FF/ WHAT HE’LL BE BACK?/ BTS-GIRLSDAY/ 1 of 2


Title       :  what he’ll be back?
Author  : F.taehan
Genre   : Romance, school life, NC 21 (?)
Maincast  : Park Jimin a.k.a BTS Jimin
    Lee Hyeri GIRLS DAY
      AND other cast .
Rating   : R, PG 18
Length  : Twoshoot
Summary  : ‘tatapan itu kembali mengusik kehidupanku, apa yang harus aku lakukan?’
Disclamer  : ff murni dari ide author, dont plagiarisme! Dont be silent readers. Mohon tinggalkan jejak setelah membaca . berhubungan ini ff nc pertama author, jadi harap memaklumi jika belum terlalu ngena banget ya..Di sini author tidak menjelaskan bagian POV secara jelas kkkk~ happy reading chingudeul ^^
.
.

.

what he'll be back

 
                Sepasang mata tajam tengah mengawasi yeoja yang kini berjalan tergesa dibalik mantel hangatnya, yeoja berambut cokelat itu sesekali menoleh kebelakang memastikan tak ada seorangpun yang mengikuti langkah gugupnya.
-sreeet- mata yeoja itu membulat secara sempurna saat seorang namja dengan cepat menghentakkan tubuh kecilnya di dinding gang sepi yang baru saja ia lewati,
Hyeri POV
 
“Park jimin ? kau kah itu?” suaraku bergetar menatap takut namja yang kini melempar tatapan dinginnya dibalik topi yang ia kenakan. Penyinaran minim tak menghalangiku untuk meneliti wajah tampan yang kini berusaha menghilangkan jarak tubuhnya, ia mulai menghimpit tubuhku di antara dinding dan menghembuskan nafas terengahnya menerpa lekuk wajahku.
“aku merindukanmu hyeri-ya…” hembusan hangat nafasnya semakin menggelitikku, mengalihkan wajah adalah cara terampuh sebelum bibirnya mendarat mengecup bibirku seperti bulan bulan sebelumnya.
“apa kau sekarang tengah menolakku huh?” pandangan kami bertemu, sedetik kemudian ia menyeringai dengan enteng nya membuat jantungku semakin berdegup takut
“k..kenapa kkau kembali?”
“cih! Tentu saja aku kembali untukmu chagiya, karna aku sangat merindukanmu” dengan sekali gerakan bibirnya tepat terarah mengecup bibirku, melumat paksa meski aku enggan membuka mulut untuk memberi akses ia mendominasi ciuman paksanya. Mengumpulkan tenaga untuk mendorong bahunya adalah kesempatanku untuk bisa lepas dari tautannya agar bisa menghirup oksigen dengan bebas.
“HENTIKAN !! KAU TAK BISA BERSIKAP SEENAKNYA DENGANKU JIMIN-SSI !!” aku segera beranjak meninggalkan namja yang masih terpaku menatapku heran hingga punggungku menghilang bersama gelapnya malam, meninggalkan namja tampan dengan senyum kecutnya.
.
.
.
Kulangkahkan kaki dengan malas memasuki ruang kelas yang kini nampak penuh dengan kerumunan siswa, beberapa yeoja kini berbisik menatap jauh ke segerombolan siswa namja yang berkumpul tepat di bangku sebelahku.
“eum.. waeyo?” tanyaku menyelidik dengan beberapa siswa yang tengah asik membicarakan suatu hal, seakan mengerti maksud untuk membisiki.. segera ku dekatkan telinga bersiap mendengarkan hal apa yang akan di beritahu oleh segerombolan yeoja cantik teman sekelasku
Mataku membulat secara sempurna sesaat setelah mendengarkan penuturan salah satu yeoja yang membisikkan kenyataan tentang hal yang tengah di bicarakannya.
“MWO? Ada murid baru di kelas kita? Dia duduk di sebelahku? Nuguya?”
“Dia tampan juga terlihat berkharisma, kau sangat beruntung bisa duduk bersamanya Hyeri-ya! Ku dengar namanya itu Park Jimin “ Jantungku seakan berhenti berdegup saat mendengar nama yang di sebutkan, kerumunan siswa mulai berlalu bersama dengan bel pelajaran yang telah berbunyi.
“Kita bertemu lagi Hyeri-ya….” ku lirik pemilik suara berat yang kini tepat duduk di sebelahku, jemariku meremas ujung rok dengan kuat mencoba menghilangkan rasa takut yang benar menjalar dengan cepat sesaat setelah ku dudukkan diri tepat disebelahnya.
.
.
.
Bertemu dengannya lagi benar seperti mimpi buruk yang tak pernah aku inginkan, tatapan yang mematikkan darinya menutupi kesadaran akan kesempurnaan fisik yang di milikinya. Bahkan usahaku menghindarinya hilang dalam sekejap setelah kedatangannya yang secara tiba tiba di depanku, setiap kalimat ucapannya sukses membuatku bergidik ngeri. Kembali ku rasakan sentuhan yang selama 6 bulan terakhir lalu menghilang.
 “apa kau sama sekali tak merindukanku huh !” erangan jimin tepat terdengar menghancurkan pertahananku, kakiku melemas setelah beberapa kali bergerak di bawah dekapannya.
“jangan seperti ini Jimin-ssi !  apa kau gila eoh? bagaimana kalau siswa lain melihat kita !”
“Ku rasa tidak ada yang akan melihat kita, aku lebih pintar dari mereka chagi-ya..” setiap perkataan jimin membuat ketakutanku semakin menjadi, bahkan sekarang ia menghimpit tubuhku sambil berusaha menciumku paksa. Terlintas jelas bagaimana namja tampan yang tengah menindihku ini, beberapa menit yang lalu menyeret tubuhku secara paksa untuk memasuki gudang sekolah setelah bel pelajaran pertama berakhir.
“Jangan mencoba menolakku Hyeri-ya, atau aku akan berbuat sesuatu yang lebih sakit dari ini” pertahananku seketika jebol saat mendengar perkataan namja yang kini menyeringai menatapku, tangisanku merembes dengan sendirinya saat jimin mulai mencium bibirku pelan dengan masih menindihku di atas lantai gudang yang terasa dingin dan kotor.
-arghhhh- ringis ku saat jimin secara sengaja menggigit bibir bawahku agar memberikan akses lidahnya menguasai ciumannya secara leluasa, suatu hal yang ku takutkan terjadi saat tangan kekar jimin mulai menanggalkan seluruh kancing seragamku secara perlahan tanpa ku sadari.
“Jimin-ssi kumohon, hentikan kegilaanmu ini..” lirihku di sela sela aktifitas jimin yang mulai menciumi leherku memberi kissmark dengan jelas, seakan tak ingin berlama lama, kurasakan jilatannya mulai menuruni leherku perlahan dan berhenti di kedua kembar milikku. Dorongan ku di bahu jimin sama sekali tak berefek pada aktifitasnya yang kini berhasil menemukan kancing bra dan menariknya agar ia lebih leluasa mengulum dan meremas dadaku.
“Jimin-ssi.. Jeball, hentikann..hhh” nafasku mulai terengah meladeni gerakan Jimin yang sangat terburu buru menciumi setiap inchi tubuhku, ia segera menyingkap rok sekolah ku dan secara paksa menarik sesuatu di bawah sana menampilkan sesuatu paling berharga.
“Aku tak suka panggilanmu yang formal itu chagiya” Namja itu menyeringai sesaat kemudian beralih duduk memandangiku, sepersekian detik kurasakan sesuatu yang hangat dibawah sana. Ku lirik jimin yang tengah menjilat ms.v ku sededuktif mungkin,
“OMO! Apa yang kau lakukan Park Jimin!” lagi lagi usahaku untuk memberontak kembali gagal karna jimin memegang erat kedua kakiku, “He..thi..kan..hhh” desahanku muncul tanpa sengaja saat jimin memasukkan beberapa jari nya, ku gigit bibirku kuat setelah 4jari jimin mengoyak ms.v ku tanpa ampun. Lama bermain di daerah bawahku, ia menyelesaikan aktifitasnya dan mulai merangkak perlahan menindihku. Hembusan nafasku berderu tepat di depan wajah tampan yang kini menatapku lamat, jemarinya terulur merapihkan rambut yang menutupi wajahku. Jimin juga sedikit mengelap beberapa peluh yang turun merosot di dahi ku,
“kita belum ke permainan awal, kenapa kau cepat sekali lelah huh?”
“ku mohon lepaskan aku jimin-ssi, kau benar benar membuatku takut” namja itu terlihat menatapku datar, beberapa kali ia memainkan helaian rambutku kemudian menyembunyikan wajahnya di sela leherku sambil menghirup aroma tubuhku dengan masih dalam posisi tindihannya menghimpit tubuhku yang berantakan dengan kancing kemeja yang terbuka sempurna menampilkan dada bersama perut datar yang tertempel dengan tubuh jimin.
“Mianhae Hyeri-ya.. “ Jimin kembali menautkan bibirnya, ia melumat pelan sambil sesekali menggigit bibirku gemas. Lidah kami berperang tanpa henti, ia mendominasi ciuman dengan lihai. Leguhanku muncul tanpa sengaja saat ia kembali meremas pelan dadaku, permainannya kini terasa lebih halus dari sebelumnya. Jimin mulai menengelamkanku dalam pesonanya yang memperlakukanku dengan nyaman. Mataku terbuka secara perlahan saat lumatan bibir jimin terhenti, tatapan kami bertemu. Kali ini pandangannya sarat akan ketulusan, lain dengan tatapan tajam yang biasa ia tunjukan sebelumnya.
“Apa seorang Lee Hyeri benar tak merindukanku hmm?”
“uh…? Yak Park Jimin menyingkirlah dari tubuhku!” tatapan itu berhasil mengumpulkan kesadaranku lagi, kudorong keras bahu kekar jimin hingga namja itu sedikit terpental menjauhi tubuhku.
Jimin POV
 
“Ah jinja.. uh eothokhe..” gumaman hyeri terdengar membuyarkan lamunanku, kembali ku tatap yeoja yang memilih sibuk menata penampilannya di bandingkan membalas tatapanku.
“Hari ini kita membolos sampai jam pelajaran berakhir”
“Yak Park Jimin! Apa aku harus menuruti semua perkataan dan tindakanmu terhadapku huh? kenapa kau kembali mengusik kehidupanku lagi? Kau menganggapku sebagai mainanmu hmm?” hyeri berteriak frustasi sambil mengacak rambut cokelatnya, ku lirik sekilas kancing seragam hyeri yang belum sepenuhnya tertutup. Ku usap tengkukku untuk sedikit menghilangkan kegugupanku
“eum Hyeri-ya, bisa kau sedikit rapihkan seragammu itu eoh? aku takut tidak bisa menahannya lagi..” aku terkekeh pelan melihat ekspresi keterkejutan Hyeri sambil mencengkram erat seragamnya berusaha menutupi dadanya yang terekspos karna kedua kancing atas yang lepas dengan mudah.
Ku rengkuh tubuh ramping yeoja di sampingku, menghirup aroma tubuh yang sangat aku rindukan beberapa bulan terakhir. Menenggelamkan wajahku dengan sesekali meniup leher jenjangnya, memainkan helaian rambut cokelat yang tergerai bebas. Sudut bibirku sedikit tertarik saat kurasakan tangan Hyeri mulai bertaut membalas memelukku, ku singkap sedikit seragam Hyeri dan mulai mengusap kulit punggung halus yeoja ku.
-eunghh- desahan hyeri terdengar saat usapan tanganku menggerayangi punggung hingga perut datarnya, hingga berpindah meremas kedua dada hyeri di balik seragam sekolahnya.
“eumh.. jiminnie..” leguhannya terdengar jelas di sela sela ciumanku yang melumat bibir chery nya dengan terburu buru, nafasnya terengah mengikuti gerakan kasarku. Ku tindih tubuh hyeri lagi sambil terus melumat bibir merahnya, beberapa kali ku gigit kecil leher jenjang yang telah terdapat beberapa kissmark yang sudah dulu ku tinggalkan menjadi bercak merah keungguan.
Kembali ku singkap rok seragam milik Yeoja di bawah tindihanku ini, ia mulai bergerak gelisah saat miliknya di bawah sana sedikit bergesekan dengan juniorku.
“Jiminnie.. hhh..hh…” desahan hyeri semakin membuatku frustasi, hasrat yang kini benar benar sampai pada puncaknya. Mataku tertutup sesaat untuk sedikit mengumpulkan keberanian, dengan perlahan ku lesakkan juniorku dengan sekakli hentakan. Mataku membulat saat kurasakan sesuatu telah terobek dibawah sana, darah segar sedikit mengucur menandakan aku yang telah memilikinya untuk yang pertama kali. Hyeri terlihat mengigit bibirnya kuat, cengkramannya di bahuku yang terlampau kuat menyisakan beberapa goresan luka.
“Apa terlalu menyakitkan? Haruskah aku menghentikannya sampai disini?” suara cemas ku berhasil membuat Hyeri menatapku datar, lama manik mata kami bertemu Hyeri lantas memalingkan tatapannya ke lain arah. Pada waktu yang bersamaan, terlihat jelas air matanya turun tanpa ijin.
“Hyeri-ya… mianhae, aku akan hentikan semuny—“
“Aniyo! Aku menangis bukan karna ini terlalu sakit, tapi karna aku wanita menyedihkan yang berusaha menutupi perasaanya. Apa kau ingin membuatku menjadi wanita menyedihkan untuk yang kedua kalinya eoh? ppali… lanjutkan saja!” aku tertegun sesaat mendengar pernyataan Hyeri, dengan masih sedikit mencerna perkataan Hyeri perlahan ku gerakkan juniorku di dalam ms.v yeoja yang kini terlihat sedikit menahan rasa sakitnya. Setelah cukup lama menggerakkan juniorku dengan pelan, sedikit demi sedikit ku naikkan tempo gerakkan juniorku. Mata kami sama sama terpejam menikmati sensasi nikmat yang mulai menjalar diseluruh penyatuan tubuhku dan hyeri,
“hhh..hh.. ahh.. faster, faster Park Jimin ! ouhhh…” desahan Hyeri seakan menjadi vitamin untukku agar semakin mengenjotnya dengan cepat, leguhan yang bercampur dengan suara decakkan karna penyatauan milik kami berdua terdengar sangat jelas di seisi ruang gudang. Hingga beberapa lama bergulat, bunyi bel sedikit membuatku menghentikan aktifitasku dengan segera.
“omona! Bel pelajaran usai, aisshh kenapa secepat ini” gumamanku terdengar oleh Hyeri, ia masih memperhatikanku heran karna dengan tiba tiba melepaskan kontak tubuh kami.
“wae? apa ada masalah? Bukankah kita belum mencapai klimaks hmm?” kurasakan Hyeri mulai mencium bibirku sededuktif mungkin sambil meraba abs ku pelan,
“Yak Lee Hyeri! Tundalah hasratmu sedikit lebih lama, kita bisa melakukannya lain kali. Apa kau tidak dengar bunyi jam pelajaran terakhir telah usai huh? itu berati penjaga gudang akan kemari, kau tentu tidak mau kita tertangkap basah tengah ‘bercinta’ di gudang ini kan?”
Yeoja di hadapanku terlihat terkejut setelah mendapatkan kesadarannya, ia segera merapihkan seragam dan menata rambutnya agar sedikit terlihat rapih. dengan mengendap, ku tarik pergelangan tangan Hyeri untuk pergi meninggalkan gudang sekolah. Sepanjang sudut  sekolah kini terlihat sepi tak berpenghuni, ku ayunkan kakiku santai dengan masih memegang jemari Hyeri.
“Lee Hyeri.. Kenapa kau bersama anak baru ini eoh?” mata hyeri terlihat terbelalak menatap namja yang kini menghadang jalanku dan Hyeri, genggaman Hyeri ditanganku mulai merenggang bahkan terlepas begitu saja. Ku lirik tubuhnya berpindah di samping namja pirang di depanku, bahkan kini Hyeri bergelayut di lengan namja yang tengah menatapku tajam.
“neo gwaechana?” suara berat itu dibalas senyuman manis Hyeri, mereka berbalik memunggungiku dan mulai berjalan menjauh. Hyeri sedikit melirik ke arahku namun tetap melanjutkan langkahnya hingga punggung yeoja itu mulai mejauh.
“Nuguya?” batinku dalam hati dengan masih menatap kedua punggung yang mulai menghilang dari pandanganku.
To be continue….

 

About fanfictionside

just me

12 thoughts on “FF/ WHAT HE’LL BE BACK?/ BTS-GIRLSDAY/ 1 of 2

  1. Itu jimin pernah ada sesuatu ya sama hyeri ? Trus namja yg tadi siapa ? Pacar nya Hyeri kah ? Next chap jangan lama2 ne thor

  2. ini kaya apa yaaa…. kita di episode 2 sebuah drama..
    episode 1 ga tau..
    episode ke 3 juga belum tau..
    jadiiii rada (sangat mungkin) MEMBINGUNGKAN,soalnya di tengah2… rasanya serba Tiba-tiba…
    *berpikir keras*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s