FF/ HE CHANGE BECOME A MONSTER/ BTS-BANGTAN/ pt. 3


Credit: trxilles

Tittle: He Change Become A Monster [Chapter 3] || Author: TokiarikaJung ♔ (author tetap) || Genre: Romance, School Life || Cast: Song Hyura (OC), Jungkook (BTS), Seokjin (BTS), and another BTS member || Rating: PG-15 || Length: Chaptered

he change become a monster

Summary :

Aku jatuh cinta padanya. Itu tidak salah lagi. Sikapnya yang manis dan baik selalu membuatku merasa nyaman. Namun sejak ‘insiden itu’ kenapa tiba-tiba ia berubah menjadi orang yang dingin dan sinis? Apa ini karena salahku? Atau ada hal lain yang di sembunyikan olehnya? Aku tidak tahu. Yang jelas aku akan merubahnya kembali menjadi sosok yang ceria dan aku tidak akan menyerah sebelum aku mewujudkannya.

A/N:

Ada yang nunggu ff ini? ‘-‘) Kalau ada ya bagus kalau enggak juga gapapa😀 Aku maklumin aja deh kalau readersnya makin menurun soalnya makin kesini makin absurd -_- Dan chapter ini mungkin akan jadi membosankan. Tapi tergantung kalian yang baca sih /.\ Ok deh Happy reading~ Semoga gak pusing bacanya karena chapter ini panjang muehehe kemaren ada yang bilang kurang panjang kan? Ok aku panjangin :p Haha kalau udah baca jangan lupa RCL ya dear ^.^

Previous Chapter : Chapter 1 | Chapter 2

Hyura merinding. Ia ketakutan. Ia benci dengan apapun yang berhubungan dengan gelap. Dan sekarang ia merasakannya. Merasakan kegelapan.

“Eomma… Appa….” Panggilnya dengan suara bergetar. “Aku takut.” Lanjutnya lagi.

Hyura tidak tahan. Ia langsung jatuh terduduk sambil memukul pintu toilet yang tidak kunjung terbuka. Setelah itu ia menangis. Ini bahkan sudah yang kedua kalinya ia menangis untuk hari ini.

Hyura merutuki air matanya yang tak kunjung berhenti mengalir. Kenapa aku jadi cengeng seperti ini? Kenapa?

“Seseorang tolong aku. Bukakan pintunya.”

“Jungkook ku mohon tolong aku.”

 

# # # # #

 

Hyura bangkit dari duduknya. Ia rasa, tidak akan ada gunanya apabila ia hanya duduk dan menggedar-gedor pintu toilet. Ia harus melakukan sesuatu. Entah bagaimanapun caranya yang jelas ia harus keluar dari toilet ini.

Hyura menolehkan kepalanya ke atas. Berusaha mencari setitik cahaya. Namun hasilnya nihil. Toilet ini gelap dan tidak ada penerangan apapun di toilet ini.

Aku takut…

Hyura menggelengkan kepalanya, ia tidak boleh takut ! Ia harus memikirkan bagaimana caranya keluar dari toilet ini.

Hyura menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan. Ia mengulangi kegiatan itu berkali-kali sampai akhirnya ia tenang.

Hyura mulai berpikir, perlukah ia mendobrak pintu ini sampai terbuka? Tapi bagaimana kalau nanti tidak terbuka?

Hyura menghela napas. Baiklah,akan ku coba…

Perlahan, Hyura mundur ke belakang–menjauhi pintu toilet. Ia menelan salivanya sesaat sebelum akhirnya ia menghantamkan tubuhnya ke pintu toilet.

Percobaan pertama.

“Aduh, sakit.” Hyura meringis kesakitan sembari mengusap-usap lengannya.

Percobaan kedua.

Hyura menatap pintu toilet dengan ragu. Dobrak lagi atau tidak? Aku rasa di dobrak pun tidak akan membuat pintu toilet ini terbuka

Akhirnya Hyura menyerah lalu memilih untuk memikirkan cara lain.

Meminta bantuan Seokjin?

Heol dia bahkan sudah kembali ke kelas semenjak Hyura ke toilet.

Hubungi Sulli lewat ponsel?

Heol bahkan Hyura meninggalkan ponselnya di kelas.

Jadi aku harus apaaaa?

Hyura menendang pintu toilet dengan kesal. “Kenapa? Kenapa pintu ini tidak mau terbuka? Kenapaaaaaa?” tepat saat ia sedang menendang-nendang pintu toilet ia mendengar pintu toilet utama terbuka.

Tak ingin membuang kesempatan Hyura langsung berteriak meminta tolong. “Jogiyooo tolong aku. Aku terkunci disini.” Ia menggedor-gedor pintu toilet.

“Hahaha kasihan sekali dirimu, Song Hyura.”

Hyura menelan salivanya. Ia bukannya orang yang pikun untuk tidak mengingat siapa orang yang sedang berbicara dengannya.

Pasti orang yang tadi. Yang mengunciku di toilet. Aku tau dari suaranya.

“Ya ! Bukakan pintunyaaa !” Hyura kesal. Ia kembali menendang-nendang pintu toilet.

Tidak ada jawaban. Yang terdengar malah suara grasak-grusuk dari atas pintu toilet dimana Hyura terkunci di dalamnya.

Apa yang mereka lakukan lagi kali ini??

Hyura mendongak ke atas. Namun karena keadaan gelap, ia tidak dapat melihat apapun. Sial.

“Apa yang kalian lakukan?” Hyura berbicara dengan suara yang bergetar. Jujur sekarang rasa takut itu kembali lagi. Rasa takut tentang kegelapan.

Alih-alih menjawab, ketiga orang itu malah tertawa cekikikan. Membuat Hyura merasa kesal, membuat Hyura merasa di rendahkan, membuat Hyura merasa ketakutan.

Aku harap mereka tidak melakukan hal yang bodoh.

“Selesai.” Seseorang di luar sana berucap. Setelah orang itu berucap, Hyura dapat mendengar suara Hap–seperti suara seseorang yang tengah melompat.

Melompat? Apa yang sebenarnya mereka lakukan? Hyura mengerutkan dahinya. Berpikir Hyura ayo berpikir.

Tidak beberapa lama setelah itu, terdengar suara benda yang di seret. Hyura menutup telinganya segera. Suara benda di seret itu membuat telinga Hyura menjadi ngilu.

Benda apa itu? Apa yang sebenarnya mereka lakukan? Hyura kesal. Ia memutar bola matanya.

“Sampai jumpa, Song Hyura. Selamat bersenang-senang di dalam sini.”

Hyura merasakan jantungnya berdegup kencang. Apa-apaan ini?Aku tidak mau berlama-lama disini. Di sini gelap dan aku… aku… takut…

Mata Hyura memanas, bahkan sekarang sudah berkaca-kaca. “Aaaaargggh.” Hyura mengerang sebelum akhirnya ia jatuh terduduk di dalam toilet.

“Kenapa semua ini harus terjadi kepadaku?” Ia memukul pintu toilet dengan lemah. “Kenapa aku terkunci di sini, kenapa?”

Tiba-tiba Hyura teringat Jungkook. Kalau bukan karena Jungkook ia tidak akan menangis. Kalau saja Jungkook tidak mengusirnya—tadi, ia tidak akan menangis. Ia tidak akan ke toilet untuk membenahi wajahnya yang kusut dan berantakan. Kalau saja Jungkook….

“Aaaaargh ! Kenapa Jungkook berubah menjadi Kookster?” lanjutnya, sungguh ia merasa ingin meledak sekarang. Jadi, ia memutuskan untuk mengeluarkan seluruh uneg-uneg yang ada di pikirannya–termasuk Jungkook.

Seokjin. Kalau saja tadi Hyura mengizinkan Seokjin untuk menungguinya ke toilet. Pasti hal ini tidak akan terjadi.

“Seokjin. Kenapa kau begitu baik kepadaku, sedangkan penggemarmu sebaliknya. Kenapa?”

“Kenapa aku terkunci disini? Kenapaaaa?” Hyura berteriak frustasi. Dan sekarang ia sudah meledak–dalam tangisan.

Ini pertama kalinya ia menangis–sambil meraung-raung. Dan ia merasa kepalanya berputar, matanya perih, hidungnya berair, dadanya sesak.

Aku takut. Jungkook tolong aku.

-oOo-

Kreeeek…

Pintu toilet utama terbuka. Hyura tidak mendengarnya karena ia sedang sibuk menangis meraung-raung. Suara isakannya menggema ke seluruh bilik toilet.

Klik…

Kali ini suara panel lampu yang di nyalakan. Hyura terkesiap. Ia merasa sangat lega, lega karena hilangnya kegelapan di dalam toilet ini.

Namun, meskipun ia lega ia tetap bergeming di tempatnya. Kepala di tundukkan di antara kedua lututnya yang di tekuk. Ia tetap terisak, entah kenapa air matanya tidak ingin berhenti mengalir, juga sesak di dadanya tetap tidak mau pergi.

───

Seorang gadis berjalan ke arah toilet. Gadis itu berniat untuk menghilangkan kantuknya dengan membasuh wajahnya. Tadi di kelas ia sempat di peringatkan oleh gurunya karena terlihat menguap berkali-kali. Bahkan ia tidak di perbolehkan masuk ke kelas jika masih dalam keadaan mengantuk. Ini sama saja dia di usir dari kelas bukan?

Sebenarnya ini pertama kalinya ia mendapat peringatan dari guru, ia benar-benar malu. Andai saja ia tidak mengantuk di kelas. Andai saja tadi malam ia tidak begadang. Ini semua pasti tidak akan terjadi.

Gadis itu menghela napas. Ia berjanji tidak akan begadang lagi jika ujung-ujungnya ia di usir dari kelas. Memalukan. Bagaimana jika kedua orang tuanya mengetahui hal ini? Tamatlah riwayatnya.

Sekali lagi gadis itu menghela napas sebelum masuk ke dalam toilet. Ini sudah kesekian kalinya ia menghela napas, untuk hari ini.

Krek…..

Gadis itu membuka pintu toilet perlahan. Ia terkejut begitu melihat keadaan toilet yang gelap tanpa penerangan cahaya apapun. Terlintas satu pertanyaan di benaknya.

Kenapa toiletnya gelap?

Belum lagi gadis itu berpikir semakin jauh, ia di kejutkan dengan suara tangisan seseorang. Satu pertanyaan kembali terlintas di benaknya.

Siapa yang menangis?

Gadis itu mulai merasa ketakutan. Ia segera menyalakan panel lampu yang berada di sebelah pintu toilet.

Yang menangis itu bukan hantu kan?

Gadis itu mendekat ke arah sumber suara tangisan. Ia berhenti di bilik toilet tengah. Ia segera membuka pintu toilet itu, namun ketika ia memutar kenop pintunya tak ada apapun yang terjadi.

Apa pintunya terkunci?

Tanya gadis itu dalam hatinya.

Ia mencoba sekali lagi. Namun hasilnya tetap sama. Pintu toiletnya tetap tidak mau terbuka.

“Tolong aku. Pintu toiletnya terkunci.”

Gadis itu melonjak kaget begitu mendengar suara dari bilik toilet yang ada di hadapannya. Tanpa berpikir dua kali gadis itu langsung keluar dari toilet tanpa mengucapkan satu patah katapun.

10 menit kemudian….

Gadis itu kembali dengan sebuah kunci di tangannya. Tadi begitu mengetahui pintu toilet terkunci, ia langsung mendatangi satpam untuk meminta kuncinya. Beruntung sang satpam segera memberikan kunci itu kepadanya.

Ia mendekati bilik toilet tengah. “Hey jangan menangis lagi. Aku membawakan kunci toiletnya.” Gadis itu berusaha menenangkan seseorang yang berada di dalam bilik toilet.

Gadis itu memasukkan kuncinya lalu memutarnya. Terdengar suara klik yang menandakan pintu toilet sudah tidak terkunci lagi.

“Hey pintunya sudah tidak terkunci lagi. Kau bisa keluar sekarang.”

Hyura terkesiap. Dengan segera ia bangkit dari duduknya. Ia menghapus air matanya dengan punggung tangannya secara kasar. Hyura merasa lega. Ia berjanji akan berterima kasih kepada siapapun yang telah menolongnya.

Dengan hati berdebar, Hyura mulai membuka pintu toilet tersebut. Dan…..

Sebuah ember berisi air terjatuh dari atas pintu toiletnya. Membasahi seluruh tubuh beserta seragam yang Hyura kenakan.

Hyura hanya bisa menutup kedua matanya yang terasa perih. Dalam hati ia mengutuk ketiga wanita yang telah mem-bully nya hari ini.

Pantas saja tadi terdengar suara grasak-grusuk dari atas. Pasti tiga orang itu memasangkan ember di atas pintu toiletnya.

Pantas saja tadi terdengar suara mengilukan benda di seret. Ternyata benda itu adalah tangga. Pasti mereka menggunakan tangga agar bisa memasangkan ember itu di atas.

Hyura tersenyum miris. Ia merasa bodoh sekarang.

“Song Hyura? Kau… Apa yang terjadi denganmu?” sebuah suara berhasil menyadarkan lamunan Hyura.

Hyura mengangkat wajahnya lalu membulatkan kedua matanya. Ia memekik tertahan.

“Jung Hana?”

-oOo-

“Kau tunggu di sini. Aku punya seragam cadangan di lokerku. Jangan menangis lagi ok? Aku tidak akan lama.” Setelah mengatakan itu Jung Hana langsung melesat pergi dari toilet.

Hyura mengerjapkan kedua matanya. Ia benar-benar tidak percaya bahwa ternyata orang yang barusan menolongnya adalah Jung Hana. Ia hanya tidak mengetahui bahwa Jung Hana ternyata gadis yang baik. Lihat saja tadi ! Begitu melihat keadaan Hyura yang berantakan dan basah kuyup, Jung Hana langsung menenangkannya. Ia bahkan berniat meminjamkan seragamnya kepada Hyura.

Dia terlalu baik.

Pantas saja Jungkook jatuh cinta padanya.

Hyura tersenyum miris. Memikirkan Jungkook membuat dadanya sesak–lagi. Hyura menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan, ia melakukan kegiatan itu berkali-kali untuk meminimalisir rasa sesak di dadanya. Dan sepertinya usahanya sedikit berhasil.

7 menit kemudian… *asik dah kayak kultum*

“Ini seragamnya, maaf membuatmu menunggu lama.” Jung Hana berkata dengan napas tersengal. Hyura memperhatikan Hana dengan tatapan intens.

“Kau berlari dari loker ke sini? Itu kan jauh.”

Hana menggelengkan kepalanya sambil menunjukkan cengiran khas-nya. “Tidak. Tidak apa-apa. Sekarang cepat ganti bajumu. Nanti kau bisa masuk angin.” Hana menyerahkan seragamnya kepada Hyura. Hyura menerimanya dengan ragu-ragu.

“Tidak apa-apa aku menggunakan seragammu?” Tanya Hyura memastikan. Ia benar-benar merasa tidak enak hati karena telah merepotkan Hana.

“Tidak apa-apa. Lagipula aku masih punya seragam di rumah. Cepat ganti bajumu. Nanti kau masuk angin.” Hana membalikkan badan Hyura lalu mendorongnya pelan.

“Hey kau tidak akan mengunciku disini bukan?” Tanya Hyura polos.

Mendengar pertanyaan yang di lontarkan Hyura membuat Hana terkekeh pelan. “Tidak. Tidak akan. Percayalah, aku bukan orang yang sejahat itu.”

-oOo-

“Maaf membuatmu menunggu lama. Jarak dari kantin ke sini lumayan jauh, dan aku tidak mungkin lari-larian sambil membawa segelas teh.” Hana menyerahkan segelas teh hangat kepada Hyura. Hyura menerimanya dengan ragu-ragu.

Tadi setelah Hyura selesai mengganti bajunya, Hana mengajaknya untuk pergi ke ruang UKS. Hana khawatir dengan keadaan Hyura yang tidak memungkinkan untuk mengikuti pelajaran di kelas.

Setelah sampai di ruang UKS, Hana meminta Hyura untuk berbaring di salah satu ranjang. Tapi Hyura menolaknya, Hyura mengira hal itu terlalu berlebihan. Bahkan ia tidak sedang sakit, jadi untuk apa ia berbaring? Kalau boleh jujur, yang sakit itu hatinya. Jadi bagaimana caranya menyembuhkan sakit hati?

Kebaikan Hana tidak sampai di situ saja. Ia bahkan rela pergi ke kantin untuk membeli segelas teh hangat. Ia……. terlalu baik bagi Hyura.

“Kau tidak memberikan racun di dalamnya bukan?” Tanya Hyura. Oh sungguh ! Ia merutuki dirinya sendiri yang bisa-bisanya bertanya seperti itu. Seharusnya ia tahu Hana adalah orang yang baik, dan Hana tidak mungkin melakukan hal sekeji itu kepadanya.

Paboya…

Hana tersenyum maklum lalu ia segera menempatkan dirinya duduk di sebelah Hyura. Ia menghela napas sebelum akhirnya berbicara.

“Hey Song Hyura. Kau tidak percaya kepadaku?” Hana mengerucutkan bibirnya membuat Hyura terkesiap. Ia terkesiap bukan karena mendengar pertanyaan Hana, melainkan karena melihat Hana yang terlihat sangat imut begitu Hana mengerucutkan bibirnya.

Cantik, baik, imut. Lalu apa lagi setelah ini?

Kapan aku bisa menyaingi orang sepeti Hana?

“Hyura?” Hana melambai-lambaikan tangannya di hadapan Hyura membuat Hyura tersadar dari lamunannya.

“Ah-uh tidak tidak ! Bukan seperti itu ! Maksudku aku hanya sedikit…..” Hyura berusaha mencari kata yang tepat.

“Trauma mungkin?” Lanjutnya dengan ragu.

“Aaaaah.” Hana berseru lalu menganggukkan kepalanya mengerti. Ia pun membaringkan dirinya di ranjang dimana Hyura duduk. Ia merasa lelah berlari kesana kemari, tapi ia tidak merasa di bebankan. Ia malah merasa senang karena bisa membantu Hyura.

Hyura yang melihat Hana membaringkan tubuhnya di ranjang pun langsung membelalakkan matanya. Oh ayolah, bukankah ini masih jam pelajaran? Lalu kenapa Hana tidak kembali ke kelas? Dan malah dengan santainya Hana membaringkan tubuhnya. Memangnya ia tidak takut ketinggalan pelajaran?

“M- maaf kenapa kau berbaring disini? Bukankah pelajaran masih berlangsung? Kenapa kau tidak kembali ke kelas, Hana-ssi?”

Hana baru saja ingin menutup matanya –berniat untuk tidur, namun ia segera mengurungkan niatnya begitu mendengar Hyura bertanya kepadanya. Hana lantas bangkit lalu memilih duduk di sebelah Hyura.

“Tadi Jung seonsaengnim mengusirku dari kelas. Aku di suruh ke toilet untuk membasuh wajahku agar tidak mengantuk. Dan aku tidak di perbolehkan masuk ke kelas sampai jam pelajaran Jung saem selesai jika aku masih mengantuk. Begitu aku ke kamar mandi, aku malah bertemu denganmu yang sedang terkunci di toilet. Karena itu aku berniat membantumu, aku bahkan lupa bahwa niat awal ku ke toilet untuk membasuh mukaku. Tapi tak apa, rasa kantukku langsung hilang begitu aku berlari-lari tiga kali bolak balik sekaligus hari ini. Hahaha aku terlalu banyak bercerita ya?” Hana menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Ia merasa malu sekarang. Ini pertama kalinya ia berbicara panjang lebar kepada orang yang bahkan tidak akrab dengannya.

Hyura mengerjapkan kedua matanya. Otaknya masih berusaha memahami apa yang Hana bicarakan. Bukan. Bukan karena Hyura lamban dalam memahami sesuatu. Hanya saja tadi Hana bicara terlalu cepat, tanpa jeda sama sekali. Membuatnya harus berpikir sedikit lebih lama dari biasanya.

“Kau, kenapa kau mengantuk di kelas?” Tanya Hyura begitu ia memahami apa yang Hana jelaskan kepadanya.

Mendengar pertanyaan Hyura membuat Hana gelagapan. Entah ia merasa gugup untuk mengungkapkan alasannya kepada orang lain. Tapi mungkin ada pengecualian untuk Hyura.

Entah kenapa ia merasa nyaman berbicara dengan Hyura. Padahal ini pertama kalinya mereka berbincang satu sama lain. Hana sebenarnya tidak terlalu mengenal Hyura. Kalau saja Hyura bukan sahabat karib Jungkook, mungkin Hana tidak akan mengenal sosok Hyura.

“Itu karena Suga,”

“Apa? Suga? Apa yang kau lakukan dengannya? Ya ampun ya ampun.” Hyura memotong perkataan Hana. Ia lantas memijit pelipisnya yang tiba-tiba terasa pening. Beginilah Hyura, selalu saja memijit pelipisnya apabila pikirannya sudah melantur kemana-mana.

“Hey hey ! Bukan seperti itu ! Dengarkan aku dulu !” Hana mempoutkan bibirnya. *Kalau pout yang bener pipi atau bibir sih? -,-v* Hyura berhenti memijit pelipisnya. Ia menatap Hana dengan mata berbinar. Ia kelewat penasaran dengan apa yang akan Hana jelaskan kepadanya.

“Su-su-su…. Argh.” Hana mengacak-ngacak rambutnya dengan kesal. Kenapa ia jadi gagap seperti ini sih?

“Hah? Su-su-su? Apa maksudnyaaa?” Hyura kembali memijit pelipisnya. Sungguh, pikirannya sudah melantur jauh. Sangat jauh.

“Aisssh kau jangan berpikiran buruk seperti itu.” Hana menjitak kepala Hyura. “Suga kemarin menyuruhku membersihkan apartemennya, sungguh apartemennya kotor sekali. Maka dari itu aku terpaksa membersihkannya sampai larut malam. Aish anak itu jorok sekali.” Hana begidik ngeri membayangkan keadaan apartemen Suga yang terlihat seperti kandang sapi. Tidak enak di pandang, berantakan, acak-acakan.

“Memangnya Suga punya apartemen? Bukankah ia punya rumah? Semingguan kemarin aku di sekap di rumahnya.”

“Ah iya. Yang itu memang rumahnya. Lebih tepatnya rumah keluarganya. Ia tidak suka hidup di kekang oleh kedua orangtuanya. Dan semalam ia memutuskan untuk pindah ke apartemen lamanya.”

Hyura memijit pelipisnya kembali. “Lalu kenapa ia tetap tinggal di rumahnya saat aku di sekap?”

“Itu karena orangtuanya tidak ada di rumah. Mereka ada perjalanan bisnis ke Jepang. Jadi Suga bisa bebas keliaran di rumahnya. Lalu semalam ia mendengar kabar bahwa orangtuanya akan pulang hari ini. Makanya ia pindah ke apartemen. Semalam ia menelponku lalu menyuruhku untuk datang ke apartemennya.”

Hyura menatap Hana intens, oh aku mengerti sekarang. Tapi… “Bagaimana kedua orang tuamu? Kau kan semalaman membersihkan apartemen Suga. Apa mereka tidak memarahimu karena kau pulang malam?”

Mendengar pertanyaan Hyura, Hana tersenyum miris. “Oh kalau mereka mengetahuinya bisa tamat riwayatku. Beruntung mereka sedang ada perjalanan bisnis ke Amerika. Mereka akan pulang 2 hari lagi.” Hana menghela napas berat.

Hyura mengangguk mengerti sambil ber-oh ria. Sekarang ia tahu apa alasannya Hana mengantuk di kelas. Tapi masih banyak sekali pertanyaan yang mengganjal di otaknya. Kenapa Hana mau membersihkan apartemen Suga? Bukankah Hana akan terlihat seperti pembantu? Lalu….

“Aaaaaah. Hana-ssi. Aku ingin bertanya lagi, boleh kan?” Hyura menatap Hana dengan puppy eyes nya. Hana yang melihatnya hanya bisa tersenyum geli dengan tingkah Hyura yang terlihat seperti anak kecil di matanya.

Hyura gadis yang cantik dan imut. Sayangnya ia terlalu ceroboh dan polos. Anehnya, aku nyaman berbicara dengannya.

Bolehkah aku menjadi sahabatnya?

“Boleh. Tapi ada syaratnya.”

-oOo-

Hana’s Pov

“Aish syaratnya hanya seperti itu? Ahaha tanpa kau bilang aku pun mau menjadi sahabatmu Hana-ssi.” Hyura tersenyum lebar kepadaku.

Oh senyumnya sangat menawan. Tak heran Jin langsung menyukainya. Dan juga……mengincarnya.

“Kalau begitu panggil aku Hana-ya.”

“Bagaimana kalau Han saja? Terlihat lebih spesial.”

“Han? Terlihat seperti nama laki-laki.”

“Tidak, tidak, tidak. Mulai sekarang aku akan memanggilmu Han.” Aku membuka mulutku namun Hyura segera memotongnya. “Jangan protes !”

Oh ya ampun. Hyura kenapa ia memanggilku Han? Itu terlihat seperti nama laki-laki ! Apalagi begitu mendengar nama Han aku langsung teringat Lu Han, idolaku. Tapi, ah mungkin untuk Hyura aku memberikan pengecualian. Biarkan ia memanggilku dengan panggilan apapun, karena ia sahabatku. Sahabat baruku.

“Ok ok. Sekarang kau ingin bertanya apa?”

Aku melihat mata Hyura kembali berbinar. Oh ya ampun, ia imut sekali.

“Pertanyaannya. Kenapa kau tiba-tiba pindah ke kelasku? Bukankah kau berada di kelas unggulan. Lalu kenapa kau malah pindah ke kelasku?”

Aku menghembuskan napas. Oh ya ampun. Pertanyaannya…. Tak bisakah ia mengganti dengan pertanyaan yang lain?

Memang benar tadi pagi aku pindah ke kelas Hyura. Bersamaan dengan Suga, Jin dan Jimin yang bahkan pindah sekolah ke Cheongdam HS. Tapi sungguh aku pindah ke kelas Hyura bukan karena kemauanku. Aku di paksa…

“Suga memaksaku untuk pindah ke kelasmu. Supaya aku dan dia bisa satu kelas.” Aku bercicit pelan, entah Hyura mendengarnya atau tidak. Tapi aku berharap Hyura tidak mendengarnya ! Aku benar-benar malas apabila harus membahas masalah Suga. Apabila membahasnya dengan Hyura, orang yang pernah di sekap oleh Suga. Sungguh, apa Hyura tidak punya rasa dendam kepada Suga?

“Tapi bagaimana bisa? Bukankah prosesnya akan jadi sangat panjang─”

“Ia punya akses kemana saja, Hyura.” Aku memotong perkataannya. Aku menghelas napas sebelum melanjutkan perkataanku. “Ia bahkan rela menyogok guru-guru agar aku bisa satu kelas dengannya.” Aku memijit pelipisku yang tiba-tiba terasa pusing. Oh tidak, kenapa aku jadi keikutan Hyura? -_-

“Aku rasa dia memang sudah gila.” Setelah mengatakan itu aku membaringkan tubuhku ke ranjang yang kami─aku dan Hyura─ duduki. Kepalaku rasanya ingin meledak apabila mengingat Suga dan segala perilakunya yang di ambang batas.

Menyekap Hyura. Menyogok guru. Apalagi setelah ini?

Hyura menoleh ke arahku. Lalu ia ikutan berbaring di sebelahku. “Huft Suga itu ya, memang menyebalkan. Seenaknya saja ia menyekapku dan sekarang ia menyogok guru? Aku rasa ia benar-benar gila,” Hyura menggantungkan kalimatnya.

“Gila karenamu. Karena ia cinta padamu.”

Aku langsung terbatuk. Apa tadi Hyura bilang? Gila karenaku? Karena cinta padaku? Bagaimana ia tahu, kalau aku dan Suga….

“Aku tahu kisah kalian berdua. Suga sendiri yang menceritakannya kepadaku.” Hyura berkata seakan-akan mengerti apa yang ada di pikiranku.

“Dia bilang dulunya kalian sepasang kekasih yang saling mencintai. Sampai akhirnya satu tahun yang lalu Suga membuat kesalahan yang besar. Ia mencampakkanmu. Ia menduakanmu. Oh bukan, bukan ! Ia bahkan menjadi player. Punya banyak wanita, bahkan menunjukkan kemesaraan mereka di hadapanmu. Bukan begitu?” Hyura menoleh ke arahku. Aku terdiam.

Ya ampun… Seharusnya aku sudah mengubur kisah ini dalam-dalam. Tapi kenapa aku masih saja merasa sesak apabila mengingatnya? Kenapa?

“Han, kau tidak tahu apa alasannya melakukan itu?”

Aku menggeleng pelan. Aku dapat mendengar Hyura menghela napas.

Memangnya apa alasan Suga?

“Dia melakukan itu dengan sengaja. Agar kau bisa membencinya. Agar kau menjauhinya. Kau tidak tahu? Orangtuamu mengetahui hubungan kalian berdua kan?” Aku mengangguk, dan Hyura melanjutkan perkataannya.

“Orangtuamu mengancam Suga.”

Aku merasa ribuan jarum menusuk nusuk dadaku. Benarkah? Benarkah orang tuaku sekeji itu? Mengancam Suga?

Oh ya ampun. Aku tidak kuat dan aku tidak siap mendengar kelanjutan Hyura. Bagaimana kalau setelah aku mengetahui segalanya aku akan membenci kedua orangtuaku? Lalu kembali mencintai Suga?

Tidak. Itu tidak boleh terjadi.

“Mereka mengancam akan memindahkanmu ke luar negeri apabila kalian masih berhubungan.” Aku merasa napasku tercekat, Benarkah? Eomma ! Appa ! Benarkah kalian seperti itu?

“Suga bingung saat itu. Ia tidak ingin memutuskanmu tapi ia juga tidak ingin kau pindah ke luar negeri. Itu terlalu rumit baginya. Ia tidak bisa menjalin hubungan jarak jauh. Ia takut, selama kau berada di sana kau akan pindah hati pada lelaki lain. Dan ia juga takut dirinya sendiri akan menyukai orang lain.”

Aku menggelengkan kepalaku. Tidak mungkin. Ini…. Tidak mungkin !

“Ia tidak ingin seperti itu. Ia memutuskan untuk segera mengakhiri hubungan kalian. Tapi naasnya ia tidak sanggup memutuskanmu. Ia ingin kau sendiri yang memutusinya. Sampai akhirnya ide gila terlintas di otaknya. Ia…. sengaja menjadi player, agar kau membencinya. Dan ia berhasil. Ia berhasil membuatmu membencinya. Lalu membuatmu memutuskannya.”

Tetes air mata jatuh di pipiku. Aku pun lantas terduduk di ranjang. Lalu menghapus air mataku yang sialnya tak kunjung berhenti.

Suga… Paboya.

“Heeeey jangan menangis dulu ceritaku belum selesaaai.” Hyura ikut terduduk di sampingku. Lalu ia merangkulku, dan menepuk-nepuk punggungku dengan halus. “Jangan menangis. Biarkan aku menyelesaikan ceritaku baru kau bisa menangis sepuasnya.”

Hyura… Paboya.

“Ok ok, kau boleh menangis tapi sambil mendengarkan ceritaku ya?” Aku hanya mengangguk sambil menutup wajahku dengan kedua tanganku. Dalam hati aku merutuki kesalahanku, kejahatan orangtuaku, dan kebodohan Suga.

Jinjja ! Dia benar-benat bodoh ! Kenapa ia melakukan itu hanya karena ancaman dari kedua orang tuaku? Seharusnya ia bilang padaku ! Aku bisa membujuk orang tuaku ! Suga Bodoh ! Benar-benar bodoh !

“Setelah kalian berpisah. Suga berhenti menjadi player. Ia menjalani segala aktivitas hidupnya dengan sendirian. Tanpamu. Tanpa gadis-gadis yang lain.”

Tidak ! Tidak ! Tolong hentikan Hyura ! Aku tidak mau mendengarnya.

“Tapi akhirnya ia sadar. Ia melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya. Tidak seharusnya ia melepaskanmu. Tidak seharusnya ia takut pada ancaman orangtuamu. Tidak seharusnya,”

Benar ! Tidak seharusnya ia menjadi orang sebodoh itu ! Tidak seharusnya…

“Lalu setelah sekian lama ia berpikir. Ia menyesal. Ia memutuskan untuk meluruskan hubungan kalian. Ia menghubungi ponselmu, tapi kau ganti nomor. Ia mendatangi rumahmu, tapi ternyata kau sudah pindah. Tapi ia tidak menyerah sampai di situ ! Ia terus melakukan pencarian, kau yang bilang sendiri bahwa Suga punya banyak akses bukan?”

Aku mengangguk. Si bodoh itu memang punya banyak akses dimanapun.

“Akhirnya ia mengetahui bahwa kau bersekolah di Cheongdam HS. Ia senang, sangat senang. Ia menemukan celah untuk kembali bersamamu. Saking senangnya ia sampai minum-minum bersama kedua sahabatnya itu. Gila memang. Dan sialnya saat mereka pulang dari minum-minum mereka bertiga bertemu denganku. Bertemu denganku yang menggunakan seragam Cheongdam HS.

Ia semakin menggila. Aku kira ia lelaki brengsek yang ingin menyentuhku atau melecehkan harga diriku, namun aku salah. Ia mengancamku, dan beruntung Jungkook datang di waktu yang tepat. Tapi Suga malah semakin menjadi, ia menjadikanku sebagai sanderaan sampai Jungkook membawakanmu padanya. Dan selesailah ceritanya.” Hyura menghela napas lega.

Aku hanya menatap Hyura dengan bingung. Sudah selesai ceritanya?

Hyura pun membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Lagi-lagi aku hanya menatapnya bingung.

Hyura balas menatapku. Lalu ia meledak dalam tawa, begitu melihat ekspresi wajahku. “Hey ceritanya sudah selesai. Kau bisa menangis sekarang.”

Aku mengerucutkan bibirku. Untuk apa menangis?

“Lain kali aku akan menceritakan kelanjutannya apabila ada perubahan yang berarti dalam hubungan kalian berdua.”

Aku membuka mulut namun Hyura menginterupsinya dengan perkataannya.

“Kau harus kembali bersama Suga. Kau tidak kasihan dengan perjuangannya? Sudah satu tahun kalian terpisah. Kalau kalian masih saling mencintai kenapa kalian tidak kembali berpacaran saja?”

Aku menutup mulutku segera. Aku menggigit bibirku sekuat yang aku bisa.

Aku ingin kembali kepadanya. Tapi aku kesal setiap menyadari betapa bodohnya dia. Betapa bodohnya ia melepaskanku. Argh sudah gila, bodoh lagi. Kenapa aku masih saja jatuh cinta kepadanya?

Dan bukan hanya itu. Aku takut, kedua orang tuaku kembali mengancamnya.

Aku takut…

“Kau seharusnya bersyukur karena Suga masih mengejar cintamu bahkan selama setahun ini ia tidak menyerah. Jadi apa yang menyebabkanmu susah menerimanya kembali? Apa karena orang tuamu? Tenang saja Han, Suga tidak akan mundur begitu saja. Percaya padaku.

Setidaknya kau masih bisa memperbaiki hubunganmu. Tidak seperti aku yang bahkan sudah hancur hubungannya sebelum memulainya. Aku memang menyedihkan.”

Aku melihat Hyura menengadahkan kepalanya ke atas. Menatap langit-langit dengan pandangan kosong.

“Jadi… Hyura.. Ehm… Apa aku boleh tau apa makanan yang kau suka dan yang kau tidak suka? Apa kau punya hewan peliharaan? Apa kau punya kakak/adik? Bagaimana keluargamu? Apa kau sedang jatuh cinta? Kalau begitu dengan siapa? Lalu bagaimana kisah cintamu?” Kini giliran aku yang bertanya kepada Hyura. Dan giliran aku yang mengeluarkan puppy eyes ku kepadanya.

Hyura mengalihkan pandangannya dari langit-langit ke arahku dengan mata berbinar. “Benarkah kau ingin mendengarkan semua tentangku?”

Aku tersenyum sambil mengangguk antusias.

“Baik- baik ayo kita bercerita sampai bel pulang.”

“Haaaaaah?”

Aku mulai mendengarkan semua apa yang ia ucapkan. Dan aku merekamnya di dalam otakku.

Akhirnya, Hyura menjadi sahabat perempuan pertamaku.

-oOo-

Author’s Pov

 

Akhirnya Hyura dan Hana memutuskan untuk ke kelas begitu bel berbunyi, yang menandakan bahwa jam pelajaran Jung seonsaengnim sudah selesai. Tentu saja mereka tidak akan membolos di UKS sampai bel pulang sekolah selesai. Mereka bisa mendapatkan masalah apabila hal itu terjadi.

Meskipun mereka sedikit kecewa karena acara kenal-mengenal nya harus di hentikan karena bel sudah berbunyi, namun mereka tidak menyesal. Mereka malah bahagia karena sudah saling mengenal satu sama lain. Dan bukan hanya itu. Tadi Hyura bahkan menceritakan kisah cintanya dengan Jungkook yang tandas bahkan sebelum memulainya.

Awalnya Hana terkejut, apalagi begitu Hyura bilang bahwa Jungkook menyukainya. Ia benar-benar shock. Ia mengira Jungkook hanya menganggapnya sebagai sahabat baik, bukan sebagai… orang yang disukai.

Setelah mengetahui itu, Hana sempat meminta maaf kepada Hyura. Karena Hana tidak enak kepada Hyura. Kesannya seperti ia merebut milik seseorang. Tapi Hyura malah marah kepada Hana. Marah karena Hana tidak salah apa-apa, dan tidak seharusnya Hana meminta maaf.

“Annyeong.” Ucap Hana dan Hyura begitu masuk ke kelas mereka. Ternyata Kang seonsaengnim sudah berada di dalam kelasnya. Mereka menunduk minta maaf karena telat masuk kelas. Meskipun Kang seonsaengnim bukanlah guru killer yang akan marah-marah apabila ada anak murid yang terlambat masuk kelas, tapi mereka tetap saja merasa tidak enak karena telah mengganggu kegiatan belajar mengajar.

“Gwaenchana. Duduklah di tempat kalian masing-masing.”

Hana dan Hyura mengangguk bersamaan. Hyura berjalan menuju bangkunya dan ia dapat melihat Sulli sedang tersenyum ke arahnya. Ia balas tersenyum. Ia juga dapat melihat Jimin melambaikan tangan ke arahnya. Ia balas melambaikan tangan. Tapi Hyura terkejut begitu mengetahui ada dua orang yang sedang menatapnya dengan tatapan aneh.

Yang satu tatapan khawatir. Yang satunya lagi tatapan tajam.

Jin dan Jungkook.

Ia balas menatap Jin sambil tersenyum, lalu menahan tawa begitu melihat Suga sibuk memandangi Hana.

Oh mereka sangat cocok.

Lalu Hyura merasa sesak napas begitu mata paniknya bertemu dengan mata elang milik Jungkook.

Tenangkan dirimu Hyura. Kata Jin ia hanyalah lelaki brengsek. Jadi abaikanlah dia.

Hyura membuang muka, lalu dengan segera ia duduk di bangkunya.

Jungkook yang melihat Hyura membuang mukanya pun hanya memasang tampang datar. Bagus, sekarang Hyura bahkan tidak mau memandang wajahku. Jungkook mendengus ketara.

Hyura terduduk di bangkunya sambil berusaha untuk menetralkan jantungnya yang berdetak cepat. Jantung sialan ! Kenapa kau tidak mau nurut kepadaku sih? Hanya seorang Jungkook… Seorang Jungkook…. Lalu kenapa jantung ini tidak mau berdetak normal? Hyura bergumam dalam hati.

Jungkook terus memperhatikan Hyura yang duduk di depannya. Hyura terlihat sedang mengeluarkan peralatan tulis dan buku Matematika dari dalam tasnya. Jungkook terus memperhatikannya sampai akhirnya Jungkook sadar, ada sesuatu yang beda dari Hyura.

“Seragam yang kau gunakan bukan milikmu.”

Hyura melonjak terkejut begitu mendengar suara yang tidak asing di dekat telinganya. Ia lantas menolehkan kepalanya ke belakang dan lebih shock lagi begitu menyadari jarak Jungkook yang terlalu dekat kepadanya.

Apa yang dia lakukan? Ia bahkan mencondongkan tubuhnya ke arahku hanya untuk…… membisikkan kalimat tidak penting itu? Ya ampun…

Dan apa ini? Kenapa jarak wajah kami sangat berdekatan. Hanya terpaut kurang lebih 7 cm. Oh tidak ! Ini gila. Jantungku berdetak 2 kali lebih cepat dari yang tadi. Oh sial ! Wajahku pasti sudah semerah tomat sekarang.

Hyura terus merutuki badannya yang tidak bisa di gerakkan. Rasanya seperti ada magnet yang membuatnya tidak bisa menggerakkan badannya, oh setidaknya untuk menjauh dari wajah Jungkook.

“Kau mengenakan seragam orang lain.”

Setelah mengatakan itu Jungkook kembali ke posisi semula. Duduk bersandar di kursi sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

Hyura masih terdiam di tempat. Rasanya magnet itu masih berfungsi, buktinya ia tidak bisa menggerakkan badannya sama sekali.

Jungkook mendorong dahi Hyura menggunakan telunjuknya. “Sana kembali ke tempatmu. Jangan menatapku terus.”

Hyura terkesiap. Darahnya berdesir begitu merasakan telunjuk Jungkook mendorong dahinya, meskipun terkesan tidak sopan tapi Hyura tidak mempermasalahkannya. Yang terpenting adalah…

Hyura tersenyum samar-samar. Akhirnya magnet yang menahannya pun hilang. Sekarang ia bisa menggerakkan badannya. Ia lantas membalikkan badannya, lalu duduk dengan posisi semula. Ia mengangkat tangannya, mengusap bagian dimana telunjuk Jungkook menyentuh dahinya. Hyura tidak dapat menyembunyikan senyumannya.

Jungkook. Menyentuh. Dahiku.

 

(A/N : Hyura ! Lupakah bahwa kau sedang marahan dengan Jungkook? Bahkan kau bilang dia lelaki brengsek, lalu kenapa sekarang kau malah bahagia hanya karena Jungkook MENDORONG dahimu. Mendorong bukan menyentuh -_- *ini sebenernya yang gajelas Hyuranya atau authornya? -,-* )

-oOo-

Bel pulang berbunyi. Kang seonsaengnim menyudahi pelajarannya lalu bergegas keluar kelas.

Hyura merapikan seluruh alat tulis dan juga buku-buku yang berada di atas mejanya. Ia tidak menyadari bahwa sedari tadi Sulli menatapnya dengan tatapan intens. Sebenarnya bukan hanya Sulli, Jin dan errrr /? Jungkook juga memperhatikannya.

Tapi Hyura tidak menyadarinya karena ia hanya fokus merapikan perlatan tulisnya. Namun meskipun ia terlihat fokus, dalam hatinya ia terus saja memutar kalimat yang sedari tadi tidak berhenti-henti semenjak kejadian itu.

Jungkook menyentuh dahiku. Jungkook menyentuh dahiku. Jungkook menyentuh dahiku.

Begitu seterusnya sampai akhirnya ia selesai merapikan peralatan tulisnya. Ia terkejut. Sulli sedang menatapnya dengan tatapan menyelidik, begitu juga dengan Jin. Sedangkan Jimin dan Taehyung hanya ikut-ikutan memperhatikan Hyura dengan tatapan bingung.

“Ah-ah. Hallo kalian.” Hyura berkata dengan gugup. “Kalian tidak pulang? Bel pulang sekolah kan sudah berbunyi dari tadi.”

Tak ada yang menjawab.

Hyura menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Apa lagi sekarang? Kenapa mereka menatapku seolah-olah ada serangga terselip di mataku. Oh ya ampun. Tatapan mereka terlalu berlebihan.

Hyura berdeham. Apa tadi aku berbuat kesalahan? Setahuku dari tadi aku hanya………….

 

Astaga! Toilet!

 

“Kau ! Apa terjadi sesuatu saat kau di dalam toilet?” Seokjin bangkit dari tempat duduknya lalu menghampiri Hyura.

Hyura gelagapan. Ia menduga ini pasti akan terjadi. Seokjin pasti akan menanyakan hal ini kepadanya.

Gawat ! Bagaimana caranya aku menjelaskan kepadanya?

“A-aku tertidur di toilet.” Ucap Hyura pada akhirnya.

“Hah????” Kali ini bukan hanya Seokjin yang terkejut, melainkan Sulli, Taehyung, dan Jimin juga ikut terkejut. Sedangkan orang yang duduk di belakang Hyura hanya mengerutkan dahinya.

Ok Jungkook sadar, ada yang aneh dari perkataan Hyura. Baiklah, mungkin ada sesuatu yang Hyura rahasiakan.

Aku akan menanyakannya nanti.

“Jinjja? Lalu kau tidur dimananya? Bagaimana caramu tertidur? Posenya? Posisinya?” Jimin langsung menghampiri Hyura dengan mata berbinar-binar.

“Ya ! Untuk apa kau bertanya seperti itu? Dasar pervert.” Hyura menjitak kepala Jimin.

Jungkook tertawa dalam hatinya begitu melihat Jimin meringis kesakitan sambil mengelus-elus kepalanya. Rasakan itu ! Dulu aku juga pernah merasakan jitakannya, dan rasanya….. kepalaku bisa bocor saat itu juga. Ucap Jungkook dalam hatinya.

“Lalu kenapa kau masuk bersama Hana?” Sulli bertanya dengan nada mengintimidasi.

Crap !

Hyura mulai memutar otaknya. Oh berpikir Hyura berpikir !

“Hana menemukanku tertidur di toilet karena errrrr ia mendengar suara dengkuran ku.” Hyura merasa malu dengan apa yang ia bilang sendiri di hadapan teman-temannya. Secara tidak langsung, ia seperti mengakui bahwa dirinya selalu mendengkur setiap tidur.

Eeeew memalukan.

Gelak tawa langsung pecah. Hyura pun menundukkan wajahnya cepat-cepat.

Paboya. Kenapa aku tidak pernah bisa membuat alasan berbohong yang bagus?

“Ahaha ok ok, aku mengerti. Lain kali jangan tertidur di toilet, bisa-bisa kau di gerogoti tikus.” Sulli berkata masih dengan sisa sisa tawa di wajahnya.

Sial.

“Kalau begitu ayo kita pulang.” Sulli mengajak semuanya pulang. Taehyung mengangguk, lalu ia segera merangkul bahu Sulli. Jimin pun ikut mengekor di belakang Taehyung dan Sulli.

Seokjin masih terdiam di tempatnya. Ia kembali melayangkan tatapan penuh selidiknya kepada Hyura membuat lutut Hyura lemas seketika.

“Kau berbohong kan?”

“Tidak.” Balas Hyura cepat.

“Ok sekedar informasi saja. Aku tidak suka di bohongi.” Ia mendekat ke arah Hyura lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Hyura. “Kau akan ku hukum apabila ketahuan membohongiku.”

Seokjin berbisik dengan suara sepelan mungkin. Lalu ia mengeluarkan senyum menantangnya. Bukan ! Bukan untuk Hyura ! Melainkan untuk orang yang duduk di belakang Hyura.

“Baiklah aku pulang duluan. Sampai jumpa besok, Hyura-ya !” Seokjin mengacak-acak rambut Hyura, membuat Hyura mengerucutkan bibirnya kesal.

“Kau merusak tatanan rambutku.” Hyura berkata sambil merapikan rambutnya kembali. Seokjin tertawa kecil lalu bergegas pulang.

Ia melambaikan tangannya begitu sampai di ambang pintu kelas. “Byeee, Hyura-chan.”

Hyura pun membalas lambaian tangannya sambil tersenyum. Seokjin pergi, sekarang ia merasa sendirian di kelas ini. Sampai akhirnya ia teringat dengan ucapan Seokjin yang tadi.

Dia memanggilku dengan akhiran –chan ? Sebenarnya apa arti dari chan itu?

“Apa chan itu artinya chantik ? Hyura-chantik ?” Hyura bergumam pada dirinya sendiri.

“Bukan bodoh ! –chan itu untuk panggilan akhir nama dalam bahasa Jepang. –chan itu untuk perempuan sedangkan –kun untuk laki-laki. Kau ini bodoh ya?”

Hyura terkejut. Tassss… Ia merasa salah satu saraf tubuhnya terputus.

Itu suara Jungkook. Tidak salah lagi.

Hyura lantas membalikkan badannya, ia menemukan Jungkook sedang duduk di bangkunya sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

Tunggu ! Tunggu ! Kapan dia ada di situ? Aku kira dia sudah pulang dari tadi. Jadi… jangan bilang ia mendengar semua pembicaraanku dengan Sulli, Taehyung, Jin dan Jimin. Yang tentang tidur, mendengkur itu. Oh tidak. Oh tolong ! Jangan sampai Jungkook mendengarnya, itu sangat memalukan.

“Jadi…. Apa hubunganmu dengan Seokjin?”

Hyura mengerjapkan kedua matanya.

Tadi Jungkook bilang apa?

“Mwo???” Tanya Hyura sambil membulatkan kedua matanya. Tunggu ! Tunggu ada yang salah disini. Apa telinganya salah mendengar atau kerja otaknya memang sedang lamban?

Hyura menggelengkan kepalanya. Benarkah Jungkook menanyakan hubunganku dengan Seokjin? Aku kira ia ingin menanyakan tentang tertidur-di-toilet-sambil-mendengkur. Tapi kenapa ia malah bertanya tentang….

Hubunganku dengan Seokjin?

-oOo-

“Ah tidak, lupakan pertanyaanku yang tadi.” Jawab Jungkook datar.

Hyura menganggukkan kepalanya. Lalu ia kembali mengerjapkan kedua matanya saat melihat Jungkook mendekat ke arahnya.

“Baiklah aku akan mengganti pertanyaaanku.”

Hyura menelan salivanya gugup.

“Jadi… sejak kapan kau mendengkur saat tidur? Dan sejak kapan kau bisa tertidur di toilet. Kau sendiri yang bilang padaku, bahwa kau harus tidur dalam keadaan berbaring. Kalau tidak berbaring, kau tidak bisa tertidur. Bukan begitu? Lalu kenapa sekarang kau…..”

Aishhh…. Hyura pun segera bangkit dari duduknya. Ia menyampirkan tasnya di pundak dengan cepat. Ia bergegas pergi sejauh-jauhnya dari Jungkook. Karena ia tahu…..

Jungkook tidak bisa di bohongi.

Hyura berjalan dengan cepat, bahkan ia terlihat seperti sedang berlari. Ia menyusuri koridor secepat yang ia bisa.

Dug….

Tiba-tiba saja Jungkook memegang bahu Hyura lalu memutar badan Hyura untuk menghadap ke arahnya. Hyura berontak, apalagi begitu Jungkook mendorongnya lalu memojokkannya ke dinding.

“Katakan yang sebenarnya,” Ucap Jungkook dengan nada serendah dan setajam mungkin. Ia menggantungkan kalimatnya sebelum melanjutkan perkataannya.

“Apa yang terjadi kepadamu?” lanjut Jungkook dengan mata di sipitkan.

Hyura menelan salivanya gugup. Ia takut. Ia takut dengan Jungkook. Jadi ada tiga hal yang ia takuti hari ini. Terkunci di kamar mandi, kegelapan, tatapan elang milik Jungkook juga suara dinginnya.

(A/N : Itung deh. Itu yang Hyura takutin ada tiga hal atau empat hal? -,-)

Hyura membuang mukanya, ia berusaha menatap apapun kecuali menatap wajah Jungkook. “Tatap aku. Aku sedang berbicara denganmu.” Jungkook mengangkat dagu Hyura. Memaksa Hyura agar mau menatapnya. Dan usahanya tidak sia-sia. Hyura menatapnya dengan mata berkaca-kaca.

“Bagus. Jadi…. kenapa kau berlama-lama di kamar mandi? Kenapa kau menggunakan seragam orang lain?”

“Bu-bukan urusanmu.”

“Jawab aku !”

“Bukankah sudah ku bilang kalau aku tertidur di kamar mandi?”

“Tapi seragam itu,”

“Iya ! Ini seragam milik Hana. Kenapa ? Kenapa ? Kau mau protes kepadaku? Kau ingin aku mengembalikan seragam ini kepada Hana? Kau ingin membiarkanku berkeliaran tanpa seragam begitu? Iya kah?” Hyura memberanikan diri untuk membentak Jungkook.

Jungkook menatapnya dengan raut wajah penasaran. “Kenapa bisa kau menggunakan seragam Hana?”

“Sudah ku bilang bukan urusanmu!”

“Jawab aku ! Aku yakin, ada yang salah disini. Kau tidak mungkin tidur di kamar mandi. Kau berbohong ! Matamu bahkan bengkak seperti itu. Pasti sesuatu terjadi kepadamu.”

Kau tidak tahu? Aku menangis karenamu Jungkook. Karenamu….

“Ya ! Kenapa kau jadi sok peduli kepadaku? Tadi kau di kantin bahkan mengusirku. Tapi sekarang. Kenapaaa?” Alih-alih menjawab, Hyura malah balik bertanya. Bertanya meminta penjelasan atas sikap Jungkook yang berubah-rubah.

Tanpa Hyura sadari, tetes air mata mengalir di pipinya.

“Aku….” Jungkook menatap Hyura dengan tatapan menyesal. Ia menghapus air mata Hyura menggunakan ibu jarinya.

Jangan menangis Hyura, ku mohon.

Hyura kembali menangis, bahkan air matanya tidak dapat di hentikan lagi. Membuat Jungkook yang melihatnya semakin frustasi dan merasa bersalah.

Jungkook ingin memeluk Hyura, namun membatalkannya segera ketika ia merasakan rasa sakit di kepalanya. Ia merasa kepalanya berputar dan akan meledak saat itu juga. Sial ! Ada apa dengan kepalaku?

Tiba-tiba wajah dua orang yang paling ia benci muncul di hadapannya.

Oh tidak ini gawat ! Aku berhalusinasi lagi.

Jungkook memukul kepalanya berkali-kali. Lalu ia berusaha menatap Hyura. Namun bukan wajah Hyura yang ia dapat, lagi-lagi ia menemukan wajah dua orang yang paling ia benci muncul di depannya.

Oh tidak ! Ku mohon ! Ku mohon, jangan buat aku berhalusinasi di hadapan Hyura.

Jangan di hadapan Hyura ku mohon.

“Jungkook? Jungkook?” Hyura berusaha memanggil nama Jungkook. Hyura merasa ada yang aneh, apalagi begitu melihat Jungkook memukul-mukul kepalanya. “Jungkook ada apa denganmu?” Hyura bertanya dengan waut wajah khawatir. Ia menggoyang-goyangkan bahu Jungkook. Berharap Jungkook akan segera sadar dengan tindakannya.

Tapi tidak. Usaha Hyura tidak berhasil. Ia malah mendengar Jungkook mengerang putus asa.

Jungkook kau kenapa?

Lalu Hyura terkejut begitu mendengar Jungkook kembali bersuara.

“Jangan di hadapan Hyura. Ku mohon, jangan di hadapan dia.”

●○●○

Wahaha akhirnya chapter 3 posted juga >w< Aku sengaja nungguin hari ini, biar gak mengganggu readers yang mungkin aja lagi ngejalanin UAS. Gimana tuh yang lagi UAS? Susah atau gampang soalnya?😀 Ya semoga aja UAS nya sukses dan lancar. Dapet nilai bagus… Amiiin *o*

Gimana ada yang nunggu ff ini gak? Gak ada ya? Huhuhu T-T Maafin aku ya, aku nge post nya lama banget, soalnya aku sibuk bikin ff baruuu :p Dan main castnya EXO Lengthnya Chaptered muehehe. Rencananya kalau HCBAM udah kelar aku mau post ff yang EXO itu, tapi kan kalau misalnya HCBAM udah kelar😀 Sabar ya😉 Lagipula HCBAM chapternya gabakal jauh kok. Gak nyampe 10 malah *kayaknya sih gitu* *kok malah curhat? =.=*

Oh iya chapter ini chapter paling ngebosenin ya? Maaf banget abis aku kalau gak nulis sejarah Suga-Hana rada merasa bersalah juga /.\ Maaf juga bukannya bikinin adegan Suga-Hana malah bikin sejarahnya -,-) Di sini udah aku kasih clue loh😉 Tapi mungkin rada membingungkan kali ya. Yaudah semoga kalian bisa menebak apa alasan Jungkook berubah jadi Kookster ^^~

Kalau ada yang gak suka sama chapter ini aku maklumin kok. Abis sumpah absurd banget. Dan aku juga maklumin kalau readers ff ini makin menurun :’D

Ok next chapter bakal aku protect. Dan aku postnya di wp pribadi akuuu >w< Maaf bukan maksudnya pengen ngerepotin, aku cuman pengen nyoba2 gimana caranya nge protect ff :3 *halah alasan lu gak berkelas banget rik -_-* Nanti kalau mau minta pw ─kayak ada yang mau minta aja rik─ silahkan mention aku di twitter (@TokiarikaJung) Kalian kirimin id comment kalian nanti aku kasih pw nya lewat dm :3 dan nanti langsung buka wp aku aja ya /? (tokiarikajung) Soalnya aku gatau aku bakal bikin teaser atau enggak. Kalau sempet ya nanti aku bikin, kalau enggak ya enggak :v

Yaudah segitu aja ya. Makasih bagi kemaren yang udah komen di ff ku ^^ Komen dari kalian bikin aku makin semangat lanjutin ff ini😀 Dan makasih juga bagi yang udah mau baca ff abal absurd gak jelas punya aku😦 Sekali lagi maaf kalau cerita ini makin gak jelas. Bukan ceritanya doang yang gak jelas, authornya keikutan gak jelas :’) Tapi tolong dong meskipun ceritaku abal,dll kalian jangan jadi siders. Kalian gak ngehargain aku yang udah nulis ampe tangan keriting gini T-T Makanya mulai dari sekarang jangan biasain jadi siders ya. Komen 3-5 kata juga gapapa OuO Apalagi kalau kalian ngasih saran + kritik buat aku. Waaah itu udah oke banget deh OwO Malah kalau kalian gak komen itu yang salah ! Gasopan tau -_- Udah lah aku udah kebanyakan bacot. Mending aku menghilang aja deh…. Sampai bertemu di chapter selanjutnya ^_~

Thanks for reading my ‘abal’ fanfict :’D

RCL JUSEYOOOOO ({})

About fanfictionside

just me

33 thoughts on “FF/ HE CHANGE BECOME A MONSTER/ BTS-BANGTAN/ pt. 3

  1. Akhirnyaaaa rasanya ga sabaran tau thor nungguin lanjutan ff ini soalnya seruuu >.< setau aku sih pout = manyun jadi kalo pipi manyun kan ya err serem ._. Hana baik kaya aku *plakk* *disantetauthor* Jungkook kenapa thor? Dia ga penyakitan kan thor? Plis jangan thor jangaannn *bicaraalasinetron* karena Jungkook terlalu ganteng untuk penyakitan(?) oke next chapter kan di protect sama author nanti kalo author ga ngasih pw ke aku nanti saya teror lewat mention dengan ancaman cipokan gratis dari bias-nya author *iniancamanatausurga* *surgabukansuga* pokoknya ff nya keren ga abal thor '-')b kalo aku boleh saran semoga happy ending ya thor plisss kalo sad ending rasanya hati ini hancur berkeping keping(?) maap ya thor komen aku kepanjangan norak pula yang jelas aku suka banget, cinta malah(?) sama ff ini. All the best buat author dan ff author moah moah

  2. aku udah terlanjur ngikutin critanya dan uda trlanjur suka min …. jd nge post nya di sini aja, plissssss😦
    ini udah penasaran bgt sm next nya.
    kenapa Jungkook? ada apa dg Jungkook?😥

  3. Itu kenapa jungkook, apa tadi itu penyakit, apa semacam kutukan? Apa itu penyebab jungkook jadi kookster? Di juga kayaknya gak bener bener benci hyura. Dan satu lagi, author rika ngapain diprotect segala siih, terus pake twitter juga lagi, twitter ku lagi error nih. Galau aku kalau gak bisa baca part selanjutnya, kalau lewat email aja gimana? Bisakah?

  4. wahhh cerita nya semakin seru..jungkook nya knp tuhh *muka penasaran
    aku ngikutin cerita nya author-nim tpi baru komen d part ini mian
    aku harap sihh author post nya d sini aja yahh pelissss
    eunn tpi klo nggk aku minta pw nya ya author d kasih kaan *puppy eyes

  5. ini sebenernya yang gajelas Hyuranya atau authornya? -,-* ), kalau aku sih authornya. jahat banget sih trio yeoja itu. hana perfect banget >.<. jungkook kenapa penyakit apa? semacam kanker ya ?. aku setia kok nungguin ff ini, jangan ragukan aku ! T_T. mau buat ff lagi, lanjutin ff ini aja dulu thor, nanti aku keburu lupa sama jalan ceritanya😦. ff ini selanjutnya mau diprotect yahh.. rasanya gimana gitu ya. di wp authorkan? bukan disini kan?. aku punya twitter tapi nggak ngerti cara mainnya, mention,retweet apalah itu aku nggak ngerti T_T. kayaknya jungkook jauhin hyura karena penyakit#genius. pliss thor jangan diprotect, T_T, aku nggak ngerti caranya main twitter,twitterku cuma untuk stalk bias#fangirl. jangan lama" + jangan protect ff ini. fighting thor !!!!!..

  6. Kaka aku suka bgt ,seneng bgt apalgi udah slese UAS lngsung bca FF beginian adduuhh muantep😀

    Jungkook kau kenapa? Dia sakit kah ??adduh kak pkok’a aku suka ihh -.- plis kak jgn kelama’an next’a pliiss😉

  7. Huah, jungkooknya itu kenapa? Haduh… nanggung amat sih TBC nya
    FF ini bikin makin penasaran aja deh. Keep writing ya, thor!!!
    Di tunggu kelanjutannya. Jangan lama2, oke?
    Hwaiting!!!🙂

  8. Akhirnya ini nongol juga. Puas thor ini panjang, dikasih sejarah Suga Hana pula, memuaskan😄

    aaaaah, JK kau kenapa? Sakit? Ah, jangan2 JK juga suka Hyura? Kyaaaaa!

    Thor next chap di post disini aja kenapa?plis T-T
    Ini ff favorit aku banget, dari awal aku udah ngikutin..

  9. THOOOR KEREN BANGET SUMPAH ;-;
    baru tau ada ff kayak gini masaaak
    itu jungkook kenapa? Jangan2 dia berubah gara2 halusinasi itu bukan gara2 suga? ah mola ._.
    thor eeeh mau ngasih saran bolehkah? alurnya kecepatan😐 tapi gapapaaa masih tetep bagus kok :3
    thor mau dong password nyaaa jebaaaaal
    makasih ya thor moah :*

  10. keren bingits sumpah thor …. aq dh nngguin bgits thor..
    sbnarx jungkook knpa thor..?skit atau knpa thor? kok tba2 nngalin hyura gtu..
    pliiis post x d sni aja thorrr…
    jngan d protect jga dunk thorrr…

  11. widihhh kereen , itu kookie kenapa ?? jangan2 do’i punya kepribadian ganda o.o next chap jangan lama2 ne thor

  12. Jangan di protect min ;( please:’)
    Cerita ini seru min:) please jangan yah=)) *puppy eyes* eh bentar, post juga disini dong:)) tapi jangan di protect:(( yayaya? Author kan baik😀 aku author baru nih=)) Oiya, jangan bilang Kookie punya penyakit? Jangan! Semoga enggaa:’) keren ffnyaa;;))) Daebak(y)

  13. waah akhirnya selese juga bacanya :3 keren baaatt wah ff fav yang selalu aku nanti lanjutannya/? :3 JUNGKOOK DIA KENAPA >.< semoga jungkook ga kenapa-kenapaT_T pengen sih hyura sama jin tapi pengen juga hyura sama jungkook/? next chap kenapa di protect? jangan di protect dong:<

  14. aaa….baru tahu ada ff judulnya ini ….
    Aku baru nyari-nyarinya sekarang …… ;)setelah aku baca dari part 1 -3 ini ff ini bagus, malah aku ikut nyesek sakit banget #nunjukhatiku😥 hu…hu….
    Oh ya yang part 4 nya juga udah dipost ya nanti aku baca deh ! Keep writing ya thor, dan kalo bisa untuk kelanjutan part yang lainnya dilanjut disini aja, dan aku mohon aja😀 ngak juga gak apa-apa kok

  15. aku sepertinya telat dengn kehadiran ff ini;((
    dalamsehari baca lngsng dari pt. 1 smpe 3 wkwk
    wahh ada hyura-jungkook moment cihuww
    jungkook itu berhalusinasi suga hana yaa? #soktau
    jungkook-ah jngn halusinasiin aku *mentang mentang nmanya hana jugaa
    oke gasabaran nungguin ff ini dohh, udh adaapa belomyaa?:vv

  16. Annyeong author…

    aku readers bari disini, maaf aku baru comment di part ini🙂

    Aigooo… Jungkook kenapa? Trus siapa yang mukul kepalanya??

    *penasaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s