FF/ SCHOOL LOVE AFFAIR/ BTS-GOT7/ pt. 3- side C


Kim Seok Jin – Jin BTS

Jung Hana – OC

Jackson Wang – Jackson GOT7

Park Jimin – Jimin BTS

Kim Hani – OC

Kim Taehyung – V BTS

Cho Jeung In – OC

Jeon Jeongguk – Jungkook BTS

Kim Seyeon – OC

Jung Hoseok – J-hope BTS

Kim Namjoon – Rapmonster BTS

Cho Hyunsung – OC

Min Yoongi – Suga BTS

Lee Daebi / Debby Lee – OC

Other Cast

 

SCHOOL LOVE AFFAIR

SCHOOL LOVE AFFAIR

 

Author : pandakim

Rating: 15,

Genre : Teenager, School Life, Romance, Comedy

Lenght : Chapter

 

 

 

– First Date –

Side C

 

-Love ? Exprees Love ?-

 

Note: Semoga tidak bosan membacanya. Typo dimana- mana. Happy Reading

 

 

Author Pov

 

“Jadi kalian sudah pacaran ?” Hani menatap Jin dan Hana tidak percaya.

Sedangkan Jin dan Hana saling tatap – tatapan. Hana menyikut lengan Jin tanpa melihatnya.

 

“Ba – barusan saja kok”

“Kalian barusan jadian. BARUSAN ? “ Hani mendelik menatap keduanya.

Mengangguk. Jin dan Hana mengangguk berbarengan.

 

**

 

Jin memainkan kakinya diaspal dan tubuhnya di sandarkannya ke dinding.

“Lama menunggu ?”

Jin menoleh lalu tersenyum “Tidak”

“Ayo”

 

**

 

“Kenapa kau berjalan dibelakang ?” Hana menoleh kebelakang melihat Jin berjalan menunduk.

“Kau berjalan disampingku” Hana menarik tangan Jin.

 

Sepanjang perjalan dari parkiran menuju kelas. Banyak murid – murid berbisik – bisik saat Hana dan Jin lewat.

“Sepertinya mereka membicarakan kita ?” bisik Jin.

“Acuhkan saja mereka” Hana menjawab santai.

 

“Hai Jung Hana “

Segerombolan murid wanita menghadang langkah Hana. Hana mendengus lalu memutar bola matanya.

“Wah.. akhirnya seorang Jung Hana pacar baru ?”

Hana menarik cepat tangan Jin saat Jin ingin melepaskannya. Malah Hana menautkan jemari mereka.

“Kalau ia kenapa ?” Hana menatap sinis.

“Ini pacar mu ? Cupu eewwhhh. Seorang Jung Hana ? HOH”

“YA ! Park Subin , sampai kapan kau tidak menggangu hidupku ?”

“Apa kau hidup untuk mengurusi kehidupan seorang Jung Hana ?”

“Cih.. aku kasian melihat hidupmu selalu saja menggubrisku”

“Sekali lagi kau mengurusi ku. Ku robek mulutmu”

 

Hana menarik Jin untuk pergi. Saat tepat di samping Subin. Hana menghentikan langkahnya.

“Kau tidak akan pernah menjadi seorang Jung Hana. Jadi berhentilah mengangguku” Hana berbicara dengan nada dingin di telingan Subin. Jelas Subin mendelikkan matanya terkejut. Bukan hanya Subin teman- temannya juag terkejut

“Dan ini berlaku untuk kalian juga. Kalian urusi urusan kalian sendiri” tandas Hana kemudian menjauh dari mereka semua.

 

“Kenapa kau berkata seperti itu ?” Jin menatap Hana yang menatap lurus tanpa ekspresi.

“Aku jengah mereka selalu mengurusiku. Dan kau kira aku akan diam kau dihina mereka” kini Hana menatap Jin sinis. Mendengar pacarnya mengatakan hal seperti itu Jin malah tersenyum. Kemudian tangan Jin terulur mengacak rambut Hana.

“Kau merusak rambutku” sunggut Hana merapikab rambutnya.

“Hehehe” Jin tertawa kecil melihatnya.

 

Baru saja Jin dan Hana melangkah masuk kedalam kelas. Mereka sudah dikejutkan saja oleh teriakan Hani.

“LIHATKAN MEREKA BENAR PACARAN”

Hana mendengus kesal “Suara anak ini benar – benar tak bisa di kontrol”

“Lihatkan mereka bergandengan tangan “ Hani menatap Seyeon dan Jeung In yang terperangah secara bergantian.

“WOW” desis mereka.

Retina Jin menangkap sosok Jackson yang menatapnya dingin. Jin dapat melihat seringai Jackson. Jackson melangkahkan kakinya santai kearah mereka. Jin menajamkan mata sipitnya menatap Jackson. Jackson menoleh sesampai dirinya di samping Jin lalu tersenyum licik ke Jin. Kemudian berlalu dari hadapan Jin.

“Kenapa si bodoh itu” Hana menatap kepergian Jackson. Jin diam tak menjawab. Kemudian menarik Hana ke tempat duduk masing – masing.

 

**

 

Jin dan Hana duduk berduan di atas sekolah mereka. Jin menatap makanan di hadapannya ini.

“Buat sendiri ?” Jin menatap Hana. Hana menatap Jin kemudian mengangguk malu.

“Terima kasih” Jin tesenyum.

“Kalau begitu dimakan dong” dengan mengerucutkan bibirnya menunjuk makanan yang dibawa nya. Jin mengangguk antusias.

 

“Bagaimana ?” Hana menatap Jin berharap – harap cemas.

Jin diam mengunyah makanan Hana kemudian menutup matanya.

“Jin bagaimana enak ?” Hana mengoyang – goyangkan lengan Jin. Jin membuka matanya lalu menatap Hana. Ditelannya makanannya.

“Enak sekali” ucap Jin seperti anak kecil.

“Benarkah ? Coba sini aku cicipi” Hana bergerak mengambil makanannya

“Tidak boleh” Jin mengangkat cepat makanannya ke atas. Hana jadi menggapai – gapai makanannya dengan tangannya.

“Aku ingin mencicipinya” pekik Hana.

“Ini untukku. Jadi hanya aku yang boleh makan” pekik Jin dan memundurkan badannya.

“Jin aku mau” melihat Jin memundurkan badannya Hana jadi ikut mencondongkan badannya menggapai bekal makanannya. Dikarenakan jarak mereka agak berjauhan. Sehingga Hana tidak bisa menjaga keseimbangannya dan …..

Bibir Hana mendarat mulus di leher Jin.

Jin menghentikan gerakannya dan menatap kebawah. Disana Hana yang terdiam dengan bibirnya menepel di lehernya sendiri.

Hana mengkerjab – kerjab kan matanya. Di tariknya badannya menjauh dari Jin.

 

“Maaf” dialihkannya pandangnya ke arah lain tak menatap Jin. Jantungnya kini tengah berdegub kencang.

“I – ini mau” Jin menyodorkan makanannya ke Hana. Hana tak menoleh ke Jin “Makanlah itu untukmu”

“Ba – baiklah “ dengan sedikit senyum kikuk Jin menjawab dan memakan bekalnya dengan diam.

 

Kemudian Jin dan Hana dilanda keheningan.

 

**

 

“Hallo mom what happend ?”

Seorang gadis dengan santainya menjawab telfonnya di sela makan siang bersama dengan temannya di kantin.

“WHAT ? BACK TO KOREA ? Eomma.. “ renggeknya.

“No.. I don’t”

“Ya.. eomma… itu tidak adil. Karena aku tidak mau balik ke korea masa fasilitasku di ambil semua. Itu tidak adil”

“WHAT ! NEXT WEEK ? Itu terlalu cepat eomma..”

“Eomma..eomma.. yeobseo..eomma” gadis ini menatap ponselnya yang sudah mati.

“AAAHH SHIT “ dihempaskan nya asal ponselnya di hentakannya meja kantin dengan kesal.

 

“What happend Debby ?” temannya bertanya.

“Next week I must go back to korea” keluh gadis yang dipangil Debby oleh temannya.

“What ? Are you seriuos ?”

“Yes.. I serious Laurine” keluhnya lagi.

“I hate this” pekiknya.

 

**

 

“Aku pulang”

“Yoongi kemari sebentar”

Yoongi menoleh ke sumber suara yang memanggilnya.

“Ya.. appa. Ada apa ?” Yoongi menghampiri ayahnya di ruang tamu. Disana buka cuma ada ayah ibunya juga sepasang suami istri duduk berdekatan dengan orang tuanya.

“Ini Yoongi anak saya”

Yoongi menatap binggung kemudian dia membungkukkan badannya “Annyeonghaseo Min Yoongi imnida”

“Wah sangat tampan anak anda tuan Min”

“Hahaha.. anda bisa saja tuan Lee”

Kemudian dua lelaki paru baya ini tertawa bersama.

“Kalau begitu saya permisi dulu” ucap Yoongi sopan.

 

**

 

Tok..Tok..Tok..

 

“Yoongi kau didalam ?”

“Ya Eomma ada apa ?” Yoongi yang sedang tiduran sambil memainkan ponsel hanya menyahutinya saja.

“Eomma dan Appa mu masuk ya”

“Masuk saja” teriak Yoongi.

 

Yoongi menghentikan kegiatannya dan melirik kedua orang tuanya. Yoongi menatap ibu dan ayahnya yang saling tatap – tatapan.

“Ada apa Eomma Appa kenapa kalian saling diam – diaman ?” tanya Yoongi.

“Begini..”Ibunya melirik suaminya sekilas.

“Besok.. minggu depan kau ke bandara ya”

“Ke bandara buat apa ?” Yoongi mengkerutkan keningnya.

“Menjemput tunangannya mu”

 

UHUK!!

 

Tiba – tiba Yoongi terbatuk mendengar kata “TUNANGAN”

“APA TUNANGAN ? JANGAN BERCANDA” pekik Yoongi.

“Kami tidak bercanda” sahut ayahnya santai.

“Appa aku masih sekolah. Masa depanku masih panjang. Kenapa tiba – tiba aku sudah ditunangkan saja”

“Kau itu di tunangkan tidak di nikahkan. Appa tidak menganggu masa depanmu. Hanya Appa dan Eomma mu mendekatkan mu dengan jodohmu anakku” jawab tuan Min kepada anaknya.

“Tapi Appa …” perkataan Yoongi sela cepat.

“Minggu depan jemput dia di bandara” tandas tuan Min ke anaknya.

“Appa..” rengeknya.

“Tidak ada kata protes, oh ya namanya Lee Daebi”

“Kau tidak akan menyesal nak” ibunya mengacak rambut anaknya satu satunya dengan sayang.

 

“AAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHH” Yoongi menjerit hebat sambil loncat – loncat di tempat tidurnya lalu berguling – guling hingga dia jatuh ke bawah tempat tidur.

“AW” Ringisnya

 

**

 

Hana menatap pacarnya yang sedang mengucapkan rumus – rumus matematika.

“Jin.. kepala ku pusing” Hana menatap Jin dengan datar.

“Eoh.. benarkah ?”

“Ia.. rumus – rumus yang kau ucapkan membuatku pening seketika”

“Tapi.. sebentar lagi ujian” sahut Jin

“Jin…” rengek Hana.

Jin tau Hana akan meminta menyelesaikan kursus hari ini. “Tidak” jawab Jin tegas.

“Yaa.. Jin.. ayolaaahh” rengekan Hana semakin kuat.

“Sekali tidak tetap tidak..”

Hana mendengus mendengar jawaban Jin. Dia pun bangkit dari duduknya dan duduk di hadapan Jin. Di ambilnya kacamata yang bertengger di hidung mancung Jin. Dan di tatapnya Jin dengan lekat.

“Jin” panggil Hana dengan lembut.

Jin melihat Hana yang memanggilnya lembut menelan salivanya kasar.

“Kim Seokjin” panggil Hana lagi.

“Y – ya “ Jin gugup menatap Hana.

“Sudahi ya” pinta Hana dengan mengkedipkan matanya. Jin semakin gugup melihat Hana.

Lalu Jin menghembuskan nafasnya. Diambilnya kacamatanya dari tangan Hana.

“Tidak Jung Hana ayo lanjutkan” tekan Jin lalu tersenyum.

Hana mendelikan matanya “JIN” pekiknya. Melihat Hana memekik Jin menatap Hana dengan diam.

Hana juga menatap Jin kemudian. “Aku lapaaar” rengek nya.

“Ayolah.. kau tak kasian liat pacarmu yang cantik ini mati kelaparan ?” bujuk Hana.

“Tidak ada alasan Hana “

“Ini beneran setelah makan kita lanjutkan lagi. Bagaimana ?” Hana mengkedip – kedipkan matanya ke Jin.

“Baiklah” jawab Jin mengalah.

 

**

 

“Makan pelan – pelan “ nasihat Jin. Dilihatnya Hana makan dengan cepat.

“Tapi aku lapar, rumus tadi membuat perutku kosong seketika” jawab Hana disela makannya.

“Kenapa tidak bilang ?”

Hana menghentikan makannya dan menatap Jin. “Kenapa aku tidak bilang ? Aku sudah merengek. Dan aku tetap mengatakan tidak. Cih “ Hana mencibir lalu melahap mie hitam di hadapannya.

“Ini makan lah punya ku” Jin menyodorkan mie hitamnya juga ke Hana sambil tersenyum.

“Kau mau membuatku gemuk seketika hah ?” gadis ini memprotes keras. “Tidak !”

“Kau ini, lihatlah “ Jin mengusap sela – sela bibir Hana yang berlepotan bumbu mie.

Hana mengangkat wajahnya dan menatap Jin. Darahnya berdesir seketika melihat pacarnya sendiri tersenyum ke arahnya. Bukan sekali dua kali Jin tersenyum kearahnya. Tapi setiap Jin tersenyum selalu membuatnya ingin menjerit. Baginya senyum Jin sangat. Sangat manis.

“Kenapa berhenti ?” Jin menatap Hana binggung.

“Tidak”

Hana pun melahap kembali mie nya. “Pacar sialan bikin aku deg – degkan saja” desis Hana.

“Berbicara sesuatu ?”

“Tidak.. tidak” jawab Hana cepat.

 

**

 

Taehyung berdiri sambil menelfon seseorang. “kenapa tidak diangkat” desisnya gugup.

“Yeobseo”

“Yeobseo. J – Jeung In. I-ini aku” Taehyung berusah berbicara dengan normal. Tapi sepertinya tidak bisa.

“Ia… aku tau. Ada apa ?”

Taehyung menghelah nafas gugupnya.

“Kau pulang dengan siapa ? Aku ingin menjemputmu” Taehyung mengigit jari – jarinya dengan was – was.

“Hmmm.. Baiklah.. sekalian aku ingin mentraktirmu”

“Hah ? Mentraktirku ?

“Ia.. jemput jam 1 dan jangan telat. Jangan juga membantah”

PIP

“Halo.. halo.. Jeung In. Haloo..” Taehyung menatap ponselnya yang sudah di putus telfonnya.

“Ya..di putus” sahut Taehyung dengan nada kecewa melihat ponselnya. Sedetik kemudian dia tersenyum.

“Gila”

Jimin mencibir Taehyung disamping yang tersenyum tanpa sebab.

 

“Kalau di traktir wanita apakah itu tandanya dia mengajak kencan ?” tanya Taehyung.

Jimin menghentikan kegiatannya memainkan ponselnya. “Dari mana kau berfikiran itu adalah sebuah kencan ? Mentraktir itu bukan sebuah kencan. Mungkin saja untuk mengucapkan terima kasih atau ingin lebih kenal atau semacamnya” jelas Jimin.

“Tapi ini wanita JIMIN” geram Taehyung.

“Jadi kalau wanita itu kau anggap mengajak mu kencan ?” tanya Jimin lagi.

“Karena aku tidak tau makanya aku bertanya kepadamu” sunggut Taehyung.

Jimin menatap temannya ini dari ekor mata sipitnya lalu memutar bola matanya.

 

**

 

Taehyung memainkan jemarinya dengan gugup. Dan mondar mandir sambil celingak- celinguk mencari seseorang. Siswa dan siswi Empire sudah banyak yang berpulangan.

“Kemana dia ?” Taehyung melirik arlojinya.

 

Retina Taehyung mendapatkan seseorang yang dia tunggu berjalan dengan santai menuju gerbang. Taehyung langsung menegakkan badannya dan sedikit merapikan rambutnya.

“Sudah lama menunggu ?”

Kini seseorang yang di tunggu Taehyung sudah ada di depan matanya.

“Tidak” Taehyung mengkerjab – kerjabkan matanya.

“Benarkah ?”

“Aku melihatmu tadi gelisah terus mondar – mandir dan mondar – mandir”

Taehyung terdiam. Lalu kemudian tersenyum menampak semua deretan giginya. Sedangkan seseorang yang dihadapannya malah menatap Taehyung dingin.

“Ayo” ajak Taehyung senang yang menyembunyikan kegugupannya.

 

 

“Seyeon lihat – lihat itu Jeung In kan ?” Hani menunjuk kearah gerbang.

Seyeon buru – buru melihat arah yang d tunjuk Hani. “Mana – mana “

“Ha, benar itu Jeung In. Dia dengan siapa ?” Seyeon menatap Hani.

“Aku juga tidak tau. Haiisshh.. kenapa mereka semua menyembunyikan sesuatu dari kita” keluh Hani yang masih melihat arah gerbang.

Seyeon tampak berfikir “Bagaimana kalau kita ikuti Jeung In” Seyeon menatap Hani. Hani mengalihkan pandangannya menatap Seyeon.

“Ide bagus” jawab Hani dengan mata berbinar.

 

“Lihat mereka pergi. Ayo “ Hani segera menarik Seyeon.

 

**

 

Jeung In menatap meja mereka dengan muka terkejut.

“Kau tidak makan selama seabad atau kelaparan atau memporotiku ?” tanya Jeung In yang masih heran melihat banyaknya menu makanan di meja mereka.

Dia hanya pesan pasta dan green tea. Sedangkan Taehyung. Mungkin hampir seluruh menu dipesannya. Jeung In menatap sekeliling cafe ini. Rasanya ia ingin pergi dari sini sekarang juga. Pelanggan yang lain menatap mereka dengan tatapan aneh mungkin di fikiran mereka, mereka berkata “Ini tidak pernah makan atau rakus ?”

“Taehyung kau yakin makan segini banyak ?”

“Ia, tentang saja, aku akan menghabiskannya semua” jawab Taehyung santai sambil menguyah rice bentonya.

Jeung In menggeleng – gelengkan kepalanya menatap Taehyung

 

Disisi lain.

 

Hani dan Seyeon duduk di sudut cafe yang sama dengan Jeung In juga Taehyung. Di tutup muka mereka dengan daftar menu sambil menelisik temannya yang bersama dengan lelaki.

“Aku penasaran Jeung In bersama dengan siapa ?” desis Hani.

“Kau kira kau saja ? Aku juga” sela Seyeon.

“Apa kita pergoki saja mereka ? Seperti aku mempergoki Hana dan Jin ?” Hani memberi ide.

“Jangan – jangan, itu terlalu cepat. Jangan terburu – buru. Kalau sekarang kita pergoki mereka, pasti mereka akan menjawab hanya makan siang biasa. Kita harus melihat mereka bermesraan dulu” papar Seyeon dengan nada serius dan Hani mengangguki cepat tanda ia mengerti.

 

“Ini pesanannya nona”

“Ya letakan saja” jawab Seyeon dan Hani serempak tanpa mengalihkan pandangan mereka melihat Jeung In.

 

Saat asyik – asyik makan Jeung In iseng mengedarkan pandangannya melihat interior cafe ini. Tapi. Retina menangkap sesuatu yang aneh di sudut cafe ini. Dua orang pelangan sedang menatap mereka dengan menutup wajah mereka dengan buku daftar menu.

“Kau melihat apa ?” Taehyung menghentikan makannya melihat Jeung In menatap lurus ke arah belakangnya.

“Ada apa ?” Taehyung ikutan melihat yang di lihat Jeung In.

“Mereka terlihat mencurigakan ?” desis Jeung In.

Taehyung yang melihat malah mengkerutkan keningnya. “Mereka aneh. Seperti tidak waras” sahutnya asal.

Tapi..

Jeung In menatap kebawah meja pelanggan tersebut.

“Sepatu itu “ desis Jeung In pelan.

“Sepatu kenapa ? Keren ya ? Ia aku baru membelinya semalam” dengan senyuman Taehyung menyahuti.

Jeung In yang tadi menatap ke ujung sudut cafe ini mengalihkan pandangannya ke Taehyung.

Di tatapnya Taehyung dengan ekspresi dingin “Aku tidak bertanya kepadamu”

 

**

 

Jin dan temannya tengah menikmati malam mereka di cafe biasa mereka kunjungi.

“Kenapa muka mu merengut begitu ?” Namjoon menatap Yoongi heran yang lain juga menatap Yoongi.

“Biarkan aku seperti ini dulu” sunggutnya.

“Hei… kau kenapa ? Ayo cerita kepada kami. Jangan main rahasia rahasian segala ” papar Jin.

“Ck..ck..ck… Hyung.. kau menyuruh Yoongi hyung cerita. Kau saja tidak menceritakan sesuatu kepada kami” Taehyung tersenyum sinis melihat Jin.

Jin yang tadi nya santai kini wajahnya menegang.

“Ee… itu..”

“Itu apa hyung” tanya Hoseok. Di tatapnya Hoseok diam.

“A.. aku”

“Ia lalu” lanjut mereka serempak minus Taehyung.

“Aku sudah ..

“Jangan bertele – tele. Aku sedang suntuk” sela Yoongi dengan nada kesal.

Jin mengehela nafasnya “Aku sudah berpacaran”

“Pacaran ? Dengan ?…. HANA “ mereka terperangah melihat Jin. Semula Jin diam tanpa ekspresi kemudian tersenyum kearah mereka semua.

“APA…” pekik mereka.

 

“Suara kalian menggema di cafe ini” Hyunsung memprotes mereka disaat dia menghantarkan pesan di meja tersebut.

“Terima kasih” Namjoon menatap Hyunsung tersenyum.

Hyunsung balik menatapnya. Awalnya Hyunsung diam menatap Namjoon. Kemudian air wajah Hyunsung berubah melihat senyuman dari Namjoon. Di kerjab – kerjabkannya matanya menatap Namjoon.

Tak mau berlama – lama melihat Namjoon. Hyunsung dengan cepat meletakkan pesanan mereka

“Silahkan menikmati”

“Terima kasih” sahut Namjoon lagi dan masih tetap menatap Hyunsung.

Hyunsung memutar bola matanya “ Sama – sama Kim Namjoon” sahut Hyunsung dingin. Namjoon semakin melebarkan senyumannya dan akhirnya di tanggapi senyuman tipis oleh Hyunsung.

 

Disaat mengalihkan pandangannya ke arah teman – temannya Namjoon di kagetkan oleh wajah mereka yang sudah dekat di mukanya.

“HYAA”

Namjoon mengelus – ngelus dadanya yang kaget.

“Kau punya rahasia juga kan “ desis mereka serempak.

“Ti – tidak “ Namjoon gugup melihat mereka semua yang menatapnya dengan intens.

 

“Sudahlah bagaimana kalau kita saling mengutarakan masing – masing rahasia kita. Aku lihat kalian semua menyembunyikan sesuatu” Hoseok duluan mendudukan dirinya ke kursi dan menatap mereka yang masih mencondongkan badannya menatap Namjoon.

“Ok” jawab Jin mantab.

“Dari siapa duluan ?” tanya Jin lagi.

 

Mereka saling tatap – tatapan satu sama lain.

“Yang paling tua dulu ?” sahut Jimin.

“Tidak – tidak yang paling muda dulu “ Jin menyelah cepat.

“Yang mukanya paling suntuk” balas Jeongguk tak mau kalah.

“Ketua ini saja” Yoongi ikut – ikutan.

“Tidak – tidak, yang sedang bahagia saja” Namjoon menatap Taehyung yang sedari tadi senyum – senyum sendiri tanpa sebab.

“Apa ? Kau menunjuk ku hyung ? Tidak “ jawab Taehyung cepat.

“Bodoooohhhhh” Hoseok dengan santainya mengatakan bodoh dengan nada datar .

“Apa susahnya mengatakan rahasia kalian. Kita seperti wanita. Main rahasia – rahasian segala”

Di tatap nya teman – temannya dengan melipat tangannya.

 

“Baiklah kalau begitu aku saja”

Akhirnya Jin mengalah.

 

“Aku sudah jadian dengan Hana.

“Kami tau” jawab mereka serempak.

“Dia sepupu” tambah Hoseok.

“Aku tau” Jin melayangkan death glarenya ke Hoseok.

“Lalu…”Mereka menatap Jin serius.

 

“Haiisshh” Jin mengacak – ngacak rambutnya kasar. “Bagaimana aku menceritakannya”

Mereka malah semakin menatap Jin dengan muka binggung. Lalu menajamkan mata mereka menatap Jin.

“Begini..” Jin menarik nafas.

“Ya hyung kau seperti wanita saja” pekik Taehyung yang melihat Jin bertele – tele.

“Begini..”

Ditatapnya teman nya satu persatu.

 

“Aku tidak akan bisa jadian dengan Hana kalau tidak taruhan”

“YA..HYUNG” Hoseok menarik kerah baju Jin cepat.

“Aku belum selesai Hoseok” desis Jin.

“Ah benarkah ? baiklah hehehe” dilepaskannya kerah baju Jin dan di perbaiki baju Jin yang sedikit kusut di buatnya lalu tersenyum kearah Jin.

“Aku taruhan mendapatkan Hana dengan Jackson”

“Sebentar Jackson.. sepertinya aku pernah dengar.. hhmm tapi dimana ya” Hoseok mengkerutkan keningnya tampak berfikir.

“Ya terus “ sahut mereka lagi.

“Yasudah itu saja. Mau sepanjang mana aku mengutarakannya” Jin menjawab acuh tak acuh.

Jin mengedarkan pandangannya ke arah yang lain. “Lalu siapa selanjutnya ?”

“Aku” dengan bangganya Taehyung mengacungkan tangannya.

 

“Hah, kau. Apa yang akan kau utarakan” Hoseok menatap Taehyung.

Taehyung membenarkan duduknya sebelum berbicara“Tadi siang aku di traktir Jeung In”

“Jeung In adik Jino hyung ?” Namjoon bertanya.

“Hum…” dengan wink Taehyung menanggapi.

“Di mana malu mu di traktir wanita” sela Yoongi.

“Kata Jimin itu tanda terima kasih. Ya kan Jimin” dengan cepat Taehyung merangkul Jimin.

Hanya menangguk Jimin menanggapi.

“Aku berencana ingin menyatakan cintaku juga” Taehyung menepuk – nepuk dadanya dengan tangannya dengan percaya diri.

“Ku sumpahi dia tidak menerima mu” desis Yoongi.

“YA HYUNG” pekik Taehyung marah.

“Sudah.. sudah” Hoseok menengahi. “Siapa selanjutnya”

“Aku..aku..” Jeongguk tiba – tiba bersemangat.

“Aku sudah tau nama wanita yang ku selamatkan semalam. Namanya Kim Seyeon dan dia NOONA” Jeongguk tersenyum dengan senangnya.

Semua menatap Jeongguk dengan tatapan tidak percaya. Bagaimana bisa dia menyukai noona – noona ketimbang yang seumuran dengan dia atau di umurnya di bawah dirinya.

“Apa kau terobsesi dengan noona – noona hah?” tanya mereka serempak.

Deretan gigi putih dan senyuman Jeongguk mengawali jawabannya “HHMM”

 

“Astaga”

Mereka berenam menepuk jidat mereka masing – masing.

 

“Kau Jimin” Taehyung menyenggol bahu Jimin.

“Apa ? Aku ?” dengan telunjuknya sendiri Jimin menunjuk dirinya.

“Jangan bilang kau tidak ada rahasia” tukas Jin.

Jimin menghelah nafasnya.

“Kalian semua tau kalau aku suka dengan seseorang”

Mereka yang mendengarkannya lalu menggangguk.

Jimin menerawang selanjutnya tersenyum membuat yang lain merubah ekspresinya menjadi benar – benar datar.

“Ternyata dia suka kucing sama seperti ku dan kucing nya juga kucing ku satu salon” jelasnya.

“Itu kucing atau manusia” celetuk Jeongguk tiba – tiba dan dengan cepat tisu terlempar ke muka Jeongguk.

“Kemudian..”

“Loh belum selesai” tanya Taehyung.

“Ya belum bodoh” Jimin menggeram melihat Taehyung.

“Aku sudah masuk ke kamarnya”

“A….PP….AAAHHH” dengan nada slow motion mereka mengatakannya.

Smirk terukir di bibirnya Jimin.

 

“Aku hanya mengantarnya ke kamarnya karena kakinya sakit”

“Dasar mesum kalian semua” tandasnya.

“Aku juga akan seperti Taehyung akan menyatakan cintaku kepadanya” di rangkulnya Taehyung.

“Aku juga hyung” tambah Jeongguk. Lalu mereka berpelukan seperti anak kecil.

 

Kemudian mereka terdiam sejenak. Melihat pemimpin mereka diam tak melihat ke arah mereka. Malah melihat ke arah kasir. Ya , Namjoon sedang melihat Hyunsung sedang melayani pelangan di kasir.

“Menyukai gadis itu” tanya mereka pelan tapi serempak.

Tetap tidak menoleh menghadap ketemannya. Namjoon hanya menggangguk. Matanya tetap menatap gadis itu. Menatap Hyunsung.

“Namanya” Jin berbisik ke Namjoon.

“Hyunsung..Cho Hyunsung” Namjoon tidak berkedip melihat Hyunsung.

“Hyung bagaimana kalau kau bergabung dengan kami” tangan Taehyung,Jimin dan Jeongguk menggempal menjadi satu.

“Kita memperjuangan cinta” sahut mereka kompak.

Sontak Namjoon melihat mereka bertiga. “Tapi… aku tidak percaya diri” keluhnya.

“Cinta tidak mengenal pesimis hyung” sahut Jimin.

Namjoon terlihat menimbang – nimbang perkataan mereka tadi.

“Baiklah” akhirnya Namjoon memutuskan dan ikut menggenggam tangan mereka.

“Sarang ( cinta ) ” sahut mereka berempat.

 

“Malu aku mempunyai teman seperti kalian” ledek Hoseok santai.

 

Lalu semua mata tertuju ke Yoongi yang sedari tadi menanggapi dengan muka suntuk.

“Coba utarakan masalah anda tuan Min” nada berat berasal dari tenggorokan Taehyung mengarah ke Yoongi.

Lelaki bernama Yoongi ini mengacak rambutnya.

“Aku tidak mengerti apa yang ada difikiran orang tuaku”

Setelah mengatakan seperti itu Yoongi berdecak kesal melihat yang lain hanya terperangah melihatnya.

“Aku di jodohkan”

Diam.. semua diam tak bersuara…

 

“DIJODOHKAN” teriak mereka.

 

PLAK ! BUK ! PLAK ! BUK ! PLAK !

 

Yoongi sentak bangkit dari duduknya dan lihat keenam temannya mendapat pukulan dan tamparan darinya.

“Perluaku jahit mulut kalian satu persatu hah ?” pekiknya marah.

“Sakit” adu mereka meringgis.

“Siapa suruh kalian berteriak seperti itu hah ! Mau membuat ku malu hah !” Yoongi mendelikan matanya marah menatap teman – temannya.

Dengan lemas di dudukannya tubuhnya kembali.

 

“Besok siang aku harus menjemputnya kebandara”

“Kalian tau betapa frustasinya aku ?”

Mereka menggangguk yang masih memegangi kepala dan pipi mereka.

“Semoga tuhan memberkati mu”

“APA”

Teriak Yoongi lagi.

 

**

 

Lelaki berkulit putih ini berulang kali melirik arlojinya.

“Seharusnya kedatang dari Manhattan sudah tiba” desisnya kesal.

Lelaki bernama Yoongi ini melirik banner yang bertuliskan “Lee Daebi”

“Awas saja dia jelek. Akan ku tabrak dia di jalanan” sumpah yang sadis keluar dari mulut lelaki tampan ini.

 

Gadis dengan pakaian super tomboi tapi tetap malah terkesan funky dan girly berjalan menuju gerbang keluar.Sedikit di perlambat jalan nya melihat – lihat Incheon yang semakin indah rasanya.

“Ah.. sudah lama tidak pulang” desisnya sedikit tersenyum.

Gadis ini pun terus melangkah sampai akhirnya dia mendengus kesal melihat banner bertuliskan “Lee Daebi

“Cih.. kan sudah kubilang Debby Lee” rutuknya.

 

Di percepat langkahnya menuju seseorang yang memegang banner namanya dengan ogah – ogahan.

 

Yoongi yang awalnya memasang muka suntuk kini sedikit terkaget melihat seorang gadis cantik berjalan mendekatinya. Dan kaget Yoongi semakin bertambah saat gadis itu membuka kacamatanya.

Yoongi mengkerjab – kerjaban matanya saat gadis itu benar – benar sudah di depannya.

 

“Kau supir suruhan Eomma kan ? Ini bawakan semua koperku”

Daebby mendorong troli yang penuh dengan kopernya ke arah Yoongi.

 

Yoongi yang tadinya sedikit terpesona dengan visual gadis ini kini memasang muka ketat.

“Dalam pasal apa kau menyuruhku. Kau kira aku siapa hah ?” dengan nada kasar Yoongi bertanya.

Debby memiringkan wajahnya dan mengkerutkan dahinya.

 

“Kau supir suruhan Eomma untuk menjemputku kan ?” nada angkuh kelur dari mulut Debby.

“Cih… Kau salah besar. Aku bukan sopirmu… “ Yoongi sekilas melirik banner di tangannya.

“Lee Daebi”

“Debby Lee” sela Debby cepat.

“Disini tertulis Lee Daebi bukan Debby Lee” tukas Yoongi.

“But my name Debby Lee. Understand !”

“Maaf tapi aku memanggil apa yang sudah di titahkan. Dan ini bawa kopermu sendiri. Aku tidak digaji membawa kopermu. Aku hanya disuruh menjemputmu” tandas Yoongi. Kemudian lelaki ini berjalan meninggalkan Debby yang tercengang melihatnya. Di ambilnya ponselnya dan menelfon ibunya.

Ya sayang

“Mom. Yo’re not wrong get someone to pick me up? Why not Hyunwoo oppa, why should he”

Dia siapa ?”

“Dia eomma. Lelaki tidak sedikit pendek tapi tidak tinggi juga. Lumayan tampan. Kulit nya putih pucat dan matanya sipit lalu mulutnya yang kasar” jelas Debby kesal yang masih melihat Yoongi sudah jauh di depannya.

Oh Min Yoongi” Ibunya menebak siapa lelaki itu

“What ? Min Yoongi ? Who is he ?” Debby mengernyit

Dia itu tunangan mu sayang” jawab ibunya dengan sedikit tawa.

Mata Debby melebar mendengarnya “WHAT ? FIENCE ? Mom not kidding with me”

Tidak bercanda sayang. Yang tadi itu calon tunanganmu

“Tapi Eomma..” selanya

Tidak ada tapi – tapian Lee Daebi

“Debby Lee” protes Debby cepat.

“Yasudah eomma tutup ya telfonnya, eomma mau menyiapkan makan malam untuk keluarga kita dan keluarnya dia”

“Dia siapa ?”

Min Yoongi

“Mom..but…”

PIP

 

“OH SHIT !”

Debby menghentak – hentakan kakinya ke lantai dengan kesal dan dongkol.

 

**

 

Debby sedari tadi melirik dari ekor matanya melihat Yoongi yang fokus menyetir. Kenapa orang tuanya ingin menjodohkan dengan lelaki seperti ini. Kesan pertama yang diberi untuknya sungguh buruk.

“Apa kau harus melihat terus hah” tukas Yoongi.

“Hah.. mimpi apa orang tuaku menjodohkan denganmu”

“Kau kira kau saja hah ? Aku juga. Di jodohkan dengan wanita tidak ada sopannya seperti dirimu” tetap fokus melihat kedepan Yoongi menjawab.

“Cih… daripada kau. Tampang saja tampan. Mulut mu sungguh kasar”

Yoongi menoleh ke Debby dengan smirk terukir di bibirnya “Aku tampan ? Kau wanita yang kesekian kali nya menyatakan aku tampan”

 

Emosi Debby tiba – tiba memucak. Gadis ini yang tadinya duduk didepan. Kini bergerak ke belakang.

“Hei..hei.. apa yang kau lakukan ?” sergah Yoongi kebingungan dan mendadak menghentikan mobilnya.

Kini Debby sudah duduk di belakang dan melipat tangannya. “Sudah jalankan mobilnya” perintahnya.

Yoongi menatap binggung “Kau kira aku supir hah. Duduk kembali ke depan”

“NO ! I don’t. Kau disuruh menjemputku kan ? Ya terserah aku mau duduk dimana. Mau di depan, belakang, di jok, di kap mobil, di atas mobil. Ya terserahku” cecar Debby.

Yoongi menggeram menatap Debby yang tersenyum meledeknya.

“Kau…” desis Yoongi. Tanpa aba – aba Yoongi menancapkan gasnya sampai Debby terjungkal belakang. Membuat Debby merutuk kesal.

“Dasar supir tidak sopan”

“APA KAU BILANG”

 

**

 

Yoongi dan Debby saling tatap – tatapan dengan sinis di acara makan keluarga meraka berdua. Debby yang sedari tadi menggertak – gertakkan giginya, sedangkan Yoongi mulutnya tidak henti berkomat – kamit. Berbagai sumpahan di desiskan lelaki ini.

“Kalian kenapa saling bertatap – tatapan saja” Hyunwoo kakak Debby bertanya.

“Siapa yang bertatapan” sahut mereka berdua.

“Wah ! Kalian sangat kompak” Hyunwoo sontak senang melihat meeka.

“Oppa” “Hyunwoo” sela mereka berdua menatap Hyunwoo sinis.

 

“Biarkan saja Hyunwoo, mereka sedang ingin mengenal satu sama lain” jelas tuan Lee melihat anak gadisnya dan calon menantunya.

“Benar sekali itu” tambah tuan Min. Lalu mereka saling tertawa bersama.

Yoongi maupun Debby menatap orang tuanya dengan tak kalah sinis.

 

 

Debby melangkah ke arah Yoongi yang duduk di taman belakang rumahnya setelah ia bertanya kepada kakaknya.

Debby duduk disamping Yoongi dan langsung melepas earphone yang terpasang di telinga lelaki ini.

Yoongi lelaki ini sontak menoleh melihat siapa yang mengganggunya mendengar musik.

 

“Cih.. kau lagi” tanganya terulur untuk memasang earphonenya kembali.

“Tunggu, ada yang ingin kubicarakan” sanggah Debby.

“Sudah katakan saja”

“Bagaimana kau mendengarkan kalau kau sendiri mendengarkan lagu” bantah Debby.

 

Lelaki ini menghelah kan nafasnya dan menatap Debby.

“Cepat katakan”

“Begini… Kita ini di jodohkan. Aku tau kau tidak suka begitu juga aku. Aku punya orang yang kusukai dan aku rasa kau juga. Jadi aku ingin membuat perjanjian” Sekilas Debby melirik cincin pertunangan yag baru saja terpasang di jarinya. Dan juga melirik cincin yang juga ada di jari manis lelaki disampingnya ini.

“Kita hanya melakukan hal bodoh ini hanya di depan keluarga. Apa apabila di luar keluarga atau tanpa mereka kita akan “ Debby melepaskan cincin di jari manisnya.

“Tidak ada ikatan”

“Bagaimana kalau ini benar – benar menjadi sebuah pernikahan yang nyata ?”

“Itu urusan belakangan. Kalau kita sama sama tidak suka pastinya akan tidak cocok. Kau fikirkan saja kalau kita tidak cocok bagaimana” papar Debby.

Yoongi mengangguk – ngangguk mengerti “Baiklah”

 

**

 

Jin yang baru saja pulang langsung masuk kedalam mencari ayahnya.

“Appa”

Tidak ada jawaban.

“Apa ada di kamar ?” pikir Jin langsung saja ke kamar ayahnya dan didapatnya ayahnya sedang tiduran sambil membaca buku.

“Appa” panggil Jin.

Tuan Kim mengalihkan pandangannya dari buku dan menatap anaknya yang memanggilnya.

“Sudah pulang ?”

“Sudah Appa. Appa ada buku tentang statistik ? “

Ayahnya tampak berfikir “Sepertinya ada di ruangan kerja Appa, coba lihat”

“Baiklah Appa”

 

Jin segera melangkahkan kakinya keruangan kerja ayahnya.

Setelah masuk di perhatiin nya satu persatu buku di lemari buku. Matanya bergerak kesana kemari mencari buku yang ditujunya.

“Dapat” serunya.

Diambilnya buku tersebut dan berbalik keluar. Tapi..

Pandangan Jin terarah ke map map terbuka di meja kerja ayahnya. Iseng – iseng Jin mendatangi dan melihatnya. Dan juga kebetulan dia sendiri harus melewati meja kerja ayahnya.

“Grafik keuangan “ desis Jin.

Rasa ingin tahunya tiba – tiba muncul. Diambilnya map tersebut. Di perhatiinnya grafik tersebut semakin lama semakin mengarah kebawah. Dahi Jin mengkerut melihatnya dan juga kaget . Bukannya dia tidak mengerti tapi yang ada di fikirannya adalah “keuangan perusahaan sedang buruk”. Saat melihat grafik tahun nya Jin semakin kaget “sudah 2 tahun belakangan ini” desisnya. “Kenapa Appa tidak cerita” Jin mendengus.

Di letakkan nya map tersebut saat dia ayahnya di lihat mengarah keruangan kerjanya.

“Sudah dapat”

“Hmm” Jin bergerak dari meja kerja ayahnya dan berjalan menuju ayahnya sambil mengangkat buku yang sudah di pegangnya.

“Kalau begitu aku pergi tidur. Selamat malam Appa”

“Selamat malam anakku”

Jin menjauh dari ruangan kerjanya. Dilihatnya kembali ruangan kerja ayahnya yang sudah tertutup dengan lamat dan pandangan menyiratkan kesedihan.

 

Lamunan Jin terhenti saat dirasakan gerataran ponsel di kantung celananya.

 

“Selamat bersenang – senang – Jackson Wang “

 

Jin mengernyit membaca pesan dari Jackson “Apa maksudnya “ desis Jin.

Tapi ada sesuatu yang mengganjal di hati nya secara tiba – tiba

Tapi…………..

 

TBC

 

………………….. ini cerita makin absurd ‘-‘

Gimana ceritanya gais ? Maaf lama pandakim buatnya. Kurang romance ya ? Pandakim susah cari idenya apalagi ini di bantai tugas kuliah jadi gini deh. Syudah deh. Kamsia yang sudah baca ^^

No Silent READER 

About fanfictionside

just me

17 thoughts on “FF/ SCHOOL LOVE AFFAIR/ BTS-GOT7/ pt. 3- side C

  1. Ahh keren thor! Lanjutannya jangan lamalama yah❤ Penasaran sm kisah cinta mereka semua. Heheheu

  2. udah gue duga si jackson pasti bakal hmmmm Nyari ribut sama Jin gue yang paling cakep /wink/ Gak sabar sama part srlanjut nya , next chap jangan lama2 ne thor😀

  3. penasaran… :3 kira² ap yg d’rencanain si jackson wang?! ‘-‘

    thor~ next part entar bnykin romance ny ya!? .-.
    nexttt..

  4. duh malu banget gue kak suka sama maknae line *baca: jimin-taehyung-jeongguk
    gila peak nya keterlaluan duh gue cipok juga ntar sampe mampus/? terus bagian yang paling bikin gue ngakak itu jeongguk suka sama noona-noona HAHAHAH aduuuuhh sakit perut gue wkwkkwk
    bagian lain udah keren kak! lanjut lanjut lanjut! hueheheheh ><

  5. yeeyy dipost juga.. keren thorr, kalo bisa jin-hana moment nya makin dibanyakin ya. next thorr fighting!!!

  6. Keren author tp nanti takut salah paham deh jin oppa sm hana , hana takut nyangka kalau jin pacaran sm hana cuma buat taruhan sm jackson trus hana nyangka kalau jin itu g suka sm hana , trus yoongi oppa mulai ada konflik nih , kasian aja si jhope -.- masih jones -,- kash jodoh lah thor kasian si jhope harus iri ngliat member bts pada kasmaran xD , keren thor ff ny xD Next ya thor xD

  7. Kaya nya Jackson bakalan ngambil keuntungan dari merosotnya keuangan perusahaan ayah nya Jin.
    Ya ampun 4 sekawang akan memperjuangkan cinta, hoseok gimana?

  8. ngakak pas bca part mereka lg curhat” an,, maknae line plus leader somplak weh…
    Makin suka ma kisah ny suga,, part slnjut ny bnyakin suga ny ya thor^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s