FF ficlet/ PSYCHOLOGICAL TEST/ BTS-BANGTAN


Title                 : Psychological Test

Author             : Alphareita

Genre              : Romance, Fluff

Rating              : General

Length             : Ficlet

Cast                 : Min Yoongi / Suga (BTS) – Kim Eunri (OC)

-Disclaimer-

Hanya hasil pemikiran lalu setelah ngetes anak SD tadi siang ditengah penatnya scoring dan menerjemahkan jawaban-jawaban adek-adeknya. Entah kenapa pengen bikin Suga jadi sedikit gombal disini. Maaf kalau jelek, karena bikinnya juga selewat. Mumpung ide lagi mampir hehe ^^

This story, this plot, and all of idea of this story is mine (for sure, cause I hate plagiarism :p). Don’t copy or share this story without my permissions. Happy reading, enjoy the feeling. Don’t forget to leave your comment. Thank you ^^

FF Psychological Testing

****

Eunri memasukkan password apartemennya. 090393. Kombinasi 3 angka yang selalu membuatnya teringat pada seseorang, tetapi tidak untuk hari ini. Ia terlalu lelah untuk mengingat 3 kombinasi angka spesial itu. Ia melangkahkan kakinya memasuki apartemennya yang ternyata sudah dalam keadaan terang-benderang. Semua lampu sudah dalam kondisi menyala. Seingat gadis itu, tadi pagi sebelum ia meninggalkannya, ia yakin sudah mematikan semua penerangan yang ada, termasuk pemanas ruangan yang kini bisa ia rasakan hawa hangatnya menerpa sebagian kulit Eunri yang tidak tertutup setelan formalnya –rok hitam formal beberapa cm diatas lutut dan atasan sifon berwarna peach yang ditutup blazer hitam formal-.

“Oh, wasseo?” sebuah suara membuat gadis itu terlonjak kaget.

“Kamjagiya! Ya! Aish!” Gadis itu hampir saja menyangka sosok yang sedang duduk di salah satu sofa di ruang tengah itu adalah seorang pencuri. Beruntung, selelah-lelahnya Eunri hari itu, ia masih mengenali suara khas sosok berkulit putih pucat itu.

“Ya! kenapa lama sekali baru pulang? Aku sudah menunggu lebih dari 6 jam disini,” keluh sosok namja yang masih asik dengan ponselnya, bermain salah satu game yang terinstall disana.

Eunri menghela napas berat. Ia menyatukan tas dan map yang sedari tadi memenuhi tangannya, kemudian melepas blazer berwarna hitamnya dan melempar semua benda itu tepat ke samping posisi namja itu duduk santai.

“Ya! Kau mau melempariku dengan itu?” namja itu terkejut dengan keberadaan benda-benda yang diletakkan Eunri secara tidak halus tepat di sampingnya. Sedikit saja salah arah, bisa-bisa wajahnya yang selalu terlihat pucat itu yang menjadi sasaran benda-benda milik gadisnya itu.

“Tidak ada yang menyuruhmu datang kemari. Lagipula aku sudah memberimu kabar bahwa aku tidak ada di rumah hari ini sejak pagi,” ujar gadis itu yang sudah menyamankan tubuhnya di sofa tidak jauh dari sosok namja itu duduk.

“Memangnya kau kemana sampai seharian seperti ini? Membuatku seperti orang bodoh menunggumu pulang. Jika kau tidak pulang 10 menit lagi, aku sudah berniat kembali ke dorm,” tanya namja itu sambil menatap Eunri alih-alih memainkan game yang sudah dimenangkannya lebih dari 10 kali saat menunggu gadisnya pulang.

“Hari ini aku diminta membantu unit dari universitas untuk memberikan tes pada anak yang akan mengikuti percepatan kelas,” ujar Eunri dengan nada lelah.

“Tes? Mwol teseuteu?”

“Tes psikologi, Yoongi-ya. Wae?” tanya Eunri menatap Min Yoongi atau mungkin lebih kita kenal dengan Suga, salah satu rapper dari Bangtan Sonyeondan, dengan tatapan heran. Tidak biasanya namja itu tertarik dengan kegiatan kuliah Eunri, terutama jika sudah menyangkut tes-tes psikologi yang merupakan salah satu keahlian gadis itu. Yah, Eunri mengambil jurusan Psikologi untuk studinya. Dan Suga entah mengapa tidak pernah suka mendengar gadis itu membicarakan tentang alat tes psikologi atau hal-hal lain yang berhubungan dengan itu. Alasannya sepele, dia tidak mau terlihat seperti seorang pasien yang mengalami gangguan jiwa yang sedang berkonsultasi dengan psikolognya. Sejujurnya alasan itu tidak masuk akal bagi Eunri, tetapi ia membiarkannya saja.

“Tes psikologi macam apa yang kau gunakan tadi hingga membuatmu lelah seperti itu?” Yoongi menatap gadisnya sedikit iba saat melihat gurat-gurat lelah di wajah manis gadisnya. Tidak ada senyuman bodohnya yang seperti biasa. Ia bisa mendengar beberapa kali gadis itu menghela napasnya lelah. Hanya binar matanya yang masih terlihat segar. Binar mata yang selalu disukai Yoongi.

“WISC.” Eunri bangkit dari duduknya dan menghilang di arah menuju dapur.

“WISC? Mwoya igeo?” tanya Yoongi dengan suara yang sedikit dikeraskan karena gadisnya berada beberapa meter darinya.

“Weschler Intelegence Scale for Children. Hanya tes psikologi biasa untuk mengukur tingkat intelegensi anak –anak dalam rentang usia tertentu dan aspek verbal serta performance mereka,” Eunri kembali dari dapur dengan dua gelas berisi cairan yang sepertinya bisa diminum. Ia menyerahkan satu gelasnya pada Yoongi.

“Untuk apa tes-tes semacam itu? Tes bidang studi saja sudah cukup buatku, tidak perlu tes-tes semacam itu,” ujar Yoongi sambil meneguk isi gelasnya.

“Aish, kau kira anak-anak itu robot apa? Kau tidak mempertimbangkan kondisi psikologisnya? Memangnya menjalani percepatan seperti itu mudah bagi mereka. Sudah pasti itu akan mempengaruhi kondisi psikologis mereka juga! Maka dari itu, perlu adanya tes-tes semacam itu untuk melihat sejauh apa anak itu sekiranya mampu untuk menerima beban percepatan kelas nantinya.”

“Aish, bicaramu sudah seperti psikolog ahli!” keluh Yoongi yang disambut pukulan telak di bahu namja itu.

“YA!”

“Kalau begitu, seharusnya kau juga melakukan tes semacam itu,” tambah Yoongi santai, bahkan nadanya terdengar sedikit malas, khas namja tampan itu.

“Wae?” tanya Eunri sambil menatap kekasihnya itu dengan tatapan bingung. Buat apa seorang Eunri harus melakukan tes psikologi? Memangnya ia akan mengikuti percepatan kelas?

“Untuk mengukur tingkat kemampuanmu menerima beban cinta seorang Min Yoongi,” ujar Yoongi santai.

Eunri terkesiap mendengar namja itu mengatakan hal manis seperti itu. Lihatlah rona merah menjalar di wajah lelah gadis itu. Merah hingga mencapai kedua daun telinganya. Eunri kehilangan kata. Malu? Yah, jelas. Senang? Tentu saja. Bukan hal yang biasa mendengar seorang Suga BTS mengatakan hal manis seperti itu. Merayunya. Jika diingat-ingat, tidak lebih dari 10 kali namja itu melontarkan kata-kata serupa sejak mereka menjalin hubungan. Yah, tidak lebih dari 10 kali. Wajar, jika dilihat bahwa seorang Min Yoongi bukanlah tipe namja romantis pada umumnya.

“Y..Ya! Min Yoongi! Kau pikir ada orang yang mau menciptakan tes gila macam itu!” akhirnya gadis itu berseru sambil menyembunyikan rasa malunya.

Yoongi menoleh ke arah gadisnya dan ia terbahak melihat wajah Eunri yang sangat memerah. “Hahahaha. Wae? kenapa wajahmu memerah seperti itu?”

“Aish! Kau berani menertawakanku, Min Yoongi?” seru Eunri sambil menahan perasaannya yang benar-benar abstrak, campuran antara malu, kesal, dan entahlah apa lagi. Eunri sendiri bingung.

“Hahaha! Wajahmu benar-benar memerah. Tapi manis,” ujar Yoongi sambil menunjukkan senyuman lebar khasnya. Pantas bila namja itu menggunakan nama ‘Suga’ untuk nama panggungnya. Toh, senyuman itu memang rasanya semanis gula. Yah, setidaknya untuk Eunri.

“Min Yoongi! Keumanhae!” tegur Eunri keras. Rasanya gadis itu seperti berteriak di telinga Yoongi, sementara namja itu masih setia menampilkan senyumannya melihat tingkah lucu gadisnya.

“Hahaha! Ya! Salahmu sendiri membahas tes psikologi denganku. Kau tahu aku tidak suka mendengarmu membahasnya, itu membuatku pusing. Jadi itu balasanku.”

“YA! Tapi kan, kau yang mulai duluan bertanya tentang tes-tes itu!” Eunri tidak mau kalah. Lagipula menurutnya memang namja itu duluan yang memancingnya, ia hanya menanggapi saja. Itu tidak lebih dari hubungan stimulus-respon yang tepat menurut Eunri.

“Ya! Memangnya kau tidak bisa mengalihkan pada topik lainnya?”

“Aish! Geurae! Aku tidak akan membahasnya lagi! Puas?” rasa lelah Eunri kini berlipat-lipat rasanya. Ia sedang malas berdebat dengan Yoongi. Sudah pasti gadis itu akan kalah.

“Jinjja? Aku tidak yakin. Ini bukan pertama kali kau bilang seperti itu padaku. Jadi, jika kau bahas tes psikologimu itu lagi, tunggu pembalasan yang lebih dari ini, Kim Eunri!” Yoongi senang menggoda gadisnya itu.

“Keurom! Aku tidak akan membahasnya lagi!” ujar Eunri keras, gengsi gadis itu benar-benar tinggi.

Benarkah ucapan Eunri? Tentu saja tidak mungkin itu terjadi. Gadis itu terlalu pelupa untuk tidak membahas ranah studinya itu. Dan lagipula tidak buruk mendengar rayuan seorang Min Yoongi yang teramat jarang ia dengarkan. Meskipun akhirnya selalu seperti ini, tetapi gadis itu tidak akan pernah jera untuk melakukannya lagi. Begitu pula dengan namja itu. Ia cukup menikmati menggoda gadisnya itu. Menyaksikan Kim Eunri dengan wajah memerah dan berteriak-teriak di depannya seperti beberapa saat yang lalu merupakan hiburan tersendiri baginya. Setidaknya mampu mengalihkan perhatiannya sejenak dari padatnya jadwal-jadwal BTS yang telah tersusun.

“Tapi jika tes itu benar-benar ada, kau benar-benar harus melakukannya, Kim Eunri!”

“Tidak akan ada tes semacam itu, Min Yoongi! Kecuali ada orang kurang kerjaan sepertimu yang membuatnya.”

-FIN-

 

About fanfictionside

just me

7 thoughts on “FF ficlet/ PSYCHOLOGICAL TEST/ BTS-BANGTAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s