FF/ THE ONE I LIKE YOU/ BTS-BANGTAN/ pt. 3


Title     : The One Like You (Part 3)

Cast     : Kim Seok Jin              (Jin Bangtan)

Han Min Ji                 (OC)

Min Yoongi                 (Suga Bangtan)

Nam Ji Hyun               (OC)

Jeon Jungkook            (Jungkook Bangtan)

Jung Hae Rin               (OC)

Other   : Nam WooHyun          (Woohyun Infinite)

Jung SooJung             (Krystal FX)

Han Ji Min                 (Actress)

Bangtan Member’s

Author: Jeon Vi jae     (@akuyeoja99)

Genre  : Romance, Sad (Maybe), NC-17 / 21 (Maybe), Marriage Life, School Life

Rating  : PG/?

Disclaimber     : ahoy~ *lambai lambai ceria* aku bawa chapter 4 lho xD mungkin ini agak jadul bingitzz ya, dicerita ini dominan Yoongi- Minji dan Jin- Krystal lho. RCL ditunggu. Mian kalo ada salah kata😦 bai bai,,,, ARTIS MILIK TUHAN DAN FANS. Ini hanya Fanfic semata. Maaf atas kemunaaan saya oke! Syudahhh ayo kita langsung aja.

 

THE ONE YOU PT. 8

 

 

Cuplikan Part 3

“kau, kau berubah sekarang. Mana janjimu, katamu kita akan bahagia bersama. Dan sekarang? Cih. Kau mengabaikanku”

“semoga kau bahagia”

“TAPI, APA DIA SEBEGITU TIDAK LAKUNYA APA SAMPAI MAU- MAUNYA MENIKAH DENGANKU?????”

‘apakah namja ini yang akan dijodohkan denganku?’ batin Minji

 

 

*HAPPY READING*

Jin Pov~

Kuedarkan pandanganku ke arah lorong, sepi. Tak ada orang satupun. Terakhir kali aku melihatnya. Ya, Minji. Gadis itu menolong Yoongi? Aku sungguh tak mengerti jalan fikiran gadis itu. Bisa- bisanya ia menantang maut dengan melanggar garis yang telah ditentukan di tepi lapangan. Terakhir kali tadi juga aku melihat ekspresi Yoongi. Entahlah seperti kaget menurutku. Aku hanya memandangi ekspresinya, tapi setelah itu ia menolongnya dan membawanya ke UKS. Sempat muncul difikiranku. Apa ia dan Minji saling kenal? Kalau tidak kenal, pasti tidak mungkin Minji menolong Yoongi kan? Kali ini aku telah sampai di depan UKS, kuedarkan pandanganku keruangan itu. Bukankah tadi Yoongi dan Minji serta kawannya ada disini? Tapi kemana mereka sekarang?

“iya. Sunbae memang tampan”

Apa yang baru saja tertangkap oleh telingaku. Tampan? Kuputuskan untuk melihat ke jendela. Ah benar, Yoongi dan Minji tengah berbincang. Apa yang sedang mereka bicarakan. Kudekatkan lagi telingaku(?) dan ku harap aku bisa mendengar perbincangan mereka.

Hening. Tak ada suara.

“hiks hiks huweeee”

Kuusap alat pendengaranku. Apa- apaan dia, menangis dengan sekencang itu. Membuat telinga sakit. Untung tadi aku tidak copot jantung mendengarnya. Cih! Dasar gadis idiot.

“ayolah anak manis.. jangan menangis. Kau mau apa? Permen? Coklat? Ayolah”

Cih! Ternyata Yoongi bisa juga bersikap manis, biasanya ia tak akan bersikap manis kepada yeoja. Haha, baginya yeoja itu adalah sampah yang terbuang. Mana harga dirimu Yoongi. HAHAHAHA. Kudekatkan badanku, ingin melihat bagaimana ekspresinya. Sial, tidak kelihatan. Ku geserkan badanku

PRAK!

Sial! Aku menabrak sampah lagi. Segera kubersihkan sampah itu. Aku kan murid baik dan cinta lingkungan mana mungkin ku biarkan sekolahku kotor dengan 1 sampah saja (patut ditiru ‘-‘)b)

“Kau?!”

Kudongakan kepalaku ke atas. Terlihat ekspresi Yoongi yang kaget melihatku. Segera ku pasang ekspresi dinginku padanya.

“Yoongi”

“untuk apa kau kemari? Bukankah seharusnya kau menemui pelatih?” tanyanya padaku. Aku hanya menghembusakan nafas kasar

“kenapa? Apa aku tak boleh kemari? Sudah. aku sudah bertemu pelatih” jawabku singkat dan dingin. Sedangkan Yoongi, hanya mengeluarkan cengiran idiotnya.

“ani hyung.. hehe bolehlah kau kemari. Ah, ayo hyung masuk” Yoongi menarikku kedalam ruang UKS. Kulihat yeoja itu tengah menundukkan kepalanya.

“HEI GADIS BODOH” sial, gadis itu tak menyahut ucapan Yoongi. Kulihat ia terus menunduk. Apa dia mengantuk?

“YAK GADIS BODOH!!!!” segera kututupi telingaku dengan kedua tanganku. Kulihat gadis itu segera bangun, ia juga terkaget sama sepertiku. Yak! Apa- apaanmereka. Bisa- bisa telingaku sakit dekat mereka berdua.

“Yak! Yoongi apa- apaan kau ini? Kau ingin mengirimku ke dokter THT apa?” sial, namja itu nyengir lagi.

“hehe, maaf hyung. Habis gadis ini menyebalkan” ia – Yoongi- mengalihkan pandangannya kegadis itu.

“hei, ini temanku”

“apa?” gadis itu tuli apa? Yoongi sudah bicara sekencang itu, tapi ia tak mendengarnya. Hei benda apa itu berwarna putih yang terselip ditelinganya? Segera kuambil sumpalan benda itu di telinganya.

“YAK! GADIS BODOH. TERNYATA KAU MEMAKAI HEADSEAT TADI? TAHUKAH KAU PITA SUARAKU HAMPIR PUTUS KARNAMU” Yoongi mulai berteriak lagi, akupun juga kesal melihat tingkah gadis ini. Ingin sekali rasanya membunuhnya sekarang juga. Kalau tak ada undang- undang, pasti sudah kubunuh dia.

“hehe, mian sunbae. Hehe. Yak! Jin? Kenapa kau ada disini?” aku mulai menatap malas dirinya.

“ka.. kalian sudah saling kenal eoh?” Yoongi menatapku intens

“eoh” satu kata mulai meluncur di bibirku.

“hyung, bisa- bisanya kau berteman dengan alien ini”

“YAK! AKU BUKAN ALIEN EOH” jinja. Kenapa mereka benar- benar cerewet eoh?!.

“eoh? Yoongi Minji kalian sudah lama hah? Eoh Jin???” segera kutolehkan kepalaku kebelakang. KRYS… KRYSTAL

 

**********************************************************************

Krystal menatap Jin dengan kaget, bagaimana bisa ia kemari? Gumam gadis itu. Perlahan Jin mendekat ke arah Krystal. Krystal hanya bisa menundukkan kepalanya. Ia gugup harus berkata apa jika namja itu bertanya padanya soal ‘itu’ lagi. Sungguh ini membuat Krystal sakit kepala. Jin melewati Krystal begitu saja. Sebelum ia pergi, Krystal sempat mendengar suara Jin “temui aku di atap sekolah” stelah itu Jin melesak keluar ruangan. Dipandanginya Jin telah menjauh dari ruang UKS, dan diikuti dengan Yoongi. Krystal menatap Minji dan berjalan kearahnya.

“oh ya Minji, sekarang aku harus mengobati luka kepalamu dulu” Minji –gadis itu- menatap Krystal intens. Berbagai spekulasi timbul dibenaknya. Tentang hubungannya dengan Jin. Tentang ucapannya waktu diatap sekolah. Itu seolah sebagai pengganggu yang selalu menghantuinya.

“Krystal” merasa namanya dipanggil gadis itu mendongakan kepalanya dan menatap Minji

“eoh?”

“ehm.. kudengar kau dekat dengan Jin? Benarkah itu?” Krystal menghembuskan nafasnya kasar. Mungkin saatnyalah gadis itu tak bersikap dingin lagi dengan teman sebayanya.

“ne, aku memang dekat dengan Jin”sambil terus mengobati lukan ya

“lantas, apa benar kau berpacaran dengannya?” Krystal hanya tersenyum kecut. Dan menghentikan aktivitasnya. Dan menatap Minji lekat, lalu menundukan kepalanya.

“ne, aku memang berpacaran dengannya. Tapi sekarang? Aku harus melepaskannya untuk orang lain”

“apa? Melepaskannya untuk orang lain? Maksudmu apa Krystal?”

“huh.. begini, dia akan dijodohkan. Pernikahannya tinggal 3 bulan lagi. Ia kemarin melamarku, tapi aku menolaknya, kau tau kan tidak mungkin aku mau menikah dengannya diusia muda. Meskipun aku sangat menginginkannya”

“aku tahu ini akan membuatnya sakit hati. Tapi apa dayaku? Aku juga manusia. Aku ingin mengejar mimpiku. Meskipun aku harus meninggalkan Jin”

“bukankah itu kejam?” Krystal menundukkan kepalanya

“iya, memang itu kejam. Tapi inilah yang terbaik untukku dan dia. Kami harus membuang impian kami tentang masa depan” Minji terperangah. Apa? Impian? Masa depan?

“maksudmu apa? Sungguh aku tak mengerti. Impian? Masa depan?”

“iya, aku dan Jin harus mengubur dalam- dalam impian kami berdua”

Baru saja Minji ingin melayangkan pertanyaan. Terdengar bel yang menggepa didepan ruang UKS. Minji pun mengurungkan niatnya untuk bertanya kepada Krystal. Mungkin lain waktu gumam gadis itu dalam hati.

“ehm.. Krystal aku pergi ke kelas dulu ya. dan terima kasih untuk obatnya ne”

Krystal bangkit dari duduknya sebelum Minji pergi meninggalkan UKS, lebih tepatnya gadis itu berada di ambang pintu.

“Minji”

‘ne” gadis itu menoleh dan menatap Krystal penuh tanda tanya.

“bisakah kita menjadi sahabat? Ehm, kau jangan beritahu siapa- siapa ne tentang Jin yang akan menikah bulan depan. Kau mau kan?” Minji tersenyum tulus, ia segera menjawab pertanyaan gadis itu

“pasti Krystal, dan untuk Jin. Aku tak akan memberitahu kepada orang- orang. Tenang saja. Yasudah aku telat. Bye Krystal” Minji melambaikan tangannya kearah gadis itu, Krystal hanya tersenyum kearah Minji, dan menatap punggungnya yang semakin menghilang

*************************************************************************

#TAMAN BELAKANG SEKOLAH#

Yeoja dengan jas dokter melangkahkan kakinya menuju sebuah halaman. Sambil meletakkan tangannya diantara saku jasnya. Ia tetap berjalan. Kini ia telah sampai di taman belakang sekolah, diedarkannya pandangannya. Mencari- cari sosok yang ingin ditemuinya, bingo! Dia disana. Sedang bersandar dibawah pohon sambil menundukkan kepalanya. Sebuah angin menerpa wajah tampannya. Yeoja itu terdiam, lantas ia melanjutkan perjalanannya. Ya, ia menghampiri namja tersebut. Namja tersebut menoleh kearah yeoja itu dengan tatapan sendu.

“ada apa? Cepat. Aku tak punya banyak waktu” ucap sang yeoja itu dengan ketus, ia tak mau bertele- tele. Semakin cepat ia bicara semakin cepat ia meninggalkan tempat ini.

Tiba- tiba sang namja menariknya kedalam pelukannya

“maafkan aku Krys, maafkan aku” tak terasa air mata mengalir dari matanya.

“kenapa kau harus minta maaf? Kau tidak salah. Memang kita yang tidak jodoh” namja itu –Jin- melepaskan pelukannya dan mendorongnya tepat dipohon tempatnya bersandar tadi.

“kenapa Krys? Kenapa?”

“kenapa apanya?”

“kau, kau berubah sekarang. Mana janjimu, katamu kita akan bahagia bersama. Dan sekarang? Cih. Kau mengabaikanku”

“aku tidak mengabaikanmu” Jin menggenggam tangan Krystal dengan erat. Krystal sedikit tersentak dengan perbuatan Jin

“aku janji Krys, aku janji. Aku akan menghentikan pernikahanku” buru- buru Krystal melepaskan genggaman tangannya dari Jin

“kalau kau tak bisa?”

“aku..”

“SUDAHLAH JIN! KAU LUPAKAN SAJA SEGALANYA! LUPAKAN KITA PERNAH SALING MENCINTAI! KARNA AKU TAK KUAT! AKU TAK KUAT MELIHATMU HARUS BERSANDING DENGAN YEOJA ITU! Hiks..” segera Jin mendekap Krystal yang terisak, mencium kepalanya agar sang yeoja bisa tenang. Hening. Tak ada percakapan diantara mereka.

“aku sangat mencintaimu.. sangat mencintaimu” ucapnya seraya mencium pucuk kepala gadisnya.

 

****************************MINJI POV**************************************

Membosankan, kini kelasku kosong. Katanya sih Suho saem sedang pergi. Ada rapat mendadak untuk kelas 3. Aku hanya menghela nafas. Jihyun dan Haerin juga merasakan hal yang sama. Percakapan pun tak dimulai karna kami yang sibuk dengan tugas Suho saem tadi. Oh ya, kemana teman sebangkuku itu. Apa dia keluar? Cih. Kami susah- susahnya mengerjakan tugas kelompok, dia malah enak- enakan keluar. Aku merasa seperti ingin pipis. Akupun berjalan kaluar kelas, tapi Haerin menatapku dengan tanda tanya.

 

“kau mau kemana?” tanyanya padaku

“aku mau pergi ke toilet sebentar”

“mau aku temani?”

“oh ani. Tidak usah. Kau kerjakan saja dulu tugasnya. Ngomong- ngomong kalian lihat Jin tidak? Seenaknya saja dia, tidak mengerjakan tugas” ucapku dengan emosi. Jihyun menggelengkan kepalanya

“molla, ia bilang ia ingin keluar sebentar tadi. Dan menitipkan tugasnya pada kami” ucap Jihyun

“oh ya, Minji, kalau kau bertemu dengannya. Kau bilang ya, cepat kekelas”

“baik Haerin. Nanti kalau aku bertemu dengannya”

Akupun berjalan keluar kelas. Tak selang beberapa menit, akupun menghela nafas lega. Eh, kenapa aku tidak berjalan- jalan keliling kelas. Lumayan lah, daripada dikelas terus. Aku berjalan terus melewati kelas, ruang guru, dan sial.

 

Sial! Aku bertemu dia lagi. Batinku. Dilihatnya namja itu tengah berjalan kearahnya sambil membawa buku. Tatapannya tajam, seperti menusuk. akupunmenundukkan kepalaku dan segera ingin berlari

“hei, kau sudah sembuh?”

Aku menghentikan langkahku, dan menoleh kebelakang. Kulihat tatapannya melunak.

“ehm.. sudah sunbae” jawabku dengan kikuk

“baguslah, oh ya terima kasih kau sudah menolongku tadi” apa? Namja itu berterima kasih. Wah baguslah. Aku kira ia akan marah seperti tadi

“oh ya, sunbae mau kemana? Kenapa membawa buku sebanyak itu?” tanyaku padanya

“oh, ini. Aku ingin keruang guru”

“mau aku bantu?”

“tidak usah aku bisa sendiri” segera kuraih buku- bukunya

“sunbae tak usah sungkan begitu. Aku tahu sunbae pasti kesusahan. Lihat saja. Buku- buku itu lebih tinggi darimu hehehe” akupun segera berlari meninggalkannya.

“hei! Dasar! Kau mengataiku hah?” ia pun segera mengejarku.

 

Kini kami telah didepan ruang guru. Aku menghela nafas panjang. Capek sekali eoh! Tak selang beberapa detik Yoongi sunbaepun datang. Ia juga sama menghela nafasnya.

 

“Yak! Kau cepat sekali larinya” ucapnya padaku. Aku hanya terkekeh

“hehehe maaf sunbae ._.v” ucapku membentuk tanganky menjadi huruf V. Aku dan Yoongi sunbae memasuki ruang guru. Kulihat Sungyeol saem tengah duduk- duduk sambil meminum minumannya. Aku segera meletakkan buku di atas meja

“ini bukunya saem”

“oh terima kasih. Oh ya, bukankah kau anak baru? Ucapnya padaku

“ne songsaenim” akupun membungkukan tubuhku 90˚. Kutatap Yoongi sunbae heran. Kenapa ia melamun begitu? Ucapku dalam hati

“su.. sunbae” lambaian tanganku menyadarkan lamunanya

“oh baik saem kami pamit dulu” tiba- tiba Yoongi sunbae menarikku keluar ruang guru.ditariknya tanganku, melewati lorong sekolah. Ya, kami tepat dilobi sekolah ini.

“duduklah” ia menyuruhku untuk duduk. Aku segera menduduki kursi lobi dan masih menatap Yoongi sunbae.

“benarkah kau Minie?” tanyanya padaku. Aku mengerjab- ngerjabkan mataku. Yoongi sunbae memelukku sangat erat. Sampai aku tak bisa bernafas.

“kemana saja kau? Aku merindukanmu. Aku Suga, Suga teman kecilmu Minie” aku terkesiap. Benarkah dia Suga? Teman kecilku? Cinta pertamaku? Rasanya mustahil.

“benarkah kau Suga? Suga si cerewet itu?” aku segera membalas pelukannya. Tapi, buru- buru dilepas kembali olehnya

“YAK! SUDAH KUBILANG! AKU TAK CEREWET!” aku menjulurkan lidahku didepan Suga. Saat aku melihatnya cemberut, sifatnya sama seperti dulu. Tak pernah berubah.

“hehe Suga. Kau itu. Aku sangat merindukanmu. Sejak kapan kau meninggalkan Jepang?”

“sejak 2 tahun lalu. Aku selalu mencarimu. Sampai aku mulai frustasi”

“mian, aku fikir kau akan selamanya disana” ucapku sedih. Setelah itu kami berbincang lama.

 

***************************************************************************

Yoongi dan Minji menyusuri tiap kelas, tentunya sambil berbincang- bincang. Entah apa yang mendasari mereka ingin terus berbicara, sambil bernostalgia bersama. Saat mereka lewat di taman belakang sekolah, mereka seperti mendengar percakapan.

“kau, kau berubah sekarang. Mana janjimu, katamu kita akan bahagia bersama. Dan sekarang? Cih. Kau mengabaikanku”

Samar- samar mereka mendengarkan suara

“Min, kau dengar sesuatu?” tanya Suga pada gadis yang ada disebelahnya,

“iya. Aku mendengar suara seseorang bertengkar”

Suga mengalihkan pandangannya dibawah pohon. Ia segera menarik tangan Minji untuk bersembunyi, tentunya dibalik tembok. Minji yang heran dengan kelakuan Suga segera menginterogasinya.

“ada apa ga?” tanyanya

“sssttt”

Minji mengalihkan pandangannya kearah Suga memandang, ya ternyata disitu terdapat Jin dan Krystal yang sedang bertengkar.

Itukan Jin. Minji bertanya dalam hati. Mereka mendengar semua percakapan Jin dan Krystal.

“SUDAHLAH JIN! KAU LUPAKAN SAJA SEGALANYA! LUPAKAN KITA PERNAH SALING MENCINTAI! KARNA AKU TAK KUAT! AKU TAK KUAT MELIHATMU HARUS BERSANDING DENGAN YEOJA ITU! Hiks..”

Pasti hati Krystal sakit sekali. Lagi-lagi Minji berkata dalam hati. Dan saat Jin akan meninggalkan Krystal. Buru- buru Suga menarik Minji meninggalkan tempat itu. Suga dan Minji bertanya- tanya dalam hati. Bagaimanapun Suga juga sahabat Jin, ia tak ingin melihat sahabatnya itu ada masalah.

“aku kasian dengannya” Suga akhirnya buka pembicaraan

“memang kau tahu kalau Jin akan menikah?” tanya Minji pada Suga. Suga menatap Minji dan menghela nafas. Suga menaruh kepalanya ke kanan dan menatap Minji. Ternyata Minji juga ikut- ikutan menaruh kepala tapi kearah kiri

“ne.. aku tau. Yak! Kau ini bagaimana?? Aku ini sahabatnya? Mana mungkin aku tak tau”

PLETAK!

“YAK! APPO…” Minji mengusap- usap kepalanya yang terkena jitak Suga. Sedangkan Suga, ia hanya tertawa lepas. Minji melihatinya dengan mulut menganga. Bisa- bisanya ia senang diatas penderitaan orang. Ingat! PENDERITAAN ORANG.

“HAHAHAHAHA….. HAHAHAHA.. SUDAH LAMA AKU TAK MENJITAKMU”

“YAK! APA- APAAN KAU?!” Minji memanyunkan bibirnya, dan berjalan meninggalkan Suga

“YAK! MINJI TUNGGU” tanpa pikir panjang Suga mengejar Minji dan menarik tanganya. Suga menatap mata Minji dengan lamat. Ditaruhnya tangannya di pundaknya.

DEG DEG

Sial jantungku. Umpat Minji dalam hati

“kau marah? Aku bercanda yah” buru- buru Minji mengalihkan pandangannya kebawah sehingga ia menatap lantai.

“tidak..” Suga yang kesal akibat lawan bicaranya ini tidak menatapnya kini segera menarik dagu sang gadis, sehingga Minji kini menatap Suga. Suga mendekatkan wajahnya kearah Minji. Sesenti lagi… dan.. Minji yang tersadarpun segera mendorong Suga dan menjauhkan wajahnya.

“mian Suga”

“tak apa” hanya itu ucapan Suga

“oh ya, aku kembali ke kelas ne. Paipai Suga~” Minji beranjak pergi dari tempatnya, Suga hanya menatapnya lamat. Aku ditolak ya. batin Suga.

“maaf Suga.. maaf” Minji pun bergumam dalam hati. Ia tak tega melihat Suga seperti itu. Kini pikiran sang yeoja itu beralih kepada Jin dan Krystal sekarang. Entah banyak pikiran gadis itu yang selalu memikirkan namja itu. Entahlah.

 

 

***************************************************************************

#AT MINJI’S HOUSE#

Minji merenggangkan otot- ototnya, pegal yang dirasakan gadis itu. Dilihatnya eommanya sedang memasak di dapur. Minji berjalan kedapur dan segera memeluk sang ibu.

“eomma”

“Yak! Kau mengagetkan eomma”

“hehe mian eomma” gadis itu – Minji- hanya cengengesan didepan eommanya. Ditatapnya eommanya tengah memasak banyak.

“untuk apa eomma memasak banyak?”

“sebentar lagi ada tamu Minji-ah. Pergilah kekamar. Ada eonie mu disana. Kau akan di make-up oleh eonie mu”

“mwo? Untuk apa?” eommanya menatap Minji dengan lamat

“semoga kau bahagia” ucap eommanya. Minji menoleh kearah eommanya, apa maksudnya? Minji membatin

Minji segera melangkahkan kakinya kearah kamarnya dilantai dua. Dibukanya kenop pintu kamarnya. Setelah terbuka dilihatnya gaun mini berwarna hijau dengan bintik polkadot. Dimeja belajarnya juga terdapat alat- alat make up serta kotak acesoris milik eoninya.

“eonie, ada apa ini?” tanyanya pada eonienya yang baru saja keluar dari kamar mandi

“oh kau sudah datang?”

“ne, sebenarnya ada apa ini?”

“kau tak tau? Kau kan akan dijodohkan” ujar sang eonie Minji membelalakan matanya.

“MWO!!!! DIJODOHKAN” astaga ia akan di jodohkan!! Sekali lagi DIJODOHKAN!!! Eonienya hanya menatapnya cengo.

“AKU TIDAK MAU!!” Minji berteriak sehingga mengagetkan eomma dan appanya dibawah, segeralah mereka berjalan ke kamar Minji untuk melihat keadaannya.

“ada apa ini?” tanya sang eomma

“EOMMA,, AKU TAK MAU DIJODOHKAN!!” eomma dan appanya saling menatap. Mungkin saatnya memberitahunya tentang perjodohan ini.

“sayang, dengar eomma. Kami harus menyelamatkan perusahaan appamu yang hampir kolaps. Kami tak punya pilihan lain selain menjodohkanmu denganya. Kami tak ingin kau dan eonie mu putus sekolah”

“TAPI, APA DIA SEBEGITU TIDAK LAKUNYA APA SAMPAI MAU- MAUNYA MENIKAH DENGANKU?????”

“sayang, appanya yang meminta. Dan katanya namja itu juga tak keberatan’

“tapi eomma, kenapa tidak eonie saja”

“kau gila. Aku sudah bertunangan kau malah menyuruhku untuk menikah dengannya” eonienya menyahut dengan nada panas

“oh ya aku lupa”

“hanya kau sayang yang dapat menyelamatkan kami” Minji mendengus kesal. Bisa- bisanya ia menikah dengan orang yang tak dikenalnya. Apalagi umurnya kini masih 19 tahun. Sepertinya ia akan menerima gelar “NIKAH MUDA” atau “PERNIKAHAN DINI” astaga.

 

 

*************************SKIP*************************************

Minji keluar kamar dengan gaun warna hijau berbintik polkadot, sedikit make-up dipipi, bibir dan atas mata. High heels yang menempel di kaki jenjangnya, membutnya tampil semakin glamour. Ditambah lagi sebuah pita diatas rambutnya. Cantik. Pasti itulah kesan pertama orang melihatnya. Kini tengah duduk seoorang namja paruh baya dan disebelahnya ada seorang perempuan yang menemaninya. Di kursi seberang tengah terlihat namja itu sedang menunggu.

TAK.. TAK

Suara highheels Minji menggema dirumahnya, membuat keluarganya dan keluarga sang namja itu menoleh kearahnya. Benar saja, namja itu menoleh. Seketika tubuh Minji lemas

‘apakah namja ini yang akan dijodohkan denganku?’ batin Minji

Seketika mata Minji dan mata namja itu melotot. Mereka segera saling tunjuk dan mengatakan

 

“KAU?!”

To Be Continue (~‘-‘)~

Gimana? Udah panjang? Belom ya? maaf ya, kalo Suga sama Minjinya kurang ngefly :(maafin author. Author kejam harus memisahkan Jin dan Krystal hehe. Penasaran ya sama kelanjutannya. Hehe~ /author murka/ sedikit bocoran chapter selanjutnya ada pasangan Jungkook dan Haerin lho kekeke~ masih kisah cinta yang sama. Oh ya, selanjutnya author pengen share FF kolaborasi kekeke~ ada yang mau kolaborasi sama Author? #krik krik oke RCL ditunggu. Part 4 tunggu oke peluk cium author kece xD pai pai~

 

About fanfictionside

just me

17 thoughts on “FF/ THE ONE I LIKE YOU/ BTS-BANGTAN/ pt. 3

  1. Jadi Yoongi cinta pertama minji? Skrg dipanggil suga ya, aku lebih suka dipanggil yoongi daripada suga thor hehehe..
    Oiya masih pendek thor huhuhu😦
    Next ya jangan lama2 thor ^-^

  2. Heem gak sabar nunggu Minjin Nikah trus tinggal bareng ^^ pasti seruu !!! Next chap jangan lama2 ne thor

  3. oh jadi yang dijodohin sama Minji itu si jin.-.
    aku lebih suka kalo mereka barsatu ciecie.__,
    terus mereka pasti diem2 dulu yah, hohoho
    terus perasaan si suga ke krystal gimana?
    next thor, gepeel.
    semangka’-‘)/9

  4. spa sih yg d tunangkan minji?
    coba kutebak… hmm… hmmm…. Jin oppa, kan? bnr enggk? klo bnr, Suga bwt Jaejae aj#plak
    lnjut deh thor…. klo krystal tw itu, ksian zih T.T… udh deh in comen byk bacot, lnjut thor, nan jeongmal johahamnida

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s