dia sangat tampan. Aku tersenyum kearahnya. Dia tidak sejahat yang aku kira. Senyumnya terkihat begitu hangat.

“Apa kau mau Hot dog?”. Ucapnya tiba-tiba.

“Ah tidak usah”. Ucapku pelan.

“Tapi aku ingin Hot Dog, ayo temani aku ke kedai itu”.

Yoongi menarik tanganku pelan dan menggenggamnya erat. Dia terus menggandeng tanganku. Hangat sekali tangannya.

Yoongi POV

Aku terus menggenggam tangan Rayoung agar dia tidak kedinginan. Tidak bisa aku pungkiri aku menyukainnya.

“Ahjussi, 2 hot dong untuk aku dan gadisku ini ya”. Teriak Yoongi dengan tertawa pelan.

“Ne, wah lama tidak kesini kau Yoongi, ah dia yeojachinggumu ? manis sekali dia haha”

Rayoung meyenggol pingganggku pelan dan membelalakan matanya. Aku meliriknya. Lalu dia hanya tersenyum kepada Sooman ahjussi. Aku melihat pipinya memerah.

Kita terdiam sesaat dan tidak lama Hot dog kami jadi.

“Yaaa ini hot dogmu, aku kasih kau dua gelas kopi hangat kesukaanmu untuk kau dan yeojachinggumu Yoongi”. Ucap Sooman Ahjussi sambil tertawa pelan.

“Ne Gamsahamnida Ahjussi~”.Ucapku sambil memberinya uang.

“sudah ambil saja hot dog dan kopinya, anggap saja ini hadiah dariku, karna ini pertama kalinya kau membawa pacarmu kesini hahaha, dan salam untuk ibumu ya”. Ucap Sooman Ahjussi.

Aku menggandeng tangan Rayoung lagi dan kami duduk di bangku taman. Dia memakan hot dog dengan lahap. Entah dia lapar atau gugup karena duduk bersamaku.

“Katanya kau tidak ingin hot dog itu?” tanyaku sambil tertawa mengejek.

“Oh jadi kau tidak ikhlas?”. Ucapnya menantang.

“jelas aku ikhlaslah”. Ucapku sambil mengelus pipinya dengan lembut.

Hot dog kami berdua pun dalam sekejap sudah habis. Lampu taman yang remang-remang begitu romantis untukku dan Rayoung. Hanya ada kita berdua disini. Ini masih jam 7 malam, ah belum terlalu malam.

“apa kau tidak ingin pulang?”. Tanyaku tiba-tiba.

“Belum ingin”. Ucap Rayoung singkat dan jelas. Aku melihatnya begitu gelisah. Dia mengigit bibirnya bagian bawah dan dia terdiam. Ah Rayoung kau membuatku gemas. Aku pegang wajahnya, dia menatapku dan aku mencium bibirnya pelan.

Rayoung POV

Kami berdua menghabiskan hotdog dan kenyang sekali. Aku melihat sekitar begitu sepi. Hanya ada aku dan Yoongi. Lampu taman yang remang dan kuning terlihat indah dan begitu romantis. Aku teringat ciumanku dengan Yoongi di dalam bis tadi. Aku ingin mengulanginya lagi. Bibirnya begitu manis dan membuatku candu.

“apa kau tidak ingin pulang?”. Tanya Yoongi tiba-tiba.

“Belum ingin”. Ucapku pelan.

Tiba-tiba bibir yang aku inginkan itu kembali mengecup bibirku pelan. Yoongi menciumku pelan. Yoongi menghisap bibir bawahku. Aku membuka sedikit bibirku agar lidah Yoongi bisa masuk. Dia mengabsen satu-persatu gigiku. Kita bertukar saliva. Yoongi menghisap lidahku. Semakin ganas dan aku tebuai. Aku mulai terangsang dengan ciuman Yoongi. Aku gantungkan kedua tanganku dileher Yoongi. Bibir kami tetap bertautan dan berciuman semakin kasar

Kedua tangan Yoongi mulai meremas kedua buah dadaku.

“aaahhh.. Yoongi” aku mulai mendesah.

Yoongi melepaskan ciumannya. “Jangan disini, kita lanjutkan disana”. Ucap Yoongi. Aku menurut dan Yoongi menarik tanganku. Kami bergandengan dan berlari kecil. Aku dan Yoongi menyusuri gang-gang kecil dan lima menit kemudian kami sampai di depan sebuah gudang kecil. Aku tidak tahu tempat apa ini. Aku melihat Yoongi sibuk merogoh sakunya dan mengambil kunci lalu membukakan pintu.

Dengan cepat Yoongi menarikku. Lalu menutup pintu itu dan menguncinya rapat. Yoongi mendorongku diatas ranjang yang tidak terlalu besar ukurannya. Dia tepat diatasku. Lalu kami berciuman dengan ganas. Ciuman Yoongi mulai keleherku dan menaikkan birahiku. Aku mulai terangsang. Sekujur tubuhku merasakan nikmat dari setiap sentuhan bibir Yoongi. Yoongi mulai melepaskan kancing seragamku. Dan membuka seragamku. Kedua buahku terpampang jelas didepan muka Yoongi. Yoongi terdiam sebentar lalu menciumi dadaku dan memberikan kissmark yang begitu banyak.

“aaaaahh yoongi…”aku mulai mendesah. Yoongi semakin gemas mendengar desahaanku. Di remasnya kedua buah dadaku. Lalu dia kembali menciumku. Aku meraba punggungnya. Aku semakin tidak tahan. Yoongi terus meremas dadaku hingga akhirnya dia melepaskan pengait braku.

Sekarang dadaku terpampang jelas. Yoongi mulai mengemut puting kananku dan meremas dada kiriku. “aaaahh Yoongi aaahh.. mmmhh aaahh enakhhh”. “apa ini enak sekali ?” ucap Yoongi berat sambil meremas dadaku. Dengan cepat Yoongi menarik Rok seragamku kebawah. Yoongi kembali keatasku. Aku merasa tidak adil. Lalu aku melepask kaos polo hitamnya. Dada bidangnya terlihat begitu menggairahkan. Dia menciumku dan meremas dadaku lagi. Kemudian dia mencium leherku. Dan memainkan kedua putingku.

Tangan kanan Yoongi mengelus celana dalamku pelan. Ditusuk-tusukannya jarinya pelan.

“aaaaahhh apppoooo… aaahhh akuuuhh tidak tahannnn lagiiihhhh, hentikaannhh”. Aku berbicara dengam mendesah. Namun Yoongi tidak memperdulikan ucapanku. Dia terus bemain diluar celana dalamku. Yoongi mulai melepaskan celananya dan hanya meninggalkan celana dalamnya. Aku melihat juniornya sudah begitu tegang. Kemudian dia menarik celana dalamku. Sekarang aku benar-benar telanjang di depan namja ini. Aku begitu menyukainya. Dan ini pertama kalinya aku disentuh oleh seorang namja.

“aaaah… ternyata miss. Vmu sudah basah”. Ucap Yoongi denga tiba-tiba memasukan satu jarinya. Dan dimainkan di dalamnya. “ennghhhh…. aaaahhh oooohhh enak sekaliiii” aku terus meracau tidak jelas. “Aku aku membuatmu nikmat malam ini” ucap Yoongi. Pelan Yoongi membuka pahaku lebar-lebar. Aku melihat Juniornya siap menerobos masuk kedalam miss v ku.

Digesekanya pelan juniornya di miss vku membuatku geli.”eeuuunnggghhh… ayooo yooongiihh aku sudah tidak tahannn”. Dengan pelan junior Yoongi masuk kedalam miss vku. Aku merintih sakit, terasa perih dan ada yang robek di dalamnya. Ahhhh darah perawanku keluar. Aku menahan sakit dan menahan air mataku. “perih ya? Ini hanya sebentar. Kita pelan-pelan ya”. Ucap Yoongi menghentikan dorongan juniornya dan meyakinkanku. Aku hanya mengangguk. Kemudian pelan-pelan Yoongi memasukan juniornya lalu tenggelam kedalam miss vku. Yoongi mulai memaju mundurkan pinggangnya dan menggejotku.

“aaaahh nikmathhh…ooohh fasterrrrhhhh…aaaahh”. aku medesah tak karuan. Yoongi terus menyodokan juniornya dengan cepat dan membuatku menggeliat tak karuan. Tiba-tiba Yoongi mengulum putingku dan meremasnya. “aaahh… Chagiya sempit sekali vaginamu.. mmmhhh, ini nikmat. Kau harus tetap menjadi milikku.” Ucap Yoongi. Plok plok plok! Terdengar bunyi genjotan junior Yoongi di miss v Rayoung dengan cepat. “aaahhh.. aku tidak tahan.. aku ingin keluarhhhh”. Ucapku. “Keluarkan saja Changiya.. aaaahhh.. ooohhh enak”. Ucap Yoongi sambil terus menggenjot. “akuuhh keluaaarrr aaaaaahhh ooohhh opppaaahhh” teriakku nikmat. Tubuhku bergetar, aku merasakan ada cairan hangat keluar dari vaginaku dan nikmat.

Belum puas juga, dengan cepat Yoongi membalikan badan Rayoung hingga sekarang Rayoung berada diatas Yoongi. “ini namanya women on top,bagaimana ? enak”. Ucap Yoongi “oooohh juniormu begitu daaalammhh”. Aku mulai menaik turunkan pinggulku. Junior Yoongi begitu lebih dalam masuk kedalam vaginaku. Aku semakin melemas, dengan cepat lagi tanpa melepaskan juniornya Yoongi kembali diatasku dan menggenjotku kasar. “aaahhh… changiya aku akan keluar” teriak Yoongi dengan mempercepat genjotannya. “aaaahh aku juga oppaaahhh” teriakku. Tubuhku menegang dan bergetar. Crot! Yoongi segera menarik junior dan mengeluarkan spermanya diluar.

Author POV

Rayoung terdiam. Yoongi memeluk Rayoung dari belakang. “jangan khawatir kau akan menjadi milikku selamanya, tidak akan aku biarkan kau pergi jauh dariku”. Ucap Yoongi memeluk Rayoung erat dan lebih erat.

*to be continue*

Gimana readers ? mau lanjut nggak? Apa terlalu yadong? Hehehe . minta commentnya yaaaa >< makasih yang udah baca. Jangan lupa di vote juga yaaaaa. Gomawo~

About fanfictionside

just me

10 thoughts on “FF/ COFFEE BOY/ BTS-BTOB-TEENTOP-EXO/ pt. 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s