FF/ BET GAMES!/ BTS-BANGTAN/ pt. 1


Title                             : Bet Games!

Author                                    : Yuura-Chan (@99070319)

Genre                          : Romance, School Life

Rating                         : PG-15

Length                         : Chaptered

Main Cast                   :

1.      Jeon Jungkook / Jungkook (Bangtan Boys)

2.      Kim Cheonsa / Cheonsa (Original Cast)

Disclaimer                   : FF ini hasil dari pemikiran author sendiri jadi mohon jangan dipkagiat ya~ dan Semua cast disini milik Tuhan YME

Author’s Note : FF ini hasil dari pemikiran author sendiri. Jadi maaf kalau ada kesamaan cerita sama cerita lain~

 Bet Games!!

AUTHOR POV  

         

“Seoul, I’m back.” Ujar seorang yeoja dengan perawakan tinggi dengan senyuman mengembang di wajahnya pertanda bahwa ia sedang dalam mood yang bagus. Kaki jenjangnya melangkah meninggalkan bandara Incheon dengan bawaan yang cukup banyak. Tiga koper besar berwarna coklat tua terlihat bertumpuk didepan troli yang dibawa yeoja itu dan sepertinya walaupun ketiga koper itu besar, koper itu sama sekali tidak berat.

Yeoja yang kini terlihat menunggu di ruang tunggu bandara ersebut berkali-kali melihat kearah arloji putihnya yang melingkar manis dipergelangan tangannya. Sudah sekitar 20 menit ia menunggu seseorang di bandara ini. Bahkan kini yeoja ini mulai menghela nafas dengan kesal dan mulai berjalan meninggalkan ruang tunggu hingga seorang namja menepuk bahunya pelan.

“Kim Cheonsa?” Yeoja yang merasa namanya dipanggil oleh seseorang itu menolehkan kepalanya kebelakang dan mendapati seorang namja tengah menepuk bahunya seraya tersenyum tipis. Memperlihatkan kesan bahwa ia tidak suka menjemput yeoja ini.

“Kau! Kenapa lama sekali hah?! Kau tahu berapa lama aku menunggu disini?!?” Bentak Cheonsa dengan kesal dan dengan cepat menepis tangan namja yang menepuk bahunya tadi. Namja yang baru saja dibentak oleh Cheonsa tadi berjalan mengambil alih troli yang dibawa Cheonsa dan berjalan terlebih dahulu meninggalkan Cheonsa yang semakin kesal dengan tingkah namja yang ada dihadapannya ini.

“Yak! Jeon Jungkook!!!” Jungkook tersenyum kecil mendengar Cheonsa berteriak memanggil namanya dengan perasaan kesal. Namja itu bahkan tanpa sadar terus mendorong troli berisi koper Cheonsa dengan senyuman kecil yang terus ia tunjukkan hingga Cheonsa berhasil mengejar Jungkook dan segera memasuki mobil yang Jungkook bawa.

“Ini rumah kita?!” Teriak Cheonsa dengan kencang saat Jungkook menyebutkan bahwa mereka berdua akan tinggal serumah. Jungkook memutarkan kedua bola matanya melihat ekspresi Cheonsa. Namja bermarga Jeon itu sudah menduga ini akan terjadi. Kerja sama yang terlalu baik antara kedua pihak membuat Jungkook dan Cheonsa kini harus bertunangan walaupun faktanya mereka berdua masih sangatlah muda.

Setiap Jungkook bertanya alasan mereka dijodohkan orang tuanya selalu saja menjawab bahwa hanya dirinya yang bisa menjaga Cheonsa ataupun sebaliknya. Jawaban yang sangatlah tidak masuk akal menurut Jungkook. Dan kepulangan Cheonsa dari beasiswanya ke Canada ini juga karena pertunangan yang dilakukan oleh kedua sahabat ini.

Jungkook dan Cheonsa melangkahkan kaki mereka memasuki rumah yang terlihat terlalu megah untuk dua orang ini. Jungkook yang memang sudah terlebih dahulu menempati rumah ini hanya melihat sahabatnya yang kini tengah melihat-lihat seisi rumah.

“Kenapa kau tidak menolak pertunangan ini Cheonsa-ya?” Gumam Jungkook dengan pelan bahkan saking pelannya hingga mungkin tidak ada siapapun yang mendengar gumaman yang baru saja Jungkook katakan. Cheonsa menghentikan aktifitasnya menatap seisi rumah dengan sejenak seraya mengalihkan pandangannya kearah Jungkook yang tengah menatapnya dengan kesal.

“Karena aku tidak ingin hubungan keluarga kita hancur.” Jungkook tersentak mendengar ucapan yang dilontar oleh yeoja yang kini berjarak cukup jauh dengannya. Bagaimana bisa Cheonsa mendengar gumamannya melihat fakta bahwa Jungkook dan Cheonsa saat ini sedang dalam jarak yang cukup jauh.

“Bukankah kau tahu sendiri bagaimana sifat appaku Jungkook-ah? Kukira kita sudah saling mengerti tentang keluarga kita satu sama lain. Ternyata hanya aku saja yang mengerti dan paham tentang keluargamu.” Cheonsa berjalan mendekati Jungkook yang tengah terdiam di ruang keluarga tersebut. Cheonsa tersenyum tipis melihat Jungkook yang kini terlihat kebingungan dengan perkataannya.

“Sudahlah anggap saja semua yang terjadi dan akan terjadi hanyalah angin semata.” Ujar Cheonsa seraya mendudukkan dirinya disofa yang terletak di tengah tengah ruangan keluarga tersebut. Sedangkan Jungkook masih terdiam diposisinya tanpa bergerak sedikit pun.

“Aku yakin itu bukan alasanmu. Kenapa kau tidak menolaknya Kim Cheonsa?!? Bukankah kau sendiri tahu bahwa appamu itu hanya mendengarkan ucapan anak bungsunya saja?!” Ujar Jungkook dengan nada sedikit kencang terdengar hampir berteriak. Cheonsa tersenyum miring mendengar ucapan yang dilontarkan oleh Jungkook. Terlintas sebuah rencana yang sepertiya akan menyenangkan jika ia dan Jungkook memainkannya dan tentu saja dengan tambahan beberapa pendukung.

“Lalu? Apa alasanku menolak pertunangan ini? Ahh~ Apakah karena Jung Nara? Pacarmu yang bodoh itu?” Jungkook mengepalkan tangannya dengan kuat berusaha menahan emosi yang kini mulai tersulut karena ucapan Cheonsa. Sebuah senyuman kemenangan terbentuk diwajah cantik sang pewaris grup KCC ini. Diam-diam Cheonsa melirik sekilas kearah tangan Jungkook yang kini sepertinya sedang berusaha menahan emosinya dengan mengepalkan tangannya kuat-kuat.

“Jadi benar-benar karena yeoja itu? Cih! Kau masih mempertahankan Nara bahkan setelah apa yang terjadi padanya? Mengapa kau begitu bodoh Jeon Jungkook?” Sindir Cheonsa dengan rasa penuh kemenangan sengaja membuat Jungkook tersulut emosinya. Senyuman yeoja bermarga Kim itu semakin melebar saat melihat Jungkook yang semakin mengepalkan tangannya dengan kuat.

“Kau!! Mengapa kau begitu picik Kim Cheonsaa?!!?!” Teriak Jungkook mengeluarkan emosi yang telah namja itu pendam sedari tadi. Cheonsa tersenyum puas melihat Jungkook yang benar-benar sudah tersulut emosinya. Berpikir bahwa Jungkook memang bodoh karena sangat mudah tersulut emosinya saat mendengar seseorang menjelek-jelekkan nama Jung Nara.

“Itu sifat yang harus kupertahankan sebagai seorang ahli waris sebuah perusahaan. Memangnya kau, terlalu mudah terpengaruh perkataan orang lain. Bahkan kau dengan mudahnya luluh dengan seorang Jung Nara yang bahkan telah membohongimu. Apakah pantas kau disebut sebagai sang ahli waris?” Cheonsa menekukkan kaki kanannya dan meletakannya diatas kaki kirinya seraya menatap Jungkook dengan senyuman kemenangan. Bagi Cheonsa Jungkook hanyalah sahabat masa lalu nya yang bodoh. Dan hal itu benar-benar menguntungkan Cheonsa.

“Apa maumu hah?!?! Kau ingin menghancurkan hubunganku dengan Nara?!?! Jangan harap aku akan membiarkanmu melakukan itu Kim Cheonsa!!” Teriak Jungkook seraya menatap Cheonsa dengan tatapan matanya yang benar-benar tajam. Terlihat bahwa Jeon Jungkook sudah benar-benar marah saat ini.

“Mauku? Bagaimana jika kita bertaruh?”

Jungkook melangkahkan kakinya mendekati Cheonsa. Dengan cepat namja bermarga Jeon itu meletakkan kedua tangannya disamping kanan dan kiri kepala Cheonsa seraya menatap Cheonsa dengan tatapan yang sangat tajam. Berusaha membuat yeoja yang tengah diapit oleh Jungkook itu gemetar.

“Kau tahu Kim Cheonsa? Bertaruh denganmu sama saja dengan mengorbankan nyawaku sendiri. Jangan harap aku akan melakukannya denganmu.” Ucap Jungkook dengan nada penuh penekanan dan terkesan mengintimidasi. Cheonsa berusaha mendorong tubuh Jungkook yang ada dihadapannya, namun usahanya sia-sia karena bagaimana pun juga Jungkook lebih kuat dari Cheonsa.

“Kau yakin? Bagaimana jika taruhannya aku akan meminta ayahku membatalkan pertunangan kita?” Jungkook mengernyitkan dahinya menatap yeoja yang hanya beberapa centi dihadapannya dengan heran. Bukankah tadi yeoja ini bersikeras menolak meminta ayahnya membatalkan pertungannya tapi sekarang, yeoja ini justru menjadikannya sebagai taruhan?

“Maksudmu?”

“Kita bertaruh, jika aku berhasil membuatmu jatuh cinta denganku sampai kita lulus maka kau harus tetap melanjutkan pertungan ini hingga kita menikah dan memutuskan hubunganmu dengan Nara tapi-“

“Kau pikir aku akan menerimanya?!!” Teriak Jungkook dengan cepat seraya memotong perkataan Cheonsa. Bahkan yeoja yang kini ada dihadapan Jungkook sedikit memundurkan kepalanya saat mendengar Jungkook berteriak. Bukan merasa takut, hanya sedikit kaget dengan Jungkook yang secara tiba-tiba berteriak. Cheonsa mendorong Jungkook dengan sedikit mengeluarkan tenaganya dan berjalan menjauhi Jungkook. Dan tanpa disadari oleh Jungkook Cheonsa sedikit berdeham bermaksud melanjutkan perkataannya yang terpotong oleh teriakan Jungkook.

 “Tapi, jika aku kalah dalam bertaruh aku akan memohon kepada appaku agar membatalkan pertunangan kita. Bagaimana? Bukankah akan sangat menguntungkan jika kau menang? Kau hanya harus mempertahankan perasaanmu pada Nara dan menjaga perasaan yeoja bodoh itu juga.” Jungkook kembali mengepalkan tangannya dengan kuat saat mendengar Cheonsa memanggil Nara dengan sebutan yeoja bodoh. Sepertinya saat ini Jungkook sangat kesal karena Cheonsa yang terus memnggil Nara dengan sebutan yeoja bodoh.

“Kau!! Jika bukan karena Nara! Aku tidak akan sudi menerima taruhanmu!!” Seru Jungkook dengan nada yang terdengar dingin membuat Cheonsa kembali tersenyum senang karena Jungkook kembali masuk kedalam perangkapnya. Jungkook yang memang tidak sadar dengan rencana Cheonsa hanya bisa menuruti kemauan Cheonsa secara tidak langsung. Sepertinya saat ini seharusnya Jungkook benar-benar harus menjauhi yeoja pewaris grup KCC ini.

Jungkook melirik arloji hitam yang melingkar dengan manis di pergelangan tangan kanannya. Ia sudah terlambat untuk menemui Nara saat ini. Dengan cepat Jungkook mengambil jaket yang ia lempar saat memasuki rumah ini dengan Cheonsa. Bermaksud meninggalkan rumah ini dan Cheonsa. Namun Cheonsa yang sadar bahwa Jungkook akan mengunjungi Nara dengan cepat menahan pergelangan tangan Jungkook menahan Jungkook agar tidak pergi karena ada hal yang belum Cheonsa selesai kan.

“Apa lagi!? Aku sudah menyetujui taruhanmu itu! Apa lagi maumu hah!?!” Jungkook membalikkan badannya menatap yeoja bermarga Kim itu dengan tatapan tajamnya. Cheonsa berjalan menuju tumpukan koper yang diletakkan oleh pelayan rumah tersebut di samping televisi dan mengambil sebuah tas tenteng yang cukup besar berwarna keemasan dan berjalan menghampiri Jungkook yang tengah menatap Cheonsa tajam.

“Berikan ini pada yeoja bodohmu itu. Mulai besok kita bertiga akan masuk sekolah yang sama. Tidak ada penolakan karena appaku tidak menerima penolakan setelah memutuskan suatu keputusan. Kau tahu itu bukan Jeon Jungkook?” Cheonsa tersenyum miring seraya meninggalkan Jungkook yang mulai pergi meninggalkan rumahnya dan Cheonsa dengan perasaan sangat kesal.

“Permainan baru saja dimulai Jeon Jungkook. Kuharap kau bisa menjaga yeoja bodohmu itu dengan baik. Hahaha”

To Be Continued…

Author Note’s  : Gimanaaa??? Ini baru prolog loh~ makanya Cuma sedikit dan belum panjang-panjang. Mungkin di chapter kedepannya bakalan panjang juga. Oh iya, author masih rada bingung mau masukin cast OC siapa lagi disini. Kalian punya nama cast yang bagus? Kalau punya mention twitter author aja ya~ Author masih rada bingung buat nyari nama OC soalnya. Jadi mohon bantuannya ya readers~ Kalau beruntung nanti bakalan author masukin ke FF ini atau enggak dijadiin FF lain. Eottokhae? Ini twitter author @99070319 , jangan lupa comment ya~

About fanfictionside

just me

2 thoughts on “FF/ BET GAMES!/ BTS-BANGTAN/ pt. 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s