FF/ FALLEN ANGEL/ BTS-BANGTAN/ pt. 2


Cast: Jung Hana, Kim Taehyung, Han Yuna, BTS members

Part 2

BiqxXATCIAALsHW.jpg large

 

Aku duduk dikamarku, menatap barang-barangku yang datang tadi sore.Eomma menyuruh pelayan membantuku tapi aku menolak, aku ingin menyusun bukuku sendiri.

 

[flashback]

“Eomma…”, gumamku, menanggapi ucapannya tadi.

“Sudah, kau jangan menentang, mulai besok kau akan bersekolah disana.Itu sekolah yang paling bagus di Daegu”, kata eomma.

“Tapi..”

“Hana, sudahlah, untuk sementara kau tidak usah memikirkan teman-temanmu di Seoul.Nilai-nilaimu akan segera ditransfer besok, kau tidak akan terlalu berat mengejar pelajarannya”, kata eomma, tegas.

Eomma, bukan itu maksudku! Aku bahkan tidak tahu apaada teman yang akan merindukanku, aniya, mungkin mereka akan senang aku pergi dari sekolah itu. Tapi, kalau aku pindah ke sekolah di Daegu, apakah aku akan baik-baik saja juga? Apa eomma tidak tahu bagaimana keadaanku? Apa aku tidak bisa home-schooling saja??

Ribuan tanya dalam kepalaku tapi aku tidak berkata soal apapun, kecuali, “Nee, eomma”, jawabku.

“Ya sudah, pelayan akan membantumu menata buku-bukumu”, kata eomma.

“Aniya eomma, biar aku tata sendiri saja”, kataku.

“Baiklah, setelah selesai, turun dan makan bersama eomma, nee??”, katanya.

Aku hanya tersenyum dan menjawab dengan santun, “Nee, eomma”

[end of flashback]

Aku menghela nafas dan kemudian berjalan kearah dus-dus berisi bukuku dan mulai menata bukuku di rak besar berwarna putih dikamarku.Aku menata buku dalam diam, ditemani angin yang menghembus pelan dari arah pintu balkon yang aku biarkan terbuka.

Kenapa kau tidak menolak saja??”, sebuah suara berdengung didekatku.Suara cowok itu lagi, cowok berambut orange tadi siang yang berusaha mencekikku.

Glup.Dia lagi.Aku hanya diam, menghentikan kegiatanku menata buku dan kemudian segera keluar dari kamar.Aku takut dengan suara itu, makhluk yang mengerikan itu.

Orang yang muncul dari udara, membentuk sebuah sosok anak laki-laki seumuranku, sangat tampan dan sangat mengerikan juga. Kalau aku cerita pada eomma, apakah dia akan percaya? Aniya, dia pasti akan bilang aku berhalusinasi karena kecapekan. Aku mendesah, lebih baik aku cari tahu sendiri saja.

———————-

Di meja makan besar ini hanya ada aku dan eomma, serta pelayan yang berdiri menunggui kami.Apa sebaiknya aku menanyai mereka??

“Apa..disini tinggal orang lain lagi selain kita?”, tanyaku.

Eomma dan para pelayan memandangku.“Animida, nona.Tidak ada yang tinggal dirumah ini selain keluarga Tuan Jung dan kami”, kata bibi Kim, pelayan paling tua dirumah ini.Dia kepala pelayan disini, umurnya sudah 50 tahunan dan sepertinya dia sudah melayani banyak orang dirumah ini.

Apa… makhluk itu..ah, aniya.. kalau aku bisa mengatakan, apa hantu itu… pemilik sebelumnya dirumah ini? Tapi apa benar hantu ada? Bukankah hantu tidak bisa menyentuh kita? Tapi kalau bukan hantu, lalu apa? Dia tiba-tiba muncul dari udara yang kosong. Tapi kalau hantu, dia benar-benar bisa mencekikku!Aku semakin bingung.

“Apa..ada seorang anak laki-laki berambut orange yang pernah tinggal dirumah ini?”, tanyaku, hati-hati.

Bibi Kim sempat berpikir sejenak, tapi wajah kaget seketika merayapi raut mukanya. Dia berpandangan dengan para pelayan yang lain. Mereka sama-sama pucat.

“A..animida, nona, tidak ada orang seperti itu yang pernah tinggal disini”, jawab Bibi Kim terbata-bata.

Eomma memandangku, “Memang ada apa?”.

Aku menggeleng pelan, “Aniya..aku hanya seperti… ah, tidak lupakan saja”, kataku.

Eomma pasti tidak percaya, tapi raut wajah Bibi Kim dan para pelayan pasti menyiratkan sesuatu yang berbeda.Mereka tampak kaget.pasti mereka tahu soal anak laki-laki itu.

——————

Aku menatap lukisan cermin di kamarku. Ketika aku menatap lukisan ini tadi, hawa dingin yang mulai familiar datang merayapiku dan dia…

Kau mencariku??”, suara itu berdengung lagi.

Aku menelan ludah.Benar, suara itu keluar karena lukisan ini.

Aku tidak berasal dari lukisan itu”, katanya lagi.

“Lalu kau berasal dari mana?”, tanyaku, spontan.

Eh?? Aku kaget sendiri, kenapa aku menyahut pada suara itu?!

Kau menjawab pertanyaanku? Aku tahu ada ribuan pertanyaan dalam kepalamu, kalau aku jawab, akan memakan waktu yang sangat lama. Energyku tidak akan cukup”, katanya.

“Energy??”

Ya..energi untuk mengajakmu bicara…

Dan hawa dingin itu keluar lagi, aku merasakan leherku mulai disentuh oleh aura dingin lagi.

Tiba-tiba, aku merasakan cekikan dileherku, tapi karena aku tahu dia akan seperti itu, aku menggenggam pergelangan tangan yang tak kasat mata itu dan menggenggamnya erat, sampai…

Kejadian siang tadi terulang lagi.Sesosok tubuh berpakaian putih dengan celana abu-abu muncul dari udara begitu saja.Matanya marah, tatapannya menyeramkan dan dia berusaha mencekik leherku lagi. Kali ini aku sengaja melakukan ini agar dia muncul dan…

Aku melepaskan cekikannya yang belum begitu kuat, menarik tangannya dan berusaha mendorongnya kearah lemari.

Braaakk!! Suara lemari yang bertumbuk dengan tubuhnya.Aku menelan ludah dan memandangnya.Dia yang marah kemudian bangkit dan berjalan menuju kearahku lagi, sampai… dia melewati cermin di meja riasku.

Dia terpaku disana.Aku tidak tahu kenapa dia terpaku disana, dan ketika aku menatap ke arah cermin meja riasku… aku menganga kaget.

Dia… dia..dia terlihat di cermin!! DIA TERLIHAT DI CERMIN!! Bayangannya tertangkap dicermin!!Bagaimana bisa?? Hantu tidak bisa tertangkap di cermin!

“Ja..jadi kau bukan hantu??? La..lalu apa kau??!!”, kataku setengah berteriak.

Dia hanya diam dan masih terpaku, dia kemudian memutar badannya dan memandang kearah cermin, sepenuhnya.Dia seperti tersedot dengan bayangannya sendiri, dia seperti takjub dengan bayangannya dicermin.

“Siapa kau??”, tanyaku.

“Aku… wujudku..aku.. aku bisa kembali seperti ini…aku…woah…”, dia takjub melihat tangannya. Dia kemudian meraba wajahnya, meraba rambutnya, badannya, dan dia tersenyum.

Dia tersenyum.Lalu memandangku, “Fallen Angel”, gumamnya.

“He? Apa??”, tanyaku, tidak begitu mendengar suaranya.

Dia tersenyum lebar lalu berjalan kearahku.Aku kaget sekali, kenapa tiba-tiba dia tersenyum begitu? Tunggu! Apa karena dia sekarang berwujud manusia? Ah, aku masih belum yakin dia makhluk apa..tapi.. apa karena sekarang dia berwujud sama denganku dia akan mencekikku lebih kuat??!!

Aku terus berjalan menjauh ke belakang dan dia terus maju ke depan. Dia menatapku dengan matanya yang indah dan wajahnya yang tampan itu, tapi..bayangan dia mencekikku tadi..

Buuk~ suara tubuhku menumbuk tembok yang dingin dengan pelan, dan dia tetap berjalan sambil tersenyum kearahku. Andwe..andwe… dia semakin mendekat, dan mendekat. Sampai dia berhenti didepanku dan…

Aku memejamkan mata.

“Akhirnya kau datang juga, Fallen Angel.Kau datang menyelamatkanku”, katanya.

Aku membelalak kaget. “Ma..maksudmu??”, tanyaku, gagap. Astaga, jarak kita dekat sekali!! Aku seperti memandang matanya hanya berjarak 5 cm didepan mataku.Glup.

“Aku mendengar sebuah suara ketika tertidur dan dia berkata, kalau aku menemukan malaikat pelindungku, aku akan bisa hidup lagi”, katanya, dengan suaranya yang ternyata luar biasa indah itu.Rendah dan sexy.

He?Malaikat pelindung?Hidup lagi? Ja..jadi..

“Jadi… kau sudah mati?? Kau…”, aku tergagap.

“Aku tidak tahu apakah aku sudah mati atau belum tapi… ah! Akhirnya aku bisa menggunakan tubuh manusia lagi!! Yaaii~”, dia berkata dengan riang.

Dia terlihat begitu bahagia, tersenyum lebar padaku kemudian berjalan-jalan melihat-lihat kamarku dengan santainya.

Hah, apa-apaan sikapnya itu??? “Tunggu! Siapapun kau, kau harus menjelaskan siapa dirimu, kenapa kau ada disini dan apa..apa kau su..sudah pernah mati??”, tanyaku, agak gugup diakhir kalimat.

Dia memandangku, “Ternyata kau bisa bertanya lebih dari satu pertanyaan”, katanya.

Ah, iya, aku sendiri baru sadar kalau aku bisa bertanya sebanyak itu.

“Maksudku..”

“Namaku Kim Taehyung. Dulu aku tinggal disini, tapi 3 tahun lalu aku tiba-tiba ada disuatu tempat yang dingin dan aku benci tempat dingin, kau juga kan??”, katanya.

“Nee, kau..”

Dia melanjutkan lagi tanpa menggubris ucapanku, “Sejak saat itu aku tidak tahu kenapa aku ada ditempat dingin dan selalu sendiri.Sendiri sampai aku kesal dan aku bertanya, kapan aku bisa keluar dari sini?Lalu sebuah suara berkata, kalau aku bertemu malaikat pelindungku, aku akan bisa kembali lagi kedunia ini”, katanya, sambil tersenyum riang.

Dia sekarang sedang mengambili buku-bukuku dari dus dan melihatnya sambil lalu dan meletakkannya di rak.

Wow, dia santai sekali! Aku belum mendapat semua jawabanku! Aku kemudian berjalan mendekatinya.

“Kau..”

“Namaku Kim Taehyung”, katanya, sambil memandangi bukuku dengan acuh.

“Ah, Kim Taehyung-ssi..”

“Panggil saja Taehyung, tanpa ssi”, katanya.

Okay, “Taehyung, kenapa kau ada disini, dan kenapa kau bisa mati, ah aniya, kenapa kau bisa muncul dari udara dan…”

“Kan sudah aku bilang tadi, aku tinggal disini, dan aku tidak tahu 3 tahun lalu aku tiba-tiba tidur di tempat dingin dan aku mendengar suara kalau aku bertemu dengan malaikat pelindungku, aku akan kembali hidup. Ah , keren sekali bukan??”, tanyanya, dengan mata berbinar.

“Aniya, ini bukan masalah keren atau tidak, tapi tolong jelaskan dengan lebih logis. Siapa yang akan percaya..”

Dia tiba-tiba memegang pundakku.Kontan aku langsung terdiam dan kaget.

“Lihat, aku bisa menyentuhmu dan kau bisa merasakannya.Kita saling melihat, saling bicara. Apa ini bukan bukti yang jelas??”, tanyanya, memandangku dengan matanya yang luar biasa itu.

Tentu aku langsung mengangguk, karena memang aku bisa merasakan bahkan menyentuhnya, tapi..

“Tapi..”

“Hey, siapa namamu?Apa kau tidak punya komik? Semua bukumu membosankan”, katanya, santai.

Ah, aku langsung speechless. Orang ini benar-benar..aku tidak bisa menebak tingkah lakunya dan jalan pikirannya!! Ugh..

“Aku tidak punya komik, dan namaku Jung Hana”, jawabku, sedikit dingin.

“Ah, membosankan~ ya sudah, aku mau duduk-duduk saja dibalkon~”, katanya.Dia kemudian berjalan menuju ke balkon.Aku hanya menganga dan tidak habis pikir. Orang ini… astaga! Tunggu, dia manusia bukan sekarang??Aku bingung! Ah! Mengesalkan.

“Apa kau barusan bilang aku mengesalkan, Hana-ah??”, tanyanya.

HE?? DARIMANA DIA TAHU?? “Kau..darimana kau tahu??!!”, kataku, kesal.

“Aku bisa mendengar suara hatimu, semuanya.Ah, sejak kau datang ke rumah ini”, katanya, sambil membuka pintu.

Hah! Dasar hantu mengesalkan!

“Aku bukan hantu, Hana-ah~ aku manusia”, katanya.

“Mwo?? Berhenti membaca suara hatiku!”, protesku.

“Tidak bisa, seperti sudah alami saja aku mendengar suaramu”, katanya, santai.Dia kemudian berdiri bersandar dipintu yang terbuka.Cahaya bulan malam itu bersinar terang, bahkan menerpa bunga sakura dipohon yang tinggi itu.Lembut.

Aku memandangi punggung Taehyung, dan melihat rambut orangenya yang indah dan lembut, semakin indah disinari sinar bulan yang terang.Mau tak mau aku tersenyum juga dan tidak bisa berbohong kalau aku mengagumi sosoknya yang nyaris sempurna itu.

Dia kemudian berbalik badan dan menatapku, aku tentu saja kaget dan salah tingkah. Ah, dia bisa membaca pikiranku, aku lupa. Dia bersandar di pintu itu, dan memasukkan salah satu tangannya ke saku celana, dan memandangku sambil tersenyum manis.

“Terimakasih sudah memujiku tampan”, katanya, lembut dengan suara bass laki-lakinya itu.

Aku menelan ludah. Ugh.

“Kau juga manis, Hana-ah”, katanya.

“Hah, jangan berbohong. Lagipula tidak ada orang yang pernah bilang aku manis”, kataku, agak sinis.

“Tidak, kau manis kok, sungguh. Aku suka sekali melihatmu”, katanya.

Eh???

Aku memandangnya, “Kau..”

“Aku bilang, aku suka sekali melihatmu~ ah, beruntungnya aku memiliki malaikat yang manis sepertimu”, katanya, sambil tersenyum.

Rasanya jantungku..berdetak lebih kencang. Aku merasa begitu bahagia ada yang bilang aku manis… selain kedua orangtuaku. Dan ini baru pertama kalinya dalam hidupku, aku mengalami hal seperti ini…

“Cha~~ karena sudah malam, mari kita tidur”, katanya, sambil menutup pintu.

Aku langsung tersadar, “Ah, aku akan memanggil Bibi Kim dan menyuruhnya menyiapkan kamar tamu.Kamar itu selalu bersih, jadi dia tidak akan lama membersihkannya”, kataku.

“Kamar tamu?? Waeyo??”, tanyanya, sambil berjalan kearah ranjang besar di kamar ini. Ranjangku.

“Wae? Ya tentu saja agar kau tidur dengan tenang malam ini..”

“Aku akan tidur disini, ini kamarku”, katanya, kemudian duduk diranjangku.

Aku bingung, “Tapi ini kamarku…”

“Aniya, ini kamarku. Sejak kapan ini menjadi kamarmu?”, tanyanya, cuek.

Aku masih kesulitan beradaptasi dengan sikapnya yang tidak terduga itu.“Ani! Ini rumahku dan ini adalah kamarku, kenapa kau..ya!! Jangan tidur diranjangku!”, teriakku, mendekati ranjangku ketika melihat Taehyung merebahkan diri dikasur.

“Ini rumahku dan kamarku.Kau cari saja kamar lain”, katanya.

“Ini kamarku!”, teriakku, tidak kalah dengannya.

“Ugh! Kalau begitu kau mau tidur bersama??”, tanyanya, memandangku.

Aku langsung terdiam. “Ugh! Aku panggil Bibi Kim sekarang!”, teriakku, kesal. Aku kemudian keluar kamar dan mencari pelayan tua itu, dia kemudian naik ke kamarku.

“Ada apa, nona? Apa kamarnya belum nyaman?”, tanyanya.

“Aniya, aku suruh Bibi menyiapkan kamar lain di lantai dua untuk orang menyebalkan itu”, kataku.

“Orang..menyebalkan??”, tanyanya, bingung.

“Itu..dia sedang tiduran diranjangku, mengesalkan! Ya, Kim Taehyung, pergi dari kamarku dan pilih saja kamar mana yang kau inginkan”, kataku, kesal.

Dia kemudian keluar dari selimut dengan wajah kesal dan cemberut, lalu duduk diranjang, “Ini kamarku, aku tidak mau pergi”, katanya.Dia lalu bergumul lagi kedalam selimut.

“Ugh.. Bibi..tolong seret dia keluar dari kamarku sekaraaaannng.. ugh”, kataku, merajuk dengan kesal.

Bibi Kim memandangku dengan kaget, “No..nona bicara dengan siapa??”, tanyanya.

“Aiguu, itu, uhm temanku, Kim Taehyung, dia kira ini kamarnya..”

“Tidak ada orang lain dikamar ini selain nona…”, gumamnya.

“He?Apa maksudmu? Dia sedang tertidur dengan santai disana itu…”

“Maafkan saya nona, tapi..memang benar-benar tidak ada orang yang tertidur dikasur anda.. dan.. hanya kita berdua dikamar ini…”, ucap Bibi Kim, pelan.

Aku langsung terdiam, terpaku memandang pelayan tua itu. “Bibi.. tidak melihat dan mendengar dia duduk barusan dan bicara??”, tanyaku, pelan.

“Animida,,nona. Mungkin ada kecapekan, selamat beristirahat”, katanya, kemudian pergi dari kamarku dan menutup pintu.

Jantungku berdetak kencang sekali.Aku langsung shock. Si..siapa dia?? siapa Taehyung?? Dia..hantu atau manusia??!!

About fanfictionside

just me

12 thoughts on “FF/ FALLEN ANGEL/ BTS-BANGTAN/ pt. 2

  1. Firstkah? Tinggalin jejak dolooo. THOR DEMI APA LU DAEBAK!!! GUE BELUM PERNAH BACA FF GENRE BEGINIAN! AAAAAK BIKIN PENASARAN! LANJUT, GAMAU TAU! /bawa obor/

  2. Lalu Taehyung itu apaaaa?
    Kyaaaa!
    Hantu? Bukan. Katanya hidup kembali, tapi kenapa cuma Hana yg bisa liat dia? Apa bibi Kim bohong? Bibi Kim, emaknya Taehyung kah?
    Oh kak Yuna, begitu banyak tanda tanya di otakku..

  3. tiba tiba sudah tbc …. keren ff ini, lanjut lanjut lanjut… taehyung apaan ya.fighting thor. part berikutnya bisa dipanjangin lagi kh thor?.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s