FF ficlet/ A FANGIRL (JUNGKOOK VER)/ BTS-BANGTAN


Title” A Fangirl(Jungkook Ver.)

Genre” Fluff

Length” Ficlet

Rating” PG-15

Casts” Yourself | Jeon Jungkook | ETC

Summary” Aku tidak berharap dipersunting olehnya, yang aku inginkan hanya menjadi sedikit saja bagian di dalam hatinya.

Soundtarck” BTS_Miss Right

A/N”oke, FF ini terinspirasi dari perasaan Saya sendiri. Dan Saya yakin perasaan kalian ke bias kalian juga sama seperti Saya(-,-)..

All POV is Yours and Mine.. xD

Okelah, happy Reading! ^o^7

 untitled1

Apa ini? Foto apa ini? Jeon Jungkook, BERSAMA PEREMPUAN?!

Ya ampun, ya ampun, ya ampun! Jungkook tampan sekali di foto ini.. Biarlah perempuan itu hanya jadi patung disana, yang hidup di mataku hanya Jungkook seorang.

Aku menatap foto di ponselku itu sambil meratapi nasib hidupku yang benar-benar tidak jelas ini.. Ohh, Tuhan begitu adil pada mereka yang beruntung bisa datang ke fansign BTS di Busan kemarin.. Seandainya aku lahir di Busan..

Baiklah, aku memang tak pernah berhenti meratapi hidup mengenaskan ini.. Meja di sebelahku adalah miliknya, Jun Jungkook. Ya, aku tetap senang walau dia tak pernah menyadari keberadaanku yang selalu memotretnya di jam pelajaran.

Hufh, Aku sangat merindukan wajah manis itu.. sudah satu minggu aku tidak melihatnya.

Oh Jun Jungkook!!! Kembalilah ke kelas ini.. atau jangan-jangan dia diam-diam sudah pindah sekolah? Atau menjalani Home schooling? Atau tidak sekolah?

Astaga! Berpikir apa aku ini! Bodoh!!!

“beritahu aku kalau guru jelek itu sudah berhenti bicara..” ujarku pada Hyojin, aku tak kenal siapa dia. Tapi itulah yang tertulis di name tag-nya.

“kau mau tidur?” tanya perempuan dengan rambut kecoklatan itu.

Aku memejamkan mata sambil menyatukan seluruh jemariku menjadi satu kepalan.

“aku mau melakukan teleportasi ke Busan..” ucapku kemudian.

Ini cukup aneh, atau bisa dibilang tidak waras.. apapun itu, tapi aku hanya berharap Kai Exo datang dan membantuku pergi ke Busan dengan teleportasi-nya.

Sudah 5 menit aku berdo’a tapi lelaki berkulit eksotis(hitam kelam-,-) itu tak kunjung muncul juga. Aku pun menyerah karena aku sadar kalau aku masih waras. Sialnya aku masuk ke sekolah ini dengan berharap akan jadi adik kelas Kai dan Sehun, walau kenyataan menyakitkannya mereka sudah lulus tahun kemarin..

Baiklah, kembali ke masalah Jungkook. Sebenarnya aku tak begitu suka dengan BTS, jujur aku lebih menaruh perasaan pada 12 member Exo. Tapi Jun Jungkook mengubah segala pandanganku terhadap BTS selama ini. Bagiku kulit Kai dan Tao sudah sangat hitam, tapi setelah melihat Suga aku merasa kulit Kai dan Tao menjadi lebih hitam lagi.. haha..

Dan bagiku juga suara pecah milik Suho sudah yang paling aneh, tapi setelah mendengar suara Seokjin aku rasa Suho sedikit terselamatkan. Ditambah lagi wajah polos milik D.O yang aku pikir tidak ada duanya, tapi setelah melihat wajah polos milik V, aku rasa posisi D.O sedikit tegeser. Haha..

Sudahlah! Aku harus berhenti untuk membandingkan mereka lagi.. Mereka punya style masing-masing, kan?

Aku harus berterimakasih pada Ibuku yang sudah membuatku masuk ke sekolah hebat ini sehingga bisa satu kelas dengan Jungkook. Yang lebih hebatnya lagi, Jun Jungkook, si Golden Maknae itu duduk di meja tepat di sampingku.

Di kelas biasanya dia hanya menatap guru dengan serius dan pada saat itu pula aku akan menatapnya dengan lebih serius.. haha.. Dia tidak punya banyak teman dekat di sekolah, teman ngobrol pun sangat minim, sama seperti aku.. kyaaaa!!~

Tapi nyaliku terlalu kecil untuk mengajaknya bicara ataupun memberitahunya tentang rumus matematika sederhana yang hampir membuat Jungkook mematahkan pulpen-nya sendiri waktu itu. Dan percayakah kalian? Jungkook si maknae muda itu adalah yang paling tua di kelasku!..

Oh, aku jadi semakin merindukannya.. biarlah dia tak menyadari keberadaanku selamanya asalkan aku bisa terus melihatnya.

“Nona.. kau sedang memikirkan apa?” tanya guru Sastra itu. Sepertinya dia menegurku, aku pun menoleh ke arahnya.

Aku tak bisa berbohong pada siapapun, tapi sepertinya kejujuranku saat ini telah membawa masalah besar.

Disaat yang sama saat aku mengatakan “aku memikirkan Jun Jungkook..” , disaat itu juga sang pemilik nama memasuki kelas. Dia langsung menoleh ke arahku. Astaga! Aku yakin wajahku lebih jelek dari wajah Rapmon yang sedang melakukan aegyo.

“joseonghamnida Sonsaengnim..” Jungkook beralih dariku dan membungkukkan badannya pada guru di depan.

“duduklah Jungkook-ah!” ujar guru itu.

Oh my godness!! Matilah aku kalau Jungkook tahu aku ini adalah fans-nya..

Biar aku beri sedikit penjelasan. Di sekolahku ini memang banyak idol muda yang masih bersekolah dan untuk menjaga kenyamanan para idol, di sekolahku diberlakukan sebuah perkataan berupa ‘Idol in the stage, Fandom in the concert, Friends in the school’.

Persetan dengan perkataan sial itu! Aku benar-benar membencinya, itu membuat setiap fans para idol yang bersekolah disini dilarang menganggap mereka sebagai ‘Idola’ dan para idol dilarang menganggap mereka sebagai ‘Fans’. Yang ada hanya Sunbae, Hobae,dan Teman.

Disaat Jungkook berjalan menuju mejanya, Ia melemparkan senyuman padaku.

Astaga! Apa aku bermimpi?! Jeon Jungkook tersenyum padaku?!

Rasanya aku sangat tak percaya sampai ingin muntah saat ini juga. Mungkin kulit Suga adalah yang paling putih tadinya, tapi aku yakin dengan rasa mual ini kulitku jadi lebih putih dari pada lelaki pucat itu.

Aku mengangkat tanganku.

“ada apa Nona?” tanya guru di depan.

“aku minta izin ke toilet..” jawabku.

“baiklah, lima menit!” ujar guru itu.

Aku langsung beranjak dari bangku-ku dan segera berlari menuju toilet untuk benar-benar muntah disana.

“hei!” sapa seseorang saat aku sedang melahap makananku di kantin sekolah. Aku menoleh dan tersedak seketika.

“eoh.. kau kenapa? Minumlah!” ujar orang itu yang tak lain adalah Jungkook, Ia membukakakan tutup botol minumku dan aku langsung merebutnya lalu segera meneguk air mineral di dalamnya.

“kau sendirian? Boleh aku duduk disini?” tanya Jungkook.

Astaga, aku pasti bermimpi.. ini pasti sambungan dari saat aku bermimpi membuang semua koleksi topi milik Jackson Got7 minggu lalu. Oke, sepertinya ini tak mungkin sambungan dari mimpiku minggu lalu itu.

Aku masih tak percaya dan hanya bisa terbengong saat melihatnya mulai duduk di bangku di hadapanku.

“aku mengingatmu.. kau adalah perempuan yang setiap pagi, siang, sore, dan malam mengirimkan mention ke twitter kami..” ucap Jungkook sambil melahap sandwich di tangannya.

Aku sangat gugup sampai tak bisa menggenggam sendok ataupun garpu di tanganku lagi.

“kau tahu? Itu sangat manis, tapi sebaiknya jangan melakukan itu terlalu sering.. itu membuatku tidak tahu harus berbuat apa karena tidak bisa membalas mention-mu ataupun mem-folback akun twitter-mu.. maaf ya..” Jungkook tersenyum lagi padaku.

Aku hanya mengangguk ragu sambil mencoba meneguk air dari botol minumku lagi.

“aku juga pernah mampir dan melihat bio di twitter-mu..” lanjutnya, aku kembali tersedak tapi dengan keadaan yang lebih mengenaskan sepertinya.

Apa dia bilang? Melihat bio di twitter-ku?

Aku memang baru menggantinya bulan lalu.. dan tahukah kalian apa yang aku tulis disana?

‘I Don’t want to be his wife, I just want to be a little part of his heart. Jun Jungkook’

“kau harus tahu.. kau dan para fans wanita yang lain sudah lama menjadi bagian dari hatiku.. karena itulah, jangan biarkan hanya aku yang jadi bagian di hatimu.. aku tidak terlalu baik untuk itu, percayalah..” dia kembali tersenyum. Aku menatapnya tak percaya.

Kata-katanya begitu menyakitkan. Tapi dia benar. Tidak seharusnya aku menyerahkan seluruh hatiku untuknya. Kenapa? Karena dia pun membaginya untuk fans yang lain.

‘Fans’ aku hanyalah salah satu bagian dari ber-ratus ribu fans-nya. Tidak lebih. Aku pun tak pernah mengharapkan lebih.

Tapi semenjak kejadian itu, aku rasa kepala sekolah benar.

Di sekolah Jungkook adalah teman sekelasku. Di stage dia adalah idola utamaku. Di konser aku adalah bagian dari hatinya, aku bersama para fans yang lain.

Tapi satu hal yang harus aku mengerti. Hidupku bukanlah miliknya, dan hidupnya bukanlah milikku..

hufh,, Why so hard to be a fangirl?..

Aku rasa setelah ini aku akan melamar jadi trainee di BigHit entertainment.. haha..

 

~FIN~

About fanfictionside

just me

28 thoughts on “FF ficlet/ A FANGIRL (JUNGKOOK VER)/ BTS-BANGTAN

  1. Hhaha thor, ini pernah aku khayalin lho seriously😀 dan soal kai yg teleport, aku jg berharap bs ke fansign bts, Whahaha keren (y)

  2. ‘Why so hard to be a fangirl?..” susah banget apalagi kl suka banyak fandom. bingung bahi hati scr biasnya banyak *maruk*

    jadi intinya idol adalah bagian dr fans & fans adalah bagian dr idol. sama2 saling mengisi & saling tukar dukungan ^^ btw thor, dibikin FF chapternya dong. blm puas nih #plak

  3. Jalan crita ny ngena banget di aku thor..
    keyataan bgt, khdupan fangirl bgt yg suka ngayal” gg jelas T_T
    yg bkin aku ngakak pas bca part banding”in exo ma bts,,😀
    kasian noh kai ma tao ny..

  4. KOK NYESEK SIH THOR T.T JUNGKOOK HARUS JADIAN SAMA CEWE ITU THOOOR PLIS T~T SEKUEL ICAKALE THOR /caps jebol/

  5. kya~ aku juga pernah berhayal seperti itu😥 , tapi setelah baca ini aku jadi sadar😥
    walaupun hatiku sedikit nangis😥 ….
    Daebak thor …🙂 tapi berharap dikit tak apalah thor😀 #maksa

  6. Aaaaaa kereenn kocaakk plus nyeseekk >< btw ngefly banget pas jungkook senyum, mungkin aku terlalu mendalami bacanya(?)–"

  7. anyeong aku readers baru disini , cerita nya pas banget ama aku tpi dia lebih beruntung bisa skolah di sopa dan satu bangku lagi aku juga pengen ,suka banget sama quote nya “i don’t want to be his wife , i just want to be a little part of his heart.jun jungkook”

  8. Mian telat komen sebelumnya..
    ini ngefeel mah😦 nyesekk tapi emg bener ><
    seperti kata author.. "Why so hard to be a fangirl?"

  9. Oke kita samaan thor🙂 tapi cuman beda bias, dan hei aku tidak terima kau panggil Sweet Suga dengan sebutan “Lelaki Pucat” dia tidak pucat, hanya saja terlalu putih >< ah sudahlah, yang jelas kau sudah mengutarakan perasaanku, ah tidak maksudku perasaan KITA. dan satu lagi thor, jangan panggil Sweet Suga dengan julukanmu itu yg menyakitkan hati ya, sungguh aku gak rela bagaimanapun aku mencintainya😉 Mianhae panjang lebar, tapi sungguh apa yg kau katakan itu 'Kyeopta'

  10. baru kali ini baca ff tapi nyata semuanya fakta. harusnya bukan fanFICTION ini thor tp fanFACT haha xD daebak lah author alurnya nyata bgt + dikit bikin nyesek (dikitnya banyak tapi thor) :’D huahaha hard tp be a fangirl(y)

  11. Satu kata.. Jjang!!!!

    Ini isi hati fangirl bangeeeeeettt
    Ini yg diinginkan setiap fangirl
    Makasih thor udaj sedikit menyadarkan aku, nyesek sih baca endingnya tapi asli berguna bangetttt

  12. Ahhhh kok sakit? 😢😢 serasa dibilangin kalo mereka tuh jauhh sebatas fans dan idol, semua impian para fangirl itu semata hanya impian, yg gak mungkin jdi nyata, suka banget katakata “Hidupku bukan miliknya, hidupnya bukan milikku. Why so hard to be a fangirl?” Akhhh nyentuh bngt, jdi sadar diri aja bahwa idol itu punya hidupnya sendiri yg gak mungkin kita bisa atur, dan hidup kita kita yg jalanin sendiri gak bisa terusterusan hayalin mereka 😂 ahhh bagusss 👍👍

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s