FF/ NAUGHTY BOY/ BTS-RAINBOW/ pt. 4


Title                         :  Naughty Boy (part 4)
Author                    :  F.taehan
Genre                     :  Romance, AU, fluuf, school life, NC (?)
Rating                     :  PG 16, R
Main cast               :  –  Jeon Jung Kook
                                     –  Kim Jaekyung
                                     –  Kim Seokjin
Length                    :  chapter / Sequel/ Short Story/ Series
Summary               :  ‘apa kebiasaan barumu itu meninggalkanku tanpa memberikan suatu penjelasan    yang pasti?’
Disclamer              :  FF murni muncul dari otak author, dont plagiat and no silent readers! Tinggalkan     jejak setelah membaca chingudeul. Author ga bertanggung jawab dengan readers yang masih dibawah umur nde, haha.. warning! Ada sedikit part NC. Happy reading ^^
.
.
.
 Naughty boy part 4
Review
-Apa cinta itu selalu berujung menyakitkan? Salahkah jika kita tetap mempertahankan seseorang yang telah menyakiti kita? Aku ingin sekali membencinya, tapi tetap saja aku membutuhkan jeon jungkook-
.
.
.
 
Kini mataku beradu tatap dengan manik matanya, ku tarik sudut bibirku membentuk senyum pahit yang terkesan meremehkan pada namja yang menghalangi langkahku.
“Kau menangis? Matamu terlihat sembab kyunggie…” suara itu mulai terdengar menelisik ke telingaku, suara yang beberapa hari ini tak pernah terdengar lagi.
“peduli apa tentang diriku huh? kau bermain mainlah dengan park jiyeon mu… jangan pernah pedulikan aku lagi.” tubuhku beranjak melewati jungkook begitu saja, genggaman nya ditanganku yang secara spontan sukses menghentikan langkahku.
“apa kau menganggap aku tak perduli denganmu huh? lalu bagaimana denganmu? Apa kau juga perduli denganku ?” suara dingin yang tak pernah aku sukai dari jungkook mulai terdengar, ia menatapku tajam di ikuti tarikan bibir atasnya yang terkesan menjatuhkanku.
“apa maksudmu? ahhh.. arra… kau anggap ini sebagai balasan eoh? balasan karna aku berciuman dengan seokjin oppa? Cihhh… bahkan kau melakukan sesuatu yang lebih dengan park jiyeon, APA ITU BISA DIKATAKAN IMBAS EOH?” Mataku mulai memerah menatap tajam jungkook, namja yang selama ini kucintai benar benar membuatku sakit dengan setiap perkataannya. Bahkan sekarang ia tak memasang wajah bersalahnya, hanya menatapku datar tanpa ekspresi. Segera ku palingkan wajahku untuk tak menatapnya, pada saat yang bersamaan bulir air mataku menetes dengan sendirinya.
“Kim Jaekyung….”
“Mwooo…………….” aku berbalik menatap jungkook yang sedari tadi ku pungungi, hingaa sedetik kemudian kurasakan bibir jungkook menempel tepat dibibirku.. –ia menciumku? Ciuman tanpa pergerakan, ciuman tanpa ekspresi.. wae?-
“mianhae, tapi anggap saja itu ciuman terakhir kita..” ucapnya setelah melepas tautannya dibibirku, jungkook berbalik memunggungiku.. bersiap untuk meninggalkanku yang masih terpatung dengan sikapnya barusan,
“APA KAU BERNIAT UNTUK MENGAKHIRI SEMUANYA HUH? YAK .. JEON JUNG KOOK !!” aku berteriak frustasi memandang kepergiaan jungkook yang begitu saja tanpa memberikan kepastian untukku.
Sementara itu, seokjin mendengus kesal setelah melihat pemandangan antara jaekyung dan jungkook. Hatinya tergerak untuk mendekati jaekyung.. berniat menghiburnya, namun ia mengurungkan niatnya itu. –bukankah ini akhir cerita yang indah? Jungkook meninggalkan jaekyung begitu saja, dan aku akan masuk kedalam kehidupan yeoja itu.. aku akan menarik jaekyung dalam pelukanku.. ahhhhh jeon jungkook, gomawo telah melakukan apa yang aku inginkan..- batin jungkook di ikuti seringaian yang biasa ia munculkan di belakang jaekyung.
Jaekyung masih berkutat dengan semua pemikiran tentang jungkook, tatapannya yang terlihat kosong sangat bertolak belakang dengan otak nya yang ternyata tengah bekerja keras berfikir tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan jungkook.
-jiyeon bermalam di apartement jungkook? Bukankah jungkook bukan namja yang seenaknya mau bermain dengan yeoja.. dan saat itu, aku juga tak melihat jungkook di samping jiyeon.. ekspresi jungkook barusan juga tak menunjukan ekspresi penyesalan, mustahil jika ia tak merasa bersalah setelah melakukan kesalahan..- fikirku secara terus menerus, mataku membulat sempurna saat teringat sesuatu.. ‘uh? Seokjin oppa? apa saat jungkook meninggalkanku, ia menghampiri seokjin oppa? ahhh… tentu, itu bisa saja terjadi…’ ku lirik seokjin oppa yang sedang mendengarkan penjelasan seongsanim di depan kelas, tapi tiba tiba ia menatapku.. mata kami bertemu, seokjin oppa tersenyum manis ke arahku. –kenapa ia selalu menatapku? Ahh aneh sekali…- gumamku lirih.
Ku lanjutkan kegiatan mencoret coret buku tulisku, menuliskan nama jungkook adalah kebiasaanku untuk menghilangkan rasa jenuh saat menunggu jam pelajaran usai. Senyum simpulku tergambar saat aku mengingat kejadian di atap gedung sekolah beberapa waktu silam, saat jungkook mengacuhkanku, kemudian membawaku dan tak bisa mengendalikan dirinya.. –ahhh, aku rindu ciumannya seperti ia menciumku diatap sekolah waktu itu. ku pastikan semburat merah tergambar jelas di kedua pipiku, memikirkannya saja sudah membuatku seperti ini… ahh jeon jungkook….- fikiranku saat ini hanya terfokus tentang jeon jungkook, kuhentikan pergerakan tanganku dengan nafas tercekat. Sepintas kutatap seokjin oppa lagi.. –deeegg- kata kata jungkook mulai terngiang kembali di otakku..
 
‘eomma ku menikah lagi nuna, aku juga mendapatkan hyung.. kurasa ia  bersekolah disekolah yang sama dengan kita..’
‘eumh tentang teman masa kecil nuna,, apa kau menyukainya?’
‘kurasa seokjin hyung menyukaimu……….’
Tubuhku bergetar mengingat setiap perkataan yang ia dengar dari jungkook dulu, ku cengkram kuat pena yang kini tengah ku pegang. –mungkinkah seokjin oppa itu kakak jungkook dari pernikahaan eommanya? Benarkah seokjin oppa menyukaiku? Lalu apa jungkook berniat mengalah untuk seokjin oppa?- arghhhhhhhhhhhhhh…………. erang ku frustasi, seluruh mata para murid tertuju padaku.
“Apa ada masalah jaekyung?” tegur seongsanim menyelidik
“ahh nde seongsanim,, euh aku ingin meminta ijin ke belakang.” Kulangkahkan kakiku meninggalkan ruang kelas setelah mendapatkan ijin dari seongsanim, mataku memeriksa setiap sudut ruangan untuk mencari keberadaan jungkook.
-sreeeettttttt- tubuhku terhentak ke dinding dengan cukup keras, bahkan seseorang kini tengah membekap mulutku. –uh..eum…opp….- suara ku terbata karna bekapan tangannya.
“Jangan pernah berniat untuk menemuinya lagi kim jaekyung! Kau… jangan pernah melihat ke arahnya lagi ! dibandingkan dengannya.. kau lebih pantas bersamaku !”tubuhku tak berhenti memberikan perlawan terhadap seokjin oppa, mataku memerah bahkan tangisku mulai pecah.. seokjin oppa mulai melonggarkan bekapan tangannya dimulutku, memberiku kesempatan untuk bernafas dengan bebas.
“apa kau bisa berfikir secara waras eoh? bercanda mu benar benar tidak lucu oppa…” belum juga ku langkahkan kakiku untuk pergi, seokjin oppa kini menghentakan tubuhku dengan cukup keras lagi. Dengan sekali gerakan ia membuat tubuhku bergetar karna ciuman paksa darinya, -Plakkkk…- “APA YANG KAU LAKUKAN HUH !” tamparanku tepat mendarat di pipi seokjin oppa,
“kau menamparku? Baiklah, mari sedikit bermain main denganku chagiya…..” dengan sedikit cengkraman di lenganku, kini kembali menciumku secara paksa. Perlawanan ku benar benar tak berati apa apa, ia terus memaksa tanpa melihat berapa banyak air mata yang jatuh di pelupuk mataku.
—-Bughhhhhhhhhhh—- seokjin oppa secara tiba tiba melepaskan ciumannya dan tersungkur dilantai, ia menggeram kesakitan saat beberapa tinjauan menghujami tubuhnya..
“inikah yang hyung bilang akan memperlakukan nuna dengan baik? Ahhh baiklah,  aku akan mengambil jaekyung nuna darimu. Ahh ani, bukankah jaekyung nuna memang masih milikku?” suara jungkook membuatku bergetar, ia menarik tanganku meninggalkan seokjin hyung begitu saja.
“gwaechanaeyo?” kurasakan tangan jungkook mengenggam tanganku dengan hangat, dapat kulihat dengan jelas  manik matanya yang menyorotkan kekhawatiran terhadap diriku.
“kenapa kau melakukannya jeon jung kook? Semudah itukah kau menyerahkanku pada hyung mu itu eoh? apa hubungan kita selama ini tak berati sama sekali untukmu? Apa kau tau sekacau apa diriku sekarang ini?”
Jung kook terdiam, ia tak bergeming sama sekali. Bahkan genggamannya ditanganku mulai melonggar, ia membuang pandangannya kelain arah.. ku hela nafas panjang, saat ia mulai beranjak melangkahkan kakinya meninggalkanku..
-ahh, sudah kuduga kau pasti meninggalkanku jeon jungkook.. mungkin itu sudah jadi kebiasaan barumu. Meninggalkanku tanpa memberikan suatu penjelasan yang pasti-
To be continued

 

About fanfictionside

just me

23 thoughts on “FF/ NAUGHTY BOY/ BTS-RAINBOW/ pt. 4

  1. kenapa slalu pendek thor.. author pliss panjangin dong chapter na🙂 gomawo.. ff na makin seruuu daebaakk bwt author na.. jungkook jaekyung hrs bersama😉

  2. Suka banget sama peran jungkook yg tiba2 kayak gini^^
    Next chap panjangin ya thor-,-
    I’ll be waiting for next chapter, jangan lama2 post nya yaa..
    Keep writing’-‘ hwaiting!!

  3. Kurang panjaaaang ;;
    Penasaran apa yang bakal jungkook lakuin lagi. Makin sebel sama sosok Jin disini T.T
    Next chap jangan lama lama ya thor. Hwaiting! ^^

  4. Bernarkah prediksi jaekyung, jungkook saudara tiri seokjin? Cinta segitiga selalu seru penuh konflik dan persaingan. Kutunggu part selanjuutnya thor, penasaran pada siapa hati jaekyung bersandar.

  5. jungkook beneran mau ngalah tuh ama seokjin?
    napa seokjin jd bad boy gitu sih? >____<
    udah ngalah ujung2nya rebutan lg deh ckckckckck lanjut lg thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s