FF/ BOY IN LUV/ BTS-BANGTAN/ pt. 11


Author : raniminnie / @bee_minnie ♔ (author tetap) 

 

Tittle : Boy In Luv (Chapther 11) 

 

Cast :

– Min Yoon Gi (SUGA)

 

– Song Ji Hyun (You)

 

– Kim Seok Jin (Jin)

 

– Hwang Tia (Tia)

 

– ALL BTS Members

 

Rating : Romance, PG-17.

 

Summary :

 

 

 

“ what you want? “

“ YOU “

“ …… “

“ from now, you’re officially mine “

 

 

images 17_副本(1)

Yoongi melangkahkan kakinya keluar dari sebuah gedung yang diyakini itu adalah sebuah perusahaan music. Senyum lebar menghiasi wajahnya yang terlihat berseri-seri.

 

“ lagu ini bagus, saya suka dengan lagu ini. Selamat dan terima kasih telah bekerja sama dengan kami “

 

Perkataan produser itu masih berputar dikepalanya. Lagu yang ia buat sudah lama itu baru saja diterima di perusahaan music itu. Dan produser itu bilang bahwa lagunya akan dinyanyikan oleh salah satu artisnya. Ia lupa untuk menanyakan siapa artis itu. Tapi, terserahlah inti dari hari ini adalah lagunya sudah di terima.

“ hahhh~ “ ia menghembuskan napasnya lega lalu kembali tersenyum. Lalu ia mengeluarkan ponselnya dari saku celananya berniat ingin menelpon seseorang.

Tangannya terhenti ketika ia melihat nama kontak yang ingin ia hubungi. Wajah itu kembali menjadi datar. Ia ingin sekali menelpon Jihyun tetapi, Jihyun sama sekali tidak ada hubungannya dengan ini dan lagi ia sama sekali tidak menceritakan ini sebelumnya kepada Jihyun. Jika tiba-tiba ia menceritakannya kepada gadis itu. Gadis itu pasti akan menganggapnya biasa. Benar-benar membuat mood seorang turun dengan drastis.

Yoongi menghela napas lalu kembali memasukan ponsel ke saku celananya dan berjalan menjauhi gedung itu. Ia terus berjalan entah kemana, yang pasti ia hanya mengikuti kakinya berjalan.

Pasti akan sangat menyenangkan jika ia mentraktir anak Bangtan Boys dan menghabiskan hari bersama. Mengingat kejadian di Jeju itu ia mengurungkan niatnya. Yoongi berpikir bahwa mereka pasti tidak memaafkan perilakunya yang sudah memukuli Jin hingga menjadi babak-belur seperti itu. Mau bagaimana pun Jin adalah tertua diantara mereka. Dan mereka sangat menghargai sosok Jin.

Tapi tidak bagi Yoongi. Jin dimatanya hanyalah seorang perusak dan musuh baginya dalam mendapatkan seorang Jihyun. Dia benar-benar gila sekarang. Bagaimana bisa ia menghancurkan janjinya sendiri yang mengatakan persahabatan ini tidak akan hancur hanya karena seorang gadis. Dan bahkan ia mengatakannya.

 

“ jika kedua diantara kita menyukai satu gadis yang sama. Maka kita harus melepaskan gadis itu bersama. Tidak ada yang memiliki gadis itu. Tidak satu pun diantara kita. Jangan sampai persahabatan kita hancur karena seorang gadis. “

 

Yoongi tersenyum miris ketika mengingat itu kembali. Kenapa dia menjilat omongannya sendiri. Ia tertawa pelan lalu menendang batu kecil itu ke danau dihadapannya. Ia menghembuskan napasnya kesal lalu kembali menendang batu kecil kembali ke danau. Ia menghentakkan kakinya untuk berbalik namun tiba-tiba saja ponsel yang berada di saku celananya bergetar.

Yoongi memutar kedua bola matanya sebelum mengambil ponsel itu. ia melihat nama tertera disana.

“ tsk! Yoboseyo?! “ jawabnya dengan kesal. Ia kembali membalikkan tubuhnya untuk kembali menghadap kearah danau.

“ HYUNG!! “

“ Aisshh.. berisik sekali. Waeyo Taehyung-ah? “

“ HYUNG! Kau tidak ingin belajar private dengan kami? “

“ tidak “

“ waeeee?!! “

“ aku malas “

“ Yah!! Hyung! Jangan begitu. Bukankah kita ingin lulus bersama-sama?? “

Yoongi hanya menghela napas ketika Taehyung kembali mengungkit itu. Ia berpikir sejenak, memang benar ia ingin lulus bersama mereka dan melanjutkan kuliah sekaligus mengambil jurusan yang ia sangat ingin-inginkan. Tetapi rasa untuk bertemu dengan mereka da nada Jihyun disana itu membuatnya berpikir lebih lama.

“ Hyung! Ayo lahh! Bukan hanya aku yang menginginkan hyung datang tapi Jiminnie, Jungkookie, Namjoon Hyung, Hoseok Hyung dan Jin Hyung menginginkan mu juga! “

Yoongi masih terdiam saat mendengar nama yang terakhir. Jin…. bagaimana dengan wajahnya itu.

“ hahh~ baiklah.. dimana kalian? “

“ Jihyun saem Apartement!! “

“ M-MWO?!! “

“ wae hyung? “

 

TUT TUT TUT

 

Yoongi menutup panggilan itu. ia menimang-nimang ponselnya dengan perasaan tidak tenang. Bagaimana tidak? Mereka belajar private dengan Jihyun dirumahnya ia dan Jihyun. Bukankah itu gila? Dan lagi… photo pernikahan itu.

Pikirannya melayang pada photo pernikahan ia dan Jihyun dalam ukuran besar yang dipajang diruang tamu. Ia menggigit bibirnya, bagaimana jika mereka melihat itu. siapa sih yang mengizinkan anak-anak itu untuk belajar disana. Aisshh.. pasti Jihyun!

“ aisshhh! Babo Jihyun!! “ kesalnya seraya mengacak-acakkan rambutnya. Tanpa menunggu lagi namja itu segera berlari pulang kerumahnya.

 

Yoongi sudah berada di depan Apartementnya. Tangannya sudah ingin menekan beberapa angka disana namun ia dengan cepat menghentikannya tangannya. Ia berpikir sejenak lalu menatap pintu rumahnya dihadapannya. Jika ia menekan kode password Apartementnya dan didalam ada mereka pasti mereka bingung bagaimana caranya ia bisa masuk.

Dengan tidak berselera akhirnya ia menekan tombol bell dengan tidak sabaran. Sekali, dua kali tidak ada jawaban didalamnya apakah orang-orang didalam sana begitu sibukkah? Ketika ia ingin menekan bell untuk ketiga kalinya, pintu itu sudah lebih dulu terbuka dan terlihatlah Jihyun disana dengan pakaian kasual nya dan tasnya.

Yoongi mengerutkan kening melihat Jihyun terlihat seperti ingin pergi. Jihyun yang bingung dengan Yoongi yang didepan pintu. Ia menutup pintu itu masih dengan menatap namja dihadapannya. Telunjuk Yoongi tertunjuk pada pintu yang baru saja Jihyun tutup. Jihyun ikut menatap pintu itu lalu kembali menatap Yoongi dengan pandangan bingung.

“ bukankah ada anak-anak didalam sana? “ tanyanya bingung. Jihyun menaikkan sebelah alis matanya lalu menggeleng dengan cepat.

“ mereka tidak ada didalam.. wae? “

“ ku pikir… Taehyung bilang kita akan belajar bersama di rumah mu? “ Yoongi sedikit menaikkan nada suaranya saat dilihatnya wajah bingung Jihyun itu.

Jihyun tersentak matanya berkedip berkali-kali lalu ia berdiri tegap dan sedikit merapihkan pakaiannya. Jihyun melipat kedua tangannya didada seraya menatap Yoongi.

“ awalnya memang mereka ingin belajar dirumah kita tapi aku menolak. Kau pikir aku sebodoh apa membiarkan mereka kesini dan mengetahui semuanya. “ kesalnya. Dan ia sedikit memperbaiki kata ‘rumah—mu’ yang di sebutkan Yoongi tadi menjadi ‘rumah—kita’.

Yoongi memasukkan tangannya kedalam sakunya. Ia memutar kedua bola matanya lalu mendengus kesal. Dalam hati ia merutuki kebodohan Taehyung yang telah berbicara seperti itu hingga membuatnya mesti lari ke Apartementnya yang berjarak kurang lebih 500 meter. Apa Taehyung sangat bodoh tidak bisa memberikan info dengan jelas.

 

<Di tempat lain>

 

Taehyung kembali ke tempat duduknya tepat disamping Namjoon. Ia menghempaskan badannya di sofa café itu pandangannya masih tertuju pada ponselnya entah apa yang ia lakukakan.

“ yah! Kau sudah menghubungi Yoongi? “ tanya Namjoon. Taehyung hanya bergumam tanpa ingin diusik oleh siapapun.

“ kemana Jihyun saem? Bukan kah kita sudah berjanji bertemu disini “ ujar Jimin seraya melihat jam tangannya. Taehyung mendelik kepada Jimin.

“ mwo? “ ucapnya menatap Jimin. Jimin yang ditatap hanya menatap balik Taehyung tanpa berbicara apa-apa karena bingung. “ mwo? Janji bertemu disini? Ku pikir…. “

“ jangan bilang kau bilang kepada Yoongi kita jadi belajar di rumah Jihyun saem?! “ tebak Namjoon yang langsung menatap Taehyung seraya menggeleng-gelengkan kepalanya menyerah dengan namja 4D ini.

Taehyung hanya mengangguk menanggapi pertanyaan Namjoon menatap semuanya dengan tatapan polosnya.

“ Yah!! BABO! Aigoo! Bukankah kau dengar sendiri bahwa Jihyun saem menolak untuk belajar dirumahnya?! “ Jimin dengan cepat melempar Taehyung dengan kacang yang berada diatas meja. Jin hanya tertawa pelan melihat Jimin dan Taehyung yang sudah siap berperang kata. Ia melihat jam tangannya, Jimin benar ini sudah lewat 30 menit kenapa Jihyun belum datang.

Dan berbicara soal Taehyung yang salah memberikan informasi tentang belajar di rumah Jihyun. Pasti Yoongi sudah berada di rumahnya. Bagaimana tidak, bukankah Yoongi tahu rumah Jihyun. Ia menghela napasnya. Tia yang berada disampingnya menoleh kepada Jin yang menghela napasnya tiba-tiba.

“ waeyo oppa? “

“ hmm? Aniya.. hanya lelah melihat tingkah mereka “ ujarnya dengan tawa sambil menunjuk Jimin dan Taehyung yang tengah berperang melempar kacang satu sama lain sementara Namjoon dan Hoseok yang berada disamping mereka berusaha menghentikannya.

“ mereka memang lucu “ Tia kembali tertawa melihat kedua manusia bodoh itu.

 

 

***

 

 

Bus mulai berjalan meninggalkan halte. Jihyun yang merasa kaku dengan suasana dengan cepat menolehkan kepalanya untuk melihat keluar jendela. Disampingnya ada Yoongi yang tengah duduk dengan tenang menatap lurus kedepan. Mereka terlalu fokus untuk hal yang tidak penting sampai akhirnya bus mengerem mendadak sehingga membuat tubuh Jihyun terhuyung kedepan.

Sebuah tangan dengan cepat menahan tubuh Jihyun membuat tubuhnya tertahan sehingga kepalanya tidak jadi terbentur sandaran kepala bangku bus. Yoongi yang tengah memegang kedua bahu Jihyun mencicit kesal karena supir yang mengerem mendadak itu.

Kepala Jihyun tertoleh kearah Yoongi dilihatnya namja itu yang masih saja mencicit kesal. Hingga kedua mata itu menatap kedua matanya. Jihyun terdiam menatap mata itu, mata yang ia rindukan selama 4 hari ini.

“ gwaenchana? “

“ hmm “

Setelah menjawab pertanyaan Yoongi hanya dengan gumaman namja itu melepaskan tangannya dari kedua bahu Jihyun lalu kembali menyandarkan diri pada bangkunya. Jihyun yang merasa suasana semakin kaku ia kembali menatap keluar jendela. ia merasa aneh seperti seseorang menatapnya.

Terlihat dipantulan kaca itu bahwa namja disampingnya tengah menatapnya namun Jihyun tidak menyadarinya ia hanya fokus melihat mobil-mobil diluar sana.

Karena merasa tidak nyaman dengan tatapan Yoongi. Akhirnya Jihyun memberanikan menolehkan kepalanya kebelakang tepat saat itu ia langsung disuguhi dengan tatapan menusuk milik Yoongi. Jihyun menelan ludahnya lalu menyandarkan punggungnya ke bangku tanpa berani menatap mata itu.

Yoongi menghela napas dengan cukup keras bahkan bisa diyakini jika Jihyun mendengar helaan napas itu. Jihyun menundukkan kepalanya bibirnya terbuka seperti ingin berkata sesuatu.

“ m-mian.. “ ucapnya pelan. Jihyun kembali mendengar Yoongi menghela napasnya lagi. “ maafkan aku.. aku-…. Aku tidak bermaksud seperti yang kau pikirkan. Hanya saja- “

Bus saat itu berhenti disebuah halte yang mereka tuju. Namja itu beranjak dari duduknya.

“ ayo.. “ Yoongi melangkahkan kakinya terlebih dulu untuk keluar dari bus. Jihyun menarik napasnya lalu mulai beranjak mengikutinya.

Mereka kini berjalan menuju café yang tidak jauh dari halte itu. Jihyun berjalan dibelakang Yoongi, ia terus menatap punggung itu. bagaimana caranya ia meminta maaf sehingga namja itu tidak lagi marah kepadanya.

Bell yang terdapat pada pintu café itu berbunyi. Bangtan Boys mengarahkan pandangannya pada pintu berbunyi itu. terlihatlah Yoongi yang dengan pakaian kasual nya berjalan masuk. Tia yang melihat itu segera berdiri lalu menghampiri Yoongi.

“ Oppa!! “ serunya yang langsung menubruk tubuh Yoongi dengan pelukan. Yoongi hanya bisa membalas pelukan Tia seraya tersenyum.

Jihyun yang baru saja memasuki café hanya bisa melihat keduanya. Ia melirik Yoongi-Tia yang tengah berpelukan lalu dengan cepat melangkahkan kakinya pada anak-anak yang tengah menunggunya sedari tadi itu.

“ maafkan aku.. tadi ada sesuatu yang harus ku selesaikan “ Jihyun tersenyum lalu mengambil tempat duduk kosong disamping Jin.

Jin tersenyum kepada Jihyun. “ Gwaenchana “ ucapnya mewakili semuanya.

“ saem! Kau terlihat cantik dengan rambut dikuncir seperti itu “ tunjuk Jimin pada rambut Jihyun yang tengah ia kuncir tinggi itu sehingga leher jenjangnya terlihat dengan jelas.

“ woooo~ “ Hoseok berseru mengiyakan pernyataan Jimin lalu tertawa bersama setelah itu. Jungkook yang mendengarnya hanya menggeleng-gelengkan kepala lalu kembali fokus pada soal yang ia kerjakan sedari menunggu Jihyun.

Yoongi berdecak ketika melewati Jihyun lalu mengambil tempat duduk disamping Jihyun dan Tia yang duduk disampingnya. Namja itu mengamati rambut Jihyun yang terkuncir.

“ saem akan terlihat bagus dengan rambut digerai “ tanpa basi-basi Yoongi menarik kunciran Jihyun sehingga rambut Jihyun terjatuh begitu saja. Jihyun menoleh kepada Yoongi, ia menatap namja itu tidak senang seraya memegang rambutnya.

“ yah! Hyung! Kenapa kau menarik kunciran saem?! Saem terlihat cantik dikuncir seperti itu “ protes Jimin cepat.

Yoongi berdecak lalu melempar kunciran itu keatas meja. Mata tajamnya menatap Jimin.

“ apa yang kau bilang cantik?! Kau hanya menatap kearah lehernya saja. Byuntae! Ayo saem mulai pelajarannya! “

Namjoon dan Jungkook tertawa senang seraya menunjuk wajah kecewa Jimin dan Hoseok. Taehyung hanya menatap hyungnya itu dengan diam. Lalu sedetik kemudian ia tersenyum, ia yakin bahwa Yoongi dan Jihyun mempunyai sesuatu hubungan yang lebih dari seorang murid dan guru.

Jihyun berdecak kesal lalu menyuruh mereka untuk membuka bukunya. Ia menolehkan kepalanya kepada Yoongi yang dengan santainya duduk bersandar tanpa ada buku dihadapannya.

“ kenapa kau tidak membuka buku mu?! “ kesal Jihyun akibat kejadian tadi.

“ aku tidak membawanya. Sudah lah~ aku bisa melihat buku Tia “ ia memutarkan bola matanya lalu mendekat kearah Tia. Jihyun meremas buku yang ia pegang lalu mulai membuka bukunya.

Baru saja ia berniat meminta maaf kepada namja mengesalkan itu tetapi hanya dengan 1 menit ia baru saja dibuat kesal dengan namja itu. ia menarik napasnya untuk menetralkan emosinya lalu mulai berbicara tentang topic yang akan mereka bahas pada pelajaran private kali ini.

 

 

Jihyun menghela napasnya. Kakinya berjalan tanpa tentu arah, ia hanya bisa mengikuti langkah kakinya ini membawanya. 15 menit yang lalu ia sudah selesai memberikan pelajaran private kepada anak-anak sekaligus memberikan pelajaran yang lalu kepada Tia.

Masing-masing anak Bangtan Boys sudah pulang sejak awal ia selesai memberikan pelajaran. Sementara Yoongi menghantar Tia pulang. Ia mengerucutkan bibirnya kesal mengingat Yoongi menawarkan Tia untuk menghantarnya pulang.

Tetesan hujan jatuh satu persatu. Jihyun menengadahkan kepalanya merasakan hujan itu perlahan membasahi wajahnya. Ia mengedarkan pandangannya untuk mencari tempat berteduh. Tepat beberapa meter dihadapannya terdapat halte dengan cepat ia berlari dengan menutupi kepalanya dengan kedua tangannya itu menuju halter tersebut.

Ia mendesis kesal dengan air yang berjatuhan dari langit itu. ia melihat sekelilingnya yang penuh akan orang-orang berdesak-desakkan ingin berteduh. Tubuhnya terdorong kedepan akibat orang-orang berdesak-desakkan mengambil daerah kering dihalte itu. ia terus terdorong sampai batas halte itu. jika ia sekali lagi terdorong kemungkinan ia akan terjatuh kejalan.

 

BUG

 

“ ahhh~ “

Jihyun memejamkan matanya seraya memeluk tubuh seseorang dihadapannya. Detak jatung ini..

Tepat saat ia mengangkat kepalanya terlihat Yoongi dengan rambut basahnya memeluk tubuh Jihyun. Jihyun merasakan punggung Yoongi yang basah akibat cipratan dari mobil yang baru saja lewat.

Ketika seseorang dibelakangnya mendorong dirinya. Ia terhuyung kedepan namun seseorang dengan cepat memeluknya dan tak lama sebuah mobil melaju dengan kencang sehingga cipratan itu jatuh pada punggung Yoongi.

Tangan Yoongi terusap pada poni Jihyun yang basah. Ia melihat sekitarnya yang tengah menatap keduanya. Yoongi sedikit membungkuk. “ ayo kita pulang “

Jihyun hanya mengangguk mengiyakan ajakan Yoongi. Dengan cepat namja itu menarik tangan Jihyun untuk segera pergi dari halte itu. mereka berlari menuju Apartementnya yang hanya tinggal beberapa blok dari sana.

 

Kepulan air hangat memenuhi kamar mandi milik Jihyun dan Yoongi. Sementara pemiliknya itu tengah berendam pada air hangat yang sudah dicampur dengan sabun beraroma lavender itu. punggung polos Jihyun bersandar pada dada polos milik Yoongi. Ia menyandarkan kepalanya tepat dibahu Yoongi.

Namja itu memejamkan matanya seraya merengkuh tubuh gadisnya itu dengan erat. Dihirupnya aroma rambut Jihyun.

Jihyun mengusap-usap tangan Yoongi yang berada diperutnya itu. matanya masih terpejam menikmati hangatnya air dan aroma lavender itu.

“ kau mengantuk? “ ucap Yoongi pelan tepat di telinga Jihyun. Jihyun hanya bergumam mengiyakan ucapan Yoongi. Namja itu membelai rambut Jihyun dan memberikan kecupan ringan pada bahu Jihyun lalu kembali mendekapnya sangat erat.

Tubuh Jihyun benar-benar telah menjadi heroine bagi tubuhnya.

“ maaf kan aku.. “ ucap Jihyun yang memecahkan keheningan yang terjadi diantara mereka sesaat.

“ aku mengerti. Maafkan aku juga, aku telah memaksamu.. “

Kepala Jihyun bergerak seperti menggeleng pelan.

“ ani.. aku yang salah. Seharusnya aku bisa lebih tegas “ kini tangan Yoongi menjadi objeknya. Yoongi terkekeh pelan melihat Jihyun yang memainkan tangannya seperti anak kecil.

Mereka kembali terdiam sesaat. Yoongi masih terus melihat tangan Jihyun yang masih bermain dengan tangannya.

“ aku ingin mereka mengtahui hubungan kita.. “ kali ini Yoongi yang memecahkan kesunyian.

“ wae? “

“ aku terksisa setiap kali Jin bisa bergerak bebas disekitar mu “

Jihyun tersenyum tipis lalu mengangkat tubuhnya sehingga dekapan Yoongi terlepas. Ia melihat Yoongi yang mengerucutkan bibirnya pelan. Sudah ia duga..

“ kau cemburu? “

“ kau masih menanyakan itu? “

Jihyun terkekeh pelan.

“ kau yakin dengan perkataanmu? Apa kau siap dengan respon mereka? “

“ mereka pasti akan mengerti “ Yoongi tersenyum seraya membelai rambut Jihyun.

“ tapi… bisakah kita tutupi ini sampai saat kalian selesai melaksanakan ujian? Aku takut berita ini akan menjadi heboh. Kau tahu bukan resikonya? “

“ hmmm.. baiklah. Tapi kau tidak boleh jauh dari jangkuan penglihatan ku “

“ ada apa dengan kau ini “ Jihyun tertawa karena ambekan dari Yoongi. Yoongi kembali menarik tubuh Jihyun lalu memeluknya manja.

Jihyun hanya tersenyum lalu kembali menyandarkan tubuhnya pada tubuh Yoongi yang menopangnya. Jihyun menggumam sebuah lagu dan Yoongi mendengarkannya dengan tenang. Matanya perlahan tertutup, ia mengayunkan tubuh mereka pelan.

“ aku mencintaimu “

“ ……….. “

“ Min Yoongi? “

“ aku mendengarnya.. “

“ ……….. “

“ aku sangat mencintaimu, Min Jihyun-ah~ “

 

Kini Jihyun dan Yoongi tengah menonton film di televisi LCD nya itu. tangan Jihyun sibuk memasukan popcorn yang baru saja ia bikin ke mulutnya. Ia duduk disamping Yoongi dengan badan sedikit ia sandarkan pada bahu Yoongi.

Sementara tangan namja nya itu melingkar dipinggang kecil milik Jihyun. Mereka sangat fokus kepada film bahkan tidak ada satupun yang berbicara hanya untuk mengusik film itu ketika berputar.

Yoongi menarik tangan Jihyun yang hendak menyuapkan mulutnya dengan popcorn. Ia menarik tangannya dan memasukan popcorn itu kedalam mulutnya tanpa mengindahkan tatapannya dari televisi. Jihyun merenggut kesal.

“ kau akan gendut jika banyak mengemil “ ujar Yoongi datar.

Jihyun mendengus lalu menaruh mangkuk berisi popcorn itu keatas meja. Ia melipat tangannya didada dengan kesal. Ia kesal karena sedari tadi Yoongi selalu menghentikannya yang tak berhenti memakan cemilan.

Yoongi menoleh kepada Jihyun lalu terkekeh. Ia menggelitiki istrinya itu hingga Jihyun terbaring diatas sofa besar itu. tawa lepas keluar dari bibir Jihyun dan itu semakin membuat Yoongi bersemangat semakin menggelitikinya.

“ hahaha hajima!! Yah! Hahaha “

Yoongi ikut tertawa akibat tawanya itu. ia menghentikan tangannya dari pinggang Jihyun lalu memeluk gadis itu erat dengan ia yang berada diatas tubuh Jihyun. Yoongi tersenyum kepada gadis dibawahnya. Ia mengecup bibir tipis milik Jihyun lalu kembali menatapnya lamat.

Ketika Yoongi ingin mendekatkan wajahnya kepada Jihyun lagi. Sebuah dering ponsel mengganggu kegiatan mereka yang tertunda begitu saja. Yoongi mendengus kesal lalu bangkit dari atas tubuh Jihyun. Wajahnya nampak sekali kekecewaannya dan kesal.

Jihyun hanya tersenyum geli melihat suaminya itu yang sangat benci jika seseorang mengganggunya terlebih lagi ketika ia akan melakukan sesuatu. Jihyun mengambil ponselnya lalu mengangkat panggilan itu tanpa melihat nama siapa yang tertera dilayar ponselnya.

“ yoboseyo? “

Yoongi kembali memusatkan kembali pandangannya pada televisi yang masih memutarkan sebuah film.

‘ apa besok kita bisa bertemu? ‘

Jihyun terdiam sesaat ia menyadari suara siapa ini.

‘ aku ingin meminta tolong sesuatu kepadamu ‘

“ apa? “

‘ bisakah kita bertemu saja besok? ‘

Jihyun melihat Yoongi sekilas lalu kembali menatap lurus ke depannya.

“ dimana? “

‘ café Eomma Hoseok.. ditempat kita bertemu waktu itu ‘

“ baiklah.. jam 10 aku akan datang “

Tanpa menunggu jawaban apa yang Jin berikan, Jihyun segera menutup panggilan itu lalu melempar ponselnya keatas meja. Yoongi menoleh kearahnya.

“ wae? kau ingin bertemu seseorang besok? “

Jihyun perlahan menoleh kearah Yoongi lalu mengangguk ragu padanya. Namja itu menyipitkan matanya lalu kembali tersenyum tipis dan merangkul pinggang gadisnya.

“ ingin ku temani? “

“ mmm, tidak usah.. kau belajarlah dirumah “

“ tapi besok itu kan hari minggu.. aku malas “

“ kau ini! aissh! “ tangan Jihyun sudah melayang keatas kepala Yoongi.

“ araseo, aku akan belajar.. cepatlah pulang besok. Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat “ Yoongi memainkan helai rambut Jihyun dengan menggulung-gulung rambut Jihyun.

“ suatu tempat? Eodi? “

“ rahasia! “

 

 

CUP

 

 

Yoongi terkekeh ketika ia sudah mengecup bibir Jihyun dengan gemas. Ia menyesap bibir tipis Jihyun dengan ibu jarinya lalu kembali mengecup bibir Jihyun berkali-kali.

“ yaaa~ hajima “ Ucap Jihyun sambil tertawa karena kecupan yang terus diberikan kepadanya berkali-kali.

 

 

**

 

 

Berkali-kali bunyi bell yang menempel dipintu berbunyi namun sama sekali tidak menunjukan sosok yang ia tunggu sedari tadi. Jin menempati tempat duduk dipojok café yang bersampingan dengan sebuah cermin besar. Arah pandangannya terus tertuju ke pintu masuk.

Jihyun memandang café dihadapannya. Ia melihat sekitarnya untuk memastikan apa benar ini tempat yang diberi tahu Jin. setelah ia memastikan, ia pun memasuki café itu. Jin yang langsung bisa mengetahui siapa itu dengan cepat berdiri seraya melambaikan tangan. Tanpa menunggu lama Jihyun bisa dengan cepat menyadarinya karena tubuh tinggi Jin itu.

“ mian, aku sedikit telat “ ucap Jihyun seraya menduduki sebuah bangku dihadapannya.

Jin hanya tersenyum lalu memanggil pelayan.

“ kau ingin pesan apa? Café Eomma Hoseok punya banyak kopi yang sangat enak “ ucap Jin.

“ aku ingin caramel macchiato “

“ baiklah “

Ketika seorang pelayan menghampiri mereka Jin segera menyebutkan pesanannya.

“ satu caramel macchiato dan cappuccino “

Pelayan itu dengan segera mencatatnya lalu membungkuk hormat sebelum akhirnya pergi untuk menyiapkan pesanan Jin dan Jihyun.

Mereka berdua terdiam tanpa diantara mereka yang ingin membuka suara. Sampai akhirnya Jin berdeham lalu membuka suaranya.

“ kau tahu? Pelayan tadi itu adalah yeoja yang Hoseok sukai “ ujarnya seraya melipat kakinya.

Jihyun menolehkan kepala untuk sekedar melihat pelayan tadi yang sedang memberikan pesanannya tadi kepada seorang barista. sosoknya yang bertubuh kecil dengan badan yang kurus. Rambut hitam kecoklatan yang bergelombang di ujung rambutnya, yeoja itu terlihat sangat cantik dan imut.

Jihyun menganggukkan kepalanya mengerti. “ dia sungguh cantik.. kenapa dia bisa bekerja disini? “

“ dia sebatang kara. karena ia sangat butuh uang untuk menghidupi kehidupannya. Ia bekerja part time dari pagi sampai sore disini. Dan akan lanjut bekerja dari sore sampai tengah malam menjadi kasir super market. Karena gaji disini cukup besar, ya alhasil dia bekerja disini. Walau terkadang Hoseok selalu memberikan ia gaji lebih secara diam-diam “

“ bukankah seharusnya itu tidak boleh? “

“ Hoseok adalah anak pemilik café ini “ Jin hanya mengangkat bahunya tidak peduli.

Mereka kembali terdiam ketika pesanan mereka sudah datang.

“ jadi, apa yang ingin kau bicarakan? “ Ucap Jihyun seraya menyeruput caramel macchiato miliknya.

Jin yang tengah ingin menyeruput cappuccino nya tiba-tiba berhenti lalu kembali menaruh cappuccino nya itu keatas meja. Ia menghela napas pelan seraya menatap Jihyun serius.

“ jadilah kekasih pura-pura ku sampai waktu Ujian Kelulusan selesai “ Jin menyucapkannya dengan lantang dan sangat to the point.

Jihyun terdiam masih dengan memegang gelasnya itu. ia menatap Jin untuk menjelaskan permintaan tolong nya itu. namun Jin hanya diam lalu menundukkan kepalanya.

 

 

___________

 

 

Seorang namja terdiam disebrang jalan menatap sebuah café disebrang jalan ini. membiarkan mobil berlalu lalang yang sedikit menganggu pandangannya. Namun ia tetap menatap kearah depannya tanpa ekspresi. Tangannya terkepal dengan kuat. Mata tajam itu sangat menusuk siapa saja yang menatap matanya. Namun sepertinya pemandangan kedua sosok dihadapannya seperti tidak memperdulikan sekitarnya.

Rasa sakit yang beberapa hari lalu ia rasakan kini kembali terasa. Rasanya ia ingin melakukan hal yang sama. menyebrangi jalan ini, melabrak kedua orang itu lalu memukul wajah namja itu kalau perlu sampai wajah itu tidak berbentuk lagi.

Perhatiannya terusik karena dering ponselnya. Tanpa berekspresi apapun ia mengangkat telepon itu.

“ Yoboseyo Tia? “

‘ Uhh! Oppa! Eodiga? Aku ingin mengajakmu ke lotte world. Apa kau punya waktu? ‘

“ aku sangat punya banyak waktu denganmu. Tunggulah, aku akan menjemputmu “ ucapnya dengan datar lalu mematikan panggilan itu.

 

‘ beginikah caramu bermain? Baiklah.. ku ikuti permainan kalian berdua ‘

 

 

____________

 

 

Jin menatap Jihyun dengan lamat. Gadis itu masih terdiam menatap dirinya. Helaan napas terdengar dari bibir Jin.

“ baiklah, akan ku jelaskan kenapa “

Jihyun mengangguk pealn mengiyakan perkataan Jin.

“ appa menjodohkan aku dengan anak rekan bisnisnya. Jadi aku memohon padamu untuk menjadi kekasih pura-pura ku. karena appa akan membatalkan perjodohan itu jika aku sudah mempunyai kekasih sebelum kelulusan “ jelasnya.

Jihyun masih terdiam sambil tangannya tergerak untuk mengaduk-ngaduk caramel macchiato nya itu. Jin tertunduk lemas ia sudah tahu apa yang akan gadis dihadapannya katakan.

“ aku tidak bisa. Mian~ “

Jin tersenyum tipis lalu menyesap cappuccino nya lalu menatap Jihyun dengan pandangan lembutnya.

“ tidak apa. Aku bisa mengerti keputusanmu. Tetapi, kau bisa pikirkan lagi karena aku sangat memohon kepadamu. Hanya kau yang bisa membantuku saat ini “

“ aku tidak berjanji jika aku akan mengubah pikiran ku. kau tahu bukan kalau Yoongi-.. “

“ ..-aku tahu “ potongnya dengan cepat. Jin sama sekali tidak mau mendengar apa yang dikatannya nanti. Karena itu bisa membuat sakit hatinya semakin dalam.

 

Jihyun terduduk dihalte. Pikiran kembali pada permintaan yang Jin katakana di café tadi. melihat Jin sangat memohon saat itu membuatnya tidak bisa mengatakan tidak. Tapi ia tidak mau mengambil resiko bertengkar lagi dengan Yoongi. Dan ia takkan membuat Yoongi hilang kepercayaan kepadanya.

Suara dering ponselnya membuat Jihyun kembali tersadar dari pikirannya. Ia mengambil ponsel yang berada coat—nya. sudut bibirnya tertarik sempurna ketika nama itu tertera di layar ponselnya. Jihyun segera saja menerima panggilan itu.

“ Yobo-… “

‘ mian, sepertinya aku tidak bisa membawa mu ketempat yang ku janjikan. Aku sibuk.. jangan menungguku. Kau tidur saja karena aku akan pulang sangat malam ‘

“ geurae-… “

‘ ku tutup ‘

 

TUT TUT TUT

 

Jihyun terdiam menatap layar ponselnya. Apa yang barusan dikatakan Yoongi lewat telepon membuatnya berpikir. Apa namja itu sedang dalam mood yang buruk. Kenapa nadanya sangat tidak bersahabat dan terdengar dingin.

Bahkan sebelumnya, pagi ini mereka baik-baik saja. Apa seseorang telah membuat moodnya menjadi buruk seperti itu?

Ia menggigit bibir bawahnya pelan seraya menimang-nimang ponselnya. Ia kembali memasuki ponselnya kedalam sakunya ketika melihat sebuah bus mulai mendekat. Sebaiknya ia bergegas untuk pulang, karena awan tampak sangat mendung.

 

***

 

“ Hyung! Tidak bisa kah kau menjemputku? … ahh! Waeee?? Aku tidak ingin naik bus! …. Aisshhh!! Ku tutup! “

Taehyung berdecak kesal lalu menendang sofa dihadapannya. Ia mengerucutkan bibirnya kesal. Biasanya Hoseok menjemputnya dan mereka akan berangkat bersama ke sekolah. Namun karena alasannya Hoseok ada urusan penting yang bahkan ia tidak tahu apa itu sebenarnya.

Alhasil namja itu menyuruhnya untuk menaiki bus. Hanya untuk mendengar kendaraan itu saja ia sudah malas. Apa lagi naik dipagi hari begini pasti sangat penuh. Ia berdecak kesal lalu mengambil tasnya dan menyampirkan tasnya pada sebelah bahunya itu.

Ia terus berjalan dengan tidak semangat menuju halte yang tidak jauh dari apartementnya itu. coba saja motornya tidak berada di bengkel saat ini pasti ia sudah berangkat dengan motor besar kesayangannya itu. Ia menendang sebuah kerikil dengan asal tanpa peduli kemanakah kerikil itu mendarat.

“ nghhh.. “

Taehyung mengangkat kepalanya lalu melihat sosok yeoja dihadapannya yang tengah memegangi kepalanya. Sepertinya ia tersadar jika apa yang ia tendang tadi sudah mendarat kesebuah kepala.

Yeoja itu menoleh lalu langsung memberikan Taehyung tatapan tajamnya. Namun mata itu perlahan membulat dengan sempurna. Begitu pula Taehyung yang terkejut menatap siapa Yeoja itu. tangannya tertunjuk kepada Yeoja itu dan bersiap berlari kearahnya.

Karena tidak mengambil sebuah resiko gadis itu segera berlari dengan cepat.

 

 

“ YAHH! JANGAN LARI KAU! “

Yeoja itu semakin berlari dengan cepat tidak peduli sudah beberapa orang yang ia tabrak. Yang berada dipikirannya sekarang adalah melarikan diri dari namja gila yang berusaha mengejarnya itu.

Ia berbelok pada sebuah gang kecil. Menyembunyikan dirinya dari kejaran namja itu. dadanya naik turun tidak beraturan. Napasnya tersengal-sengal akibat berlari dengan cepatnya.

“ YAHH! TUNGGU!! “

Gadis itu bisa mendengar suara namja itu dan hentakan sepatunya yang mendekat. Ia memejamkan matanya berdoa agar namja itu tidak menemukannya disini. Dan benar saja, namja itu berlalu bergitu saja.

Helaan napas keluar dari mulut yeoja itu. ia melongokkan kepalanya untuk memastikan bahwa ia sudah aman. Dikiranya sudah aman, akhirnya ia keluar dari gang itu dan melanjutkan perjalanannya ke tempat kerja.

 

Taehyung menaiki bus dengan napas yang masih terengah-engah karena sudah menyerah untuk mengejar yeoja itu akhirnya ia menetap di halte bus yang tak jauh dari sana.

sial, kenapa yeoja itu harus kabur padahal ia hanya ingin meminta ganti rugi semua yang telah ia lakukan pada malam itu dimana yeoja itu menubruknya (walau lebih tepatnya ia sendiri yang menubruk yeoja itu).

sehingga menyebabkan seluruh belanjaannya menjadi hancur terutama telur pecah itu (walau yang sebenarnya telur itu sudah lebih dulu pecah akibat keteledorannya).

Taehyung menempati tempat duduk paling belakang yang terlihat kosong satu-satunya disamping seorang yeoja. Ia menyandarkan punggungnya kebangku itu masih dengan napasnya yang tesengal-sengal. Matanya terpejam seraya membiarkan oksigen masuk kedalam rongga dadanya.

Sebuah botol minum tersodor dihadapan mukanya. Taehyung yang baru saja membuka matanya dengan segera merebut botol mineral itu lalu meneguknya hingga tinggal setengah botol.

“ aahhhh~ segarnya… gomawo. Ini-.. “

Taehyung menyodorkan kembali botol mineral itu namun gerakannya terhenti ketika melihat sosok itu. yeoja yang berada disampingnya itu membulatkan matanya terkejut. Taehyung yang melihatnya hanya memberika ‘smirk’ nya.

Gadis itu hendak melarikan diri segera dari sana. tetapi kedua tangan Taehyung sudah terlebih dahulu menutup jalan baginya untuk melarikan diri. Melainkan Taehyung mendekatkan dirinya kepada gadis itu masih dengan ‘smirk’ nya itu.

“ gotcha! Mau kemana kau? Huh?! “

 

 

 

 

 

 

 

TBC

Akhirnya aku selesai bikin part 11 nyaaaa~!! Haha ^~^

Maaf ya, kalo part ini agak lama aku lanjutin. Soalnya sebelumnya kan aku udah bilang kalo aku lagi banyak tugas menumpuk dan stuck imagine ._.

Tapi untuk next time bakal aku percepat kok buat lanjutinnya. Doakan saja ya tidak ada halangan :’)

Maaf juga, di part ini agak pendek yaa~ hehe

Makasih yang masih setia nunggu ff aku yang makin ngebosenin ini><

Gamsahamnida~~ *bows

About fanfictionside

just me

86 thoughts on “FF/ BOY IN LUV/ BTS-BANGTAN/ pt. 11

    • Mrs.min saia setUju dEnganmu,,jihyun terlalu plin plan..beneran dEh! Dia kan uda NIKAH ama suga,,bukan paCaran tp knp selalu luluh ma Jin dan gk pernah peka ma perasaan suga?? Oh,adEx’q yg malang #pukpuksuga

  1. Akhirnya!!! FF yang kutunggu udah rilis…. Yoongi oppa salah sangka tuh, tapi Jihyun juga salah nggak ngasih tau kalau mau ketemu sama Jin. Konfliknya makin bagus thor! jadi makin penasaran dengan kelanjutannya. Ditunggu kelanjutannya thor! Kalau bisa jangan lama-lama ya :>

  2. Kok pendek thoooorr…. next part secepatnya yaa thoor… *maksa😀

    aku suka aku suka….😀
    Lanjuuuuut…wakakkakak

  3. Author kurang panjang😦 tpi gwenchana chapter berikut nya harus lebih panjang yah Fighting thor!!!😀

    Ya!!! Yonggi salah phm aigoo… T_T kasian jihyun pdhl udh nolak permintaan jin demi dia tpi yoongi mlh jln sma tia ;(

    thor yeoja yg sma V itu jgn bilang klo itu yeoja yg di sukai sma hesoek yah???
    klo bener bkl ada perang lagi entar sii V sma hope kya si yoongi sma jin

    hiaaaa penasaran T_T
    thor d tunggu next chapter nya yah😀

  4. Yoongi kenapa kamu langsung nuduh yang enggak2 sih. Kan jihyun juga blum tentu setuju sama ajakannya jin
    next authornim

  5. Kyaaa aku udah nungguin ff ini… Kurang greget thor kependekan u,u semoga lanjutannya cepet yaa dan lebih panjang… Hihi fighting thor

  6. mwoya?! ini kenapa ngegantung sih , aaah lagi seru serunya baca malah tbc ngeeeh . tapi rapopolah daebakk itu pas jihyunyoongi momentnya ,next part ditunggu thor jan lama lama kalo bisa di panjangin juga kkk~

  7. Yahh baru aja jihyun sama suga baikan masa skarang jauhan lagi sih -_-
    Suga juga gak asyik, dikit* cemburu, dikit* cemburu, padahal jihyunnya udah jaga perasaan suga bgt
    Itu lagi satu si tia, ganggu aja kerjanya -_-
    Next chapter panjangin lagi kak, belom puas nihhh :3

  8. Hyaa..!!yoongi ahh..anak ini.sialan.gak bisa jaga emosi childish banget,ikut greget deh.belum lagi si anak4D kan itu salahnya sendiri kok malah minta ganti rugi pengen getok kepalanya aja..

  9. aduch, yoongi ma jihyun kaya tom & jerry.. kadang berantem, kadang baikan.. hadech :3
    konfliknya makin keren nich .. suka suka🙂

  10. yoongi orangnya cepet emosi & buruk sangka, jihyun nya jg kurang terbuka… tapi bagusnya mereka udah ga ragu bilanh cinta .. ditunggu kelanjutannya ya….

  11. Udah nungguin ff ini sejak kapan😦 Akhirnya update juga ({}) Ya ampun Yoongi cemburuan gitu ya?? Aw aw padahal mereka udah so sweet sayangnya Tia sama Jin jadi bala -_,- Itu taehyung kok kocak banget sih :’) Jadi pengen nampolin muka dia ><
    Yaudah kelanjutannya aku tunggu kak author🙂 Pokoknya banyakin momen Yoongi-Jihyun aja. Ok Ok?
    Fighting thor !~

  12. cewe yang dikejar taehyung itu……bukan cewe yang sama dgn cewe yang hoseok suka kan? soalnya feeling kesana //sotau// Jihyun yaampun greget banget>< tapi…..duhyaaa ngefly gitu manis manis gimana gitu ya pas bagian mereka mandi. yaampun T^T
    next part nya ya hehehee~

  13. Duhh author-nim jgn d bkin berlarut” dong masalah nya lngsung bsa d selesain gtu ntar jdi saling menyakiti kan *terbawa emosi*
    aku kira pas yoongi salah ngira mau belajar d rumah merka tuh bangtan boys udh tau mrka suami istri trus mau bkin mereka baikan *imajinasi sendiri* ,ehh tpi nya jin gk mngkn rela gtu aja sihh
    ahhh aku gk suka cast tia nya gtw knp ya ampun

  14. Kurang panjang thor
    AIgoooo thor kapan kelar nya cinta segitiga antara jihyun sugar jin coba di tambah bersegi empat ye
    Jebal thor jangan siksa pacar aku “jin
    Cariin jodoh aja dah buat jin kan pan di jodohin udah ana itu aja
    Hwaiiitiiing thor di tunggu nexcapt
    Hwaaa jhop diam2 ternyata di tunggu kusah cinta jhope thor

  15. beginikah caramu bermain ? baiklah…. kuikuti permainan kalian berdua Dasar Jin sama tia dak tau ap jihyun sama yoongi tu dah bahagia masih aja ganggu Jin juga nikah aj sama pilihan appa mu and tia kamu mendingan sama jung kook aj

  16. Aku ga suka sama jin, terlalu merendahkan jihyun dan meremehkan yoongi. Kelaut aja jin jangan ganggu rumah tangga teman sekelompok. Jihyun bagus sudah ada niatan baik baik untuk dama sama yoongi walaupun dia salah paham maning dan bertemu tia lagi. Tepok jidat nih masalah ga selesai selesai.

  17. Wah. . . Haruskah kesalahpahaman ini trz berlanjut?.. Jin dah jangan deketin jihyun lg. . Dia udah punya suami. . Next ditunggu min..

  18. Akhirnyaaa update~!
    Baru aja baikan terus berantem lagi haha
    Nanti kalo jihyun nerima tawaran jin pasti konfliknya bakalan lebih seru, tapi kasihan yoongi juga sih xD
    Tunggu next chapternya :]

  19. Akhirnyaaa keluar jugaaaaaaa

    kayanya itu mereka baru aja baikan terus berantem lagi =)))
    salah paham mele haha’-‘
    jihyun terima aja tawaran jin, biar ffnya tambah panjang.-.
    Author isi kurang panjang-,,-

    thor d tunggu next chptrnya thor, gepeel ya’-‘
    semangkaaa’-‘)/9

  20. yoongi pngen dktin tia buat ngikutin prmainan jihyun(?),
    omo! Yoongi slah pham lagi.!
    sprti.y konflik.y bklan tmbh seru,! Kajja di next thorr!!..

  21. si yoongi marah lagi itu~ ckck.. -,-‘ pdhal bru baikan jga. . haddeuuhh :3
    tpi, aku ksian sma jin thor TT *jin oppa, sma aku aja -_-‘ ok!

    tae tae ><
    nextt~

  22. huaaa kenapa hubungan jihyun-yoongi makin berbelit-belit gini😩🔫 pokoknya jangan sampe hubungan mereka ancur gara2 ada orang ketiga sama ke empat ya thor(?) ditunggu next nya.fighting!^^

  23. JIIIN!!! TIIAA!!! tidak bisakah kalian melihat mereka akur ―,―)
    good ff thor ^.^) ditunggu next chapter *o*)/

  24. gereget sendiri nih sama jihyun, jadinya suga sama tia kan tuh. Btw aku penasaran sama taehyung, aigo itu siapa cewenya? Calon shippernya mereka nih hehe xD keep going thor😀

  25. Gk bosen kok eonni.. Aku suka. Aku pikir ya semkin tambah part mkin romantis.. Untk itu aku menyukainy, eonni^_^..
    Eonni,. Di tunggu yah, next chapterny. D percepat segara, ne~ eonni.. I Like It.
    Gk sabar mau lihat ap reaksinya nnti. Sifat plin plan trhdap jin itu membuatku mrasakan sakit sprti apa yg di rasakan suga.. Haha.. Ku tunggu Next ChapNya~

  26. jihyunnya nyebelin bgtlah suga nya jadi badboy lagi kan😐 lanjut thor chapter berikutnya lebih panjang doong :((

  27. Padahal udah mau romantis an lagi si jihyun sama yoongi tapi mesti selalu ada penghalangnya huft
    di tunggu next chap semangat min

  28. jihyun jangan terima tawaran jin ya biar jin ama aku aja wkwkwk
    yoongi cepet2 baikan lg ama jihyun ya😉
    next d tunggu bnget ya🙂

  29. Maygads~!! Yoongi kau salah paham !! Ya ampyun Jihyun labil amat sih sm jin ! TEGAS dong jihyun TEGAS !!! ah iya juga author plis yah yg disukain sm hoseok jangan bilang cewe yg ketemu taetae !! Gmau deh ada perang ngrebutin cewe lg -,- dan itu Jin hrusny brsyukur krna dijodohin daripada sm jihyun cuma HarKos~ dan si Tia itu hargain perasaan kookie dong~ next ya author , i’m waiting !!

  30. kayanya aku kelewatan deh, blm baca part sebelumnya._. tapi, gataulah, aku lupa😄
    aduh, mereka kapan sih ga salah pahamnya? geezz-,-
    eiiyy~ siapa tuh cewe yang sama taehyung? jangan bilang itu cewe yang disukain sama hoseok? ah, jangan! kasian mereka nanti >,<
    yaudahlah, next partnya aku tunggu ^^

  31. sorry tlat koment thor….jangan blng mas agus #Suga salah paham lageee….
    jngan ngmbek dlu ya mas agus denger pnjelasan mbak jihyun x dlu aja ya…..

    next x bruan ya thor.. thor….

  32. aaaahhh,,, konflik + ceritanya makin seru… suka suka🙂
    ya elah yoongi ma jihyun, salah paham mulu… ckck
    next part ditunggu sangat …🙂

  33. hoaa pasangan Yoongi & Jihyun ini lgi ribet2nya ya -_- ckckck

    siapa lgi tu yeoja yg sma Taehyun ?
    Taehyun evil bgt ya😀

  34. Yoongi cemburuan banget sih =..= mana si Tia yang dijadiin pelampiasan

    Taehyung ketemu yeoja ahaha, jodoh tuh :v

  35. yoongi salah paham lagi
    padahal jihyun hanya berniat menghentikan sandiwaranya dengan jin
    lagian pergi nemuin jin kenapa gk jujur aja sich kan pasti yoongi gk marah
    malah lari ke Tia makin rumit aja hubungannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s