FF/ PHOBIA IN LOVE/ BTS-BANGTAN/ pt. 1


Author : Taebo [Author Tetap]

Cast :

  • Kim Taehyung/V
  • Kim Hye In
  • Kim Seok Jin
  • Min Yoon Gi/Suga
  • Kwon Nam Ju
  • Jung Hoseok
  • Park Jimin
  • Jeon JungKook
  • Kim Nam Joon/Rapmon

Cast yang lain menyusul ^^ itu kejutan

 

Genre : Romance, Comedy, School Life, AU

Duration : Chaptered

 

Cuapcuapcuapcuap :

Hay hay~~ *gotong phi*

Ini ff pertama taebo berdurasi chapter yang di post disini. Kenapa kok pake castnya BTS mulu? Lagi ke semsem ama si alien😄 bias paling idiot, muka polos tapi cinta buat taebo mah gak polos #apalah. Awas typo bertebaran ._.

Satukomentar mu berhargauntukkelanjutanffini ^^ Gamsa!

 

Langsungaja..cekidot(?)

 

PHOBIA IN LUV 1

***

Perkenalan Karakter:

 

Kelas yang dipenuhi orang-orang yang penakut akan sesuatu hal tertentu. Mereka dipisahkan dari kelas-kelas yang lain karena dibilang murid aneh dengan phobia yang diatas abnormal/standar.

 

Kim Taehyung atau V phobia dengan wanita. jika dia dekat dengan seorang wanita dalam jarak kurang dari 30cm maka dapat dipastikan ia akan menjerit histeris tanpa alasan yang jelas lalu pergi dengan panik. Caligynephobia ( Takut Akan wanita)

 

Kim Hye In gadis cantik dan pintar dikelas memiliki phobia dengan kupu-kupu. Gadis ini biasa dipanggil Black Women karena ketidaksukaannya dengan kupu-kupu yang biasanya identik dengan wanita. Insectophobia (Takut Pada Serangga)

 

Kim Seok Jin pria tampan, seorang ketua kelas yang over profektif dengan tubuhnya. Dia akan menjaga tubuhnya dari gesekan sekecil apapun itu berusaha agar tak ada rasa sakit ditubunya. Dia menganut Agliophobia (Takut Akan Rasa Sakit).

 

Min Yoon Gi pria dengan senyum menawan siapa sangka kalau dirinya punya gejala Eisoptrophobia (Takut Akan Cermin/ Takut melihat diri sendiri pada cermin). Ia akan menghindar jika ada cermin dimanapun itu. Ia takut jika ia bercermin ia akan melihat dirinya yang lain, yang tidak setampan orang bilang.

 

Kwon Nam Ju gadis yang takut ketika ditinggal sendiri. Takut-takut ada yang menyerangnya ketika ia sedang sendirian. Itulah mengapa ia tak pernah berani untuk pergi sendiri kemanapun. Ia menderita Autophobia (Takut ditinggal sendiri/Menyendiri).

 

Jung Hoseok pria kelewat aktif yang senang menjahili teman-temannya sesama pengidap phobia. Bukan berarti ia tak punya phobia, ia takut akan ruangan tertutup (Agoraphobia) tanpa ada orang di dalam ruangan. Dan Ketika ia didalamnya pasti akan pingsan seketika.

 

Park Jimin pria dengan tubuh yang sexy namun takut pada debu. Bisa dibilang ia ‘alergi’ dengan benda halus tak terlihat itu. Wajahnya akan memerah seketika ketika dekat dengan benda itu dalam radius 2m. Ia mengidap Koniophobia (Takut Pada Debu).

 

Jeon JungKook pria pemalu yang mempunyai phobia terhadap kegelapan. Biasanya ia akan dekat-dekat dengan ruangan atau tempat yang sangat terang. Jungkook menderita Achluophobia (Takut akan kegelapan).

 

Kim Nam joon pria yang terlihat bengis namun tidak suka dengan tempat yang terlalu ramai. Ia akan pergi meninggalkan tempat tersebut ketika berada ditengah-tengah himpitan orang-orang ramai. Ia mengidap Agoraphobia (Takut akan keramaian).

 

Berhasilkah mereka dalam menghadapi phobia mereka masing-masing?

 

***

Chapter 1

 

Myungju High School sekolah menengah atas yang berstandar internasional terletak di tengah-tengah kota Seoul. Sekolah yang didiami murid dari kalangan elit. Sekolah ini satu-satunya yang memisahkan orang-orang dengan ke-Phobiaan diatas standar. Aneh memang, namun ini keputusan sekolah untuk kelas II-B angaktan tahun ini yang memang banyak didiami oleh murid-murid yang punya Phobia.

 

Sekolah masih terlihat sepi, hanya beberapa orang yang baru tampak di lorong-lorong gedung, berjalan menuju kelas masing-masing.

Jeon Jungkook berjalan dengan terburu-buru dengan mendekap banyak buku didadanya, phobia nya yang takut akan gelap membuatnya ingin segera menduduki bangku dekat jendela kelasnya itu.

 

Tapp.. Tapp.. Tapp

 

BAKKKK!!

 

“Hhhh..hhh..”

Jungkook membuka keras pintu kelasnya. Membuat beberapa orang di kelas yang sudah datang melongo kearah pintu kemudian kemabali dengan aktivitasnya masing-masing. Mereka sudah biasa dengan phobia Jungkook itu.

 

“apa kau masih takut huhh? Lorong itu tak terlalu gelap Jeon JungKook! Masih ada cahaya disana.”

 

“Hhh.. Yakk!! V hyung! Aku ini Phobia gelap, apa kau lupa?” Jungkook menduduki bangku disamping Taehyung. Orang itu masih menaruh kepalanya di meja sejak datang tadi.

 

“Aku tak lupa. Hanya saja aku kasihan pada Kepala Sekolah yang tiap bulan mengganti pintu kelas kita karena phobia mu itu. Hahaha” kini Taehyung mengangkat kepalanya menghadap ke arah Jungkook yang terdiam menundukan kepalanya.

 

“kau kan kan juga punya phobia hyung~”

 

“Aku kan hanya bercanda Kookie~ah” Taehyung merangkul Jungkook lalu memperlihatkan cengiran khasnya.

 

“yakk! Kim Taehyung! Jungkook~ah! Apa kalian sudah mengerjakan tugas Kim Seonsaengnim?” Tiba-tiba Hye In datang menhampiri mereka berdua.

 

“heyyy!! Heyy! Jauh-jauh dari ku Kim Hye In!” Taehyung berdiri diatas kursinya, bahunya bergidik ngeri seakan-akan yang dilihatnya ialah kotoran kucing.

 

“Yak!! Jungkook~ah tolong aku. Aku ketiduran semalam. Aku tak mau dihukum seonseangnim” Hye In melotot pada Taehyung kemudian mengalihkan pandangannya pada Jungkook yang tertunduk itu. Memelas kasihan padanya.

 

“Cha! Tapi jangan kau ulangi lagi” Jungkook memberikan buku tugasnya pada Hye In dan tersenyum. Hye In hanya mengacak-ngak rambut Jungkook lalu duduk di seberang bangku Taehyun dan Jungkook itu. Taehyung yang merasa sudah aman, turun dari kursinya, terdengar suara helaan nafas berat darinya.

 

“Min Yoon Gi~~” panggil Hoseok manja pada suga yang baru datang dan langsung duduk dibangkunya.

 

“hmm”

 

“Yoongi~ahh” panggilnya sekali lagi kini disertai dengan senyuman jahilnya.

 

“mwo?” jawab suga tanpa melihat kebelakang tempat Hoseok duduk.

“kau suka Coffe Late kan? Aku belikan satu untukmu”

 

“Benarkah? Hoseok kau baik sekali padak-— AAAAAAA!! Jauhkan itu Hoseok ah!” Suga langsung berlari menghindari Hoseok yang memperlihatkan cermin tangan pada Suga.

 

“Hahaha.. lihat lah dirimu disini suga-ah. Dirimu itu sangat tampan. Percayalah” Hoseok terus mengejar Suga yang berputar-putar di kelas.

 

“Yakk!! Menjauh dariku suga!” Hye In mendorong paksa Suga yang bersembunyi di belakang tubuh Hye In.

 

“Tolong aku Hye In~ah”

 

“Hahahah..” Hoseok menghentikan langkahnya, ia tak sanggup melihat tingkah suga

 

“Baiklah.. pejamkan matamu sebentar, aku akan meminta Hoseok untuk membuang cermin itu” Hye In mengelus pelan rambut Suga. Ada tatapan tak suka yang mengawasi mereka dari bangku sebrang.

 

“aku menunggumu..” Suga mulai memejamkan matanya.

 

“Sekarang buka matamu.”

 

“AAAAA.. Yakkk Kim Hye In! Kau mau aku mati huh?” Suga terjungkal kebelakang menabrak lemari kecil dibelakangnya. Suga terus saja menutup matanya. Sekarang Hoseok dan Hye In mendekatinya sambil mengayun-ayunkan cermin padanya.

 

“Kim Seonsaengnim datang!” Jimin memasuki kelas dengan wajah yang seperti biasa di tutupi dengan maskernya.

 

“mwo? Aigoo aku belum selesai mengerjakan tugasku. Ini salah kalian!” Hye In terus mengoceh-ngoceh tak jelas pada Hoseok dan Suga.

 

“kalau saja kalian tak bertengkar akau akan— mwo Kim Seok Jin? Apa kau mau memarahi ku huh?” Hye In menatap tajam pada Seok Jin yang duduk didepannya yang menatap tajam sama dengannya.

 

“ssttt… kau tak mau kan di suruh bersihkan toilet pria lagi gara-gara kau terus mengoceh sepanjang pelajarannya?”

 

Hye In terdiam. Seok Jin benar. Ia tak mau lagi disuruh membersihkan toilet yang bau itu akibat ocehannya yang tak pernah berhenti.

 

“Baiklah.. kumpulkan tugas kalian”

 

Semua murid mengeluarkan bukunya kecuali Taehyung yang masih menelungkupkan kepalanya sejak kejadian tadi berakhir. Ada Hye In yang panik dengan tugasnya yang belum kelar ia salin dari Jungkook, tapi pemiliknya itu sudah menarik bukunya dari Hye In.

 

“Kim Hye In. Kim Taehyung! Mana tugas kalian?”

 

“aku belum mengerjakannya saem.. aku ketiduran semalam. Mianhanda” Hye In tak berani menatap guru Matematikanya yang ‘Killer’ itu.

 

“Berdirilah diluar satu kaki diangkat dan tanganmu pegang telinga. Kau juga Kim Taehyung! Aku sudah hafal betul kebiasaanmu yang tak pernah mengerjakan tugasku”

 

“aku? Dengan Kim Hye In?” Mata Taehyung seketika membulat sempurna.

 

“Palli!! Atau kalian kusuruh untuk membersihkan gudang olahraga huh?”

 

“Ba.. Baikk saem” Taehyung dan Hye In buru-buru berdiri kemudian keluar kelas, mereka tak mau ditempatkan disana. Yang benar saja gudang olahraga yang gelap dan berdebu itu, harus mereka bersihkan.

 

“KAU! Jauh-jauh dariku!”

 

“hey! Jangan menatapku seperti itu? kau kira aku ini kotoran kucing hah!”

 

PLAKKKK!

 

Satu lemparan penghapus papan tulis mendarat mulus di kepala Hye In. Siapa lagi kalau bukan Kim Seonsaengnim yang melemparnya dari dalam.

 

“aishhh.. aku sial jika bersamamu” gerutu Hye In.

 

“jaga jarakmu dari ku dua meter!”

 

“Yakk!! Kau!” Hye In ingin berteriak lagi. Bukan, bukan berteriak lebih tepatnya membunuh mungkin. Phobia Kim Taehyung benar-benar memuakkan.

 

 

***

Kringgg kringgg..

 

“Baiklah. Sampai disini pelajarannya. Hafalkan bab 7. Minggu depan aku akan adakan ujian lisan. Paham?”

 

“Paham saem.”

Semua murid menjawab malas. Lalu berhamburan keluar menuju tempat yang mereka bilang surganya makanan. Apa lagi kalau bukan kantin.

 

 

“sekolah macam apa ini huh? Sehabis kita berlibur, kita harus beradu dengan sejarah-sejarah Joseon?”

Ujar Namjoon yang kesal pada guru sejarahnya –Jung Seonsaengnim-

 

“yang benar saja, hafalkan bab 7? Itu hampir satu buku. Arghhhh” Namjoon mengacak-ngacak rambutnya frustasi, sedetik kemudian kepalanya ia rebahkan diatas meja.

 

“yakk Monster! Maksud mu apa? berlibur?” sahut Nam Ju yang sejak tadi mendengar ocehan Namjoon.

 

“apa kau tak tahu?” jawab Namjoon tanpa melihat Namju yang masih memasang wajah penasarannya.

 

 

 

“Kwon Nam Ju! Minggu depan kita berlibur ke Petite France . Yeayyyy!!”

 

“apa itu benar Hoseok~ah?” tanya Namju.

 

“Ne. Lokasinya di Cheongpyeong-myeon, provinsi Gyeonggi-do. Pengumumannya sudah ada di mading depan saat aku melewati kantin tadi ”

 

“benarkan kataku?” Namjoon bangun dari duduknya lalu beranjak pergi.

 

“kita akan pegi bersama Nam Ju~ah. Aku akan memperkenalkan kau dengan nenekku. Tak jauh dari sana rumahnya” Hoseok bergelayut manja pada Nam Ju yang masih tebengong-bengong dengan yang dikatakan Hoseok.

 

“Cih! Aniyo. Aku tak mau pergi denganmu. Lepaskan!” Namju pergi meninggalkan Hoseok dalam keadaan wajah yang ditekuk. Namun tak butuh lama untuk bisa menormalkan kembali wajahnya, ketika matanya menangkap sesosok ketua kelas yang sedang tenang melahap bekal makan siangnya.

 

“kau tak ke kantin?” tanya Hoseok

“kau sendiri?” Jin memasukan satu persatu kimbap dengan bantuan sumpit kemulutnya.

 

“aniyo. Aku tak lapar. Hanya jalan-jalan sebentar tadi” jawab Hoseok, mendengarnya Jin hanya mengannguk tanda mengerti.

 

“apa kau ikut berlibur Jin~ah?” Hoseok mengambil kimbap milik jin.

 

“Aniyo.. Aku tak mau”

 

“hemm.. kau tak boleh begitu Jin, berusahalah untuk tidak takut pada phobiamu. Kita butuhh refreshing kau tahu” Hoseok terus mengambil kimbap di kotak makan Jin. Awalnya hanya beberapa, namun kini tersisa satu. Jin tak sadar akan itu.

 

“Yakk! Aku dapat” Taehyung datang lalu mengambil satu kimbap yang tersisa itu, saat Hoseok ingin mengambilnya juga.

 

“hey itu milikku Kim Taehyung!” Hoseok memberikan tatapan tajam padanya.

 

“Yakk! Bisakah untuk tidak melahap semua bekalku untuk sehari saja hah?”

 

“tapi ini enak Hyung. Sungguh, buatanmu seperti punya ibuku” Taehyung menjilati tangannya yang masih tersisia bumbu kimbap milik Jin.

 

 

 

 

“ini.. aku belikan Ramyeon untukmu. Aku tahu pasti selalu seperti ini.”

 

“Ah.. apa tak apa? ini merepotkan Hye In~ah” Jin tersenyum saat matanya melihat sekotak Ramyeon yang di belikan Hye In untuknya. Ia senang saat Hye In seperti ini padanya.

 

“Tidak apa-apa.. aku kasian padamu Jin~ah. Dua orang ini benar-benar!”

 

“AAAAKKKK.. LEPASKAN KIM HYE IN! JAGA JARAKMU DUA METER DARIKU!”

 

“SAKIT HYE IN! LEPASKAN! Baik..baik. aku tak akan memakan bekal Jin lagi.

Baik Taehyung maupun Hoseok sama-sama berteriak saat telinganya di angkat tinggi-tinggi oleh Hye In. Nampak memerah alat pendengar mereka itu.

 

“hahaha.. rasakan itu” Jin tertawa terpingkal-pingkal saat dua setan pengganggunya itu dijewer habis-habisan oleh Hye In.

 

“awww.. ini pasti tak akan sembuh dua minggu” Hoseok memegang telinganya yang sudah seperti kepiting rebus itu.

 

“ck berlebihan – hey hey! Kemari kau Kim Taehyung” Taehyung melarikan diri dari Hye In sambil berteriak tak jelas. Tidak lupa kan dengan phobia si idiot yang satu ini?

 

 

“Kim Hye In!”

 

“Yakkk! Ige mwoya?” Langkah kaki Hye In terhenti saat ingin megejar Taehyung. Nam Ju menjegatnya di depan pintu kelas dengan wajah yanng dihiasi senyum lebarnya.

 

“kau ikut berlibur kan? Ya kan Hye In.. aku mohonnn”

 

“hhh” hanya helaan nafas yang keluar dari mulut Hye In.

 

“aku tak yakin Nam Ju~ah. Disana pasti banyak –“

 

“Kupu-kupu? Tidak tidak, kita tak akan ketamannya, kita hanya akan menempati villa dan sekitarnya saja”

 

Hye In memutar bola matanya, mencari jawaban yang tepat.

 

“Jin apa kau ikut? Kau kan ketua kelas disini. Aku tak mau jika kau menggunakan statusku sebagai wakil ketua kelas untuk bisa diajak pergi dengan bocah-bocah idiot disini.” Hye In menoleh pada Jin yang masih mengobrol dengan Hoseok. Mendengarnya Jin hanya mengangguk ragu.

 

“n.. ne. Tentu saja aku ikut” jawab Jin.

 

“Hey! Kau bilang tadi- emmphhh” Hoseok ingin protes pada Jin namun mulutnya sudah lebih dulu di sumbat oleh tangan Jin.

 

“baiklah. Aku ikut”

 

“Yes! Kita harus bisa sekamar Kim Hye In!” Nam Ju memeluk erat sahabatnya itu

 

~

 

“awww.. dia manusia atau makhluk jenis apa sih? Ini sakit sekali” Taehyung sampai di taman belakang sekolah, mengusap-usap telinganya yang masih terasa nyeri.

 

“orang itu perhatian sekali padanya… sedangkan aku? Di beri senyumannya pun tidak.”

 

“ahhh.. tidak-tidak! Kim Taehyung! Ingatlah phobiamu itu” Taehyung memukul-mukul kepalanya.

 

“kenapa di sini sesak sekali? Akau kan tidak mempunyai riwayat penyakit asma?” Tangannya memegangi dada sebelah kirinya. Ia merasakan sesak yang amat sangat di bagian tubuhnya itu.

 

***

 

“kenapa masih disini?” Hye In kebingungan mencari asal suara yang mengisyaratkan berbicara padanya.

 

“aku dibelakang mu Kim Hye In” Hye In menoleh kebelakang, di dapatinya orang yang ingin ia bunuh tadi siang. Kim Tae Hyung yang kini sudah berdiri 2 meter dibelakangnya dengan cengiran konyol nya.

 

“Belum. Aku menunggu seseorang.”

 

“sendiri?”

 

“tentu saja”

 

Beberapa menit berlalu, hanya menyisakan keheningan diantara keduanya. Tak ada yang mau membuka suaranya hanya untuk berbasa-basi. Kim Tae Hyung masih menjaga jaraknya dengan Hye In, ia masih tetap bediri dengan tumpuan satu kakinya dan menyenderkan tubuhnya pada tiang dekat pintu gerbang.

 

“kau yakin sudah menghubunginya? Ini sudah satu jam berlalu sejak bel pulang” Taehyung sedikit berteriak pada Hye In di depannya yang masih setia menunggu ‘seseorang’ yang Taehyung sendiri pun tak tahu siapa.

 

“Apa urusanmu?”

 

“hey seorang gadis tak baik pulang terlalu malam, ini sudah jam tujuh.” Ucap Taehyung masih dalam posisinya dan sedikit berpaling pada jam tangannya.

Drrtt…drrttt…

 

“ahh kakak ku ini benar-benar, harusnya dia memberitahuku kalau tidak bisa menjemput. Kalau begitu kan aku tak harus berlama-lama disini bersama orang idiot itu. aishhhh” gerutu Hye In ketika melihat pesan masuk di hanphonenya, suaranya masih dapat terdengar oleh Taehyung.

 

“aku tak idiot. Kajja pulang, aku antar kau” Taehyung mulai berjalan mendahului Hye In.

 

“apa kau tahu rumahku?”

 

“ah? Ne? Ti.. tidak. Aku antar kau sampai halte bus saja. Kalau begitu kau duluan, aku akan berjaga di belakang. PALLI! Ini semakin malam.”

 

“aishh.. baiklah, ini keinginanmu oke. jadi kalau kau nanti minta balas jasa padaku, jangan berpikir aku akan mau.” Hye In berjalan melewati Taehyung.

 

~

 

“kau boleh pergi” ucap Hye In ketika sudah sampai di halte bus.

 

“hhh.. baiklah”

 

“eoh? Apa orang itu mengikutimu?” tanya Taehyung pada Nam Ju yang saat berbalik ada dibelakangnya, Taehyung menunjuk Min Yoon Gi orang yang dimaksudnya tadi.

 

“dia.. aku paksa untuk pulang bersamaku, tadi aku memintanya untuk menemaniku pergi ke toko buku dulu. Kau tau kan phobia ku” ucap Nam Ju lemas.

 

“Hey. Hey kalian mau pulang atau tidak hah?” Hye In berteriak dari dalam bus yang baru sampai beberapa menit yang lalu.

 

“cha kajja! Anyeong Taehyung~ah” Suga menarik paksa tangan Nam Ju untuk segera menaiki bis. Nam Ju yang kaget hanya melongo tak percaya.

 

‘Tanganku disentuh namja anti cermin ini? kurang ajar! Awas kau Min Yoongi! Ku pastikan kau takkan selamat pulang kali ini’ batin Nam Ju.

 

“Anyeong~” Kim Taehyung melambaikan tangannya pada ketiga sahabatnya itu.

 

~

 

 

Hoseok, Jimin, Jungkook, dan Namjoon pulang bersama namun seperti biasanya mereka mampir terlebih dahulu di tempat makan langganan mereka. Phobia dari Namjoon, membuat ketiga temannya itu harus mencarai tempat duduk yang sekiranya tak terlalu ramai, atau Namjoon bisa mengamuk nantinya.

 

“kau merepotkan hyung.”

 

“lebih merepotkan mana aku atau kau yang selalu memakai masker bau mu itu, Park Ji Min?!”

 

“ini kan pencegahan, kau tahu. Bisa rusak nanti wajahku jika tekena debu-debu itu”

 

“sudahlah, hyungnim.. kajja kita makan, aku tak mau dimarahi eomma lagi kalau harus pulang lewat jam 9 malam” Jungkook menengahi keduanya yang bertengkar.

 

“orang ini apa tak ikut makan, lagi eoh?”

 

“aniyo.. dia tak akan tertidur lelap seperti ini dirumahnya, kau tahu? Kamarnya ia ganjal dengan batu agar tidak tertutup namun seringkali Hoseok tak sadarkan diri hingga pagi jika tengah malam ia menyadari kalau pintunya tertutup rapat entah siapa yang menutupnya itu…salah satu alasan ia sering terlambat karena itu.. ihhhh menyeramkan”

 

Jimin menjelaskan panjang lebar mengapa hoseok bisa tertidur pulas ditempat makan seperti ini. Jimin menjelaskan dengan suara yang sedikit dibuat-buat seram dengan masker yang masih menutupi hidung dan mulutnya. Tentu yang tekena efek gagal horor ini adalah JungKook yang memang takut akan berbau-bau horor.

 

“ahh.. kau hyung, bisa diam tidak? Bisa-bisa aku terjaga semalamam nanti kalau kau cerita seperti itu”

 

“kamarmu kan banyak cahaya. Tak perlu takut, kalaupun ada hantu ia akan langsung menindihmu Jeon Jungkook. awuuuu” jawab Jimin sekenanya.

 

“YAKKK HYUNG!”

 

“Kalian ini! Cepat makan! Ini sudah jam 8 paboo” Namjoon mentakbbam dahi Jimin.

 

“appo…”

 

***

 

“apa kau melihatnya tadi? Suga mencium Nam Ju. Ahh.. sepertinya kelas itu benar-benar kelas yang beruntung”

 

“kau benar.. kelas itu perkumpulan pria-pria tampan. Yeoja disana sungguh beruntung”

 

Beberapa murid Myungju bergosip ria saat jam istirahat berlangsung. Suasana kantin terlihat ramai, namun kali ini ramai dengan berbagai ocehan para gadis. Penampakan tadi pagi benar-benar membuat heboh seluruh sekolah. Dari tingkat satu hingga tingkat tiga.

 

 

 

 

 

“Heyy Min Suga! Jelaskan pada kami eoh?” Hoseok dan yang lainnya mulai mengerubungi bangku kelas Suga. Suga hanya menghela nafas tak memperdulikan yang lainnya, ia masih fokus dengan komik yang ia baca.

 

 

 

“Yak! Kwon Nam Ju. Kau apa kan dongsaeng kesayanganku eoh? Ceritakan padaku.”

 

Di sebrang bangku, Min Ah Gi – Kakak Suga – menghampir Nam Ju yang masih melahap makanannya dengan santai, seakan tak terjadi apapun. Ah Gi tak sendiri, ia ditemani oleh Hye In.

 

 

“Yak ayo berbicara pada kami! Gosip mu itu sudah terdengar oleh teman-teman kelasku” lanjut Ah Gi.

 

“YAKKK!! APA URUSAN KALIAN!”

 

Baik Suga maupun Nam Ju sama-sama berteriak saat dirinya serasa di introgasi. Semua yang mendengarnya kaget bukan main.

 

 

Flashback

 

 

Pagi itu Nam Ju menunggu Yoon Gi untuk memperhitungkan sesuatu. Tak butuh banyak waktu, ia menemukan Yoon Gi sudah mendekati gerbang sekolah.

 

“Heyy kau kemari kau!”

 

“tak mau!” Suga mulai berjalan cepat menghindari Nam Ju. Seakan tau apa yang akan dia lakukan.

 

“aku akan membunuhmu hey bocah bodoh kalo kau tak mau berhenti!” ancaman gila Nam Ju sukses membuat Suga membalikkan badannya menghadap Nam Ju yang sudah berada di depannya.

 

“ada ap – AAAAA YAKK!!!” Suga berteriak saat merasakan kakinya diinjak hebat oleh Nam Ju.

 

BUKK!!

 

Nam Ju menendang kaki kanan Suga

 

“itu untuk kau yang berjalan dibelakang ku semalam”

 

“Yakk!! Itu kan karena kau yang meminta untuk menemanimu. AAA Yakkk”

Kali ini kaki kirinya yang ditendang Nam Ju.

 

“aku memintamu menemaniku, bukan berjalan di belakangku!”

 

“hoh? Aku tak megerti ucapanmu Yak Kwon Nam Ju!”

 

Suga terjatuh ketanah, merasakan kakinya yang nyeri membuat ia tak sanggup berdiri lagi.

 

“dan yang terakhir tadi untuk kau yang sudah lancang memegang tanganku semalam. Kau tahu, aku tak suka skinship!” teriak Nam Ju yang sukses membuat semua pasang mata siswa yang berlalu lalang di gerbang menatap kedua orang itu.

 

“aishh.. kau ini, bukannya berterima kasih padaku malah membuatku babak belur begini. Kau yeoja macam apa hoh?” Suga mencoba berdiri kembali, ia hanya tak mau dilihat lemah oleh Nam Ju.

 

“memang itu niatku”

 

“ne?”

 

“membuatmu babak belur memang niatku semalam, tapi kau sudah berlari pulang sebelum aku memukul wajahmu”

 

“Yakk!”

 

“aku ingin berterima kasih padamu, tapi kau membuat kesalahan itu jadi aku akan membalasnya dengan pukulan”

 

“ini balasan terakhirku –“

 

“Yakk Nam Ju!”

 

 

 

CHUPPP~

 

 

 

Tangan Nam Ju yang ingin memukul Suga ditahan oleh tangannya. Tenaga Nam Ju yang tak sebanding dengan Suga membuat Nam Ju tertarik ke arah Suga. Bibir Nam Ju mendarat mulus di bibir Suga. Mata mereka sama-sama membulat sempurna. Posisi mereka yang seperti itu, seperti bukan Kissing Accident, tapi lebih mirip ‘Morning Kiss’ – mungkin –

 

Flashback end.

 

 

“itu kecelakaan!” mereka berdua berteriak bersama lagi. Semua yang disana memandang satu sama lain, mengerjap-ngerjapkan matanya tak mengerti.

 

“kau jelaskan pada mereka Suga-a!”

 

“apa-apaan kau hah? Itu semua kau yang mulai. Coba tadi kau tak menjegatku lalu menghajarku takkan seperti ini kau tahu” Suga menatap sebal Nam Ju yang berada di bangku sebrang bersama Hye In dan Ah Gi.

 

“kalian ini.. kenapa tak pacaran saja” ucap Taehyung polos yang langsung mendapatkan tatapan maut dari yang lainnya. Taehyung hanya menampakkan cengiran konyolnya.

 

“ahh.. kalian ini sama-sama keras kepala. Sudahlah, istirahat sudah selesai, sebaiknya kalian bubar. Dan untuk Ah Gi Sunbae, maaf untuk kekacauan ini” Jin menengahi perdebatan tadi. Ia membungkukan badannya pada Ah Gi.

 

“ne.. aku serahkan padamu Jin-a. Kau yang bertanggung jawab atas kelas ini. Baik semuanya, aku pergi. Sampai jumpa”

 

“Ne, sunbae”

 

***

 

Setengah jam yang lalu bel pulang berbunyi, di kelas II-B hanya menyisakan beberapa murid yang masih asik dengan kegiatannya masing-masng. Segerombolan grup wanita dan beberapa murid laki-laki yang sedang asik bermain TOD.

 

“truth or dare, Jung Ho Seok”

 

“Ya! Aku pilih Dare saja! Kau kalau bertanya selalu bisa membuatku mati kutu Suga-a” Ho Seok menyenderkan tubuhnya dibangku lalu melipat kedua tangannya di dada. Menanatap suga dengan sebal.

 

“oke. ada yang punya ide untuk orang gila ini – aaa yak!”

 

Tangan Hoseok mendarat sukes di kepala suga, terdengar suara seperti benda jatuh. BUKK!

 

“Anak ini benar-benar! Dia bisa amnesia kau tahu”

 

Nam Ju benar-benar tak suka melihat dua anak ini. sama-sama kekanakan.

 

“ahhh.. Kwon Nam Ju? Apa karena dia mencium mu, kau jadi membela dia eoh?” Taehyung kini menghadapkan tubuhnya ke arah Nam Ju.

 

“diam kau!”

 

“baik.. aku punya ide, aku meminta kau Jung Ho Seok untuk tinggal dikelas ini selama satu menit. Dengan.. pintu tertutup. Aku tak mau penolakan”

 

BANG!

 

Pilihan Hoseok untuk memilih Dare salah besar. Ia mengutuk dirinya sendiri karena ikut permainan ini.

 

Wajah Hoseok pucat pasi, berkali-kali ia meneguk savilanya. Takut? Tentu saja, mereka tau itu phobianya! Menyerang balik dengan kelemahan yang dimiliki. Itu curang!

 

“kau curang, memakai phobia untuk mengancamku!” bela Hoseok, ia tetap tak mau menjalankan perintah Jin.

 

“tidak.. aku tak setuju, kau ingat? Terakhir kali kau menguncinya di gedung olahraga, dia pingsan hampir satu jam. Itu merepotkan kau tahu” sergah Nam Ju.

 

“ahhh.. sekarang kau membela Ho Seok? Arraseo, sepertinya ada cinta segitiga disini”

 

PLAKKK

 

 

“Tutup mulutmu Kim Tae Hyung!”

 

“appo.. arraseo arraseo, aku akan diam. Sshh ini sakit” Taehyung terus meringis kesakitan ketika sebuah sepatu milik Nam Ju melayang mengenai kepalanya.

 

 

 

 

 

 

 

 

“heyy.. apa kalian tahu….”

 

“mwo?”

 

Jimin yang tiba-tiba datang dengan wajah yang sedikit menakutkan dengan tubuh yang bergerak turun naik, nafasnya tercekat.

 

“L.. Lim Minn. Jung..” Jimin masih mengatur nafasnya.

 

“Yakkk!! Ada apa!”

 

“Hyung.. Noona, ini sudah hampir jam tujuh, ayo kita pulang”

 

Jungkook mengambil tas nya dari tumpukan tas teman-temannya itu. Ia merasa ada hal yang aneh yang akan dibicarakan Jimin.

 

“Hyungg. Ayo pulang..” ia menarik-narik lengan Namjoon untuk segera pergi dari kelas.

 

“shireo. Aku penasaran.”

 

Semuanya memandang Jimin, penasaran apa yang akan dia katakan.

 

Lim Min Jung. Gadis tingkat tiga yang menjadi korban bullying. Ia ditemukan tewas dikamar mandi Pria tanpa busana. Hantu yang katanya berkeliaran di depan kamar mandi pria belakangan ini di duga itu merupakan Lim Min Jung.

 

“aku melihatnya. Lim Min Jung sunbae, mengeluarkan banyak darah di mata, hidung, telinga dann.. kepalanya tak menyambung dengan badannya. Aku shock saat melihatnya tadi sedang mondar-mandir di depan pintu kamar mandi. Arghhhh” Jimin mengacak-ngacak rambutnya frustasi. Mengapa hari ini begitu sial? Pikirnya.

 

Dugaan Jungkook benar, ia langsung merinding mendengar cerita Jimin.

 

“kupikir aku akan mati tadi, untung saja Ray Sunbae datang” Jimin tentunduk lesu. Ia mati-matian menahan rasa takutnya. Kalau tidak, ia bisa buang air dicelana tadi.

 

Semuanya nampak tak berkedip mendengarkan cerita Jimin. Nam Ju tanpa sadar memegang erat baju suga yang duduk disampignya. Hoseok memerhatikan gerak-gerik Nam Ju dengan tatapan yang err.. sulit diartikan.

 

“dan ini sudah jam tujuh bukan kah kematiannya tepat jam itu. mereka bilang ia akan berkeliaran di koridor sekolah tepat jam tujuh. Jam kematiannya. Itu berarti sekarang kan?”

 

Jelas Jungkook, dan perlahan suaranya menghilang. Ia bersembunyi dibalik tubuh Namjoon yang memang lebih besar darinya.

 

“ayo pergi. Aku tak mau berusan dengan hantu idiot itu, mana ada hantu yang kepalanya putus seperti itu”

 

“kau lebih idiot Taehyung” sahut suga.

 

Taehyung melangkahkan kakinya keluar kelas, diikuti dengan yang lainnya berbaris dibelakang mengikuti arah jalan Taehyung. Jin dan Namjoon di barisan paling terakhir menjaga dua orang wanita di depannya, Kim Hye In dan Kwon Nam Ju. Jimin dan Jungkook berjalan di belakang Taehyung. Hoseok dan Suga berada disamping kanan dan kiri mengawasi semuanya.

 

Wajah mereka menegang ketika sudah sampai di pertengahan koridor. Lampu-lampu disana kedap-kedip seakan ada yang memainkan saklarnya. Oh ayolah! Mereka sudah panas dingin. Hye In dan Nam Ju saling berpegangan erat.

 

 

 

BAMM!

 

 

 

Lampu dikoridor itu benar-benar mati. Semuanya semakin menegang, Jungkook dan Jimin refleks memeluk diri satu sama lain. Taehyung yang paling depan pun tak kalah takut, ia berkeringat dingin.

 

“aku takut, Hye In-a” Kim Nam Ju menenggelamkan palanya di bahu Hye In.

 

“tak apa. ada aku dan yang lain disini.” Hye In mecoba menenangkan Nam Ju, walau sebenarnya ia pun tak kalah takut, kulitnya merinding merasakan hawa yang berbeda.

 

“awww..” ringis Jin, ketika tangan kanan nya yang tiba-tiba mengeluarkan darah, ada luka yang membentuk garis dikulitnya.

 

“oh yatuhan! Hyung kau tak apa?” tanya NamJoon khawatir. Semua langsung berhenti melangkah, mencoba melihat keadaan Jin di tengah gelapnya koridor yang hanya dibantu dengan satu penerangan dari handphone milik Taehyung.

 

“tidak.. lanjutkan saja” Jin mencoba tersenyum.

 

“tapi Jin, phobia mu kan –“

 

“tak apa Hye In-a. Ayo jalan lagi”

 

 

 

“hati-hati di depan ada tangga. Berjalan lah berpegangan satu sama lain” Taehyung memperingatkan.

 

“Hye In-a, jangan kemana-mana” Nam Ju mempererat gandengannya dengan Hye In.

 

“hey.. jangan menangis Nam Ju-a. Aku disini tenang saja”

 

 

 

SRRPP!!

 

 

Tangan Suga menarik paksa Nam Ju untuk lebih dekat nya. Dan dengan sukses tubuh Nam Ju seakan memeluk Suga dari samping. Nam Ju ingin menolak, namun tak berani karena suasana koridor yang benar-benar mencekram.

 

“biar anak laki, yang melakukannya. Kau wanita hanya perlu minta tolong” Ujar Suga dingin, Hye In yang merasa dirinya disindir hanya berdecak kesal.

 

“kau denganku” Hoseok menggandeng tangan Hye In erat.

 

“yak! Lepaskan!”

 

“kata Taehyung kita harus berhati-hati” Hosok tersenyum konyol menanggapi pernyataan Nam Ju.

 

 

 

~

 

 

 

“Jin-ah, kau pucat.” Hye In menghampiri Jin ketika mereka sudah keluar dari sekolah.

 

“Jin. Kau tak apa-apa?” tanyanya lagi, semuanya memandang ke arah Jin dan Hye In

 

“aigooo.. badanmu panas sekali, ayo kuantar kau pulang” Hye in memegang dahi Jin dan merasakan jika kulit orang itu benar-benar panas.

 

“tak apa. Aku bisa menelpon eommaku.” Tangannya melepas tangan Hye In yang masih menempel di dahinya. Ia tersenyum kecut.

 

“lukamu apa masih sakit?” kali ini Hye In memeriksa tangan kanan Jin yang tadi berdarah. Semua yang memerhatikannya hanya memandang heran satu sama lain, kecuali Taehyung yang menatap mereka dengan datar.

 

“biar aku yang antar Jin Hyung, rumahnya hanya beberapa blok dari rumahku” Taehyung menghampiri Jin dan yang lainnya.

 

“kajja Hyung”

 

“anyeong” Jin dan Taehyung membukukan badannya pada yang lain.

 

“hati-hati Taehyung idiot! Akan ku bunuh kau kalau kau meninggalkan nya!”

 

 

 

 

 

“Hey.. noona, apa kau menyukai Jin Hyung?”

 

 

 

***

 

 

 

Semua murid Myungju High School nampak berkumpul di halaman sekolah. Mereka membawa berbagai perlengkapan masing-masing. Tas yang besar-besar serta beberapa bawaan lainnya. Tiga hari di Pettie France membuat semua murid mempersiapkan total liburan kali ini, mereka tak mau menyia-nyiakan berlibur ke tempat yang menakjubkan itu.

 

Pettie France, desa bernuansa bangunan prancis di daerah Cheongpyeong-myeon, provinsi Gyeonggi-do. Siapapun akan terlena dengan nuansa romantisnya.

 

Taehyung membiarkan bokongnya menyentuh tanah, ketika kepala sekolah sedang memberikan pengarahan. Rasa kantuk yang tak tertahan itu membuatnya tak kuat berdiri. Oh ayolah! Ini masih jam enam pagi. Seharusnya Taehyung masih asik dengan mimpinya di kasur empuknya.

 

 

“Tae~~”

 

Seorang yeoja menghampiri Taehyung yang masih tetap dalam posisinya.

 

“emm?” Taehyung mengangkat kepalanya, mengerjap-ngerjapkan matanya, mencoba melihat siapa yang memanggilnya.

 

Yeoja itu tersenyum meledek pada Taehyung.

 

“AAAAA… YAK! MENJAUH KAU KIM HYE IN!”

 

Taehyung yang sudah penuh kesadarannya, segera bangkit dan buru-buru menjauh.

 

“hahaha.. sebegitu takutkah kau dengan wanita? wae? Apa yang membuatmu takut Kim Tae Hyung?” Hye In mendekati Taehyung.

 

“Mundur kau! Shhh”

 

“hahaha.. arra. Arra. Sini biar kubantu” Hye In mengulurkan tangganya, melihat Taehyung yang jatuh tersandung kakinya sendiri.

 

“shireo. Lebih baik kau pergi! Sebelum aku semakin gila”

 

 

 

“bagaimana?”

 

“impas kan? Aku sudah membuatnya ketakutan. Hahaha coba kau lihat tadi wajahnya. Itu menggemaskan Nam Ju-a. Hahaha”

 

“ck. Jadi aku barang taruhan permainan gila kemarin itu?” Taehyung mencoba berdiri tapi tetap menjaga jarak dengan dua yeoja gila itu.

 

“tidak. Hanya kami saja yang bermain tadi malam. Haha” Hye In dan Nam Ju beranjak pergi, menghampiri kerumunan orang-orang yang sudah bersiap untuk menaiki bis yang sudah tiba.

 

“awas kau Kim Hye In” gumam Taehyung menatap punggung Hye In yang makin mejauh.

 

 

***

 

 

 

Selama perjalanan, semua orang tertidur pulas. Hanya beberapa saja yang masih asik dengan aktivitasnya masing-masing di dalam bus. Perjalanan yang memakan waktu kurang dari tiga jam itu, membuat mereka memanfaatkan waktu untuk bisa beristirahat sebelum bersenang-senang di sana.

 

Hye In dan Nam Ju duduk dibangku yang sama. tak seperti temannya Nam Ju yang tertidur pulas, ia lebih senang berkulat dengan smartphonenya untuk bermain game.

 

“haa.. permainan burung terbang ini benar-benar membuatku emosi. Aku bosan..”

 

“aku perlu pencerahan disini. Ada apa dengan mereka?” Hye In mengernyitkan dahinya heran melihat hampir semua siswa tertidur dari bangkunya.

 

“Hey. Kim Nam Joon, kau tak tidur eoh?” tanyanya pada Nam Joon yang duduk paling depan bersama Jungkook. Yang ditanya hanya menggelengkan kepalanya.

 

“ck”

 

 

“ahh.. Tae”

 

Hye In berjalan meninggalkan bangkunya. Sepertinya ia tertarik dengan orang yang duduk sendiri di belakang. Orang itu tertidur dengan posisi kepala yang bersandar pada kaca bus, dan sepasang earphone yang bertengger di kedua telinganya.

 

“yapp.. dapat.”

 

Hye in merebut satu earphone dari telinga Taehyung secara perlahan, ia takut mebangunkannya.

 

“Haruman?” Hye In mengambil smartphone milik Taehyung yang tergeletak di pahan kirinya, penasaran dengan lagu yang sedang terputar itu. Di tariknya sudut-sudut bibirnya itu. Ia tersenyum!

 

 

~

 

 

“Hye In-a.. apa kita sudah sampai?” Nam Ju mengerjap-ngerjapkan matanya, mencoba mencari sosok Hye In yang tadi duduk disampingnya.

 

“Yak.. Hye In! Neo eoddi –“

 

“eoh?” mata Nam Ju membulat sempurna ketika ia mendapatkan sosok Taehyung dan Hye In duduk bersamaan. Bukan, bukan itu yang membuatnya kaget, tapi posisi kepala Hye In yang bersandar pada bahu Taehyung yang membuatnya kaget bukan main. Itu terlihat romantis. Pikirnya.

 

“ini menggemaskan. Apa kalian sudah kencan eoh?”

 

 

CREPPP

 

 

Nam Ju tersenyum senang melihat hasil jepretannya itu.

 

 

‘subjek yang menarik’ gumamnya.

 

 

***

 

 

Semuanya sudah turun dari bis. Mereka dihadapkan dengan pemandangan yang jarang mereka lihat. Deretan rumah bernuansa prancis berbaris rapih. Ditambah dengan banyaknya warna yang memenuhi tiap design rumah itu.

 

“Berhubung kelas tiga dan satu tak ikut, jadi tiap kelas boleh menempati satu rumah. Untuk kelas II-B, kalian ditempatkan di rumah khusus. Lokasinya di belakang area ini” ujar Kim Seonsaengnim.

 

“ya.. kenapa kami diasingkan seperti itu eoh?” murid-murid dari kelas II-B megeluh secara bersamaan.

 

“ini tak adil” ujar siswa lain.

 

“dengarkan aku dulu! Kalian akan dapat pelajaran khusus untuk penyembuhan kalian”

 

“Saem pikir kami gila eoh? Butuh penyembuhan segala.” Suga maju ke depan untuk lebih jelas berbicara pada Kim Seonsaengnim.

 

“aishh.. anak ini. Turuti saja, apa itu susah eoh?” Kim Seonsaengnim mentakkbam dahi Suga.

 

“arrr.. arraseo, kajja yeorobun. Kita ke alam kita, sepertinya kita memang benar-benar dibedakan disini” Suga dan lainnya pergi meninggalkan tempat berkumpul itu menuju satu rumah khusus untuk kelas phobia.

 

“Hey! Jam 10 kalian harus kumpul disini lagi” teriak Saem dari keajauhan. Suga yang mendengarnya, hanya mengangkat tangannya tanpa melihat Kim Seonsaengnim tanda mengerti.

 

~

 

 

“ini begitu melelahkan. Jaraknya jauh sekali dari depan kesini” Jungkook mendudukan kasar bokongnya ke lantai. Ranselnya yang masih bertengger di punggungnya ia biarkan begitu saja.

 

“tapi aku rasa ini lebih bagus dan lebih luas ketimbang rumah yang kelas lain tempati” Hye In melihat-lihat tiap sudut rumah yang baru ia masuki.

 

“ne. Kau benar noona.” Jawab Jungkook dengan senyumannya.

 

Semua murid nampak menaruh ransel dan barang-barang mereka lainnya sembarang dilantai. Mereka masih lelah, bayangkan saja untuk bisa sampai ketempat ini mereka harus menanjak beberapa kali. Letaknya benar-benar terbelakang. Namun tak bisa dipungkiri, bahwa pemandangan disini terlihat jauh lebih indah. Letak rumah memang terbilang dibelakang, namun rumah itu berada sedikit tinggi di banding rumah-rumah yang lain.

 

“baik aku absen dulu oke.” Jin selaku ketua kelas mengambil selembar kertas yang tadi diberikan Kim Seonsaengnim untuk tiap kelas. Wajahnya terlihat masih pucat akibat insinden semalam.

 

Ia mulai memanggil satu persatu nama yang tertera disana.

 

“Lee Jieun”

 

“hadir”

 

“Kwon Nam Ju”

 

“aku disini”

 

“Min Yoon Gi”

 

“NE”

 

“Jeon Jungkook”

 

“ada hyung”

 

“Siwoo”

 

“ada”

 

“ – Namjoon ada, Kim Hye In ada, Chan ada, Ryeokie ada, kurasa hadir semua” Jin beberapa kali mencocokkan daftar absen dengan wajah-wajah didepannya. Memastikan kalau orang-orang ini hadir semuanya.

 

“Jamkkaman –“

 

Semua mata tertuju pada Jin.

 

“Jung Hoseok?”

 

Semua menengok kesana-kemari, mencoba mencari sosok Jung Hoseok.

 

“TIDAK ADA HYUNG!”

 

***

 

TBC. . .

 

 

Eotte????😄

Di komentarinya😄

About fanfictionside

just me

19 thoughts on “FF/ PHOBIA IN LOVE/ BTS-BANGTAN/ pt. 1

  1. huwaaa new ff ini bagus banget ceritanya tentang phobia… Jarang banget ada yg bikin ff romance school tentang phobia… Nih ff masuk list fav bts ku😀
    next thor…😀

  2. Lol, apa banget dah😄
    sumpah koplak thor, asik banget ini😄
    phobianya aneh2 ya, entah kenapa tiap baca part Hoseok aku selalu ngakak, nista banget kamu sayaaang😄

    jadi ini triangle love ya? Taehyung-HyeIn-Jin, sweet bgt TaeIn nya😄

    Trus jgn bilang hoseok suka namju ._.
    Namju sama Suga aja ya thor.. Hoseok bagianku hahahah😄

  3. daebak nih ff.
    Taehyung takut sama yeoja ??😀 gimana kalau ketemu sama eomma.a😀 masa harus jauh-jauh😀 #plak
    NEXT..NEXT,,,NEXT… thor …🙂 jangan lama” part selanjutnya
    semoga ho seok cepat ketemu😀

  4. Aku baca FF ini ketawa-ketawa gak jelas, sampe di bilang gila sama mamahku😀 ah ceritanya gak terlalu mainstream aku suka kekekeke.
    Btw itu Hoseok kemana ya? ketinggalan di bis kah? next jangan lama-lama ya ^^

  5. Ini kumpulan orang phobia wkwk, gak ada yang trypophobia? Karena aku trypophobia😦
    Ya ampun taehyung takut sama cewek, aku akan nyamar jadi cowok demimu. Tq.
    Konfliknya banyak, tp alurnya bagus yuhuttt!!
    Hoseok eodiga?
    Tunggu chapter selanjutnya :]

  6. Aduh thor aku ngakaak bungker xD kocak bgt dah sama phobia mereka… kereen bgttt lah ceritanya seruu:3
    E
    Penasaran itu jehop kok bisa ngilanggg😮

  7. aaaah ini seruuu ngebayangin punya kelas kayak gitu seru plus rempongya weleh weleh😀 btw tiba2 hoseok kok ngilang ditelan bumi(?)dan ngakak kalo liat v berusaha jauh2 dari hye in. ah, setidaknya v ga harus pacaran gara2 phobianya itu (efek fans ngenes-_-). tapi bisa aja mereka jadi couple(?)
    lanjut pt 2 nya ya thoooorrr :3

  8. kyyyaaaaaaaa,,,,, daebak,,,,,, thoorrrr,,,,,,
    oksigen q habissss,,,,,,
    oksigen mana oksigenn,,,,, aaaaaaaaa,,,,,
    next thooorrr

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s