FF/ THE PART OF SIXTH SENSE/ BTS-bangtan/ pt. 1


Title                       :               THE PART OF SIXTH SENSE / Part 1 /
Author                  :              
SonDaenaPark97
Main Cast            :               Baek Naera (OC/YOU) Kim Taehyung (BTS) a.ka V/ TaehyungKim Seok Jin                                                   (BTS) a.ka JIN
Other Cast          :               Han Yoon Mi (OC) │ Daehyun (BAP) & Baekhyun (EXO) │ All members of                                                             BANGTAN
Genre                   :               Fantasy , Supranatural, Romance, School Life, Tragedy, Friendship, Family, Little                                                                bit comedy (maybe).
Rating                   :               PG-15 / Rating bisa bertambah atau berubah sesuai jalan cerita.
Leght                     :               Chaptered.

 

Summary :

Aku bisa membaca pikiranmu, meramal masa depanmu, bahkan melihat sesuatu yang tak dapat tertangkap oleh kasat mata. Aku Juga mampu merasakan hal yang diluar nalar pemikiran manusia pada umumnya.

Mungkin ini akan sulit kalian percaya apabila aku memberitahunya.

Aku lahir dengan segala perbedaan yang tak kuminta atau kuharapkan sebelumnya. Apa menurutmu aku special? Atau aku merasa bangga? Jawabannya tentu tidak.

Karena kenyataan ini, aku membiarkan orang yang sangat kucintai mati didepan mataku sendiri.


Disclaimer           :               Cerita ini terinspirasi dari fakta-fakta yang mengenai hal tentang indigo yang saya jumpai di novel ataupun televisi. Selebihnya jalan cerita ini 100% murni dari pemikiran serta khayalan author!! Karena ini bergenre Fantasy, mungkin saja kalian akan menemukan kesamaan atau hal yang lainnya. Tapi ini bukanlah unsur ketersengajaan dan author harap kalian dapat memakluminya^^ So, Please don’t bash!

WARNING : TYPO DIMANA- MANA !

Happy reading!^.^

PicsArt_1402570342157

 

31 December, 1995

Sebuah gedung yang mirip dengan castil tua telah berdiri dengan kokoh diatas hamparan sungai yang luas. Jika kau lihat dari kejauhan, mungkin akan terlihat seperti istana dalam dongeng. Namun jika diperhatikan lebih dekat, bentuknya serupa dengan bangunan besar di jaman Yunani Kuno.

Terlihat diatas sana, seseorang berdiri di atap gedung itu dengan camellia merah di tangan kanannya. Dihirupnya kuat-kuat aroma itu hingga membuatnya terpejam dengan tenang. Semilir angin ikut berhembus menyapu wajah tampannya serta meniupi rambut miliknya yang ringan. Kedamaian tiada tara telah orang itu rasakan.

“Tuan muda, Ayahanda ingin bertemu diruangannya.” Ucap seseorang tiba-tiba ditengah keheningan.

Merasa ketentramannya diganggu, orang itu perlahan membuka kelopak matanya dan menoleh kearah belakang. Didapatinya dua orang pengawal yang tengah berjongkok dengan tubuh bertumpu pada satu lututnya diatas kabin. Ia menyampaikan perintah.

Orang itu berdecak sembari melipat tangan didada “Kenapa ayah cepat sekali kembali dari bumi? aku pikir akan lebih lama disana karena suatu kepentingan.”

Ia mengehembuskan nafas panjang. Disentuhnya jubah putih dibalik punggungnya kemudian ia kibaskan jubah itu untuk menutupi tubuhnya. Hingga detik berikutnya, ia sudah menghilang.

 

 

“Ayah, kenapa kau cepat sekali kembali, eoh? Bukankah kau bilang akan lama disana untuk ikut mencari hyung?”

Lelaki paruh baya dihadapannya menggeleng pelan sambil bersandar di kursinya ketika seseorang tiba-tiba muncul dihadapannya dengan asap putih disekelilingnya.

Ia tersenyum jenaka menatap anaknya yang terlihat sama sekali belum dewasa ini.

“Berhentilah memamerkan kekuatanmu itu dihadapanku. Akan lebih sopan jika kau masuk keruangan ayah mu dengan cara mengetuk pintu terlebih dahulu, V.”

Sedangkan orang yang dipanggilnya V itu hanya mendengus malas dan berkacak pinggang. Ia memang tak pernah bersikap sopan terhadap siapapun, tak terkecuali ayahnya sendiri. “Sudahlah, jelaskan saja kenapa Ayah memanggilku kemari.”

Tatapan lelaki paruh baya itu kini berubah sangat serius dan menatap tepat di kedua bola mata semerah darah dihadapannya.

“Saat aku pergi kebumi untuk menemukan Daehyun, aku malah melakukan kesalahan fatal terhadap seorang manusia.”

“Mwo?” V memperhatikan raut kekecewaan di wajah ayahnya. Firasatnya mendadak tak enak.

“Aku membuat nyawa seseorang meninggal…..”

V menahan syok kala mendengar 1 kalimat itu dari mulut ayahnya.

“Nu..gu..?” Tanyanya. Ia sepertinya mulai tertarik untuk mendengar kelanjutan kalimat ayahnya. Kini ia rasakan suhu disekitarnya berubah dingin.

“Aku meletakkan dimensi penghubung dunia kita dengan bumi ditempat yang tak seharusnya. Saat aku berhasil keluar dari dimensi itu, aku menjumpai seorang wanita dengan bayi yang digendongnya. Ia menatapku dengan wajah penuh kejutan dan melihatku seperti sedang bertemu Hantu. Kau tau kejadian selanjutnya? Ia mundur beberapa langkah karena ketakutan, padahal aku hanya menatapnya datar. Aku bersikap tenang karena bisa saja menghapus ingatannya tentang apa yang sudah ia lihat. Tetapi ketika itu hendak kulakukan, ia sudah terjatuh dari gedung yang tinggi. Ia tergelincir karena terus menghindariku tanpa melihat arah dibelakangnya yang tak ada pembatas apapun. Kupastikan ia sudah mati ditempat bersama bayi miliknya. Namun ada yang aneh…..” ia tertunduk dengan jemari menopang dagunya.

Wajah V memucat. Lidahnya kelu seketika. “A…apanya yang aneh?”

“Dari atas sana… aku melihat orang-orang segera berlarian menghampiri mayat itu. Aku mendekat tanpa orang lain tahu kehadiranku. Wanita itu sudah mati dengan tubuh yang mengenaskan…. Tapi tidak dengan Bayi itu..” ia merasakan pening dikepalanya, dipijitnya pelipis itu dengan puncak jari. “Aku butuh bantuanmu.”

“A-apa maksudmu Ayah dengan bantuanku?” V menjadi takut. Sebelumnya ia tak pernah mendengar cerita tentang kematian seseorang.

Laki-laki itu mengehembuskan nafas panjangnya “Bayi itu ternyata masih hidup… aku meletakkannya di panti asuhan dengan teleportku. Dan….. aku memberimu tugas untuk mengawasi bayi itu hingga ia sudah benar-benar bisa menjaga dirinya sendiri. Firasatku mengatakan, ia bukanlah bayi biasa. Selama hidupnya dimulai, ia akan selalu berada diujung tanduk.”

“Maksud Ayah? Ahh.. Apa maksudmu kau menyuruhku mempertanggung jawabkan kesalahanmu untuk menebus dosamu terhadap bayi itu?… aishh” V menatap tak tak percaya ayahnya.

“V, ini memang kesalahanku. Tapi tujuanku menyuruhku karena…..” Ayahnya memandangnya dengan tatapan tak dapat diartikan. Ia sendiri binggung harus menjelaskannya darimana.

“Ini semua adalah takdirmu. Munculah dihadapannya ketika usianya menginjak 17 tahun”

“Mwo?!”

 

17 years later…… 12 February 2014

Menemukan tulisan keterangan “XI-A” diatas pintu salah satu kelas, apa yang akan langsung terbesit dalam otakmu? Akankah kau berfikir betapa mengbanggakannya berada di kelas itu? Apa kau akan merasa senang karena sekelilingmu berisikan murid-murid yang pandai dan berprestasi? Atau kau mungkin akan malah merasa tak nyaman karena harus belajar keras supaya tak tertinggal diantara penghuni lainnya yang cerdas?

Faktanya itu belum benar. Masih termasuk dalam opini semata.

Lihathah, seorang guru sekaligus wali kelas di ruangan itu menampakkan wajah frustasi didepan papan tulis. Muridnya tak ada satupun yang memperhatikannya. Mereka sibuk dengan dunianya sendiri. Ada yang mengobrol, mengerjai teman-temannya, bahkan tak sedikit juga yang lebih memilih untuk tidur dengan wajah ditutup buku.

Guru itu menghembuskan nafas putus asa.

Tetapi di menit selanjutnya keadaan berubah seketika. Kelas menjadi hening kala seorang murid lelaki dengan postur tinggi dan tegap melangkahkan kakinya kedalam kelas tanpa permisi. Saat sampai didekat Jung Saem, ia membungkukkan badannya.

“Mianhae saem, aku terlambat.”

Semua murid wanita mendadak heboh saat anak lelaki itu mengalihkan pandangannya ke hadapan seisi kelas.

“Omona… nu..gu??!!!”
“Tampan sekali….”
“Nugu? Apakah dia anak baru? Aih.. wajahnya cute sekali!” Bisik mereka histeris. Ah tidak, tepatnya mereka setengah berteriak hingga kelas mendadak ribut lagi. Bahkan murid yang baru terbangun dari tidur singkatnya, saat menatap lekaki itu mengira bahwa ia masih terjebak dalam mimpi indah.

“Nu..gu?” Jung saem memperhatikan murid lelaki dihadapannya ini dari atas hingga bawah. Ia sendiri sempat takjub melihatnya dengan jarak sedekat ini. Hingga kemudian ia tersadar, ia berdeham pelan untuk menghilangkan kegugupannya. Ia tampak sedikit berfikir.
“Ah mianhae, kau pasti murid baru pindahan dari Jepang, itu kan? Aku adalah wali kelasmu. Sekarang, perkenalkan dirimu didepan yang lainnya.”

Ia membungkuk sekali lagi, “Annyeong, Choneun Kim Taehyung Imnida.”

Taehyung mencoba tersenyum di hadapan semua. Ia berjalan kearah tempat duduk yang ditujukan oleh songsaengnim terhadapnya.

Selama perjalanan menuju kursinya yang terletak nomor dua dari belakang, rupanya bukan jalan yang mudah. Ia merasa risih karena gadis yang duduk didekat sana terus menatapnya centil dan adapula yang sampai cengo. Tapi beruntungnya perhatiannya teralihkan kepada seorang gadis yang duduk paling belakang dan terlihat suram. Hanya dia satu-satunya yang tak memperdulikan kehadiran Taehyung. Ah, apa parahnya ia memang tak tahu jika ada seseorang dihadapannya? gadis itu sama sekali tak mengalihkan pandangannya dari buku yang sedang digelutinya.

Sebelum Taehyung meletakkan tas miliknya diatas bangku, ia sempat menoleh kembali kearah gadis itu dengan tatapan iba.

Aku sudah muncul dihadapanmu, Baek Naera. Mulai sekarang, aku akan berada didekatmu dan menjagamu tanpa perlu lagi mengawasimu dari kejauhan.

BRAAAAAKK

“Apa yang kau lakukan pada Jaebum?!” Sulli, seseorang diantaranya datang dengan emosi meluap-luap. Digebraknya meja milik Naera hingga terciptanya suara yang keras.

Kali ini kelas Naera sudah sepi. Hal ini memudahkan niatan dari kedatangan 3 orang gadis dikelas yang berbeda untuk menyakiti dirinya.

“Apa yang ku lakukan padanya?” Naera bangkit dari tempat duduknya. Melihat kejadian seperti ini, bukan hal yang mengejutkan lagi baginya. “Memangnya apa yang sudah ku lakukan?” tanyanya kembali dengan nada datar.

“Cih, aku tahu kau ini seorang pembunuh! Aku tahu kau adalah monster, tapi kenapa harus kekasihku yang kau jadikan korban? Apa masalahmu dengannya? Hah!” salah satu dari mereka, Sohyun dengan poni rata menudingnya dengan geram. Kelpak matanya terlihat bengkak akibat menangis.

Jiyoung berkacak pinggang. Ia tertawa sinis dan menarik puncak rambut Naera. Naera hanya meringis merasakan kepalanya berkedut karena dijambak. “Kau ini bodoh atau apa?! kenapa balik bertanya? Apa yang kau katakan pada Jaebum malam itu? kau tahu? Setelah dia bertemu denganmu, dia mengalami kecelakaan.” Jiyoung menatap dingin “Kau balas dendam padanya karena sebelumnya ia sempat mengganggumu, kan?”

Naera membalas tatapan benci ketiga sunbae dihadapannya dengan senyuman miring. “Sebelum kematiannya, aku memang sempat berpapasan dengannya. Tapi ini tak seperti yang kalian bayangkan. Oke, aku sebaiknya perlu meluruskan hal ini.”

“Kau…” Naera berujar santai sambil melepaskan paksa cengkraman Jinyoung di rambut hitam panjangnya. “Bukankah kau dalang dari semua ini?”

“Maks.. Apa maksudmu?” Jinyoung mundur beberapa langkah untuk menjauhi Naera yang berjalan mendekatinya.

“Kemarin bukankah kau ketemuan dengan Jaebum sunbae untuk mengklarifikasi hubungan gelap kalian di Coffeshop? Kau memintanya untuk memutuskan Sohyun sunbae dan menjadikanmu yang satu-satunya. Sayangnya, dia mengabaikanmu dan lebih memilih Sohyun. Tetapi… Kau bukanlah tipe yang mudah menyerah begitu saja.”

Sulli dan Sohyun diam ditempat, mereka masih belum mengerti arah pembicaraan Naera. Gadis itu kembali tersenyum sembari melipat tangan didada. “Selanjutnya… ketika Jaebum sunbae pergi meninggalkanmu sendirian. Kau segera melaksanakan rencana B yang sudah kau susun apabila dia mengecewakanmu. Kau menyuruh orang untuk menclakainya saat ia hendak menyebrangi Jalan. Kebetulan sebelum itu, dia sempat perpapasan denganku…. Dan … Bingo, dalam hitungan menit keinginanmu terkabulkan.” Naera terus mendekat kearah jiyoung hingga punggung gadis itu menyentuh tembok.

“Berhenti melempar kesalahanmu pada orang lain, Jiyoung-ssi. Mungkin kau tahu aku berbeda dari manusia pada umumnya, tapi aku bukan pembunuh sepertimu. Dan juga, setidaknya buatlah alasan yang masuk akal jika penyebab kematiannya adalah olehku.” Naera memperhatikan Jinyoung dengan kasihan yang dibuat-buat, kemudian dia berbalik dan segera mengambil tasnya untuk meninggalkan mereka bertiga yang saling mematung ditempat.

Bagaimana Naera bisa tahu semuanya?!

Naera kembali tersenyum ketika ia dapat mendengar kata hati Jiyoung.

“Sohyun.. jangan kau dengarkan hobae gila itu! ini hanya karangannya saja. Kau tahu kan kematian Min Yoongi tahun lalu? Itu juga karenanya. Bahkan seisi sekolah tahu akan hal itu. kau harus percaya padaku!” Jinyoung menggenggam pundak Sohyun yang bergetar hebat.

Mendengar sebuah nama yang barusan disebut, Naera mengepalkan tangannya. Ia benci jika nama yang sudah dikunci dalam ingatannya, kembali di sangkut pautkan. Ia berbalik dan menatap ketiganya dengan gusar.

“Oh ya, Sohyun sunbae. Kau sekarang sedang mengendarai mobil pribadi, bukan?”

Sohyun membalas tatapan Naera dengan alis bertaut. “nde?”

“Sebaiknya kau naik kendaraan umum saja hari ini. Karena musuh dalam selimut, sedang mengincar nyawamu.” Dengan kalimat itu, Naera segera keluar kelasnya dengan langkah santai. Ia tak memperdulikan lagi para sunbae didalam kelasnya yang terus meneriaki namanya dengan keras.

 

Taehyung hendak menyebrang jalan untuk menggapai halte disebrang sekolah. Ia mengeluarkan headseat yang berasal dari saku blazernya, lalu ditelusupkan kedalam telinga. Dirasa lampu penyebrangan berubah hijau, ia hendak memulai langkahnya. Namun, tanpa sengaja ekor matanya menangkap sosok yang tengah berjongkok sembari menggerutu. Ia tergerak untuk mendekat.

“Annyeong, bisa kubantu?”

Gadis itu masih berjongkok dan enggan mengalihkan pandangannya kepada orang yang baru saja memberinya tawaran. “Ani.”

Taehyung hanya tersenyum. Membuat bibirnya yang sudah tipis terlihat semakin tipis. Tanpa persetujuan, ia ikut berjongkok dan memunguti kertas-kertas yang berserakan di trotoar.

“Bukankah aku sudah bilang tidak?” Gadis itu Baek Nara, menghentikan aktifitasnya dan memandang tak suka kearah Taehyung. “Nuguya?”

Taehyung mendesis. “Ternyata benar dugaanku. Aku sudah duduk didepanmu tapi kau masih tak mengenalku? Aku bahkan sudah mengenalkan diriku didepan kelas. Oh astaga.. apa kau mengunci pendengaranmu saat itu?” jelasnya frustasi.

“Kupikir mulai sekarang kita bisa berteman, namaku Kim Taehyung.” Ia menjulurkan telapak tangannya.

Hyena hanya menatap tangan Taeyung dengan datar. “Aku tak butuh teman.” jawabnya dingin. Ia memasukkan kertas-kertas yang sudah tertata itu kedalam mapnya.

“Aishh.. aku sudah berbaik hati padamu. Tapi apa balasanmu?” Taehyung mendesis pelan. Didalam hatinya ia sudah mengeluarkan sumpah serapah tiada tara karena harus sabar menghadapi sikap dingin Naera.

Kenapa kau tidak pernah berubah selama 17 tahun ini? Oh ayah. Lebih baik aku mengawasinya dari jauh seperti sebelumnya daripada harus bertemu dan malah begini. Kau lihat sikapnya? Tsk.

“Akan terjadi….” Tiba-tiba Naera bergumam lirih.

Samar-samar Taehyung dapat mendengar suara Naera. Ia mengerutkan dahi dan hendak bertanya pada gadis itu. Tapi….

BRUAAAAGGG

DUUUAAAARR

Suara yang menggelegar nan menyakitkan kini memengkakakkan pendengaran Taehyung. Taehyung menutup teliganya kuat-kuat. Ia menoleh kearah suara. Tepat saat berbalik, sebuah Cadillac Escalade ESV bewarnasilver meledak untuk kedua kalinya. Mobil yang sudah hancur itu berputar-putar dan menciptakan suara dencitan nyaring hingga terpental beberapa meter. Menyebabkan sebuah truck serta taxi dihadapannya ikut terjungkal lalu terbakar bersamaan.

Bisa dipastikan orang didalam Cadillac Escalade ESV sudah meninggal ditempat.

Teriakan serta tangisan histeris langsung terdengar di setiap sudut. Begitu menyakitkan dan menyayat hati. Sebuah insiden yang sangat menyeramkan jika melihatnya secara langsung. Apabila otak mampu terus merekamnya, akan menyebabkan trauma mendalam.

Taehyung memaku ditempat. Telapak tangannya menutupi bibirnya yang ternganga, ia shock berat. Bagimanapun, ini kali pertama baginya melihat kejadian seperti ini.

Kemudian pikirannya kembali mengingat Naera. Hatinya mendadak bergemuruh dan khawatir. Tepat seperti dugaannya, saat berbalik, gadis itu sudah menangis parau ditempatnya sambil memeluk lututnya. Ditenggelamkan kepalanya di sela paha. Ia terisak disana.

“Naera-ya…” Taehyung mendekati gadis itu. Entah atas dasar apa, ia meraih bahu gadis itu lalu memeluknya. Meletakkan kepala Naera di dada bidangnya dan mengusap lembut rambutnya.

“Aku sudah mengingatkannya…. Aku sudah memberitahunya… kenapa dia tak mendengarkanku? Wae?” Naera semakin terisak dan mencengkram kuat bahu Taehyung. Ia semakin memeluk lelaki itu dalam. “Apa aku salah lagi? Kenapa aku selalu merasa bersalah seperti ini….”

 

Naera menggosok telapak tangan sambil meniupinya guna memberi suhu hangat dalam tubuhnya. Kini telapak itu beralih menyentuhi permukaan pipinya. Nampaknya sweater tebal dan kebesaran yang sudah melekat ditubuh mungilnya, belum sepenuhnya memberi kehangatan. Manik mata hitam legamnya memandangi setiap sudut ruangan yang terdapat keramik serta banyaknya lukisan.

“Minumlah” seseorang muncul dari arah dapur. Ia mengampiri Naera dan duduk di sofa samping gadis itu seraya membawa cokelat panas. Di letakkan cangkir itu diatas meja kaca.

Naera hanya memandangi cangkir itu tanpa minat kemudian menatap Taehyung. Menyebabkan lelaki disampingnya itu menekuk wajah.

“Kau tenang saja, aku tak memasukkan racun kedapalamnya. Minumlah, maka tubuhmu akan lebih hangat.”

“Siapa kau sebenarnya?” gumam Naera datar.

“Apa maksudmu?”

“Kenapa aku tak bisa membaca pikiranmu sedikitpun?” Tanya Naera. Ia semakin menajamkan tatapannya. Mencari sesuatu dalam diri Taehyung, tetapi yang ia temukan hanyalah kekosongan.

“A-pa yang kau bicarakan? Apa kau sakit?” Taehyung menyentuh kening Naera. Ia berusaha mengelak agar Naera tak terus melakukan hal itu. Setidaknya Ia merasa lega. Karena bagaimanapun Naera berusaha membaca dirinya, ia tak akan bisa. Kenapa? Taehyung sudah mengunci seluruh dimensi dalam dirinya. Hal ini tentu bantuan dari Ayahnya. Bahkan aura Taehyung sekalipun, Naera tak dapat menjangkaunya.

Yang Taehyung ingat, ayahnya selalu berpesan agar identitas dirinya yang sebenarnya tak sampai bocor kesiapapun. Termasuk Naera sendiri, gadis yang harus ia lindungi hingga usianya 18 tahun.

“kenapa kau mau membantuku dan menjadi temanku?”

Taehyung terdiam. Kemudian ia tersenyum renyah dan menjawab, “Karena kau terlihat kesepian. Mungkin benar kau adalah gadis yang kuat dan tak butuh siapun. Tapi kali ini, biarkan aku selalu berada disisimu.”

Harusnya Naera tak bisa percaya begitu saja kepada Taehyung yang bahkan baru dikenalnya. Bisa saja kan Taehyung memiliki niat yang jahat terhadapnya. Tetapi, hati Naera berkata lain. Ia sendiri tak tahu mengapa ia merasa percaya pada lelaki ini begitu saja.

Untuk pertama kalinya, Taehyung melihat bibir gadis itu tertarik untuk membuat sebuah senyuman. Sungguh, jika seperti ini Naera terlihat begitu manis. Senyum yang penuh kesedihan, juga keindahan.

“Taehyungie..”

“Hm?”

“Kenapa semua orang mengganggapku seperti monster? Aku berani bersumpah aku tak membunuh siapapun… bagaimana bisa aku membunuh orang yang bahkan sudah sangat kucintai?” Naera mendongkakkan kepalanya dengan mata berkaca-kaca.

Taehyung sedikit terhenyak ketika melihat pipi gadis itu sudah basah air mata.

“Semenjak insiden itu, setiap ada kematian lagi disekitarku… mereka akan menganggapku sebagai pelakunya. Ini menyakitkan tae….”

 

*Flashback* Yesterday, 11 February 2014

“Jaebumie” seorang gadis bergelanjut manja di lengan seorang pria. Malam ini mereka mengadakan sebuah pertemuan di salah-satu caffeshop terkenal di Seoul.

“Hm?” lelaki bernama Jaebum itu membelai lembut rambut gadisnya.

“Aku lelah hanya menjadi yang kedua untukmu. Aku lelah harus menutupi hubungan kita seperti ini. aku bahkan harus menahan jengkel ketika teman-temanku memamerkan pacar mereka yang sebenarnya tak seberapa jika dibandingkan denganmu.” Jelasnya dengan suara dibuat semenderita mungkin. “Aku…” Jiyoung mengelus dada bidang Jaebum.

Jaebum mengerutkan dahi, bukankah sebelumnya mereka sudah membuat perjanjian?
“Wae?”

“Aku sudah tak kuat harus pura-pura baik didepan Sohyun…. Bagaimana bisa aku membiarkannya memamerkan hubungannya denganmu dihadapanku? Aku juga kekasihmu Jaebum. Putuskan dia sekarang juga!” nada suara manis Jiyoung berubah menjadi menuntut.

“Itu….” Jaebum menggantungkan kalimatnya. Pikirannya berkecamuk dan tak jelas. Gerakan mengelus rambut jiyoung pun terhenti begitu saja.

“Wae? kau tak mau memutuskannya?” Tanya Jiyoung bergetar. “Kau lebih mencintainya, eoh? Bukankah kau bilang selama ini jika berpacaran dengannya hanya karena hartanya saja?! Bahkan kau rela membagi perasaanmu denganku.” Jiyoung melepaskan rangkulannya di lengan lelaki itu.

Jaebum menatap kedua bola mata Jiyoung lekat-lekat. “Itu… Mungkin memang benar pada awalnya. Tapi sekarang, aku sudah mencintainya dengan tulus. Aku merasa berdosa karena memanfaatkannya saat itu.”

“Ige mwoya?!” Jiyoung menatap tak percaya Jaebum. “Apa karena dia lebih kaya dariku, huh?!”

“Ani. Mungkin kali ini perasaanku tak bisa berbohong. Kita tak bisa terus seperti ini Jiyoung, bagaimanapun Sohyun adalah sahabatmu. Kita harus berhenti menghianatinya.” Jaebum bangkit. Sebelum ia pergi, disentuhnya lembut puncak kepala Jinyoung. “Kita akhiri semuanya sampai disini. Maafkan aku, mungkin dimatamu aku hanyalah pria jahat. Tapi kurasa, ini akan lebih baik.”

Jiyoung tertawa sakartis ketika Jaebum meninggalkannya begitu saja. Ia benar-benar merasa seperti gadis yang harga dirinya sudah diinjak-injak.. “Kau belum mengenalku Jaebum. Akan membuatmu menyesal karena sudah memperlakukanku seperti ini.” Gumamnya tajam. Segera dikeluarkannya ponsel dari dalam tasnya

 

Brugg

“Akh” pekik Jaebum ketika merasakan bahunya menabrak seseorang.

“Sunbae?” sapa Naera. Dia mengelus pundaknya yang juga terasa sangat sakit. Tabrakannya memang cukup keras. Ia menatap tajam kearah sunbaenya itu.

“Naera? B-bagaimana kau bisa berada disini?” Jaebum mulai bergidik takut melihat Naera yang menampakkan raut datar namun terlihat menyeramkan untuknya.

“Aku baru saja dari supermarket. Kebetulan rumahku dekat sini” jelasnya. Kini, mata batin Naera menangkap sesuatu. Dialihkan pandangannya menatap bangunan coffeshop yang berdiri kokoh disana. Ia menajamkan pengamatannya, hingga nampak seorang gadis tengah mengawasi di balik kaca ruangan itu.

Naera tahu siapa orangnya.

“N-naera, masalah kemarin.. aku minta maaf. Aku tak bermaksud menyakitimu dengan meletakkan banyak tikus dilokermu. Itu hanya….”

“Hanya karena kau dan teman-temanku ingin mengerjaiku kan? Kalian ingin membuatku pingsan karena aku pobhia tikus.”

“K-kau tahu?” perasaan Jaebum menadadak tak enak. Sepertinya ia akan menemukan fakta jika Naera memiliki kekuatan lain, sesuai dengan isu yang sudah menyebar setahun lamanya.

“Jangan takut padau.” Naera mendekat kearahnya, namun Jaebum mundur. Naera hanya menunduk ketika ia menerima perlakuan seperti ini. Hal yang paling ia tak suka adalah ketika orang takut padanya. “Sunbae mau menyebrang? Lebih baik jangan lakukan.”

“Apa maksudmu? Mobilku berada diseberang. Bagaimana cara aku pulang jika tak menyebrang, huh? Ternyata kau memang gadis yang aneh.” Jaebum rupanya tak mengindahkan perkataan Naera. Ia segera berlari untuk menyebrang.

Dipikirannya, ia mengira Naera akan melakukan hal yang tidak-tidak terhadapnya. Jadi ia putuskan untuk segera kabur.

Namun,

Bruaaagggghh

Tepat saat Naera berbalik, tubuh Jaebum sudah terpental dan menghantam tiang listrik dengan keras. Situasi keadaan jalan yang cukup sepi, membuat mobil yang menabraknya berhasil melarikan diri secepatnya.

Di menit kemudian, Naera segera menghilang di balik kedatangan orang-orang yang berlarian mendekati mayat Jaebum.

*Flashbak end*

Taehyung mengusap air mata Naera. Gadis itu tak sekuat yang terlihat. Ia hidup dengan penuh kerapuhan dan derita. Ia sangat merasa lega karena Narea mau memaparkan isi hatinya kepadanya. Ia tahu, sebelumnya ini semua hanya dipendam Naera seorang diri.

“Hey, hentikan. Apa aku menangis?” Naera mencoba tertawa dan mejauhan tangan Taehyung dari wajahnya. “Jangan mengasihaniku..”

Taehyung tak memperdulikan Naera yang mencoba tertawa dan menjauh darinya. Digenggangnya kedua tangan Naera. “Apa rencana kematian Sohyun juga oleh Jiyoung?”

Naera mengangguk pelan. “Benar, karena Sohyun lah tujuan utamanya. Menurutnya, Sohyun penghalang cintanya dengan Jaebum. Jika Jaebum tak memilih Sohyun, tentu ia tak akan membunuhnya.” Jelas Naera sambil menyisikan rambut di sela telinganya. “Ia menyewa orang untuk melakukan sesuatu terhadap mobil Sohyun dengan tujuan membuatnya celaka.”

Setelahnya, mereka hening sesasat selama kurang lebih 5 menit. Hingga selanjutnya, pandangan Taehyung menyapu ruangan apartemenya untuk menatap jam di dinding. “Sudah jam 10 malam. Apa kau tak ingin pulang? Biar kuantar.”

Naera menggeleng. “Tidak. Aku tak ingin menerima amarah ibu tiriku hari ini. Biarkan aku menginap disini.”

“Mwo?” Taehyung membulatkan matanya.

“Aku percaya padamu bahwa kau tak akan berbuat yang macam-macam.” Narea menunduk sembari memeluk tubuhnya sendiri.

Meskipun Naera adalah gadis yang harus selalu dilindunginya, Taehyung tetap merasa sedikit ragu dengan permintaan Naera kali ini. Ia mengangguk pasrah, “B-baiklah.”

 

Sinar Matahari menempati titik sepertiga diatas langit, dimana menandakan Younghae High School membunyikan bel istrahat pertamanya.

Dengan ini, wajah seluruh penghuni kelas di sekolah itu segera menampakkan raut beseri. Mereka akan segera merapikan buku dan merenggangan tubuh untuk melepaskan rasa lelah setelah melalui pelajaran selama tiga jam lamanya. Kebanyakan akan berhamburan keluar. Tujuan utamanya, tak lain dan tak bukan adalah kantin.

Hal itu tak terkecuali untuk Naera. Di kantin restaurant jepang yang sudah disediakan sekolah ini, ia meraih seporsi Takoyaki hangat lalu diletakkan diatas nampannya. SMAnya ini, memang terkenal dengan kemewahan.

Siapa yang tak mengenal Younghae High School? Sekolah paling berkualitas dan berkelas di kota Seoul. Siapun tentu ingin menjadi murid di disini. Sayangnya, sekolah ini sangat selektif dalam memilih murid. Hanya kalangan orang Kaya atau murid dengan IQ diatas rata-rata saja yang diterima.

Naera termasuk dari kedua criteria itu.

Sekolah ini, menyediakan fasilitas yang sangat lengkap. Disetiap kelasnya, terdapat AC, LCD, CCTV dan loker khusus dengan ruangan kelas yang lebarnya 2x lipat dari ukuran kelas pada umumnya. Dibangun 6 gedung setinggi 3 lantai yang mengelilingi sebuah lapangan yang memiliki luas halaman setengah hektar. Sekolah ini juga menyediakan lapangan bola, lapangan basket, lapangan tenis, kolang renang, aula yang besar, serta taman indah. Kantinnya sendiri dibangun menyerupai restaurant dan terdapat banyak jenis kuliner.

Diujung sana, Naera melahap makanannya dengan tenang dalam keheningan. Tentu saja, ia selalu sendirian dan tak ada yang bisa ia ajak bicara.

Baek Naera terlahir dengan rambut hitam alami selembut sutra. Bibir mungilnya semerah raspberry. Wajah ovalnya, terukir mata yang indah dengan hidung proposinal. Sangat menarik dan mampu memukau siapapun yang melihatnya. Sayangnya, sebuah kesalahan di masa lampau membuatnya harus terlepas dari kenyataan itu.

Dari ambang pintu masuk, Seseorang memperhatikannya. Ia berjalan menghampiri Narea dan duduk diadapannya.

“Annyeong Naera, bagaimana kabarmu? Lama tak bertemu.” Kim Seok Jin, menatap Naera dengan sebuah senyuman.

Naera mendongkakkan kepalanya, ia ikut membalas senyuman Jin. Jika ditanya siapa yang masih peduli pada Naera hingga saat ini, hanya Kim Seok Jin jawabannya. “Lumayan, bagaimana denganmu, sunbae?”

 

Di kejauhan, gadis lain memperhatikan keduanya dengan jemari terkepal. Terlebih saat melihat kedua orang disana mulai tertawa dan berbincang dengan akrabnya.

 

“Gadis licik”

Naera yang sebelumnya melangkah dengan santai, reflek berhenti ketika mendengar suara yang dirasa ditujukan untuknya. Tepat seperti dugaannya, seorang siswi bersandar di tembok koridor memberinya tatapan dingin.

Naera hanya membalasnya dengan senyum simpul dan kembali melangkahkan kakinya.

“Kau tak perlu mencari simpati Jin oppa. Cukup Min Yoon gi yang mati karena kutukan darimu.” ujarnya penuh penekanan seraya meraup pundak Naera dari belakang.

Naera kembali berhenti. Kini ia menatap gadis dihadapannya dengan tatapan tak dapat diartikan. Seperti yang sebelumnya, wajahnya akan terlihat menyeramkan apabila nama itu diungkit lagi.

“Han Yoon Mi…”

“Mulai sekarang jauhi Jin oppa, aku tak ingin menyerahkan orang yang kusayangi padamu untuk yang kedua kalinya!” Yoonmi, siswi dengan rambut cokelat gelap itu menggertakkan giginya. “Wae? aku benar, kan?! Karena mu Yoongi sunbae pergi, Naera-ah!”

“Hentikan….… tolong hentikan Yoonmi!” nada suara Naera bergetar. Nafasnya memburu cepat, terlihat dari bahunya yang naik turun.

Tepat saat bel masuk berbunyi, Yoonmi meninggalkan Naera dengan angkuh dan tatapan memperingatkan.

Sedangkan Naera melemas ditempatnya dan semakin bergetar hebat.

“Aku tak melakukannya…..”

 

 

-TBC-

 

Hai readers! Bagaimana menurut kalian ff ini? author sangat suka dengan fanfict bergenre fantasy hingga tercetus (?) suatu ide aneh….dan taraa! Lahirlah ff “The Part Of Sixth sense” ini!
HAHAHAHA-____-

Ini pengalaman pertama author melahirkan ff macam begini >< kyaaaa jadi sangat dibutuhkan sekali kritik dan saran dari kalian^^ karena koment kalian sangat berharga buat author.. dengan itu author bisa memperbaikinya di part 2 dan…. Author bisa lebih semangat buat lanjutin ff ini *PLAAAK*

Okelah ngocehnya segitu aja.. semoga kalian suka sama ff ini^^ *bow*

About fanfictionside

just me

75 thoughts on “FF/ THE PART OF SIXTH SENSE/ BTS-bangtan/ pt. 1

  1. Mau ninggalin jejak thor~~

    Sebenernyaa Suga knpa?? Cepeet dilanjut ya thorr~~ ceritanya baguus… apalagi judulnyaa, menarik perhatian bgt^^ keep writing thor:)

  2. Kita sehati thor! Aku juga suka bgt ff genre fantasy’-’ *abaikan
    Itu taehyung sebenrnya makluk apaan thor?
    Wih keren daahh itu naera.. tp kasian bgtt dia digituin .. penasaran apa hubungannya dia ama yoongi
    Buruaan di lanjut! Ini kereeenn ^0^

    • Asek! *highfive* #loh?
      Jarang2 author nemuin yg suka sama genre fantasy hehee
      Kayaknya sih dia makluk jadi-jadian *plak
      Ditunggu aja next partnya^^ itu V bakal jelasin makluk apakah dia/?
      Siaaapp! Makasih ya sudah komen :*

  3. loh loh trus pas 31 Des 95 V /taehyung tu umur brapa? trus skarang uda umur brapa? trus si Naera pas ditinggal ibunya umur brapa? /banyak nanya yak? kkk abis bingung thor nyangkut2in umur mreka >.< /

    next thor😀

  4. Kayaknya ini bakal seru><
    Aku penasaran bgtt sama Naera n suga thorr!
    Next chap ditunggu, ff ini menarik bgt^^

  5. ikutan nimbrung ya thor

    btw status V itu apa sih? kayak dewa kah? *bingung* penasaran juga apa yg terjadi ama yoongi. diflashback dong thor *toel2*. wah…Jin emang cowok baik deh. cuma Jin doang yang masih perhatian ama naera ^^

    lanjut lagi ya thor

    • Selow ^^ V ak.a taehyung bakal jelasin siapakah gerangan atas dirinya/?
      Siaaap, author emg udh nyiapin si suga buat nongol di chap 2 hihi
      Ditunggu next chapnya ya^^

      Ghamsahamnidaa^.^

  6. Yoongi mati ? OMG matinya bukan karena naera ya kanzzz
    Sebenernya aku biasa aja sama genre fantasy trs baca FF ini jd tertarik
    Tunggu chapter selanjutnya :]

    • Iya yoongi sudah tiada u.u
      semoga ff ini membawa perubahan baru bagi genre fantasy/? *ngarep kkkk
      Sippp, ditunggu yaaa
      Gamsahamnida^^

  7. Bagus, thor. Aku suka ^^
    Aku paling suka sama cerita yang kek beginian. Di tunggu next chap ya thor. Fighting!~ ^^

  8. Taehyung itu siluman bukan sih?/ehh
    Penasaran banget bang yoongi itu kenapa.
    Pukpuk yaa buat naera, jin emang baik deh♥♥♥
    Next thorr jgn lama lama

    • Sabar nde^^
      Nanti dia yg jelasin di chap.2😀
      Yoongi juga bakal nongol kok
      Jin kan punya hati malaikaat(?)
      Siaap ditunggu yaaa! Gamsahamnida🙂

  9. aku suka sama ceritanya!!! tapi sayang yoongi nya udah mati😦
    biasanya aku gasuka ff yg fantasy soalnya suka lebay tapi ini engga
    ditunggu next chap ya thor!🙂

    • Makasih ya sudah sukaa😀
      Maafkan author u.uv tapi dia nongol kok di part 2
      Wah baguslah klo gtu:)
      Siaappp! Gamsahamnida^^

    • Makasih yaa^^
      siaaap!^^ ditunggu ya next chapnya, smoga gak mengecewakan hehe

      Iya kasian bgt>< *authornya tega*

  10. kayaknya bakal ada cinta segitiga antara taehyung jin sama nara lol sotoy😄 duuh masa min yoongi bias saya d sini statusnya udah mati huft bangunin lg bisa ga thor? lololol tadi ada typo dikit tp ga mengurangi feel ceritanya kok fighthing yo d tunggu next chaptnya!🙂

    • Cinta segitiga? Em liat nanti saja /? Wkwk
      Maafkan author.. u.u tapi di chap dua dia nongol kok^^
      Iyanih, typo iti penyakit akut author TT *curcol
      Siaapp.. btw makasih yaaa :*

  11. ff dengan genre kesukaanku o w o
    ditunggu thor, itu kenapa si yoongi? yoongi kenapa? why? why? jangan lama” ya thor kelanjutannya

    • Kitaa sehati xD
      Sabar yaaa kisahnya yoongi bakal di flashback secara bertahap^^
      Siapp! Makasih komennya🙂

  12. Wouw. Ff.y daebakk thor, ff.y brhasil bkin gua pnasaran-_-
    kok yoongi bisa mati.? Trus knapa naera yg dsalahin.?
    Kajja di next thorr, jngan lama2 ya..

  13. FF nya daebak !! Cuman bisa lebih di panjangin lagi gk thor ?? Ini ff feel nya udah kerasa walau baru chap 1 .. Ditunggu next chap nya ..

    Oia si Yoongi itu knp emang ?? Mantan nya Naera di masa lampau/? Atau apa ??#kepo -..-

  14. Hey aku reader baru! Salam kenal(?) !!
    Aku tipe reader yg kurang suka ff genre fantasy, soalnya kadang2 authornya berimajinasi fantasynya itu berlebihan -_-
    Tapi fanfic fantasy author yg ini beda, menarik, menurutku fantasynya wajar2 aja dan smooth(?)
    Jadi beginilah asal mula kenapa aku mau baca fanficnya author, hehehe😀

    Emang apa yg terjadi sama suga? Apa dulu dia meninggal gara2 kekuatan ajaib(?)nya naera? Oh iya kok disini jin nya cuma lewat sekilas?

    Aku kepo nih kalo udh sama fanfic genre fantasy. Si V dapet uang darimana sampe punya headset? Dia kan makhluk asing(?) Truss bagiannya naera yg curhat ttgl kronologis kecelakaannya jaebum itu dimana ya? Di rumahnya V atau di apartement? Sekali lagi aku kepo orngnya ._.

    Oke chapter selanjutnya ditunggu! Dipanjangin lagi ya isi ceritanya🙂

    • Wahh makasih bgtt .. aku suka bgt komentar yg menyeluruh kaya gini xD

      Itu di apartemen. Kan disana udh dijelasin pas bagian “taehyung menyapu ruangan apatermennya” ^^

      Hihi .. kejelasannya liat di part 2 ya
      Iya jinnya numpang lewar doang u.u tp di part 2 kaga kok

      Sekali lagi thankss yaa:* salam kenal juga^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s