FF/ CAMERA BOY/ BTS-BANGTAN/ pt. 3 – FINAL


Cast : Min Yoongi, Han Yuna, Ahn Lena, BTS members

 1(2)

Part 3 – end

(Yuna POV)

Badanku rasanya kaku, aku masih shock dan kaget ketika Yoongi tiba-tiba memelukku.Aku masih berusaha menguasai diri dan menahan debaran jantungku yang sangat kencang.Tapi semakin aku tahan, debaran ini jadi semakin keras dan tidak terkendali.Aku memejamkan mata dan berusaha mengendalikan tubuhku sendiri didalam pelukan Yoongi.

Angin pelan-pelan meniupkan aroma tubuh Yoongi.Aku semakin tidak mampu menguasai diriku dan tubuhku sendiri.

“Yuna…”, bisiknya, sambil memelukku lebih erat.

Glup.Aku menelan ludah, berusaha bicara, tapi lidahku kelu.Kata-kata yang sudah aku rangkum dengan lancar tadi sepertinya tidak bisa aku keluarkan sekarang. Aku ingin menjawab Yoongi!

“Yuna..”, panggilnya lagi.

Suara Yoongi yang rendah dan lembut mengalun indah kedalam telingaku, membuatku semakin tidak tahu apa yang harus aku perbuat.

“Kenapa kau diam saja??”, tanyanya lagi.

“A..a..”

“Apa..kau tidak suka aku peluk begini?? Kalau begitu..”

Dia merenggangkan pelukan kami, tapi aku segera melingkarkan tanganku memeluk tubuhnya, membuat tubuh kami berpelukan lagi.

“Aniya, aniya..a..aku hanya.. aku hanya..”, aku tidak mampu mengatakan apapun. Aku balas memeluk Yoongi erat, dan memejamkan mata serta menyembunyikan wajahku ke dadanya. Ugh… aku tidak tahu harus bagaimana sekarang.

Aku kemudian merasakan tangan Yoongi membelai rambutku dengan lembut. Kami terdiam dalam posisi seperti itu cukup lama, sampai..

“Yuna-ah..uhm, badanku rasanya panas, bisa berbahaya kalau kita teruskan..uhmm..”, katanya, pelan.

Aku kaget dan langsung melepaskan pelukan kami, hampir seperti mendorong tubuhnya pelan dari tubuhku. Aku kaget dengan apa yang aku perbuat dan langsung memandangnya,

“Maaf, aku tidak bermaksud..”

“Aniya, tidak apa-apa. Ah, aku hanya..aku hanya berusaha mengontrol diriku sendiri, hehe”, katanya, sambil menggaruk belakang lehernya.

“Eh?”, aku bingung.

“Ah, lupakan. Ayo..kita duduk dulu”, katanya, sambil meraih tanganku dan kami duduk bersebelahan dibangku taman itu.

Kami duduk dan tangan kami masih saling berpegangan.Aku memandangnya sekilas, dan langsung memalingkan muka ketika dia memandangku.Kami hanya diam disana beberapa menit lamanya.

“Yoongi..uhm, kau… uhm..”, aku ragu mengatakan hal itu lagi.

Ya, dari tadi..Yoongi belum menjawab pertanyaanku. Ah, tapi sebenarnya aku belum bertanya apapun, aku tadi malah meracau entah apa yang aku bicarakan, tapi..aku belum menanyakan apa.. dia juga menyukaiku… dan sekarang, aku malah takut menanyakannya.

Apalagi kami tadi berpelukan seperti itu… Apa Yoongi juga merasakan hal yang sama denganku?? I mean, iya, kami tadi berpelukan, tapi… tapi apa dia menyukaiku juga??

“Yuna, kenapa diam? Apa yang kau pikirkan sampai seperti itu??”, tanyanya.

Aku memandangnya, “Ah..itu.. uhm..”, aku tidak jadi bicara lagi.

Aku menghela nafas. Aku tidak bisa menyimpulkan apapun dari pelukan tadi, dan juga, bukankah syarat untuk kedua orang bersatu itu harus ada..kata suka diantara mereka berdua? Sedangkan Yoongi… tidak mengatakan apa-apa…

Dia memandangku, “Yuna..ada apa? Bilang saja. Apa kau..ah, kalau kau mau marah soal aku memelukmu tadi, aku.. aku minta maaf. Aku hanya terlalu bahagia dan senang, jadi…”

“Kau..senang?”, potongku tiba-tiba.

Yoongi memandangku, “Tentu saja aku senang. Sebenarnya aku kaget, ketika kau bilang itu tadi..tapi aku senang sekali”, katanya.

Aku memandang Yoongi, “Kau..juga suka padaku?”, akhirnya aku menanyakannya.

Dia memandangku, seolah kaget sekali dengan pertanyaanku.

 

(Yoongi POV)

“Apa maksudmu Yuna? Tentu saja aku menyukaimu…”, kataku, heran sendiri. Apa yang dipikirkan oleh Yuna? Kenapa dia masih bertanya kalau aku suka padanya apa tidak. Aiguu..memangnya pelukanku tadi tidak cukup menjawab pertanyaannya?? Atau kurang? Apa aku harus membelainya, mencium pipinya, bibirnya..

Plaakk!! Aku menampar pikiranku sendiri. Dasar, Min Yoongi, tidak bisakah kau tenang?! Geez..

Setelah bergulat dengan pikiranku sendiri, aku lalu memandangnya, dan matanya tampak masih kaget.

“Yuna-ah…”, panggilku.

“Ah, nee? A…aku…”

“Kenapa kau kaget seperti itu? Apa..apa aku salah bicara?”, tanyaku, mulai khawatir.

“Ah..aniya, aku..aku tidak menyangka kau juga menyukaiku..”, katanya, pelan.

Aku memandangnya dan mau tak mau tertawa kecil juga, dan dia langsung cemberut.Uugghh, lucu sekali~ ingin rasanya aku peluk-peluk lagi dia sekarang.

“Ya..tentu aku menyukaimu juga. Aku sangat..sangat menyukaimu. Memangnya pelukan tadi tidak berarti apa-apa buatmu??”, tanyaku, tersenyum memandangnya.

“Aniya~ kau..kau tadi belum bilang kau juga menyukaiku, jadi.. jadi aku masih tidak tahu apa kau juga suka sama aku apa tidak,..walau kau memelukku…”, katanya, pelan.

“hahahahaa~”, mau tak mau aku tertawa juga.Ya ampun lucunya jalan pikirannya.

“Yaaa~~ Min Yoongi kenapa kau tertawa?!!Uugghh”, protesnya.

Uggh, imut sekali.Sungguh.Rasanya pingin aku cubit.

“Aku memelukmu karena aku juga suka sama kamu.Aku menyukaimu”, kataku, sambil memandangnya dalam-dalam.

Wajahnya memerah, dia menggigiti bibirnya sendiri. Ugh, sini biar aku gigit, jangan digigit sendiri begitu. Aku suka sekali pemandangan didepanku ini.

“Aku..menyukaimu, Han Yuna. Aku..suka sekali”, kataku lagi, lembut.

Angin membelai kami, bunga sakura yang bermekaran jatuh pelan diatas rambutnya.Dia kemudian menunduk, lalu memandangku lagi.Wajahnya manis sekali.

“Aku…senang sekali”, katanya, pelan.

Aku tersenyum, “Aku lebih senang lagi, rasanya seperti beban berat yang selama ini ada dipundakku, hilang sudah semuanya”, kataku, penuh kelegaan.

“Aku juga…”, katanya pelan.

Kami kemudian saling memandang dan tersenyum dengan rileks, menikmati suasana yang indah ditaman itu.

“Oya..kenapa tadi kau memfotoku?”, tanyanya.

“Uhm? Ah, itu tadi. Aku memang selalu memfotomu kok”, kataku.

“Ah..kau bohong, kau selalu memfoto Lena”, katanya.

“Hihihi, Kau cemburu???”, candaku.

“Nee, aku cemburu”, jawabnya, singkat.

Aku tersenyum lalu mengambil kameraku, “Aku memang suka memfoto Lena, tapi aku lebih banyak memfokuskan lensaku pada obyek lain yang selalu ada disebelahnya”, kataku.

Aku kemudian membuka sebuah folder berpassword, mengetikkan passwordnya dan memberikannya pada Yuna, “Lihat saja, ini buktinya”, kataku.

 

(Yuna POV)

Aku menerima camera Yoongi, dan kaget ketika melihat foto disana.Fotoku.Dan kalau tidak salah, ini fotoku kemarin. Aku kemudian menggeser lagi filenya, dan mendapati banyak sekali foto-fotoku yang lain, waktu ke waktu, dari hari ke hari, bahkan..sejak kapan dia mulai memfotoku?

“Yoongi..ini..”

“Hmm~ aku mengkoleksi fotomu, maaf, aku tidak pernah minta ijin, dan aku juga tidak berani meminta ijin.Aku sudah menyukaimu sejak pertama kali kita ketemu, Yuna”, katanya, memandangku dengan lembut.

Aku tidak percaya, selama itu? “Itu..itu sudah lama sekali…”

“Nee, memang sudah lama, dan aku masih belum yakin dan berani mengatakan apa-apa. Aku merasa nyaman berada didekatmu dan aku takut kalau aku mengatakan yang sesungguhnya..kenyamanan sebagai teman itu, akan hilang…”, katanya.

Ah… sama. Dia sama sepertiku.

“Aku..juga merasakan hal yang sama…”, kataku. Dia kemudian memandangku, “Aku, aku menyukaimu dari dulu. Kau..semua yang aku suka, ada pada dirimu. Hanya, aku takut kalau aku mengatakannya, kau malah menjauh.Apalagi semua orang bilang kau menyukai Lena, kau sering mengambil fotonya, dan… aku akhirnya tidak berani mengakhiri kenyamanan sebagai seorang teman”, lanjutku, panjang lebar.

Ah~ lega sekali bisa berkata seperti ini padanya.

“Kau berpikir aku menyukai Lena?”, tanyanya.

“Nee, semua orang bicara begitu”, kataku.

Dia tersenyum, “Lena itu temanku sejak masih…kapan ya?Smp?Aku berteman dengan dia sudah lama, dan aku hanya menganggapnya teman.Jadi ketika semua orang bilang aku dan dia ada hubungan khusus, aku tidak peduli karena memang aku hanya menganggapnya sahabat yang luar biasa”, katanya.

Aku memandangnya, “Dan ternyata aku salah… hah, aku sudah membuat sahabatku sendiri menangis tadi..ah, bodohnya aku”, lanjutnya.

“Lena menangis?? Kapan??”, tanyaku, kaget.

“Tadi…ketika dia menyalahkanku karena aku tidak tegas pada semua orang, dan..mengira kau menyukai Hoseok, padahal dia juga menyukai Hoseok…”, katanya.

“Jadi.. Lena benar-benar suka Hoseok??”, aku kaget sendiri. Jadi…

“Memangnya dia pernah bilang?”, tanya Yoongi.

Aku mengangguk, “Dia selalu bercerita soal anak baru di club dance yang keren sekali. Dia selalu cerita soal Hoseok, lalu aku mengatainya, apa kau suka dia? lalu dia jawab, mungkin, sambil malu-malu. Jadi…”

“Jadi dia memang suka cowok itu”, kata Yoongi.

Kami saling berpandangan, lalu tertawa kecil.

“Kita ini sama-sama bodoh.Dan sama-sama tidak tegas. Aahh, coba kalau aku bilang dari dulu kalau aku menyukaimu, pasti Lena dan Hoseok juga..tidak akan capek-capek memikirkan kita”, katanya.

Aku tersenyum, “Kasian mereka..ah..”, balasku.

Yoongi lalu membelai rambutku, dan memandangku lembut, “Yang penting sekarang Han Yuna sudah jadi pacar Min Yoongi~”, katanya.

Aku mau tak mau tertawa juga, “Nee~ hihii”. Kami lalu berpandangan, tangannya perlahan mengelus pipiku dengan lembut, dia kemudian mendekatkan tubuhnya kearahku, wajahnya semakin dekat kewajahku, hingga…

 

Sebuah suara menggangu moment kami, “Kalian berdua… ini masih pagi”, suara seorang cowok.

Aku dan Yoongi langsung salah tingkah dan memandang orang itu.“Ya, Hoseok… geez”, katanya, kesal.Kami melihat Hoseok dan Lena datang berdua kearah kami.

“Maaf aku menganggu kalian, tapi aku mau mengambil tas Lena yang jatuh disini”, katanya.

“Tas??”, tanyaku, dan benar saja, ada tas jatuh didekat kami.. astaga, aku sampai tidak sadar. Aku mengambil tas itu dan mau memberikannya pada Lena, sampai aku melihat..mereka bergandengan tangan.

“Eh?? Kalian bergandengan tangan?? Kalian…”, aku memandang Lena. dia buang muka karena malu.

Aku langsung tertawa kecil, “Lena~ eaaa~ kau..kau sekarang…”.

“Aiguu, aiguu, jangan membuat dia malu, okay?Sini kemarikan tasnya”, kata Hoseok.

Yoongi kemudian menimpali. “Ah~ kalian jadian juga??”, tanyanya.

Hoseok mengangguk, “Nee~ tapi tidak sampai sepertimu, hyung. Geez..baru jadian sudah main cium, hahahaha”, ledek Hoseok.

“Ya! Kau! Geez”, sahut Yoongi.Dia lalu memandangku sambil nyengir kuda.

Aku kemudian berdiri dan mendatangi Lena, “Jadi~~ bagaimana kalau kita double date dan ..kalian yang membayar? Hihi~”, kataku.

“Ya..Yuna nuna, harusnya yang lebih tua yang membayar”, protes Hoseok.

Lena mengambil tasnya dan berkata, “Aniya, aku yang akan bayar deh”.

“Wooooo~~~”, sahut kami ramai.

Kami kemudian saling tertawa.Yoongi kemudian berdiri dan mengemasi camera dan tasnya.

“Ayo ayo, sekalian bolos, kita makan bersama, aku yang traktir”, katanya.

“OH, jeongmal???”, tanyaku.

Dia mengangguk mantap. Kami langsung bersemangat berkali lipat dan pergi bersama dari sana menuju ke tempat Yoongi memarkir mobilnya. Kami kemudian bertemu dengan Namjoon dan Jimin, serta Jin yang entah kenapa mereka bisa keluar walau jam kuliah belum selesai dan meracau ingin ditraktir juga. Akhirnya kami pergi juga bersama-sama.

Rasanya, hari ini aku bahagia sekali~

About fanfictionside

just me

12 thoughts on “FF/ CAMERA BOY/ BTS-BANGTAN/ pt. 3 – FINAL

  1. Tuhkan bener tebakanku kemaren.. Seneng aku liat Yuna Yoongi bersatu..
    Tapi itu Hoseok..ahhh.. Ah iya ini kan cuma ff ya, aslinya Hoseok sama aku hehehe :v

    Namjoon Kece, Jimin, Jin udah jadi paket lengkap buat godain kopel itu astaga >< *jd inget waktu mrka ngbrol di fb* wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s