FF/ OUR SECRET/ CNBLUE-EXO/pt. 2


Author : Naraya0694

Title     : Our Secret #2 : why must to be you ?

Cast     : Heo Woori (OC)

CNBLUE’s Lee Jonghyun

EXO K’s Kai

BTS’s J-Hope

Cha Hyeri (OC)

Genre  : Romance, School life, Friendship

Rating : NC

Length : Chaptered

Disclaimer : Cerita FF ini murni hasil pemikiran author sendiri, walaupun FF dengan jalan cerita seperti ini mungkin sudah banyak bertebaran, tapi author akan membuatnya dengan gaya dan cara author sendiri J.

Our Secret 2

*****

Sekolah baru, suasana baru pula. Begitulah yang Woori pikir. Hari ini Woori bersama eommanya akan mengurus surat kepindahannya ke sekolah baru Woori nanti. Sebuah sekolah menengah atas biasa di Kota Seoul yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah baru Woori sekarang, cukup satu kali naik bus umum dan menunggu sekitar 15 menit maka Woori akan sampai ke sekolah barunya.

Sebenarnya bisa saja orangtua Woori memasukkan anak bungsu mereka itu ke salah satu sekolah favorit dan terkenal di Seoul karena melihat nilai Woori yang mencukupi, tetapi sekolah favorit itu cukup jauh dari kediaman Woori. Sebagai orang baru di Kota Seoul, tentu kedua orangtua Woori belum berani melepas anak gadis mereka itu terlalu jauh, walaupun Woori bukan anak kecil lagi sebenarnya.

Selain itu Woori juga tidak mempermasalahkan sekolah barunya seperti apa, toh sekolahnya saat di Busan juga sekolah biasa saja. Lagipula Woori takut, jangan-jangan keadaan sekolah favorit itu persis seperti keadaan sekolah favorit yang biasanya dia lihat di drama televisi, sekolah yang berisi siswa siswi dari keluarga kaya raya yang saling menyombongkan kekayaan orang tua mereka, kemudian menghambur-hamburkannya, dan yang pasti memandang rendah siswa yang berasal dari keluarga menengah kebawah. Dia tidak akan tahan dengan keadaan sekolah yang seperti itu.

*****

Sambil menunggu eommanya yang masih mengurus surat menyurat kepindahannya, Woori memilih untuk berkeliling sekolah, melihat tempat-tempat yang ada di sekolah barunya itu.

Sekolah barunya ini memiliki susunan bangunan yang masih terlihat sama seperti sekolahnya di Busan, gerbang masuk di pinggir jalan, disusul lapang sekolah yang cukup luas, dan gedung sekolah bertingkat empat. Dengan fasilitas gedung olahraga yang cukup luas, perpustakaan dengan buku yang memadai, kantin bersih dan nyaman, ditambah beberapa ruang laboratorium, ruang kesenian, ruang musik dan lainnya. Secara keseluruhan Woori menyukai sekolah barunya ini.

Karena masih dalam keadaan libur, jadi hanya beberapa siswa yang terlihat di sekitar sekolah, mungkin yang hanya memiliki urusan saja yang datang, sedangkan yang lainnya pasti lebih memilih untuk liburan.

Woori terus melangkahkan kakinya mengelilingi sekolah, hingga dia tertarik menuju sebuah ruangan, ruang musik. Tidak dia sangka ternyata di ruang musik itu terdapat seorang namja. Sebenarnya Woori ingin sedikit menyapa namja itu, tapi niatnya terhenti saat dia sadar sepertinya namja itu sedang asyik bergumam sendiri.

Daehakggajido neorang gandamyeon. Cham jal gal geot gata. Ganadaramabasaa hakunamatata! Ddokgateun peuropil sajin wae jakku hwaginhalkka. Geureohdago chakgakhajima swiun namja anya.

Tanpa sadar Woori malah menikmati setiap kata-kata laju yang keluar dari mulut namja itu, setiap rap an yang namja itu gumamkan membuat Woori semakin betah bersandar di daun pintu ruang musik.

Nae du bari boran deusi gyeongjeogeul ullyeo, i panui chulsapyo nae gayogye chulgyeok. Nae cheot taseok bwa homneon ttaeryeo jasin eopdamyeon bangmangil naeryeo. Nae mudaen kkeullineun daero syutae mamdaero geuraedo daejungui hamseongdeureun nae gwireul chaewo. Geurae nan mudae wie gangbaekho, da jeungmyeonghaesseo geujeo maikeuneun geodeul ppun.

Sayangnya namja itu berposisi membelakangi Woori, sehingga dia tidak sadar bahwa ada orang yang sedang mendengarkan rap an nya. Seseorang yang sebenarnya ingin memberikan tepuk tangan yang meriah dan ucapan memujinya ‘wow. Gaya rap mu keren.’. Seseorang yang sebenarnya juga penasaran dengan wajah sang namja dengan suara yang khas saat rap.

Yah, Woori sebenarnya ingin melihat wajah namja itu, karena dia mengakui bahwa namja itu berhasil membuatnya merasa seseorang yang bisa rap itu ternyata keren, karena selama ini dia hanya menganggap orang-orang yang melakukan rap hanya orang-orang tidak jelas dengan kata-kata tidak jelas juga.

Kegiatan Woori mendengarkan namja itu akhirnya terhenti saat sebuah pesan singkat dari eommanya masuk, sudah waktunya pulang karena semua berkas kepindahannya telah selesai di urus.

Woori terpaksa melangkah pergi meninggal ruang musik itu, meninggalkan namja dengan suara khas yang membuat Woori tersenyum sendiri jika mengingatnya, padahal tidak ada hal yang begitu special.

*****

Sudah sekitar seminggu Woori mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah barunya. Walau masih belum terlalu terbiasa dengan suasana sekolahnya ataupun belum banyak akrab dengan teman-teman barunya tapi Woori menikmati masa-masanya sebagai seorang siswi baru yang cukup jadi bahan pembicaraan di sekolah, mulai siswa tingkat satu hingga tingkat tiga.

Wajar begitu karena memang paras yeoja itu patut diperhitungkan, Woori memang cantik dan tidak sombong, senyum manis akan merekah dari wajahnya saat ada orang yang menyapanya, entah dia mengenalnya atau tidak. Ditambah kepintarannya, karena saat awal pembelajaran Matematika, tidak disangka Cho songsaengnim, guru bidang studi matematika itu memberikan pretest kepada murid-muridnya, sehingga banyak siswa yang tidak siap dan hanya mendapatkan nilai pas-pasan. Sedangkan Woori malah mendapatkan nilai tertinggi kedua di kelasnya, membuat banyak siswa kelasnya berkomentar ‘siswa baru yang patut diperhitungkan’.

“Seharusnya pelajaran musik menjadi pelajaran yang menyenangkan, bukan membosankan seperti ini.” Komentar seorang yeoja yang duduk tepat di samping kanan Woori. Teman sebangku Woori yang bernama Cha Hyeri.

“Hehehe. Nikmati saja.”

“Woori-ah, dari awal ku ingin bertanya. Kenapa gaya bicaramu tidak terdengar seperti logat orang Busan ?”

Woori sedikit terkekeh mendengar pertanyaan Hyeri. Karena lahir di Seoul dan sempat besar di Seoul, Woori memang tetap menggunakan logat Seoul saat di Busan dulu, walaupun lama-lama lebih sering berlogat Busan saat bersama teman-temannya, tapi saat di rumah, Woori berkomunikasi dengan kedua orangtua dan eonninya lebih sering berlogat Seoul.

“Haruskah aku berlogat Busan ?”

Keduanya melanjutkan obrolan mereka, hingga dua buah spidol papan tulis masing-masing mengenai jidat mereka.

“Jika ingin mengobrol silakan ke luar kelas !” Bentak Shin seonsaengnim, guru pelajaran musik yang bertubuh gempal itu.

*****

Semakin siang mata Woori semakin terasa mengantuk, ditambah cara mengajar guru sejarah mereka yang seperti tengah membacakan dongeng bagi siswa-siswanya. Tidak heran jika banyak siswa yang diam-diam telah larut di alam mimpi mereka. Woori yang semakin lama tidak kuat akhirnya meminta izin untuk mencuci mukanya. Dia mengajak Hyeri juga, namun Hyeri yang sedang datang masa bulanannya menolak ikut karena malas bergerak.

Dengan malas-malasan Woori melangkahkan kakinya menuju toilet wanita. Suasana koridor-koridor yang dilewatinya begitu sepi, karena semua siswa tengah mengikuti pelajaran di kelas mereka.

Sesampainya di pintu toilet wanita, samar-samar Woori mendengar suara-suara aneh dari dalam salah satu bilik toilet wanita itu. Dengan langkah hati-hati Woori mendekati satu-satu bilik toilet yang ada, hingga suara aneh yang dia dengar semakin nyaring dari salah satu bilik.

“Aaaa…..aaaahhhh…”

Tubuh Woori mulai bergetar ketakutan, jantungnya berdegup kencang, bahkan seperti ingin melompat dari tempatnya, karena sepertinya dia mengetahui maksud dari suara-suara yang didengarnya itu. Suara-suara yang penuh kenikmatan namun mengerikan baginya.

“Aaahhh… eeaahh…”

“Yyeeahhh… bbb…bbabe..”

Suara yang saling sahut menyahut, menandakan kenikmatan bagi mereka yang merasakannya.

Karena sudah terlanjur mengetahuinya, Woori tidak bisa menahan rasa penasarannya untuk menyakinkan dugaannya, walaupun ketakutan meliputi perasaan Woori, takut-takut jika dia ketahuan ‘mengintip’.

Perlahan Woori menundukkan badannya untuk melihat ke bawah bilik yang memang memiliki celah pada bagian bawah toilet itu. Mata Woori membulat saat dugaannya terbukti. Dari celah bawah toilet Woori melihat dua buah pasang kaki yang saling berhimpitan, sepasang kaki milik pria dan sepasang kaki milik wanita –ketahuan dari sepatu yang mereka gunakan–. Selain itu terlihat pakaian bagian bawah mereka yang sudah melorot hingga lantai menandakan bahwa,,,, ok siapa saja pasti mengetahui apa yang terjadi disana.

Masih dengan tubuh bergemetar, Woori melangkahkan kakinya laju menuju keluar toilet dan duduk di salah satu bangku yang ada di koridor tidak jauh dari toilet tadi. Woori memegang dadanya, terasa jantungnya yang berdetak tidak karuan dan sangat cepat. Siapa saja pasti akan shockjika tidak sengaja mengetahui jika ada orang yang melakukan kegiatan ‘itu’ di tempat yang masih terbilang tempat umum ini.

Pikiran Woori mulai tidak karuan, haruskah dia kembali ke kelas dengan tubuh bergemetar begini ? Ataukah dia harus ke ruang guru dan melaporkan tentang apa yang sedang terjadi di toilet wanita tadi, kemudian mendapatkan masalah karena menjadi seorang pengadu ? Woori tidak ingin terlibat masalah di sekolah barunya ini.

Woori menundukkan kepalanya, masih berusaha menenangkan tubuhnya walaupun sangat sulit karena suara-suara yang di dengarnya tadi seperti menghantuinya, bermain-main di kepalanya. Woori merutuki perbuatannya, seharusnya dia segera ke luar toilet tadi, bukannya membuktikan dugaanya yang mengerikan itu.

Hingga tiba-tiba sebuah tangan menyentuh pundaknya perlahan.

“Kyyaaaaa!!” Woori berteriak karena terkejut.

Ya…ya…tenanglah.. Aku tidak bermaksud menakutimu.”

Di hadapan Woori kini sudah berdiri seorang namja dengan wajah yang sama terkejutnya dengan Woori, karena namja itu tidak menyangka reaksi Woori akan sebegitu hebohnya karena dia menyentuk pundak Woori dengan sangat perlahan.

“Tenanglah.” Ucapnya lagi dengan lembut, membuat Woori bernafas lega.

“Apa yang terjadi ? Tubuhmu bergetar dan wajahmu terlihat pucat ?” tanya namja itu sambil mengambil posisi duduk di samping Woori. Namja itu terlihat khawatir.

‘Haruskah aku meceritakan apa yang kuketahui pada namja ini?’

Woori menggeleng-geleng sendiri,dia rasa lebih baik memilih untuk tidak menceritakan apa yang dia ketahui pada namja yang duduk di sampingnya ini. Namja itu hanya memandang Woori bingung. Apakah maksud gelengan tadi menandakan yeoja itu baik-baik saja ?

“Apa yang terjadi ?”

Woori kini memandang wajah namja itu saat dia mengulang pertanyaannya. Woori kembali menggeleng dan mengigit bibir bawahnya, tidak mampu rasanya untuk mengucapkan sepatah katapun.

“Baiklah kalau begitu. Sepertinya kau baik-baik saja. Tadi ku kira kau punya penyakit asma yang sedang kambuh hahaha.”

Kali ini tawa renyah yang keluar dari bibir namja itu. Woori hanya dapat tersenyum malu.

‘Payah Woori-ah, kau terlihat aneh bagi namja tampan ini’

Akhirnya namja itu berdiri dan bersiap meninggalkan Woori.

“Jika kau sakit kau bisa ke ruang UKS atau izin pulang.”

Pesannamja itu sambil melemparkan sebotol air mineral ke arah Woori kemudian melambaikan tangan dan melangkah menginggalkan Woori yang masih menatapnya.

“Hei ! Siapa namamu ?” Kali ini Woori yang bertanya.

“Hoseok. Jung Hoseok.”

“Hoseok-ssi, kamsahamnida.”

Hoseok membalikkan tubuhnya dan tersenyum ke arah Woori, seakan menjawab ‘ok’.

Saat Hoseok semakin menjauh dari pandangannya, baru Woori sadari sepertinya dia pernah melihat Hoseok sebelumnya. Bukankah Hoseok namja yang pernah dia dengar sedang merap di ruang musik dulu ? Meski dulu Woori tidak melihat wajahnya, tapi Woori ingat suara dan gaya rambut –dari belakang– namja itu. Tapi benarkah ? Sepertinya Woori akan mencari tahu tentang namja yang telah mengkhawatirkannya itu.

*****

Sudah seminggu setelah insiden ‘suara di toilet’ itu berlalu, dan sampai hari ini Woori masih merahasiakan tentang itu, dia tidak bercerita kepada seorangpun termasuk Hyeri. Entahlah, Woori hanya berfikir bahwa dengan tidak mengungkit tentang itu maka dia pasti akan cepat melupakannya juga.

Walaupun pada kenyataanya tidak begitu, bahkan setiap pergi ke toilet dia akan merinding sendiri karena mengingat apa yang pernah dia lihat dan dengar itu. Jadi Woori lebih sering menahan diri untuk tidak pergi ke toilet, terutama saat jam pelajaran berlangsung. Takut-takut hal yang sama terulang kembali.

“Aku menunggu di luar saja ya.” Ujar Woori saat Hyeri meminta temani ke toilet.

Woori bersandar di dinding dekat toilet wanita itu, sambil sesekali tersenyum saat ada siswa lain yang menyapanya.

“Yo. Kita bertemu lagi.”

Tiba-tiba Hoseok sudah berada di dekat yeoja itu.

“Hoseok-ssi. Kamsahamnida atas perhatianmu saat itu.”

Cheonma ehmm…”

“Woori. Heo Woori.” Woori mengulurkan tangannya untuk bersalaman.

“Ah, ne Woori-ssi.” Hoseok menjabat tangan Woori. Baru kali ini mereka berkenalan secara resmi.

Akhirnya Woori dan Hoseok sempat mengobrol sebentar, sebelumnya akhirnya Hoseok pamit pergi karena dia ingin ke ruang musik.

“Untuk melatih kemampuan rap mu ?” Tebak Woori saat itu.

Otthokae neo ara ?”

Woori hanya mengangkat kedua bahunya sebagai jawaban.

*****

Saat memasuki kelasnya pagi ini, Woori sempat bingung dengan tingkah laku teman-temannya, lebih ribut daripada biasanya. Selain itu, aroma kelasnya lebih menyengat, aroma parfumedari berbagai merk tercium dimana-mana, lama kelamaan saling bergabung dan cukup memusingkan kepala saat tercium.

“Jadi, anak pejabat mana yang akan mengunjungi kelas kita hingga kelas kita seperti toko parfume seperti ini ?”

Hyeri hanya terkekeh mendengar pertanyaan yang Woori lontarkan.

Ya ! Bahkan kau juga sibuk berdandan Hyeri-ah ?”

“Hahahaha. Sebaiknya kau juga perbaiki dandanmu, karena pangeran akan segera tiba.”

Woori hanya dapat menggeleng-gelengkan kepalanya tidak mengerti dengan semua yang terjadi.

Hingga bel tanda pelajaran dimulai berbunyi nyaring. Membuat semua siswa yang sebelumnya berkeliaran ke sana ke mari berlomba untuk menuju kelas masing-masing, dan bagi yang masih di daerah gerbang ataupun lapangan berlari sekuat mungkin menuju kelas mereka.

Beberapa menit kemudian seorang pria manis dengan pakaian rapi memasuki kelas Woori, membuat banyak siswi saling memasang wajah sok imut mereka.

Good morning class. Long time no see.” Sapa priayang tak lain adalah guru yang akan mengajar kelas itu, dengan senyum menawan dengan sepasang lesung pipi yang menghiasi senyumnya itu.

Good morning.” Jawab antusias seluruh siswa kelas, terutama para yeoja.

Namun tidak pada Woori, yeoja itu malah sibuk mendirikan bukunya dan menyembunyikan wajahnya di balik buku itu.

‘oh God. Kenapa pria itu ada disini ?’

“Bagaimana ? Tampan kan ?” tanya Hyeri.

“Itu siapa, Hyeri-ah ?”

“Ahh aku lupa memberi tahumu. Sebenarnya guru musik kita bukan Shin seonsaengnim. Tapi Lee seonsaengnim, Lee Jonghyun seonsaengnim. Minggu lalu beliau masih di luar kota, jadi Shin seonsaengnimyang menggantikannya.”

Woori menepuk jidatnya.

Matilah kau Woori. Kenapa harus bertemu lagi dengan pria itu ? Bukankah pertemuan di Busan waktu itu harusnya menjadi pertemuan pertama dan terakhir kami.’

Woori mencuri-curi pandang ke arah guru musiknya itu, untuk melihat wajahnya lebih jelas. Semakin lama semakinjelas, dan benar bahwa Lee Jonghyun songsaengnim, guru bidang studi musiknya itu adalah pria yang dia temui di club malam di Busan dulu. Tidak salah lagi, pria manis berlesung pipi yang dulu pernah berciuman dengannya dulu itu adalah pria itu. Pria yang ternyata adalah guru di sekolah barunya ini. Mimpi buruk macam apa ini ?

Ingin rasanya Woori bersembunyi di bawah mejanya, agar wajahnya tidak dilihat oleh gurunya itu, agar mereka tidak harus bertatap muka lagi. Namun naas, karena Jonghyun –guru musiknya itu– meminta Woori untuk memperkenalkan diri, karena Woori masih berstatus murid baru. Berbeda dengan teman-temannya yang lain yang sudah di kenal Jonghyun sejak kelas 1 atau 2.

Aaa..aa..annyeonghaseyo. Heo Woori imnida. Saya pindahan dari Busan.”Sambil meremas ujung roknya sendiri, Woori memperkenalkan diri. Terdengar suaranya yang bergetar karena gugup.

Jonghyun terlihat cukup terkerjut saat melihat wajah murid barunya itu. Karena dia jelas mengenal dan mengingat wajah cantik yeoja itu. Namun dia berusaha menyembunyikan keterkejutannya itu.

Ne Woori-ssi, selamat bergabung di kelas 3-1. Saya sendiri wali kelas untuk kelas ini.” Lagi-lagi Jonghyun memberikan sebuah senyuman manis andalannya.

Sial. Kenapa aku harus terperangkap di kelas pria ini.

*****

TBC

*****

Author Talks

Annyeonghaseyoauthor kembali dengan chap 2 dari FF author ini. Ada yang menanti FF ini ? hahahaha gak ada thor #plak

v  Maaf jika ada typo bertebaran atau cara penulisan yang kurang menarik atau ceritanya malah kurang menarik. Kritik dan saran author buka dengan tangan terbuka untuk kelanjutan FF ini

v  Terimakasih banyak utk readers yang sudah baca dan comment di FF author chap 1 lalu. Jangan lupa like n comment chapter ini y. Karena walau sedikit kata-katapun yang readers sampaikan akan memberikan author semangat untuk melanjutkan FF ini.Don’t be shiders please.

v  Sampai berjumpa di chap selanjutnya.. kalau ada yang nunggu kelanjutannya sih.😀

About fanfictionside

just me

27 thoughts on “FF/ OUR SECRET/ CNBLUE-EXO/pt. 2

  1. woahh aku nunggu” muncul juga kkk
    tapi kurang panjang nih author-nim, chapter selanjut nya panjangin ya jgn lama” juga ^^
    ya ampun guru nya cwo manis yg nakal itu

  2. kok pendek sih?? huahhh.. aku suka ceritanya… next part panjangin yaaa ceritanya😉 biar puas bacanya🙂

  3. Author-nim aku menunggu kok😀 *puppy eyes* btw, author milih cast nya bener” asfghkhftuvhjfyidf (≧▽≦)/~┴┴
    tapi kenapa hoseok selalu lewat toilet cewe gitu yaa hmmm ‘-‘

  4. Aaa~ akhirnya ^^ Jonghyun my bias >< jangan macam macam sama woori ya :😄 Kak,nunggu nextnya seminggu lagi ya ,?🙂

    • Hahaha😀 jgn macam-macam ? Liat ntr aja deh..

      Emh sbenarnya chapter 3 nya sdh ada, tinggal liat tanggapan reader deul d chap ini dlu baru author krim. Trus krna author ini author freelance, jd author ngikut admin wp fanfictionside ini kpn ngepublish ff barunya ^_^

      Kamsahamnida bagi yg mau menunggu🙂

  5. Keren v crtnya kurang panjang. Jonghyun gurunya woori, wali klsnya lagi n sptnya akn sngt mnarik. D tunggu next part n author fighting.

  6. Kenapa ya thor aku koq lebih setuju woori sama heosok ? ? Soal nya mereka itu lebih gimana gitu #itupemikirankulothor next chap jangan lama2 ne thor !!

  7. Ah seru bgtt haha woori gimana tu nasibnyaaa.. udh bagus bgt thor! Ceritanya jg ga mainstream haha seruuu. lanjutnya jgn lama2 ya thor pls bgtt hehe fighting!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s