FF oneshot/ I’M SORRY/ BTS-BANGTAN


Title                : I’m Sorry

Scripwriter     : Mrs. Heo

Cast                 : Kim Taehyung [BTS]

: Jeon Eun Soo [OC]

Support cast  : Jeon Jungkook [BTS]

Genre              : Romance, Fluff

Duration         : Vignete

Rating             : General

Cuap-cuap      : Ini fanfiction absurd BTS yang kesekian. HAHAHAHA. Dengan ide yang pasaran dan klise. Kalau ada menemukan beberapa kesamaan dengan fanfiction lain, sama sekali nggak ada maksud plagiat atau semacamnya karena fanfic ini jadi karena terinspirasi sebuah gambar yang sama absurdnya dan emang settingnya berusaha disama-samain jadi mungkin udah terlalu banyak fanfic yang nggambil setting seperti itu. HAHAHAHA, ketawa lagi. Makasih J

POSTER

Summary      

“Taehyung datang hanya bermodalkan keringat dan rasa tidak tahu malu, tapi tetap saja selalu ia yang menang dari seorang Jeon Eun Soo.”

Lagi-lagi Taehyung menggigit bibir bagian bawah, menunggu dengan resah seseorang di balik pintu akan segera membukakan pintu untuknya. Sudah hampir satu jam ia berdiri di sana, mengetuk dengan tidak sabar dengan jemari yang terus mengulang panggilan ke kontak yang sama. Ia mendesah putus asa, sudah kehabisan akal untuk membuat gadis tersebut mau mendengarkan penjelasannya.

Taehyung hampir saja menjerit saat panggilan untuk yang kesekian akhirnya ditanggapi oleh gadis yang sudah hampir satu tahun belakangan ini menjadi kekasihnya.

“Kenapa?”

Taehyung menelan ludah, jika nada bicara Eun Soo sudah seperti itu tamat sudah riwayatnya. Ia berpura-pura terkekeh, berharap Eun Soo mau sedikit mencair meski kecil kemungkinannya. “Aku ada di depan rumahmu.”

“Hmmm.” Taehyung mendadak pusing. Sederet rencana a dan b berdesakan di kepalanya. Hmmm seorang Eun Soo adalah bencana baginya.

“Kau tidak berniat membukakan pintu untukku?” Tanya Taehyung ragu-ragu.

Ada jeda yang cukup lama sebelum Eun Soo menjawab pertanyaan Taehyung. “Sudah malam, aku sudah tidak menerima tamu lagi.”

Taehyung meringis sambil melirik jam tangannya. Pukul 08.00 malam. Sudah tidak menerima tamu katanya? Padahal hampir setiap satu bulan sekali ia berkunjung dan tidak pernah pulang sebelum pukul 10.00 malam, dan sekarang pukul 08.00 sudah tidak menerima tamu. Taehyung berpura-pura batuk, berharap Eun Soo mengasihaninya, namun ia salah, Eun Soo hanya diam saja. Taehyung mengumpat.

“Eun Soo-a.” Panggil Taehyung manja. Mencoba peruntungan dengan bersikap sok imut.

“Taehyung.” Eun Soo balas memanggil nama Taehyung dengan nada datar.

Taehyung tertawa garing, mencoba mengendalikan suasana. Memberikan pertanyaan apa kau marah padaku bukanlah pilihan yang tepat, tapi kali ini ia sudah kehabisan kata-kata. Taehyung yang selama ini tidak pernah berhenti bicara jika bersama Eun Soo benar-benar tidak memiliki cadangan basa-basi lagi. Setelah pertengkaran mereka sore tadi ia hanya bermodalkan keringat dan rasa tidak tahu malu datang ke mari. Ia bahkan tidak sempat menyiapkan alasan untuk meredakan kemarahan Eun Soo.

“Eun Soo, kau masih ingat kan kalau aku tidak tahan angin malam?”

“Pulanglah.” Jawaban singkat-singkat Eun Soo biasanya selalu mengindikasikan pertengkaran mereka baru akan selesai dalam waktu yang cukup lama.

“Aku sudah satu jam berdiri di depan pintu rumahmu.”

“Aku tidak memintanya.”

Taehyung membasahi bibirnya. Jeon Eun Soo benar-benar marah. “Anginnya semakin dingin.”

“Kalau begitu pulanglah!” Ujar Eun Soo kesal. Ia tahu kalau ini hanya bagian dari skenario Taehyung untuk menipunya, seperti yang sudah-sudah.

“Tidak, sebelum bertemu denganmu.”

“Baiklah, kalau begitu tunggu sampai besok pagi.” Eun Soo semakin kesal. Ia yakin Taehyung akan gentar jika ia ancam seperti itu.

“Baiklah.” Jawab Taehyung tanpa keraguan. “Aku akan menunggu sampai besok pagi.”

Klik

Eun Soo memutuskan sambungan telepon. Ia tidak akan tertipu dengan seorang Kim Taehyung lagi, tidak akan. Sudah cukup selama ini ia mentolerir kesalahan kekasihnya itu dan memaafkannya dengan begitu mudah hanya karena melihat wajah konyol Taehyung.

Eun Soo mengambil ponselnya dengan malas-malasan saat merasakan getaran tanda ada pesan masuk. Ia sudah bisa menduga siapa, tapi tetap penasaran terhadap usaha Taehyung untuk meluluhkannya.

From : TaeTae

Eun Soo-a, langit sedikit mendung.

Eun Soo mendengus. “Memangnya aku peduli.” Ia mencampakkan ponselnya asal ke atas tempat tidur. Lagi-lagi ponselnya bergetar.

 

From : TaeTae

Sepertinya sebentar lagi akan turun hujan.

“Bagus, dengan begitu kau bisa segera pulang.”

Tidak dibalas oleh Eun Soo, sama sekali tidak membuat Taehyung menyerah.

From : TaeTae

Aku akan menunggu sampai besok pagi, seperti yang kau minta.

“Yah, coba saja.” Eun Soo kembali mencampakkan ponsel dan mengganti-ganti channel televisi— mencoba mencari kesibukan karena sejujurnya ia tidak tega membiarkan Taehyung berdiri seperti orang bodoh di depan rumahnya. Meski Taehyung adalah laki-laki yang hiperaktif, dia tidak tahan terhadap angin malam. Sedikit saja sakit, berat badan laki-laki itu akan langsung turun. Tubuh Taehyung yang ceking pasti akan semakin ceking jika sampai sakit hanya karena ia membiarkan Taehyung kedinginan di luar sana.

Eun Soo mendadak resah karena Taehyung tidak berusaha menghubunginya lagi. Ia melirik tirai jendela kamarnya, tergoda untuk mengecek keadaan Taehyung. Orang tua dan adiknya sedang makan di luar, karena kesal dengan Taehyung ia menolak ajakan orang tuanya dan memutuskan tinggal di rumah seorang diri. Baru saja Eun Soo akan menuju jendela kamar untuk mengintip kondisi Taehyung, ponselnya bergetar.

From : TaeTae

Hujan. Aku kedinginan.

Kata Hujan dan kedinginan selalu tidak cocok dengan Taehyung. Kedua kata itu selalu membuat Taehyung susah dan membuat Eun Soo khawatir. Tanpa berpikir panjang Eun Soo melangkah lebar-lebar menuju pintu depan. Ia bahkan lupa untuk mengecek jendela apakah benar-benar turun hujan atau tidak karena sekarang ia benar-benar mengkhawatirkan Taehyung.

Dengan sekali sentakan Eun Soo membuka pintu dan mendapati Taehyung yang berdiri tepat di depan pintu dengan tetes air yang membasahi seluruh wajah dan pakaiannya. Rambut oranye laki-laki itu sudah lepek.

“Maaf.” Ucap Taehyung pelan.

Eun Soo mendesah. Ia tidak tahu harus marah atau buru-buru menarik tubuh Taehyung ke dalam rumah dan memberikannya pakaian ganti. Di saat bersamaan ia juga merasa kesal karena selalu kalah dari seorang Kim Taehyung yang konyol dan terkadang tidak tahu malu.

“Aku berjanji tidak akan melupakan hari jadi kita lagi.” Tetes-tetes air masih terus turun dan membasahi seluruh tubuh Taehyung. “Aku kedinginan.” Taehyung sedikit menggigil.

Dingin dan hujan. Dua kata itu selalu berhasil membuat Eun Soo panik jika berhubungan dengan Taehyung.

“Masuklah.” Eun Soo akhirnya mengalah.

Taehyung tersenyum konyol, berusaha mati-matian menyembunyikan senyum kemenangannya karena lagi-lagi berhasil meluluhkan hati Eun Soo. Baru saja Taehyung akan melakukan perayaan kecil dengan memeluk Eun Soo saat suara seseorang menyadarkannya bahwa sebentar lagi ia akan berada dalam masalah besar.

“Hyung, kau membuat halaman rumahku basah.” Jungkook, adik Eun Soo mematikan keran air.

Taehyung mengumpat.

“Hujannya sudah reda?” Tanya Eun Soo bingung saat tidak ada lagi tetes-tetes air yang menghujani Taehyung.

Taehyung mengumpat lagi. Tamat sudah riwayatnya!

“Apa yang kau lakukan dengan selang itu, hyung?” Jungkook masih terus mengomel melihat ulah Taehyung di rumahnya malam-malam seperti ini.

Sadar ada hal yang ganjil Eun Soo buru-buru mendorong Taehyung dan melihat ke luar rumah. Kering. Hanya tanah di depan pintu dan Taehyung yang basah kuyup. Eun Soo benar-benar bermaksud menjambak Taehyung saat melihat selang air di tangan kanan Taehyung. Saat membuka pintu tadi memang tangan kanan Taehyung terhalang tembok dan Eun Soo tidak sempat memperhatikannya karena terlalu panik.

“Kau!” Geram Eun Soo “Menyirami dirimu sendiri dengan selang air? kau bilang hujan dan kau kedinginan?”

Taehyung buru-buru mencampakkan barang bukti yang masih ada di tangannya. “Sebenarnya tadi hujan, tapi hanya sebentar. Aku tidak bermaksud membohongimu, tadi benar-benar hujan—“ Taehyung berusaha mengelak dari amukan Eun Soo.

Eun Soo berteriak-teriak kesal dan berusaha menggapai bagian tubuh Taehyung yang mana saja yang bisa ia gapai untuk dipukul. Namun Taehyung yang lebih cekatan dari Eun Soo berhasil menarik tangan gadis itu untuk menghentikan usaha pemukulannya. Namun karena tidak bisa menjaga keseimbangan Eun Soo malah ikut tertarik dan membuat Taehyung yang tidak ada persiapan untuk menahan beban tubuhnya ikut terdorong dan terjatuh.

Kini mereka berdua sudah sama-sama terjatuh di atas tanah. Seharusnya tidak menjadi masalah dan Eun Soo bisa langsung berdiri dan melanjutkan aksi pemukulannya terhadap Taehyung. Namun situasi malah berbalik, sekarang Eun Soo lah yang berada dalam masalah. Ia terjatuh tepat di atas Taehyung. Satu-satunya yang bisa menahan tubuhnya agar tidak menimpa Taehyung adalah kedua lututnya karena tangannya masih berada dalam genggaman Taehyung.

“Bergerak sedikit saja, tamat riwayatmu Jeon Eun Soo.” Taehyung sedikit mencondongkan tubuhnya dan berbisik jahil di telinga Eun Soo. “Kau tahu aku bisa melakukannya dengan mudah dalam posisi seperti ini.”

Eun Soo membeku. Ia tidak menyukai skinship, berbanding terbalik dengan Taehyung. Posisi ini benar-benar membuatnya tidak nyaman, ditambah dengan Taehyung yang mencoba menggodanya.

Hyung! Noona! Aku bahkan belum genap berusia 17 tahun! Jangan merusak pikiranku yang masih polos.” Teriak Jungkook jengkel melihat ulah kakak dan kekasih konyolnya itu. Ia buru-buru pulang karena ayahnya yang mengkhawatirkan Eun Soo akan ketakutan hanya seorang diri di rumah tapi malah pemandangan seperti ini yang didapatnya. Cih!

“Kalau kau tidak mau memaafkanku, kau akan mati nona Jeon. Di hadapan adikmu sendiri.” Taehyung semakin memperpendek jarak di antara mereka.

“Sial kau Kim Taehyung.” Kesal Eun Soo.

Taehyung terkekeh penuh kemenangan. Konyol dan tidak tahu malu? Tapi lihatlah siapa yang selalu menang.

FIN

Fanfiction ini terinspirasi dari gambar ini, Hahahaha

gambar ini terinspirasi dari gambar

About fanfictionside

just me

10 thoughts on “FF oneshot/ I’M SORRY/ BTS-BANGTAN

  1. wakakakakkakakakak ngakak gila pas liat gambar nya…
    Tae tae emang dasar.. mana ada sii cwe yang bisa nolak cowo se ‘alien’ dia … dia terlalu indah untuk di tolak..
    ye ga thor????? *tingtingting..😀

  2. omg jadi kocak gini >< tapi romancenya ngefeel bgt ahhh taetae kamu oneng ples jenius juga ya lol hebat thor bisa bikin ff trinspirasi dr gambar duuh keep writing yaa thor ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s