FF vignette/ ABOUT YOU – JIMIN’S story/ BTS-BANGTAN


‘Park Jimin & Lee Seung Ah’

(Author tetap by Taebo)

 

 Jimin

***

 

“GOOD ACTING!”

 

***

 

Perkumpulan pemuda-pemuda ini biasanya ada saat tengah malam. Mengadu sang mesin satu sama lain. Bertarung dimalam hari, siang hari hanya bisa berdiam diri tak tertentu arah. Entahlah, tapi bagi Jimin itu pekerjaan yang membuang-buang waktu. Dari pada menganggur, siang harinya mending di pergunakan untuk bekerja. Seperti dirinya yang bekerja sampingan sebagai badut collection di toko daging dekat rumahnya

 

Dinyalakannya motor besar Jimin, motor yang selalu setia melawan musuh-musuhnya saat tengah malam seperti ini. Motonya? Ah.. mana mungkin Jimin sanggup membeli motor keren ini. Ini milik temannya Jung Ho Seok. Sangat baik bukan? Ia meminjamnya secara Cuma-Cuma.

 

Beberapa wanita berpakaian minim bersiap di depan garis start. Satu diantara mereka memegang bendera untuk memulai pertandingan. Sedangkan lainnya sibuk menggoda peserta yang ingin mengadu. Termasuk Jimin.

 

‘Cih.. kalau bukan karena Seung Ah aku tak akan pernah sudi berhadapan dengan gadis-gadis ini. Mereka lebih terlihat seperti cacing kepanasan, bergeliat sana-sini’ pikirnya, menatap jijik wanita seksi di sampingnya.

 

 

“Oke boys. Ready? GO!”

 

Gadis itu menyapu udara dengan bendera putih hitam di tangannya yang ia angkat tinggi-tinggi tanda Jimin dan yang lainnya bisa memacu mesin gesit ini. Beberapa pasang mata menyorotnya tajam. Tak terkecuali semua lawan Jimin yang tersenyum mengerikan. Mereka tampan, hanya saja terlalu licik jika disebut manusia. Jimin rasa yang baik hanya Jung Ho Seok dan kekasinya Seung Ah.

 

 

 

 

CITTTT!!!

 

 

Baru beberapa meter motor Jimin melaju, tiba-tiba oleng begitu saja. Bukan, bukan kesalahan mesinnya….

 

 

“Aishh. Ini licin….”

 

 

Dilihatnya ceceran cairan hitam pekat di aspal. Itu oli motor!

 

Jimin berusaha bangun dari dinginnya aspal jalanan yang menubruk keras. Sangat sakit dibagian samping kepala. Entah sudah berapa kali ia mengalami hal ini.

 

 

“Bagaimana Park Jimin?” orang itu – Kim Nam Joon- mendekati Jimin dengan sepeda motornya yang sudah sukses di tumpangi wanita gila tadi. Dia menampakkan senyum mengerikan itu lagi. Tak lama berselang, datanglah rombongan sintingnya.

 

“Aww..shh” Jimin merasakan darah merah megucur di bagian pelipis dan kepala bagian kanannya. Yang benar saja, aspal itu benar-benar membentur di bagian kepala.

 

“Hahaha. Jebakan mu berhasil hyung” salah satu diantara mereka membuka suaranya.

 

“Terima kasih Jeon Jungkook kau memang selalu membantuku” jawab Nam Joon pada teman nya itu.

 

Jimin mecoba mendirikan motornya, tak memperdulikan tatapan mengerikan Nam Joon dan teman-temannya itu. Menyakinkan diri sendiri bahwa mesin ini tidak rusak. Dia harus bilang apa pada Ho Seok nanti eoh kalau mesin mahal ini sampai hancur?

 

“Dan ini bayaranmu. Mau kau menang ataupun kalah pun, mukamu akan tetap membiru Jimin-a” Lanjutnya, ia memberikan beberapa gepok uang lalu melemparnya ke sembarang. Selanjutnya ia memberikan aba-aba pada sekawanannya untuk segera pergi.

 

Nam Joon benar, mau kalah atau pun menang toh Jimin hanya mendapatkat wajahnya yang membiru dipukuli teman-teman Nam Joon. Terakhir kali ia menang, pulang dari pertandingan ia dipukuli habis-habisan hingga ia mengalami keadaan kritis. Tentu saja hal ini disembunyikan rapat-rapat oleh Jimin dari Hoseok dan Seung Ah.

 

 

“Dasar orang sinting . Aishh.. ini benar-benar parah. Sakit sekali” Jimin memegangi kepala nya yang terasa nyeri akibat benturan tadi. Darahnya masih menetes deras.

 

 

Beberapa menit berlalu, Jimin yang sudah merasa baikan dengan kondisinya, buru-buru pergi dari tempat suram itu.

 

 

Ddrrtt.. drttt..

 

 

Suara getaran benda digitalnya menyumbul dari dalam kantong jaketnya. Merasa terganggu, lantas ia memberhentikan sepeda motornya di pinggir jalan.

 

“Temui aku di taman seperti biasa mala ini. Kejutan di hari jadi tahun ke tiga untuk mu”

 

Senyumnya mengembang kala ia membaca pesan dari Seung Ah. Tak biasanya ia seromantis ini. Biasanya Seung Ah hanya memintanya untuk membelikan es krim untuk hari jadi mereka. Kali ini berbeda, benar-benar menbuat Jimin tak henti-hentinya tersenyum.

 

“Tinggal sentuhan terakhir. Kalau begini kan aku tak usah mengatur rencana ku. Aku harap uang ku cukup” gumam Jimin.

 

^

 

“Bagaimana pesananku?” Ujar Jimin saat memasuki toko perhiasan yang ia singgahi. Pelayan itu kemudian menyerahkan satu kotak benda bewana merah.

 

“Sesuai pesananmu” Jawab pelayan itu diiringi dengan senyumannya.

 

 

“Uang yang kuberikan kemarin tidak kurang kan? Kalau kurang, kau harus menunggu sebulan lagi. Balapan tingkat menengah bulan depan. hehehe” Pelayan itu hanya terkekeh menanggapi ucapan Jimin

 

 

Dibukanya kotak merah itu. Kilatan cahaya yang terpancar dari benda kecil itu terlihat menawan. Sentuhan beberapa berlian merah muda di sana menambah kesan mewahnya. Ditambah bagian belakangnya, diukir nama inisial dirinya dan juga Seung Ah. Cincin bergagang silver itu berhasil membuat Jimin terpesona, senyumannya semakin mengembang tatkala manik matanya memandang benda itu.

 

To : Hoseok Hyung

 

‘Hyung, aku akan melamar pacarku malam ini. Kau tunggu saja kabar baiknya nanti. Aku akan menyusul mu dan tunanganmu itu’ ­­–sent-

 

 

“Dan ini bonus untukmu Park Jimin-ssi. Aku lihat kau senang sekali. Chukkae” Pelayan itu memberikan sebuket bunga mawar pada Jimin. Senyuman yang sedikit dipaksakan terlihat diraut wajahnya.

 

“Terima kasih Jung Seo Ra” jawab Jimin kemudian berlalu meninggalkan tempat itu.

 

^

 

21.00 PM KST

 

Jimin sampai di tempat yang dijanjikan oleh Seung Ah. Matanya menyelusuri tiap sudut taman yang gelap, yang hanya di terangi oleh beberapa lampu taman saja.

 

Iris matanya menangkap, satu tempat yang terlihat menonjol. Lampu-lampu kedap kedip bewarna merah muda terlihat di sekitar satu sudut taman itu. Beberapa balon berbentuk hati menyapa mata Jimin dari kejauhan. Seperti sudah ditata dengan sempurna.

 

“Ahh.. aku semakin yakin kau memang calon istriku yang baik” Gumam Jimin.

 

Bunga mawar tadi disembunyikan di belakang tubuhnya. Kotak merah tadi pun di taruh dengan hati-hati di kantung celananya. Bercak darah kering yang tersisa di pelipisnya ia bersihkan dengan tangannya walaupun hasilnya sia-sia. Bercak itu masih ada, memar biru pun mulai mencuat ke permukaan kulit Jimin. Nyeri itu datang lagi.

 

“Shh.. tak apa Jimin. Ini bentuk usahamu. Fighting!” Jimin menyemangati dirinya sendiri. Lalu kakinya ia langkahnya menuju tempat itu.

 

 

 

 

 

 

“Eeoh. Hoseok Hyung?”

 

Panggil Jimin ketika melihat Hoseok duduk di salah satu bangku taman tersebut. Heran? Tentu. Harusnya Seung Ah yang di liatnya lebih dulu. Yang dipanggil kemudian menoleh ke arah Jimin. Tatapan lembutnya berubah seketika menjadi tatapan sama seperti Namjoon. Menyeramkan.

Satu sudut bibirnya terangkat. Kedua tangannya dihempaskan di punggung kursi taman tersebut.

 

Jimin terus saja memandang heran teman nya itu. Pegangan bunga mawarnya ia kendorkan sedikit.

 

“Sedang apa?” Tanya Jimin –lagi-

 

“Berkencan” jawab Hoseok tanpa memandang Jimin. Tatapannya masih memandang lurus kedepan.

 

“A.. a-apa dengan Cho Ahra noona?” Hoseok mengangguk.

 

 

 

“K-knapa. . eh. Ta-tapi i.ini tempat aku akan melamar Seung Ah. Kau tak salah tempat kan?” Hoseok menggeleng lagi menanggapi ucapan Jimin.

 

 

 

 

“Eoh? Park Jimin?”

 

Suara itu. Jimin mengenalnya.

 

 

“Seung Ah?”

 

 

“Sedang apa?” Jimin mnegeryitkan dahinya heran. Apa? Apa yang barusan dia katakana? Sedang apa? Bukankah dia yang mengajaknya kesini?

 

Jimin bertambah bingung. Saraf otaknya mencoba menyusun puzzle-puzzle yang ada. Di tatapnya Hoseok dan Seung Ah secara bergantian.

 

 

“Aku yang mengundangnya” Hoseok memerkan satu buah handphone ditangannya. Di goyang-goyangkannya benda itu beberapa kali. Jimin kenal betul itu milik siapa.

 

Tubuh Seung Ah menegang seketika. Keringat dingin menjelajahi tubuhnya.

 

 

Hoseok membenarkan posisi duduknya, dihempaskan nafasnya kasar mencoba menetralkan saraf-saraf nya yang sedikit kaku.

 

“Oke. Park Jimin, ini tunanganku. Cho Ahra. Dan kau Cho Ahra, ahh bukan.. haruskah aku panggil Lee Seung Ah?” Hoseok menaikkan satu alisnya.

 

 

CREKK!

 

 

Puzzle itu sudah terasa rapih sekarang. Jimin mulai memahami satu persatu penjelasan Hoseok. Bunga cantiknya sudah dihempaskannya ke tanah. Beberapa kelopaknya terlepas dari tangkainya.

Mulutnya membentuk huruf O.

 

“Cho Ahra, hubungan kau aku, dan Jimin sampai disini” ucap Hoseok lagi setelah keheningan melanda mereka. Gadis itu hanya tertunduk, badannya bergetar menahan tangis yang ia coba sembunyikan.

 

“Cih. Ini kah kejutanmu eoh? Lebih baik aku babak belur ditangan Namjoon dari pada harus hatiku yang kau buat seperti ini! Dan ini, ambilah cari tunangan yang lain! Jangan kau incar aku atau pun Hoseok hyung!” Kotak merah tadi diambil Jimin dari kantong nya kemudian ia lempar kasar ke tanah, membuat isinya menyumbul keluar tergeletak di genangan air yang datar. Warna indahnya sudah tidak terlihat, benda itu sedikit suram mengingat penerangan disana terbatas.

 

Dimajukan langkah Jimin ke depan Gadis itu. Ia mendorong keras satu bahu Seung Ah.

 

“HAH! SHIT!” teriak Jimin tepat di depan wajah Seung Ah yang tertutupi rambut panjangnya.

 

“Kajja hyung! Oh ya hyung, terima kasih dekoran lampunya sangat indah. Ah tidak jadi, ini tidak indah. Ini terlihat menyeramkan. Gadis iblis ini menghalangi keindahannya” Ia memandang kilauan lampu-lampu itu sebentar lalu beranjak pergi dari sana diikuti Hoseok dibelakangnya.

 

 

‘Cih. Akting yang bagus Lee Seung Ah’ desisinya~

 

 

fin

 

 

 

Gimana? Aneh yak? Gajelas? Kalao gak kece map yak -,-

Hahaha.. yang ini bener-bener udah mentok. Wkwk

Kasih komen nya okeh😀

About fanfictionside

just me

7 thoughts on “FF vignette/ ABOUT YOU – JIMIN’S story/ BTS-BANGTAN

  1. Nappeun yeoja -_- udah bruntung dapet jimin , eh malah nyari hyo seok !!! Oh my bebeb jimin come here aku akan mengobati penyakit Galau mu xD

  2. Cewek pengkhianat -_- kasian jimin sama hoseok tauk -_- sini hoseok,jimin *melukmerekaberdua* *dihajararmy* #abaikan
    Endingnya benar2 gabisa aku duga loh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s